Anda di halaman 1dari 14

Metode Simpleks

Disusun Oleh :
APREISIA SUMILAT
14 531 087

UNIVERSITAS NEGERI MANADO


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN MATEMATIKA
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkat
bimbingannya sehingga penulis boleh menyelesaikan penyusunan makalah ini.
Makalah ini merupakan kutipan dari beberapa sumber yang dirangkum menjadi
sebuah bentuk tulisan dalam bentuk makalah. Makalah ini disusun untuk
memenuhi tugas mata kuliah Program Linear. Dengan judul Metode
Simpleks.
Penyelesaian makalah ini tentunya ada berbagai masalah akan tetapi
dengan berbagai bantuan berupa bimbingan, pendapat, saran dan semangat
sehingga semua hal dapat dilewati dengan baik. Oleh karena itu, penulis
mengucapkan terima kasih kepada Dosen mata kuliah Program Linear yang
telah membimbing dalam menyelesaikan makalah ini dan teman-teman yang
telah membantu penulis.
Dalam makalah ini memiliki kekurangan karena itu penulis

meminta

saran yang dapat membangun untuk menjadi pengalaman dalam penyusunan


makalah selanjutnya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Tuhan memberkati.

Tondano, April 2016


Penulis
Daftar Isi

KATA PENGANTAR
i
DAFTAR ISI...
ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang..................................................................................................
1
1.2 Rumusan Masalah.............................................................................................
1
1.3 Tujuan..................................................................................................................
1
1.4 Manfaat...............................................................................................................
1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Metode Simpleks............................................................................
2
2.2 Pengertian Istilah-Istilah Dalam Metode Simpleks..............................
2
2.3 Bentuk Baku Metode Simpleks....................................................................
3
2.4 Pembuatan Tabel Simpleks..................................................................................
4
BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan......
10
3.2 Saran....
10
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Metode grafik tidak dapat menyelesaikan persoalan linear program yang memilki
variabel keputusan yang cukup besar atau lebih dari dua, maka untuk menyelesaikannya
digunakan metode simpleks. Metode simpleks merupakan salah satu teknik penentuan
solusi optimal yang digunakan dalam pemograman linear. Penentuan solusi optimal
didasarkan pada teknik eliminasi Gauss Jordan. Penentuan solusi optimal dilakukan
dengan memeriksa titik ekstrim (ingat solusi grafik) satu per satu dengan cara
perhitungan iteratif. Sehingga penentuan solusi optimal dengan simpleks dilakukan
dengan tahap demi tahap yang disebut iterasi.

1.2
1.2.1
1.2.2
1.2.3
1.2.4

Rumusan Masalah
Apa pengertian metode simpleks?
Apa pengertian istilah-istilah dalam metode simpleks?
Bagaimana bentuk baku metode simpleks?
Bagaimana pembuatan tabel simpleks?

1.3.1
1.3.2
1.3.3
1.3.4

Tujuan Penulisan Makalah


Makalah ini dibuat dengan tujuan untuk :
Mengetahui pengertian metode simpleks
Mengetahui istilah-istilah dalam metode simpleks
Mengetahui bagaimana bentuk baku metode simpleks
Mengetahui pembuatan tabel simpleks

1.3

1.4

Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan makalah ini adalah : dapat menjadi bahan ajar di sekolah atau

dalam seminar-seminar dan menambah ilmu pengetahuan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1

Pengertian Metode Simpleks


Metode grafik tidak dapat menyelesaikan persoalan linear program yang memilki

variabel keputusan yang cukup besar atau lebih dari dua, maka untuk menyelesaikannya
digunakan metode simpleks. Metode simpleks merupakan salah satu teknik penentuan
solusi optimal yang digunakan dalam pemograman linear. Penentuan solusi optimal
didasarkan pada teknik eliminasi Gauss Jordan. Penentuan solusi optimal dilakukan
dengan memeriksa titik ekstrim (ingat solusi grafik) satu per satu dengan cara
perhitungan iteratif. Sehingga penentuan solusi optimal dengan simpleks dilakukan
dengan tahap demi tahap yang disebut iterasi.
2.2

Pengertian Istilah-istilah dalam Metode Simpleks


Beberapa Istilah yang digunakan dalam metode simpleks menurut Hotniar (2005:

56-57), penjelasannya diantaranya sebagai berikut.


a. Iterasi, seperti yang disebutkan sebelumnya adalah tahapan perhitungan dimana
nilai dalam perhitungan itu tergantung dari nilai tabel sebelumnya.
b. Variabel non basis, adalah variabel yang nilainya diatur menjadi nol pada
sembarang iterasi. Dalam terminologi umum, jumlah variabel non basis selalu
sama dengan derajat bebas dalam sistem persamaan.
c. Variabel basis, merupakan variabel yang nilainya bukan nol pada sembarang
iterasi. Pada solusi awal, variabel basis merupakan variabel slack (jika fungsi
kendala menggunakan pertidaksamaan <) atau variabel buatan (jika fungsi
kendala menggunakan pertidaksamaan > atau =). Secara umum, jumlah variabel
batas selalu sama dengan jumlah fungsi pembatas (tanpa fungsi non negatif).
d. Solusi atau Nilai Kanan (NK), merupakan nilai sumber daya pembatas yang
masih tersedia. Pada solusi awal, nilai kanan atau solusi sama dengan jumlah
sumber daya pembatas awal yang ada, karena aktivitas belum dilaksanakan.
e. Variabel Slack, adalah variabel yang ditambahkan ke model matematik kendala
untuk mengkonversikan pertidaksamaan < menjadi persamaan (=). Penambahan
variabel ini terjadi pada tahap inisialisasi. Pada solusi awal, variabel slack akan
berfungsi sebagai variabel basis.
f. Variabel Surplus, adalah variabel yang dikurangkan dari model matematik
kendala untuk mengkonversikan pertidaksamaan > menjadi persamaan (=).

Penambahan variabel ini terjadi pada tahap inisialisasi. Pada solusi awal, variabel
surplus tidak dapat berfungsi sebagai variabel bebas.
g. Variabel Buatan, adalah variabel yang ditambahkan ke model matematik kendala
dengan bentuk > atau = untuk difungsikan sebagai variabel basis awal.
Penambahan variabel ini terjadi pada tahap inisialisasi. Variabel ini harus bernilai
0 pada solusi optimal, karena kenyataannya variabel ini tidak ada. Variabel ini
hanya ada di atas kertas.
h. Kolom Pivot (Kolom Kerja), adalah kolom yang memuat variabel masuk.
Koefisien pada kolom ini akan menjadi pembagi nilai kanan untuk menentukan
baris pivot (baris kerja).
i. Baris Pivot (Baris Kerja), adalah salah satu baris dari antara variabel baris yang
memuat variabel keluar.
j. Elemen Pivot (Elemen Kerja), adalah elemen yang terletak pada perpotongan
kolom dan baris pivot. Elemen pivot akan menjadi dasar perhitungan untuk tabel
simpleks berikutnya.
k. Variabel Masuk, adalah variabel yang terpilih untuk menjadi variabel basis pada
iterasi berikutnya. Variabel masuk dipilih satu dari antara variabel non basis pada
setiap iterasi. Variabel ini pada iterasi berikutnya akan bernilai positif.
l. Variabel Keluar, variabel yang keluar dari variabel basis pada iterasi berikutnya
dan digantikan dengan variabel masuk. Variabel keluar dipilih satu dari antara
variabel basis pada setiap iterasi dan bernilai 0.
2.3

Bentuk Baku Metode Simpleks


Sebelum melakukan perhitungan iteratif untuk menentukan solusi optimal,

pertama sekali bentuk umum pemrograman linier dirubah ke dalam bentuk baku terlebih
dahulu. Bentuk baku dalam metode simpleks tidak hanya mengubah persamaan kendala
ke dalam bentuk sama dengan, tetapi setiap fungsi kendala harus diwakili oleh satu
variabel basis awal. Variabel basis awal menunjukkan status sumber daya pada kondisi
sebelum ada aktivitas yang dilakukan. Dengan kata lain, variabel keputusan semuanya
masih bernilai nol. Dengan demikian, meskipun fungsi kendala pada bentuk umum
pemrograman linier sudah dalam bentuk persamaan, fungsi kendala tersebut masih
harus tetap berubah.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat bentuk baku, yaitu :
1) Fungsi kendala dengan pertidaksamaan dalam bentuk umum, dirubah menjadi
persamaan (=) dengan menambahkan satu variabel slack.

2) Fungsi kendala dengan pertidaksamaan dalam bentuk umum, dirubah menjadi


persamaan (=) dengan mengurangkan satu variabel surplus.
3) Fungsi kendala dengan persamaan dalam benttuk umum,ditambahkan satu artificial
variabel (variabel buatan).
2.4 Pembuatan Tabel Simpleks
Contoh :
Selesaikan kasus berikut ini menggunakan metode simpleks :
Maksimum z = 8 x1 + 9 x2 + 4x3
Kendala :
x1 + x2 + 2x3 2
2x1 + 3x2 + 4x3 3
7x1 + 6x2 + 2x3 8
x1,x2,x3 0
Penye :
Bentuk bakunya adalah :
Maksimum z = 8 x1 + 9 x2 + 4x3 + 0s1 + 0s2 + 0s3 atau
z - 8 x1 - 9 x2 - 4x3 + 0s1 + 0s2 + 0s3 = 0
Kendala :
x1 + x2 + 2x3 + s1 = 2
2x1 + 3x2 + 4x3 + s2 = 3
7x1 + 6x2 + 2x3 + s3 = 8
x1,x2,x3 ,s1 , s2 , s3 0

Solusi / table awal simpleks :

VB

X1

X2

X3

S1

S2

S3

NK

-8

-9

-4

S1

S2

S3

Rasio

Karena nilai negative terbesar ada pada kolom X2, maka kolom X2 adalah kolom
pivot dan X2 adalah variabel masuk. Rasio pembagian nilai kanan dengan kolom
pivot terkecil adalah 1 bersesuaian dengan baris s2, maka baris s2 adalah baris
pivot dan s2 adalah varisbel keluar. Elemen pivot adalah 3.

VB

X1

X2

X3

S1

S2

S3

NK

Rasio

-8

-9

-4

S1

S2

S3

8/6

Iterasi 1
Nilai pertama yang kita miliki adalah nilai baris pivot baru (baris x2). Semua nilai
pada baris s2 pada tabel solusi awal dibagi dengan 3 (elemen pivot).

VB
Z

X1

X2

X3

S1

S2

S3

NK

Rasio

S1
x2

2/3

4/3

1/3

S3
Perhitungan nilai barisnya :
Baris z :
-8

-9

-4

-9 ( 2/3

4/3

1/3

1) -

-2

Baris s1 :
1

1 (2/3

4/3

1/3

1)-

1/3

2/3

-1/3

4/3

1/3

1)-

-6

Baris s3 :
7
6 ( 2/3
3

-2

Maka tabel iterasi 1 ditunjukkan tabel di bawah. Selanjutnya kita periksa apakah
tabel sudah optimal atau belum. Karena nilai baris z di bawah variabel x 1 masih
negatif, maka tabel belum optimal. Kolom dan baris pivotnya ditandai pada tabel
di bawah ini :

VB

X1

X2

X3

S1

S2

S3

NK

Rasio

-2

S1

1/3

2/3

-1/3

X2

2/3

4/3

1/3

3/2

S3

-6

-2

2/3

Variabel masuk dengan demikian adalah X1 dan variabel keluar adalah S3 .Hasil
perhitungan iterasi ke 2 adalah sebagai berikut :

Iterasi 2 :
VB

X1

X2

X3

S1

S2

S3

NK

5/3

2/3

31/3

S1

4/3

-1/9

-1/9

7/9

X2

8/3

7/9

-2/9

5/9

X1

-2

-2/3

1/3

2/3

Rasio

Tabel sudah optimal, sehingga perhitungan iterasi dihentikan !

Perhitungan dalam simpleks menuntut ketelitian tinggi, khususnya jika angka


yang digunakan adalah pecahan. Pembulatan harus diperhatikan dengan baik.
Disarankan jangan menggunakan bentuk bilangan desimal, akan lebih teliti jika
menggunakan bilangan pecahan. Pembulatan dapat menyebabkan iterasi lebih
panjang atau bahkan tidak selesai karena ketidaktelitian dalam melakukan
pembulatan.
Perhitungan iteratif dalam simpleks pada dasarnya merupakan pemeriksaan satu
per satu titik-titik ekstrim layak pada daerah penyelesaian. Pemeriksaan dimulai

dari kondisi nol (dimana semua aktivitas/variabel keputusan bernilai nol). Jika
titik ekstrim berjumlah n, kemungkinan terburuknya kita akan melakukan
perhitungan iteratif sebanyak n kali.
Contoh 2 :
Fungsi Tujuan : z = 8x + 3y
Fungsi Pembatas : 50x + 100y 1.200.000
50x 3.000
5x + 4y 60.000
Bentuk baku diperoleh dengan menambahkan variabel slack pada kendala
pertama, mengurangkan variabel surplus pada kendala kedua. Sehingga
diperoleh :
Minimumkan : Z = 8x + 3y + 0S1 + 0S2 + 0S3 +MA1 + MA2
50x + 100y + S1 = 1.200.000
50x - S2 + A1 = 3.000
5x + 4y S3 + A2 = 60.000
Table Simpleks Awal

Bas

X1

X2

is

S1

55

M-

-3

50

10

S S S

A A NK

M M

50

63.000
M

A1

Rasio

1.200.0

1.200.000:50=2

00

4.000

3.000

3.000:50 = 60

60.000

60.000 : 5 =

A2

Iterasi Pertama

12.000

Bas

X X2

is

S1

S2

A1

0,1

M-

1,1M+0,

0,16

16

Rasi

M-

10

A NK

-1

59.700M+
480

1.197.000

X1

11.9
70

0,02

60

-0,1

5700

0,02

A2

0,1

Iterasi Kedua

Ba

X X S S2

sis

0 -

S3

A1

A2

NK

54.000M+

0,0

M+0,

M+0, 4755

85

0,

085

75

25

1,5

-25

1.054.500

0.02

60

75
S1

1 1,5

X1

0 0.0

1.42

2
X2

0 0,0
25

-0,025 0,25

1425

0,
25

Iterasi kedua adalah optimal karena koefisien pada persamaan Z semuanya non
positif, dengan X1= 60, X2 = 1425 dan Z = 54.000M+4755

BAB III
PENUTUP

3.1

Kesimpulan
Metode simpleks merupakan salah satu teknik penentuan solusi optimal yang
digunakan dalam pemograman linear. Penentuan solusi optimal didasarkan pada teknik
eliminasi Gauss Jordan. Penentuan solusi optimal dilakukan dengan memeriksa titik
ekstrim (ingat solusi grafik) satu per satu dengan cara perhitungan iteratif. Sehingga
penentuan solusi optimal dengan simpleks dilakukan dengan tahap demi tahap yang
disebut iterasi.
Sebelum melakukan perhitungan iteratif untuk menentukan solusi optimal,
pertama sekali bentuk umum pemrograman linier dirubah ke dalam bentuk baku terlebih
dahulu. Bentuk baku dalam metode simpleks tidak hanya mengubah persamaan kendala
ke dalam bentuk sama dengan, tetapi setiap fungsi kendala harus diwakili oleh satu
variabel basis awal.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat bentuk baku, yaitu :
1) Fungsi kendala dengan pertidaksamaan dalam bentuk umum, dirubah menjadi
persamaan (=) dengan menambahkan satu variabel slack.
2) Fungsi kendala dengan pertidaksamaan dalam bentuk umum, dirubah menjadi
persamaan (=) dengan mengurangkan satu variabel surplus.

3) Fungsi kendala dengan persamaan dalam benttuk umum,ditambahkan satu artificial


variabel (variabel buatan).
3.2 Saran
Penerapan metode simpleks sangat berguna bagi kehidupan masyarakat tidak
hanya bagi pembisnis saja. Karena itu diperlukan pemahaman tentang metode simpleks
agar dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

syamsuddincoy.blogspot.com
https:ganieindraviantoro.wordpress.com
eliadian.blogspot.com
www.vedmalang.com