Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA

BERANGKAI DAN PINDAH SILANG

Disusun Oleh:
Fajar Faozathul Khikmah

14304241003

Andi Prasetyo

14304241033

Nia Widiastuti

14304241047

Ulfa Yulia Rochmah

14304241050

Putri Elfa Nur Izza

14304244008

Kelas Pendidikan Biologi Internasional 2014

PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2016
A. Judul

Praktikum kali ini berjudul Berangkai dan Pindah Silang.


B. Tujuan
Tujuan kegiatan praktikum Berangkai dan Pindah Silang adalah untuk mengetahui terjadinya
pindah silang secara imitasi.
C. Dasar Teori
Di dalam sebuah kromosom tertentu dapat dijumpai lebih dari sebuah gen. Gen-gen yang
terdapat pada kromosom yang sama disebut gen-gen berangkai (linked genes), sedangkan fenomenanya
disebut berangkai (linkage) (Susanto, 2011: 76). Kemungkinan gen-gen terangkai adalah 1) gen-gen
dominan terangkai pada satu kromosom, sedangkan alel resesif terangkai pada kromosom homolognya
(terangkai dalam keadaan coupling phase atau mempunyai susunan sis) 2) gen dominan terangkai
dengan gen resesif yang bukan alelnya pada suatu kromosom, sedangkan alel resesif dari gen pertama
dan alel dominan dari gen kedua terangkai pada kromosom homolognya (terangkai dalam keadaan
rephusion phase atau mempunyai susunan trans) (Henuhili dan Suratsih, 2003: 63-64).
Gen-gen yang terpaut atau terangkai dibedakan atas berangkai sempurna dan berangkai tidak
sempurna. Gen-gen yang terangkai sempurna letaknya sangat berdekatan satu sama lain, sehingga
selama meiosis pada saat pembentukan gamet, gen-gen tidak mengalami perubahan. Sedangkan gengen yang terrangkai tidak sempurna, gen-gen letaknya berjauhan dalam satu kromosom sehingga gengen itu dapat mengalami perubahan letak, yang disebabkan terjadinya penukaran segmen dari
kromatid-kromatid pada sepasang kromosom homolognya. Peristiwa tersebut dinamakan pindah silang
atau crossing over (Suryo, 1994: 157-160).

Gambar 1. Posisi gen terangkai pada kromosom


Dalam pindah silang, yang terjadi ketika kromosom-kromosom homolog terreplikasi
berpasangan saat profase meiosis I, sekumpulan protein mengontrol pertukaran segmen-segmen
bersesuaian dari satu kromatid maternal dan satu kromatid paternal. Akibatnya, bagian-bagian ujung
2

dua kromatid nonsaudara bertukar tempat setiap kali pindah silang terjadi. Pindah silang terjadi pada
akhir profase I atau awal metafase I yang terjadi pada saat kromosom telah mengganda menjadi dua
kromatid. Pindah silang umumnya terjadi pada kromatid-kromatid tengah yaitu kromatid nomor 2 dan
3 dari tetrad kromatid, tetapi tidak menutup kemungkinan adanya pindah silang pada kromatidkromatid yang lain (Campbell, 2008: 318).
Pada waktu kromosom hendak memisah (yaitu pada anafase I ), kromatid-kromatid yang
bersilang itu melekat dan putus pada bagian kiasma, kemudian tiap potongan itu melekat pada kromatid
sebelahnya secara timbal balik. Berhubung dengan itu gen-gen yang terletak di bagian yang pindah itu
akan berpindah pula tempatnya ke kromatid sebelah (Suryo, 1986: 306).
Terjadinya pindah silang dipengaruhi oleh faktor-faktor, antara lain: temperature, umur, zat
kimia, penyinaran dengan sinar X, jarak antara gen-gen terangkai, dan jenis kelamin (Henuhili dan
Suratsih, 2003:72). Menurut Suryo (1986: 306-308), pindah silang dibedakan menjadi pindah silang
tunggal dan pindah silang ganda.
a. Pindah Silang Tunggal, merupakan pindah silang yang terjadi pada satu tempat. Dengan terjadinya
pindah silang ini akan terbentuk 4 macam gamet. Dua macam gamet memiliki gen-gen yang sama
dengan gen-gen yang dimiliki induk atau parental, sehingga dinamakan gamet tipe parental. Dua
gamet lainnya merupakan gamet-gamet baru yang terjadi akibat adanya pindah silang. Gamet tipe
parental dibentuk lebih banyak daripada gamet tipe rekombinansi (Suryo, 1986: 307).
b. Pindah Silang Ganda, merupakan pindah silang yang terjadi pada dua tempat. Jika pindah silang
ganda (double crossing over) berlangsung di antara dua buah gen yang terangkai, maka terjadinya
pindah silang ganda ini tidak akan tampak pada fenotip, sebab gamet-gamet yang dibentuk hanya
dari tipe parental saja atau dari tipe rekombinansi atau tipe parental dan tipe rekombinansi akibat
pindah silang tunggal. Akan tetapi, jika di antara gen A dan gen B masih ada gen ketiga, misalnya
gen C, maka terjadinya pindah silang ganda antara gen A dan gen B akan nampak (Suryo, 1986:
307).

Gambar 2. Proses pindah silang ganda (kiri) dan tunggal (kanan)


Akibat terjadinya pindah silang, maka keturunan dibedakan atas individu-individu tipe parental
(berasal dari gamet yang diharapkan) dan tipe rekombinan (berasal dari gamet yang mengandung
kombinasi baru) (Pai, 1992: 49).
Angka yang menunjukkan besarnya prosentase kombinasi baru yang dihasilkan akibat
terjadinya pindah silang disebut sebagai nilai pindah silang (%). Nilai pindah silang merupakan jarak
antargen. Nilai tersebut sama dengan nilai rekombinansi gen berpautan. Pindah silang akan terjadi jika
50% < KP < 100%. NPS (nilai pindah silang) dapat dicari menggunakan rumus : NPS =
jumlah tipe rekombinan
x 100
jumlah seluruhindividu

(Suryo, 1986: 309).

Membuat 2 pasang bentuk benang (strand) dari lilin lunak, masing-masing pasangan terdiri dari 2 be
D. Alat dan Bahan
1.
2.
3.
4.

Lilin lunak (malam) beraneka warna


Kertas label
Alat tulis
Kamera
E.
F. Cara Kerja
G.
H.
I.
J.
4

Membuat konfigurasi terjadinya pindah silang sesuai dengan ketentuan berikut. PS t

K.
L.
M.
N.
O.
P.
Q.
R.
S.
F. Data Hasil Praktikum
T.
No
X.
1

AP.
2

U.

Macam

V.

Pindah Silang
Y.

PS

tunggal 2-3
Z.
AA.
AB.
AC.
AD.
AE.
AF.

AQ.

PS

ganda (2-3) (2-

Gambar kromosom dalam


Gamet

W.

Persentase

Gamet Tipe Pindah

AG.

AL.

Silang
Gamet

tipe

pindah silang = 50%


AM. Gamet
tipe
Parental = 50 %
AN. Gamet
AH.
AI.

AJ.
AK.

Rekombinasi = 50%
AO.

AX.

AR.
AS.

tipe

Gamet

tipe

pindah silang = 50%


AY. Gamet
tipe

3)

Parental = 50 %
AZ. Gamet
AT.

tipe

Rekombinasi = 50%
BA.

AU.

AV.

AW.

BB.
3

BC.

PS

ganda (1-3) (2-

BD.
BE.

BJ.

Gamet

tipe

pindah silang = 100%


BK. Gamet
tipe

4)

Parental = 0 %
BL. Gamet
BF.

BH.

BG.

BI.

tipe

Rekombinasi = 100%
BM.

BN.
4

BO.

PS

ganda (2-3) (2-

BP.
BQ.

BW.

Gamet

tipe

pindah silang = 75%


BX. Gamet
tipe

4)

Parental = 25 %
BY. Gamet
BR.
BS.

BT.

tipe

Rekombinasi = 75%
BZ.

BU.

CA.
5

CB.

PS

ganda (2-3) (1-

BV.
CC.
CD.

CJ.

Gamet

tipe

pindah silang = 100%


CK. Gamet
tipe

4)

Parental = 0 %
CL. Gamet
CE.
CF.

tipe

Rekombinasi = 100%
CM.

CG.
CH.

CN.
6

CO.

PS

ganda (1-3) (2-

CI.
CP.
CQ.

CW.

Gamet

tipe

pindah silang = 100%


CX. Gamet
tipe

4) (2-3)

Parental = 50 %
CY. Gamet
7

tipe

CR.

CT.

Rekombinasi = 50%
CZ.

CS.

CU.

CV.
DA.
G. Pembahasan
DB. Praktikum ini berjudul Berangkai dan Pindah Silang yang bertujuan untuk mengetahui
terjadinya pindah silang secara imitasi. Praktikum ini dilaksanakan pada 31 Maret 2016 bertempat di
Laboratorium Genetika.
DC. Alat dan bahan yang digunakan dalam prkatikum ini adalah lilin malam beraneka warna.
Langkahlangkah yang dilakukan pada praktikum kali ini adalah membuat 2 pasang bentuk benang
(strand) dari lilin lunak, masing-masing pasangan terdiri dari 2 benang lilin dengan warna sama
(orange) yang berbeda dengan warna pasangan lainnya, yaitu hijau (dari 2 pasang benang berarti
sudah ada 4 kromatid), menentukan lokasi sentromer pada kromatid tersebut, dengan menggunakan
lilin malam yang warnanya sama (sentomer belum membelah). Kemudian membuat konfigurasi
terjadinya pindah silang: PS tunggal 2-3 PS ganda (2-3, 2-3) PS ganda (1-3, 2-4) PS ganda (2-3, 2-4)
PS ganda (2-3, 1-4) PS ganda (1-3, 2-4, 2-3). Plastisin berwarna orange keduanya di beri label huruf
besar ABC , sedangkan yang berwarna hijau diberi huruf kecil abc. Berikut pembahasan tipe
pindah silang di atas.
1. Pindah silang tunggal (2-3)
DD.

Pindah silang ini dilakukan dengan menyilangkan secara tunggal kromosom

nomor 2 dan 3. Nomor kromosom diurutkan dari atas ke bawah (nomor 1, 2, 3,4) seperti gambar
berikut.
A

C
8

DE.
DF.

Dengan dipindah silang antara kromosom 2 dan 3, kromosom-kromosom itu

akan menjadi seperti pada gambar berikut.

DG.
DH.

Kemudian setelah adanya pemisahan, maka akan terbentuk sentromer baru di

setiap kromosomnya seperti pada gambar berikut.

DI.
DJ.

Dari gambar di atas maka gamet yang terbentuk sesuai dengan nomor kromatid

sebagai berikut. Kromatid 1 : ABC, kromatid 2: Abc, kromatid 3 : aBC, kromatid 4: abc.
DK.
Pindah silang (crossing over) adalah peristiwa penukaran segmen dari kromatidkromatid bukan saudara dari sepasang kromosom homolog. Pada percobaan pertama, kromatid 1
dan 2 merupakan sister kromatid serta kromatid 3 dan 4 juga merupakan sister kromatid. Pindah
silang tunggal terjadi pada kromatid nomor 2 dan 3 yang mana keduanya bukanlah sepasang
kromatid (sister kromatid). Hasil dari pindah silang tunggal ini menghasilkan 4 macam gamet.
Dua macam gamet memiliki gen-gen yang sama dengan gen-gen yang dimiliki induk atau
parental (yaitu ABC dan abc), sehingga dinamakan gamet tipe parental. Dua gamet lainnya
merupakan gamet-gamet baru yang terjadi akibat adanya pindah silang atau disebut tipe
rekombinan (yaitu aBC dan Abc). Berdasarkan pindah silang tunggal (2-3) diketahui persentase
dari hasil gamet yang didapat yang sama dengan ciri gamet parental sebesar 50 % dan gamet
rekombinasi sebesar 50%.
DL.
2. Pindah Silang Ganda (2-3, 2-3)
DM.

Pada uji kedua yaitu dilakukan pindah silang ganda (2-3)(2-3) yang artinya

pindah silang antara kromosom 2 dan 3, kemudian dipindahsilangkan lagi antara kromosom 2
dan 3.
A

DN.
DO.

Kemudian disilangkan lagi antara kromosom 2 dan 3 menjadi sebagai berikut.

DP.
DQ.

Hasilnya terbentuk seperti gambar di bawah ini.

DR.
DS. Pindah silang ganda merupakan pindah silang yang terjadi pada lebih dari satu tempat.
Jika pindah silang ganda (double crossing over) berlangsung di antara dua buah gen yang
terangkai, maka terjadinya pindah silang ganda ini tidak akan tampak pada fenotip, sebab gametgamet yang dibentuk hanya dari tipe parental saja atau dari tipe rekombinansi atau tipe parental
dan tipe rekombinansi akibat pindah silang tunggal. Akan tetapi, jika di antara gen A dan gen B
masih ada gen ketiga, misalnya gen C, maka terjadinya pindah silang ganda antara gen A dan gen
B akan tampak.
DT. Pindah silang ganda yang terjadi pada kromosom (2-3)(2-3) membentuk hasil
kromosom dengan 4 macam gamet yaitu kromatid 1: ABC, kromatid 2: AbC, kromatid 3

: aBc,

dan kromatid 4 : abc. Denan demikian, hasil yang diperoleh 50% merupakan tipe gamet parental
dan 50% tipe gamet rekombinan.
3. PS ganda (1-3, 2-4)
DU. Pada uji ketiga dipindah silang ganda pada kromosom (1-3)(2-4). Pindah silang pertama
dilakukan pada kromosom 1 dan 3, dan yang kedua pada kromosom 2 dan 4. Menghasilkan
kromosom seperti gambar berikut.

DV.
10

DW.

DY.

DX.

DZ.
EA. Pindah silang umumnya terjadi pada kromatid-kromatid tengah yaitu kromatid nomor 2
dan 3 dari tetrad kromatid. Tetapi tidak menutup kemungkinan adanya pindah silang pada
kromatid-kromatid yang lain (Campbell, 2008: 318). Dari hasil yang diperoleh, semua gamet
yang terbentuk yaitu 4 gamet memiliki tipe rekombinan yaitu kromatid 1: Abc, kromatid 2: Abc,
kromatid 3: aBC, dan kromatid 4: aBC. Hal ini berarti hasil pindah silang ganda (1-3)(2-4)
memiliki gamet dengan tipe parental 0% dan tipe rekombinan 100%.
EB.
4. Pindah Silang Ganda (2-3, 2-4)
EC.

Kegiatan keempat dilakukan pindah silang ganda pada kromosom (2-3)(2-4)

yang mana dipindah silang pertama pada kromosom 2 dan 3 kemudian dipindah silang lagi pada
kromosom 2 dan 4. Sehingga menghasilkan 4 gamet seperti gambar di bawah ini.

ED.
EE.

EG.

EF.

EH.
EI.

Gamet yang terbentuk antara lain kromatid 1: ABC, kromatid 2: ABc, kromatid

3: aBC, kromatid 4: abC. Dari 4 macam gamet yang terbentuk, 3 gamet memiliki tipe
rekombinan dan 1 gamet memiliki tipe parental. Pada kromatid 1 masih memiliki gamet dengan
tipe parental, hal ini dikarenakan kromatid 1 tidak mengalami pindah silang. Sedangkan pada
kromatid lainnya yaitu kromatid 2, 3 dan 4 yang mengalami pidah silang, hasilnya memiliki
11

gamet dengan tipe rekombinan. Sehingga dapat diketahui hasil dari pindah silang ganda pada
kromosom (2-3)(2-4) memiliki 25% gamet dengan tipe parental dan 75% gamet dengan tipe
rekombinan.
5. Pindah Silang Ganda (2-3, 1-4)
EJ.
Pada kegiatan kelima dilakukan pindah silang pada kromosom (2-3)(1-4). Kali
ini dilakukan uji silang yang melibatkan seluruh kromatid, yaitu pada pindah silang pertama
antara kromatid 2 dengan 3, selanjutnya pindah silang terjadi pada kromatid 1 dengan 4. Berikut
gambar proses pindah silang ganda (2-3)(1-4).

EK.

EL.

EM.

Pada pindah silang di atas, dihasilkan gamet pada kromatid 1: ABc, kromatid 2:

Abc, kromatid 3: aBC, dan kromatid 4: abC. Dengan demikian, hasil pindah silang ganda (2-3)(14), membentuk 4 gamet baru dengan tipe rekombinan, sehingga diketahui bahwa hasilnya
memiliki persentase tipe rekombinan 100% sedangkan tipe parentalnya 0%. Semakin banyak
kromosom yang dipindah silangkan maka semakin tinggi pula persentase gamet tipe
rekombinannya.
6. Pindah Silang Ganda (1-3, 2-4, 2-3).
EN.
Kegiatan pindah silang keenam, dilakukan pindah silang ganda pada kromosom
(1-3)(2-4)(2-3). Pindah silang ini terjadi pada tiga tempat. Pindah silang pertama dilakukan pada
kromosom 1 dan 3, kemudian pada kromosom 2 dan 4 dan yang terakhir pindah silang pada
kromosom 2 dan 3. Berikut gambar pindah silang ganda (1-3, 2-4, 2-3).
EO.
EP.

ER.

EQ.

12

ET.

ES.
Gamet yang dihasilkan pada pindah silang tersebut adalah gamet pada kromatid 1: abc,

kromatid 2: Abc, kromatid 3: ABC, dan kromatid 4: aBC. Gamet ini terdiri atas gamet dengan
tipe rekombinan 50% dan tipe parentalnya 50%, dengan semua gamet merupakan hasil dari
pindah silang (100% gamet tipe pindah silang).
EU. Berdasarkan hasil praktikum keeanam pindah silang di atas, dapat diketahui bahwa
pindah silang terjadi secara tunggal pada satu tempat atau ganda pada lebih dari satu tempat. Pindah
silang mengakibatkan terbentuknya gamet tipe pindah silang, yang dapat teridiri atas tipe parental
dan tipe rekombinan. Pindah silang ini terjadi pada pemisahan gamet secara bebas pada saat
meiosis.
EV.
H. Kesimpulan
EW.
Berdasarkan kegiatan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai
berikut.
1. Berangakai merupakan peristiwa dimana beberapa gen yang berbeda alelnya terdapat bersama
pada sebuah kromosom. Ada dua macam berangkai, yaitu sempurna dan tidak sempurna. Pada
berangkai tidak sempurna menyebabkan pindah silang, yaitu gen-gen yang letaknya berjauhan
dalam satu kromosom mengalami perubahan letak, karena terjadi penukaran segmen dari
kromatid-kromatid pada sepasang kromosom homolognya.
2. Pindah silang mengakibatkan terbentuknya gamet tipe parental dan tipe rekombinan. Pindah
silang ada dua macam, tunggal dan ganda. Pindah silang tunggal terjadi pada satu tempat,
misalnya pindah silang tunggal (2-3), menghasilkan gamet tipe pindah silang sebesar 50%.
Pindah silang ganda terjadi pada lebih dari satu tempat. Pindah silang ganda (2-3, 2-3)
menghasilkan gamet tipe pindah silang sebesar 50%, pindah silang ganda (1-3, 2-2)
menghasilkan gamet tipe pindah silang sebesar 100%, pindah silang ganda (2-3, 2-4)
menghasilkan gamet tipe pindah silang 75%, pindah silang ganda (2-3, 1-3) menghasilkan gamet
tipe pindah silang sebesar 100%, pindah silang ganda (1-3, 2-4, 2-3) menghasilkan gamet tipe
pindah silang sebesar 100%.
EX.
I. Diskusi
1. Apa yang disebut dengan pindah silang?
EY. Jawab: Peristiwa dimana gen-gen yang terangkai pada sebuah kromosom dengan jarak
yang berjauhan satu dengan lainnya, mengalami perubahan letak yang disebabkan karena
penukaran segmen dari kromatid-kromatid pada sepasang kromosom homolog.
13

2. Kapan peristiwa pindah silang itu terjadi? Mengapa bisa terjadi pindah silang?
EZ. Jawab: Pindah silang terjadi saat meiosis, pada tahap profase I, pascaduplikasi
kromosom. Pada profase I meiosis kedua kromosom homolog akan mengalami duplikasi
menjadi empat buah kormatid. Selanjutnya keempat kromatid ini akan membentuk sinapsis
yang dinamakan tetrad. Pada saat terbentuknya konfigurasi tetrad inilah pindah silang terjadi.
Pindah silang dapat terjadi karena gen-gen yang terangkai pada sebuah kromosom dengan
jarak yang berjauhan satu dengan lainnya, mengalami perubahan letak yang disebabkan karena
penukaran segmen dari kromatid-kromatid pada sepasang kromosom homolog.
3. Apakah pindah silang selalu menghasilkan tipe rekombinasi?
FA. Jawab: Tidak. Pindah silang dapat menghasilkan tipe parental dan rekombinasi.
4. Kapan pindah silang itu akan menghasilkan gamet yang semuanya tipe parental dan
kapan semuanya tipe rekombinan?
Jawab: Pindah silang itu akan menghasilkan gamet yang semuanya tipe parental

FB.

ketika semua kromatid dalam satu sister kromatid mengalami pindah silang, sedangkan pindah
silang akan menghasilkan gamet yang semuanya tipe rekombinan ketika tidak ada kromatid
yang dalam satu sister kromatid yang meangalami pindah silang.
FC.
FD.
J. Daftar Pustaka
FE.
FF.

Campbell, Neil A. dkk. 2008.Biologi Edisi Kedelapan Jilid I. (Alih bahasa: Damaring
Tyas Wulandari). Jakarta: Penerbit Erlangga.
Henuhili, Victoria dan Suratsih. 2003. Genetika Common Book Edisi Revisi. FMIPA UNY.

FG.

Pai, Anna C. 1992. Dasar-dasar Genetika edisi kedua. Jakarta: Penerbit Erlangga.

FH.

Suryo. 1986. Genetika Manusia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

FI.

_____. 1994. Genetika. Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat


Jenderalh Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga Guru.

FJ.

Susanto, Agus Herry. 2011. Genetika. Yogyakarta: Graha Ilmu.

FK.
FL.
K. Lampiran
FM.

Macam Pindah Silang

FN.

Hasil Pindah Silang

14

FO.

FQ.

FP.
FR.

PS Tunggal (2-3)

FS.
FU.

PS Ganda (2-3 , 2-3)

FV.

PS Ganda (1-3 , 2-4)

FT.

FW.

15

FX.

FZ.

FY.
GA.

PS Ganda (2-3, 2-4)

GB.

PS Ganda (2-3 , 1-4)

GC.

GD.

GE.

GF.

PS Ganda (1-3, 2-4, 2-3)

GG.

16