Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN

PANKREATITIS

MAKALAH

oleh
Kelompok 12
Ika Adelia Susanti

(142310101093)
Kelas C

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2016

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN


PANKREATITIS
MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Keperawatan Klinik III B
dengan dosen pengampu Ns. Ratna Sari Hardiani, M.Kep

oleh
Kelompok 4
Ika Adelia Susanti

(142310101093)
Kelas C

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala rahmat dan karunia-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Asuhan
Keperawatan pada Klien dengan Pankreatitis. Makalah ini disusun untuk
memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Keperawatan Klinik III B. Penyusunan
makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis
menyampaikan terima kasih kepada:
1. Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember yang telah
memberikan sarana dan prasarana kepada saya sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas ini dengan baik dan lancar
2. Ns. Peni Perdani Juliningrum, M.Kep selaku penanggungjawab mata
kuliah Ilmu Keperawatan Klinik III B
3. Ns.Ratna Sari Hardiani, M.Kep selaku dosen pengampu mata kuliah Ilmu
Keperawatan Klinik III B yang telah menyediakan waktu, tenaga dan
pikiran untuk membimbing kami dalam penyususnan makalah ini
4. semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Penulis juga menerima segala kritik dan saran dari semua pihak demi
kesempurnaan makalah ini. Akhirnya penulis berharap, semoga makalah ini dapat
bermanfaat.
Jember, Maret 2016

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman
COVER.....................................................................................................

HALAMAN SAMPUL............................................................................

ii

KATA PENGANTAR...............................................................................

iii

DAFTAR ISI.............................................................................................

vi

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.....................................................................................
1.2 Rumusan Masalah................................................................................
1.3 Tujuan..................................................................................................
1.4 Implikasi Keperawatan........................................................................

1
1
2
2

BAB 2. TINJAUAN TEORI


2.1 Definisi Pankreatitis..............................................................

2.2 Epidemiologi Pankreatitis.....................................................

2.3 Etiologi Pankreatitis..............................................................

2.4 Tanda dan Gejala Pankreatitis...............................................

2.5 Patofisiologi Pankreatitis.......................................................

2.6 Komplikasi dan Prognosis Pankreatitis.................................

2.7 Pengobatan Pankreatitis.........................................................

11

2.8 Pencegahan Pankreatitis........................................................

11

BAB 3. PATHWAYS PANKREATITIS..................................................

13

BAB 4. ASUHAN KEPERAWATAN


4.1 Pengkajian.............................................................................

14

4.2 Diagnosa Keperawatan..........................................................

15

4.3 Intervensi Keperawatan.........................................................

16

4.4 Implementasi dan Evaluasi Keperawatan..............................

18

BAB 5. PENUTUP
5.1 Kesimpulan............................................................................

21

5.2 Saran......................................................................................

21

DAFTAR PUSTAKA...............................................................................

22

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pankreas adalah kelenjar rasemosa besar dan memanjang yang terletak
melintang dibelakang lambung. Pankereas merupakan suatu organ yang
mempunyai fungsi endokrin dan eksokrin, dan kedua fungsi ini saling
berhubungan. Fungsi eksokrin yang utama adalah untuk memfasilitasi proses
pencernaan melalui sekresi enzim-enzim ke dalam duodenum proksimal.
Salah satu gangguan yang terjadi pada organ pankreas adalah pankreatitis.
ankreatitis adalah penyakit peradangan serius yang akut atau kronis.
Pankreatitis merujuk pada peradangan, edema, dan necrosis yang terjadi
sebagai akibat pencernaan-diri pankreas oleh enzim yang biasanya
dikeluarkannya. Proses inflamasi bisa menyebabkan perubahan morfologi,
struktur dan fungsi dari kelenjar pankreas.
Perawat sebagai bagian dari tenaga kesehatan yang harus mengetahui
kondisi pasien, harus mengetahui konsep dasar penyakit sekaligus
mengetahui teori asuhan keperawatan pada pasien pankreatitis. Makalah ini
dibuat untuk membantu memahami konsep penyakait pankreatitis dan sebagai
gambaran dalam memberikan asuhan keperawatan yang profesional dan tepat
sesuai respon masing-masing individu.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Apa yang dimaksud dengan pankreatitis?


Bagaimana epidemiologi dari pankreatitis?
Bagaimana etiologi dari pankreatitis?
Bagaimana tanda dan gejala dari pankreatitis?
Bagimana patofisiologi dari pankreatitis?
Bagaimana komplikasi dan prognosis dari pankreatitis?
Bagaimana pengobatan dari pankreatitis?
Bagaimana pencegahan dari pankreatitis?
Bagaimana asuhan keperawatan pada pasien pankreatitis?

1.3 Tujuan
Tujuan dalam makalah ini yaitu:
1. Untuk mengetahui pengertian pankreatitis.
2. Untuk mengetahui epidemiologi pankreatitis.
3. Untuk mengetahui etiologi pankreatitis.

4.
5.
6.
7.
8.
9.

Untuk mengetahui tanda dan gejala pankreatitis.


Untuk mengetahui patofisiologi pankreatitis.
Untuk mengetahui komplikasi dan prognosis pankreatitis.
Untuk mengetahui pengobatan pankreatitis.
Untuk mengetahui pencegahan pankreatitis.
Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien pankreatitis.

1.4 Implikasi Keperawatan


Pasien yang mengalami gangguan sistem pencernaan berupa
pankreatitis memerlukan dorongan serta dukungan baik secara biologis,
psikologis, sosial maupun spiritual. Seorang perawat harus mampu
memberikan asuhan keperawatan sekaligus menjelaskan kepada keluarga
pasien mengenai tindak lanjut perawatan pasien pankreatitis secara mandiri.
Selain itu, perawat yang mempunyai peran sebagai reseacher harus mampu
menggunakan kesempatannya untuk melakukan studi terkait yang dapat
menambah wawasan sekaligus berguna bagi kemajuan profesi kepeawatan.

BAB 2. TINJAUAN TEORI


2.1 Definisi Pankreatitis
2.2 Epidemiologi Pankreatitis
2.3 Etiologi Pankreatitis
2.4 Tanda dan Gejala Pankreatitis
2.5 Patofisiologi Pankreatitis
2.6 Komplikasi dan Prognosis Pankreatitis
2.7 Pengobatan Osteoporosis
2.8 Pencegahan Osteoporosis

BAB 3. PATHWAYS PANKREATITIS

Batu empedu

Alkoholisme

Trauma fisik dan infeksi


(bakteri & virus)

Terjebak di duktus pankreatik

Spasme sfingtrer oddi


Iritasi pankreas

Obstruksi duktus pankreatik


PANKREATITIS
Eksudasi darah & protein

Inflamasi

Rongga pleura

Metabolisme tubuh

Ekspansi paru
Dispneu

Hipotensi
Dan takikardi

Suhu tubuh

Mual, muntah

Pola nafas tidak


efektif

O2

HCl

Merangsang ujung saraf

Hiperterm

Pelepasan mediator
Ke hipotalamus
Ke korteks serebri

Asupan nutrisi
Kebutuhan
nutrisi kurang
dari kebutuhan
tubuh

Kehilangan cairan tubuh

Nyeri akut

Dehidrasi
Defisit volume
cairan

Energi

Merangsang
saraf otonom
Pengaktifan
norephineprin

Hipovolemik
Kelemahan fisik
Hipotensi
Intoleransi
aktivitas

Gangguan
istirahat tidur

BAB 4. ASUHAN KEPERAWATAN


4.1 Pengkajian
a. Identitas pasien
Biodata diperoleh data tentang nama, umur, jenis kelamin, tempat tinggal,
pekerjaan, pendidikan dan status perkawinan. Dimana beberapa faktor
tersebut dapat menempatkan klien pada resiko pada pankreatitis akut
b. Keluhan utama
Nyeri hampir selalu merupakan keluhan yang diberikan oleh pasien dan
nyeri dapat terjadi di epigastrium, abdomen bawah atau terlokalisir pada
daerah torasika posterior dan lumbalis. Nyeri bisa ringan atau parah atau
biasanya menetap
c. Riwayat Kesehatan
1. Riwayat penyakit sekarang
Riwayat kesehatan juga mencakup pengkajian yang tetap tentang
nyeri, lokasi, durasi, faktor-faktor pencetus dan hubungan nyeri dengan
makanan, postur, minum alkohol, anoreksia, dan intoleransi makanan
2. Riwayat penyakit dahulu
Ulkus peptikum, gagal ginjal, vaskular disorder, hypoparathyroidism
dan hyperlipidemia
3. Riwayat penyakit keluarga
Kaji riwayat keluarga yang mengkonsumsi alkohol, mengidap
pankreatitis dan penyakit biliaris.
d. Pola fungsional
1. Sirkulasi
Hiperermi, hipotensi, takikardi, dan edema
2. Integritas ego
Gelisah
3. Eliminasi
Diare dan muntah
4. Makanan/cairan
Anoreksia, tidak toleran terhadap makanan, mual, dan muntah
5. Nyeri/kenyamanan
Nyeri abdomen dalam berat yang tak berhubungan, biasanya terlokasi
pada epigastrium dan periumbilikal tetapi dapat menyebar ke
punggung. Timbulnya dapat tiba-tiba dan sering berhubungan dengan
minuman keras atau makan terlalu banyak
6. Pernafasan
Takipneu dan dispneu
7. Keamanan
Demam

e. Pemeriksaan fisik
1. Inspeksi
Ubun-ubun cekung, perut cekung,
2. Head To Toe
a. Kepala : Bentuk ubun ubun cekung, kaji kulit kepala
b. Rambut : Warna rambut hitam, tidak ada bau pada rambut, keadaan
rambut tertata rapi.
c. Mata (Penglihatan) : Posisi simetris, bentuk cowong , pupil isokor,
tidak terdapat massa dan nyeri tekan, tidak ada penurunan
penglihatan.
d. Telinga (Pendengaran)
Daun telinga : tidak terdapat lesi
Lubang telinga : tidak terdapat
e. Mulut dan gigi : Mukosa bibir kering, pecah-pecah, warna gusi
merah muda, tidak terdapat perdarahan gusi, dan gigi bersih.
f. Leher : Posisi trakea simetris, tidak terdapat pembesaran kelenjar
tiroid, tidak ada pembesaran vena jugularis.
g. Thorak
Bentuk : simetris
Pernafasan : takipnea
Tidak terdapat otot bantu pernafasan
h. Abdomen
1. Inspeksi
Bentuk : normal simetris
Benjolan : tidak terdapat benjolan
2. Auskultasi : Bising usus meningkat, peristaltik usus meningkat
3. Palpasi
Terdapat nyeri tekan
Tidak terdapat massa / benjolan
Terdapat tanda tanda asites
Tidak terdapat pembesaran hepar
4. Perkusi : Suara abdomen hypertimpani.
Ekstremitas : Tidak terdapat luka dan spasme otot.
Integumen : Turgor kulit kurang (1 2 detik).
4.2 Diagnosa Keperawatan
1.
2.
3.
4.
5.

Nyeri akut b.d inflamasi


Pola nafas tidak efektif b.d inflamasi dan edema
Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d penurunan asupan nutrisi
Hipertermi b.d proses inflamasi
Defisit volume cairan b.d dehidrasi

4.3 Intervensi Keperawatan


N
o
1.

Dx
Dx 1

Tujuan dan Kriteria Hasil


Tujuan:

Intervensi
1. Observasi reaksi nonverbal dari

Setelah dilakukan perawatan


selama

3x24

ketidaknyamanan
2. Kaji nyeri pasien
nyeri
3. Gunakan teknik

jam

pasien berkurang

terapeutik

untuk

komunikasi
mengetahui

Kriteria hasil:

2.

pengalaman nyeri pasien


a. Mampu mengontrol nyeri 4. Ajarkan teknik menejemen nyeri
b. Nyeri berkurang
5. Kolaborasi
pemberian
obat
c. Menyatakan rasa nyaman
dengan tenaga medis
setelah nyeri berkurang
Dx 2 Tujuan:
1. Posisikan
pasien
untuk
Setelah dilakukan perawatan
selama 3x24 jam pola nafas

adanya suara tambahan


3. Observasi adanya tanda-tanda

dapat kembali efektif


Kriteria hasil:
a. Frekuensi

nafas

memaksimalkan ventilasi
2. Auskultasi suara nafas, catat

hipoventilasi
dalam 4. Monitor frekuensi dan irama

batas noras (16-20)


b. Tidak ada suara nafas 5.
6.
abnormal
c. Pasien dapat bernafas
3.

Dx 3

normal
Tujuan:
Setelah dilakukan perawatan
selama 3x24 jam intake
nutrisi adekuat
Kriteria hasil:
a. Mampu mengidentifikasi
kebutuhan nutrisi
b. Tidak ada tanda-tanda

pernafasan
Monitor suara paru
Monitor
pola

pernafasan

abnormal

1. Kaji adanya alergi makanan


2. Anjurkan
pasien
untuk
meningkatkan intake nutrisi
3. Monitor mual dan muntah
4. Monitor jumlah nutrisi dan kalori
5. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk
menentukan jumlah kalori dan
nutrisi yang dibutuhkan pasien

malnutrisi
c. Tidak terjadi penurunan
4.

Dx 4

berat badan yang berarti


Tujuan:

1. Monitor

suhu

sesering

Setelah dilakukan perawatan

mungkin(2 jam sekali)


2. Monitor suhu dan warna kulit
selama 2x24 jam hipertermi
3. Monitor tekanan darah, nadi dan
dapat teratasi
RR
Kriteria hasil:
4. Monitor intake dan output
5. Berikan antipiretik
a. Suhu tubuh dalam rentang
normal (36,5-37,5 )
b. Nadi (60-100 x/m) dan
RR (16-20) dalam batas
normal
c. Tidak ada

perubahan

warna kulit dan tidak ada


5.

Dx 5

pusing
Tujuan:

1. Pertahankan intake dan output

Setelah perawatan selama


3x24

jam

2.
cairan
3.
4.
5.

intake

adekuat
Kriteria hasil:
a. Tidak

ada

cairan
Monitor status hidrasi
Monitor status nutrisi
Monitor TTV
Kolaborasi pemberian cairan IV

tanda-tanda

dehidrasi
b. Mempertahankan

output

urin
c. TTV (TD=120/90 mmHg,
N=60-100x/m,

T=36,5-

37,5 )
4.4 Implementasi dan Evaluasi Keperawatan
No
.
1.

Dx

Evaluasi

Implementasi

Dx 1 1. Melakukan
reaksi

observasi S : Pasien mengatakan Nyeri saya

nonverbal

dari

sudah berkurang

ketidaknyamanan
O : Skala nyeri turun dari 7
2. Mengkaji nyeri pasien
menjadi 3 dan pasien mampu
3. Melakukan
teknik
mengontrol nyeri
komunikasi
terapeutik
A : Masalah teratasi
untuk
mengetahui
P : Terminasi tindakan

pengalaman nyeri pasien


4. Mengajarkan
teknik
menejemen nyeri
5. Melakukan
kolaborasi
pemberian obat dengan
2.

tenaga medis
Dx 2 1. Memposisikan
untuk

pasien S : Pasien menyatakan Saya

memaksimalkan

ventilasi
2. Mendengarkan

observasi

adanya

lebih

lega

saat

bernafas
suara O : RR = 20 x/m, tidak ada suara

nafas, catat adanya suara


tambahan
3. Melakukan

merasa

nafas tambahan
A : Masalah teratasi
P : Terminasi tindakan

tanda-tanda

hipoventilasi
4. Memonitor frekuensi dan
irama pernafasan
5. Memonitor suara paru
6. Memonitor
pola
3.

pernafasan abnormal
Dx 3 1. Mengkaji adanya alergi S : Pasien mengatakan Saya
makanan
2. Menganjurkan
untuk

sudah tidak mual dan muntah


pasien

meningkatkan

intake nutrisi
3. Memonitor mual

dan

saat makan
O : Tidak ada tanda-tanda
malnutrisi

A : Masalah teratasi
muntah
P : Terminasi tindakan
4. Memonitor jumlah nutrisi
dan kalori
5. Melakukan

kolaborasi

dengan ahli gizi untuk


menentukan jumlah kalori
dan
4.

nutrisi

yang

dibutuhkan pasien
Dx 4 1. Memonitor suhu sesering S : Pasien mengatakan Saya
mungkin(2 jam sekali)
2. Memonitor suhu dan

sudah tidak panas lagi saat


malam hari

warna kulit
3. Memonitor

O : T = 37,5 , N = 80x/m,
tekanan

darah, nadi dan RR


4. Memonitor intake

5.

RR= 20x/m
A : Masalah teratasi
dan P : Terminasi tindakan

output
5. Memberikan antipiretik
Dx 5 1. Mempertahankan intake S : Pasien mengatakan Saya
2.
3.
4.
5.

dan output cairan


sudah tidak merasa kehausan
Memonitor status hidrasi
lagi
Memonitor status nutrisi
Memonitor TTV
O : TD=120/90 mmHg, N=80x/m,
Melakukan
kolaborasi
T=37,5 ,
Tidak
ada
pemberian cairan IV
tanda-tanda dehidrasi
A : Masalah teratasi
P : Terminasi tindakan

DAFTAR PUSTAKA
Doenges, Marilynn E.1999.Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman untuk
Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta:EGC
Nurarif,Amin Huda & Kusuma, Hardhi.2015.Aplikasi Asuhan Keperawatan
Berdasarkan Diagnosa Medis &NANDA NIC NOC. Jogjakarta:Media
Action
Smeltzer, Suzanne C.2001.Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &
Suddarth.Jakarta:EGC