Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Membran adalah suatu lapisan penghalang yang dapat membedakan dua tipe
molekul, yang disebabkan oleh adanya perbedaan ukuran, bentuk, dan struktur
kimia. Proses membran adalah pemisahan pada tingkat molekular atau partikel
yang sangat halus. Membran di definisikan sebagai lapisan penghalang yang
selektif antara dua fasa homogen (Mulder, 1999).
Dewasa ini Teknologi membran telah tumbuh dan berkembang secara
dinamis sejak pertama kali dikomersilkan Sartorius-Werke di Jerman pada tahun
1927. Pengembangan dan aplikasi teknologi ini semakin beragam dan penemuanpenemuan baru pun semakin banyak dipublikasikan. Teknologi membran pada
akhirnya menjadi salah satu teknologi alternatif yang paling kompetitif saat ini
dan telah memberikan beragam solusi bagi manusia dalam pemenuhan kebutuhan
sehari-hari (Anonim, 2014)
Oleh karena itu, dengan semakin majunya teknologi alternatif membrane
sangat penting untuk mengkaji proses membrane untuk lebih dalam, sehingga
mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan keilmuan tentang teknologi
membrane. Proses membran dapat diklasifikasikan dengan banyak proses, namun
pada makalah ini akan dibahas membrane dengan jenis dialysis.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah disebutkan bahwa makalah ini akan
membahas tentang membrane dialysis, adapun rumusan masalah yang dikaji
adalah pengetian membrane dialysis, teori dasar dan prinsip kerja membrane
dialysis,

faktor

yang

mempengaruhi

proses

membrane

dialysis

dan

pengaplikasiannya.
1.3 Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dari pembuatan makalah ini yaitu mahasiswa
mampu mengetahui, mengkaji dan mengembangkan teknologi membrane lebih
dalam, khususnya teknologi membrane dialysis.
1

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Proses Membran


Membran adalah suatu lapisan penghalang yang dapat membedakan dua tipe
molekul, yang disebabkan oleh adanya perbedaan ukuran, bentuk, dan struktur
kimia. Proses membran adalah pemisahan pada tingkat molekular atau partikel
yang sangat halus. Membran di definisikan sebagai lapisan penghalang yang
selektif antara dua fasa homogen (Mulder, 1999)
2.2 Klasifikasi Membran
Membran dapat digolongkan berdasarkan empat macam yaitu berdasarkan
asalnya,

berdasarkan

morfologinya,

berdasarkan

struktur

dan

prinsip

pemisahannya serta berdasarkan kerapatan porinya (Hartono, 2013).. Klasifikasi


tersebut dapat dilihat pada tabel 2.1 berikut ini.
Tabel 2.1 Klasifikasi membran
Asal

Morfologi

Membran
Alamiah

Membran
simetrik

Membran
Sintetik

2. Membran
Asimetrik

Struktur Dan Prinsip


Pemisahannya
Membran berpori
(Membrane Porous)
2. Membran tidak berpori
(Membrane Non Porous)
3. Membran Cair (Carrier
Membrane)

Kerapatan Pori
1. Makropori : M dengan
ukuran pori lebih besar dari
50 nm
2. Mesopori : M dengan
ukuran pori antara 2 50 nm
3. Mikropori : M dengan
ukuran lebih kecil dari 2 nm

Table 2.2 Tipe membran berdasarkan kerapatan pori dengan ukuran partikel yang tertahan dan
daya dorongnya
Process

Driving force

Reverse Osmosis
Dialysis

Size of materials
retained
0.1 - 10 m
microparticles
1 - 100 nm
macromolecules
0.5 - 5 nm
molecules
< 1 nm molecules
< 1 nm molecules

Electrodialysis

< 1 nm molecules

Electrical potential difference

Pervaporation

< 1 nm
molecules

Concentration difference

Microfiltration
Ultrafiltration
Nanofiltration

Pressure difference (0.5 - 2 bar)

Type of
membrane
Porous

Pressure difference (1 - 10 bar)

Microporous

Pressure difference (10 - 70 bar)

Microporous

Pressure difference (10 - 100 bar)


Concentration difference

Nonporous
Nonporous or
microporous
Nonporous or
microporous
Nonporous

Process
Gas Permeation
Membrane
Distillation
(Hartono, 2013)

Size of materials
retained
< 1 nm molecules

Driving force

< 1 nm molecules

Partial pressure difference

Partial pressure difference (1 100 bar)

Type of
membrane
Nonporous
Microporous

2.3 Membran Dialisis


2.3.1 Sejarah Membran Dialisis
Dr Willem Kolff, seorang dokter Belanda, dibangun pada dialyzer kerja
pertama pada 1943 selama pendudukan Nazi di Belanda . Karena kelangkaan
sumber daya yang tersedia, Kolff harus berimprovisasi dan membangun mesin
awal menggunakan selubung sosis , kaleng minuman , sebuah mesin cuci dan
berbagai barang lainnya yang tersedia pada saat itu. Selama dua tahun berikutnya,
Kolff menggunakan mesin untuk mengobati 16 pasien yang menderita gagal
ginjal akut , tetapi hasilnya tidak berhasil. Kemudian, pada tahun 1945, wanita 67
tahun koma uremic sadar kembali setelah 11 jam hemodialisis dengan dialyzer,
dan tinggal selama tujuh tahun sebelum meninggal dari kondisi yang tidak
berhubungan. Dia adalah pasien pertama yang pernah berhasil diobati dengan
dialisis.
2.3.2

Pengertian Dialisis
Dialisis adalah salah satu teknik pemisahan cair-cair yang berdasarkan

kepada proses pemisahan yang melibatkan sempadan atau membran. Pemisahan


analit yang beralainan bergantung pada perbedaan kadar pergerakannya melewati
membran semipermeabel yang memisahkan dua fasa cair terlibat. Dialisis adalah
pergerakan molekul oleh difusi dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah
melalui membran semipermeabel. Fungsi dari membran semipermeabel adalah
untuk mencegah pelarut dan larutan dan untuk melewatkan pelarut dan
solute(kecil).
Dialisis juga dapat diartikan sebagai pemisahan koloid dari ion terlarut atau
molekul berukuran kecil, atau kristaloid, dalam suatu larutan. Koloid adalah setiap
zat yang terbuat dari partikel-partikel yang dari ukuran kecil yang sangat: lebih
besar dari atom, tetapi umumnya memiliki ukuran 10 -7 cm berkisar sampai
10 3 cm. Kristaloid adalah zat yang memiliki beberapa atau semua properti dari
3

kristal atau zat yang membentuk solusi yang benar dan berdifusi melalui membran
oleh dialisis. Dialisis adalah proses yang seperti osmosis.
Ciri-ciri Dialisis yaitu solute menembus membran, ada migrasi spontan
partikel solute dari larutan ke dalam pelarut murni. Gaya yang menentukan difusi
pada dasarnya sama dengan yang menentukan tekanan osmosis, serta selektivitas
membran dialisis tidak hanya tergantung pada ukuran pori-pori. Faktor-faktor
yang mempengaruhi tingkat dialysis yaitu volume buffer komposisi buffer,
jumlah, perubahan buffer, waktu, suhu dan ukuran partikel serta ukuran pori-pori.
2.4 Dasar Fisiologi Dialisis
Terdapat tiga hal yang mendasari proses membran dialisis yaitu difusi,
ultrafiltrasi dan konveksi. Difusi adalah pergerakan zat-zat terlarut dari larutan
berkonsentrasi tinggi ke larutan berkonsentrasi rendah melalui membran
semipermeabel. Mekanisme difusi dipengaruhi oleh perbedaan konsentrasi dalam
kedua larutan tersebut, berat molekul zat terlarut dan resistensi membran
semipermeabel.
Ultrafiltrasi adalah proses perpindahan air dan zat-zat terlarut yang
permeabel melalui membran semipermeabel, karena adanya perbedaan antara
tekanan hidrostatik dan tekanan osmotik. Ultrafiltrasi dibagi menjadi dua yaitu
ultrafiltrasi hidrostatik dan ultrafiltrasi osmotik. Ultrafiltrasi hidrostatik prosesnya
yaitu pergerakan air terjadi dari kompartemen bertekanan hidrostatik tinggi ke
kompartemen yang bertekanan hidrosatik rendah. Ultrafiltrasi hidrostatik
tergantung pada tekanan transmembran (transmembran pressure/TMP) dan
koefisien ultrafiltrasi (KUF). Sedangkan proses ulltrafiltasi osmotik yaitu
perpindahan air terjadi dari kompartemen yang bertekanan osmotik rendah ke
kompartemen yag bertekanan osmotik tinggi, sampai tercapai keadaan tekanan
osmotik di dalam kedua kompartemen tersebut seimbang.
Konveksi adalah gerakan molekul-molekul lainnya akibat perbedaan
tekanan hidrostatik, yang terlarut dalam air, melalui membran semipermeabel.
Akibat adanya tekanan hidrostatik, molekul-molekul kecil dan besar cenderung
berpindah hingga tercapai keadaan keseimbangan, sesuai dengan ukuran yang
dapat dilalui oleh membran semipermeabel. Molekul besar tidak dapat berpindah.

(a)
Keterangan :

(b)

(c)

membrane impermeable solutes

membrane permeable solutes


membrane permeable osmotic agent

Gambar 2.1 (a) Proses Difusi (b) Proses ultrafiltrasi (c) Proses Konveksi .
Sumber : (Kudadiri, 2012)

2.5 Teori Dasar Proses Dialisis


Mekanisme yang digunakan dalam pemisahan analisis adalah kombinasi
dua mekanisme, yaitu pembauran yang dikontrol oleh kinetik dan penapisan
mekanik. Hukum Fick

: kecepatan difusi suatu zat melalui suatu larutan

ada hubungannya dengan gradien konsentrasi yang melintasi jalan difusi.


dS=Dq

dc
dt
dx

* Tanda negatif menyatakan bahwa zat yang berdifusi dalam arah menurunnya
konsentrasi

Ket :

: banyaknya zat yang berdifusi melalui suatu bidang difusi

: ketebalan bidang difusi

; q

: waktu,

; dc/dx : gradien konsentrasi,

: koefisien difusi spesifik (banyaknya zat yang berdifusi melintasi

: luas bidang difusi,

satuan luas per satuan waktu pada gradien konsentrasi satu),


Untuk suatu larutan yang dipisahkan dari pelarut murni (larutan yang lebih encer),
oleh suatu membran semipermeabel, hukum Fick menyatakan bahwa :
a) Solute akan berdifusi dari larutan pekat ke larutan yang lebih encer,
b) Pelarut bergerak dari daerah konsentrasi yang lebih tinggi ke rendah,
c) Jika membran bersifat permeabel terhadap solute dan pelarut maka dialisis
dan osmosis terjadi serempak,
d) Jika membran bersifat permeabel hanya terhadap pelarut maka hanya terjadi
osmosis dan kondisi kesetimbangannya berbeda,
5

e) Jika cairan-cairan pada kedua sisi membran diaduk maka proses difusi
hanya terjadi di dalam membran.
f) Kecepatan penyamaan konsentrasi dari kedua larutan sebanding dengan
koefisien difusi,
g) Daya penggerak

untuk

penyamaan

konsentrasi

adalah

perbedaan

konsentrasi,
h) Untuk suatu membran tipis dengan ketebalan yang serba sama,
dS=k 1 A ( C 1C2 ) dt
Keterangan :

: luas permukaan

C1 dan C2

: konsentrasi zat terlarut pada kedua sisi

membran
K1
: konstanta
Bila di integrasikan terhadap t, diperoleh : S=kA ( C 1C 2) t
Ketentuan untuk k:

Dianggap tetap untuk suatu kombinasi membran-solute,


Berubah terhadap konsentrasi pelarut,
Konstan untuk kebanyakan non-elektrolit, tapi berubah-ubah untuk
elektrolit,

Naik dengan naiknya suhu, yaitu k T ,2=k T , 1 [1+ B ( T 2 T 1 ) ]


B : koefisien suhu (fungsi kecepatan difusi)

2.6 Proses Dialisis


membran
feed

Purified feed

Dialisat (water)

Gambar 2.2 Skema proses Dialisis


Pelarut dari larutan berkonsentrasi rendah akan berdifusi ke larutan yang
berkonsentrasi tinggi dengan cara osmosis. Solute (yang kecil) berdifusi dari
larutan yang berkonsentrasi tinggi berdifusi ke laritan yang berkonsentrasi rendah
secara dialysis. Osmosis dan dialisis terjadi sampai konsentrasi solut dan pelarut
jadi sama.

Solute yang berdifusi disebut difusat, sedangkan larutan tempat asal solute yang
berpindah disebut dairan yang didialisis atau disebut juga dengan dialisat.
Jika larutan yang berkonsentrasi rendah secara berkala diganti dengan pelarut
murni, maka difusat akan terekstraksi secara sempurna dari dialisat. Zat yang
dapat dipisahkan secara dialysis yaitu Koloid dari ion-ion sederhana, Koloid dari
koloid, Ion dari ion, Molekul dari ion, Molekul dari molekul. Suatu koloid
biasanya bercampur dengan ion-ion pengganggu, karena pertikel koloid memiliki
sifat mengadsorbsi. Pemisahan ion penggangu dapat dilakukan dengan
memasukkan koloid ke dalam kertas/membran semipermiabel (selofan), baru
kemudian akan dialiri air yang mengalir. Karena diameter ion pengganggu jauh
lebih kecil daripada koloid, ion pengganggu akan merembes melewati pori-pori
kertas selofan, sedangkan partikel koloid akan tertinggal.
2.7 Efektifitas Proses Dialisis
Efektifitas Proses dialisis tergantung pada faktor-faktor berikut ini :

Kecepatan difusi, yang bergantung juga pada ukuran partikel molekul


(berat), suhu,konsentrasi perbedaan, difusi jarak,

permukaan luas,

permeabilitas, dan gradien konsentrasi, serta sifat difusat.


Jenis-jenis membran, berupa membran-membran bermuatan negatif
(kolodion, perkamen, dan selulosa). Muatan membran tergantung kondisi

yaitu gelatin dan protein.


karakterisasi membran, membran dikarakterisasikan dengan indeks alkohol,
yaitu bilangan yang menyatakan persentasi alkohol dalam larutan
pengembang yang digunakan dalam pembuatan membrane. Indeks alkohol
juga digunakan untuk mengkarakterisasi solute-solute yaitu, indeks alkohol
dari membran yang paling porus, yang tak permeabel pada solute tersebut.

2.8 Peralatan Proses Dialisis


Berbagai jenis peralatan dialisis (dialiser) dapat dijumpai di pasaran atau
dibuat di laboratorium. Dialiser terdiri dari modul pemisahan, yaitu dialiser dan
membran. Sebagian Sistem memasukkan Sistem dialisis kepada Sistem analisis
aliran

terus

(FIA)

yang

mengandung

unit-unit

yang

umum,

seperti:

pompa,penyedot, dan lain-lain. Terdapat juga dialiser yang dibuat khusus untuk
tujuan yang spesifik, misalnya dialisis yang digabungkan dalam sistem
pensampelan bioteknologi.
7

Kebanyakan dialiser konvensional adalah dari jenis sandwich yang dibuat


dari perpex atau bahan-bahan lain yang kuat dan tahan. Dialiser ini terbentuk dari
dua bagian yang seperti cermin pada sebelah permukaan, dimana setiap satu
bagian mempunyai lekukan berbentuk semi-bulatan atau kadangkala segitiga atau
segiempat. Antar dua bagian dialiser itu diletakkan membran semi-telap yan
memperbolehkan proses dialisis terjadi dan kedua-dua bagian itu digandeng
dengan rapi. Aliran larutan penderma dialirkan melalui bagian yang satu lagi.
Aliran larutan penerima dapat menuju arah yang sama atau melawan arus relatif
terhadap aliran larutan pemberi.
Larutan penderma

Dialiser

Ke buangan

Penyuntik sampel

Detektor

Larutan penerima
Membran

Gambar 2.3 Skema peralatan Dialisis

Salah satu dialiser khusus yang menarik adalah dialiser lawan arus Craig.
Sistem dialiser ini menggabungkan dialisis membran tipis dengan model operasi
arus berlawanan. Ia dibentuk dari tabung kaca diameter dalaman yang
diperkirakan 17 mm, yang direntangi dengan membran atau sarung yang tidak
berlipatan. Larutan penderma (fasa yang mengandung sampel), dipompa ke dalam
dialiser dimana ia melewati satu saluran dan bersentuhan dengan bagian dalam
membran. Larutan penerima dialirkan ke detektor melalui satu saluran dan
bersentuhan dengan sebelah luar membran. Larutan penderma dan larutan
penerima tersebut dapat dialirkan dengan arah berlawanan arus atau salah satu
fasa terdiam (pseudo lawan arus), fasa penderma dan fasa penerima dapat
dikumpulkan jika perlu dan tabung sebelah luar dapat diputar untuk memperbaiki
percampuran.
Peralatan Craig ini mempunyai kelebihan karena mempunyai permukaan
membran yang luas dan lapisan retentat yang tipis. Membran yang digunakan
dikekang ketat sehingga menjadi tipis dan dapat memberikan kadar pembauran
yang cepat. Membran untuk kegunaan ini seharusnya kuat. Sewaktu operasi
8

dialisis dijalankan, fasa penderma dipompa pada kadar 0.5-0.8 ml -1 dibawah


tarikan gravitasi. Walaupun metode ini sesuai untuk dialisis sederhana, namun
metode ini masih belum mencukupi untuk kegunaan pemisahan multi komponen.
Jika dibandingkan dengan kromatografi penyisihan molekul lebih baik untuk
pemisahan molekul berdasarkan ukuran atau massa molekul. Peralatan dapat
berupa kantung selulosa nitrat, celophan, kolodion,perkamen, jaringan binatang,
diisi dengan larutan yang akan didialisis dan digantung dalam larutan murni.
Larutan penerima diganti secara periodic dengan larutan murni untuk memelihara
gradien konsentrasi tetap tinggi. Setelah sempurna, dialisat dan difusat
dikumpulkan.
2.9 Aplikasi dialisis
Di laboratorium, misalnya pada pemisahan koloid dari ion-ion pengganggu,
Dalam industri, misalnya pemisahan garam dari zat memiliki berat molekul

tinggi dan lain-lain.


Pada farmasi, banyak aplikasi yang menggunakan membrane sebagai
penghilangan virus, pemisahan, pemurnian, pemekatan antibiotic, produksi

oksigen untuk medis dan masih banyak lainnya.


Dalam bidan kesehatan aplikasi membran yaitu hemodialysis pada penyakit
gagal ginjal (pencucian darah) prinsip metode dialysis sama seperti metode
dialisa yang pemisahannya menggunakan membrane yang terjadi pada
destalyzer. Oksigenator darah yang berfungsi untuk memompa parru-paru,
prinsip kerja alat ini adalah menyerap oksigen dan melepaskan karbon
dioksida yang berlangsung pada membran. Membran yang digunakakan
adalah

hollow

fiber

membrane

contractor.

Selain

itu

juga

ada

plasmapheresis, dan organ buatan yang menggunakan membrane contohnya


seperti liver buatan, pancreas buatan dan ginjal buatan yang prinsip kerjanya

menggunakan prinsip kerja proses membran (Kristian dan Wahyu, 2014).


Recovery dan pemurnian bahan kimia, bidang makanan, biologi, farmasi,
dan lain-lain, misalnya: recovery NaOH dari limbah industri, recovery

asam-asam mineral dari limbah proses metalurgi,


Pemrosesan sampel, pemisahan azeotrop dan pemisahan zat anorganik.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Membran adalah suatu lapisan penghalang yang dapat membedakan dua tipe
molekul, yang disebabkan oleh adanya perbedaan ukuran, bentuk, dan struktur
kimia. Proses membran adalah pemisahan pada tingkat molekular atau partikel
yang sangat halus. Membran dapat digolongkan berdasarkan empat macam yaitu
berdasarkan asalnya, berdasarkan morfologinya, berdasarkan struktur dan prinsip
pemisahannya serta berdasarkan kerapatan porinya
Dialisis adalah salah satu teknik pemisahan cair-cair yang berdasarkan
kepada proses pemisahan yang melibatkan sempadan atau membran. Terdapat tiga
hal yang mendasari proses membran dialisis yaitu difusi, ultrafiltrasi dan
konveksi. Mekanisme yang digunakan dalam pemisahan analisis adalah
kombinasi dua mekanisme, yaitu pembauran yang dikontrol oleh kinetik dan
penapisan mekanik.
Efektifitas Dialisis tergantung pada kecepatan difusi, perbedaan, difusi
jarak, permukaan luas, permeabilitas, dan gradien konsentrasi, serta sifat difusat.
Serta jenis-jenis membran, berupa membran-membran bermuatan negatif
(kolodion, perkamen, dan selulosa).
Teknologi membran menjadi salah satu teknologi alternatif yang paling
kompetitif saat ini dan telah memberikan beragam solusi bagi manusia dalam
pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Dapat dilihat dari pengaplikasiannya yang
sangat meluas, mulai dari bidang industri, bidang farmasi, bidang kesehatan,
bidang pangan, dan masih bnyak lagi lainnya.
3.2 Saran
Untuk penyempurnaan pemahaman tentang membrane dialysis, dapat ditinjau
kembali proses penggunaaan membrane dialysis pada pengaplikasiannya dalam
kehidupan sehari-hari.

10

11