Anda di halaman 1dari 13

PAPER

TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN

Model Tata Letak pada Pabrik Roti Sari Roti


untuk memenuhi tugas matakuliah Tata Letak dan Penanganan Bahan

Oleh :
1) Maylatul Yessita
2) Ahmad Saiful Anam
3) Vernozy Surya Adi Putra

141710301013
141710301014
141710301018

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2016
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perusahaan atau pabrik yang memproduksi seutau produk umunya
memiliki alat dan mesin yang digunkanan untuk mempermudah atau membantu
proses produksi. Alat dan mesin tentunya tidak boleh diletakkan di sembarangan
tempat untuk efektifitas kerja. Namun tidak sedikit penempatan mesin yang
kurang tepat akan memperlambat proses produksi maupun pemborosan.
Penempatan mesin-mesin pada pabrik tidaklah mudah, tentunya harus
memperhatikan tata letak dan bangunan pabrik tersebut. Oleh karena itu perlu
adanya ilmu untuk merancang tata letak pada pabrik dengan sebaik mungkin guna
memrpekecil pemborosan akibat tidak efektifnya tata letak pada pabrik.
Dengan adanya tata letak pabrikasi ini maka pemborosan yang terjadi
dalam proses produksi bisa ditekan. Dengan begitu bisa menekan biaya produksi
dan menghemat waktu proses produksi
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya adalah
bagaimana model tata letak pada pabrik roti SARI ROTI.
1.3 Tujuan
Tujuan dari rumusan masalah di atas adalah untuk mengetahui jenis atau
model tata letak pada pabrik roti SARI ROTI.

BAB 2. LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Tata Letak pada Pabrik


Tata letak pabrik adalah suatu rancangan fasilitas, menganalisis,
membentuk konsep, dan mewujudkan sistem pembuatan barang atau jasa.
Rancangan ini pada umumnya digambarkan sebagai rancangan lantai, yaitu satu
susunan fasilitas fisik (perlengkapan, tanah, bangunan, dan sarana lain) untuk
mengoptimalkan hubungan antara petugas pelaksana, aliran barang, aliran
informasi, dan tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan usaha secara
ekonomis dan aman (Apple, 1990)
Tata letak merupakan salah satu bagian terbesar dari suatu studi
perancangan fasilitas. Perancangan fasilita terdiri dari pelokasian pabrik dan
perancangan gedung dimana sebagaimana diketahui bahwa antara tata letak
dengan penanganan material saling berkaitan erat. Penyusunan tata letak yang
baik dapat memperlihatkan suatu penyusunan daerah kerja yang paling ekonomis
untuk dijalankan, disamping itu akan menjamin keamanan dan kepuasan kerja
dari pegawai. Prestasi kerja dapat meningkat bila penyusun tata letak dilakukan
dengan baik dan aktif.
Tata letak merupakan satu keputusan penting yang menentukan efisiensi
sebuah operasi dalam jangka panjang. Tata letak memiliki banyak dampak
strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam kapasitas,
proses, fleksibilitas, dan biaya, serta kualitas lingkungan kerja, kontak pelangga,
dan citra perusahaan. Tata letak yang efektif dapat membantu organisasi mencapai
sebuah strategi yang menunjang diferensiasi, biaya rendah, atau respon cepat.
Tujuan strategi tata letak adalah untuk membangun tata letak yang ekonomis yang
memenuhi kebutuhan persaingan perusahaan.
2.2 Jenis Tata Letak Pabrik
Berdasarkan dari pengurutan mesin mesin dan peralatan, bentuk tata letak
pabrik ini dibagi dalam tiga macam (Wignjoesoebroto, 1990):
2.2.1 Proses Tata Letak

Tata letak fungsional-penyusunan tata letak dimana alat yang sejenis atau
mempunyai fungsi yang sama ditempatkan dalam bagian yang sama. Mesin-mesin
ini tidak dikhususkan untuk produk tertentu melainkan dapat digunakan untuk
berbagai jenis produk. Model ini cocok untuk discrete production dan bila proses
produksi tidak baku, yaitu jika perusahaan membuat jenis produk yang berbeda.
Jenis tata letak proses dijumpai pada bengkel-bengkel, rumah sakit, universitas
atau perkantoran.
Kelebihan dan kelemahan Tata Letak Proses
a. Kelebihan
Memungkinkan utilitas mesin yang tinggi
Memingkinkan penggunaan mesin yang multi guna sehingga dapat dengan

cepat mengikuti perubahan jenis produksi


Memperkecil terhentinya produksi yang diakibatkan oleh kerusakan mesin
Sangat fleksibel dalam mengalokasikan personel dan peralatan
Investasi yang rendah karena dapat mengurangi duplikasi peralatan
Memungkinkan spesialisasi supervisi

b. Kekurangan
Meningkatkan kebutuhan material handling karena aliran proses yang beragam

serta tidak dapat digunakan ban berjalan


Pengawasan produksi yang lebih sulit
Meningkatnya persediaan barang dalam proses
Total waktu produksi per unit yang lebih lama
Memerlukan skill yang lebih tinggi
Pekerjaan routing, penjadwalan dan akunting biaya yang lebih sulit, karena
setiap ada order baru harus dilakukan perencanaan atau perhitungan kembali.

2.2.2 Tata Letak Produk (product layout)


Apabila proses produksinya telah distandarisasikan dan berproduksi dalam
jumlah yang besar. Setiap produk akan melalui tahapan operasi yang sama sejak
dari awal sampai akhir.
Kelebihan dan kelemahan Tata Letak Produk
a. Kelebihan
Aliran material yang simple dan langsung

Persediaan barang dalam proses yang rendah


Total waktu produksi per unit yang rendah
Tidak emerlukan skill tenaga kerja yang tinggi
Pengawasan produksi yang lebih mudah
Dapat menggunakan mesin khusus atau otomatis
Dapat menggunakan ban berjalan karena lairan material sudah tertentu
b. Kekurangan
Kerusakan pada sebuah mesin dapat menghentikan produksi
Perubahan desain produk dapat mengakibatkan tidak efektifnya tata letak yang

bersangkutan
Biasanya memerlukan investasi mesin atau peralatan yang besar
Karena sifat pekerjaanya yang monoton dapat mengakibatkan kebosanan

2.2.3 Tata Letak Posisi Tetap (fixed positon layout)


Dipilih karena ukuran, bentuk ataupun karakteristik lain menyebabkan
produknya tidak mungkin atau sukar untuk dipindahkan. Tata letak seperti ini
terdapat pada pembuatan kapal lautm pesawat terbang, lokomotif atau proyekproyek konstruks.
Kelebihan dan kelemahan Tata Letak Tetap
a. Kelebihan
Berkurangnya gerakan material
Adanya kesempatan untuk melakukan pengkayaan tugas
Sangat fleksibel, dapat mengakomodasi perubahan dalam desain produk,

bauran produk maupun volume produksi


Dapat memberikan kebanggaan pada pekerja karena dapat menyelesaikan
seluruh pekerjaan

b. Kekurangan
Gerakan personal dan peralatan yang tinggi
Dapat terjadi duplikasi mesin dan peralatan
Memerlukan tenaga kerja yang berketrampilan tinggi
Biasanya memerlukan ruang yang besar serta persediaan barang dalam proses

yang tinggi
Memerlukan koordinasi dalam penjadwalan produksi

2.3 Tujuan Perancangan Tata Letak Pabrik

Secara garis besar tujuan utama dari tata letak pabrik ialah mengatur area
kerja dan segala fasilitas produksi yang paling ekonomis untuk beroperasi
produksi aman, dan nyaman sehingga akan dapat menaikkan moral kerja
dan performance dari operator. Lebih spesifik lagi tata letak yang baik akan dapat
memberikan keuntungankeuntungan dalam sistem produksi, yaitu antara lain
sebagai berikut :
1. Menaikkan output produksi.
Suatu tata letak yang baik akan memberikan keluaran (output) yang lebih
besar atau lebih sedikit, man hours yang lebih kecil, dan/atau mengurangi jam
kerja mesin (machine hours).
2. Mengurangi waktu tunggu (delay).
Mengatur keseimbangan antara waktu operasi produksi dan beban dari
masingmasing departemen atau mesin adalah bagian kerja dari mereka yang
bertanggung jawab terhadap desain tata letak pabrik. Pengaturan tata letak yang
terkoordinir dan terencana baik akan dapat mengurangi waktu tunggu (delay)
yang berlebihan.
3. Mengurangi proses pemindahan bahan (material handling)
Proses perencanaan dan perancangan tata letak pabrik akan lebih
menekankan desainnya pada usahausaha memindahkan aktivitasaktivitas
pemindahan bahan pada saat proses produksi berlangsung.
4. Penghematan penggunaan areal untuk produksi, gudang dan service.
Jalan lintas, material yang menumpuk, jarak antara mesinmesin yang
berlebihan, dan lainlain semuanya akan menambah area yang dibutuhkan untuk
pabrik. Suatu perencanaan tata letak yang optimal akan mencoba mengatasi segala
masalah pemborosan pemakaian ruangan ini dan berusaha untuk mengkoreksinya.
5. Pendaya guna yang lebih besar dari pemakaian mesin, tenaga kerja, dan/atau
fasilitas produksi lainnya.
Faktorfaktor pemanfaatan mesin, tenaga kerja, dan lainlain adalah erat
kaitannya dengan biaya produksi. Suatu tata letak yang terencana baik akan

banyak membantu pendayagunaan elemenelemen produksi secara lebih efektif


dan lebih efisien.
2.4 Prinsip Dasar dalam Perencanaan Tata Letak Pabrik
Berdasarkan tujuan, keuntungan dan aspek dasar dalam tata letak pabrik
yang terencana dengan baik, dapat disimpulkan 6 prinsip dasar sebagai berikut:
a. Prinsip Integrasi Secara Total. Tata letak pabrik merupakan integrasi secara
total dari seluruh elemen produksi yang menjadi satu unit operasi yang lebih
besar.
b. Prinsip Perpindahan jarak Yang Minimal. Dalam proses pemindahan bahan dari
satu operasi ke operasi berikutnya, waktu dapat dihemat dengan mengurangi
jarak perpindahan tersebut.
c. Prinsip Aliran Dari Suatu Proses Kerja. Aliran kerja yang baik adalah aliran
konstan dengan minimum interupsi, kesimpangsiuran, dan kemacetan dalam
proses produksi.
d. Prinsip Pemanfaatan Ruangan. Pengaturan ruangan yang akan dipakai ssecara
optimum dengan memanfaatkan tiga dimensi ruang (cubic space).
e. Prinsip Kepuasan dan Keselamatan Kerja
f. Tata letak yang baik akan dapat membuat suasana kerja menjadi
menyenangkan dan memuaskan sehingga dapat meningkatkan moral karyawan.
g. Prinsip Fleksibilitas.
Dengan kemajuan IPTEK mengakibatkan dunia industri berpacu untuk
mengimbanginya. Perubahan yang mungkin terjadi pada desain produk, peralatan
produksi, delivery, dan sebagainya akan dapat berakibat pengaturan kembali (relayout) tata letak pabrik yang sudah ada. Untuk hal ini bila tata letak direncanakan
cukup fleksibel maka penyesuaian kembali dapat dilakukan dengan lebih cepat
dan murah.

BAB 3. MODEL TATA LETAK PADA PABRIK ROTI SARI ROTI


Banyak masyarakat saat ini yang sibuk dengan aktivitasnya sehingga
mereka melupakan sesuatu yang penting bagi dirinya, makan adalah salah satu hal
yang tidak boleh ditinggalkan karena makan merupakan proses penambahan
energi yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sehari-hari. Makanan yang
praktis dan mudah dibawa saat ini menjadi primadona dikalangan masyarakat,
salah satu makanan itu adalah roti. Banyak masyarakat yang mengkonsumsi roti
sebagai makanan pengganti nasi karena kandungan gizi yang terkandung tidak
jauh berbeda, namun mereka tidak mengetahui apakah roti tersebut diproduksi
secara bersih (hygienic) atau tidak. Oleh sebab itu berbagai permasalahan yang
dihadapi harus segera diselesaikan.
Berikut salah satu contoh permasalahan tata letak pada proses pembuatan roti
SARI ROTI:

Proses Pembuatan Roti

Sebelum melakukan proses produksi, pabrik sari roti menerapkan standar


kualifikasi kebersihan diri sebelum turun ke area proses produksi. Pada area ini
disebut area wajib GMP, yaitu sebelum memasuki area produksi, terlebih dahulu
kita menggunakan baju laboratorium,masker,hairnet, dan covershoes. Setelah itu
kita wajib mencuci tangan dengan sabun antibakteri,dan mengeringkan tangan
dengan mesin pengering,kemudian tangan kita diberi alkohol agar tangan steril
dan bebas sari kuman. Setelah tangan bersih dan steril, kemudian dilanjutkan
memasuki ruangan air shower, yaitu ruangan pembersihan semua debu rambut,
debu pakaian, debu kulit. Setelah melewati proses sterilisasi yang cukup panjang,
baru kita dapat memasuki area produksi .
Dalam proses pembuatan roti, dikenal beberapa metode proses
pembuatannya. Mulai dari proses yang hanya memerlukan satu kali pencampuran
seperti straight dough mixing dan no time dough mixing, hingga proses pembuatan
roti yang memerlukan dua kali proses pencampuran seperti sponge and dough
mixing.
Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Dalam proses
pembuatan roti, SARI ROTI menggunakan metode sponge and dough mixing.
Metode ini memiliki kekurangan berupa proses yang diperlukan memerlukan
waktu yang lebih lama, namun kelebihannya adalah dapat memberikan roti
dengan kualitas terbaik, baik dari segi tekstur, kelembutan, aroma, dan rasa dari
roti yang dihasilkan.
Pada proses pembutan roti pertama menyiapkan bahan diantaranya yaitu
tepung terigu, air, dan ragi dimasukkan kedalam mixer selama 15 menit untuk
dicampur menjadi adonan pertama. Setelah adonan tercampur rata didalam mixer,
adonan akan dituang ke dalam bak dan dimasukkan kedalam ruang fermentasi
selama 3 jam dengan suhu ruang 27c agar adonan mengembang. Setelah 3 jam,
adonan dikeluarkan dari ruang fermentasi dan dilakukan proses mixer ke-2
dengan pencampuran bahan bahan lainnya yaitu telur, gula, susu, garam, dan
margarin. Semua bahan dimixing selama 5 menit hingga kalis.

Proses selanjutnya yaitu adonan yang sudah kalis tadi kemudian di potong
potong di mesin divider. Setelah itu di bulatkan di mesin rounder dan
diistirahatkan sejenak di mesin OHP selama 15-20 menit. Setelah proses
pengistirahatan selama 15-20 menit selesai,kemudian adonan di pressing untuk
menghilangkan gas didalamnya agar tekstur adonan lebih halus. Setelah itu
dilakukan macam macam filler (isi) untuk memberikan rasa pada roti . Proses
filler dilakukan dengan tangan atau secara manual dengan syarat harus mencuci
tangan setiap 15 menit sekali.
Setelah proses filler selesai, adonan kemudian di panning atau proses
peletakan adonan kedalam loyang, kemudian di dilakukan proses fermentasi ke-2
selama 1 jam dengan suhu 38-40c untuk mengembangkan adonan serta member
tekstur yang lembut pada roti. Setelah 1 jam dan adonan mengembang, adonan
roti dimasukkan kedalam oven untuk dipanggang dengan suhu 180-240c selama
15-30 menit.
Setelah dipanggang di oven, kemudian roti dikeluarkan dari Loyang dan
dilakukan proses blazing,yaitu pengolesan roti dengan minyak sayur agar roti
mengkilap. Proses blazing dibarengi dengan cooling (pendinginan) sampai ke
cooling tower(menara pendingin) dan berputar dari puncak (atas) ke bawah 45
menit . Proses pendinginan dilakukan agar saat kemasan, roti tidak menguap yang
akan menyebabkan embun pada kemasan agar jamur tidak tumbuh pada roti
Roti yang telah dikemas selanjutnya akan dilewatkan terlebih dahulu pada
metal detector. Hal ini bertujuan agar roti yang akan dijual kepada konsumen
bebas dari kontaminasi fisik dan tidak membahayakan konsumen. Proses metal
detecting ini juga merupakan salah satu bagian implementasi sistem HACCP
(Hazard Analysis and Critical Control Point) pada proses pembuatan SARI ROTI.
Roti yang telah lolos dari metal detector selanjutnya akan disusun pada
krat khusus, diserahkan kepada gudang Finished Goods dan siap untuk
didistribusikan.

BAB 4. PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan beberapa pemaparan dari tata letak penanganan bahan, dapat
ditarik kesimpulan bahwa. Pabrik Sari Roti menerapkan model/tata letak Produk
(product layout) karena produksinya telah distandarisasikan dan berproduksi
dalam jumlah yang besar. Setiap produk akan melalui tahapan operasi yang sama
sejak dari awal sampai akhir.
4.2 Saran
Untuk mengetahui fungsi dan model tata letak pada Pabrik Sari Roti
disarankan untuk melakukan studi industri sehingga mahasiswa dapat memahami
langsung tentang model/tata letak suatu industri.