Anda di halaman 1dari 67

PANDUAN PENYELENGGARAAN

PELATIHAN KONSELING
PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK (PMBA)

DIREKTORAT BINA GIZI


DIREKTORAT JENDERAL BINA GIZI DAN KIA
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
2014
1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemenuhan gizi merupakan hak dasar anak. Salah satu upaya untuk
meningkatkan kesehatan dan gizi anak sebagaimana diamanatkan oleh
Undang Undang Dasar Tahun 1945 dan kesepakatan internasional seperti
Konvensi Hak Anak (Komisi Hak Azasi Anak PBB, 1989, Pasal 24), adalah
memberikan makanan yang terbaik bagi anak usia di bawah 2 tahun.
Untuk mencapai hal tersebut, Strategi Nasional Peningkatan Pemberian
ASI dan MP-ASI merekomendasikan pemberian makanan yang baik dan
tepat bagi bayi dan anak 0-24 bulan adalah: (1) mulai menyusu dalam 1
jam setelah lahir; (2) Pemberian ASI eksklusif sampai usia 6 bulan; (3)
memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) mulai usia 6 bulan; (4)
meneruskan pemberian ASI sampai usia 2 tahun atau lebih.
World Health Organization (WHO) dalam Resolusi World Health Assembly
(WHA) nomor 55.25 tahun 2002 tentang Global Strategy of Infant and
Young Child Feeding melaporkan bahwa 60% kematian balita langsung
maupun tidak langsung disebabkan oleh kurang gizi dan 2/3 dari kematian
tersebut terkait dengan praktik pemberian makan yang kurang tepat pada
bayi dan anak.
Hasil Survei Demografi Kependudukan Indonesia (SDKI) tahun 2002 dan
2007 menunjukkan praktik pemberian ASI eksklusif dalam umur 2 bulan
menurun dari 64% tahun 2002 menjadi 48,3% tahun 2007. Sementara
praktik pemberian ASI dan susu cair pada tahun 2007 meningkat 3 kali
lebih besar dari tahun 2002, yang mengindikasikan praktik pemberian MPASI yang terlalu dini, sebelum bayi berumur 6 bulan. (Data Riskesdas
2013)
+ Pentingnya Gizi Ibu hamil, BBLR MP-ASI Referensi SDKI, 2012)
Pada usia enam bulan, selain ASI bayi mulai diberikan Makanan
Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Masih banyak anak yang tidak
mendapat MP-ASI yang tepat baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Jika bayi dan anak usia 6-24 bulan tidak memperoleh cukup gizi dari MPASI, maka akan mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan kurang gizi.
Pemberian makan yang terlalu dini dan tidak tepat mengakibatkan banyak
anak yang menderita kurang gizi. Untuk itu perlu dilakukan pemantauan
pertumbuhan sejak lahir secara rutin dan berkesinambungan. Fenomena
gagal tumbuh atau growth faltering pada anak Indonesia mulai terjadi
pada usia 4-6 bulan ketika bayi diberi makanan selain ASI dan terus
memburuk hingga usia 18-24 bulan. Hasil Riskesdas 2010 menunjukkan
17,9% balita di Indonesia yang menderita gizi kurang (BB/U <-2 Z-Score)
dan 35,6% termasuk kategori pendek (TB/U <- 2 Z-Score). Dalam
2

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bidang


Kesehatan 2010-2014 telah ditetapkan indikator sasaran kegiatan
pembinaan gizi masyarakat yaitu menurunkan prevalensi gizi kurang
menjadi kurang dari 15% dan balita pendek kurang dari 32%. Salah satu
upaya untuk mencapai sasaran tersebut adalah mempromosikan
pemberian MP-ASI yang tepat jumlah, kualitas dan tepat waktu.
MP-ASI mulai diberikan sejak bayi berumur 6 bulan bertujuan untuk
memenuhi kebutuhan gizi bayi dan anak selain dari ASI. MP-ASI yang
diberikan dapat berupa makanan berbasis pangan lokal. Pemberian MPASI berbasis pangan lokal dimaksudkan agar keluarga dapat menyiapkan
MP-ASI yang sehat dan bergizi seimbang bagi bayi dan anak 6-24 bulan di
rumah tangga sekaligus sebagai media penyuluhan. Dalam keadaan
tertentu keluarga dapat memberikan MP-ASI pabrikan.
Setiap keluarga yang mempunyai bayi dan anak usia 6-24 bulan
hendaknya mempunyai pengetahuan tentang Pemberian Makan Bayi dan
Anak (PMBA), agar mampu memberikan ASI ekslusif dan menyiapkan MPASI yang sesuai di masing-masing keluarga. Pendampingan oleh orang
yang terdekat dalam hal ini termasuk kader posyandu sangat dibutuhkan
Untuk itu kader posyandu perlu dilatih agar mempunyai pengetahuan
tentang
ASI ekslusif dan MP-ASI serta ketrampilan pemantauan
pertumbuhan dan ketrampilan memberikan konseling.
Peranan tenaga kader posyandu yang terampil sangat besar terhadap
keberhasilan Pemberian makan bayi dan Anak (PMBA), peningkatan
pemberdayaan ibu, peningkatan dukungan anggota keluarga serta
peningkatan kualitas makanan bayi dan anak yang pada gilirannya akan
meningkatkan status gizi balita. Oleh karena itu keberadaan kader
posyandu perlu dipertahankan dan ditingkatkan.
Untuk melatih kader yang tersebar diseluruh desa di Indonesia agar
menjadi seorang konselor PMBA yang baik, maka perlu dilakukan
pelatihan berjenjang. Dimulai dari melatih pelatih Konseling PMBA kader
tingkat Propinsi/Kabupaten dilanjutkan dengan melatih pelatih PMBA
kader tingkat Puskesmas yang diharapkan dapat melatih langsung kader
posyandu didaerahnya.
Pelatihan pelatih Konseling PMBA kader diperoleh melalui suatu proses
pelatihan dengan menggunakan standar kurikulum atau modul yang baku
yaitu modul pelatihan Konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA)
yang dikeluarkan oleh Direktorat Bina Gizi Direktorat Jenderal Bina Gizi
dan KIA tahun 2012 selama 6 hari (. jam) dengan materi pelatihan yang
telah diakui secara internasional.
Seiring dengan era desentralisasi dimana setiap daerah dimungkinkan
untuk melaksanakan pelatihan konseling PMBA Kader maka untuk
menjamin kualitas pelatihan yang optimal diperlukan standarisasi
penyelenggaraan pelatihan yang berbasis kompetensi, baik pelatihan
konseling PMBA Kader maupun pelatihan pelatih konseling PMBA Kader
3

Berdasarkan
kepentingan
tersebut
maka
disusun
Panduan
penyelenggaraan pelatihan konseling PMBA Kader dan pelatihan pelatih
konseling PMBA Kader.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Memberi panduan kepada penyelenggara pelatihan konseling PMBA
agar mampu menyelenggarakan pelatihan sesuai standar.
2. Tujuan Khusus
a.

Dipahaminya tata cara penyelenggaraan pelatihan konseling


PMBA yang sesuai standar.
b.
Terselenggaranya pelatihan konseling PMBA yang sesuai
standar.
c.
Diperolehnya tenaga konselor dan fasilitator PMBA yang
berkualitas.

C. Pengertian
1. Konseling
Konseling adalah suatu proses komunikasi dua arah antara konselor
dan klien yang bertujuan membantu klien untuk memutuskan apa yang
akan dilakukan dalam mengatasi masalah yang dialami oleh klien.
Dalam komunikasi tersebut konselor bukan memberi nasihat tetapi
memberikan informasi dan alternatif pemecahan masalah, selanjutnya
klien memilih dan memutuskan sendiri alternatif yang terbaik untuk
dirinya.
2. Konselor
Konselor adalah orang yang memberikan konseling
3. Konselor PMBA
Konselor PMBA adalah orang yang telah mengikuti pelatihan konseling
PMBA dengan modul pelatihan standar Direktorat Bina Gizi Direktorat
Jenderal Bina Gizi dan KIA.
4. Fasilitator PMBA
Fasilitator PMBA adalah orang yang telah mengikuti TOT PMBA
selama 6 hari yang dilanjutkan dengan melatih kader sebanyak 2 (dua)
angkatan yang didampingi oleh MOT.
4

5. Master Trainer (MT)


Fasilitator Senior/Master Trainer adalah fasilitator yang pernah lebih
dari tiga kali menjadi fasilitator dalam kegiatan pelatihan pelatih PMBA.
6. Master of Training (MoT)
Master of Training adalah fasilitator senior/master trainer (MT) yang
bertanggung jawab terhadap seluruh penyelenggaraan pelatihan,
mencakup perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi serta
pelaporan kegiatan pelatihan konseling PMBA.
7. Panitia penyelenggara
pelatihan.

adalah

tenaga

yang

menyelenggarakan

D. Struktur Program
Struktur Program Pelatihan Pelatih Konseling PMBA
No.
MATERI
A.
MATERI DASAR
1. Kebijakan PMBA
2. Situasi PMBA di Daerah
Jumlah A
B.
MATERI INTI
PMBA
1. Perkenalan harapan dan tujuan (sesi 1)
2. Pengertian PMBA (Sesi 2,3)
Menyusui
1. Rekomendasi
Praktek
PMBA :
menyusui (sesi 5)
2. Bagaimana Proses Menyusui (sesi 6)
3. Kesulitan Menyusui (sesi 11)
MP-ASI
1. Praktek PMBA yang Dianjurkan ;
Pemberian Makanan Pendamping ASI
(MP-ASI) (sesi 7)
2. Pemberian MP-ASI (sesi 8)
Konseling
1. Bagaimana Melakukan Konseling
Bagian I (sesi 4)
2. Bagaimana Melakukan Konseling
Bagian II (sesi 10)
Pemantauan Pertumbuhan (sesi 10)
Prktek Lapangan
1. Kunjungan Lapangan I dan Umpan
Balik (sesi 12)
2. Kelompok
Berorientasi
Tindakan,
Kelompok Pendukung PMBA dan
Kunjungan Rumah (sesi 13)
3. Kunjungan Lapangan II dan Umpan
Balik (sesi 14)
Gizi dan Kesehatan
1. Gizi Ibu (sesi 15)
2. Anak Sakit (sesi 16)
Penilaian calon Fasilitator
1. Penilaian setelah pelatihan
2. Diskusi harian dan pembahasan alur
sesi setiap sesi

WAKTU
T
P
PL

JML

1
2
3

1
2
3

4,5

4,5

2,5

2,5

1,5
2

1,5
10

5,5

5,5

Jumlah B

34
6

C`MATERI PENUNJANG
C
1. Building Learning Commitment (BLC)
2. Rencana Tindak Lanjut (RTL) (sesi 18)
Jumlah C
JUMLAH TOTAL

2
32

2
40

Keterangan :
T
: Teori ;
P
: Praktik ;
PL
: Praktik Lapangan
1 jam pelajaran @ 45 menit

E.

Garis Besar Program Pembelajaran (disesuaikan dengan


struktur pembelajaran!) libatkan PPSDM

Materi Dasar 1
Tujuan Pembelajaran Umum
Tujuan Pembelajaran

Mengapa PMBA penting


Peserta mampu memahami pentingnya PMBA
Peserta mampu :
1. Mendefinisikan istilah PMBA, pemberian ASI
ekslusif dan pemberian Makanan pendamping
ASI
2. Mengenali semua kondisi yang diperlukan bagi
anak yang bergizi baik dan sehat
3. Berbagi data PMBA nasional, Propinsi,
Kabupaten/kota, kelurahan/Desa.

Alokasi Waktu
Metode
Alat Bantu

1 jam pelajaran (T=-, P= 1, PL = -)


Diskusi, presentasi , presentasi interaktif
1. Ilustrasi anak yang bergizi cukup dan sehat, ibu
memberikan makanan pendamping ASI, ibu
menyusui yang dikelilingi oleh keluarganya
2. Kacang berkulit/ alat bantu seukuran, masingmasing kelompok 100 bh
1. Strategi Global Pemberian Makan Bayi dan Anak
2. SK Menkes No. 450 Tahun 2004 tentang
Pemberian ASI Eksklusif 6 bulan bagi bayi di
Indonesia
3. ?

Referensi

Materi Dasar 2
a.

1.
Materi Dasar 3
a.

1.

1.
2.
Materi Inti I

:
1.
1.

Materi Inti I.3


Tujuan Pembelajaran Umum

:
:

Tujuan Pembelajaran Khusus

Makanan Untuk Memenuhi Zat Besi dan Vitamin A


Peserta mampu memahami makanan untuk memenuhi zat
besi dan vitamin A
Pada akhir sesi ini, peserta mampu:
1. Menjelaskan makanan lokal yang dapat memenuhi
9

2.
3.
4.
5.

kebutuhan zat besi


Menjelaskan makanan lokal yang dapat memenuhi
kebutuhan vitamin A
Menjelaskan penggunaan MP-ASI pabrikan
Menjelaskan kebutuhan cairan pada anak
Membuat daftar pesan kunci tentang bagaimana
memenuhi kebutuhan gizi anak untuk dibahas
dengan ibu/pengasuh

Pokok Bahasan dan Sub Pokok :


Bahasan:

1. Makanan lokal yang dapat memenuhi kebutuhan zat


besi
2. Makanan lokal yang dapat memenuhi kebutuhan
vitamin A
3. Penggunaan MP-ASI pabrikan
4. Kebutuhan cairan pada anak
5. Daftar pesan kunci tentang bagaimana memenuhi
kebutuhan gizi anak untuk dibahas dengan
ibu/pengasuh

Alokasi Waktu
Metode
Media

:
:
:

3 jam pelajaran (T=1, P=2, PL=-)


Ceramah singkat, demonstrasi, tanya jawab, latihan
1. Bahan tayangan digital
2. Panduan Fasilitator Konseling MP-ASI
3. Panduan Peserta Konseling MP-ASI

Alat Bantu

Referensi

LCD projector, OHP, Notebook computer, Slide, Flipchart, Kit


MP-ASI (mangkuk atau piring, sendok makan besar, gelas),
Contoh MP-ASI Pabrikan
1. Strategi Nasional Peningkatan Pemberian ASI dan MPASI (Depkes)
2. Pedoman Umum Gizi Seimbang Tahun 2005
3. Angka Kecukupan Gizi Rata-rata Orang Indonesia Tahun
2004
4. Dll

Materi Inti I.4

Tujuan Pembelajaran Umum

Tujuan Pembelajaran Khusus

Jumlah, Variasi dan Frekuensi Pemberian MP-ASI dalam


sehari
Peserta mampu membuat menu dan menganalisa jumlah,
variasi dan frekuensi pemberian MP-ASI dalam sehari
Pada akhir sesi, peserta mampu :
1. Membuat menu makanan yang bervariasi terdiri dari
campuran berbagai makanan sehat untuk memenuhi
kebutuhan energi
2. Menjelaskan frekuensi pemberian MP-ASI
3. Menjelaskan jumlah MP-ASI yang diberikan
4. Menjelaskan pesan kunci yang harus disampaikan
kepada pengasuh dan kader

Pokok Bahasan dan Sub Pokok :

1. Makanan yang bervariasi terdiri dari campuran berbagai


10

Bahasan:

makanan sehat untuk memenuhi kebutuhan energi


2. Frekuensi pemberian MP-ASI
3. Jumlah MP-ASI yang diberikan
4. Pesan kunci yang harus disampaikan kepada pengasuh
dan kader

Alokasi Waktu
Metode
Media

:
:
:

3 jam pelajaran (T=1, P=2, PL-)


Ceramah singkat, demonstrasi, tanya jawab, latihan
1. Bahan tayangan digital
2. Panduan Fasilitator Konseling MP-ASI
3. Panduan Peserta Konseling MP-ASI

Alat Bantu

Referensi

LCD projector, OHP, Notebook computer, Slide, Flipchart, Kit


MP-ASI (mangkuk atau piring, sendok makan besar, gelas)
1. Strategi Nasional Peningkatan Pemberian ASI dan MPASI (Depkes)
2. Pedoman Umum Gizi Seimbang Tahun 2005
3. Angka Kecukupan Gizi Rata-rata Orang Indonesia Tahun
2004
4. Dll

Materi Inti I.5


Tujuan Pembelajaran Umum

:
:

Tujuan Pembelajaran Khusus

Makanan Anak sedang Sakit dalam Masa Pemulihan


Peserta mampu memahami makanan anak sakit dan masa
pemulihan
Pada akhir sesi ini, peserta mampu:
- Menjelaskan mengapa anak harus sesering mungkin
diberi makan selama sakit
- Menjelaskan makanan untuk anak sedang sakit dan
dalam masa pemulihan
- Menjelaskan garis besar konseling pemberian MP-ASI
selama dan setelah anak sakit
- Menjelaskan tentang isu pemberian MP-ASI untuk anak
HIV- terinfeksi.

Pokok Bahasan dan Sub Pokok :


Bahasan:

1. Mengapa anak harus sesering mungkin diberi makan


selama sakit
2. Makanan untuk anak sedang sakit dan dalam masa
pemulihan
3. Garis besar konseling pemberian MP-ASI selama dan
setelah anak sakit
4. Isu pemberian MP-ASI untuk anak HIV- terinfeksi.

Alokasi Waktu
Metode
Media

:
:
:

2 jam pelajaran (T=1, P=1, PL=-)


Ceramah, diskusi, latihan, simulasi
1. Bahan tayangan digital
2. Panduan Fasilitator Konseling MP-ASI
3. Panduan Peserta Konseling MP-ASI

Alat Bantu

LCD projector, Flipchart, Notebook computer, Kit MP-ASI,


11

Referensi

Materi Inti I.7

Tujuan Pembelajaran Umum

Tujuan Pembelajaran Khusus

KMS
1. Strategi Nasional Peningkatan Pemberian ASI dan MPASI (Depkes)
2. Pedoman Umum Gizi Seimbang Tahun 2005
3. Angka Kecukupan Gizi Rata-rata Orang Indonesia Tahun
2004
4. Dll
Mengumpulkan Informasi tentang Praktik Pemberian MPASI
Peserta mampu mengumpulkan informasi tentang praktik
pemberian MP-ASI
Pada akhir sesi ini, peserta mampu:
Mengumpulkan informasi tentang praktik pemberian MPASI dengan cara :
1. Melakukan pengamatan terhadap interaksi antara
pengasuh dan anak
2. Mengenali pola pertumbuhan anak pada KMS
3. Menggunakan keterampilan konseling dan formulir
Asupan Makanan

Pokok Bahasan dan Sub Pokok :


Bahasan:

1. Pentingnya melakukan pengamatan


2. Penggunaan KMS dalam pengkajian praktik pemberian
makanan
3. Cara mengumpulkan informasi tentang pemberian MP-ASI
4. Latihan mengumpulkan informasi menggunakan formulir
Asupan Makanan

Alokasi Waktu
Metode
Media

:
:
:

4 jam pelajaran (T=2, P=2, PL=-)


Ceramah, demonstrasi, diskusi, simulasi, latihan
1. Bahan tayangan digital
2. Panduan Fasilitator Konseling MP-ASI
3. Panduan Peserta Konseling MP-ASI

Alat Bantu

Referensi

LCD projector, Flipchart, Notebook computer, Kit MP-ASI,


Gambar Aneka Makanan, Formulir Asupan Makanan, Kartu
Cerita, KMS, Aneka Bahan Makanan
1. Strategi Nasional Peningkatan Pemberian ASI dan MPASI (Depkes)
2. Pedoman Umum Gizi Seimbang Tahun 2005
3. Angka Kecukupan Gizi Rata-rata Orang Indonesia Tahun
2004
4. Dll.

Materi Inti II.1

Tujuan Pembelajaran Umum

Tujuan Pembelajaran Khusus

Keterampilan Mendengarkan dan Mempelajari


Pemberian MP-ASI
Peserta mampu menguasai ketrampilan
mendengarkan dan mempelajari pemberian MP-ASI
Peserta mampu :
12

Pokok Bahasan dan Sub Pokok :


Bahasan:

Alokasi waktu
Metode

:
:

Media

Alat Bantu

Referensi

Materi Inti II.2


Tujuan Pembelajaran Umum

:
:

Tujuan Pembelajaran Khusus

Pokok Bahasan dan Sub Pokok :


Bahasan:

a. Menggunakan tehnik nonverbal dan verbal untuk


mendorong ibu agar mau berbicara tanpa anda
bertanya terlalu banyak pertanyaan.
b. Merespon terhadap apa yang dirasakan ibu
dengan empati
c. Menghindari menggunakan kata-kata yang
menghakimi ibu
a. Penggunaan komunikasi non verbal
b. Penggunaan pertanyaan terbuka.
c. Penggunaan respon dan gerakan tubuh yang
menunjukkan perhatian
d. Pengulangan kembali apa yang dikatakan ibu
e. Empati
f. Penggunaan kata-kata yang tidak menghakimi
2 jam pelajaran (T=1, P=1,PL=-)
Ceramah, tanya jawab, latihan, simulasi, bermain
peran
1. Bahan tayangan digital
2. Panduan Fasilitator Konseling MP-ASI
3. Panduan Peserta Konseling MP-ASI
LCD projector, Flipchart, Notebook computer, Kartu
Cerita, KMS
1. Strategi Nasional Peningkatan Pemberian ASI dan
MP-ASI (Depkes)
2. Pedoman Umum Gizi Seimbang Tahun 2005
3. Angka Kecukupan Gizi Rata-rata Orang Indonesia
Tahun 2004
4. Dll.

Keterampilan Membangun Percaya Diri


Peserta mampu menguasai keterampilan membangun
percaya diri dan memberi dukungan kepada
pengasuh/ibu tentang cara pemberian MP-ASI
Peserta mampu:
a. Menerangkan teknik mendengarkan dan
menyimak pemberian MP-ASI
b. Membangun rasa percaya diri pengasuh/ibu dan
memberikan dukungan kepada pengasuh/ibu
c. Mempraktekkan wawancara riwayat pemberian
MP-ASI yang dapat menolong, mendiagnosa
masalah pemberian MP-ASI
d. Mempraktekkan konseling
a. Penerimaan atas apa yang dipikirkan dan
dirasakan pengasuh/ibu
b. Pujian atas apa yang ibu dan bayi lakukan dengan
benar.
13

c.
d.
e.
f.
Alokasi waktu
Metode

:
:

Media

Alat Bantu

Referensi

Materi Inti II.3


Tujuan Pembelajaran Umum

:
:

Tujuan Pembelajaran Khusus

Pemberian bantuan praktis.


Penyampaian sedikit informasi yang relevan
Penggunaan bahasa sederhana.
Pemberian satu atau dua saran, bukan perintah.

2 jam pelajaran (T=1, P=1,PL=-)


Ceramah, tanya jawab, latihan, simulasi, bermain
peran
1. Bahan tayangan digital
2. Panduan Fasilitator Konseling MP-ASI
3. Panduan Peserta Konseling MP-ASI
LCD projector, Flipchart, Notebook computer, Kartu
Cerita, KMS
1. Strategi Nasional Peningkatan Pemberian ASI dan
MP-ASI (Depkes)
2. Pedoman Umum Gizi Seimbang Tahun 2005
3. Angka Kecukupan Gizi Rata-rata Orang Indonesia
Tahun 2004
4. Dll.

Menyampaikan Informasi 1
Peserta mampu menggunakan keterampilan konseling
dalam memberikan informasi MP-ASI kepada
ibu/pengasuh
Pada akhir sesi ini para peserta mampu :
1. Mempresentasikan ketrampilan konseling MP-ASI
2. Melakukan latihan menggunakan lembar kerja
(12/1)

Pokok Bahasan dan Sub Pokok :


Bahasan:

1. Penggunaan keterampilan konseling MP-ASI


2. Latihan menggunakan Lembar Kerja (12/1)

Alokasi waktu
Metode

:
:

Media

2 jam pelajaran (T=1, P=1,PL=-)


Ceramah, tanya jawab, latihan, simulasi, bermain
peran
1. Bahan tayangan digital
2. Panduan Fasilitator Konseling MP-ASI
3. Panduan Peserta Konseling MP-ASI

Alat Bantu

LCD projector, Flipchart, Spidol, Notebook computer,


Kartu Cerita, KMS, Formulir Checklist Keterampilan
Konseling MP-ASI

14

Referensi

1. Strategi Nasional Peningkatan Pemberian ASI dan


MP-ASI (Depkes)
2. Pedoman Umum Gizi Seimbang Tahun 2005
3. Angka Kecukupan Gizi Rata-rata Orang Indonesia
Tahun 2004
4. Dll.

Materi Inti II.4


Tujuan Pembelajaran Umum

:
:

Tujuan Pembelajaran Khusus

Menyampaikan Informasi 2
Peserta mampu menggunakan keterampilan konseling
untuk pemahaman terhadap pemberian informasi MPASI dan tindak lanjut
Pada akhir sesi ini para peserta mampu :
1. Menilai keterampilan-keterampilan pemahaman dan
merencanakan tindak lanjut atau rujukan
2. Mensimulasikan keterampilan menyampaikan
informasi

Pokok Bahasan dan Sub Pokok :


Bahasan:

1. Penilaian keterampilan-keterampilan pemahaman


dan merencanakan tindak lanjut atau rujukan
2. Simulasi keterampilan menyampaikan informasi

Alokasi waktu
Metode

:
:

Media

2 jam pelajaran (T=1, P=1,PL=-)


Ceramah, tanya jawab, latihan, simulasi, bermain
peran
1. Bahan tayangan digital
2. Panduan Fasilitator Konseling MP-ASI
3. Panduan Peserta Konseling MP-ASI

Alat Bantu

Referensi

Materi Inti III.1


Tujuan Pembelajaran Umum

:
:

Tujuan Pembelajaran Khusus

Pokok Bahasan dan Sub Pokok :

LCD projector, Flipchart, Spidol, Notebook computer,


Kartu Cerita, KMS, Formulir Checklist Keterampilan
Konseling MP-ASI
1.Strategi Nasional Peningkatan Pemberian ASI dan
MP-ASI (Depkes)
2.Pedoman Umum Gizi Seimbang Tahun 2005
3.Angka Kecukupan Gizi Rata-rata Orang Indonesia
Tahun 2004
4.
Dll.
Demonstrasi Peragaan Menyiapkan MP-ASI
Peserta mampu menyiapkan, memilih dan membuat
MP-ASI bersama pengasuh
Peserta mampu:
1. Menyiapkan sepiring MP-ASI yang sesuai untuk
anak
2. Menjelaskan MP-ASI yang sudah dimasak
3. Melakukan simulasi pemberian MP-ASI
1. Porsi MP-ASI yang sesuai untuk anak
15

Bahasan:

2. Penjelasan MP-ASI yang sudah dimasak


3. Simulasi pemberian MP-ASI

Alokasi waktu
Metode
Media

: 1 jam pelajaran (T=-, P=1,PL=-)


: Ceramah, Tanya jawab, Demonstrasi, Simulasi, Latihan
: 1. Bahan tayangan digital
2. Panduan Fasilitator Konseling MP-ASI
3. Panduan Peserta Konseling MP-ASI

Alat Bantu

Referensi

Materi Inti III.2


Tujuan Pembelajaran Umum

:
:

Tujuan Pembelajaran Khusus

Pokok Bahasan dan Sub Pokok :


Bahasan:

Alokasi waktu
Metode

:
:

Media

Alat Bantu
Referensi

:
:

Materi Inti III.3

LCD projector, Notebook computer, Kit MP-ASI, Bahan


Makanan, Kartu Cerita, KMS
1. Strategi Nasional Peningkatan Pemberian ASI dan
MP-ASI (Depkes)
2. Pedoman Umum Gizi Seimbang Tahun 2005
3. Angka Kecukupan Gizi Rata-rata Orang Indonesia
Tahun 2004
4. Dll.
Praktik Kunjungan Lapangan 1
Peserta mampu melaksanakan konseling sesuai yang
telah dipelajari pada sesi sebelumnya serta
mengumpulkan informasi menggunakan Formulir
Asupan Makanan
Peserta mampu:
a. Mempraktikkan ketrampilan konseling untuk
mengumpulkan informasi tentang Makanan
Pendamping ASI
b. Mempraktikkan cara mengumpulkan informasi
menggunakan Formulir Asupan Makanan
c. Memberi gambaran tentang praktik pemberian MPASI Lokal
a. Praktik mengumpulkan informasi tentang makanan
anak menggunakan ketrampilan konseling
b. Praktik menggali apa yang biasa dimakan anak
menggunakan Formulir Asupan Makanan
c. Gambaran praktik pemberian MP-ASI Lokal
4 jam pelajaran (T=-, P=-,PL=4)
Kunjungan lapangan, wawancara, demonstrasi dan
praktik konseling
Formulir checklist ketrampilan konseling MP-ASI, ibu
dengan anak usia kurang dari 2 tahun
Kit MP-ASI , Gambar MP-ASI
1. Strategi Nasional Peningkatan Pemberian ASI dan
MP-ASI (Depkes)
2. Pedoman Umum Gizi Seimbang Tahun 2005
3. Angka Kecukupan Gizi Rata-rata Orang Indonesia
Tahun 2004
4. Dll.
Praktik Kunjungan Lapangan II
16

Tujuan Pembelajaran Umum

Tujuan Pembelajaran Khusus

Pokok Bahasan dan Sub Pokok :


Bahasan:

Alokasi waktu
Metode

:
:

Media

Alat Bantu
Referensi

:
:

Setelah mengikuti sesi ini peserta mampu melakukan


konseling MP-ASI ditempat pelayanan kesehatan.
Pada akhir sesi, peserta mampu:
a. Mengumpulkan informasi tentang praktik pemberian
makanan pada anak menggunakan ketrampilan
konseling dan Formulir Asupan Makanan
b. Mempraktikkan ketrampilan konseling cara
memberikan informasi kepada pengasuh
a) Praktik mengumpulkan informasi tentang makanan
anak menggunakan ketrampilan konseling dan
Formulir Asupan Makanan
b) Keterampilan konseling cara memberikan informasi
kepada pengasuh
4 jam pelajaran (T=-, P=-, PL=4)
Kunjungan lapangan, wawancara, demonstrasi dan
praktik konseling
Formulir checklist ketrampilan konseling MP-ASI, ibu
dengan anak usia kurang dari 2 tahun
Kit MP-ASI , Gambar MP-ASI
Strategi Nasional Peningkatan Pemberian ASI dan MPASI (Depkes)
Pedoman Umum Gizi Seimbang Tahun 2005
Angka Kecukupan Gizi Rata-rata Orang Indonesia
Tahun 2004
Dll.

17

BAB II
MODUL PELATIHAN
Pelatihan konseling PMBA menggunakan modul 48 jam pelajaran yang dilaksanakan dalam
waktu 6 hari.
Modul pelatihan konseling PMBA terdiri atas:
1. Materi Dasar terdiri dari :
Kebijakan PMBA
.
2. Materi Inti, terdiri dari:
Sesi 1:

Perkenalan, Harapan dan Tujuan


Disampaikan dalam 1 JPL (45 menit), penyampaian materi di dalam kelas besar
dengan metode sbb:
Tujuan pembelajaran 1: permainan menjodohkan
Tujuan pembelajaran 2: presentasi interaktif,
Tujuan pembelajaran 3: pre tes tidak tertulis
Tujuan pembelajaran 4: kerja kelompok @ 3 orang
Peralatan yang digunakan flipchart, spidol, selotip, papan nama, potongan
gambar kartu konseling sejumlah peserta, kertas warna, gunting,kartu konseling,
brosur

Sesi 2: Mengapa PMBA penting


Disampaikan dalam 1 JPL (45 menit), penyampaian materi di dalam kelas besar
dengan metode sbb:
Tujuan pembelajaran 1 diskusi, presentasi
Tujuan pembelajaran 2: Presentasi interaktif,
Tujuan pembelajaran 3: kerja kelompok berdasarkan daerah
kerja/wilayah, presentasi interaktif dengan alat bantu kacang
Peralatan yang digunakan flipchart, spidol, selotip, gambar anak sehat, gambar
faktor-faktor utama yang menjadikan anak bergizi baik dan sehat (4 gambar),
kacang kulit/ alat bantu lain 100 bh/ kelompok
Sesi 3:

Situasi umum yang dapat mempengaruhi pemberian makanan bayi dan


anak
Disampaikan dalam 1 JPL (45 menit), penyampaian materi dikelas besar dengan
metode permainan ikan, diskusi, kerja kelompok
Peralatan yang digunakan kartu berbentuk ikan sejumlah 16 bh perkelompok,
alat pancing, wadah tempat menaruh kartun ikan.

Sesi 4: Bagaimana melakukan konseling (bagian 1)


Disampaikan dalam 1 JPL (45 menit), penyampaian materi di kelas besar dengan
metode sbb:
Tujuan pembelajaran 1 kerja berpasangan
18

Tujuan pembelajaran 2 presentasi interaktif, kerja kelompok, demonstrasi


Tujuan pembelajaran 3 kelompok kecil @ 3 orang
Alat bantu pelatihan Materi 4.1 ketrampilan Konseling (tulis di flipchart), Kartu
Konseling peran ayah dalam gizi ibu dan anak, flipchart, spidol, selotip, gunting, 5
bh guntingan kartun warna untuk menulis 5 langkah, 4 lembar guntingan kartun
warna untuk menulis peran kader
Sesi 5-16:

3. Materi Penunjang
BLC
RTL

19

BAB III
PENYELENGGARAAN PELATIHAN KONSELING PMBA
A. KOMPONEN PESERTA
1.

Kriteria Peserta
Peserta Pelatihan Pelatih Konseling PMBA:
Peserta pelatihan Pelatih Konseling PMBA diutamakan yang sudah mengikuti pelatihan
konseling menyusui/ konseling MP-ASI/pemantauan Pertumbuhan. Pelatihan ini
berbasis kompetensi dalam melatih calon konselor. Keberhasilan pelatihan calon
konselor PMBA ditentukan oleh adanya fasilitator yang berminat dan mempunyai
komitmen serta bersedia mengikuti pelatihan.
Peserta pelatihan pelatih konseling PMBA adalah: dokter, bidan, perawat, ahli gizi dan
tenaga lainnya dengan syarat:
a. Ditugaskan oleh pimpinan dari tempat bekerja
b. Berminat dan memiliki motivasi yang tinggi terhadap pencapaian keberhasilan
PMBA dan percaya bahwa PMBA yang baik dan benar itu sangat penting
c. Bersedia menjadi pelatih pelatihan konseling PMBA, memiliki pengalaman dan
keterampilan sebagai konselor menyusui/MP-ASI/ pemantauan pertumbuhan.
d. Memiliki komitmen untuk membantu tenaga kesehatan, kader, ibu/pengasuh
tentang PMBA.
e. Memiliki kemauan dan selalu hadir selama pelatihan (Tingkat Kehadiran 100%).
f. Memperhatikan kesetaraan gender
Peserta Pelatihan Konseling PMBA:
Peserta pelatihan diutamakan kader posyandu. Pelatihan ini berbasis kompetensi.
Keberhasilan pelatihan konseling PMBA ditentukan oleh adanya fasilitator yang
berminat dan bersedia melaksanakan pelatihan.
Syarat peserta pelatihan konseling PMBA adalah Kader:
a. Ditugaskan oleh pimpinan/ Kepala Desa/ Lurah/PKK yang direkomendasi oleh
petugas Puskesmas.
b. Berminat dan memiliki motivasi yang tinggi terhadap pencapaian keberhasilan
PMBA dan percaya bahwa PMBA yang baik dan benar itu penting
c. Memiliki komitmen untuk membantu ibu/pengasuh tentang PMBA
d. Memiliki kemauan dan hadir 100% selama pelatihan.

2.

Jumlah Peserta dan Pelatih


Jumlah peserta pelatihan pelatih pada setiap kelas adalah maksimal 14 orang, dengan
Rasio Fasilitator Terhadap Peserta adalah 1:4
Jumlah peserta pelatihan konseling PMBA kader 8-12 orang dengan rasio fasilitator 1: 6

3.
a.

Kewajiban Peserta
Mentaati ketentuan dan tata tertib pelatihan
20

b.

Aktif mengikuti semua sesi modul pelatihan, termasuk praktik


kunjungan lapangan

c.

Menyelesaikan tugas-tugas pelatihan yang diberikan oleh


fasilitator, baik di kelas maupun di tempat praktik kunjungan lapangan selama
pelatihan berlangsung
d.
Memberikan umpan balik dengan mengisi formulir evaluasi
harian.
4.

Hak Peserta
Memperoleh akomodasi dan konsumsi yang memadai
Memperoleh buku panduan peserta
Memperoleh sertifikat telah mengikuti pelatihan konseling

a.
b.
c.
PMBA.

5.

Prinsip-prinsip Pelatihan
Proses pembelajaran dalam pelatihan ini menggunakan azas pembelajaran orang
dewasa yang menempatkan peserta sebagai orang yang memiliki pengetahuan,
pengalaman, keterampilan dalam melaksanakan Konseling ASI/MP-ASI/Pemantauan
pertumbuhan. Pengalaman dan potensi yang ada pada peserta adalah aset yang harus
digali dalam proses pembelajaran. Pelatihan ini berbasis kompetensi sehingga setelah
mengikuti pelatihan peserta diharapkan mampu melaksanakan Konseling PMBA.
Secara terperinci pelatihan ini diselenggarakan dengan memperhatikan :
Prinsip pembelajaran orang dewasa (Andragogi), yaitu bahwa selama pelatihan peserta
berhak untuk didengarkan dan dihargai pengalamannya, dipertimbangkan setiap ide dan
pendapat, sejauh berada di dalam konteks pelatihan tidak dipermalukan, dilecehkan
ataupun diabaikan keberadaannya
Berorientasi kepada peserta, dimana peserta berhak untuk:
a.mendapatkan 1 paket modul
b.mendapatkan pelatih profesional yang dapat memfasilitasi dengan berbagai metode,
c. melakukan refleksi dan memberikan umpan balik secara terbuka
d.melakukan evaluasi (terhadap penyelenggara maupun fasilitator) dan dievaluasi tingkat
pemahaman dan kemampuannya dalam Konseling PMBA.
Berbasis kompetensi, yang memungkinkan peserta untuk mengembangkan keterampilan
langkah demi langkah dalam memperoleh kompetensi yang diharapkan dalam pelatihan
memperoleh sertifikat setelah dinyatakan berhasil mendapat kompetensi yang diharapkan
pada akhir pelatihan
Learning by doing yang memungkinkan peserta untuk:
Berkesempatan melakukan eksperimen dari materi pelatihan dengan menggunakan
metode pembelajaran antara lain diskusi kelompok, penugasan/latihan, simulasi, bermain
peran dan praktik kunjungan lapangan baik secara individu maupun kelompok.
Melakukan pengulangan ataupun perbaikan yang dirasa perlu.

21

B. Komponen Fasilitator/Master Trainer (MT)


1. Kriteria Fasilitator/Master Trainer (MT)
a. Memiliki sertifikat/surat keterangan sebagai fasilitator konseling
PMBA dari institusi terkait yang berwenang.
b. Bersedia hadir pada seluruh proses pelatihan, baik di kelas maupun
saat praktik lapangan
c. Mempunyai motivasi yang tinggi sebagai fasilitator
2. Kewajiban Fasilitator/Master Trainer (MT)
a. Mempersiapkan materi (buku panduan fasilitator, serta persiapan
lainnya sesuai kebutuhan) yang akan disampaikan dan merancang
kebutuhan pelatihan konseling PMBA
b. Menyampaikan materi pelatihan konseling PMBA
c. Memberi umpan-balik terhadap kelangsungan proses pembelajaran
d. Menyiapkan dan memimpin peserta untuk praktik kunjungan
lapangan
e. Membantu peserta yang mengalami kesulitan dalam proses
pelatihan
f. Menyiapkan dan melaksanakan evaluasi proses pembelajaran
g. Mengolah dan menganalisis hasil evaluasi proses pembelajaran
h. Memantau kemajuan peserta pelatihan dan memberikan
rekomendasi bagi peserta yang layak untuk menjadi fasilitator
i. Bersama dengan panitia penyelenggara membuat laporan
pelaksanaan kegiatan.
3. Hak Fasilitator/Master Trainer (MT)
a.
Memperoleh akomodasi dan konsumsi sesuai ketentuan yang
berlaku.
b. Memperoleh sertifikat/surat keterangan menjadi fasilitator dari
Instansi setempat
c. Memperoleh honorarium sesuai ketentuan yang berlaku
d. Memperoleh biaya transportasi sesuai ketentuan yang berlaku
C. Komponen Master of Training (MoT)
1.

Kriteria Master of Training (MoT)


a. Berpengalaman sebagai MoT dalam melaksanakan pelatihan mulai
dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan.
b. Memiliki kemampuan dalam mengendalikan keseluruhan proses
pelatihan dan mampu mengatasi permasalahan yang timbul.
c. Mempunyai wawasan yang luas tentang pelatihan
d. Mempunyai motivasi yang tinggi sebagai MoT

2. Tugas Master of Training (MoT)


a.
Bersama
panitia menyusun Kerangka Acuan Pelatihan
b.
Merencanaka
n dan mempersiapkan pelatihan konseling PMBA (termasuk sarana,
peralatan, dana, jadwal, pretest dan postest)
22

c.

Berada

di

tempat pelatihan minimal satu hari sebelum pelatihan.


d. Bersama fasilitator mempersiapkan materi pelatihan konseling
PMBA (buku panduan peserta dan buku panduan fasilitator, Kartu
konseling kartu dan gambar untuk simulasi, panduan RTL)
d.
Melakukan
pembagian tugas fasilitator
e.
Menyelenggar
akan pembukaan dan penutupan pelatihan
f.
Menyampaika
n tujuan dan ringkasan proses pelatihan serta metode yang
digunakan dalam pelatihan.
g.
Mengendalika
n proses pelatihan sesuai jadwal
h.
Melakukan
kontrak belajar di awal pelatihan
i.
Memberikan
materi/praktik pada sesi-sesi tertentu bila diperlukan.
j.
Melakukan
pertemuan fasilitator setiap hari untuk mendiskusikan sesi-sesi yang
diadakan sepanjang hari, perkembangan kelompok dan individu,
penampilan pelatih, dan mengatasi masalah bila ada.
k.
Bersama
panitia dan fasilitator membuat laporan pelaksanaan pelatihan
(evaluasi)
3. Hak Master of Training (MoT)
a. Memperoleh akomodasi dan konsumsi sesuai ketentuan.
c. Memperoleh surat keterangan menjadi MoT dari Instansi setempat
d. Menetapkan peserta yang berhak memperoleh sertifikat
e. Memperoleh honorarium sesuai ketentuan yang berlaku
f. Memperoleh biaya transportasi sesuai ketentuan yang berlaku
C. Komponen Panitia Penyelenggara
Kewajiban Panitia Penyelenggara
1.

Panitia berasal dari unit teknis pelaksana pengelola


program

2.

Tugas panitia penyelenggara adalah membantu


MoT sejak tahap persiapan sampai pelaksanaan pelatihan:
a. Menyiapkan dan mengusulkan SK panitia, peserta, fasilitator dan
MoT
b. Menyiapkan dan mengirim undangan kepada pihak yang terlibat
dalam pelaksanaan pelatihan (peserta, fasilitator dan tempat praktik)
c. Menyiapkan akomodasi dan konsumsi peserta, fasilitator dan MoT
d. Menyiapkan tempat pelatihan, tempat praktik lapangan, ruang dan
peralatan belajar, alat bantu, selama pelatihan berlangsung dengan
berkoordinasi dengan fasilitator dan MoT.
23

e. Menyelenggarakan
administrasi
pelatihan
termasuk
pertanggungjawaban keuangan
f. Membuat laporan pelaksanaan kegiatan pelatihan dengan
berkoordinasi dengan fasilitator dan MoT.
g. Menyiapkan sertifikat
4. Hak panitia:
a. Memperoleh akomodasi dan konsumsi sesuai ketentuan yang
berlaku.
b. Memperoleh honorarium sesuai ketentuan yang berlaku
c. Memperoleh biaya transportasi sesuai ketentuan yang berlaku

24

BAB IV (ikuti pola sebelumnya!)


PENYELENGGARAAN PELATIHAN PELATIH KONSELING PMBA
A. Ketentuan Peserta
1. Kriteria Peserta
Peserta pelatihan adalah konselor PMBA, dengan syarat:
a.
b.
c.
d.

Ditugaskan oleh pimpinan dari tempat bekerja.


Bersedia mengikuti seluruh proses pelatihan.
Aktif dalam melakukan konseling MP-ASI.
Bersedia dan mampu menjadi fasilitator setelah mengikuti pelatihan
pelatih konseling MP-ASI.

2. Tempat Kerja Peserta


Berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan, dinas kesehatan dan
jaringannya serta instansi lain yang berminat.
3. Jumlah Peserta
Jumlah peserta pada setiap kelas atau angkatan adalah 8-10 orang
4. Rasio Master Trainer Terhadap Peserta
Rasio Master Trainer terhadap Peserta adalah 1:4 sampai 1:5
5. Kewajiban Peserta
a.
Membawa
buku
panduan
peserta
b.
Mentaati ketentuan dan tata
tertib pelatihan
c.
Aktif mengikuti semua sesi
modul pelatihan, termasuk praktik lapangan
d.
Menyelesaikan
tugas-tugas
yang diberikan oleh Master Trainer (MT), baik di kelas maupun di
tempat praktik selama pelatihan berlangsung
e.
Memberikan
umpan
balik
setiap sesi selesai
6. Hak Peserta
a.

Memperol
eh buku panduan fasilitator

b.

Memperol
eh pelayanan akomodasi dan konsumsi yang memadai.

c.

Memperol
eh sertifikat sebagai fasilitator
atau surat keterangan telah
mengikuti pelatihan pelatih konseling MP-ASI
d.
Memperol
eh biaya transportasi sesuai ketentuan yang berlaku
B. Ketentuan Fasilitator Senior/Master Trainer (MT)
25

1. Kriteria Fasilitator Senior/Master Trainer (MT)


a.
Mempunyai motivasi
yang tinggi sebagai fasilitator
b.
Memiliki
pengalaman dan keterampilan melatih
c.
Bersedia hadir pada
seluruh proses pelatihan baik di kelas maupun praktik
2. Tugas Fasilitator Senior/ Master Trainer (MT)
a.
Mempersiapkan
materi yang akan disampaikan dan merancang kebutuhan untuk
praktik pelatihan konseling MP-ASI
b.
Menyampaikan
materi pelatihan konseling MP-ASI
c.
Memperhatikan dan
mengamati presentasi yang dilakukan oleh peserta
d.
Mengingatkan
ketidaksesuaian materi pelatihan dan praktik
e.
Memberi
umpan
balik terhadap kelangsungan proses pembelajaran
f.
Menyiapkan
dan
memimpin peserta untuk praktik
g.
Membantu peserta
yang mengalami kesulitan dalam proses pelatihan
h.
Menyiapkan
dan
melaksanakan evaluasi proses pembelajaran
i.
Mengolah
dan
menganalisis hasil evaluasi proses pembelajaran
3. Hak Fasilitator Senior/Master Trainer (MT)
a.
roleh akomodasi dan konsumsi yang memadai
b.
roleh buku panduan fasilitator.
c.
roleh honorarium sesuai ketentuan yang berlaku
d.
roleh biaya transportasi sesuai ketentuan yang berlaku

Mempe
Mempe
Mempe
Mempe

C. Ketentuan Master of Training (MoT)


1. Kriteria Master of Training (MoT)
a.
Seseorang yang berpengalaman dalam melaksanakan
pelatihan fasilitator konseling MP-ASI, mulai dari perencanaan,
pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan.
b.
Memiliki kemampuan dalam mengendalikan keseluruhan
proses pelatihan fasilitator konseling MP-ASI dan mampu mengatasi
permasalahan yang timbul.
26

2. Tugas Master of Training (MoT)


a.
Menyusun Kerangka
Acuan Pelatihan
b.
Merencanakan dan
mempersiapkan pelatihan fasilitator konseling MP-ASI (termasuk
sarana, peralatan, dana).
c.
Berada di tempat
pelatihan minimal satu hari sebelum pelatihan.
d.
Bersama fasilitator
senior/Master Trainer (MT) mempersiapkan materi pelatihan
konseling MP-ASI (buku panduan peserta, buku panduan fasilitator,
buku panduan MoT, buku slide, buku overhead, formulir
keterampilan mendengarkan dan mempelajari, formulir keterampilan
percaya diri dan dukungan, formulir ceklis keterampilan untuk
melatih, ceklis keterampilan konseling, formulir ceklis diskusi praktik,
kuesioner evaluasi, Pre dan Post Test, Kartu bermain peran dan
simulasi
e.
Melakukan
pembagian tugas dan mengarahkan peserta
f.
Menyelenggarakan
pembukaan dan penutupan pelatihan
g.
Menyampaikan
tujuan dan ringkasan proses pelatihan serta metode yang digunakan
dalam pelatihan.
h.
Mengingatkan
peserta dan fasilitator agar selalu mengikuti aturan selama
pelaksanaan pelatihan
i.
Mengendalikan
proses pelatihan sesuai jadwal
j.
Memberikan
materi/praktik pada sesi tertentu bila diperlukan.
k.
Memberi
umpan
balik terhadap kelangsungan proses pembelajaran
l.
Membuat
laporan
pelaksanaan pelatihan
3. Hak Master of Training (MoT)
a. Memperoleh akomodasi dan konsumsi sesuai standar
b. Memperoleh honorarium sesuai ketentuan yang berlaku
c. Memperoleh biaya transportasi sesuai ketentuan yang berlaku
d. Menetapkan peserta yang berhak memperoleh sertifikat
D. Komponen Panitia Penyelenggara
1. Kriteria panitia penyelenggara
Berasal dari unit teknis pelaksana pengelola program.
2.

Jumlah panitia penyelenggara untuk


setiap angkatan 3-5 orang
27

3. Tugas panitia penyelenggara:


a. Menyiapkan dan mengirim undangan kepada pihak yang terlibat
dalam pelaksanaan pelatihan (peserta, fasilitator senior/Master
Trainer dan tempat praktik)
b. Menyiapkan akomodasi dan konsumsi peserta, fasilitator dan MoT
c. Bersama MoT menyiapkan tempat pelatihan, tempat praktik, ruang
dan peralatan belajar selama pelatihan berlangsung
g. Menyelenggarakan
administrasi
pelatihan
termasuk
pertanggungjawaban keuangan
h. Menyiapkan sertifikat sesuai ketentuan yang berlaku
5. Hak panitia penyelenggara:
a. Memperoleh akomodasi dan konsumsi sesuai standar
b. Memperoleh honorarium sesuai ketentuan yang berlaku
c. Memperoleh biaya transportasi sesuai ketentuan yang berlaku
d. Memperoleh surat keputusan (SK) sebagai panitia

28

BAB V
PROSES PELATIHAN

Untuk 1 angkatan pelatihan, terdapat 2 kegiatan pokok yang harus


direncanakan secara mantap, yaitu kegiatan persiapan dan pelaksanaan.
A.

Persiapan
1.

Penetapan waktu
Jadwal pelatihan hendaknya ditetapkan 1 (satu) bulan
sebelum pelaksanaan pelatihan
b.
Waktu pelatihan selama 6 hari efektif.
a.

2.
a.
b.
c.
d.
3.

Tempat Pelatihan
Tempat pelatihan diupayakan dekat dengan lokasi praktik
memasak atau menyiapkan PMBA
Pelatihan diselenggarakan dalam kelas. Dibutuhkan 2 ruang
kelas, yaitu 1 ruang untuk kelas besar dan 1 ruang untuk kelas
sedang.
Praktik kunjungan lapangan dilaksanakan di fasilitas
pelayanan kesehatan (puskesmas dan posyandu).
Praktik menyiapkan PMBA dilakukan di tempat pelatihan atau
di tempat lain yang memadai.

Penetapan MoT dan Panitia Penyelenggara


MoT dan panitia penyelenggara yang akan terlibat dalam
pelatihan ditetapkan sejak jadwal pelatihan disusun.
b.
MoT dan panitia penyelenggara ditetapkan oleh pihak yang
berwenang.
a.

4.

Penetapan Fasilitator
a.
Fasilitator yang akan terlibat dalam pelatihan ditetapkan sejak
jadwal pelatihan disusun
b.
Undangan permintaan untuk fasilitator dikirim ke Direktur
Bina Gizi, Kementerian Kesehatan RI atau instansi terkait lainnya,
paling lambat 2 minggu sebelum pelaksanaan pelatihan.

29

5.

Penyiapan dan Pengiriman Undangan Peserta


Undangan untuk peserta dikirim paling lambat 2 minggu
sebelum pelaksanaan pelatihan.
b.
Surat undangan peserta memuat informasi tentang
persyaratan peserta dan hal-hal yang harus dibawa, antara lain:
1) Surat tugas dari pimpinan
2)
Pasfoto ukuran 4x6 (2 lembar) berwarna
3)
Formulir biodata yang telah diisi
4)
Surat pernyataan kesediaan untuk mengikuti pelatihan
yang ditandatangani oleh yang bersangkutan dan diketahui oleh
pimpinan
c. Formulir biodata yang sudah diisi dikembalikan ke panitia 1 minggu
sebelum pelatihan dilaksanakan.
d. Calon peserta yang tidak memenuhi kriteria yang telah ditetapkan
dalam undangan, panitia berhak menolak.
a.

6.

Penyiapan Ruangan dan Peralatan


Ruangan perlu disiapkan minimal 1 hari sebelum
pelaksanaan pelatihan dalam bentuk U.
b.
Peralatan yang diperlukan dalam proses pembelajaran, baik
di kelas maupun praktik lapangan disiapkan sebelum pelaksanaan
pelatihan.
a.

7.
a.
b.
c.
d.
e.
8.

Penyiapan Lokasi Praktik Kunjungan Lapangan


Surat permintaan untuk praktik dikirim 2 minggu sebelum
pelaksanaan praktik
Di lokasi praktik sebaiknya tersedia ruangan untuk diskusi
kelompok kecil.
Pengecekan lokasi praktik minimal 1 minggu sebelum
pelaksanaan praktik. Segera atasi masalah apabila lokasi praktik
tidak memenuhi persyaratan.
Menyiapkan sarana transportasi untuk mengangkut peserta
dari tempat pelatihan ke lokasi praktik.
Sasaran praktik adalah Ibu/pengasuh dan balita 6 24 bulan.

Penyiapan Formulir Evaluasi


Evaluasi fasilitator yang dilakukan setiap sesi.
Evaluasi penyelenggaraan (proses pelatihan, akomodasi,
konsumsi, dll)
c.
Evaluasi terhadap materi/modul pelatihan.
a.
b.

9.

Penyiapan Sertifikat
Proses permintaan ke Pusdiklat/Dinas Kesehatan Propinsi sebagai
berikut:
a. Mengajukan permohonan akreditasi dan blangko sertifikat minimal 1
bulan sebelum pelaksanaan pelatihan dengan melampirkan:
1)Surat Tugas yang berisi nama nama peserta dari pimpinan
penyelenggara pelatihan
30

2)Kerangka acuan
3)Kurikulum pelatihan
4) Jadwal pelatihan
5) Daftar fasilitator termasuk MoT
6) Daftar Panitia (SK Panitia)
7) Form evaluasi pelatihan
8) Biodata calon peserta (dapat disusulkan)
9) Pasfoto berwarna ukuran 4x6 (2 lembar).
B. Pelaksanaan
1. Pembukaan
Pelatihan diupayakan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan
setempat/yang mewakili, dihadiri oleh undangan terkait, termasuk
Pimpinan/kepala unit lokasi praktik lapangan.
2. Pertemuan Fasilitator
Setiap hari di akhir proses pembelajaran, fasilitator mengadakan
pertemuan untuk mengevaluasi proses pembelajaran.
3. Proses Pembelajaran
a.
Proses
pembelajaran diawali dengan penjelasan MoT tentang tujuan
pelatihan, langkah-langkah proses pembelajaran dan metode yang
digunakan termasuk praktik lapangan.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

h.

Kontrak
Belajar dilakukan di awal pelatihan
Peserta diminta untuk mengungkapkan harapan yang ingin dicapai
selama mengikuti pelatihan dan kekhawatiran terhadap hal-hal yang
akan ditemui selama pelatihan secara tertulis.
Proses pelatihan dikelola secara tim.
Setiap hari di akhir pembelajaran, peserta diminta menuliskan
materi yang belum jelas.
Apabila
suasana pembelajaran menunjukkan adanya kejenuhan, fasilitator
melakukan penyegaran suasana.
Proses
pembelajaran dilakukan dalam beberapa kelas yaitu:
1)
Kelas pleno (seluruh peserta), metode yang digunakan
adalah ceramah dan tanya jawab, simulasi, diskusi kelompok.
2)
Kelompok sedang (peserta dibagi dua kelas yang
berjalan paralel), metode yang digunakan adalah ceramah dan
tanya jawab, simulasi, diskusi kelompok, dan bermain peran.
3)
Kelompok kecil (4 orang), metode yang digunakan
adalah, diskusi kelompok dan bermain peran. Praktik lapangan
termasuk dalam kelompok ini.
Selama
pelatihan, praktik lapangan ketrampilan konseling MP-ASI terhadap
ibu dengan berbagai kondisi dilakukan sebanyak 2 kali.
31

C. Evaluasi
1. Evaluasi terhadap fasilitator oleh peserta, dilakukan setiap hari
dengan menggunakan formulir evaluasi fasilitator.
2. Evaluasi terhadap materi/modul pelatihan oleh peserta dilakukan
setiap hari, dengan menuliskan materi/modul apa yang masih belum
jelas.
3. Evaluasi proses penyelenggaraan secara keseluruhan, dilakukan
diakhir kegiatan pelatihan.
4. Tindak lanjut hasil evaluasi, setiap malam fasilitator mengolah hasil
evaluasi dan menentukan tindak lanjut.
5. Evaluasi pasca pelatihan.

32

BAB VI
PENUTUP
(+ informasi mengenai gizi ibu hamil dan menyusui)
Keberadaan, kemampuan dan keterampilan konselor PMBA sangat
menentukan kualitas makanan balita yang pada akhirnya dapat meningkatkan
status gizi balita. Konselor PMBA diharapkan dapat membantu para ibu agar
dapat memberikan PMBA sejak bayinya berusia 6 bulan disamping
meneruskan ASI sampai anak berusia 2 tahun. Konselor PMBA yang terampil
dihasilkan dari suatu proses pelatihan yang berkualitas. Kemungkinan banyak
daerah atau institusi menyelengarakan pelatihan konseling PMBA yang
dilanjutkan dengan pelatihan fasilitator konseling PMBA. Oleh karena itu
penting sekali menjaga dan mempertahankan kualitas pelatihan konseling
PMBA. Pedoman penyelenggaraan pelatihan konseling PMBA ini disusun
dalam rangka menjaga kualitas pelatihan agar tetap sesuai standar.
Penyusun pedoman ini sangat mengharapkan agar para penyelenggara
pelatihan konseling PMBA dapat dengan tertib mengikuti seluruh isi pedoman.
Mudah-mudahan dengan mengikuti pedoman penyelenggaraan pelatihan
konseling PMBA ini dapat dihasilkan konselor PMBA yang berkualitas sesuai
harapan semua pihak.
+ Dibuatkan rapor peserta
+ Form/Instrumen evaluasi fasilitator dan penyelenggaraan yang diisi oleh
peserta
+ Daftar list property yg harus disiapkan oleh panitia
+ Persiapan lahan praktik (perlu kriteria jelas)
=Jadual pelat konselng dan TOT
.

33

LAMPIRAN : (disesuaikan

dengan komponen utamanya)

Rencana Evaluasi : lampiran instrument/Soal Evaluasi (terlampir)


Evaluasi
6. Evaluasi terhadap fasilitator oleh peserta, dilakukan setiap hari dengan
menggunakan formulir evaluasi fasilitator.
7. Evaluasi terhadap materi/modul pelatihan oleh peserta dilakukan setiap hari,
dengan menuliskan materi/modul apa yang masih belum jelas.
8. Evaluasi proses penyelenggaraan secara keseluruhan, dilakukan diakhir kegiatan
pelatihan.
9. Tindak lanjut hasil evaluasi, setiap malam fasilitator mengolah hasil evaluasi dan
menentukan tindak lanjut.
10. Evaluasi pasca pelatihan.

34

CEK LIST UNTUK KETERAMPILAN MELATIH


Berlatihlan menggunakan keahlian ini ketika Fasilitator/Pelatih memimpin sesi/materi, dan beri komentar pada halhal berikut ketika memberi umpan balik.
Gerakan:
Ambil posisi di tengah jangan ambil posisi di pojok atau di belakang meja
Menghadap peserta jangan menghadap ke papan tulis atau layar ketika sedang berbicara
Buat kontak mata dengan semua peserta si seluruh penjuru
Gunakan bahasa tubuh dan ekspresi wajah alami (hindari mengulang ulang suatu gerakan)
Bergerak ke seluruh ruangan dekati peserta pelatihan untuk mendapat perhatian dan respon dari mereka
Hindari menutupi pandangan peserta perhatikan leher peserta yang terlihat mendongak.
Cara Bicara/Suara:
Pelan dan jelas, dan cukup keras agar bisa didengar oleh semua orang
Alami dan hidup bervariasi
Tulislah kata-kata yang susah di papan tulis, eja-lah dan jelaskan kata itu
Interaksi:
Usahakan untuk berinteraksi dengan semua peserta gunakan nama panggilan yang sesuai
Tanyakan pertanyaan yang disarankan dalam buku bertanyalah kepada peserta yang berbeda
Beri waktu kepada peserta untuk menjawab jangan beritahukan jawaban terlalu cepat beri petunjuk/isyarat
Beri respons yang membangun dan secara baik kepada semua jawaban perbaiki jawaban yang salah dengan
sopan dan lembut
Libatkan semua peserta termasuk yang pendiam kontrol peserta yang banyak bicara
Hindari diskusi yang menyimpang atau mengalihkan dari topik membingungkan bila perlu ditunda dulu
pembicaraan tersebut
Usahakan untuk memberi jawaban yang memuaskan terhadap semua pertanyaan dari peserta.
Alat Bantu Visual:
Siapkan peralatan dan perlengkapan yang diperlukan cek, atur dan dicoba dulu semua peralatan dan
perlengkapan sebelum sesi dimulai
Pastikan bahwa semua peserta dapat melihat dengan jelas atur ruangan agar peserta dapat melihat dengan
jelas
Tunjuk apa yang sedang Saudara bicarakan di projector atau di layar
Tutup, matikan atau pindahkan alat-alat yang sudah tidak diperlukan lagi
Tuliskan dengan besar dan jelas di papan tulis atur tulisan dengan baik sehingga masih tersisa tempat
Simpan slide dan overhead secara rapi dan teratur sehingga sudah siap untuk sesi mendatang
Penggunaan Materi:
Siapkan secara seksama baca teks dan siapkan peralatan yang dibutuhkan
Siapkan orang yang membantu anda (contoh untuk role-play) sebelum sesi berlatihlah jika memungkinkan
Jangan menghafal sesi luar kepala ikuti buku Petunjuk yang ada tetapi berbicaralah dengan bahasa sendiri
Ikuti rencana sesi secara akurat dan lengkap gunakan Petunjuk Pelatih/Fasilitator
Tekankan pada hal-hal yang penting jangan biarkan hal-hal penting terabaikan
Hindarkan membicarakan terlalu banyak hal diluar materi tetapi beri sedikit contoh lokal
Hindari pengulangan kecuali memang berguna
Apabila Saudara merasa penting untuk membaca buku petunjuk, usahakan untuk sekali-sekali mengarahkan
pandangan kepada peserta.
Manajemen Waktu:
Jangan terlalu cepat atau terlalu lambat, usahakan untuk tidak terlalu lama dengan bagian pertama

35

Jangan sampai kehabisan waktu diantara waktu sesi (misalkan : Latihan Klinik) jelaskan dengan jelas apa yang
harus dilakukan.

36

EVALUASI PENYELENGGARAAN PELATIHAN


Petunjuk Pengisian:
1.
2.

Baca setiap pertanyaan dengan cermat

Jawablah pertanyaan dengan melingkari huruf yang sesuai


dengan penilaian anda

3.

Arti penilaian adalah sebagai berikut:


A. Kurang sekali
B. Kurang
C. Cukup
D. Baik
E. Baik sekali

A.

Fasilitator :
No.
1.
2.
3.
4.
5.

Materi
Bagaimana metoda penyampaian materi oleh fasilitator?
Bagaimana fasilitator menggunakan waktu?
Bagaimana kemampuan fasilitator dalam memimpin semua
kegiatan
Apakah fasilitator dapat menggugah semangat, sehingga para
peserta dapat berperan aktif dalam proses belajar-mengajar
Apakah fasilitator dapat mencapai tujuan khusus materi?

Penilaian
A B C D E
A B C D E
A B C D E
A B C D E
A B C D E

Tulislah saran-saran Saudara dibawah ini mengenai fasilitator yang sesuai dengan harapan
Saudara
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Agar kita dapat meningkatkan mutu pelatihan dimasa mendatang mohon mengisi kuesioner
dibawah ini :
1.

Jelaskan secara ringkas tanggung jawab saudara berkaitan dengan pelaksanaan


pemberian PMBA pada anak 6 24 bulan.
Dimanakah saudara bekerja (misalnya tempat praktik klinik, pusat kesehatan, rumah sakit)?
37

2.

Menurut saudara apakah ada bagian dari pelatihan ini yang sulit.

38

3.

Untuk setiap kegiatan tertulis dibawah ini buatlah tanda centang pada jawaban didalam
kotak yang menurut saudara waktu yang digunakan tersebut terlalu singkat, cukup atau
terlalu lama.
Jenis Kegiatan

Waktu yang digunakan


Terlalu singkat
Cukup
Terlalu lama

Presentasi
Demonstrasi ketrampilan
pembuatan PMBA
Demonstrasi keterampilan
konseling
Kelompok kerja dengan 8-10
peserta
Kelompok kerja dengan 4-5
peserta
Latihan tertulis
Pratik Kunjungan Lapangan
1
Pratik Kunjungan Lapangan
2
4.

Menurut Saudara jika ada dukungan tambahan seperti apa yang Saudara pikirkan perlu
sesudah pelatihan ini sehingga Saudara dapat meningkatkan keterampilan konseling MPASI di tempat Saudara?

5.

Bagaimana isi dan atau managemen dari pelatihan ini dapat ditingkatkan untuk peserta
dimasa mendatang?

B.

Materi Pelatihan
No.
1.
2.
3.
4.

Materi
Apakah materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan
Saudara ?
Apakah materi pelatihan dapat Saudara manfaatkan ?
Apakah materi yang diberikan bermanfaat dalam meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan Saudara mengenai pemberian
MP-ASI ?
Apakah waktu yang disediakan telah sesuai ?

Penilaian
A B C D E
A B C D E
A B C D E
A B C D E

Tulislah saran-saran Saudara dibawah ini yang berkaitan dengan materi pelatihan baik yang
telah Saudara pahami maupun yang kurang dipahami.

39

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Tuliskan tanda ceklist, dan beri komentar pada kolom manfaat materi pelatihan konseling
MP-ASI di bawah ini :
Judul Sesi

Sangat
bermanfaat

Bermanfaat

Cukup
Bermanfaat

Tidak
Bermanfaat

Saran

Waktu

1. Pemantauan
Pertumbuhan Balita
2. Menentukan Status
Pertumbuhan
3. Pentingnya Pemberian
MP-ASI
4. Makanan Untuk
Memenuhi Kebutuhan
Energi
5. Makanan Untuk
Memenuhi Zat Besi
dan Vitamin A
6. Jumlah, Variasi dan
Frekuensi Pemberian
MP-ASI Dalam Sehari
7. Keterampilan
Mendengarkan dan
Mempelajari
8. Keterampilan
Membangun Percaya
Diri dan Memberi
Dukungan
9. Mengumpulkan
Informasi Tentang
Praktik Pemberian
MP-ASI
10. Praktik Kunjungan
Lapangan 1
11. Teknik dan Strategi
Pemberian MP-ASI
Pada Anak
12. Menyampaikan
Informasi 1
13. Menyampaikan
Informasi 2
14. Kunjungan Lapangan
2
15. Makanan Anak
Sedang Sakit Dalam
Masa Pemulihan
16, Peragaan Menyiapkan
MP-ASI

40

17. RTL

41

EVALUASI PROSES BELAJAR MENGAJAR


Hari
Tanggal
Topik
Pelatih/Fasilitator

:
:
: ....
: ....

Isilah angka penilaian Saudara dengan jujur, serahkan kepada penyelenggara dan tidak perlu
mencantumkan nama.
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Kegiatan
Kesesuaian antar materi pelajaran dan tujuan
pelatihan
Urutan penyampaian isi mata ajaran
Penguasaan pelatih/fasilitator terhadap materi
yang diberikan
Cara penyampaian pelajaran
Kesesuaian dan kemampuan penggunaan alat
peraga dengan pelajaran
Penggunaan bahan/materi dengan lembar
tugas/latihan
Kesesuaian penggunaan waktu yang tersedia
dengan tujuan belajar
Daya simpatik, gaya dan sikap terhadap
peserta
Penguasaan bahasa
Pemberian motivasi

Nilai

Usul dan Saran

Keterangan :
90 100
85 89.99
80 84.99
75 79.99
70 74.99
65 69.99
< 65

: dengan pujian
: sangat memuaskan
: memuaskan
: baik sekali
: baik
: cukup
: kurang

42

PANDUAN PRAKTIK KUNJUNGAN LAPANGAN


PELATIHAN KONSELING MP-ASI
A.

Pendahuluan
Salah satu materi dalam pelatihan TOT konseling MP-ASI adalah praktik kunjungan
lapangan mengumpulkan informasi tentang makanan anak. Melakukan praktik kunjungan
lapangan di Masyarakat dan Posyandu merupakan salah satu persyaratan yang harus
dikerjakan oleh peserta, untuk mempraktikkan sesi-sesi dalam modul yang telah didapat di
kelas. Disamping itu peserta juga perlu melatih kemampuan dan keterampilan konseling
MP-ASI, sehingga dapat mempraktikkan kepada ibu/pengasuh yang membutuhkan.
Praktik juga diperlukan untuk memberikan bantuan kepada para ibu/pengasuh yang
mempunyai masalah anak sakit dan mengalami kesulitan makan serta memberikan
motivasi kepada ibu agar percaya diri untuk dapat memberikan dan membuat MP-ASI
untuk anaknya.
Praktik kunjungan lapangan dilakukan secara bertahap sebanyak 2 (kali) kali kunjungan
sesuai dengan sesi yang telah didapat di kelas.

B.

Tujuan
Tujuan Umum:
Tersedianya tenaga konselor MP-ASI di Puskemas dan lapangan yang dapat memberikan
konseling MP-ASI kepada ibu/pengasuh
Tujuan Khusus:
1. Mempraktikkan setiap sesi dalam panduan konseling MP-ASI dengan benar
2. Mempraktikkan kemampuan dan keterampilan konseling MP-ASI
3. Memahami tentang tugas-tugas sebagai konselor konseling MP-ASI
4. Mempraktikkan
Makanan

cara mengumpulkan informasi menggunakan Formulir Asupan

5. Memperoleh gambaran tentang praktik pemberian MP-ASI lokal

D.

Peserta Pelatihan

Dalam praktik, peserta dibagi dalam kelompok kecil (4-5 orang)


didampingi 1 orang fasilitator (rasio fasilitator terhadap peserta yaitu 1:4-5).

43

Pada setiap angkatan pelatihan, peserta akan melakukan praktik ke


Posyandu dan lapangan sebanyak 2 kali kunjungan

C. Proses
Sebelum praktik dimulai, penyelenggara pelatihan bersama dengan Fasilitator menyiapkan
tempat praktik di Posyandu dan lapangan yang dapat menyediakan ibu/pengasuh anak
usia 6 24 bulan untuk peserta pelatihan.

44

1. Praktik Kunjungan Lapangan I:


Mendengarkan dan mempelajari, menggunakan Formulir Asupan Makanan
Tujuannya:
Pada akhir sesi, peserta mampu:

Mempraktikkan keterampilan mendengarkan dan mempelajari

Mempraktikkan menggunakan Formulir


ibu/pengasuh di Posyandu dan lapangan .

Asupan

Makanan

dengan

Mendapatkan gambaran Informasi tentang pemberian MP-ASI lokal

Waktu: 120 menit


Peserta dibagi dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang dengan dibimbing oleh
seorang fasilitator senior.
Peralatan yang perlu dibawa, antara lain:
- Formulir pedoman asupan makanan anak,
-

Formulir asupan makanan anak,

Ceklis/formulir
mempelajari

Gambar tentang kekentalan MP-ASI.

1 set alat makan dan minum anak

Keterampilan

Konseling

mendengarkan

dan

2. Praktik Kunjungan Lapangan k II


Membangun percaya diri dan memberikan dukungan
Tujuannya:
Pada akhir sesi, peserta mampu:

Mempraktikkan keterampilan mendengarkan dan mempelajari

Mempraktikan membangun percaya diri dan memberikan dukungan

Mempraktikkan menggunakan Formulir


ibu/pengasuh di Posyandu dan lapangan .

Mempraktikan cara mengumpulkan dan menyampaikan informasi tentang


pemberian MP-ASI

Asupan

Makanan

dengan

Waktu: 120 menit


45

Peserta dibagi dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang dengan dibimbing oleh
seorang fasilitator senior atau berpasangan.
Peralatan yang perlu dibawa, antara lain:
- Formulir pedoman asupan makanan anak,
-

Formulir asupan makanan anak,

Ceklis/formulir Keterampilan Konseling mendengarkan dan


mempelajari dan membangun percaya diri dan memberi dukungan
(2)

Gambar tentang kekentalan MP-ASI.

1 set alat makan dan minum anak

B. Ceklis Diskusi Praktik Kunjungan Lapangan


CEKLIS DISKUSI PRAKTIK KLINIK
UNTUK FASILITATOR
Pertanyaan umum
Bagaimana pratik lapangan berlangsung?
Apa yang telah dikerjakan dengan baik ? Kesulitan apa yang dihadapi ?
Apakah ibu/pengasuh mau berbicara ? Apakah ia kelihatan senang berbicara dengan
saudara?
Apakah ibu/pengasuh mengajukan pertanyaan - pertanyaan tertentu ? Bagaimana
respon peserta?
Apa hal yang menarik/ terpenting yang telah dipelajari dari ibu/pengasuh ? Apakah
peserta menghadapi kesulitan atau situasi yang membantu peserta belajar ?
Mendengarkan dan mempelajari
Berapa banyak keterampilan mendengarkan dan mempelajari yang dapat
digunakan?
Dimana Keterampilan tersebut sulit digunakan ?
Kesalahan apa yang dilakukan? Apakah peserta mengajukan
banyak pertanyaan?
Apakah menggunakan keterampilan ini mendorong ibu/pengasuh berbicara ?
Mengumpulkan informasi dengan menggunakan formulir Asupan Makanan Anak
Apa yang telah dipelajari melalui pengamatan umum?
Apa yang telah dipelajari melalui penggunaan Formulir asupan Makanan Anak
Membangun percaya diri dan memberi dukungan
Berapa banyak keterampilan membangun percaya caya diri dan memberi
dukungan yang dapat digunakan ? (khususnya memuji 2 hal dan memberikan 2
informasi yang relevan)
Apakah ada keterampilan yang sulit digunakan ?
46

Bagaimana tanggapan dari pengasuh ? Bagaimana ia berpartisipasi ? Apa tanggapan


pengasuh terhadap saran-saran saudara ?
Bagaimana kerjanya proses proses memuji, memberikan informasi, dan menyampaikan
pesan ?
Apakah sulit mengingat untuk tidak memberikan perintah atau mengatakan apa
yang pengasuh harus lakukan ?
Apakah penggunaan keterampilan ini membantu peserta dalam menolong ibu?
Mengumpulkan dan menyampaikan informasi dengan menggunakan formulir Asupan
Makanan Anak
Apa yang telah dipelajari melalui Formulir Asupan Makanan Anak ?
Apakah peserta mengingat untuk menanyakan sesuatu dari masing-masing
bagian formulir?
Apakah penggunaan formulir membantu anda memahami situasi pengasuh ?

Jadual Pelatihan
JADUAL ACARA
PELATIHAN PELATIH/FASILITATOR (TOT)
KONSELING MP-ASI
HARI/TGL
Hari !I

WAKTU
16.00 - 19.00
19.00 - 19.15

KEGIATAN
Registrasi
Upacara Pembukaan
Laporan Ketua Panitia

PENGAMPU/Fasilitator
Panitia

47

Hari II

19.15 - 19.45
19.45 - 20.30
20.30 - 21.00

Arahan Direktur Bina Gizi Masyarakat


Perkenalan Peserta (Pencairan)
Pre-Test

08.00 08.45

Situasi Pemberian MP-ASI di Indonesia dan


Kebijakannya
Teknik dan Metode Pembelajaran serta Prosedur
Mengajar
Rehat kopi
Sesi 1:Pemantauan Pertumbuhan Balita
Sesi 2 : Menentukan Status Pertumbuhan Dalam
KMS dan Tindak Lanjutnya
Latihan Penimbangan dan pengukuran dan latihan
pengisian KMS
Latihan Menentukan Status Pertumbuhan Dalam
KMS dan Tindak Lanjutnya
Ishoma
Sesi 3 : Pentingnya Pemberian MP-ASI
Sesi 4 : Makanan untuk Memenuhi Kebutuhan Energi
Latihan Makanan untuk Memenuhi Kebutuhan Energi
Snack dan sholat ashar
Sesi 5 :Makanan untuk Memenuhi Zat Besi dan
Vitamin A
Latihan Makanan untuk Memenuhi Zat Besi dan
Vitamin A
Ishoma

08.45 09.30
09.30 09.45
09.45 - 10.30
10.30 11.15
11.15 12.45

12.45 13.30
13.30 14.15
14.15 15.00
15.00 15.45
15.45 16.00
16.00 16.45
16.45 17.30
17.30 selesai

Hari III

08.00 08.45
08.45 09.30
09.30 09.45
09.45 10.30
10.30 11.15
11.15 12.00
12.00 12.45
12.45 13.30
13.30 14.15

HARI/TGL

14.15 15.00
WAKTU

Sesi 6 : Jumlah, Variasi dan Frekuensi Pemberian MPASI dalam sehari


Latihan Jumlah, Variasi dan Frekuensi Pemberian
MP-ASI dalam sehari
Rehat kopi
Sesi 11 : Teknik dan Strategi Pemberian MP-ASI pada
Anak
Latihan Teknik dan Strategi Pemberian MP-ASI pada
Anak
Sesi 7 : Keterampilan Mendengarkan dan
Mempelajari
Latihan Keterampilan Mendengarkan dan
Mempelajari

Panitia

Panitia

Panitia

Panitia

Ishoma
Sesi 8 : Keterampilan Membangun Percaya Diri
Latihan Keterampilan Membangun Percaya Diri

15.00 15.45
15.45 16.00

KEGIATAN
Sesi 9 :Mengumpulkan Informasi tentang Praktik
Pemberian MP-ASI
Snack dan sholat ashar

16.00 16.45
16.45 17.30
17.30 18.15
18.15 - selesai

Latihan Mengumpulkan Informasi tentang Praktik


Pemberian MP-ASI
Sesi 12 : Menyampaikan Informasi 1
Latihan Menyampaikan Informasi 1
Ishoma

PENGAMPU/Fasilitator

Panitia

Panitia

48

Hari IV

16.30 17.15
17.15 - selesai

Sesi 15 : Makanan Anak sedang Sakit dalam Masa


Pemulihan
Sesi 10 : Penjelasan Praktik Kunjungan Lapangan I
Praktik Kunjungan Lapangan I
Ishoma
Sesi 16 : Peragaan Menyiapkan MP-ASI
Latihan Peragaan Menyiapkan MP-ASI
Latihan Makanan Anak sedang Sakit dalam Masa
Pemulihan
Sesi 13 : Menyampaikan Informasi 2
Latihan Menyampaikan Informasi 2
Snack dan sholat Ashar
Pengenalan Praktik yang Berkelanjutan pada Fasilitas
Kesehatan (RTL)
Ishoma

08.00 08.30
08.30 11.00
11.00 11.15

Sesi 14 : Penjelasan Praktik Kunjungan Lapangan II


Praktik Kunjungan Lapangan II
Rehat kopi

Panitia

11.15 11.45
11.45 12.45
12.45 - selesai

Post Test
Penutupan
Peserta Kembali

Panitia

08.00 08.45
08.45 09.15
09.15 11.45
11.45 12.30
12.30 13.15
13.15 14.00
14.00 14.45
14.45 15.30
15.30 16.15
16.15 16.30

Hari V

Panitia

Panitia

SESI . 1
Lembar Kerja 1.1 Praktik Menimbang dan Mengukur Anak.

Lakukan praktik menimbang berat badan, mengukur panjang badan, dan


tinggi badan balita sesuai dengan teori yang telah disampaikan. Gunakan
boneka untuk membantu proses.
49

(Fasilitator memandu proses dan mencermati apakah setiap langkah sudah


dilaksanakan dengan benar. Catat setiap kesalahan yang dilakukan untuk
didiskusikan bersama).
Lembar Kerja 1.2 Mengisi KMS Balita.
Minta peserta untuk membaca, memahami, dan mengerjakan instruksi berikut
ini:
Seorang anak perempuan bernama Yuni Pritasari, lahir pada tanggal 7 Februari
2008. Yuni lahir dengan berat 2,9 kg dan panjang badannya 49 cm. Orang tua
Yuni bernama Zainal dan Lismartina, tinggal di Jl. Anggrek 1 No. 50,
Larangan, Ciledug. Pada awalnya Yuni diberi ASI, tetapi sejak umur 3 minggu
dia telah diberi air putih dan madu.
Yuni datang pertama kali ke Posyandu yang ada di dekat rumahnya pada
tanggal 25 Maret 2008 untuk menimbang dan mendapatkan imunisasi, karena
Posyandu di wilayah rumah Yuni memang selalu buka pada tanggal 25 setiap
bulannya.
Informasi kunjungan Yuni adalah sebagai berikut :
Tanggal

Berat Badan

Alasan Kunjungan

Kunjungan
25 Maret 2008
25 April 2008
25 Mei 2008
25 Juli 2008
25 Agustus 2008

3,5 kg
4,2 kg
4,3 kg
4,8 kg
5,4 kg

Imunisasi
Imunisasi
Berobat (diare)
Imunisasi
Berobat (demam)

Instruksi:
Lakukan pengisian KMS sesuai dengan langkah-langkah yang telah dipelajari
dalam teori sebelumnya.
(Fasilitator berkeliling memeriksa KMS yang diisi, perhatikan bila ada
kesalahan pengisian dan bantu peserta untuk memperbaikinya)
(Tanyakan pada peserta bila ada kesulitan dan diskusikan bila perlu)
SESI 2
50

Lembar Kerja 2.1. Praktik Penentuan Status Pertumbuhan Balita


Minta peserta memperhatikan instruksi yang diberikan dalam pedoman peserta
Tentukan status pertumbuhan Yuni berdasarkan KMS yang telah diisi pada
sesi sebelumnya.
(Bahas bersama hasil penentuan status pertumbuhan Yuni)
Seorang anak perempuan bernama Yuni Pritasari, lahir pada tanggal 7 Februari
2008. Yuni lahir dengan berat 2,9 kg dan panjang badannya 49 cm. Orang tua
Yuni bernama Zainal dan Lismartina, tinggal di Jl. Anggrek 1 No. 50,
Larangan, Ciledug. Pada awalnya Yuni diberi ASI, tetapi sejak umur 3 minggu
dia telah diberi air putih dan madu.
Yuni datang pertama kali ke Posyandu yang ada di dekat rumahnya pada
tanggal 25 Maret 2008 untuk menimbang dan mendapatkan imunisasi, karena
Posyandu di wilayah rumah Yuni memang selalu buka pada tanggal 25 setiap
bulannya.
Informasi kunjungan Yuni adalah sebagai berikut :
Tanggal

Berat Badan

Alasan Kunjungan

Kunjungan
25 Maret 2008
25 April 2008
25 Mei 2008
25 Juli 2008
25 Agustus 2008

3,5 kg
4,2 kg
4,3 kg
4,8 kg
5,4 kg

Imunisasi
Imunisasi
Berobat (diare)
Imunisasi
Berobat (demam)

SESI. 3
Lembar Kerja 3.1 Lakukan Penilaian Praktik yang Dilakukan Sendiri
No

Apakah praktik
ini dilakukan

Menimbang anak

Mengukur
tinggi/panjang anak

Melihat

Terhadap
semua
anak

Terhadap
beberapa
anak

Tidak
Keterangan
dilakukan
sama sekali

51

pertumbuhan pada
KMS
4

Bagaimana cara
pemberian
makanan pada
anak10

Memberi catatan di
KMS setelah
dilakukan diskusi
tentang makanan
bayi dan anak

Melakukan
demonstrasi cara
menyiapkan MPASI dan teknik
pemberiannya

Melakukan
kunjungan rumah
untuk menilai
makanan dan
praktik pemberian
makanan

Kegiatan lain

Kegiatan yang paling sering dilaksanakan di fasilitas kesehatan


____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
________________________
Kegiatan yang paling jarang dilaksanakan di fasilitas kesehatan
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
________________________

SESI 6
52

Kotak 6.1 : Berapa banyak makanan diberikan kepada anak 35


Usia

Bentuk makanan

Berapa kali sehari

Berapa banyak

6-8

Bubur lumat, sayuran,

2-3 x sehari

setiap kali makan


2-3 sendok makan

bulan

daging dan buah yang

ditambah ASI

secara bertahap

dilumatkan, makanan

sesering mungkin

bertambah hingga

yang dilumatkan

1-2 makanan

mencapai 1/2 gelas

selingan (jus buah,

ukuran 125 cc

biskuit)

setiap kali makan

9-11

Makanan lembik atau

3-4 x sehari

1/2 gelas/mangkuk

bulan

dicincang, serta makanan

ditambah ASI

ukuran 125 cc

yang mudah dipegang

1-2 makanan

sendiri oleh anak

selingan

12-24

Berikan makanan

3-4 x sehari

3/4 piring/mangkuk

bulan

keluarga; dicincang atau

ditambah 2 x

penuh ukuran 200

dihaluskan jika diperlukan makanan selingan

cc

dan ASI diteruskan


Catatan : Jika bayi tidak mendapat ASI karena alasan medis, berikan tambahan 1-2 gelas susu per
hari dan 1-2 makanan selingan.

_____________________________________________________________
Informasi Lanjutan
35
Seseuaikan bagan diatas dengan penggunaan mangkuk/piring ukuran lokal untuk menunjukan jumah

SESI 6
Lembar Kerja 6.1: Bentuk, Jumlah dan Frekuensi makanan yang diberikan.
53

Latihan ini dapat dilakukan dalam diskusi kelompok atau sendiri-sendiri


Usia
anak
(bulan)

Bentuk
makanan

Berapa kali
sehari

Berapa banyak
setiap kali makan

Contoh menu

6
22
8
12
7
15
9
13
19
11
21
3

KOTAK 7.1. Keterampilan Konseling


Keterampilan mendengar dan mempelajari:
Menggunakan komunikasi non-verbal
Mengajukan pertanyaan terbuka
Menggunakan respon dan gerakan tubuh yang menunjukkan perhatiaan
Mengatakan kembali apa yang pengasuh katakan
Berempati-menunjukkan konselor paham perasaan pengasuh
Hindari kata-kata yang menghakimi
(Daftar ini juga terdapat di dalam sampul belakang buku ini sehingga mudah untuk
dilihat kembali)

Daftar Keterampilan Konseling 1


54

Keterampilan Mendengar dan Mempelajari

Komunikasi non verbal.


Mengajukan pertanyaan yang terbuka.
Respon yang menunjukkan perhatian.
Mengatakan kembali.
Empati- Menunjukan konselor mengerti perasaan pengasuh.
Menghindari kata-kata yang menghakimi.

Keterampilan Membangun Percaya Diri dan Memberi Dukungan


Terima apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh pengasuh.
Kenali dan berikan pujian kepada pengasuh apa yang sudah dilakukan dengan
benar.

-------------------------------------------------------------------------------------------Daftar Ketrampilan Konseling 1


Keterampilan Mendengar dan Mempelajari

Komunikasi non verbal.


Mengajukan pertanyaan yang terbuka.
Respon yang menunjukkan perhatian.
Mengatakan kembali.
Empati- Menunjukan konselor mengerti perasaan pengasuh.
Menghindari kata-kata yang menghakimi.

Keterampilan Membangun Percaya Diri dan Memberi Dukungan


Terima apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh pengasuh.
Kenali dan berikan pujian kepada pengasuh apa yang sudah dilakukan dengan
benar.

Daftar Ketrampilan Konseling 1

55

Keterampilan Mendengar dan Mempelajari

Komunikasi non verbal.


Mengajukan pertanyaan yang terbuka.
Respon yang menunjukkan perhatian.
Mengatakan kembali.
Empati- Menunjukan konselor mengerti perasaan pengasuh.
Menghindari kata-kata yang menghakimi.

Keterampilan Membangun Percaya Diri dan Memberi Dukungan


Terima apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh pengasuh.
Kenali dan berikan pujian kepada pengasuh apa yang sudah dilakukan dengan
benar.
-------------------------------------------------------------------------------------------Keterampilan Mendengar dan Mempelajari

Komunikasi non verbal.


Mengajukan pertanyaan yang terbuka.
Respon yang menunjukkan perhatian.
Mengatakan kembali.
Empati- Menunjukan konselor mengerti perasaan pengasuh.
Menghindari kata-kata yang menghakimi.

Keterampilan Membangun Percaya Diri dan Memberi Dukungan


Terima apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh pengasuh.
Kenali dan berikan pujian kepada pengasuh apa yang sudah dilakukan dengan
benar.

56

SESI 9
FORMULIR ASUPAN MAKANAN ANAK
Beri Tanda contreng pada kolom ya kalau benar dikerjakan
Beri paraf pada kolom nasehat kalau pengasuh sudah diberi nasihat
Nama Anak

Tanggal Lahir Anak

Tanggal kunjungan:
Usia waktu berkunjung :
Apakah berat badan anak
naik?
Pemberian MP ASI
Apakah anak masih
menyusu?

Ya

Nasehat

Ya

Nasehat

Ya

Nasehat

Ya

Nasehat

Apakah kemarin anak


makan 3 kali bubur padat
(tunjukan gambar untuk
contoh)
Apakah kemarin makan
makanan
hewani(daging/ikan/hati/tel
ur)
57

Apakah kemarin minum


susu dan produk susu
lainnya?
Apakah kemarin anak
makan sayuran hijau atau
buah warna kuning/jingga?
Apakah kemarin anak
makan kacangkacangan/tempe/tahu?
Apakah anak cukup makan
sesuai dengan kebutuhanya
baik makanan utama
maupun selingan?
Apakah kemarin anak
makan makanan dengan
ukuran/jumlah makanan
yang sesuai dengan
umurnya)
Apakah kemarin ibu sendiri
yang memberikan
makanan?
Apakah anak biasa
diberikan vitamin atau
mineral?
Apakah anak sedang sakit
atau habis sakit?
PEDOMAN ASUPAN MAKANAN ANAK
Praktik pemberian
makanan
Apakah Kurva
pertumbuhan
menunjukan
peningkatan
Apakah anak masih
menyusu?
Apakah kemarin
anak cukup
mendapat makanan

Praktik pemberian
makanan yang
ideal
-

Pesan dasar untuk konseling kepada


ibu/pengasuh anak

Ya

ASI yang diberikan hingga anak berumur


2 tahun atau lebih akan membuatnya
tumbuh dan berkembang dengan baik
Makanan anak yang cukup padat, tidak
tumpah kalau sendok dimiringkan, akan
memberikan energi yang lebih tinggi.
58

3 kali makan

Lihat bentuk kurva petumbuhan anak,


apakah terlihat bertumbuh

yang lembik atau


padat sesuai untuk
umurnya?
Apakah kemarin
anak diberi makanan
hewani?
(daging/ikan/hati/tel
ur)?
Apakah kemarin
anak diberi makanan
hasil olahan susu?
Apakah anak diberi
kacang-kacangan
kemarin?

Apakah kemarin
anak makan sayuran
hijau atau jingga
atau buah warna
jingga?
Berapa kali kemarin
anak diberi makanan
utama dan selingan?

Apakah kemarin
makanan utama
diberikan sesuai

Anak harus makan


makanan hewani
setiap hari.

Makanan hewani sangat baik untuk anak


agar tumbuh optimal.

Usahakan
memberikan anak
makanan hasil
olahan susu setiap
hari
Kalau tidak ada
daging gantikan
dengan kacangkacangan atau bijibijian ditambah
makanan yang kaya
vitamin C untuk
meningkatkan
penyerapan zat besi
Sayuran hijau dan
jingga serta buah
warna kuning/jingga
sebaiknya diberikan
kepada anak setiap
hari.
Anak usia 6-8 bulan:
2-3 kali makan
utama ditambah ASI
sesering mungkin +
1-2 makanan
selingan (jus buah,
biskuit)
Anak 9-11 bulan:
3-4 kali makanan
utama ditambah ASI
dan 1-2 kali
makanan selingan
Anak 12-24 bulan :
3-4 kali makanan
utama dan 2 kali
makanan selingan
dan ASI diteruskan
Anak usia 6-8 bulan:
2-3 sendok makan
secara bertahap
meningkat menjadi

Makanan hewani sangat baik untuk anak.

Kacang polong, koro dan kacang tanah


sangat baik untuk anak.

Memberikan sayuran hijau dan buah


berwarna kuning/jingga bermanfaat untuk
kesehatan mata dan meningkatkan daya
tahan tubuh.
Anak yang sedang tumbuh memerlukan 3
kali makanan utama ditambah makanan
selingan. Berikan makanan yang beraneka
ragam

Anak yang sedang tumbuh membutuhkan


makanan lebih banyak

59

kebutuhan menurut
usianya?
(Gunakan ukuran
rumah-tangga)

Apakah pengasuh
berusaha membantu
anak menghabiskan
makanannya?
Apakah anak diberi
tambahan vitamin
atau mineral?

Apakah anak sedang


sakit atau dalam
masa pemulihan
setelah sakit?

1/2 cangkir setiap


kali makan.
Anak usia 9-11
bulan: kira-kira 1/2
cangkir setiap kali
makan.
Anak usia 12-24
bulan sekitar 3/4
cangkir setiap kali
makan.
Ya, pengasuh
membantu anak
untuk belajar
menghabiskan
makanannya
Tambahan vitamin
dan mineral
dibutuhkan anak
bilamana
kebutuhannya tidak
dapat dipenuhi dari
makanan
Terus berikan
makanan dan
minuman selama
sakit dan masa
pemulihan.

Anak kecil perlu belajar untuk dapat


menghabiskan makanannya: dorong dan
bantu dengan penuh kesabaran serta kasih
sayang
Jelaskan cara menggunakan suplemen
vitamin dan mineral bila anak memerlukan

Anjurkan anak terus minum dan makan


ketika sedang sakit dan beri tambahan
makanan setelah sembuh agar cepat pulih
kesehatannya.

60

61

62

SESI 16
Tabel 16.1 Jumlah Bahan Makanan Untuk Anak Setiap Kali Makan
Usia
6-8 bulan

Bentuk makanan
ASI
Makanan lumat
(bubur lumat,
sayuran, daging
dan buah yang
dilumatkan,
makanan yang
dilumatkan,
biskuit, dll)

9-11
bulan

ASI
Makanan lembik
atau dicincang
yang mudah
ditelan anak
Makanan selingan
yang dapat
dipegang anak
diberikan diantara
waktu makan
lengkap

12-24
bulan

Makanan keluarga
Makanan yang
dicincang atau
dihaluskan jika
diperlukan
ASI

Berapa kali sehari


Teruskan pemberian
ASI sesering mungkin
Makanan lumat 2-3 x
sehari

Berapa banyak

Ukuran

setiap kali makan

Lokal

2-3 sendok makan


secara bertahap
bertambah hingga
mencapai 1/2 gelas
ukuran 125 cc setiap
kali makan

Makanan selingan 1-2 x


sehari (jus buah,
biskuit)

Teruskan pemberian
ASI

gelas / mangkuk
ukuran 125 cc

Makanan lembik 3-4 x


sehari
Makanan selingan 1-2 x
sehari

Makanan keluarga 3-4 x


sehari
Makanan selingan 2 x
sehari
Teruskan pemberian
ASI

3/4 gelas nasi/


penukar (200 cc)
1 potong kecil ikan /
daging / ayam / telur
1 potong kecil tempe
/ tahu atau 1 sdm
kacang-kacangan
gelas sayur
1 potong buah
gelas bubur/1
potong kue/1 potong
buah

63

Keterangan: Contoh Gambar ada dibawah ini.

Makanan Lumat

Makanan Lumat 2/3 Gelas

64

Makanan Lembik Gelas

3 SDM Makanan Lumat

1 Porsi Makanan Selingan

100 Gram Nasi=7 SDM

65

1 Porsi Pisang Lumat

Makanan Keluarga

Makanan Selingan 12-24 Bulan

1 Gelas Susu

66

1 Porsi Buah Pisang

1 Porsi Buah Pepaya

1 Porsi Tempe

67