Anda di halaman 1dari 9

Dhyna Annisa M. B.

1315011033

Bahan perkuatan tanah yang biasa digunakan adalah sebagai berikut :


a.

Bahan dari metal

b.

Bahan dari geotextile

Perkuatan tanah dengan memasukan bahan perkuatan kedalam tanah harus memenuhi
syarat antara lain :
1. Tahan terhadap korosi terutama untuk metal. Material dari metal akan mudah berkarat
jika kena air. Unutk air untuk itu maka bahan perkuatan harus diberi antikarat.
2. Tahan terhadap degradasi bahan kimia. Bahan perkuatan tanah dari metal maupun diri
polimer akan mudah bereaksi jika kena bahan kimia. Untuk itu maka bahan perkuatan
perlu dipilih yang sesuai kondisi tanah.
3. Tahan terhadap degradasi biologokal. Bahan perkuatan terutamah dari bahan polimer
akan terjadi degradasi jika kena biologi yang ada ditanah.
4. Tahan terhadap pengaruh yang lainnya. Dilihat spesifikasi perkuatan yang dipakai.
Untuk bahan metal, pengurangan ketebalan akibat korosi adalah sebagai berikut :
Minimum pengurangan ketebalan
Maximum pengurangan ketebalan

t 5.5Y 0.6 x10 6 m


t 50Y 0.6 x10 6 m

Dimana :
t = pengurangan ketebalan.
Y = waktu dalam tahun.
Kekuatan tarik sisa setelah sekian tahun adalah :


t
tarik o 1 K h
to

Dimana :
tarik = tegangan tarik.
o = tegangan awal (rencana)
Kh = 1.2 2.8, diambil 2
To = tebal awal
t = kehilangan ketebalan.

PERKUATAN TANAH PADA LERENG.


Perkuatan tanah pada lereng dapat digunakan bahan dari :
a. Metal seperti Strip, Rod dan Sheet.
b. Folifinil seperti Geotextile, geogrid, dll
Data-data yang diperlukan untuk perhitungan perkuatan tanahadalah sebagai berikut :
1. Data tanah asli seperti :
-

Berat volume

Kadar air , w

Berat jenis, Gs

Sudut geser dalam

Kohesi tanah, c

Dari data ini dapat dihitung sat, S, e.

2. Data tanah timbunan seperti :


-

Data dari uji pemadatan yaitu : d max dan kadar air optimum wopt

Sudut geser dalam

Kohesi tanah, c

3. Data perkuatan seperti :


-

Kuat tarik izin (dilihat dari spesifikasi bahan )

4. Data kuat geser tanah dengan perkuatan (dari uji kuat geser perkuatan dengan tanah).
5. Data lereng seperti :

profil melintang lereng

peta situasi sekitar lereng.

Beberapa contoh teknologi dibidang rekayasa sipil yang ada pada saat ini yang sangat
membantu

dalam

Pembangunan

penyelesaiannya

jalan

diatas

pada

penanggulangan

tanah

lunak

perkuatan

dengan

tanah.

metode:

a. Penggunaan cerucuk kayu yang berfungsi sebagai settlement reducer, yang


walaupun memiliki kelemahan keterbatasan umur material namun telah terbukti dan
-

diterima sebagai suatu sistem.


b. Penggunaan sistem Corduroy/geotextile bagian dari tanah soil reinforcement untuk

menaklukkan kuat geser.


c. Penggunaan sistem Cakar ayam yang dikombinasikan dengan geotextile diatas

tanah lunak.
d. Menggunakan cerucuk matras beton dengan komponen cerucuk dan matras dimana
setiap

unit

pelat

matras

masing-masing

berada

disebuat

titik/cerucut.

e. Penggunaan bahan expandsed Polysstyrene yang yang mempunyai berat jenis


sangat rendah untuk konstruksi timbunan jalan raya, maupun sebagai lapisan
pendukung

fondasi

diatas

tanah

lunak

sehingga

memperkecil

tegangan yang bekerja.


Teori Perkuatan Tanah.

Perkuatan tanah adalah salah satu cara metoda perbaikan tanah. Perbaikan tanah
dimaksudkan untuk :

1. Meningkatkan kuat geser tanah


2. Mengurangai compresibilitas.
3. Mengurai Swelling.
4. Mengurangi permeabilitas.
Metoda perbaikan tanah yang kita kenal adalah :
1.

Perbaikan tanah cara mekanis yaitu dengan uji pemadatan.

2.

Perbaikan tanah cara dewatering yaitu pengeringan.

3.

Perbaikan tanah cara kimia yaitu stabilisasi tanah dengan bahan kimia seperti
semen, kapur, dll.

4.

Perbaikan tanah cara menambah bahan perkuatan.


Perkuatan tanah lebih disukai dilaksanakan karena konstruksi perkuatan akan
langsung berfungsi begitu dibuat. Sehingga selesai konstruksi maka konsruksi
tersebut dapat digunakan. Hal lain yang juga menjadi pertumbangan karena
penambahan kuat geser tanah akibat penambahan perkuatan sangat besar. Berbeda
dengan pemadatan, dewatering dan stabilisasi tanah penambahan kuat geser tanah
tidak terlalu besar.

Maksud dilakukan perkuatan tanah adalah :


a. Meningkatkan Daya Dukung Tanah.
Pondasi dangkal seperti pondsi telapak, timbunan jika dianalisa maka bentuk
keruntuhan seperti gambar dibawah ini. Terzaghi membagi ada tiga macam
keruntuhan yaitu :
1. Keruntuhan Umum (General Shear Failure). Keruntuhan ini terjadi pada tanah
lempung kenyal.

1
qu c * N c q * N q B * * N
2
Jika beban pondasi sangat besar maka tanah tidak mampu memikul beban. Untuk
meningkatkan daya dukung tanah kita dapat memakai cerucuk.
Tambahan daya dukung tanah terjadi karena adanya tambahan tanahan geser dari
cerucuk.
Sehingga daya dukung menjadi :

*d2 n
4

qu c * N c q * N q B * * N c *

P
Pondasi di lempung Kenyal keras, terjadi keruntuhan General Shear Fa

2.5B

B
lempung Kenyal keras

2.5 B

Pada perkuatan dengan cerucuk akan menambah geser.

lempung Kenyal keras

2. Keruntuhan Lokal (Lokal Shear Failure). Keruntuhan ini terjadi pada tanah
lempung agak kenyal. Pada kondisi seperti ini factor daya dukung Terzaghi tidak
dapat digunakan. Untuk itu maka factor daya dukung harus dikoreksi.

qu c * N *c q * N q* B * * N*
Jika beban pondasi sangat besar maka tanah tidak mampu memikul beban. Untuk
meningkatkan daya dukung tanah kita dapat memakai cerucuk. Tambahan daya
dukung tanah terjadi karena adanya tambahan tanahan geser dari cerucuk.
Sehingga daya dukung menjadi :

*d2 n
4

qu c * N *c q * N *q B * * N * c *

P
Pondasi di lempung Kenyal keras, terjadi keruntuhan Lokal Shear Fai

lempung agak Kenyal kenyal

Pada perkuatan dengan cerucuk akan menambah geser.

lempung agak Kenyal kenyal

3. Keruntuhan Punching (Punching Shear Failure). Keruntuhan ini terjadi pada


tanah lempung lunak. Pada kondisi seperti ini dukung Terzaghi dan daya dukung
yang dikoreksi seperti diatas tidak berlaku, karena daya dukung yang didapat akan

sangat kecil. Besar daya dukung tergantung dari daya dukung cerucuk yang
digunakan sebagai tiang pancang. Besar daya dukung adalah sebagai berikut :
Daya dukung tanpa perkuatan tanah :

qu 0
Tambahan daya dukung tanah terjadi karena adanya tambahan cerucuk berupa
daya dukung tiang pancang adalah sebagai berikut :

qu 9 * Cu Ap * Cu * L * * d * n * f
,
Dimana :
Ap = Luas Penanmpang tiang pancang
L = Panjang tiang pancang
n

= jumlah tiang pancang

f = Effesiensi tiang pancang.


P
Pondasi di lempung Kenyal keras, terjadi keruntuhan Punching Shear Failure

lempung lunak

Pada perkuatan dengan cerucuk akan menambah geser.

lempung lunak

b. Mengurangi Penurunan.

c. Mengurangi deformasi lateral.

Perkuatan tanah dapat dilakukan pada lereng. Dapat dilakukan perkuatan tanah pada
lereng misalnya dengan memasang arah horizontal seperti memasang geotextile, geogrid
atau bahan perkuatan dari metal.
Lereng tanpa perkuatan maka factor keamanan terhadap longsor adalah :
SF

MT
MR

Dimana :
SF = Faktor keamanan
MT = Momen tahanan
MR = Momen runruh
Pada kondisi dipasang perkuatan tanah arah horizontal maka untuk meruntuhkan lereng
harus menarik perkuatan tanah , sehingga factor keamanan terhadap longsor adalah :
SF

MT
* a p * h i
MR

Dimana :
= gaya geser pada permukaan perkuatan tanah
ap = Luas permukaan perkuatan tanah
hi = jarak vertical kepusat kelongsoran.

Pada kondisi dipasang perkuatan tanah dengan tiang pancang maka untuk runtuh harus
memutus tiang pancang. Dengan demikian maka factor keamanan terhadap longsor
adalah :

SF

MT

p * * d i2 * Ri
MR
4

Dimana :
p = Tahanan geser tiang pancang
di = diameter penampang tiang pancang
R = Jari-jari kebidang longsor.
Perkuatan tanah biasanya digunakan pada pondasi, pembangunan jalan, perkuatan lereng,
bendungan dll. Biaya untuk pembanguan dengan menggunakan perkuatan tanah akan
terara ekonomis jika pekerjaannya besar. Tetapi jika pekerjaannya kecil maka akan terjadi
pemborosan. Untuk dinding penahan tanah dengan ketingian > 5.00 meter, akan
menghemat biaya 20% - 60%. Tetapi untuk dinding penahan tanah yang kecil maka akan
menjadi mahal.