Anda di halaman 1dari 29

BERCAK HITAM PADA KULIT

KELOMPOK X

SKENARIO
Seorang wanita 35 tahun datang ke
rumah sakit dengan keluhan bercak
hitam pada daerah pipi kiri dan
kanan yang telah dialami sejak 4
bulan yang lalu. Riwayat keluarga
menderita penyakit yang sama tidak
ada. Hasil pemeriksaan laboratorium
dalam batas normal.

KATA KUNCI
Wanita, 35 tahun
Bercak hitam pada daerah pipi kiri &
kanan
Sejak 4 bulan lalu
Riwayat keluarga menderita penyakit
yang sama (-)

PERTANYAAN
1. Bagaimana anatomi, histologi, serta fisiologi dari organ kulit ?
2. Proses Melanogenesis?
3. Bagaimana mekanisme terjadinya bercak hitam pada kulit ?
4. Apa saja penyakit-penyakit yang menimbulkan bercak hitam
pada kulit ?
5. Langkah diagnostik ?
6. Penatalaksanaan ?

Anatomi & Histologi Kulit

Organ terberat & terbesar dari tubuh (2,7-3,6 kg)


Luas 1,5-1,9 m2
Kulit terbagi atas 3 lapisan:
I. Lapisan epidermis/kutikel
II . Lapisan dermis/korium
III. Lapisan subkutis (Hipodermis)

Fisiologi

Fungsi
Fungsi
Fungsi
Fungsi
Fungsi
Fungsi
Fungsi
Fungsi

Proteksi
absorpsi
Ekskresi
Persepsi
pengaturan suhu tubuh
pembentukan pigmen
Keratinisasi
pembentukan vit. D

Proses Pembentukan Melanin

Hipomelanosi
s

KELAINAN
PIGMEN
Hipermelano
sis

Mekanisme Bercak Hitam pada Kulit


Video

Differential Diagnosis
Melasma

Lentiginosis

Hiperpigmentasi
Post Inflamasi

Melanosis
Rhiel

Melasma
hipermelanosis

didapat

yang

umumnya simetris berupa makula


yang

tidak

merata

berwarna

coklat muda sampai coklat tua,


mengenai
sinar

ultra

matahari

area

yang

violet
dengan

terpajan

pada

sinar
tempat

predileksi pada pipi, dahi, daerah


atas bibir, hidung, dan dagu.
Insidens terbanyak pada usia 3044 tahun

Lentiginosis
Keadaan terbentuknya makula coklat atau coklat kehitaman
berbentuk bulat atau polisiklik dengan jumlah yang banyak dan
distribusi tertentu.
Disebabkan karena bertambahnya melanosit pada taut dermoepidermal tanpa adanya proliferasi fokal.
Klasifikasi :
Lentiginosis Generalisata
Lentiginosis Sentrofasial
Sindrom Peutz-Jegher

Hiperpigmentasi Post Inflamasi

Hipermelanosis

yang

diperoleh

setelah terjadi peradangan kulit/luka


yang dapat timbul disemua jenis kulit

Hiperpigmentasi Post Inflamasi

Patogenesis
a. HPI Epidermis

Hiperpigmentasi Post Inflamasi

b. HPI dermis

Hiperpigmentasi Post Inflamasi


Manifestasi Klinik :

Makula

HPI epidermal: akan muncul warna coklat/ coklat tua

HPI dermal: warna abu-abu/biru memburuk dengan sinar


matahari

Melanosis Rhiel

Pigmentasi berwarna coklat muda-tua, terutama pada dahi


malar, belakang telinga dan sisi leher serta tempat yang
sering terkena matahari. Bisa pada tempat tertutup seperti
ketiak dan umbilikus

Langkah Diagnostik
1.

Anamnesis Tambahan
- Aktivitas mengenai paparan sinar UV
- Apakah sering menggunakan kosmetik atau obat-obatan
tertentu?
- Apakah bercaknya nyeri, gatal, diameternya bertambah ?
- Apakah pernah luka di wajah sebelumnya?
- Apakah menggunakan pil kontrasepsi
- Apakah sedang hamil?

Langkah Diagnostik

2. Lokasi Predileksi
a. Melasma : pipi, dahi, daerah atas bibir, hidung, dan
dagu
b. Lentiginosis : selaput lendir mulut, mukosa bucca,
gusi, palatum durum, bibir
c. Melanosis Rhiel : dahi, malar, belakang telinga

Langkah Diagnostik
3. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan
MelaninHistopatologi
- tipe epidermal :
melanin menumpuk
terutama lapisan
basal dan
suprabasal, bahkan
kadang kadang
diseluruh stratum
spinosum-korneum
- tipe dermal :
terdapat makrofag
bermelanin dalam
dermis bagian atas

Lentiginosis:
jumlah melanosit
bertambah
di
lapisan sel basal
dan
makrofag
berisi pigmen di
dermis
bagian
atas, di seluruh
epidermis
terdapat banyak

Langkah Diagnostik
Pemeriksaan Histopatologi

HPI :

terdapat
akumulasi
melanopages
di dermis dan
peningkatan
akumulasi
melanin dalam

Melanosis
Rhiel

degenerasi
perkejuan pada
sel basal
disertai
melanofage di
dalam dermis

Diagnosis Sementara:
MELASMA

Melasma
Etiologi:
Belum diketahui dengan pasti.
Sinar UV
Hormon (Estrogen, Progesteron, MSH)
Genetik
Kosmetik
Idiopatik

Melasma

Patogenesis
- belum diketahui secara pasti
- spektrum sinar UV merusak gugus
sulfidril
di
epidermis
yang
merupakan
penghambat
enzim
triosinase, enzim triosinase berguna
untuk
menghambat
proses
melanogenesis.

Melasma

Klasifikasi
- Sentrofasial : 2/3 kasus. Dahi, hidung, dagu, &
medial pipi
- Malar : 20% kasus. Pipi & hidung
- Mandibular : 15 % kasus. Ramus mandibula

Pemeriksaan Sinar Wood


Mengukur kedalaman hiperpigmentasi
1. Tipe epidermal : warna lesi tampak lebih
kontras
2. Tipe dermal : tidak terlihat peningkatan
kontras warna
3. Tipe campuran : lesi ada yang berwarna
kontras dan ada yang tidak
4. Tipe tidak dapat dinilai : lesi menjadi tidak
jelas, sedangkan dengan sinar biasa akan
jelas

Penatalaksanaan
1. Pencegahan
Fotoproteksi: hindari paparan dengan sinar
UV terutama pukul 9-15, memakai tabir
surya UV SPF 30, memakai payung
Menghilangkan
faktor
penyebab:
menghentikan pil kontrasepsi, kosmetik,
mencegah pemakaian obat-obatan hidantoin,
sitostatika, obat anti malaria, minosiklin.
-

Penatalaksanaan
2. Pengobatan Topikal

Hidrokinon : konsentrasi 2-5%


Asam Retinoat 0,1 %
Asam azeleat

3. Pengobatan sistemik
Asam askorbat/Vitamin C
Glutation
4. Tindakan khusus
a. Pengelupasan kimiawi
b. Bedah laser

Daftar Pustaka
Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin. Edisi ke 5. Jakarta:
Balai Penerbit FKUI; 2007
Bleehen SS, Anstey AV. Disorder of skin colour :
pathogenesis of disorders of melanin pigmentation,
melasma. Dalam: Burns T, Breathnach S, Cox N,
Griffiths C, editor. Rooks textbook of dermatology.
Edisi ke 7. Massachusetts: Blackwell; 2004. bag.39.
hal.13-14,40.
Montemarano AD, Elston DM, editor. Melasma.
[dikutip
27
Des
2011].
Tersedia
di:
emedicine.medscape.com/article/106840-overview.