Anda di halaman 1dari 27

PEMICU 2

Istri Terganggu Tidur


Malam
KELOMPOK 5

KETUA : Michelle Nathalie G (140600145)


SEKRETARIS : Calvina Winarta (140600144)
ANGGOTA:
o Karisha Hanna S
(140600136)
o Juliana Fang
(140600137)
o Khairun Nisah
(140600138)
o Theresia Retta D.R.
(140600139)
o Jasmine
(140600140)
o Lady Ade Irma
(140600141)
o Dessy Apriliana Harahap
(140600142)
o Bernard
(140600143)
o Sherly Kurniawan
(140600146)
o Nia Veronica Sipayung
(140600147)
o Erlinda Agrianthy
(140600148)
o Nabila
(140600149)
o Istaria Iskandar
(140600190)
o Dina Hudiya Nadana L
(140600191)
o Rahmadita M. Tarigan
(140600192)
o Riezky Amalia Hesy N
(140600193)
o Intan Dyahtami Harahap
(140600194)
o Cut Siti Rahma F
(140600195)
o Juan Putra Pratama
(140600196)

Skenario
Seorang pasien lakilaki berumur 45 tahun datang
dengan istri dan seorang cucu ke dokter gigi dengan
keluhan gigi geligi menjadi pendek dan ngilu-ngilu.
Dari hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa
permukaan gigi licin dan berkilat diikuti dengan
permukaan oklusal dan insisal gigi di rahang atas dan
rahang bawah menjadi pendek. Pasien menunjukkan
muka pendek dan kelihatan lebih tua dari umurnya.
Berdasarkan anamnesis, diperoleh informasi bahwa
pasien mempunyai kebiasaan meminum minuman
asam untuk pengobatan kesehatannya.

Dari keluhan istrinya bahwa pasien ini juga


pada waktu tidur malam hari gigi geligi
menggerutuk dan sewaktu bangun pagi rahang
dan tengkuk terasa tegang (keram). Dalam
keadaan sehari- hari sewaktu membuka mulut
lebar ada bunyi- bunyi pada sendi rahang dan
terkadang bunyi berdesing di kuping.

1. Jelaskan pengertian TMJ, bruxism, atrisi, hipersensitif

dentin, vertical dimensi !


. TMJ (temporomandibular joint) yaitu persendian dari

kondilus mandibula dengan fossa gleinodalis dari tulang


temporal. Temporomandibular merupakan satu-satunya
sendi yang ada di kepala yang bertanggung jawab
terhadap pergerakan membuka dan menutup mulut
rahang, mengunyah, serts berbicara yang letaknya di
bawah depan telinga.

Menurut The Academy of Prosthodontics (2005), bruxism

adalah parafungsional grinding (mengerotkan gigi-gigi), suatu


kebiasaan yang tanpa disadari dan berulang atau tidak
beraturan (spasmodik), non-fungsional grinding atau
clenching (mengatupkan dengan keras maksila dan
mandibular).

Atrisi meupakan ausnya enamel karena kontaknya gigi

geligi yang biasanya terjadi pada orang tua dan kelainan


bruxism.

Hipersensitif dentin : kondisi gejala klinis yang relatif

umum pada gigi permanen yang disebabkan oleh dentin


yang terpapar akibat hilangnya enamel atau sementum ,
yang terjadi karena rangsangan thermal, uap, dan tidak
dihubungkan degan kerusakan gigi dan patologinya.

Menurut The Glossary of Prosthodontics Terms, dimensi

vertikal adalah jarak antara dua tanda anatomis, dimana satu


titik pada daerah yang tidak dapat bergerak dan titik lainnya
pada daerah anatomis yang dapat bergerak.

2. Jelaskan patogenese bruxism sebagai penyebab bunyi

pada sendi rahang, sakit membuka mulut dan tengkuk


keram!
. Bruxism dimulai dari disebabkannya faktor psikososial

seperti stress, respon yang eksesif sampai microarousals.


Penderita bruxism secara tidak sadar lama-kelamaan
akan mengalami atrisi karena pergesekan membuat
permukaan di oklusal dan kemudian gigi menjadi tambah
pendek

Menurut Journal of Dentistry Indonesia (2013) tentang

Occlusal Grinding Pattern during Sleep Bruxism and


Temporomandibular Disorder, pada saat sleep bruxism,
terjadi peningkatan atau hiperaktivitas pergerakan otototot rahang dan tekanan oklusal yang berlebihan,
sehingga menimbulkan masalah klinis pada gigi geligi,
tulang alveolar dan jaringan periodonsium, TMJ, serta
nyeri di bagian lain di kepala. Selain itu, akibat
hiperakitifnya gerakan otot, otot menjadi hipertonus dan
terjadilah kejang diikuti dengan keram pada daerah
sekitar leher.

3. Jelaskan patogenese terjadinya hypersensitif dentin !


. Patogenese hipersensitif dentin dikaitkan dengan 3 teori :
Teori Persarafan Langsung tidak dapat diterima
Teori Transduser Odontoblas tidak diterima
Teori Hidrodinamik

Dikemukakan oleh Brannstrm

Dimulai dari dentin yang terpapar mengalami rangsangan

Pergerakan cairan di dalam tubulus dentin diakibatkan


adanya rangsangan yang mengakibatkan perubahan
tekanan di dalam dentin dan mengaktifkan serabut syaraf
tipe A yang ada disekeliling odontoblas atau syaraf di
dalam tubulus dentin, yang kemudian direspon sebagai
rasa nyeri.

Rangsangan terhadap tubulus dentin yang terbuka


dapat berupa taktil atau sentuhan, uap, kimiawi dan
rangsangan panas atau dingin.

4. Jelaskan hubungan bruxism dengan TMJ, atrisi, penurunan

vertikal dimensi dan muka tua !


. Bruxism sering dikaitkan dengan masalah anatomi gigi.
. Bruxism atau kebiasaan menggesek-gesek maksila dan

mandibula dapat menyebabkan keausan struktur gigi yang


berkepanjangan sehingga strukturnya terlihat lain yang disebut
atrisi.
. Atrisi dapat menyebabkan penurunan dimensi vertikal sehingga

terjadi pergeseran yang semakin dekat antara maksila dan


mandibula.
. Oleh sebab itu, kerusakan sendi rahang , cracking pada TMJ ,

penurunan tinggi wajah, pergeseran rahang bawah atau


mandibula ke depan dapat terjadi dan mengakibatkan wajah
tampak lebih tua.

5. Jelaskan hubungan bruxism dengan terjadinya

eksostosis !
. Bruxismotot mastikasi dapat mengalami

hipertonus yaitu kelainan sistem saraf pusat


yang ditandai oleh otot yang terus menerus
menerima impuls untuk menjadi kaku
tekanan mastikasi meningkat osteoblast
aktif bagian bukal atau labial tulang
alveolar pada rahang bawah eksostosis.

6. Jelaskan peran saliva terhadap demineralisasi dan remineralisasi !


. Demineralisasi : hilangnya sebagian atau keseluruhan mineral dari

hidroksi apatit [Ca10(PO4)6(OH)2] dimana disolusi hidroksi apatit


dapat terjadi pada pH di bawah 5,5 (pH kritis).
. Keadaan saliva dengan konsentrasi kalsium dan fosfat rendah, pH

kritis berada pada nilai sekitar 6,5, sedangkan pada saliva dengan
keadaan Ca2+ dan PO4 3- tinggi, pH kritis berada antara nilai 5,5
. Dapat terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jumlah

bakteri (Streptococcus mutans) , komposisi dan aliran saliva, aksi


buffer saliva, diet, struktur gigi, pengaruh obat-obatan dan
kekasaran permukaan gigi.
. Dalam saliva terdapat kesetimbangan kimia antara mineral padat

dan larut yaitu sebagai berikut:


Ca10 (PO4)6 (OH)2 (Solid) 10 Ca 2+ + 6PO4 3- + 2OH- (Solution)

Terjadi pada keadaan dimana ionic product (Ip) < solubility

product (Ksp) dan sebaliknya remineralisasi terjadi pada


keadaan Ip lebih besar daripada Ksp.

Semakin rendah pH, semakin banyak kalsium yang dilepaskan


dari struktur permukaan gigi. Demineralisasi terus berlangsung
sampai terjadi kesetimbangan dimana Ip sama dengan Ksp.

Remineralisasi : proses alami dimana mineral inorganik dalam

saliva terakumulasi pada daerah yang mengalami disolusi


enamel dan menggantikan mineral yang hilang dari gigi.
Salah satu faktor yang penting dalam remineralisasi enamel gigi

adalah aliran saliva.


Pada proses remineralisasi, mineral dari makanan dan saliva

yang larut dalam asam karbonat terakumulasi pada daerah


enamel yang rusak karena asam.

Remineralisasi menggantikan kehilangan ion kalsium,

fosfat, dan fluor menjadi kristal fluroapatit.


Terjadi ketika pH, ion Ca dan P meningkat dalam saliva dan

juga disertai dengan kandungan fluor membentuk kristal


fluorapatit.

Info Tambahan
Setelah bapak tersebut dikonsultasikan, istrinya
mengkonsultasikan cucunya yang berumur 3 tahun
dengan keluhan semua gigi depan hitam-hitam dan
mulutnya bau. Dari anamnesis terhadap ibunya,
dinyatakan bahwa anak ini sejak lahir sampai
sekarang minum susu botol baik pagi, siang dan
malam. Sulit dilakukan pembersihan mulut karena
anak merasa sakit. Hasil pemeriksaan rongga mulut
menunjukkan gigi depan atas mengalami karies
dengan gingival mengalami inflamasi.

1. Tuliskan diagnosis gigi depan tersebut !


. Berdasarkan skenario, anak tersebut mengalami karies

botol, yaitu karies dengan pola yang khas seringkali terlihat


pada anak dibawah 6 tahun dengan kebiasaan minum susu
botol atau cairan manis sampai tertidur atau di hisap terus
menerus.
. Akibatya : susu/minuman manis tersebut menggenang di

bagian gigi anterior rahang atas.


. Genangan yang terbentuk memungkinkan terjadinya tempat

kultur bagi mikroorganisme acidogenic. Selama tidur,


aliran saliva berkurang sehingga pembersihan sisa cairan di
mulut menjadi lambat.

2. Jelaskan karakteristik oklusi gigi sulung !


. Permukaan mesial gigi insisivus sentral atas dan bawah 1

garis satu sama lain dengan garis median.


. Gigi insisivus sentral atas beroklusi dengan gigi insisivus

sentral bawah dan segitiga mesial mesiodistal dari gigi


insisivus lateral bawah.
. Gigi anterior bawah berkontak dengan gigi anterior atas

pada bagian palatal di atas perbatasan adge insisal.


. Insisivus lateral atas beroklusi dengan bagian 2/3 distal

mesiodistal dari gigi insisivus lateral bawah dan slope


mesial gigi kaninus bawah.

Gigi kaninus atas beroklusi dengan slope distal kaninus

bawah dan bagian 1/3 mesial mesiodistal gigi M1


bawah.
Gisi M1 atas beroklusi dengan bagian 2/3 distal

mesiodistal M1 bawah dan bagian mesial M2 bawah


yaitu bagian mesial marginal ridge dan mesial triangular
fossa.
Gigi M2 atas beroklusi dengan gigi M2 bawah dengan

permukaan distal dari M2 atas di proyeksikan dengan


perlahan pada bagian distal dari M2 bawah.

MASA GIGI DESIDUI

MASA GIGI PERMANEN

Gingiva lebih merah

Gingiva berwarna coral pink

Stipping lebih sedikit

Stipping lebih banyak

Interdental papila lebih datar

Interdental papila lebih membulat

Vaskularisasi lebih banyak

Vaskularisasi berkurang

Kalsifikasi os.alveolar lebih sedikit

Kalsifikasi os.alveolar meningkat

Tekanan oklusal kecil

Tekanan oklusal lebih besar

Alveolar crest lebih datar

Alveolar crest kurang datar

Membran periodontal lebih lebar

Membran periodontal kurang lebar

Ligamen periodontal kurang stabil

Ligamen periodontal lebih stabil

Gingiva belum sangat melekat


pada crown

Gingiva melekat pada crown