P. 1
TANGSEL KOTA PENDIDIKAN

TANGSEL KOTA PENDIDIKAN

|Views: 412|Likes:
Dipublikasikan oleh parlindungan siregar

More info:

Published by: parlindungan siregar on May 03, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2012

pdf

text

original

TANGSEL KOTA PENDIDIKAN YANG RELIGIUS Dr.

Parlindungan Siregar*

Tangsel adalah singkatan dari Tangerang Selatan. Kota Tangsel terbentuk berdasar Undang-Undang RI No. 51 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 88, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952). Ia meliputi wilayah: Kecamatan-kecamatan Serpong Utara, Serpong, Setu, Pamulang, Ciputat, Ciputat Timur, dan Pondok Aren. Untuk pertama kali Menteri Dalam Negeri telah melantik Ir. HM. Saleh, MT. sebagai Plt. Walikota Tangsel awal 2009. Beberapa program utama/unggulan HM. Saleh adalah meningkatkan pembangunan infrastruktur, pelayanan masyarakat dalam bidang kesehatan, dan menjadikan Tangsel sebagai Kota Pendidikan yang religius. Kini masyarakat Tangsel yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta di bagian selatan ini telah merasakan jalan-jalan di Kota Tangsel sudah dan sedang dibangun dengan konstruksi beton. Sekalipun Ir. HM. Saleh seorang teknokrat yang masih merangkap jabatan sebagai Kepala Dinas PU Provinsi Banten perhatiannya terhadap pendidikan sangat besar, terbukti ia mempunyai obsesi Tangsel sebagai kota pendidikan yang religius. Harapan dan cita-cita ini ia sampaikan di setiap kali pertemuan dengan masyarakat maupun melalui media.massa. Undang-Undang Pendidikan Undang-Undang mengamanatkan kepada pemerintah meningkatkan pendidikan masyarakat. Pasal 31 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) berbunyi:

*

Penulis Dosen Tetap UIN Jakarta

³Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang´, dan ³Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat mausia´. Disamping pemerintah, masyarakatpun dituntut berperan serta dalam pendidikan. UUSPN Bab XV tentang Peran Serta Masyarakat Dalam Pendidikan Pasal 54 ayat 1dan 2 memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat berperan serta dalam bidang pendidikan. Sejalan dengan itu, Pasal 56 ayat 2 dan 3 mengamanatkan perlunya pembentukan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. Anggota-anggotanya dari unsur-unsur; LSM bidang pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, yayasan penyelenggara pendidikan, dunia usaha (industri, asosiasi profesi), organisasi profesi tenaga kependidikan, dan komite sekolah.1 Memerankan masyarakat dalam bidang pendidikan melalui Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah merupakan langkah positif dalam bidang pendidikan. Peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan dan peningkatan mutu pendidikan melalu: 1) advisory agency, 2) supporting agency, 3) controlling agency, dan 4) mediator antara penyelenggara pendidikan dengan masyarakat. Masyarakat Kota Tangsel sangat mungkin sebulan atau dua bulan ke depan baru akan memliki Dewan Pendidikan, gagasan pembentukannya telah dimunculkan oleh Drs. Ahadi sejak menjabat Asda I. Hal ini jangan diartikan Tangsel yang masih seumur jagung terlambat mengimplementaikan Undang-Undang, bahkan masih banyak lembaga-lembaga lain yang belum terbentuk seperti BNN, Bakor Pakem, dan yang terpenting adalah DPRD Tk. II.
Eneng Muslihah. ³Peran dan Landasan Hukum Dewan Pendidikan serta Komite Sekolah´. Warta. Januari 2009. Penerbit Dewan Pendidikan Prov. Banten. Hlm. 15
1

Potensi Kota Pendidikan Kota Tangsel sangat berpotensi menjadi sebuah kota pendidikan dan barometer pendidikan di tingkat nasional. Faktor Pendukungnya adalah sumber daya manusia (SDM) di Perguruan Tinggi-Perguruan Tinggi (PT) yang berdomisili disana; Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidatatullah Ciputat, Universitas Pamulang (UNPAM), Univrsitas Muhammadiyah (UMJ) Cirende, Institut Ilmu Alqur¶an (IIQ) Cinangka/Ciputat, Insitut Teknologi Indonesia

(ITI) Serpong, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Bintaro, Universitas Terbuka (UT) Pondok Cabe dan lain-lain. Jumlah tenaga pengajar di PT-PT di atas sangat besar yang terdiri dari guru besar, doktor (S3), Magister (S2), dan Sarjana (S1).2 Mereka membimbing puluhan ribu mahasiswa yang berasal dari dalam dan luar negeri. Faktor pendukung kedua adalah akses menuju ibukota negara, Jakarta, yang dekat membuat masyarakat Tangsel mudah mendapatkan sarana dan prasarana pembelajaran dan pengembangan pendidikan. Inilah sebuah faktor yang hanya dimiliki oleh Tangsel, Kabupaten Tangerang, Bekasi, dan Depok.3 Kota Tangsel memiliki 207 SDN, 17 SMPN, 7 UPT Pendidikan Kecamatan, SMAN, 20 sekolah Muhammadiyah (mulai dari SD s.d. SLTA), dan sekolah-sekolah swasta lainnya.4 Inilah faktor pendukung ketiga; namun harus diakui, mutu dan kualitas lembaga-lembaga pendidikan dasar dan menengah di atas masih rendah. Tidak terlalu mengherankan jika jalanan Ciputat Raya sangat macet di pagi hari oleh orang tua yang menghantarkan anak-anaknya bersekolah ke Jakarta karena mengejar mutu sekolah-sekolah di Jakarta lebih baik dibanding Tangsel. Bahkan
2 3

Pedoman Akademik UIN Jakarta, UNPAM, UMJ, ITI, STAN, UT, IIQ, dan lain-lain. Parlindungan Siregar, ³Stagnansi Lembaga Pendidikan Islam di Tangsel.´ Tangsel Pos, 4 dan 5 Agustus

2009. Rumusan Program Kerja Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang yang ditandatangani ketua dan sekretarisnya. 10 September 2009.
4

timbul fenomena memindahkan murid SD kelas lima atau kelas enam ke SD Jakarta agar mudah memasuki SMP-SMP negeri di Jakarta. Dalam berbagai forum pertemuan baik Plt Walikota atau Asda I menyampaikan rencana anggaran dan pendapatan Kota Tangsel tahun 2010 sebesar enam ratus miliar lebih. Pertambahan yang sangat signifikan dibanding ketika masih menyatu dengan Kabupaten Tangerang yang berkisar seratus lima puluh miliar rupiah. Faktor anggaran memang sangat menentukan kemana mau dibawa lembaga pendidikan Tangsel. Dengan dana yang sangat besar ini, mampukah Tangsel menjadi kota pendidikan? Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat 4 mengamanatkan bahwa anggaran pendidikan dialokasikan sebesar 20 % dari keseluruhan APBN/APBD . Jika demikian, maka anggaran pendidikan Kota Tangsel akan lebih dari seratus miliar rupiah. Jumlah ini akan dapat meningkatkan; l. Jumlah Sekolah (mencakup Standar Isi, Standar Proses, & Standar Kompetensi), 2. Sarana dan Prasarana, 3. Kualitas Guru (Kesejahteraan, Standar Pendidik, dan Tenaga Kependidikan), 4. Peningkatan Kurikulum, dan 5. jumlah siswa.5 Rumusan tentang sebuah kota pendidikan masih dalam diskursus masyarakat. Yogyakarta disebut-sebut sebagai kota pendidikan atau kota gudeg, sebab disana ditemukan puluhan perguruan tinggi negeri dan swasta yang sebagian bertaraf nasional dan internasional.

Lihat UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas : Pasal 1 butir 6 tentang pendidik, pasal 3 tentang tujuan pendidikan, pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran, pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat, minat, dan kemampuan PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 5 ± 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah. Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum, dibimbing oleh konselor, dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina. Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah.

5

Yagyakarta juga memiliki sekolah dasar

dan menengah yang berstandar nasional dan

internasional. Ciri khas makanannya adalah gudeg yang terbuat dari bahan utamanya gori. Dengan demikian, jika Tangsel ingin disebut sebagai kota pendidikan paling tidak yang menjadi proto tipenya adalah Yogyakarta atau lembaga-lembaga pendidikan di Tangsel harus mengarah pada/merealisasikan standardisasi pendidikan sejalan dengan UUSPN dan PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Trade mark masyarakat Kota Tangsel yang religius sangat mungkin ditambahkan di kata akhirnya menjadi µkota pendidikan yang religius¶. Kata religius sangat bersifat interpretatif, tapi paling tidak pendidikan di kota Tangsel mengacu pada menjunjung tinggi nilai-nilai agama untuk melahirkan anak-anak yang berbudi pekerti serta menjunjung tinggi peradaban dan memelihara nilai budayanya.

Parlindungan Siregar: Alamat: Jl Delima Jaya I No. 17 Rt. 08/02 Rempoa Ciputat Timur Tangerang Selatan HP: 0815 1930 6611

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->