Anda di halaman 1dari 11

URAIAN TUGAS MASING-MASING JABATAN

DALAM PELAKSANAAN PEKERJAAN


Tugas Direktur :
1. Penanggung jawab utama terhadap semua kegiatan
2. Pengesahan segala dokumen administrasi pekerjaan
3. Penunjukan Site Manager , serta memberikan mandat dan fungsi tugasnya
sesuai kapasitas dan kebutuhan
4. Pengambil keputusan tertinggi dalam progress pekerjaan. Dalam kapasitas
dan fungsi tertentu, segala bentuk pelaksanaan pekerjaan harus diketahui
dan mendapatkan persetujuan dari direktur.
5. Melaporkan progress pekerjaan, mulai tahap dimulainya pekerjaan,
progress berjalan, sampai dengan serah terima pekerjaan kepada Pemilik
Proyek/pekerjaan.

Tugas Project Manager


1. Membuat rencana kerja dan anggaran konstruksi
2. Mengendalikan seluruh kegiatan konstruksi
3. Melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait
4. Membangun komunikasi internal dan eksternal
5. Menetapkan kebutuhan sumber daya
6. Menentukan alternatif mencapai target
7. Menyetujui rencana dan metode kerja
8. Menunjuk pemasok dan subkontraktor
9. Tercapainya sasaran biaya, mutu,waktu, k3 dan lingkungan
10.
Efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya
11.
Terkoordinasinya semua pihak terkait

Tugas K3 Konstruksi
1. Menerapkan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang dan
terkait K3 Konstruksi

2. Mengkaji dokumen kontrak dan metode kerja pelaksanaan


konstruksi
3. Merencanakan dan menyusun program K3
4. Membuat prosedur kerja dan instruksi kerja penerapan ketentuan K3
5. Melakukan sosialisasi, penerapan dan pengawasan pelaksanaan
program, prosedur kerja dan instruksi kerja K3
6. Melakukan evaluasi dan membuat laporan penerapan SMK3 dan
pedoman teknis K3 konstruksi
7. Mengusulkan perbaikan metode kerja pelaksanaan konstruksi
berbasis K3, jika diperlukan
8. Melakukan penanganan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
serta keadaan darurat

Tugas Site Manager


1.

Menerima rencana induk pelaksanaan proyek.

2.

Menyusun rencana kerja lapangan yang meliputi :

3.

Construction Work Schedule

Manpower Mobilization plan

Equipment Mobilization plan

Material Mobilization plant

Bersama sama Project Manager mengadakan Pre Kick of


Meeting dan Kick of Meeting.

4.

Mengajukan rencana kerja lapangan ke klien.

5.

Memberitahukan jadwal keberangkatan seluruh staff ke klien.

6.

Berangkat
ditentukan.

ke

site

sesuai

dengan

schedule

yang

telah

7.

Melaporkan diri ke klien atas kedatangannya.

8.

Mempersiapkan Temporary Facilities dan Mess untuk seluruh


karyawan proyek.

9.

Mengadakan rapat koordinasi dengan Pemberi Pekerjaan

10.

Presentasi pekerjaan konstruksi.

11.

Mengusahan ijin ijin kepada instansi yang berwewang.

12.

Menyediakan ID card (Badge) kepada karyawan proyek.

13.

Menerima

Working

Instruction

dari

klien

untuk

mendistribusikannya ke Construction Manager dan manajer


perencanaan dan penjadwalan.
14.

Mengadakan rapat koordinasi dengan tim proyek secara


teratur.

15.

Bertanggung jawab atas alat dan meterial selama di Proyek

16.

Memeriksa dan Melaporkan Monthly Construction Progress


Report ke klien dan Project Manager.

17.

Memeriksa dan mempelajari serta mengesahkan Monthly


Progress Report dari manajer perencanaan dan penjadwalan.

18.

Melaksanakan penagihan/Invoice ke klien.

19.

Melaporkan segala kegiatan persiapan ke klien dan Project


Manager secara periodik.

Tugas Ahli Teknik Pembongkaran Bangunan


1. Menerapkan peraturan Perundang Undangan Konstruksi, Sistem
Manajemen Mutu (SMM), dan Sistem Keselamatan dan Kesehatan
Kerja dan Lingkungan (SMK3L)
2. Melakukan kajian teknis rencana pembongkaran bangunan
3. Melakukan pengukuran bentuk, dimensi, tinggi, lebar, dan jenis
material konstruksi yang digunakan pada bangunan

4. Menyiapkan

rencana

pembongkaran

sesuai

jenis penghacuran

yang ditetapkan
5. Menyiapkan peralatan, bahan penghancuran, dan peralatan bantu
pemasangan bahan penghancuran bangunan
6. Melakukan pengamanan pada radius tertentu sesuai dengan tipe
dan jenis metoda penghancuran bangunan
7. Melakukan pemasangan bahan dan atau peralatan bantu dalam
proses penghancuran atau merubuhkan bangunan
8. Melakukan

penghancuran

atau

merubuhkan

bangunan

sesusi

dengan tipe dan metoda yang dipilih


9. Membuat laporan hasil pekerjaan perubuhan atau penghancuran
bangunan

Tugas Ahli Pekerjaan Kelistrikan


1. Menerapkan ketentuan prinsip-prinsip sistem manajemen mutu dan
sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dan
Lingkungan dalam lingkup pekerjaan
2. Melakukan komunikasi dan kerjasama di tempat kerja
3. Merencanakan/melaksanakan/mengawasi pekerjaan instalasi
pemanfaatan tenaga listrik dengan daya maksimum 197 KVA
4. Merencanakan/melaksanakan/mengawasi pekerjaan instalasi
distribusi tenaga listrik tegangan rendah
5. Membuat laporan pekerjaan

Tugas Pelaksana Bangunan Gedung


1. Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan benar
selama melakukan pekerjaan yang antara lain adalah memeriksa
perlengkapan keselamatan (K3). Memastikan semua tenaga kerja
yang terlibat dalam proyek memakai alat pelindung diri (APD).
Menggunakan perlengkapan K3 sesuai prosedur.
2. Mempelajari dan memahami gambar kerja dan spesifikasi teknis
yang antara lain adalah memahami menterjemahkan gambar.
Memahami dan menterjemahkan spesifikasi teknis. Serta
memahami dan menterjemahkan tahapan kerja , metode kerja dan
instruksi kerja.
3. Membuat kantor dan bedeng kerja serta pagar pengaman proyek
yang antara lain adalah membuat rencana kantor bedeng pekerja
dan fasilitasnya gudang, workshop peralatan serta pagar
pengaman. Melaksanakan pembuatan kantor bedeng pekerja dan
fasilitasnya gudang, workshop peralatan serta pagar pengaman.
Serta mengatur dan mengawasi penempatan peralatan kerja bahan
serta tenaga kerja.
4. Menghitung kuantitas pekerjaan, kebutuhan peralatan dan jumlah
material yang diperlukan untuk proyek yang antara lain adalah
menghitung kuantitas pekerjaan lapangan berdasarkan gambar
kerja dan spesifikasi teknis. Menghitung kebutuhan bahan
berdasarkan kuantitas pekerjaan lapangan. Menghitung kebutuhan
peralatan berdasarkan kuantitas dan metode kerja. Serta
menghitung kebutuhan tenaga kerja berdasarkan kuantitas dan
metode kerja.

5. Membuat program kerja harian dan mingguan yang antara lain


adalah menyusun jadwal (schedule( penggunaan bahan. Menyusun
jadwal pemakaian peralatan. Menyusun jadwal tenaga kerja.
6. Mengadakan bimbingan teknis pada mitra kerja yang antara lain
adalah menyiapkan materi bimbingan teknis sesuai dengan lingkup
pekerjaan. Melaksanakan bimbingan teknis sesuai dengan
lingkungan pekerjaan. Melakukan pemantauan hasil bimbingan
teknis dari mitra kerja.
7. Melaksanakan persiapan pekerjaan gedung yang antara lain adalah
memberi petunjuk kepada petugas laboratorium mengenai bahan
yang akan diuji. Memastikan bahwa pelaksanaan pekerjaan yang
akan dilaksanakan telah memenuhi persyaratan mutu pekerjaan.
Menentukan mobilisasi dan demobilisasi sumber daya.
8. Melaksanakan dan mengawasi pekerjaan gedung berdasarkan
spesifikasi teknis, metode kerja, instruksi kerja dan gambar kerja.
Yang antara lain adalah menguasai metode kerja pelaksanaan dan
gambar kerja (shop drawing). Melakukan pengajuan permohonan ijin
pekerjaan konstruksi gedung kepada pengguna jasa (owner) dan
atau konsultan pengawas berdasarkan spesifikasi teknis, metode
kerja, instruksi kerja dan gambar kerja. Melaksanakan pekerjaan
konstruksi gedung berdasarkan spesifikasi teknis, metode kerja,
instruksi kerja dan gambar kerja, serta menagwasi pekerjaan
konstruksi gedung.
9. Membuat laporan harian dan mingguan pelaksanaan pekerjaan
yang antara lain adalah membuat laporan harian dan mingguan
penggunaan bahan, alat dan tenaga kerja. Membuat laporan
kemajuan pekerjaan (progress) pelaksanaan pekerjaan dan kondisi

lingkungan serta menyiapkan data hasil pekerjaan untuk pembuatan


gambar terpasang (as Bulit Drawing) dan dokumentasi proyek.

Tugas Pelaksana Plambing


1. Menerpakan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja lingkungan
dan mutu yang antara lain adalah menyiapkan bahan, peralatan dan
perlengkapan K3L, mengedintifikasi kemungkinan bahaya yang
akan terjadi ditempat kerja, menjelaskan kemungkinan bahaya yang
akan

terjadi

ditempat

kerja,

mengikuti

prosedur

darurat,

menggunakan perlengkapan K3 (alat pelindung diri), membuat


laporan penerapan K3L.
2. Melaksanakan persiapan pekerjaan pemasangan perpipaan yang
antara

lain

mempelajari

adalah

mempersiapkan

lingkungan

di

lokasi

pelaksanaan
pekerjaan,

pekerjaan,

melaksanakan

persiapan pekerjaan sesuai syarat teknik, syarat administrasi dan


persyaratan lainnya.
3. Menghitung

dan

membuat

daftar

kebutuhan

bahan,

alat

perlengkapan pekerjaan dan tenaga kerja yang antara lain adalah


membaca gambar dan menyesuaikan dengan kondisi lapangan,
daftar kebutuhan bahan alat perlengkapan dan tenaga kerja,
menghitung volume bahan, alat perlengkapan dan tenaga kerja.
4. Membuat rencana jadwal pelaksanaan pekerjaan yang antara lain
adalah

menyususn

tahapan-tahapan

pekerjaan,

merumuskan

kemampuan kerja serta mebuat rencana jadwal pelaksanaan.


5. Melaksanakan pengamanan dalam handling yang antara lain adalah
mempersiapkan dan mempelajari spesifikasi teknik pekerjaan,
mempersiapkan peralatan dan perlengkapan kerja yang dibutuhkan

dalam melaksanakan handling, melaksanakan pengamanan dalam


handling.
6. Melaksanakan pekerjaan uiset dan tanah yang antara lain adalah
melakukan persiapan pekerjaan uitset dan tanah, melaksanakan
pekerjaan

uitset,

melaksanakan

pekerjaan

galian

tanah,

melaksanakan pengurungan dan perbaikan kembali bekas galian.


7. Melaksanakan pekerjaan pemasangan, penyambungan pipa beserta
accesories

yang

antara

lain

adalah

menyiapkan

pekerjaan

pemasangan pipa beserta accesories, melaksanakan pemasangan


pipa dan accesories serta melaksanakan penyambungan pipa dan
accesories.
8. Melaksanakan pekerjaan pengetesan sambungan pipa dan accesoris
serta

pengelontoran

dan

disinfeksi

yang

antara

lain

adalah

menyiapkan alat bahan test dan bahan kimia, melaksanakan


pengetesan dan pengelontoran serta melaksanakan pekerjaan
disinfeksi.
9. Membuat laporan pelaksanaan pekerjaan pemasangan pipa meliputi
laporan harian, mingguan, bulanan dan laporan lainnya yang antara
lain adalah menyiapkan dan mengisi laporan harian mingguan dan
bulanan, membuat berita acara tahapan penyelesaian pekerjaan,
melaporakan kemajuan pekerjaan, membuat opname prestasi kerja
lapangan, membuat dan melaporkan dokumntasi pelaksanaan
pekerjaan serta membuat as built drawing pelaksanaan

Tugas Logistik Proyek :


1. Mencari dan mensurvey data jumlah material beserta harga bahan dari
beberapa supplier atau toko material bangunan sebagai data untuk
memilih harga bahan termurah dan memenuhi standar kualitas yang telah
ditetapkan.

2. Melakukan pembelian barang atau alat ke supplier atau toko bahan


bangunan dengan melaksanakan seleksi sebelumnya sehingga bisa
mendapatkan harga material termurah pada supplier terpilih.
3. Menyediakan dan mengatur tempat penyimpanan material yang sudah
didatangkan ke area proyek sehingga dapat tertata rapi dan terkontrol
dengan baik jumlah pendatangan dan pemakaianya.
4. Membuat label keterangan pada barang yang disimpan untuk menghindari
kesalahan penggunaan akibat tertukar dengan barang lain.
5. Melakukan pencatatan kelluar masuknya barang serta bertanggung jawab
atas pendatangan dan ketersediaan material yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan pembangunan.
6. Mengelola persediaan barang dalam jumlah yang cukup pada waktu
material tersebut diperlukan dengan biaya termurah serta memenuhi
7.

persyaratan mutu spesifikasi bahan dalam kontrak konstuksi.


Membuat dan menyusun laporan material sesuai dengan format yang

sudah menjadi standar perusahaan kontraktor .


8. Membuat berita acara mengenai penerimaan atau penolakan material
setelah melalui control kualitas bahan oleh quality qontrol.
9. Menyusun macam-macam laporan logistic yang diminta oleh perusahaan.
10.Berkoordinasi dengan pelaksana lapangan dan bagian teknik proyek
mengenai jumlah dan schedule pendatangan bahan yang dibutuhkan pada
masing-masing waktu pelaksanaan pembangunan.

Tugas Administrasi Proyek :


1. Melakukan seleksi atau perekrutan pekerja diproyek untuk pegawai
bulanan sampai dengan pekerja harian dengan spesialisai keahlian
masing-masing sesuai posisi organisasi proyek yang dibutuhkan.
2. Pembuatan laporan keuangan atau laporan kas bank proyek, laporan
pergudangan, laporan bobot prestasi proyek, daftar hutang dan lain-lain.
3. Membuat dan melakukan verifikasi bukti-bukti pekerjaan yang akan
dibayar oleh owner sebagai pemilik proyek.
4. Melayani tamu tamu intern perusahaan maupun ekstern dan melakukan
tugas umum. Mengisi data-data kepegawaian, pelaksanaan, asuransi
tenaga kerja, menyimpan data-data kepegawaian karyawan dan
pembayaran gaji serta tunjangan karyawan.
5. Membuat laporan akutansi proyek dan menyelesaikan perpajakan serta
retribusi.

6. Mengurus tagihan kepada pemilik proyek atau jika kontraktor nasional


dengan banyak proyek maka bertugas juga membuat laporan ke kantor
pusat serta menyiapkan dokumen untuk permintaan dana ke bagian
keuangan pusat.
7. Membantu project manager terutama dalam hal keuangan dan sumber
daya manusia sehingga kegiatan pelaksanaan proyek dapat berjalan
dengan baik.
8. Membuat laporan ke pemerintah daerah setempat, lurah atau kepolisian
mengenai keberadaan proyek dan karyawan dalam pelaksanaan pekerjaan
pembangunan.
9. Mencatat aktiva proyek meliputi inventaris, kendaraan dinas, alat-alat
proyek dan sejenisnya.
10.Menerima dan memproses tagihan dari sub kontraktor jika proyek yang
dikerjakan berskala besar sehingga melakukan pemborongan kembali
kepada kontraktor spesialis sesuai dengan item pekerjaan yang
dikerjakan.
11.Memelihara bukti-bukti kerja sub bagian administrasi proyek serta datadata proyek.

Mandor,

dituntut untuk memiliki pengetahuan teknis dalam taraf tertentu,

misalnya: dapat membaca gambar konstruksi, dapat membuat perhitungan


ringan, dapat membedakan kualitas bahan bangunan yang akan digunakan,
menangani pekerjaan acuan, pembesian, pengecoran, dan mengawasi pekerjaan
tenaga kerja bawahannya.

Tenaga tukang, harus ahli

dalam bidangnya berdasarkan pengalaman dan

cara kerja yang sederhana. Tukang dalam proyek , dibagi menjadi lima bagian
yaitu tukang besi (rebarman), tukang batu (mason), tukang kayu (carpenter),
tukang las, dan tukang listrik (ME). Tukang besi mengurusi segala macam
kegiatan yang berhubungan degan pembesian/pemasangan tulangan, tukang
batu bertugas dalam pengecoran dan pembuatan lantai kerja, tukang kayu
bertugas untuk mengurusi segala macam pekerjaan yang berhubungan dengan
kayu baik bekesting hingga servis lainnya.

Pekerja / Tenaga kasar, memerlukan kondisi yang kuat dan sehat untuk
pengangkutan

bahan,

alat,

dan

lain-lain,

mampu

bekerja

sepenuhnya

mendukung kebutuhan tukang, baik dalam hal ketersediaan bahan kerja maupun
bantuan tenaga.

Anda mungkin juga menyukai