Anda di halaman 1dari 12

Pada bab ini akan membahas tentang teknik untuk mengevaluasi situasi

internal perusahaan, termasuk dalam mengumpulkan sumber daya dan kemampuan


serta kegiatan yang berhubungan dengan value chain. Analisa internal memungkinkan
manjer untuk menentukan apakah kemungkinan strateginya memberikan perusahaan
persaingan yang signifikan melebihi pesaingnya. Kombinasi dengan alasisa eksternal,
memfasilitasi untuk memahami bagaimana perubahan posisi perusahaan untuk
mendapatkan keuntungan dari kesempatan baru dan untuk mengatasi munculnya
ancaman. Analisa tersebut adalah:
1. Seberapa baik strategi perusahaan saat ini bekerja?
2. Apa yang menjadi sumber dan kemampuan terpenting perusahaan, dan
akankah mereka dapat memberikan perusahaan keuntungan kompetitif
melebihi pesaingnya?
3. Apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan perusahaan dihubungankan
dengan kesempatan pasar dan ancaman eksternal?
4. Bagaimana aktifitas value chain perusahaan berdampak pada struktur biaya
dan proposisi nilai pelanggan?
5. Apakah perusahaan bersaing secara kuat atau lemah dibandingkan dengan
pesaingnya?
6. Apa yang menjadi persoalan strategic dan permasalahan yang menjadi
perhatian manajerial?
Untuk menjawab pertanyaan diatas, dapat dijawab dengan menggunakan 5 alat
analisa (analisa sumber daya dan kemampuan, analisa SWOT, analasi value chain,
benchmarking dan pengukuran kekuatan persaingan) yang dapat digunakan.
Kesemuanya merupakan teknik yang berharga untuk menyatakan daya saing
perusahaan dan membantu manajer perusahaan untuk mencocokkan strateginya. Nah
berikut akan dibahas satu per satu pertanyaan dari keenam pertanyaan diatas.
QUESTION 1 : SEBERAPA BAIK STRATEGI PERUSAHAAN SAAT INI BEKERJA
?
Dalam mengevaluasi seberapa baiknya strategi perusahaan saat ini, cara
terbaik untuk memulainya dengan membuka kembali strategi apa yang sebenarnya
diperlukan. Tiga indicator terbaik untuk mengetahuinya yaitu dengan mengetahui
(1) apakah perusahaan telah mencapai keuangan yang stabil dan tujuan strategic,
(2) apakah kinerja keuangannya telah diatas rata-rata industri dan (3) apakah telah

memperoleh konsumen dan menambah saham dipasaran. Serta indikator seberapa


baiknya strategi perusahaan telah bekerja yaitu:
Trends dalam penjualan perusahaan dan pertumbuhan pendapatan.
Trends stock price perusahaan.
Kemampuan keuangan perusahaan secara keseluruhan
Tingkat customer retention perusahaan.
bukti peningkatan proses internal seperti tingkat kerusakan, permintaan
yang terpenuhi, waktu pengiriman, dan produktifitas karyawan.
QUESTION

TERPENTING,

APA YANG
DAN

MENJADI

AKANKAH

SUMBER

MEREKA

DAN

DAPAT

KEMAMPUAN
MEMBERIKAN

PERUSAHAAN KEUNTUNGAN KOMPETITIF MELEBIHI PESAINGNYA ?


Yang

menjadi

elemen

dasar

dalam

memutuskan

apakah

situasi

keseluaruhan perusahaan menjadi dasar kesehatan dan kesakitan yang memerlukan


pengujian yang menarik terhadap sumber daya dan kemampuan perusahaan.
Sumber daya dan kemampuan perusahaan yaitu kompetitif aset dan menentukan
apakah kekuatan kompetitif dipasaran akan memberi kesan kuat atau lemah.
Perusahaan dengan tingat kedua kompetitif aset hampir selalu menurunkan
posisinya di industri.
Resources and capabilities analysis memberikan manajer alat kekuatan
penuh untuk meningkatkan aset kompetitif perusahaan dan memutuskan apakah
mereka dapat memverikan dasar yang diperlukan untuk kesuskesan kompetitif
dipasaran. Ini dilakukan dengan dua langkah, yaitu:
a. Identifikasi resources and capabilities perusahaan
Sumberdaya dan kemampuan perusahaan merupakan dasar yang
digunakan untuk membangun strategi kompetitif. Resources (sumberdaya)
adalah pemasukan secara produktif atau set kompetitif yang dimiliki atau
dikendalikan oleh perusahaan. Bebrapa kualitas yang tinggi dibanding yang
lain, dan bebrapa yang lebih bernilai kompetitif memiliki potensial besar
untuk memberikan perusahaan keuntungan kompetitif melebihi pesaingnya.
Resources dapat dibedakan kedalam dua kategori berwujud dan tidak
berwujud. Contoh dari sumberdaya berwujud yaitu sumberdaya fisik (tanah,
equipment, gedung atau semua yang dapat sentuh atau dikuantifikasikan),
Sumberdaya keuangan (cash), aset secara teknologi (copyright, patents,
innovation) dan sumberdaya organisasi (IT dan system komunikasi).
Sedangkan untuk sumberdaya tidak berwujud yaitu Human assets aand

intellectual capital (pendidikan, pengalaman, pengetahuan), Brands, company


image and reputational assets (merk, trademarks, dan loyalitas pembeli),
relationship (alliances, joint venture geographic market) dan budaya
perusahaan dan system insentif ( norma perilaku).
Capability (Kemampuan) adalah kapasitas dari perusahaan untuk
menunjukkan beberapa aktifitas internal yang kompeten. Seperti resources,
capability berubah-ubah dalam bentuk, kualitas dan kepentingan kompetitif
dengan beberapa kelebihan kompetitif dibanding dengan yang lain.
Kemampuan organisasi lebih rumit rumit disbanding dengan resources. Pada
hakekatnya semua kemampuan organisasi yaitu knowledge-based, reading in
people dan in a companys intellectual capital atau in organizational process.
Karena kerumitannya capabities sukar untuk dikategorikan dibandingkan
dengan resources dan lebih menantang untuk mencari hasilnya.
b. Menilai kekuatan kompetitif dalam resources and capabilities perusahaan
Kekuatan kompetitif dalam resources and capabilities perusahaan
diukur dari berapa banyak dari empat pengujian dalam kekuatan sumberdaya
kompetitif dapat dilalui. Pengujian tersebut disebut pengujian VIRIN untuk
kbrlangsungan keuntungan kompetitif. VIRIN merupakan kependekan dari
Valuable, Rare, Inimitable dan Nonsubstitable. 2 pengujian pertama
menentukan apakah resources dan capability dapat mendukung keuntungan
kompetitif dan 2 pengujian terakhir menentukan keuntungan kompetitif yang
dapat diteruskan.
1. Apakah sumberdaya atau kemampuan kompetitif sangat berharga?
Untuk menjadi kompetitif yang berharga, sumberdaya

atau

kemampuan harus relevan secara langsung pada strategi perusahaan,


membuat perusahaan menjadi saingan yang efektif. Kecuali jika
sumberdaya dan kemampuan berkontribusi pada kefektifan strategi
perusahaan, hal itu dapat meluluskannya pada pengujian pertama ini.
Sebagai indicator dalam kefektifan apakah sumberdaya memungkinkan
perusahaan memperkuat model bisnisnya dengan meningkatkan nilai
proporsi pelanggan dan/atau formula keuntungan. Perusahaan harus
memberikan

perlindungan

terhadap

tantangan

apa

yang

seharusnya/sebaiknya perusahaan lakukan adalah tentunya dengan cara


bersaing yang berharga.
2. Apakah sumberdaya atau kemampuan

Sumberdaya atau kemampuan merupakan merupakan hal biasa pada


perusahaan dan diakui tersedia secara luas tidak dapat menjadi sumberdaya
dan kemampuan keuntungan kompetitif. Sumberdaya dan kemampuan
dapat dipertimbangkan menjadi luar biasa jika dapat selenggarakan hanya
dengan bagian kecil dari perusahaan pada suatu industri atau bidang
spesifik kompetitif. Dengan demikian, ketika kemampuan manajemen
secara umum biasa saja dalam pengertian absolut, secara relatif menjadi
luar biasa dibeberapa daerah kurang pengembangan didunia dan dibebrapa
daerah bisnis.
3. Apakah sumberdaya atau kemampuan tidak ada bandingannya?
Yang paling sulit dan paling mahal untuk kompetitor yaitu untuk
meniru sumberdaya dan kemampuan perusahaan, kemungkinan besar jika
mereka juga dapat memberikan keberlanjutan keuntungan kompetitif.
Sumberdaya dan kemampuan cenderung sulit untuk ditiru ketika mereka
unik daam segala hal, ketika mereka harus membangun dalam waktu yang
lama untuk meniru

hal yang sulit, dan ketika mereka memerlukan

pengeluaran keuangan atau besarnya skala operasional yang bagi beberapa


anggota industri dapat dilakukan. Meniru merupakan hal yang sulit untuk
sumberdaya dan kemampuan yang menggambarkan level tertinggi dari
kompleksitas sosial dan sebab akibat ambiguitas. Kesulitan untuk meniru
sumberdaya dan kemampuan merupakan aset kompetitif yang penting,
mengkontribusi umur panjang perusahaan di posisi pasar dan menawarkan
potensi keberlangsungan keuntungan .
4. Apakah sumberdaya atau kemampuan tidak ada penggantinya?
Sekalipun sumberdaya bernilai kompetitif, luar biasa, dan sangat mahal
untuk ditirukan memungkinkan kehilangan banyak kemampuan untuk
memberikan keuntungan kompetitif jika pesaing memiliki sumberdaya
pengganti

yang

sama.

Sumberdaya

dapat

berkontribusi

untuk

keberlangsungan keuntungan kompetitif hanya saat sumberdaya pengganti


tidak ada di cakrawala.
Sumberdaya dan kemampuan perusahaan harus diatur secara dinamis
Sumberdaya dan kemampuan harus diperkuat secara terus menerus dan
dipelihara keberlanjutannya kekuatan kompetitifnya, barangkali dibutuhkan perluasan
dan memperdalam untuk mengikuti perusahaan pada posisinya untuk mengejar

peluang pasar. Tantangan manajemen dalam mengurus sumberdaya dan kemampuan


perusahaan secara dinamis memiliki dua elemen: menghadirkan modifikasi terus
menerus dalam set kompetitif yang ada dan mewaspadai kesempatan untuk
mengembangkan semua jenis kemampuan baru.
Peran kemapuan yang dinamis
Perusahaan yang mengetahui pentingnya mendaur ulang dan memperbaiki
sumberdaya dan kemampuan yang paling berharga menjamin bahwa kegiatannya
telah selesai dilakukan secara terus menerus. Dengan menjadikan kegiatan tersebut
kedalam fungsi rutinitas manajerial, mereka menambah pengalaman yang seharusnya
yang sanggup dilakukan mereka secara konsisten. Kemampuan mereka untuk
menyegarkan dan memperbarui aset kompetitif menjadi kemampuannya dengan
kemampuan dinamis. Kemampuan dinamis yaitu kapasitas terus menerus dari sebuah
perusahaan untuk memodifikasi sumberdaya dan kemampuan yang ada atau
menciptakan yang baru.
QUESTION 3: APA KEKUATAN DAN KELEMAHAN PERUSAHAAN SERTA
HUBUNGANNYA TERHADAP KESEMPATAN DAN ANCAMAN DI PASAR?
Tujuan utama dari evaluasi situasi yang dihadapi perusahaan adalah apakah
perusahaan mampu memanfaatkan peluang yang ada di pasar dan mampu bertahan
dari ancaman yang muncul dari pihak eksternal. Alat ukur yang paling sederhana dan
biasa digunakan adalah analisis SWOT.
Mengidentifikasi Kekuatan (Strenghts) Internal Perusahaan
Strengths adalah sesuatu yang dapat diandalkan dan dimiliki perusahaan dalam
menghadapi persaingan pasar. Strengths tergantung dari kualitas sumber daya dan
kemampuan yang dimiliki perusahaan. Sumber daya (resource) dan kemapuan
(capability) yang lolos pada tes VRIN maka akan tergolong kedalam kekuatan utama
perusahaan. Namun kemampuan yang kurang potensial akan dialihkan kepada basis
dalam memasuki pasar baru atau segmen lain.
Menilai Kompetensi Perusahaan - Aktivitas Apa yang Memiliki Kinerja Baik?

Salah satu cara yang dapat digunakan dalam mengukur kekuatan perusahaan adalah
dengan cara melihat skill perusahaan dalam melaksanakan aktivitas utama perusahaan
seperti supply chain management, R&D, produksi, distribusi, sales dan marketing,
dan customer service. Ketika perusahaan mampu meingkatkan kemampuan yang
umum menjadi kemampuan yang yang lebih baik dan dapat diterapkan secara
konsisten , maka kemampuan itu disebut dengan competence atau capability.
Corecompetence merupakan aktivitas internal perusahaan yang menjadi strategi
utama perusahaan.
Distinctive competence adalah aktivitas andalan yang ditampilkan perusahaan lebih
baik dari perusahaan pesaing. Distinctive competence memiliki pengaruh yang lebih
besar dibandingkan core competence. Karena distinctive competencemenampilkan
keunggulan perusahaan yang tidak dimiliki pesaing.
Mengidentifikasi Kelemahan (Weaknesses) Perusahaan dan Kekurangan
Kompetitif
Weaknesses merupakan sesuatu yang menjadi kelemahan/kekurangan perusahaan jika
dibandingkan dengan perusahaan lain. Besar atau kecilnya kelemahan perusahaan
tergantung dari pengaruh yang diberikan pasar atau strength yang dimiliki perusahaan.
Mengidentifikasi Peluang (Opportunities) Pasar
Peluang pasar menjadi factor yang paling berpengaruh dalam membentuk strategi
perusahaan. Seorang manajer tidak mampu mengembangkan strategi tanpa
mengidentifikasi peluang pasar. Dalam mengevaluasi peluang pasar, manajer harus
mampu melihat ke seluruh industry untuk menemukan peluang. Yang menjadi
pertanyaan adalah apakah perusahaan memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi
seluruh industry tersebut.
Beberapa perusahaan memiliki sumberdaya dan kemampuan dalam menciptakan
peluang tersebut. Peluang pasar sangat berhubungan dengan competitive assets
perusahaan, menawarkan prospek terbaik untuk pertumbuhan profitabilitas, dan
menampilkan competitive advantage yang potensial.
Mengidentifikasi Ancaman (Threats) Perusahaan

Lingkungan eksternal perusahaan seringkali membawa ancaman bagi perusahaan.


Ancaman itu berupa teknologi baru, masuknya lower cost competitor, aturan
pemerintah, dan juga pengaruh politik yang ada pada suatu daerah.
QUESTION 4: BAGAIMANA AKTIVITAS VALUE CHAIN PERUSAHAAN
MEMPENGARUHI STRUKTUR BIAYA DAN PROPORSI DARI CUSTOMER
VALUE?
Konsep utama Rantai Nilai (Value Chain)
Setiap perusahaan terdiri dari beberapa aktivitas seperti produksi, pemasaran,
pengiriman dan pelayanan atau produk. Seluruh rangkaian aktivitas yang saling
berhubungan tersebut disebut dengan value chain, disebut demikian karena gabungan
aktivitas tersebut membentuk nilai bagi pelanggan.

Value chain perusahaan terdiri dari dua kategori: primary activities yang berfungsi
menciptakan

nilai

bagi

pelanggan

dan

support

activitiesberfungsi

dalam

meningkatkan performa dari primary activities. Sebagai contoh pada sebuah hotel,
primary activities terdiri dari aktivitas seperti konstruksi bangungan, reservasi,
operasional hotel (check-in, check-out, pemeliharaan, room service, convention dan
meeting). Sedangkan support activities terdiri dari perekrutan dan pelatihan pegawai,
dan administrasi umum.
Membandingkan Rantai Nilai (Value Chain) Perusahaan Pesaing
Analisis rantai nilai berfungsi untuk membandingkan bagaimana pesaing membeikan
nilai kepada pelanggan. Walaupun rival berada pada industry yang sama, rangkaian

aktivitas bisa sangat berbeda dengan perusahaan. Sebagai contoh, perusahaan


manufaktur yang mengolah bahan baku dari awal hingga akhir akan berbeda dengan
perusahaan manufaktur yang membutuhkan bahan baku adri supplier, sehingga hanya
membutuhkan assembly operation.
Sistem Rantai Nilai (Value Chain)
Rantai nilai pada sebuah perusahaan terdiri dari aktivitas yang rumit termasuk rantai
nilai pemasok dan rantai nilai distributor dan retailers. System rantai nilai ini akan
mempengaruhi kualitas dari produk dan meningkatkan diferensiasi yang menciptakan
nilai tambah bagi pelanggan. Rantai nilai dari pemasok berhubungan dengan
perusahaan karena pemasok memiliki aktivitas dalam memproduksi dan mengirim
input bagi perusahaan. Biaya dan kualitas dari rantai nilai pemasok akan
mempengaruhi kualitas dari perusahaan. Membantu pemasok dalam menekan biaya
atau meningkatkan kualitas dari produknya berarti juga akan meningkatkan kuliatas
dan diferensiasi dari produk perusahaan. Sehingga, kolaborasi antara pemasok dan
perusahaan sangat dibutuhkan.
Meningkatkan Aktivitas Rantai Nilai
Manajer dapat menggunakan beberapa pendekatan untuk mengurangi biaya-biaya
pada aktivitas rantai nilai dan meningkatkan persaingan biaya perusahaan. Perusahaan
dapat menerapkan praktik terbaik terutama pada aktivitas yang membutuhkan biaya
yang tinggi. Mereka bisa mendesain ulang produk dan beberapa komponennya untuk
mengeliminasi komponen dengan biaya tinggi. Perusahaan bisa memindahkan
aktivitas dengan biaya tinggi ke lokasi yang lebih strategis sehingga dapat
menurunkan biaya yang muncul dari vendor atau kontraktor.
Meningkatkan Aktivitas Value Chain Pemasok
Biaya yang muncul dari pemasok dapat ditekan dengan cara meningkatkan relasi
perusahaan dengan pemasok, misalnya dengan cara melakukan hubungan kerjasama.
Sebagai contoh, pengiriman barang just-in-time dari pemasok dapat menurunkan
inventory perusahaan dan biaya internal logistic dan mempermudah pemasok dalam
mengontrol kapasitas gudang, pengiriman dan scheduling.
Meningkatkan Aktivitas Value Chain Distributor

Berikut beberapa cara yang dapat digunakan dalam meningkatkan aktivitas rantai nilai
distributor:
1. Menekan distributor, dealer, dan forward-channel lainnya untuk menekan
biaya dan markup.
2. Menjalin hubungan kerjasama untuk mengidentifikasi peluang untuk
mengurangi biaya.
3. Mengubah strategi distribusi, termasuk memilih distributor yang memiliki
biaya rendah, tanpa mengurangi kualitas pelayanan dari distributor.
Mengubah Performa dari Aktivitas Rantai Nilai Menjadi Competitive
Advantage
Perusahaan yang mampu meningkatkan performa dari aktivitas rantai nilai akan
menjadi competitive advantage bagi perusahaan. Aktivitas rantai nilai dapat
menciptakan competitive advantage melalui dua cara, yaitu:
1. Menciptakan aktivitas yang lebih efisien dibandingkan dengan pesaing.
2. Menciptakan diferensiasi produk, sehingga menciptakan nilai bagi pelanggan
Menciptakan competitive advantage membutuhkan determinasi yang tinggi dari
manajemen dalam melaksanakan aktivitas rantai nilai. Manajemen harus memikirkan
langkah yang tepat untuk mengubah setiap aktivitas rantai nilai.

QUESTION 5: APAKAH PERUSAHAAN BERSAING SECARA KUAT DAN


LEMAH DIBANDINGKAN PESAINGNYA ?

Apakah persaingan perusahaan kuat atau lemah, dibandingkan dengan


kompetitor, tergantung dari dua pertanyaan berikut ini :
1. Bagaimana posisi perusahaan terhadap kompetitor pada tiap-tiap faktor
penting yang mempengaruhi kesuksesan di pasar ?
2. Apakah perusahaan mempunyai keunggulan atau kelemahan kompetitif
terhadap pesaing utama ?
Bagaimana untuk melakukan penilaian terhadap keunggulan kompetitif

Step 1. Buat daftar 6 sampai 10 faktor sukses dari industri dan buat
pengukuran yang relevan terhadap keunggulan dan kelemahan kompetitif
tersebut
Step 2. Berikan pengukuran pada tiap-tiap kekuatan kompetitif berdasarkan
tingkat keutamaannya
Step 3. Berikan rate pada riap-tiap pengukuran kunci kekuatan dari rival
Step 4. Kalikan rating dari tiap-tiap kekuatan dari tingkat keutamaannya untuk
mendapatkan nilai total dari kekuatan
Step 5. Jumlahkan semua nilai dari tiap-tiap kekuatan untuk mendapatkan total
kekuatan dari keunggulan kompetitif rival
Step 6. Gunakan total kekuatan dari keunggulan kompetitif rival untuk
memetakan kekuatan dan kelemahan kompetitif perusahaan terhadap rivalrival di pasar

Tabel pengukuran kekuatan kompetitif dari perusahaan dari rival

Intepretasi dari pengukuran nilai kekuatan kompetitif

Semakin tinggi nilai dari total pengukuran kekuatan kompetitif perusahaan,

semakin tinggi pula keunggulan total perusahaan terhadap rivalnya


Semakin rendah nilai dari total pengukuran kekuatan kompetitif perusahaan,

maka semakin sulit bagi perusahaan untuk bisa sukses di pasar


Besaran perbedaan antara nilai pengukuran kekuatan kompetitif antara
perusahaan dan rival menggambarkan peta kekuatan dari keunggulan atau
kelemahan kompetitif perusahaan tersebut dengan rivalnya

Implikasi strategis dari penilaian kekuatan kompetitif

Nilai dari kekuatan kompetitif perusahaan menunjukan dimana letak keluatan

dan kelemahan kompetitif apabila di compare dengan rival


Apabila perusahaan memiliki nilai kekuatan kompetitif yang lebih
dibandingkan dengan perusahaan rival, maka akan lebih baik bagi perusahaan

untuk memfokuskan strategi ke aspek tersebut untuk memenangkan pasar


Apabila perusahaan memiliki nilai kekuatan kompetitif yang lkurang
dibandingkan dengan perusahaan rival, maka akan lebih baik bagi perusahaan
untuk menyusun strategi pertahanan untuk mengimbangi kekuatan rival

Hal-hal yang harus diperhatikan managerial perusahaan secara simultan

Apakah manager memonitor kekuatan dan kelemahan kompetitif perusahaan

terhadapn rival di tiap-tiap wilayah?


Dalam penyusunan strategi perusahaan dan pengambilan keputusan tiap
tahunnya manager harus memetakan kekuatan dan memperbaiki kelemahan

perusahaan
Manajer harus memastikan bahwa laporan dari pemetaan kekuatan dan
kelemahan kompetitif yang dibuat bisa menunjukan dengan jelas data
mengenai perusahaan rival beserta kekuatan dan kelemahannya

QUESTION 6: APA YANG MENJADI PERSOALAN STRATEGIC DAN


PERMASALAHAN YANG MENJADI PERHATIAN MANAJERIAL ?
Meliputi daftar worry list berdasarkan hal-hal berikut :

Penilaian dari lingkungan eksternal


Evaluasi pada resource dan kemampuan perusahaan untuk mencapai
kesuksesan

Permasalahan dan fokus yang ada dalam worry list harus berdasarkan hal-hal berikut
:

How to ?
Wheter to ?
What should be done ?

Identifikasi isu-isu strategis, berikut adalah contoh :

Bagaimana merespon tantangan dari kompetitor baru


Bagimana melawan perang harga yang dilakukan rival
Bagaimana menurunkan cost yang tinggi
Bagaimana menjaga sustainabel perusahaan di masa depan apabila ada

penurunan permintaan
Bagaimana memperluas produksi perusahaan
Bagaimana memperluas pangsa pasar sampai keluar negeri dengan cepat
Bagaimana merespon demografi penduduk yang menua di wilayah pemasaran
perusahaan

Kenapa harus menyusun worry list?


Fungsi utama dari worry list adalah untuk :

Apa saja strategi dan tantangan kompetitif yang dihadapi perusahaan


Bagian mana dari pemetaan kekuatan kompetitif yang harus diperbaiki
Apa hambatan yang dihadapi perusahaan untuk melakukan perluasan usaha

dan perbaikan finansial


Worry list tidak digunakan untuk mennyusun tindakan nyata yang harus dilakukan
perusahaan, seperti contoh :
Menentukan strategi apa saja yang harus segera dilakukan dan perencanaan

strategi yang harus dilakukan kedepannya


Apabila worry list berisi ancaman-ancaman yang sedikit artinya strategi
perusahaan sudah baik dan perlu memjaga performance agar tetap on track

menuju goal perusahaan


Apabila worry list berisi ancaman-ancaman yang banyak artinya strategi
perusahaan perlu direvisi dan diperbaiki agar kedepannya tidak terjadi hal-hal
yang tidak diinginkan perusahaan.