Anda di halaman 1dari 68

ALGORITMA

DIAGNOSIS PENYAKIT DAN


RESPONS
SERTA FORMAT PENYELIDIKAN
EPIDEMIOLOGI

JAKARTA 2008

Daftar Isi

Kata Pengantar
Sambutan Dirjen PP & PL
Gambaran Umum Sistem Kewaspadaan Dini dan
Respons ..........................................................
1
Format Mingguan
(W2) ................................................................................................................ 4
Format Penyelidikan Epidemiologi
Umum ...................................................................................
6
Algoritma dan Format PE:
1. Diare
Akut .............................................................................................................
..........
9
2. Campak .......................................................................................................
.....................
12
3. Sindrom Akut
Neurologi ..................................................................................................
15
4. Sindrom Infeksi Saluran
Pernapasan ...............................................................................
23
5. Demam .......................................................................................................
.....................
33
6. Sindrom Jaundis
Akut ...................................................................................................... 40
7. Antraks ........................................................................................................
....................
41
8. Gigitan Hewan Penular
Rabies ........................................................................................
45
9. Kluster Penyakit Yang Tidak Diketahui
Penyebabnya .....................................................
47

Kata Pengantar
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dengan rahmat
dan petunjuk-Nya sehingga buku ALGORITMA DIAGNOSIS PENYAKIT DAN
RESPONSSERTA FORMAT PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI ini selesai disusun
melalui proses yang cukup panjang.
Buku tentang EWARS (Early Warning Alert and Respons System) terdiri dari tiga
seri buku yaitu:
1. Buku Pedoman Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons
2. Buku Algoritma Diagnosis Penyakit dan Respons serta Format
Penyelidikan Epidemiologi
3. Buku Panduan Pengguna Piranti Lunak (Software) Peringatan Dini
Penyakit Menular
Buku ini ditujukan bagi petugas surveilans di tingkat Propinsi dan Kabupaten
sebagai pedoman dalam menjalankan piranti lunak peringatan dini surveilans
penyakit menular. Buku ini disusun secara sederhana dengan tambahan
beberapa gambar visual seperti yang ditampilkan pada layar monitor agar
mudah dimengerti dan dapat dipraktekan bagi pengguna.
Akhirnya disampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan aktif dalam penyusunan pedoman ini semoga pedoman ini dapat
digunakan oleh seluruh propinsi dan kabupaten di Indonesia sehingga Sistem
Kewaspadaan Dini dan Respon dapat berjalan lebih optimal.

Jakarta, Februari 2009


Direktur SEPIM-KESMA

Dr. H. Andi Muhadir, MPH

Sambutan Direktur Jenderal PP & PL


Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dengan rahmat
dan petunjuk-Nya sehingga buku ALGORITMA DIAGNOSIS PENYAKIT DAN
RESPONSSERTA FORMAT PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGIini dapat terwujud.
Kita ketahui bersama bahwa Indonesia merupakan salah satu anggota dari
organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang selalu mendukung kebijakan
dari organisasi tersebut apabila tidak bertentangan dengan kebijakan nasional
maupun internasionalnya. Indonesia yang telah meratifikaskasi IHR
(International Health Regulation) tahun 2005 mau tidak mau harus mengikuti
dan menjalankan aturan tersebut. WHO telah menyatakan bahwa IHR 2005
mulai diimplementasikan pada 15 Juni 2007 tetapi kepada seluruh negara
masih diberikan waktu selama 5 tahun hal ini sesuai dengan IHR, Bab II, Pasal
5, ayat 1 dinyatakan bahwa Suatu Negara harus mengembangkan,
memperkuat, dan memelihara kemampuan untuk mendeteksi, menilai, dan
melaporkan kejadian sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran 1 IHR
(Kapasitas Inti Bidang Surveilans Dan Respons Yang Harus Dipenuhi), sedini
mungkin dan paling lambat lima tahun sejak diberlakukannya IHR.
Disamping itu Indonesia juga merupakan negara yang selalu komit terhadap
komitmen global seperti eradikasi polio, eliminasi TN, reduksi maupun eliminasi
campak, eliminasi malaria, pengendalian HIV/AIDS maupun TB Paru. Untuk
eradikasi polio, Indonesia mengalami KLB Polio tahun 2005 dengan jumlah
sebanyak 349 kasus (termasuk 46 kasus VDVP tipe 1) dan dapat ditangani
dengan baik untuk memutus mata rantai penularan melalui PIN sehingga
sampai saat ini tidak ditemukan kembali virus polio. Untuk menjaring kasus
polio maka surveilans AFP yang optimal juga sangat berperan penting.
Dalam era globalisasi ini mobilisasi manusia maupun barang sudah sangat
tinggi dan sangat cepat. Tetapi kondisi ini juga dapat dilihat sebagai sebuah
ancaman misalnya transmisi penyakit menular dari suatu negara ke negara
lain. Salah satu contoh adalah KLB Polio di Indonesia tahun 2005 terjadi karena
ada import virus polio dari negara lain. Selain itu saat ini dunia telah
mengalami perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global yang
semakin cepat. Kondisi ini juga akan mempengaruhi pola dan jenis penyakit
potensial wabah secara langsung maupun tidak langsung misalnya seperti
malaria, dbd, maupun penyakit new emerging seperti flu burung.
Indonesia yang letaknya strategis secara geografis masih memiliki beberapa
penyakit potensial KLB seperti malaria, DBD, diare, kolera, difteri, antrax,
rabies, campak, pertusis, maupun ancaman flu burung pada manusia.
Penyakit-penyakit tersebut apabila tidak dipantau dan dikendalikan maka akan
mengancam kesehatan masyarakat Indonesia dan menyebabkan KLB yang
lebih besar atau bahkan dapat menyebar ke negara tetangga lainnya.

Dengan latar belakang itu semua maka sangat penting pelaksanaan Sistem
Kewaspadaan Dini dan Respons ditingkatkan kembali di seluruh wilayah di
Indonesia.

Kelebihan dari sistem yang dibangun ini, pada perangkat lunaknya adalah
dapat menampilkan sinyal alert adanya peningkatan kasus melebihi nilai
ambang batas di suatu wilayah baik wilayah kerja puskesmas, kabupaten
maupun propinsi. Output yang dihasilkan dapatberupa tabel, grafik, maupun
peta.
Semoga buku ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan
Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons di Indonesia.

Jakarta, Februari 2009


Direktur Jenderal PP & PL

Prof. dr. Tjandra Yoga


Aditama

GAMBARAN UMUM SISTEM KEWASPADAAN DINI DAN


RESPONS

Tujuan
o Menyelenggarakan Deteksi Dini KLB bagi penyakit menular.
o Stimulasi dalam melakukan pengendalian KLB penyakit menular.
o Meminimalkan kesakitan/kematian yang berhubungan dengan KLB.
o Memonitor kecenderungan penyakit menular.
o Menilai dampak program pengendalian penyakit yang spesifik.
Surveilans Penyakit dan Definsi Kasus Baru
Dalam sistem surveilans ini ada 21 penyakit menular dan sindrom yang seharusnya
dilaporkan ke Dinas Kesehatan setiap minggu menggunakan format mingguan (W2,
lihat halaman 4). Semua penyakit yang dilaporkan itu harus kasus baru. Yang
dimaksud Kasus Baru adalah orang yang datang ke fasilitas kesehatan selama
seminggu dan memiliki diagnosis baru. Kunjungan ulang dengan sakit yang sama
tidak dimasukan kedalam laporan.
Dalam sistem surveilans ini terdapat definisi kasus untuk setiap penyakit atau
sindrom (lihat halaman 5). Untuk membantu petugas kesehatan dalam
mendiagnosis kasus, pengambilan spesimen dan pelaporan, algoritma tersedia
dalam pedoman ini. Selain algoritma untuk deteksi kasus, terdapat juga algoritma
untuk respons KLB. Ini menggambarkan langkah-langkah umum dalam tatalaksana
kasus, respons kesehatan masyarakat dan pelaporan hasil investigasi KLB.
Alur Data
Periode: Mingguan (Minggu-Sabtu)
WAKT
U
Sabtu
sore

UNIT & TINGKAT


Yg bertanggungjawab
Pustu, Bidan Desa kirim via
SMS. Format Surveilans
Mingguan ke puskesmas

Senin
pagi

Data agregat Puskesmas dan


kirim data ke tingkat
kabupaten/kota

Selasa
pagi

Petugas Surveilans
Kabupaten melakukan entri
data dan mengirim file
export ke propinsi
Petugas Surveilans
Kabupaten melakukan
analisis data dan
menghasilkan laporan
mingguan

Koordinator

Cara Pengiriman

Petugas
kesehatan yg
bertanggung
jawab terhadap
pengumpulan
data
Petugas
surveilans di
tingkat
puskesmas
Petugas
Surveilans
Kabupaten

Melalui SMS, HT, dll

Melalui SMS, HT, dll

Melalui Email

Petugas
Surveilans
Kabupaten

WAKT
U

UNIT & TINGKAT


Yg bertanggungjawab

Koordinator

Selasa
siang

Petugas surveilans propinsi


melakukan analisis data dan
menghasilkan laporan
mingguan
Petugas surveilans propinsi
mengirimkan file export ke
Subdit Surveilans Depkes RI

Petugas
surveilans
propinsi
Petugas
surveilans
propinsi

Cara Pengiriman

Melalui Email ke
ewars.pusat@yahoo.
com

Format Mingguan (W2)


Kasus baru akan dilaporkan oleh bidan desa maupun puskesmas melalui Format
Mingguan (lihat halaman 4). Format pengumpulan data itu berisi informasi dibawah
ini:
o

Nomor Urut format: nomer ini harus diisi dan dilengkapi oleh unit kesehatan
yang mengirimkan laporan di setiap tingkat. Nomor urut untuk setiap unit
kesehatan yang mengirimkan laporan dimulai dari angka 1 dan dilanjutkan
secara berurutan.

Identitas Unit Kesehatan:

Puskesmas/Pustu/Bidan
Kecamatan
Kabupaten

Jumlah minggu epidemiologi, periode laporan adalah satu pekan dimana


kasus dilaporkan. Unit puskesmas pelapor harus memberikan indikasi
tanggal dimana awal pekan adalah pada hari Minggu dan akhir pekan adalah
pada hari Sabtu.

Pelaporan menggunakan SMS


Setiap unit puskesmas menggunakan SMS untuk melaporkan data mingguan sesuai
format baku pencatatan perlu mengikuti standar yang sama dalam SMS seperti
informasi dibawah ini:
Minggu Epidemiologi ke:
Nama unit pelapor
Jumlah kasus setiap penyakit yang melaporkan kasus pada minggu tersebut:
Jumlah Total Kunjungan Pasien.
CONTOH PELAPORAN MENGGUNAKAN SMS
2,pustu sukoharjo,A10,B15,H3,T4,X110
Artinya
Minggu epidemiologi ke 2, nama unit pelapor adalah pustu sukoharjo, jumlah kasus
diare= 10, jumlah kasus malaria = 15, jumlah kasus tersangka DBD = 3, jumlah kasus
kluster penyakit yg tidak diketahui = 4, Jumlah kunjungan = 110

Prosedur Pelaporan Data di setiap Tingkat Pelaksana

1. Pustu, Bidan Desa:


1)
Setiap Sabtu dokter atau perawat/asisten kesehatan yang
bertugas akan mengisi format mingguan berdasarkan buku register harian.
2)
Sabtu mengirim format mingguan yang telah terisi kepada
petugas surveilans di puskesmas melalui SMS dengan kode standar.
2. Puskesmas
1) Menerima SMS dari unit kesehatan (bidan, pustu, polindes, dll) dan buat
transkrip setiap SMS ke dalam format mingguan. Contoh: Bila ada 4 pustu
atau bidan yang lapor melalui SMS maka puskesmas harus mengisi 4 format
mingguan (1 format untuk masing-masing pustu/bidan)
2) Hubungi unit kesehatan yang tidak mengirimkan format mingguan tepat
waktu
3) Siapkan format mingguan puskesmas yang berisi agregasi data dari
puskesmas tersebut dan semua unit pelapor dibawahnya (seperti bidan/
pustu).
- Tulis nomer urut format,
- Tulis nama Puskesmas/Pustu/Bidan, Kecamatan, dan Kabupaten/Kota
- Tulis Periode pelaporan dari hari Minggu tgl ..... sampai Sabtu tgl ......
- Tulis Minggu Epidemiologi ke .....
- Isi jumlah kasus baru setiap penyakit sesuai dengan kasus yang
ditemukan
- Apabila tidak ada kasus pada penyakit tertentu maka isi dengan
angka nol.
- Isi jumlah kunjungan pada minggu laporan. Contoh: Bila ada 30 kasus
baru penyakit dalam sistem ini dan ada 50 kunjungan penyakit lain
maka isi jumlah kunjungan dengan angka 80.
4) Cek kemungkinan adanya kesalahan/error
5) Puskesmas jangan menunda mengirim laporan mingguannya ke Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota.
6) Simpan format mingguan dari semua unit pelapor (bidan /pustu) dan juga
format mingguan agregat puskesmas menurut bulan dan minggu.
7) Kirim kopi format mingguan (agregat puskesmas) melalui SMS atau fax ke
petugas surveilans kabupaten/kota.
Validasi Data:
Saat melengkapi format: cek bahwa kasus dilaporkan sesuai dengan definsi kasus
dan hanya kasus baru yang dilaporkan.
Sebelum mengirimkan format ke kabupaten/kota cek bahwa semua informasi telah
lengkap.
Saat menerima format pengumpulan data dari unit kesehatan lain (pustu, bidan
desa, klinik swasta/privat, dll)
Cek bahwa periode laporan benar.
Tulis nomor urut format mingguan.
Memastikan bahwa periode laporan adalah benar
Memastikan jumlah kasus yang dilaporkan untuk setiap penyakit
Apakah data penyakit tersebut wajar (contoh: kasus diare biasanya banyak
tetapi hanya dilaporkan dalam jumlah kecil). Apabila ada peningkatan jumlah
kasus dari biasanya pastikan bahwa benar ada peningkatan kasus atau
hanya merupakan kesalahan ketika menulis data (contoh: ada 10 kasus
gigitan hewan penular rabies perminggu tetapi menulis 100 gigitan)

Nomor Urut Format:.........


FORMAT MINGGUAN (W2)
Puskesmas/Pustu/Bidan*
..................................................
Kecamatan
..................................................
Kabupaten/Kota
..................................
Periode pelaporan: dari Minggu tgl //..sampai Sabtu tgl //
.
Minggu Epidemiologi ke-: ..........
KODESM
S
A
B
C
D
E
F
G
H
J
K
L
M
N
P
Q
R
S
T
U
V
W
X

PENYAKIT

JML KASUS BARU

Diare Akut
Malaria Konfirmasi
Tersangka Demam Dengue
Pneumonia
Diare Berdarah
Tersangka Demam Tifoid
Jaundice Akut
Tersangka DBD
Tersangka Flu Burung pada
Manusia
Tersangka Campak
Tersangka Difteri
Tersangka Pertussis
AFP (Lumpuh Layuh
Mendadak)
Kasus Gigitan Hewan
Penular Rabies
Tersangka Antrax
Demam yg tdk diketahui
sebabnya
Tersangka Kolera
Kluster Penyakit yg tdk
diketahui
Tersangka
Meningitis/Encephalitis
Tersangka Tetanus
Neaonatorum
Tersangka Tetanus
TOTAL (Jumlah
kunjungan)**

* Pilih salah satu (puskesmas atau pustu atau bidan)


** adalah jumlah seluruh kunjungan pada minggu ini di unit pelayanan kesehatan

Contoh penulisan SMS: 2,pustu sukoharjo,A10,B15,H3,T4,X110, artinya:


Minggu epidemiologi ke 2, nama unit pelapor adalah pustu sukoharjo, jumlah kasus diare= 10,

jumlah kasus malaria = 15, jumlah kasus tersangka DBD = 3, jumlah kasus kluster penyakit yg
tidak diketahui = 4, Jumlah kunjungan = 110DEFINISI
KOD
E
SMS
A

PENYAKIT
Diare Akut

Malaria Konfirmasi

Tersangka Demam
Dengue
Pneumonia

E
F

Diare Berdarah
Tersangka Demam
Tifoid

Jaundice Akut

Tersangka DBD

J
K

Tersangka Flu
Burung pada
Manusia
Tersangka Campak

Tersangka Difteri

Tersangka Pertussis

N
P

AFP (Lumpuh
Layuh Mendadak)
Kasus Gigitan
Hewan Penular
Rabies

Tersangka Antrax

Demam yg tdk
diketahui sebabnya
Tersangka Kolera
Kluster Penyakit yg
tdk diketahui

S
T
U
V
W

Tersangka
Meningitis/Encepha
litis
Tersangka Tetanus
Neaonatorum
Tersangka Tetanus

KASUS PENYAKIT

DEFINISI
BAB dengan konsistensi lembek atau cair dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam
24 jam
Demam > 37,5C disertai mengigil, berkeringat, sakit kepala dengan RDT (Rapid
Diagnostic Test) positif dan atau pemeriksaan Mikroskopis positif.
Demam yg berlangsung 2-7 hari ditandai dg nyeri sendi, nyeri retroorbital, sakit
kepala, kemerahan pd badan (ruam)
pada usia <5 thn ditandai dgn batuk dan tanda kesulitan bernapas (adanya nafas
cepat, kadang disertai tarikan dinding dada), frekuensi nafas berdasarkan usia
penderita:
<2 bulan: 60/menit
2-12 bulan: 50/menit
1-5 tahun: 40/menit
Dan kadang disertai demam.
Pada usia >5thn ditandai dgn demam >38C, batuk dan kesulitan bernafas, dan
nyeri dada saat bernafas
Diare akut disertai dengan darah ATAU lendir
Penderita dengan demam terus-menerus, bertahap dan memanjang atau menetap
yang disertai nyeri kepala berat, mual-mual, hilang nafsu makan, serta dapat diikuti
dengan obstipasi atau diare, tanpa penunjang.
Penyakit yg timbul secara mendadak (< 14 hari) ditandai dgn kulit dan sclera
berwarna kuning dan urine berwarna gelap
Demam 2-7 hari ditandai dgn manifestasi perdarahan seperti uji tourniquet positif,
ptekie, perdarahan pd gusi, dan epistaksis atau mimisan.
panas >38C, dan ada riwayat kontak dengan unggas sakit/mati mendadak.
Demam >38C selama 3 hari atau lebih disertai bercak kemerahan berbentuk
makulopapular, batuk, pilek atau mata merah (konjungivitis)
panas >38C, sakit menelan, sesak napas disertai bunyi (stridor) dan ada tanda
selaput putih keabu-abuan (pseudomembran) di tenggorokan dan pembesaran
kelenjar leher.
batuk lebih dari 2 minggu disertai dgn batuk yang khas (terus-menerus/
paroxysmal), napas dgn bunyi whoop dan kadang muntah setelah batuk.
Kasus lumpuh layuh mendadak, bukan disebabkan oleh ruda paksa/ trauma pada
anak < 15 tahun.
kasus digitan hewan (Anjing, Kucing, Tupai, Monyet, Kelelawar) yang dapat
menularkan rabies pada manusia .
ATAU
Kasus dengan gejala Studium Prodromal (demam, mual, malaise/lemas), atau kasus
dengan gejala Studium Sensoris (rasa nyeri, rasa panas disertai kesemutan pada
tempat bekas luka, cemas dan reaksi berlebihan terhadap ransangan sensorik).
(1). Antraks Kulit (Cutaneus Anthrax)
Papel pada inokulasi, rasa gatal tanpa disertai rasa sakit, 2-3 hari vesikel berisi
cairan kemerahan, haemoragik menjadi jaringan nekrotik, ulsera ditutupi kerak
hitam, kering, Eschar (patognomonik), demam, sakit kepala dan pembengkakan
kelenjar limfe regional
(2). Antraks Saluran Pencernaan (Gastrointestinal Anthax)
Rasa sakit perut hebat, mual, muntah, tidak nafsu makan, demam, konstipasi,
gastroenteritis akut kadang disertai darah, hematemesis, pembesaran kelenjar limfe
daerah inguinal, perut membesar dan keras, asites dan oedem scrotum, melena.
(3). Antraks Paru-paru (Pulmonary Anthrax)
Gejala klinis antraks paru-paru sesuai dengan tanda-tanda bronchitis. Dalam waktu
2-4 hari gejala semakin berkembang dengan gangguan respirasi berat, demam,
sianosis, dispnue, stridor, keringat berlebihan, detak jantung meningkat, nadi lemah
dan cepat. Kematian biasanya terjadi 2-3 hari setelah gejala klinis timbul.
Demam >38oC, berlangusng dalam 48 jam terakhir,(belum dapat diketahui
penyebabnya).
Diare dengan konsistensi seperti air cucian beras dan berbau amis
Didapatkan tiga atau lebih kasus/kematian dengan gejala sama di dalam satu
kelompok masyarakat/ desa dalam satu periode waktu yang sama, yang tidak dapat
dimasukan ke dalam definisi kasus penyakit yang lain.
panas > 38C mendadak, sakit kepala, kaku kuduk, kadang disertai penurunan
kesadaran dan muntah. Pada anak < 1 tahun ubun-ubun besar cembung.
setiap bayi lahir hidup umur 3-28 hari sulit menyusu/ menetek, dan mulut mencucu
dan disertai dengan kejang rangsang.
ditandai dgn kontraksi dan kekejangan otot mendadak, dan sebelumnya ada riwayat
luka.

Format Penyelidikan Epidemiologi Umum

Kabupaten/Kota:
Kecamatan:
.
Desa:...
Nama Puskesmas/ RS/ Unit Pelayanan Kesehatan
...................................

Tanggal:..//.
Nama Petugas : .

Suspek Penyakit / Syndrom :

Gejala dan Tanda yang timbul :

Berikan tanda () pada kotak


dibawah ini :
[
] Diare Cair Akut ( suspek
Kolera)
[
] Diare Akut
[
] Diare Akut Berdarah
[
] Sindrom Akut Joundis
[
] Suspek Meningitis /
Encephalitis
[
] Infeksi Akut Saluran
Pernafasan Bawah
[
] Suspek Campak
[
] Demam yang tidak diketahui
sebabnya
[
] Suspek Malaria
[
] Suspek Demam Dengue
[
] Demam Berdarah Akut
[
] Kluster Kasus Kematian
Penyakit yang
tidak diketahui sebabnya
[
] Lumpuh Layuh Mendadak
(AFP)
[
] Suspek Tetanus
[
] Tetanus Neonatorum (TN)
[
] Suspek Avian Influenza
[
] Gigitan Hewan Penular Rabies
[
] Lainnya ( sebutkan ) :

Berikan tanda () pada kotak dibawah


ini:
[
] BAB lembek
[
] BAB cair seperti cucian beras
[
] BAB Berdarah/ lendir
[
] Demam
[
] Hipothermia
[
] Kemerahan (rash)
[
] Lesi Kulit Lainnya
[
] Batuk
[
] Napas berbunyi (stridor)
[
] Dispnoe (sulit bernapas)
[
] Muntah
[
] Jaundis (mata kuning, kulit kuning)
[
] Kaku kuduk
[
] Kejang
[
] Koma
[
] Kelemahan Otot/ lumpuh anggota gerak
[
] Peningkatan Sekresi cairan (contoh :
berkeringat )
[
] Perdarahan Gusi
[
] Ptekhie
[
] Mimisan
[
] Konjungtivitis
[
] Sakit kepala
[
] Lain-Lain (sebutkan):

TOTAL JUMLAH KASUS YANG


DILAPORKAN :

Data Kasus
Nom Usia
or
Kasu
s:

Alam
at

Jenis
Kela
min

Tanggal
Onset
(dd/mm/
YY)

Jenis
Spesi
men
yang
diambi
l (*)

Terapi
yang
diberi
kan

Kondisi
Sekara
ng
(**)

Diagnosis

* Jenis Spesimen yang diambil : D=darah , T= Tinja , LCS=Liquor serebro Spinal,


U=Urine, L= Lainnya (sebutkan )
**Kondisi Sekarang: S= Sakit, P= Pemulihan, M= Meninggal

Dari Kejadian Penyakit yang tak diketahui sebabnya , ada beberapa


Pertanyaan yang perlu ditanyakan sebagai berikut:
Pertanyaaan:
A. Gambaran Klinis dan Definisi Kasus
1. Apa saja informasi dari gambaran klinis yang mengarah kepada suatu definisi
kasus?
Tolong Jelaskan :

2. Berapa lama waktu dari awal gejala sampai mengalami sakit?

3. Selama sakit gambaran klinis apa saja yang nampak?

B. Epidemiologi
1. Uraikan dari golongan umur dan jenis kelamin apa yang ada dalam daftar
kasus?

2. Apa gambaran distribusi geografis dari kasus dalam kelompok rumah, tempat
kerja, tempat makan, dan sumber air ?

3. Adakah kelompok yang spesifik?

C. Sumber yang memungkinkan


1. Apakah ada merk tertentu dari makanan ( seperti tepung, gula, garam, minyak
makan dan lainnya), minuman obat yang digunakan oleh mayoritas kasus atau
asal dari produk apakah dari distributor tunggal atau dari pabrik?I

2. Adakah kasus makanan yang dimakan bersama sudah dikumpulan di tempat


tersebut seperti buah, sayur mayor, ikan, dan jamur?

3. Adakah sumber air yang dipakai bersama?

4. Adakah obat-obat tradisional tertentu yang digunakan oleh mayoritas kasus?

5. Adakah pestisida yang digunakan dilokasi tersebut? Jika ada, pestisida apa dan
untuk maksud apa digunakan?

6. Adakah bahan kimia yang dilepaskan atau digunakan ? Apa nama bahan kimia
yang digunakan?

10

ALGORITMA DIARE AKUT

Diare Berdarah adalah


BAB lebih dari 3 x dalam 24 jam disertai dengan darah ATAU lendir

* Segera lapor ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota bila ditemukan kasus (kotak


warna merah)

11

ALGORITMA RESPONS KLB DIARE, DIARE BERDARAH


TERSANGKA KOLERA, DAN TIFOID

RESPONS KLB
PENYAKIT DIARE, DIARE
TERSANGKA KOLERA

Respons Tatalaksanan Kasus:


Respons Pelapor
Respo
Lakukan pengobatan terhadap pasien berupa tatalaksana pencegahan dehidrasi dan pemberian antibiotika
Register
secara
Lakuk
sel
Rujuk pasien ke RS apabila diperlukan penanganan lebih lanjut untuk suspek kolera, isolasi pasien di RS
Survei
Spesimen: Pengambilan sample tinja (untuk kasus diare berdarah & suspek kolera) & kirim
Kirim
kelaporan
lab Provinsi
W1 ke Menja
Dinke
Penyu
Untuk suspek kolera: laporan langsung ke DinKes Kab/Ko
Cuci ta
Memb
Mema
Memb
Hanya

12

Format PE KLB Diare


Formulir Wawancara Kasus Dirawat Untuk Penegakan Diagnosis
KLB Diare

mules

dehidrasi

10

11

12

13

14

15

16

St. pulang

St. rawat

muntah

Penemuan lab

demam

d.lendir

d.darah

Sex

Umur
4

d.encer

Gejala

diare

Tgl Mulai Diare

Nama Penderita

Lokas, Desa, Keca matanAlamat

Tgl. Berobat

Puskesmas/RS
:
Kabupaten/Kota
:
Tanggal Wawancara :

obat

17

18

19

20

Catatan : Setidak-tidaknya ditanyakan pada 25 penderita rawat jalan, rawat inap atau ke rumah di lokasi KLB diare. Apabila terdapat keragu-raguan dapat ditanyakan pada
beberapa lokasi dan ditambahkan beberapa gejala lain yang diperlukan.

13

ALGORITMA CAMPAK

14

Catat dan Kirim ke DINKES KABUPATEN/KOTA

CAMPAK

Demam >38C selama 3 hari atau lebih disertai bercak kemerahan berbentuk makulopapu

Ambil Spesimen serum darah sesuai SOP dan kirim ke laboratorium rujukan (Litbangkes Ja

Jika hasil positif, Lakukan Respon KLB

15

Respons Tatalaksana
Respons Pelaporan
Kasus
dgn menggunakan standar
Respo
pela

16

ALGORITMA RESPONS KLB CAMPAK

RESPONS KLB
PENYAKIT CAMPAK

Respons tatalaksana
kasus:
Respons Kesehatan
sistem pelaporan:
Respons
Masyarakat:
Lakukan pengobatan simtomatis dan untuk mengatasi komplikasi yg muncul seperti
bronchopneumonia
konjungtivitis
W1
Lakukan Penyelidikandan
Epidemiologi
Lakukan pemberian vitamin A dosis tinggi pada kasus sesuai dengan usia dan populasi
balitaSurveilans
beresiko sekitar
CKLB
Lakukan
Intensiflokasi KLB
Hasil pemeriksaan
Lakukan
pemberianpenunjang/
vaksinasi pada anak-anak be
laboratorium
Lakukan
surveilans intensif.
Penyuluhan tentang pentingnya imunisasi dan G
Pemberian makanan tambahan

17

18

ALGORITMA SINDROM AKUT


NEUROLOGI
* Segera lapor ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota bila ditemukan kasus
(dalam kotak warna merah)

Catat dan Kirim ke DINKES KABUPATEN/KOTA

19

ALGORITMA RESPONS KLB AFP/ POLIO


RESPONS KLB
AFP (LUMPUH LAYUH MENDADAK)

sistem
pelaporan:
Respons tatalaksana kasus: Respons
Respons
Kesehatan
Masyarakat:
W1Lakukan Penyelidikan Epidemiologi.
Pengawasan ketat penderita
Lakukan kunjungan ulang 60 hari. FP1
Surveilans Intensif
FPS
Perlindungan terhadap kontak
Hasil
pemeriksaan
laboratorium
Pengambilan
specimen
untuk diperiksa di Laboratorium rujukan nasional
KIE kepada masyarakat agar segera melaporkan kasus AFP ke tempat pelayanan
KIE kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi polio
Pemberian Imunisasi Polio Tambahan Mopping Up Polio apabila hasil laborato

20

Formulir Pelacakan Kasus AFP (FP1)


Kabupaten/kota:

Propinsi:

Nomor EPID:

Laporan dari : 1. RS: ...

3. Dokter praktek :

2. Puskesmas: ....

4. Lainnya

Tanggal laporan diterima:

Tanggal pelacakan:

: .

I. Identitas Penderita
Nama penderita:

Jenis kelamin: L

Tanggal lahir:

Umur: ..tahun; ..bulan; ..hari

Alamat:

RT:

Kelurahan/desa:

RW:

Kecamatan:

Nama orang tua:


II. Riwayat Sakit
Tanggal mulai sakit:

Tanggal mulai lumpuh:

Tanggal meninggal (bila penderita meninggal):


Sebelum
dilaporkan
Apakah penderita
berobat ke unit
pelayanan lain ?

Ya

Tidak

Nama unit pelayanan :


Tanggal berobat

Diagnosis :No. rekam medik:

Apakah kelumpuhan sifatnya akut (1-14 hari)?

Ya

Tidak

Tidak Jelas

Apakah kelumpuhan sifatnya layuh (flaccid)?

Ya

Tidak

Tidak Jelas
Stop pelacakan

Apakah kelumpuhan disebabkan ruda


Ya
Tidak
Tidak Jelas
paksa/trauma?
Bila kelumpuhan akut, layuh, tidak disebabkan rudapaksa, lanjutkan pelacakan, beri nomor EPID
III. Gejala/Tanda
Apakah penderita demam sebelum lumpuh?
Anggota gerak

Ya

Tidak

Kelumpuhan

Gangguan rasa raba

Tungkai kanan
kamkanan
Tungkai kiri

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Lengan kanan

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Lengan kiri

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Lain-lain, sebutkan: Muka, leher, ....................................................................................

21

IV. Riwayat Kontak

NO. EPID :

Dalam satu bulan terakhir sebelum sakit,


apakah penderita pernah bepergian?

Lokasi :
Ya
Tanggal pergi :
Tidak

Tidak tahu

Dalam satu bulan terakhir sebelum sakit,


apakah penderita pernah berkunjung ke Ya
rumah anak yang baru mendapat imunisasi
polio?
V. Status Imunisasi polio
Jumlah dosis

Imunisasi
rutin

Sumber
informasi

PIN, Mop-up, ORI, Jumlah dosis


BIAS Polio
Sumber
informasi

1x
Tahu

2x

Tidak

3x

KMS/catatan Jurim
1x

2x

3x

Belum pernah
Catatan

4x

Tidak tahu

Belum pernah

Tak

Ingatan responden
4x

5x

6x

Tak Tahu

Ingatan responden

Tanggal imunisasi polio yang paling akhir: Tidak tahu


VI. Pengumpulan spesimen
Kabupaten/kota

Propinsi

Spesimen I

Tanggal ambil:

Tanggal kirim:

Tanggal kirim:

Spesimen II

Tanggal ambil:

Tanggal kirim:

Tanggal kirim:

Tak diambil spesimen, alasan:


Petugas pelacak:
Nama:
Tanda tangan:

Hasil Pemeriksaan:
Diagnosis:

Nama DSA
/DSS/DRM/
Dr /Pemeriksa
lain:
No. Telp./ HP:
Tanda tangan:

22

ALGORITMA RESPONS KLB TETANUS NEONATORUM


RESPONS KLB
TETANUS NEO NATORUM

sistem pelaporan:
Respons tatalaksana
Respons Kesehatan
kasus: Respons
Masyarakat:
W1
Dirawat di Rumah
Lakukan
Sakit Penyelidikan Epidemiologi
T2bertujuan agar mayarakat membantu dalam menemukan dan melaporkan kesakit
KIE oleh Puskesmas
KIE untuk peningkatan cakupan ANC dan persalinan nakes.
Kemitraan dengan dukun

23

FORMULIR PELACAKAN KESAKITAN/KEMATIAN


TERSANGKA KASUS TETANUS NEONATORUM (T2)
Pusk:

Kab :

Prop:

No. Epid : .................................

Sumber laporan pertama :


a. Rumah sakit b. Puskesmas c. Masyarakat
Tanggal Laporan diterima :____________________Tanggal Pelacakan :____________________
===========================================================================
I. IDENTITAS BAYI
1. Nama bayi :_____________________________Laki-Iaki/Perempuan Anak ke : ____________
2. NamaAyah :______________

Umur: _____Th Pendidikan:_______Pekerjaan

:_____________

3. Nama Ibu :______________

Umur : _____Th Pendidikan:_______Pekerjaan

:_____________

4. Alamat: Jl.________________________________________________ Rt.___Rw.___No._____


Dusun

: __________________

Kelurahan /Desa

:______________________________

Kecamatan :___________________Kabupaten

:______________________________

II. INFORMASI RIWAYAT KESAKITAN/KEMATIAN BAYI 3-28 HARI


Nama yang diwawancarai :____________Hubungan keluarga dg bayi:____________
1. Bayi lahir hidup :

a. Ya

b. Tidak bila tidak, stop pelacakan !!!

2. Tanggal lahir bayi :______________Tanggal mulai sakit :__________________


3. Bila bayi meninggal, tgl meninggal :__________Umur meninggal :________hari
4. Waktu lahir apakah bayi menangis : a. Ya

b. Tidak

c. Tidak Tahu

5. Bila jawaban no 4 tidak tahu, maka tanyakan apakah terlihat tanda-tanda kehidupan lain dari bayi
(mis. sedikit gerakan) :
a. Ya
b. Tidak
c. Tdk tahu
6. Setelah lahir apakah bayi bisa menetek atau mengisap susu botol dengan baik :
a. Ya
b. Tidak
c. Tidak tahu bila tidak, stop pelacakan !!!
7. Apakah 3 hari kemudian tiba-tiba mulut bayi mencucu dan tidak bisa menetek :
a. Ya
b. Tidak
c. Tidak tahu, stop pelacakan !!!
8. Apakah bayi mudah kejang jika disentuh/terkena sinar atau bunyi:
a. Ya
b. Tidak
c. Tidak tahu
9. Apakah bayi dirawat : a. Ya
b. Tidak
Bila ya, dimana :RS/Puskesmas :___________Tgl. Mulai dirawat:___________
10. Keadaan bayi setelah dirawat :
a. Sembuh
b. Belum sembuh
III. RIWAYAT KEHAMILAN
No
Profesi
Nama Pemeriksa
1
2
3

c. Meninggal
Alamat

Frekuensi

24

1. Apakah ibu pernah mendapat lmunisasi TT pada waktu hamil bayi ini : a. Ya b. tidak
2. Sumber informasi lmunisasi TT: a. Ingatan b. Buku catatan
3. Berapa kali mendapat imunisasi TT pada saat kehamilan bayi tersebut :
a. Pertama kali, pada kehamilan: __________ bulan, tgl. Imunisasi :______________
b. Kedua kali, pada kehamilan : ___________ bulan. tgl. Imunisasi:_______________
4. Pernahkah ibu mendapat imunisasi TT pada kehamilan sebelumnya : a. Ya
b. Tidak
Bila "Ya": kapan mendapat suntikan : a. Pertama thn :_______b. Kedua thn: ______
Bila "Tidak" : pernahkah ibu mendapat suntikan TT calon pengantin : a. ya b. Tidak
Bila Ya kapan mendapat suntikan: a. Pertama thn: _______b. Kedua thn: ______
5. Tentukan status TT ibu pada saat kehamilan bayi tersebut berdasarkan jawaban no 3 dan 4 dengan
mempertimbangkan interval waktu pemberian TT :
a. TT1
b. TT2 c. TT3
d. TT4
e.TT5
IV. RIWAYAT PERSALINAN
No
Profesi
Nama
1
2

Alamat

1. Tali pusat dipotong dengan :


a.Gunting b.Silet
c.Pisau d. Sembilu e. Tidak tahu

Tempat Persalinan

f. Lain-Iain:_______________

2. Setelah tali pusat dipotong obat apa saja yang dibubuhkan di tali pusat .
a. Alkohol
b. Betadin /Yodium
c. Ramuan tradisional :_________________________
3. Siapa yang merawat tali pusat sejak lahir sampai tali pusat puput .
a. Tenaga kesehatan
b. Bukan Tenaga kesehatan
4. Obat/ramuan apa yang dibubuhkan selama merawat tali pusat :__________________________

Kesimpulan Diagnosis: a. Konfirm TN

b. Tersangka TN

I. Cakupan Imunisasi TT di desa kasus TN


a. TT1 =___________ %
b. TT2=____________%
d. TT4 =___________ %
e. TT5=____________%

c. Bukan TN

c. TT3=___________%

II. Cakupan Persalinan Tenaga Kesehatan = __________%


III. Cakupan Kunjungan Neonatus a. KNI= __________%
Tim Pelacak :
No

Nama

Jabatan

b.KN2=___________%

Tanda Tangan

1
2
3

25

RESPONS KLB TETANUS


RESPONS KLB
TETANUS

Respons
sistem pelaporan:
Respons tatalaksana untuk kasus:
Respons
Kesehatan
Masyarakat:
W1 Penyelidikan Epidemiologi (dengan format PE Umum)
Pembersihan luka dan pemberian TT
Lakukan
Pemberian anti tetanus serum sesuai
Penyuluhan
dosis
tentang pentingnya imunisasi DT,TT,DPT.
Penyuluhan tentang Hygiene perseorangan terutama luka luar
Respons tatalaksana untuk penderita luka tetapi belum menunjukan gejala: Pembersi

26

ALGORITMA SINDROM INFEKSI SALURAN


PERNAPASAN

27

Catat dan Kirim ke DINKES KABUPATEN/K

28

* Segera lapor ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota bila ditemukan kasus


(dalam kotak warna merah)

29

RESPONS KLB PERTUSIS


RESPONS KLB
PENYAKIT PERTUSIS

Respons
sistem pelaporan:
Respons tatalaksana
kasus:
Respons
Kesehatan
Masyarakat:
W1
Lakukan pengobatan spesifik.dengan antibiotic eritromicin terhadap penderita
dan kontak
dekat selama
5-14 hari
Penyelidikan
epidemiologi
(format
PE Umum) dan men
Hasil
pemeriksaan
penunjang/lab
Lakukan desinfeksi serentak terhadap discharge(cairan) hidung dan tenggorok
sertakarantina
barang
yang
dipakai
penderita.
Lakukan
terhadap
kontak
yang tidak mendapat
Memberikan penyuluhan tentang pentingnya imunisasi D

30

RESPONS KLB DIFTERI


RESPONS KLB
PENYAKIT DIFTERI

Respons tatalaksana
Pengobatan kasus
Memutus rantai penularan

kasus:

ResponsRespons
sistem pelaporan:
Kesehatan Masyarakat:
W1
Penyelidikan epidemiologi
Hasil pemeriksaan
penunjang/lab
Penatalaksanaan
Kontak untuk Pengambilan usap nasofarings dan profilaksis
KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) ke masyarakat
Upaya peningkatan cakupan imunisasi (<7 tahun DT dan >7 tahun dT) melalui swee
Meningkatkan imunisasi DPT rutin.

31

Formulir PE KLB Difteri


Formulir Wawancara Kasus Dirawat Untuk Penegakan Diagnosis
KLB Difteri

10

St. pulang

St. rawat

Penemuan lab

obat

Kontak

Bull Neck

Membrane

Sex

Umur
4

Parau

Gejala

Demam

Tgl Mulai Sakit

Nama Penderita

Lokas, Desa, Keca matanAlamat

Tgl. Berobat

Puskesmas/RS
:
Kabupaten/Kota
:
Tanggal Wawancara :

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

Catatan : Setidak-tidaknya ditanyakan pada 25 penderita rawat jalan, rawat inap atau ke rumah di lokasi KLB difteri. Apabila terdapat keragu-raguan dapat ditanyakan pada
beberapa lokasi dan ditambahkan beberapa gejala lain yang diperlukan.

32

RESPONS KLB TERSANGKA FLU BURUNG

RESPONS KLB
TERSANGKA FLU BURUNG PADA MANUSIA

Respons Kesehatan Masyarakat:


Respons sistem pelaporan:
Respons tatalaksana
kasus:
Penyelidikan epidemiologi
Berikan tamiflu sesuai dosis
W1
Melakukan pengamatan
kontak
kasus
dan kontak
unggasFlu
positif
AIpemeriksaan
selama 14 hari
sejak kontak terakhir terhadap adanya gejala ILI (In
Lakukan
Rujukan
pasien
ke RS Rujukan
Burung
Hasil
penunjang/lab

Melakukan Koordinasi dengan petugas peternakan.


Melakukan Upaya penyuluhan kepada masyarakat tentang cara pencegahan Flu Burung.

33

Formulir
Penyelidikan Epidemiologi
Kasus Flu Burung pada manusia
Nama Pelapor : ____________________
Pekerjaan Pelapor : ________________
Tanggal laporan : ___________________

I. Identitas Penderita
No. Epid :
1. Nama
: ___________________ Nama Orang Tua/KK___________________
2. Jenis Kelamin : L/P
3. Tgl. Lahir : __/__/___, Umur :__ th, __ bl
4. Tempat Tinggal Saat ini (alamat lengkap) :
Alamat (Jalan, RT/RW, Blok, Pemukiman)__________________________
Desa/Kelurahan : _____________________, Kecamatan : _______________
Kabupaten/Kota : ____________, Provinsi : _____________, Tel/HP : _____
5. Pekerjaan : [1] RS/Klinik
[3] Veterinarian
[5] Peternak babi
[2] Laboratorium
[4] Peternak unggas [6] Pasar unggas/babi
[7] Lain : _________________________________________________
6. Alamat Tempat Kerja : _______________________________________________
7. Saudara dekat yang dapat dihubungi : __________________Tel/HP :__________
II. Riwayat Sakit
Tanggal mulai sakit (demam) : ___/___/200__
Gejala dan Tanda Sakit serta Hasil Pemeriksaan Lain
Gejala

Ya

Tdk

Tdk
tah
u

Demam>38oC
Sakit
Tenggorokan
Pilek
Mata Merah

Tgl
mulai

Gejala

Ya

Tdk

Tdk
tahu

Rash

Sesak nafas/nafas pendek

Sakit kepala

Batuk

Muntah
Diare
Gambaran Foto Thorax
pneumonia atipikal
Lekopenia ( < 5000)

Tgl mulai

Gejala lain : ________________________________

34

Perjalanan Penyakit
(waktu timbulnya gejala dan tanda sakit, pemeriksaan pendukung dan pengobatan ke RS/Klinik)

28/12

30/12

unggas mati di
rumah, dibuang
mulai demam,
ke bidan

2/1

Batuk, ke
puskesmas.
WD/susp FB,
beri tamiflu,
rujuk RS
rujukan AI

4/1

6/1

8/1

Sesak, rontgen
pneumonia

Meninggal
dunia

Makin berat,
gagal nafas

III. Pengambilan Spesimen


1. Apakah spesimen diambil ? Ya / Tidak
2. Jika ya, kapan dan di mana diambilnya?
3. Apa jenis spesimennya?
4. Ke mana spesimen dikirim dan kapan ?
IV. Pemberian Obat antivirus
1. Apakah pasien diberikan oseltamivir ?
2. Jika ya, kapan diberikan ?

V. Riwayat Kontak/paparan

Dalam 7 hari terakhir sebelum sakit apakah


penderita pernah :
Memegang unggas sakit/mati
Berkunjung ke / tinggal di daerah yang terjadi
kematian unggas/ positif AI unggas
Berkunjung ke tempat penjualan ayam/unggas
di pasar
Kontak dengan penderita FB konfirmasi
Kontak dengan penderita penyakit pernafasan
yang tidak jelas penyebabnya
Lain-lain......................................................

Ya

Tdk

Tdk
tahu

Jika ya,
kapan
kontak
terakhir
(tgl/bln/thn)

keterangan

Catt : berikan tanda pada

35

IV. Pelacakan/Identifikasi kontak


Kontak yang dilacak adalah semua orang yang kontak dengan kasus ( 1 m) sejak satu hari sebelum
kasus sakit. (Kontak meliputi kontak serumah, sepermainan, sekerja, tenaga kesehatan yang merawat
dll)

Nama / Jenis Kelamin/umur

Alamat

Jenis
kontak
(hubungan
dengan
kasus)

Tgl kontak
terakhir

Kondisi
kesehatan

VII. Klasifikasi kasus final


1. Konfirmasi
2. Probabel
3. Bukan Flu Burung

Tanggal penyelidikan epidemiologi : __________________


Tim Penyelidikan : _______________________

36

Formulir
Penyelidikan Epidemiologi
Ke Lokasi Kejadian AI Unggas/hewan tertular lainnya
1. Tanggal laporan/informasi diterima: ____________________
2. Informasi berasal dari : ____________________
3. Tanggal penyelidikan epidemiologi : _______________
Lokasi Kejadian
1. Alamat : ________________________________________________________
2. Kabupaten/Kota : _________________ 3. Provinsi : ______________________
4. Tanggal kejadian : awal ___/___/200__ akhir ___/___/200__
5. Jenis hewan yang tertular :
Data Epidemiologi Lingkungan (denah lokasi)

Daftar Kontak / Orang berisiko tinggi :


No

Nama

L/P

Umur (tahun)

Keterangan (gejala ILI)

37

RESPONS KLB PNEUMONIA

38

RESPONS KLB
PENYAKIT PNEUMONIA

Respons tatalaksana
kasus: Respons Kesehatan
ResponsMasyarakat:
sistem pelaporan:
Lakukan pemberian antibiotic spesifik
Penyelidikan
pada penderita.
W1epidemiologi (menggunakan format PE Umum)
Penatalaksanaan kontak untuk profilaksis
Surveilans Hasil
Intensif
pemeriksaan penunjang/lab
Isolasi penderita di rumah atau di pelayanan
KIE meliputi:
kesehatan.
Pemberian obat simtomatik
Pendidikan kesehatan pribadi yang baik, terutama dalam mencuci tangan
Pendidikan etika batuk (menutup mulut saat batuk)
Pendidikan di awal pengenalan gejala-gejala dan infeksi/peradangan dan untuk mencari perawa

ALGORITMA DEMAM

DEMAM

39

Tersangka Flu Burung*:


panas >38C, dan ada riwayat
kontak
dengan unggas sakit/mati mendadak.
DHF
(DBD)
andai dgn manifestasi perdarahan seperti uji tourniquet positif, ptekie, perdarahan pd gusi, dan epistaksis atau mimisan.

Ambil Spesimen sesuai


Avian Influenza:
Rongent dada
usap dari nasofarings

40

Segera lapor ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota bila ditemukan kasus (dalam


kotak warna merah)

41

RESPONS KLB DEMAM DENGUE DAN


DEMAM BERDARAH DENGUE
RESPONS KLB
PENYAKIT DEMAM DENGUE
DAN DEMAM BERDARAH DENGUE

Respons sistem pelaporan:


Respons tatalaksana
kasus:
Respons Kesehatan Masyarakat
Beri minum yang banyak, kompres, antipiretik golongan parasetamol.
W1
Penyelidikan Epidemiologi
Rujuk ke Rumah Sakit bila panas tidak turun dalam 2 hari atau keadaan
tambah memburuk.
Hasil pemeriksaan
penunjang/lab
Surveilans intensif
Ambil specimen dari sebagian kasus untuk konfirmasi Lab se
Membentuk posko pengobatan di lapangan
Melakukan pemberantasan vektor (PSN, Foging, Larvasidasi
KIE

42

FORMAT PE KLB DEMAM BERDARAH DENGUE


Tanggal Penyelidikan :
Pukul :
IDENTITAS KEPALA KELUARGA
1.
Nama
:
2.
Umur
:
Th
L/P
3.
Alamat
:
RT
:
RW
:
Kel
:
Kec.
:
Kab./Kota
:
4.
Pekerjaan
:
Alamat Pekerjaan
:
5.
Hubungan dengan penderita
:
(diisi bila responden adalah orang-orang kontak)
a. Hubungan sedarah serumah (orang tua, anak, saudara, bukan saudara)
b. Hubungan tidak serumah (tetangga, teman kantor, teman sekolah, lainnya sebutkan ,

IDENTITIAS PENDERITA
1.
Nama
2.
Umur
3.
Pekerjaan/sekolah
4.
Alamat Pekerjaan/sekolah

:
:
:
:

Th

L/P

C.
1.
2.
3.

RIWAYAT PENYAKIT
Keluhan / gejala utama yang muncul
:
Kapan mulai muncul (tgl / jam)
:
Apa yang dilakukan saat timbul gejala pertama kali ? Sebutkan
a. .
b. .
c. .
4.
Gejala lain yang timbul :
No Gejala
Kapan
Kondisi
No
(baik/tetap/kurang)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
5.
Saat sekarang ini sedang menderita sakit lain (yang sudah didiagnosis oleh tenaga
medis) ?
a. Ya
b. Tidak
Bila Ya, sebutkan :
6.
Apakah ada anggota serumah juga menderita gejala serupa (tersangka DBD) ?
a. Ada
b. Tidak
(Bila ada, lakukan pelacakan dengan form ini)

43

C.

SPESIMEN DIPERIKSA
No Jenis Sampel diperiksa

Hasil Laboratorium

Keterangan

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
* Ambil darah dari ujung jari teteskan ke paper disc hingga penuh.
D.

PEMERIKSAAN JENTIK
No Tempat Pemeriksaan Jentik

Hasil Pemeriksaan
Dalam
Luar
Rumah
Rumah

Keterangan

1..
2.
3.
4.
5.
6.
7.
E.
1.

2.

PENGOBATAN DAN KONDISI TERAKHIR


Perawatan yang diberikan :
a. ..
b. ..
c. ..
d. ..
Keadaan penderita saat ini :
a. Sembuh
b. Meninggal, tanggal
c. Tetap

44

RESPONS KLB MALARIA


RESPONS KLB
PENYAKIT MALARIA

Respons sistem pelaporan:


Respons tatalaksana kasus:
Respons Kesehatan Masyarakat
W1
Lakukan pengobatan menggunakan ACT (Artemicin Combination
Theraphy) Penyelidikan Epidemiologi
Hasil pemeriksaan penunjang/lab
Pengobatan simtomatik
Melakukan pemberantasan vektor meliputi :
Rujuk ke RS apabila diperlukan pengobatan lebih lanjut.
Distribusi Kelambu berinsektisida
Penyemprotan rumah dengan insektisida
Larviciding.
Penyuluhan
Kesehatan Masyarakat
Mass Blood Survey (80% penduduk diperiksa darahnya)

45

FormPE KLB Malaria


FORM PENYELIDIKAN KEJADIAN LUAR BIASA MALARIA
Provinsi
:
Kecamatan ;
Desa
:
I.
IDENTITAS
Nama
:
Alamat
:

Kab./Kota :
Puskesmas :
Dusun/RT :
Umur :
Pekerjaan

Sex :

II.
1.
a.
d.
2.
3.

IDENTIFIKASI PENYAKIT
Gejala umum yang dirasakan
/teramati
:
Demam
b.
Nyeri Kepala
c.
muntah
Menggigil
e.
Mual
Tanggal mulai sakit/timbul gejala :
Apakah ada komplikasi yang menyertai
: Ya / Tidak, apa ..

III.
1.
2.
3.

RIWAYAT PENGOBATAN
Kapan mendapatkan pengobatan pertama kali :
Dimana mendapatkan pengobatan pertama kali : ..
Obat yang sudah diberikan
: ..

IV.
1.

4.

RIWAYAT KONTAK
Apakah di rumah/sekitar rumah ada yang sakit seperti yang dialami sekarang ? Ya /
Tidak, Kapan .
Apakah di tempat kerja/sekitar tempat kerja ada yang sakit seperti yang dialami
sekarang ? Ya /Tidak, Kapan
Apakah setiap malam keluar malam tanpa menggunakan pakaian untuk menutupi tubuh
: Ya / tidak
Apakah pekerjaanya setiap hari melakukan perjalanan di hutan : Ya / Tidak

V.
1.
2.

VEKTOR
Apakah lokasi KLB merupakan daerah pantai atau pegunungan ?
Vektor apakah yang sudah ditemukan ?

V.
1.

PEMERIKSAAN SPESIMEN
Sediaan yang diambil
: darah vena , Hasil Lab : + / -

2.
3.

Tanggal Penyelidikan :

46

REPONS KLB
DEMAM DAN KLASTER PENYAKIT YANG TAK
DIKETAHUI
PENYEBABNYA

RESPONS KLB
DEMAM DAN KLASTER PENYAKIT YANG TIDAK DIKETAHUI PENYE

Respons sistem pelaporan:


Respons tatalaksana
kasus:
Respons Kesehatan Masyarakat
Lakukan identifikasi gejala atau sindrom yang
Penyelidikan
terjadi
Epidemiologi (gunakan format PE Umum)
W1
Lakukan identifikasi periode awal timbulnya
Melakukan
gejala sampai
kerjasama
menimbulkan
dengan unit
kematian
pelayanan
untukkesehatan
mengetahui
( Puskesmas,
perkiraan masa
Rumash
inkubasi
Sakit,dari
Laboratorium
suatu penyakit
) ter
Hasil pemeriksaan
penunjang/lab
Lakukan pengambilan sample dan pemeriksaan
Melakukan
laboratorium
penyuluhan
berdasarkan
kepadagejala
masyarakat
yang terjadi
tentang bagaimana menyikapi apabila ada keluarga atau mas
Melakukan penyuluhan tentang upaya pencegahan yang harus dilakukan

47

ALGORITMA SINDROM JAUNDIS AKUT

48

Upaya Pengendalian

49

50

ALGORITMA ANTRAX

51

ANTRAX

iran kemerahan, haemoragik, menjadi jaringan nekrotik, ulsera ditutupi kerak hitam, kering, Eschar (patognomonik), demam, sakit kepala dan pembe

troenteritis akut kadang disertai darah, hematemesis, pembesaran kelenjar limfe daerah inguinal, perut membesar dan keras, asites dan oedem scrotum

tu 2-4 hari gejala semakin berkembang dengan gangguan respirasi berat, demam, sianosis, dispnue, stridor, keringat berlebihan, detak jantung mening

Catat dan Kirim ke DINKES KABUPATEN/KOTA


RESPONS KLB
ANTRAK
Ambil Spesimen:
swab lesi dikulit

ResponsRespons
sistem pelaporan:
Respons tatalaksana kasus:
Kesehatan Masyarakat:
W1
Pengambilan sample (jaringan mati, tinja)
Dan mencegah pencemaran lingkungan oleh spora ant
Hasil
pemeriksaan
Kirim sample ke laboratorium
Penyelidikan
Epidemiologi dan koordinasi dengan din
Jika hasil positif, Lakukan
Respon
KLB penunjang/lab
Lakukan pengobatan terhadap pasien
Surveilans Intensif dan membawa penderita kasus baru
Lakukan tatalaksana pencegahan dengan memutuskan rantai penularan hewan /tanah
Penyuluhan
tercemar
masyarakat
ke manusia
tentang Antraks dan upaya pe
Rujuk pasien ke RS apabila diperlukan penanganan lebih lanjut.
Konsultasi dengan petugas kesehatan bila memandika
Hewan harus disembelih di rumah potong hewan
Tidak boleh memotong dan mengkonsumsi daging hew
Respons Tatalaksana Kasus
Respons
sesuai
Pelaporan
SOP dgn menggunakan standar pelaporan
ResponsKLB
Kesehatan Masyarakat

RESPONS KLB ANTRAX

52

FormatPE KLB Antraks


Provinsi
Desa
I.

Puskesmas:

:
IDENTITAS

Nama

Alamat

Pekerjaan

II.

Kab./Kota:

Umur :

Sex :

IDENTIFIKASI PENYAKIT
1. Gejala umum yang dirasakan/teramati:
a. Demam

b.

Sakit Kepala

c. Muntah-muntah, bila Ya, apa disertai darah :

Ya / Tidak

d. Sakit Perut, bila Ya apa disertai darah

Ya /Tidak

2. Gejala Kulit:
a. kulit kemerahan, mulai kapan :
b. gatal-gatal, mulai kapan :
c. Pembengkakan kulit, mulai kapan :
d. Pada pembengkakan ada cairan :

Ya / Tidak

e. Apa terdapat jaringan nekrotik pada luka:

Ya / Tidak

f.

Ya / Tidak

Apa ada rasa nyeri:

g. Lokasi perlukaan di :
3. Gejala Pernafasan
a. Sesak nafas:
b. Batuk-Batuk, apa disertai darah
c. Detak jantung lebih cepat

Ya / Tidak
Ya / Tidak
Ya / Tidak

4. Gejala Fisik:
a. Pembesaran kelenjar getah bening ketiak

Ya / Tidak

b. Nyeri Tekan perut:

Ya / Tidak

c. Pembesaran Hati:

Ya / Tidak

Kondisi penderita saat dilakukan wawancara:

III. RIWAYAT PENGOBATAN


1. Kapan mendapatkan pengobatan pertama kali :
2. Dimana mendapatkan pengobatan pertama kali :
3. Obat yang sudah diberikat:

53

IV. RIWAYAT KONTAK


1. Apakah pernah kontak dengan hewan (kambing) :
- Memelihara:

Ya / Tidak

- Memegang:

Ya / Tidak

- Menyembelih:
- Makan

Ya / Tidak

Ya / Tidak

Kapan :

Yang

dimakan:

Dimana makan :
Kondisi hewan dimakan :

Sehat / Sakit / Tdk Tahu

Kalau kondisi hewan sakit, sebutkan tanda-tandanya :

V. PEMERIKSAAN SPESIMEN
1. Sediaan yang diambil

: kulit / rectal swab / dahak / darah vena /eksudat vesicle

2. Hasil pemeriksaan Laboratorium


- Kulit

- rectal swab

- darah vena

- eksudat vesicle

Tanggal Penyelidikan :
Pelaksana:

54

ALGORITMA KASUS GIGITAN HEWAN PENULAR


RABIES

55

KASUS GIGITAN HEWAN:


Adalah kasus digitan hewan (Anjing, Kucing, Tupai, Monyet, Kelelawar) yang dapat menularkan rabies pada manusia .
ATAU
am, mual, malaise/lemas), atau kasus dengan gejala Studium Sensoris (rasa nyeri, rasa panas disertai kesemutan pada tempat bekas luka, cemas dan re

Catat dan Kirim ke EWARS

Lakukan Respon KLB

us:
Respons Pelaporan dgn menggunakan standar
Respons
pelaporan
Kesehatan
KLB:Masyarakat:
menggunakan sabun dgn air mengalir selama W1
10-15 menit
Penyelidikan Epidemiologi
bies segera setelah gigitan atau pemberian serum anti rabies tergantung lokasi dan tingkat
Koordinasi
resiko tinggi
dengan Dinas Peternakan
4 hari untuk memastikan hewan rabies atau tidak. Jika hewannya mati maka kuat diduga
KIE
hewan
(Komunikasi,
rabies Edukasi dan Informasi)
Penyuluhan pentingnya vaksinasi hewan peliharaan.
Memberikan vaksinasi pada hewan peliharaan.
Mengkandangkan hewan peliharaan

56

57

Format PE KLB RABIES


Provinsi

Kab./Kota

Kecamatan ;

Puskesmas :

Desa

Dusun/RT

I.

IDENTITAS

Nama

Umur :

Alamat

Pekerjaan:

II.

Sex :

IDENTIFIKASI PENYAKIT
Gejala yang timbul
a. Berkeringat banyak
d. Peka pada suara
g. Air mata berlebihan

b. Sulit Menelan

c. Peka pada sinar

e. Air liur berlebihan f. Takut pada air


h. Kejang-Kejang

i. Nyeri

tekan sekitar

luka
1.

Apakah pernah digigit hewan/anjing

2.

Hewan apa yang menggigit

3.
Lokasi gigitan di
Kaki/Perut/Pantat

: Ya / Tidak, Kapan :

: Anjing/ Kucing/Kera/
:

Muka/Telinga/Leher/Tangan-

Bagaimana tipe luka gigitan

: Sayatan/cakar/parut/tembus

5.

Riwayat gigitan

6.

Setelah menggigit apakah hewan tersebiut di bunuh : Ya / Tidak, kalo tidak diapakan ?

III.

RIWAYAT PENGOBATAN

1.
lain

Bagaimana merawat luka

2.

Dimana mendapatkan pengobatan pertama kali :

3.

Obat yang sudah diberikan:

4.

Apakah penderita diberikan VAR ? Ya / Tidak, berapa kali diberikan suntikan VAR :

5.

Bagaimana kondisi pasien setelah mendapatkan suntikan VAR : sembuh/mati/tidak tahu

IV.

RIWAYAT KONTAK

1.

Apakah di rumah/sekitar rumah banyak orang yang digigit oleh hewan yang sama ? Ya /
Tidak,

: tiba-tiba/memegang/mengganggu//galak

: dicuci dgn air/air&sabun/yodium tintur/antiseptik

Kapan
2.

Apakah hanya ada 1 hewan yang menggigit orang di lokasi kejadian ? Ya /Tidak,
Kalau lebih berapa

V.

PEMERIKSAAN SPESIMEN

1.

Sediaan yang diambil

: Otak hewan tersangka , Hasil Lab : + / -

58

Tanggal Penyelidikan :

59

ALGORITMA KLUSTER PENYAKIT YANG TIDAK


DIKETAHUI PENYEBABNYA

KLUSTER PENYAKIT YANG TIDAK DIKETAHUI

us/kematian dengan gejala sama di dalam satu kelompok masyarakat/ desa dalam satu periode waktu yang sama, yang tidak dapat dimasukan ke dalam

Catat dan Kirim ke DINKES KABUPATEN/KOTA

Ambil Spesimen sesuai dengan gejala

Lakukan Respon KLB

Respon Tatalaksana Kasus


Respon
sesuai
Pelaporan
SOP dgn menggunakan standar pelaporan
ResponKLB
Kesehatan Masyarakat

60

REPON KLB
DEMAM DAN KLASTER PENYAKIT YANG TAK
DIKETAHUI
PENYEBABNYA

RESPON KLB
DEMAM DAN KLASTER PENYAKIT YANG TIDAK DIKETAHUI PENYE

Respon sistem pelaporan:


Respon tatalaksana
kasus:
Respon Kesehatan Masyarakat
Lakukan identifikasi gejala atau sindrom yang
Penyelidikan
terjadi
Epidemiologi (gunakan format PE Umum)
W1
Lakukan identifikasi periode awal timbulnya
Melakukan
gejala sampai
kerjasama
menimbulkan
dengan unit
kematian
pelayanan
untukkesehatan
mengetahui
( Puskesmas,
perkiraan masa
Rumash
inkubasi
Sakit,dari
Laboratorium
suatu penyakit
) ter
Hasil pemeriksaan
penunjang/lab
Lakukan pengambilan sample dan pemeriksaan
Melakukan
laboratorium
penyuluhan
berdasarkan
kepadagejala
masyarakat
yang terjadi
tentang bagaimana menyikapi apabila ada keluarga atau mas
Melakukan penyuluhan tentang upaya pencegahan yang harus dilakukan

61

Kontributor:
Dr. Andi Muhadir, MPH
Dr. Hari Santoso, SKM, M.Epid
Frank Mahoney (CDC-Atlanta)
Augusto Pinto (WHO-SEARO)
Gina Samaan (WHO-INDONESIA)
Prasetyo Wicaksono (WHO-INDONESIA)
Edy Purwanto, SKM, MKES
Dr. Iqbal Djakaria
Dr. Mieke Vennyta
Viviyanti Sidi, SKM
Dr. Nani Rizkiyati, M.Kes
Dr. Darmawali Handoko
Sukman Didi, SKM, M.Kes
Dr. Elvieda Sariwati
Dr. Soitawati
Subdit Malaria
Subdit Arbovirosis
Subdit ISPA
Subdit Zoonosis
Subdit Diare
Dinas Kesehatan Propinsi Lampung
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-propinsi Lampung

62