Anda di halaman 1dari 5

KEJAKSAAN NEGERI JAKARTA BARAT

UNTUK KEADILAN

P-29

SURAT DAKWAAN
No. Reg. Perkara: PDM- /JKTBR/11/2010
A. TERDAKWA :
Nama lengkap
Tempat lahir
Umur / Tanggal lahir
Jenis kelamin
Kebangsaan/Kewarganegaraan
Tempat tinggal

:
:
:
:
:
:

XXX
Kalimantan
24 tahun / 10 Pebruari 1986
Laki-laki
Indonesia
Jl. Kramat Jalan, Rt.004/09, Kel. Tanah Sereal, Kec. Tambora,
Jakarta Barat.
: Budha
: Karyawan.
: IV SD

Agama
Pekerjaan
Pendidikan
B. PENAHANAN :
Oleh Penyidik
Diperpanjang oleh Kejari Jakarta
Barat
Ditahan oleh JPU

: Di Rutan sejak tanggal 27-10-2010 s.d. tanggal 15-10-2010


: Di Rutan sejak tanggal s.d. tanggal 16-10-2010 s.d. tanggal
:

C. DAKWAAN :
KESATU
PRIMAIR :
------- Bahwa terdakwa XXXX pada hari Selasa tanggal 26 Oktober 2010 sekitar jam 20.00 WIB atau
setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Oktober tahun 2010, di Jl. Jembatan Besi II, No.37,
Rt.011/01, Kel. Jembatan Besi, Kec. Tambora, Jakarta Barat, atau setidak-tidaknya pada tempat lain
yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Jakarta Barat, dengan sengaja mencoba
melakukan dan dengan direncanakan lebih dahulu, menghilangkan jiwa orang lain, jika niat untuk itu
telah ternyata dari adanya permulaan pelaksanaan, dan tidak selesainya pelaksanaan itu, bukan sematamata disebabkan karena kehendaknya sendiri, yang dilakukan terdakwa dengan cara-cara sebagai berikut
:
-

Bahwa berawal dari pertemuan terdakwa dengan AHIAN (belum tertangkap) pada hari Selasa
tanggal 26 Oktober 2010 sekitar jam 18.00 WIB di jalan Krendang Bedeng, Jakarta Barat,
selanjutnya Ahian mengajak terdakwa berjalan-jalan dengan menggunakan Bajaj, ditengah-tengah
perjalanan terdakwa mengeluarkan keris dan membaca mantera kemudian menyuruh terdakwa
untuk membunuh saksi Syak Su Kian.
Bahwa setibanya dirumah Syak Su Kian pada hari yang sama sekitar jam 20.00 WIB bertempat di
Jl. Jembatan Besi II, No.37, Rt.011/01, Kel. Jembatan Besi, Kec. Tambora, Jakarta Barat, Ahian
dan terdakwa masuk ke rumah yang tidak terkunci tersebut untuk kemudian bersama-sama dengan
Ahian mencari alat yang dapat digunakan untuk melaksanakan rencana pembunuhan terhadap
Syak Su Kian tersebut hingga akhirnya ditemukan martil /palu di dekat tangga, kemudian Ahian
menyuruh terdakwa masuk ke dalam sementara Ahian menunggu diluar untuk berjaga-jaga.
Bahwa kemudian terdakwa yang sebelumnya bersembunyi akan tetapi diketahui oleh Syak Su
Kian yang saat itu sedang berada di dalam rumahnya di kemudian pada saat Syak Su Kian
menanyakan ada keperluan apa datang ke rumah namun terdakwa tidak menjawab apa-apa, Syak
Su Kian yang tidak menaruh rasa curiga karena terdakwa sering datang ke rumah lalu masuk ke
dalam kamar untuk mengambil celana anak balitanya di dalam lemari, akan tetapi tiba-tiba
terdakwa datang dari arah belakang dan memukuli kepala Syak Su Kian bagian atas dengan
menggunakan martil secara berulang kali hingga mengucurkan darah, lalu secara refleks Syak Su
Kian merebut martil yang ada di tangan terdakwa dan langsung berteriak minta tolong,
selanjutnya terdakwa berusaha menutup mulut Syak Su Kian dengan menggunakan tangan, namun
berhasil ditepis dan akhirnya terdakwa lari kabur keluar dari rumah Syak Su Kian.
Bahwa kemudian tetangga Syak Su Kian yaitu Komariah yang mendengar teriakan minta tolong
dari Syak Su Kian dan langsung menuju ke rumah Syak Su Kian dan mendapati Syak Su Kian

memegangi kepalanya yang bercucuran darah, kemudian Komariah membawa Syak Su Kian ke
dokter yang ada di Klinik Cendana untuk diobati luka-lukanya.
Bahwa suami Syak Su Kian yaitu Ngui Cun Khim alias Akim yang mengetahui kejadian tersebut
mendapat informasi bahwa terdakwa sedang berjalan kaki di KHM. Mansyur lalu dengan meminta
bantuan Ahmad Nasori menangkap terdakwa dan segera menyerahkannya ke Polsek Tambora guna
diproses lebih lanjut.
Bahwa akibat perbuatan terdakwa tersebut Syak Su Kian menderita luka-luka berdasarkan hasil
Visum et Repertum No: A/235/VS/X/2010 tanggal 27 Oktober 2010 pada Rumah Sakit Sumber
Waras yang ditandatangani oleh Dr. Siana Djaja dengan hasil pemeriksaan :
- Luka robek di kepala atas tengah yang sudah dijahit 4 jahitan,
- Luka robek di kepala atas tengah belakang yang sudah dijahit 4 jahitan,
- Luka robek di kepala atas kanan yang sudah dijahit 5 jahitan,
- Luka robek di kepala belakang atas tengah yang sudah dijahit 1 jahitan,
- Luka memar di samping luar pergelangan tangan kanan dengan ukuran + 7 x 2 cm,
- Lecet di pangkal jari 5 tangan kanan dengan ukuran + 1 x 1 cm,
- Lecet di punggung tangan kiri dengan ukuran + 1 x 0,2 cm,
- Lecet di lengan kiri bawah tengah dengan ukuran + 1 x 0,3 cm,
- Lecet + 3 cm diatas siku kiri samping dengan ukuran + 1 x 0,1 cm (2 buah),
- Lecet + 2 cm dibawah siku kiri samping dengan ukuran + 1 x 0,1 cm,
- Lecet di bibir bawah sebelah kiri dengan ukuran + 0,5 x 0,5 cm,

----- Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 53 ayat (1) KUHP jo
Pasal 340 KUHPidana. -------------------------------------------------------------------------------------------------SUBSIDIAIR :
------- Bahwa terdakwa XXXX pada hari Selasa tanggal 26 Oktober 2010 sekitar jam 20.00 WIB atau
setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Oktober tahun 2010, di Jl. Jembatan Besi II, No.37,
Rt.011/01, Kel. Jembatan Besi, Kec. Tambora, Jakarta Barat, atau setidak-tidaknya pada tempat lain
yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Jakarta Barat, dengan sengaja mencoba
melakukan menghilangkan jiwa orang lain jika niat untuk itu telah ternyata dari adanya permulaan
pelaksanaan, dan tidak selesainya pelaksanaan itu, bukan semata-mata disebabkan karena kehendaknya
sendiri,, yang dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut :
-

Bahwa berawal dari pertemuan terdakwa dengan AHIAN (belum tertangkap) pada hari Selasa
tanggal 26 Oktober 2010 sekitar jam 18.00 WIB di jalan Krendang Bedeng, Jakarta Barat,
selanjutnya Ahian mengajak terdakwa berjalan-jalan dengan menggunakan Bajaj, ditengah-tengah
perjalanan terdakwa mengeluarkan keris dan membaca mantera kemudian menyuruh terdakwa
untuk membunuh saksi Syak Su Kian.
Bahwa setibanya dirumah Syak Su Kian pada hari yang sama sekitar jam 20.00 WIB bertempat di
Jl. Jembatan Besi II, No.37, Rt.011/01, Kel. Jembatan Besi, Kec. Tambora, Jakarta Barat, Ahian
dan terdakwa masuk ke rumah yang tidak terkunci tersebut untuk kemudian bersama-sama dengan
Ahian mencari alat yang dapat digunakan untuk melaksanakan rencana pembunuhan terhadap
Syak Su Kian tersebut hingga akhirnya ditemukan martil /palu di dekat tangga, kemudian Ahian
menyuruh terdakwa masuk ke dalam sementara Ahian menunggu diluar untuk berjaga-jaga.
Bahwa kemudian terdakwa yang sebelumnya bersembunyi akan tetapi diketahui oleh Syak Su
Kian yang saat itu sedang berada di dalam rumahnya di kemudian pada saat Syak Su Kian
menanyakan ada keperluan apa datang ke rumah namun terdakwa tidak menjawab apa-apa, Syak
Su Kian yang tidak menaruh rasa curiga karena terdakwa sering datang ke rumah lalu masuk ke
dalam kamar untuk mengambil celana anak balitanya di dalam lemari, akan tetapi tiba-tiba
terdakwa datang dari arah belakang dan memukuli kepala Syak Su Kian bagian atas dengan
menggunakan martil secara berulang kali hingga mengucurkan darah, lalu secara refleks Syak Su
Kian merebut martil yang ada di tangan terdakwa dan langsung berteriak minta tolong,
selanjutnya terdakwa berusaha menutup mulut Syak Su Kian dengan menggunakan tangan, namun
berhasil ditepis dan akhirnya terdakwa lari kabur keluar dari rumah Syak Su Kian.

3
-

Bahwa kemudian tetangga Syak Su Kian yaitu Komariah yang mendengar teriakan minta tolong
dari Syak Su Kian dan langsung menuju ke rumah Syak Su Kian dan mendapati Syak Su Kian
memegangi kepalanya yang bercucuran darah, kemudian Komariah membawa Syak Su Kian ke
dokter yang ada di Klinik Cendana untuk diobati luka-lukanya.
Bahwa suami Syak Su Kian yaitu Ngui Cun Khim alias Akim yang mengetahui kejadian tersebut
mendapat informasi bahwa terdakwa sedang berjalan kaki di KHM. Mansyur lalu dengan meminta
bantuan Ahmad Nasori menangkap terdakwa dan segera menyerahkannya ke Polsek Tambora guna
diproses lebih lanjut.
Bahwa akibat perbuatan terdakwa tersebut Syak Su Kian menderita luka-luka berdasarkan hasil
Visum et Repertum No: A/235/VS/X/2010 tanggal 27 Oktober 2010 pada Rumah Sakit Sumber
Waras yang ditandatangani oleh Dr. Siana Djaja dengan hasil pemeriksaan :
- Luka robek di kepala atas tengah yang sudah dijahit 4 jahitan,
- Luka robek di kepala atas tengah belakang yang sudah dijahit 4 jahitan,
- Luka robek di kepala atas kanan yang sudah dijahit 5 jahitan,
- Luka robek di kepala belakang atas tengah yang sudah dijahit 1 jahitan,
- Luka memar di samping luar pergelangan tangan kanan dengan ukuran + 7 x 2 cm,
- Lecet di pangkal jari 5 tangan kanan dengan ukuran + 1 x 1 cm,
- Lecet di punggung tangan kiri dengan ukuran + 1 x 0,2 cm,
- Lecet di lengan kiri bawah tengah dengan ukuran + 1 x 0,3 cm,
- Lecet + 3 cm diatas siku kiri samping dengan ukuran + 1 x 0,1 cm (2 buah),
- Lecet + 2 cm dibawah siku kiri samping dengan ukuran + 1 x 0,1 cm,
- Lecet di bibir bawah sebelah kiri dengan ukuran + 0,5 x 0,5 cm,

----- Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam 53 ayat (1) KUHP jo Pasal 338
KUHPidana. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------ATAU
KEDUA
------- Bahwa terdakwa XXXX pada hari Selasa tanggal 26 Oktober 2010 sekitar jam 20.00 WIB atau
setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Oktober tahun 2010, di Jl. Jembatan Besi II, No.37,
Rt.011/01, Kel. Jembatan Besi, Kec. Tambora, Jakarta Barat, atau setidak-tidaknya pada tempat lain
yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Jakarta Barat, dengan sengaja melakukan
penganiayaan yang mengakibatkan luka-luka berat, yang dilakukan terdakwa dengan cara sebagai
berikut :
-

Bahwa berawal dari pertemuan terdakwa dengan AHIAN (belum tertangkap) pada hari Selasa
tanggal 26 Oktober 2010 sekitar jam 18.00 WIB di jalan Krendang Bedeng, Jakarta Barat,
selanjutnya Ahian mengajak terdakwa berjalan-jalan dengan menggunakan Bajaj, ditengah-tengah
perjalanan terdakwa mengeluarkan keris dan membaca mantera kemudian menyuruh terdakwa
untuk membunuh saksi Syak Su Kian.
Bahwa setibanya dirumah Syak Su Kian pada hari yang sama sekitar jam 20.00 WIB bertempat di
Jl. Jembatan Besi II, No.37, Rt.011/01, Kel. Jembatan Besi, Kec. Tambora, Jakarta Barat, Ahian
dan terdakwa masuk ke rumah yang tidak terkunci tersebut untuk kemudian bersama-sama dengan
Ahian mencari alat yang dapat digunakan untuk melaksanakan rencana pembunuhan terhadap
Syak Su Kian tersebut hingga akhirnya ditemukan martil /palu di dekat tangga, kemudian Ahian
menyuruh terdakwa masuk ke dalam sementara Ahian menunggu diluar untuk berjaga-jaga.
Bahwa kemudian terdakwa yang sebelumnya bersembunyi akan tetapi diketahui oleh Syak Su
Kian yang saat itu sedang berada di dalam rumahnya di kemudian pada saat Syak Su Kian
menanyakan ada keperluan apa datang ke rumah namun terdakwa tidak menjawab apa-apa, Syak
Su Kian yang tidak menaruh rasa curiga karena terdakwa sering datang ke rumah lalu masuk ke
dalam kamar untuk mengambil celana anak balitanya di dalam lemari, akan tetapi tiba-tiba
terdakwa datang dari arah belakang dan memukuli kepala Syak Su Kian bagian atas dengan
menggunakan martil secara berulang kali hingga mengucurkan darah, lalu secara refleks Syak Su
Kian merebut martil yang ada di tangan terdakwa dan langsung berteriak minta tolong,

selanjutnya terdakwa berusaha menutup mulut Syak Su Kian dengan menggunakan tangan, namun
berhasil ditepis dan akhirnya terdakwa lari kabur keluar dari rumah Syak Su Kian.
Bahwa kemudian tetangga Syak Su Kian yaitu Komariah yang mendengar teriakan minta tolong
dari Syak Su Kian dan langsung menuju ke rumah Syak Su Kian dan mendapati Syak Su Kian
memegangi kepalanya yang bercucuran darah, kemudian Komariah membawa Syak Su Kian ke
dokter yang ada di Klinik Cendana untuk diobati luka-lukanya.
Bahwa suami Syak Su Kian yaitu Ngui Cun Khim alias Akim yang mengetahui kejadian tersebut
mendapat informasi bahwa terdakwa sedang berjalan kaki di KHM. Mansyur lalu dengan meminta
bantuan Ahmad Nasori menangkap terdakwa dan segera menyerahkannya ke Polsek Tambora guna
diproses lebih lanjut.
Bahwa akibat perbuatan terdakwa tersebut Syak Su Kian menderita luka-luka sehingga dengan
demikian terhalang untuk melakukan pekerjaan sehari-hari, dan berdasarkan hasil Visum et
Repertum No: A/235/VS/X/2010 tanggal 27 Oktober 2010 pada Rumah Sakit Sumber Waras yang
ditandatangani oleh Dr. Siana Djaja dengan hasil pemeriksaan :
- Luka robek di kepala atas tengah yang sudah dijahit 4 jahitan,
- Luka robek di kepala atas tengah belakang yang sudah dijahit 4 jahitan,
- Luka robek di kepala atas kanan yang sudah dijahit 5 jahitan,
- Luka robek di kepala belakang atas tengah yang sudah dijahit 1 jahitan,
- Luka memar di samping luar pergelangan tangan kanan dengan ukuran + 7 x 2 cm,
- Lecet di pangkal jari 5 tangan kanan dengan ukuran + 1 x 1 cm,
- Lecet di punggung tangan kiri dengan ukuran + 1 x 0,2 cm,
- Lecet di lengan kiri bawah tengah dengan ukuran + 1 x 0,3 cm,
- Lecet + 3 cm diatas siku kiri samping dengan ukuran + 1 x 0,1 cm (2 buah),
- Lecet + 2 cm dibawah siku kiri samping dengan ukuran + 1 x 0,1 cm,
- Lecet di bibir bawah sebelah kiri dengan ukuran + 0,5 x 0,5 cm,

----- Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam 351 ayat (2) KUHP. -------------ATAU
KETIGA
------- Bahwa terdakwa XXXX pada hari Selasa tanggal 26 Oktober 2010 sekitar jam 20.00 WIB atau
setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Oktober tahun 2010, di Jl. Jembatan Besi II, No.37,
Rt.011/01, Kel. Jembatan Besi, Kec. Tambora, Jakarta Barat, atau setidak-tidaknya pada tempat lain
yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Jakarta Barat, dengan sengaja melakukan
penganiayaan, yang dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut :
Bahwa berawal dari pertemuan terdakwa dengan AHIAN (belum tertangkap) pada hari Selasa tanggal 26
Oktober 2010 sekitar jam 18.00 WIB di jalan Krendang Bedeng, Jakarta Barat, selanjutnya Ahian
mengajak terdakwa berjalan-jalan dengan menggunakan Bajaj, ditengah-tengah perjalanan terdakwa
mengeluarkan keris dan membaca mantera kemudian menyuruh terdakwa untuk membunuh saksi Syak
Su Kian.
-

Bahwa setibanya dirumah Syak Su Kian pada hari yang sama sekitar jam 20.00 WIB bertempat di
Jl. Jembatan Besi II, No.37, Rt.011/01, Kel. Jembatan Besi, Kec. Tambora, Jakarta Barat, Ahian
dan terdakwa masuk ke rumah yang tidak terkunci tersebut untuk kemudian bersama-sama dengan
Ahian mencari alat yang dapat digunakan untuk melaksanakan rencana pembunuhan terhadap
Syak Su Kian tersebut hingga akhirnya ditemukan martil /palu di dekat tangga, kemudian Ahian
menyuruh terdakwa masuk ke dalam sementara Ahian menunggu diluar untuk berjaga-jaga.
Bahwa kemudian terdakwa yang sebelumnya bersembunyi akan tetapi diketahui oleh Syak Su
Kian yang saat itu sedang berada di dalam rumahnya di kemudian pada saat Syak Su Kian
menanyakan ada keperluan apa datang ke rumah namun terdakwa tidak menjawab apa-apa, Syak
Su Kian yang tidak menaruh rasa curiga karena terdakwa sering datang ke rumah lalu masuk ke
dalam kamar untuk mengambil celana anak balitanya di dalam lemari, akan tetapi tiba-tiba
terdakwa datang dari arah belakang dan memukuli kepala Syak Su Kian bagian atas dengan
menggunakan martil secara berulang kali hingga mengucurkan darah, lalu secara refleks Syak Su

Kian merebut martil yang ada di tangan terdakwa dan langsung berteriak minta tolong,
selanjutnya terdakwa berusaha menutup mulut Syak Su Kian dengan menggunakan tangan, namun
berhasil ditepis dan akhirnya terdakwa lari kabur keluar dari rumah Syak Su Kian.
Bahwa kemudian tetangga Syak Su Kian yaitu Komariah yang mendengar teriakan minta tolong
dari Syak Su Kian dan langsung menuju ke rumah Syak Su Kian dan mendapati Syak Su Kian
memegangi kepalanya yang bercucuran darah, kemudian Komariah membawa Syak Su Kian ke
dokter yang ada di Klinik Cendana untuk diobati luka-lukanya.
Bahwa suami Syak Su Kian yaitu Ngui Cun Khim alias Akim yang mengetahui kejadian tersebut
mendapat informasi bahwa terdakwa sedang berjalan kaki di KHM. Mansyur lalu dengan meminta
bantuan Ahmad Nasori menangkap terdakwa dan segera menyerahkannya ke Polsek Tambora guna
diproses lebih lanjut.
Bahwa akibat perbuatan terdakwa tersebut Syak Su Kian menderita luka-luka berdasarkan hasil
Visum et Repertum No: A/235/VS/X/2010 tanggal 27 Oktober 2010 pada Rumah Sakit Sumber
Waras yang ditandatangani oleh Dr. Siana Djaja dengan hasil pemeriksaan :
- Luka robek di kepala atas tengah yang sudah dijahit 4 jahitan,
- Luka robek di kepala atas tengah belakang yang sudah dijahit 4 jahitan,
- Luka robek di kepala atas kanan yang sudah dijahit 5 jahitan,
- Luka robek di kepala belakang atas tengah yang sudah dijahit 1 jahitan,
- Luka memar di samping luar pergelangan tangan kanan dengan ukuran + 7 x 2 cm,
- Lecet di pangkal jari 5 tangan kanan dengan ukuran + 1 x 1 cm,
- Lecet di punggung tangan kiri dengan ukuran + 1 x 0,2 cm,
- Lecet di lengan kiri bawah tengah dengan ukuran + 1 x 0,3 cm,
- Lecet + 3 cm diatas siku kiri samping dengan ukuran + 1 x 0,1 cm (2 buah),
- Lecet + 2 cm dibawah siku kiri samping dengan ukuran + 1 x 0,1 cm,
- Lecet di bibir bawah sebelah kiri dengan ukuran + 0,5 x 0,5 cm,

----- Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam 351 ayat (1) KUHP. --------------

Jakarta, Desember 2010


JAKSA PENUNTUT UMUM,
SULVIA TRIANA HAPSARI, SH.
AJUN JAKSA, NIP.19790522 200112 2 001