Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN DISKUSI TEKNIK KARAKTERISASI MATERIAL

MATERIAL DASAR KONTRUSKSI MOBIL DAN KOMPUTER

Oleh
Debi Rianto

( 1301683 )

Nidya Yulfriska

( 1301656 )

Rosi Silfia Putri

( 1301685 )

Dosen Pembimbing :
Dra. Yenni Darvina, M.Si

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2015

Material Dasar Kontrusksi Mobil dan Komputer


A. Material Dasar Kontruksi Mobil
1. Mesin mobil
Konstruksi mesin mobil secara garis besar dibagi dalam dua bagian utama,
yaitu :
a. Komponen yang tidak dapat bergerak. Seperti :
1) Kepala silinder (Cylinder head)
Kepala silinder berfungsi sebagai penutup lubang silinder pada blok
silinder dan tempat dudukan busi. Kepala silinder biasanya dibuat dari
bahan Aluminium campuran, supaya tahan karat juga tahan pada suhu
tinggi serta ringan. Paduan Aluminium memiliki kemampuan pendingin
lebih besar di Banding dengan yang terbuat dari besi tuang.

2) Blok silinder (Cylinder block)


Blok silinder merupakan inti dari pada engine, yang terbuat dari besi
tuang. Belakangan ini ada beberapa blok silinder yang dibuat dari
paduan alumunium. Seperti kita ketahui, bahwa alumunium ringan dan
meradiasikan panas yang lebih efesiens di bandingkan dengan besi
tuang.

3) Bak oli (Carter)


Bak oli dibuat dari baja dilengkapi dengan penyekat ( se parator ) untuk
menjag agar permuakan oli tetap rata ketika kendaraan pada posisi
miring. Baja merupakan bahan campuran antara besi dan karbon dengan
kandungan karbon sekitar 1,4%. Sifat dari bahan ini adalah lebih keras
dari pada besi sebagai bahan kasar.

b. Komponen yang dapat bergerak, seperti :


1) Torak /seher (Piston) dan kelengkapanya
Torak/piston, komponen ini wajib mempunyai sifat tahan terhadap
tekanan dan suhu tinggi dan dapat bekerja dengan kecepatan tinggi.
Kepala piston umumnya mempunyai permukaan yang datar tetapi ada
pula yang cembung atau cekung. Pada bagian atas torak terdapat 2-3
celah untuk pemasangan pegas-pegas piston. Bahan dasar piston adalah
campuran besi tuang dan aluminium karena ringan dan mempunyai
penghantar panas yang baik. Paduan yang tidak seimbang akan
berakibat buruk dimana pada suhu yang sangat tinggi akan membuat
piston memuai dan berubah bentuk.

2) Poros engkol (crank shaft)


Konstruksi poros engkol biasanya terbuat dari besi cor nodular karena
besi cor nodular memiliki sifat mekanik yang baik, pembuatan
komponen ini biasanya dilakukan dengan pengecoran kemudian
dilanjutkan dengan heat treatment. Bahan Baku Utama
Bahan baku utama untuk pembuatan besi cor nodular adalah pig iron,
scrap baja, dan scrap balik (return scrap). Bahan Penolong
Selain bahan baku utama, diperlukan juga beberapa bahan penolong
yaitu Nodulariser, inokulan, dan carburizer. Ada beberapa jenis

Nodulariser yang dapat dipakai untuk pembuatan besi cor nodular. besi
cor nodular sebagai pengganti bahan baja untuk komponen otomotive
adalah karena biaya produksi besi cor nodular lebih rendah, waktu
produksi lebih singkat . Selain itu untuk ukuran dan bentuk yang sama,
besi cor nodular bobotnya lebih ringan dan yang lebih penting lagi
adalah karena besi cor nodular dapat di-heat treatment sehingga produk
yang dihasilkan mempunyai sifat-sifat unggul seperti baja.

3) Roda penerus (Fly wheel)


Material dari flywheel terdiri dari metal dan keramik. Flywheel jenis
metal, terbuat dari aluminium alloy, steel alloy, titanium alloy, dan
aluminium. Bahan flywheel yang terbuat dari aluminium,
pembuatannya hanya dengan sistem Cor. Dimulai dari proses
pembuatan cetakan pasir.

2. Body kit mobil


Ada beberapa jenis bahan yang sering digunakan untuk membuat body
kit diantaranya :
a. Fiber glass atau biasa disebut juga FRP ( Fibre Reinforced Plastik )
merupakan material yang paling lama digunakan orang untuk
membuat body kit. Bahan ini meupakan jenis komposit yang
bersifat keras, cukup ringan , sangat mudah diperbaiki apabila
rusak / pecah, dapat di custom modelnya ( model bisa dibuat
bermacam macam ), dan harga yang tidak terlalu mahal.

b. Poly Urethan ( PU ) sebagai bahan dasar pembuatan body kit


semakin popular digunakan. Dalam pemasangannya bahan ini
biasanya sangat sempurna dan rapi seperti PU. Bahan ini bersifat
Tahan lama, ringan, agak empuk tetapi ada juga yang cukup
keras( tergantung density dari PU tersebut), Flexibel, Tidak mudah
pecah/rusak bila terkena benturan. Bahan ini biasanya di pakai
untuk bagian Lips Spoiler dan Spoiler Belakang.
c. Plastik PP+PE ( Polypropilene + Polyethylene ) merpuakan bahan
yang sering digunakan dalam membuat bagian dari body kit. Bahan
ini merupakan jenis polimer memiliki Memiliki karakteristik
seperti PU namun lebih keras. Bahan ini cocok untuk kontriksi
Bumper Full.

3. Roda mobil
Roda mobil terdiri dari ban dan velg roda. Bahan dasar dari ban terdiri
dari benang/kawat baja, nylon, aramid fiber, rayon, fiberglass, or
polyester ( biasanya bahan kombinasi misalnya benang polyester pada
lapisan ban dan kawat baja pada bagian sabuk baja dan bead yang
umumnya terdapat pada ban mobil penumpang radial. Kemudian
bahan yang digunakan adalah karet alam dan sintesis yang merupakan
bahan polimer. Kemudian bahan dasar velg roda adalah Bahan dasar
velg yang utama adalah alumunium, beberapa jenis velg menggunakan
bahan alumunium yang dicampur dengan baja. Aluminium merupakan
konduktor yang baik juga buat panas. Dapat ditempa menjadi
lembaran, ditarik menjadi kawat dan diekstrusi menjadi batangan
dengan bermacam-macam penampang. Tahan korosi.

4. Knalpot mobil
Bahan dasar knalpot ini menggunakan plat stainless, galvanis, atau plat
besi. Namun bahan yang umum dipakai adalah logam dari drum bekas
yang kemudian dilakukan proses chorme. Stainless steel terdiri dari
campuran besi dan kromium dengan kadar kromuim sekitar 10,5%
dengan keunggulan mencegah korosi.

5. Kaca mobil
Untuk membuat berbagai jenis kaca, digunakan pasir kaca dalam
jumlah yang besar. Sebagai fluks bagi silika ini, dipakai soda abu,
kerak garam, batu gamping dan gamping. Di samping itu, banyak pula
dipakai oksida timbal, abu mutiara (kalsium karbonat), saltpeter,
boraks, asam borat, asam trioksida, feldspar, dan fluorspar bersama
berbagai jenis oksida, karbonat serta garam-garam logam lain untuk
membuat kaca berwarna. Dalam operasi penyelesaian, banyak pula
dipakai berbagai produk lain seperti abrasif dan asam fluorida.Pasir
yang digunakan untuk membuat kaca haruslah kuarsa yang hampir
murni. Oleh karena itu, lokasi pabrik kaca biasanya ditentukan oleh
lokasi endapan pasir kaca. Kandungan besinya tidak boleh melebihi
0,45% untuk barang gelas pecah belah atau 0,015% untuk kaca optic,
sebab kandungan besi ini bersifat merusak warna kaca pada umumnya.

B. Material Dasar Kontruksi Komputer


1. Keyboard
Komponen dasar membuat keyboard adalah komponen elktronika
dirakit dari bahan material semikonduktor, konduktor, dilektrik.
Komponen ini di atur oleh mikrokontroler yang terdiri seribuan
rangakain transistor yang dibuat dari bahan semikonduktor. Biasanya
bahan ini dibuat dari silikon atau germanium. Sedangkan untuk tombol
dan cashingnya biasanya terbuat dari bahan polimer berjenis
termosplastik.

2. Cpu
Komponen utama dalam perakitan cpu adalah serangkaian ic yang
merupakan kumpulan dari ribuan transistor. Komponen ini terbuat dari
bahan semikonduktor yang biasanya germanium ataupun silikon.
Karakteristik semikonduktor adalah dapat mengantarkan arus listrik
jika medan listrik yang diberikan memungkinkan elektron untuk
berpindah dari pita valensi ke pita konduksi. Kemudian casing atau
box dari cpu biasanya terbuat dari bahan polimer berjenis
termosplastik.

3. Powersupply
Dalam merakit powersupply biasanya terdiri dari trafo, tahanan, dioda,
kapasitor, timah sebagai penghubung rangkaian, ic, dan sebgainya.
Komponen ini merupakan komponen lektronika yang biasanya terbuat
dari bahan, konduktor, semikonduktor, isolator, dielektrik. Bahan ini
dilihat dari sifat dari bahan yang dikontruksi menjadi komponen yang
sesuai. Sedangkan untuk box dari power supply biasanya tergantung
jenis bahan yang mau dipakai biasanya terbuat dari plastik yaitu bahan
polimer.

4. Monitor
Sebagian besar screen, baik layar gadged (seperti handphone, laptop),
atau bahkan televisi (tv) merk tertentu yang sudah menggunakan
teknologi O-LED. Dalam pembuatan O-LED dari polimer MEH-PPV
(2-methoxy-5-(2'-ethylhexyloxy)-p-phenylene
vinylene)
yang
merupakan turunan dari polimer PPV (P-Phenylene Vinylene).
Organic Light-Emitting Diodes (O-LED). Sebuah Organic LightEmitting Diodes (OLED) terdiri dari beberapa lapisan organik
semikonduktor di antara dua elektroda, minimal salah satunya
transparan. Dua struktur perangkat sederhana divais mengemisikan
cahaya pada satu sisi (kiri) pada sisi transparan dan memancarkan
cahaya ke atas dan ke bawah (kanan). Perangkat ini dibuat dengan
berurutan lapisan organik pada substrat diikuti oleh elektroda

konduktif lain. Sebuah struktur perangkat umum terdiri dari substrat


kacadilapisi dengan oksida indium timah (ITO) anoda transparan dan
film logam tipis buram sebagai katoda. Prinsip kerja dari O-LED yaitu
polimer konjugasi, luminisensi terjadi melalui proses rekombinasi
radiatif antara elektron pada pita konduksi dan hole pada pita valensi.
Ketika tegangan DC dialirkan maka muatan yang diinjeksikan
(elektron dan hole ) bergerak pada lapisan aktif dengan arah yang
berlawanan. Ketika kedua muatan tersebut bertemu (berekombinasi)
maka terbentuk ikatan netral pada keadaan tereksitasi yang disebut
eksiton dan terpancarlah cahaya.

5. Speaker
Dalam merakit speaker biasanya terdiri dari kumparan, magnet,
tahanan, kapasitor, timah sebagai penghubung rangkaian, ic, dan
sebgainya. Komponen ini merupakan komponen lektronika yang
biasanya terbuat dari bahan, konduktor, semikonduktor, isolator,
dielektrik. Kemudian bahan magnet disini digunakan sebagai
rangkaian untuk mengkonversi sinyal listrik menjadi sinyal bunyi.
Bahan ini dilihat dari sifat dari bahan yang dikontruksi menjadi
komponen yang sesuai. Sedangkan untuk box dari speaker biasanya
tergantung jenis bahan yang mau dipakai biasanya terbuat dari plastik
yaitu bahan polimer.