Anda di halaman 1dari 4

KAJIAN REVITALISASI INDUSTRI BUDIDAYA UDANG

Latar Belakang
Pertambakan di Indonesia pernah mengalami kejayaan dalam produksi udang pada era
tahun 1990-an, dengan menerapkan teknologi ekstensif, semi- intensif dan intensif. Dengan
timbulnya berbagai masalah, seperti penurunan daya dukung lingkungan, serangan penyakit udang,
dan menurunnya mutu induk/benih udang, mengakibatkan kegagalan pada produksi udang.
Rendahnya tingkat produktivitas perikanan budidaya udang di Indonesia saat ini masih dapat
ditingkatkan, seperti dengan melakukan revitalisasi melalui perencanaan zonasi kawasan pesisir,
sehingga akan tercipta keseimbangan tata ruang kawasan perikanan yang mampu mendukung
keberlanjutan perikanan budidaya. Secara ideal, kegiatan perikanan budidaya haruslah
dikembangkan secara berkelanjutan. Dalam artian, kegiatan budidaya tersebut haruslah
menghasilkan produktivitas yang sebanding dengan upaya, tidak menciptakan konflik sosial, serta
selaras dengan daya dukung dan daya tampung lingkungannya.
Untuk membangkitkan kembali produksi udang di Indonesia, perlu dilakukan upaya-upaya
khusus, antara lain melalui Revitalisasi Industri Budidaya Udang, terutama pada kegiatan
budidaya udang di tambak-tambak yang idle atau yang beroperasi tetapi tidak secara optimal.
Ditjen Perikanan Budidaya (2014), menyatakan bahwa program revitalisasi udang dimulai sejak
Mei 2012 dan telah menghasilkan sekitar 390 ton udang. Selain itu juga, program ini telah
menghasilkan sekitar 125 hektar tambak baru. Program revitalisasi udang vaname akan diperluas
wilayahnya, tidak hanya terbatas di Jawa Barat, tetapi juga ke Jawa tengah, Jawa Timur, Sulawesi
Selatan, Lampung dan Sumatera Utara. Pemerintah menargetkan dari sekitar 2.000 hektar bisa
menghasilkan antara 11-12 ton per hektarnya, khususnya melalui dukungan teknologi dalam
menghasilkan udang-udang yang berkualitas. Lebih lanjut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya
Kementerian Kelautan dan Perikanan (2014) menjelaskan untuk anggaran yang disediakan pada
program revitalisasi di 2013 mencapai Rp260 miliar dengan area cakupan mencapai 2.000 hektar.
Sementara itu, pada 2012 anggarannya mencapai Rp225 miliar dan telah menghasilkan sekitar
1.000 hektar di 5 kabupaten antara lain, Kerawang, Cirebon, Indramayu, Subang dan Serang.
Untuk itu, penelitian ini direncanakan akan dilakukan dengan tujuan mengkaji revitaliasi
industri budidaya udang di Indonesia. Diharapkan dari hasil penelitian ini, akan dapat digunakan
untuk merumuskan rekomendasi kebijakan percepatan revitalisasi industri budidaya udang di
Indonesia.
TUJUAN PENELITIAN
(1) Mengetahui dinamika per- udang-an Indonesia pada era kejayaan, keterpurukan dan
kebangkitan.
(2) Menganalisis faktor penentu keberhasilan revitalisasi industri budidaya udang di
Indonesia.
(3) Merumuskan kebijakan, strategi dan rencana aksi percepatan revitalisasi industri
budidaya udang di Indonesia.
METODOLOGI PENELITIAN
Kerangka Pemikian
Proses penelitian revitalisasi industri budidaya udang berkaitan dan perolehan data dan
informasi mengenai dinamika ekonomi dari kesejarahan per-udang-an di Indonesia dan faktorfaktor yang menjadi kendala dan hambatan dalam menentukan keberhasilan revitalisasi industri
budidaya udang di Indonesia, serta perumusan rekomendasi kebijakan, strategi dan rencana aksi
percepatan revitalisi industri budidaya udang di Indonesia, secara skematis tertera pada kerangka
pemikiran penelitian revitalisasi industri budidaya udang, seperti tertera pada Gambar 1.

Dinamika
Per-Udang-an Indonesia

Percepatan Revitalisasi Industri Budidaya Udang

Tujuan:
Mendukung Ketahanan Pangan Nasional dan Global
Meningkatkan Kontribusi terhadap Perekonomian
Meningkatkan Kesejahteraan Petambak Udang
Meningkatkan Daya Saing Udang
Menjaga Pelestarian Sumberdaya

Implementasi Program Revitalisasi


Industri Budidaya Udang

Hambatan:
- Tekanan konflik kepentingan sektor
non perikanan
- Tingginya harga input produksi
(pakan)
- Kebijakan yang tidak tepat sasaran
dan tidak kondusif
- Rendahnya investasi
- Regulasi permodalan yang tidak
berpihak

Kendala
- Perbenihan (penyediaan dan
teknologi)
- Lahan pertambakan (produktivitas
dan lahan idle)
- Rendahnya kualitas dan kuantitas
infrastruktur pertambakan
- Rendahnya kualitas SDM dan
kemampuan manajerial
- Rendahnya akses perolahan
teknologi dan permodalan
- Rendahnya pengawasan

Mengambil Pelajaran Penting(Lesson Learned)


Udang

Program Revitalisasi
Industri Budidaya Udang

Faktor-faktor Penentu
Revitalisasi Industri Budidaya
Udang Indonesia
Formulasi Rekomendasi Kebijakan dan Strategi serta
Rencana Aksi Percepatan Revitalisasi Industri Budidaya Udang

Gambar 1. Kerangka Pemikiran Penelitian Revitalisasi Industri Budidaya Udang


Waktu dan Lokasi Penelitian
Kegiatan ini akan dilakukan pada tahun 2016. Lokasi kegiatan mencakup wilayah-wilayah
prioritas program revitalisasi industri budidaya udang.
Model Pendekatan
Model pendekatan penelitian revitalisasi industri budidaya udang ini merupakan penelitian
deskriptif dan menggunakan pendekatan analisis kualitatif dan kuantitatif serta dengan pemilihan
2

lokasi secara purposive (sengaja) yakni di beberapa wilayah yang menjadi prioritas program
revitalisasi industri budidaya udang.
Jenis, Sumber, dan Teknik Pengumpulan Data
Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan metode pengambilan sampel
menggunakan metode purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dari sumber data
dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2011). Sumber data berasal dari narasumber atau
responden dengan pertimbangan yaitu orang yang paham atau mengetahui informasi terkait
program revitalisasi industri budiadaya udang di Indonesia baik provinsi maupun kabupaten/kota,
Bappeda, Pelabuhan Perikanan, pelaku usaha dan tokoh nelayan. Metode pengumpulan data
dengan pengamatan, wawancara dengan menggunakan kuesioner, dan dokumentasi.
Tabel 1. Tahap-Tahap Analisis Data yang Dilakukan Sesuai dengan Tujuan Penelitian
No.

Tujuan

Topik data

Jenis data

Mengetahui
dinamika ekonomi
politik per- udangan di Indonesia
pada era kejayaan,
keterpurukan, dan
kebangkitan.

Primer dan
Sekunder

Pembudidaya
Pengolah
Pemasar
Dinas KP
Ditjen/Dinas
terkait

Menganalisis
faktor-faktor yang
menentukan
keberhasilan
revitalisasi industri
budidaya udang di
Indonesia,
khususnya terkait
dengan aspek teknis
(perbenihan,
pertambakan dan
infrastruktur) dan
non teknis (sosialekonomi dan
kelembagaan).
Merumuskan
rekomendasi
kebijakan, strategi
dan rencana aksi
dalam rangka
mempercepat
revitalisi industri
budidaya udang di
Indonesia

Perkembangan produksi,
pengolahan dan
pemasaran/perdagangan
serta hal-halnya yang
berkaitan dengan aspek
teknis dan
permasalahannya.
Produksi tambak udang,
level teknologi, kualitas
benih/induk,
harga
udang,
infrastruktur,
permodalan, keamanan,
produktivitas
lahan,
tenaga kerja, dan peubah
lainnya terkait dengan
revitalisasi
budidaya
udang

Primer dan
Sekunder

Pembudidaya
Pengolah
Pemasar
Dinas KP
Ditjen/Dinas
terkait

Data dan informasi dari


hasil tujuan 1 dan 2.

Primer dan
Sekunder

Pembudidaya
Pengolah
Pemasar
Dinas KP
Ditjen/Dinas
terkait

Sumber data

Metode
pengambilan data
Pengamatan
Survey

Pengamatan
Survey

Sintesa dari hasil


tujuan 1 dan 2,
serta Pendekatan
Brainstorming,
FGD

Metoda Analisis Data


Pendekatan yang digunakan: (1) Pendekatan Sejarah (Syamsudin, 2007) melalui
Interupted Time Series Analysis (Wagner et al, 2002; Ramsay, 2003; Kholiastiningsih,
2005); (2) Pendekatan Ekonometrika Model Pilihan Kualitatif (Gujarati, 2004; Juanda,
2009); dan (3) Pendekatan Analisis Prospektif (Bourgeois, 2004; Durance, 2010).
DAFTAR PUSTAKA
Bourgeois, R and F. Jesus. 2004. Participatory Proepective Analysis, Exploring and
Anticipating Chalanges with Stakeholders. Center for Alleviation of Poverty
through Secondary Crops Development in Asia and The Pacific and French
Agricultural Research center for International development. Monograph (46): 129.
Durance, P., and M. Godet. 2010. Scenaerion Building: Uses and Abuses.
Technol.Forecast.Sos. Change, 77: 1488-1492.
Gujarati, D.N. 2004. Basic Econometrica. Fourth Edition. New York: The McGrawHill Company.
Juanda, B. 2009. Ekonometrika: Permodelan dan Pendugaan. IPB Press. Bogor.
Kholistianingsih dan Hardiansyah. 2005. Jenis-jenis Penelitian Secara Umum dan
Pendekatannya. Yogyakarta: JurusanTeknik Elektro UGM. Diunduh dari
websitehttp://te.ugm.ac.id/ ~risanuri/v01/wp-content/uploads/2011/05/final-hardidan-kholis.pdf pada tanggal 2 Maret 2015.
Ramsay, C.R., L. Matowe, R. Grilli, J.M. Grimshaw, and R.E. Thomas. 2003. Interrupted
Time Series Designs in Health Technology Assesment: Lessons From Two
Systematic Reviews of BeahviourChange Strategies. International Journal of
Health Technology Assesment in Health Care; 19: 613-23.
Syamsudin, H. 2007. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak.
Sugiyono, 2011.Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Alfabeta.Bandung.
Wagner, A.K., S.B. Soumerai, F. Zhang and D. Ross-Degnan. 2002. Segmented
Regression Analysis Of Interrupted Time Series Studies In Medication Use
Research. Journal of Clinical Pharmacy and Therapeutics (2002) 27, 299309.