Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS USAHATANI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum.

L)
DI KELOMPOK TANI EKUNTEFAN KECAMATAN INSANA BARAT
KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

PROPOSAL PENELITIAN

OLEH
YULITA UN
NPM: 12100028

FAKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
UNIVERSITAS TIMOR
KEFAMENANU
2015

BAB III
METODE PENETILIAN

3.1 Kerangka Pemikiran


Usahatani bawang merah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan
oleh petani untuk menambah pendapatan rumah tangga serta sebagai
penyumbang bagi kebutuhan rumah tangga terutma bila dikaitkan dengan
fungsinya. Dalam melakukan kegiatan usahatani dituntut untuk mampu
berupaya memaksimalkan hasil produksi dengan cara mengembangkan
ushatani lebih komersial dan menawarkan semua hasil produksinya ke pasaran
agar memperoleh pendapatan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.
Dalam kegiatan proses penawaran dipengaruhi oleh beberapa analisis
yakni, harga bawang merah, harga benih, harga pupuk, harga pestisida dan
harga barang komplementer atau subsitusi.
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di kelompok tani ekuntetan, desa
Nifunenas, kecamatan Insana Barat.

3.3 Alat dan Bahan


1. Alat dan bahan
a. Pupuk urea, TSP dan Kcl untuk mendemonstrasi pemupukan
b. Daftar pertanyaan sebagai alat untuk pengumpulan data primer
c. Pacul, parang, ember, karung, dan alat timbangan yang digunakan
untuk

mengolah

lahan,

menyimpan/menyebarkan

menimbang pupuk yang akan diberikan.

pupuk

dan

d. Pupuk cair lengkap alami 2 liter untuk pemupukan daun


3.4 Metode Pengambilan Data
Populasi dalam penelitian ini adalah kelompok tani ekuntetan yang berada di
desa Nifunenas, Kecamatan Insana Barat, pemilihan ini dilakukan dengan
metode proporsional Random Sampling dengan rumus:
N
Sampel= X 100
n
Keterangan : N = Populasi per kelompok
n = Total populasi
3.5 Pengamatan dan Konsep Pengukuran
Variable-variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Identitas responden yang meliputi nama, jenis kelamin, pekerjaan, tempat
tinggal, pendidikan dan pengalaman.
2. Pengalaman dalam berusahatani yaitu: berapa lama petani tersebut
menjalankan usahataninya.
3. Tahapan usahatani adalah rangkaian kegiatan atau usaha yang dilakukan
oleh petani yakni dimulai dari persiapan lahan, penanaman, penyulaman,
pemupukan, pengendalian hama, panen dan pasca panen.
4. Luas lahan garapan yaitu luas lahan yang digunakan petani
5. Tingkat pendidikan formal dan non formal
a. Tingkat pendidikan formal yaitu tingkat pendidikan yang diikuti petani
(SD, SLTP, SLTA, PT)
b. Jenis dan jumlah pendidikan nonformal yaitu jenis pelatihan, kursus,
atau penyuluhan yang telah diikuti oleh petani.
3.6 Metode dan Analisa
a. Tujuan satu yaitu untuk mengetahui analisa usahatani bawang merah yang
terjadi.
b. Tujuan kedua yaitu untuk mengetahui fungsi-fungsi usahatani bawang
merah yang dilakukan

DAFTAR PUSTAKA

Anonim Read Map Pasca Panen, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Bawang
Merah, Jakarta : Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil
Pertanian, 2006.
Samadi, Budi, ir, Usahatani Bawang Merah, Yogyakarta: Kanisius, 1999
Susila, A.D, Panduan Budidaya Tanaman Sayuran, Bogor : Departemen Agronomi
dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB, 2006
Wahyudi, Ir, Petunjuk praktis bertanam sayuran, Jakarta : Agromedia
Pustaka,2010
Wibowo, Singgih, Budidaya Bawang merah, Jakarta : Penebar Swadaya, Cet-16,
2007

Beri Nilai