Anda di halaman 1dari 5

1.

Tujuan Konseling Gestalt


Terapi Gestalt memiliki beberapa sasaran penting yang berbeda. Sasaran
dasarnya adalah menantang konseli agar berpindah dari didukung oleh
lingkungan menjadi didukung oleh diri sendiri. Perls (1969) dan Corey
(1990) mengemukakan bahwa, sasaran konseling adalah menjadikan konseli
tidak bergantung pada orang lain dan menjadikan konseli agar dapat
menemukan sejak awal bahwa dia bisa melakukan banyak hal, lebih banyak
dari yang dikiranya.
Tujuan lain dari konseling kelompok yang mengemukakan pendekatan Gestalt
adalah membantu konseli agar menemukan pusat dirinya. Perls mengatakan
jika anda berpusat pada diri anda sendiri, maka anda tidak harus disesuaikan
diri lagi, maka apapun yang lewat dan di asimilasi oleh anda, anda bisa
memahaminya anda berhubungan dengan apapun yang terjadi.
Sementara sasaran utama dari terapi Gestalt adalah pencapaian kesadaran.
Dengan kesadaran, konseli mengalami kesanggupan untuk memahami dan
menerima

bagian-bagian

keberadaan

yang

diingkarinya

serta

untuk

berhubungan dengan pengalaman-pengalaman dan dengan kenyataan. Konseli


bisa menjadi sesuatu kesatuan dan menyeluruh. Apabila konseli menjadi sadar,
maka urusan yang tidak selesai akan selalu muncul dan akan ditangani melalui
terapi.
2. Peran Pemimpin Kelompok dalam Pendekatan Gestalt
Meskipun pemimpin gestalt mendorong anggota untuk meningkatkan
kesadaran mereka dan mengikuti gaya kontak mereka, pemimpin tetap dapat
mengambil eksperimen untuk membantu anggota memanfaatkan sumber daya
mereka, pemimpin gestalt berfokus pada kesadaran, kontak, dan eksperimen
model terapis proses interaksi yang berguna dengan mengungkapkan
kesadaran diri sendiri dan pengalamannya (yontef & Jakobs, 2011). Pemimpin
secara aktif terlibat dengan anggota kelompok dan dapat menggunakan
pengungkapan diri sebagai cara untuk meningkatkan hubungan dan
menciptakan rasa kebersamaan dalam kelompok. Pemimpin dapat berbagi
banyak tentang diri mereka sendiri dengan tetap berpegang pada apa yang
mereka alami pada saat di dalam kelompok, tanpa mengungkapkanbanyak
tentang diri mereka diluar kelompok. Ketika para pemimpin berbagi reaksi

pribadi mereka untuk apa yang terjadi didalam kelompok, termasuk


bagaimana mereka mendengar dan mengamati, ini sangat dapat membantu.
Pengungkapan masalah pribadi atau kehidupan diluar kelompok harus
dilakukan dengan niat dan melayani kebutuhan kelompok.
Terapis kelompok berfungsi seperti seorang seniman, menciptakan percobaan
dengan klien untuk meningkatkan jangkauan perilaku mereka. Fungsi
pemimpin adalah untuk menciptakan menciptakan suasana yang dapat
memunculkan kreativitas sendiri dan keahlian (Zinker,1978).
Gestalt terapis menganggap peran aktif dengan menggunakan berbagai
intervensi dan percobaan untuk membantu anggota kelompok memperoleh
kesadaran

dan

mengalami

konflik

internaldan

interpersonal

mereka

sepenuhnya. Terapis gestalt baik hubungan terapeutik yang mendukung dan


metode aktif untuk membantu anggota menemukan bagaimana mereka
memblokir kesadaran mereka dan fungsi pribadinya (Yontef & Jacobs, 2011).
Terapis Gestalt sering mengundang klien untuk terlibat dalam percobaan yang
mengarah untuk mengalami emosional dan wawasan baru (Strumpel &
Goldman, 2002). Itu harus dibuat jelas, bagaimanapun, bahwa fungsi sama
pentingnya dari terapis kelompok gestalt adalah untuk mempromosikan dan
menciptakan lingkungan pengasuhan dalam kelompok. Kecuali suasana
kelompok yang dianggap aman, anggota akan menjaga diri (berbunyi), dan
pekerjaan terapeutik akan terbatas.
3. Proses dan Teknik Konseling Gestalt
Proses kelompok Gestalt merupakan gejala yang kompleks. Proses itu
didasarkan kepada asumsi bahwa kelompok-kelompok adalah sistem
multidimensional yang bekerja dalam beberapa tingkat sekaligus. Dalam
kelompok, orang-orang adalah holistik dengan fungsinya yang terkait. Tidak
mungkin memahami seseorang dalam kelompok diluar konteks kelompok.
Asumsi lain adalah bahwa orang-orang adalah proaktif (berinisiatif) dalam
membuat pilihan.
Eksperimen dan latihan ini mengembangkan lima tema pokok, yaitu (1)
eriactment (bertindak dengan jelas) (2) perilaku langsung, (3) fantasi (4)
mimpi dan (5) pekerjaan rumah (Polster dan polster, 1973 dalam Gladding,
1995)

4. Tahapan Kegiatan Konseling Kelompok Pendekatan Gestalt


Gestalt dengan menggunakan model tiga-tahap.
a. Tahap Pertama
Pada tahap pertama (tahap awal) dari suatu kelompok, yang menjadi
karakteristik kuncinya adalah identitas dan ketergantungan. Setiap
anggota dalam kelompok tergantung pada cara dia dianggap dan
ditanggapi oleh anggota lain dan oleh pemimpin. Pemimpin, berfungsi
sebagai terapis, membantu individu untuk mengeksplorasi pertanyaan
anggota tentang identitas mereka dalam kelompok..
b. Tahap Kedua
Pada tahap kedua (mirip dengan tahap transisi) karakteristik kuncinya
adalah pengaruh dan saling ketergntungan. Selama masa transisi ini,
kelompok berhadapan dengan persoalan-persoalan dari pengaruh, otoritas,
dan kontrol. Tugas pemimpin adalah bekerja untuk meningkatkan
diferensiasi, divergensi, dan fleksibilitas peran di antara anggota.
c. Tahap Ketiga
Pada tahap ketiga (mirip dengan tahap kerja) keintiman dan saling
ketergantungan adalah tema kuncinya. Pada tahap perkembangan
kelompok, kontak nyata terjadi dalam kelompok dan di antara anggota
kelompok. Sekarang anggota telah bekerja melalui persoalan-persoalan
pengaruh, kekuasaan, dan otoritas, mereka siap untuk tingkat yang lebih
dalam pekerjaan, baik secara individu maupun dengan kelompok secara
keseluruhan.
Pemimpin kelompok tidak lagi menjadi otoritas tertinggi tapi sekarang
mengasumsikan peran sumber daya yang berpengalaman atau konsultan.
Pemimpin membantu kelompok untuk tiba di penutupan dan juga membantu
anggota dalam mengenali masalah yang belum selesai tidak bekerja melalui
kelompok. Pemimpin Gestalt memiliki keuntungan berwenang untuk campur
tangan pada ketiga level tersebut:tingkat intrapersonal ditujukan untuk
mempertinggi kesadaran, tingkat interpersonal terutama digunakan untuk
memajukan hubungan interpersonal, dan tingkat kelompok ditujukan untuk
mendukung dan menerangi perjalanan kelompok melalui tahap tahap
perkembangan (Jon Frew, komunikasi pribadi, 19 Februari 2009).

KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN


GESTALT
MATA KULIAH

: KONSELING IV

DOSEN

: Dr. Indri Astuti M, Pd

OLEH :
ANNISA KARINA
F1141131003

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2016