Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH PKN

HUBUNGAN ANTAR BANGSA DAN NEGARA

Disusun oleh:
Nadila Wulan Sari (A11115507)
Alif Ramadhan (A11115509)
Muhammad Maulid (A11115510)
Yulinar Pratiwi Arief (A21115

Fakultas Ekonomi & Bisnis


Universitas Hasanuddin

HUBUNGAN ANTAR BANGSA DAN


NEGARA
Pengertian Bangsa
Bangsa adalah suatu pengertian politis, yaitu kesatuan orang-orang yang
memiliki tujuan atau cita-cita, kepentingan, pengalaman atau sejarah, daerah
tempat tinggal, perasaan senasib sepenanggungan, bahasa, karakter, dan adat
yang sama yang memiliki keinginan untuk bersatu yang menempati atau
terorganisir dalam satu wilayah hukum.

Pengertian Negara
Negara adalah organisasi sosial yang mengatur, memimpin, dan mengkoordinasi
masyarakat atau alat untuk mencapai kepentingan bersama dibawah
pemerintahan yang berdaulat dalam satu wilayah tertentu.

Teori Terbentuknya Negara


Menurut Ben Anderson, negara terbentuk atas bangsa yang memiliki rasa
senasib sepenanggungan, pengalaman, keinginan yang sama tersebut yang
menempati wilayah tertentu yang kemudian dipimpin oleh pemerintahan dengan
sistem politiknya atas dasar partisipasi politik warganya, sehingga terbentuklah
negara.

Ada pula yang berpendapat bahwa negara terbentuk karena adanya masalahmasalah politik. Kelompok mayoritas lebih mudah menguasai keadaan politik
dan membentuk suatu bangsa di wilayah yang sudah dikuasainya, dan kelompok
mayoritas perlu mendirikan negara sendiri yang sesuai perasaan senasib,
sebangsa, dan setanah air di wilayah yang ditempatinya dan sudah dikuasai oleh
kelompok mayoritas tadi.

Unsur-Unsur Negara
Rakyat atau masyarakat, adalah semua orang yang berdiam di suatu negara
atau menjadi penghuni negara tersebut yang meliputi penduduk dan bukan
penduduk negara (berdasarkan hubungannya dengan wilayah negara), warga

negara dan bukan warga negara (berdasarkan hubungannya dengan pemerintah


negara)
Wilayah atau daerah, meliputi udara, darat, dan perairan (perairan bukan
merupakan syarat mutlak), adalah batas tempat tinggal bagi rakyat dan
pemerintah dalam menjalankan kedaulatan.
Pemerintah yang berdaulat, adalah pemerintah yang berkuasa atau pemegang
kekuasaan tertinggi dalam suatu negara atau wilayah dan rakyaatnya.
Pengakuan dari negara lain, untuk menyatakan bahwa negara tersebut
terbentuk, pengakuan dari negara lain sangatlah penting, agar mudahnya
komunikasi dengan negara lain ataupun menjalankan aktifitas kenegaraannya
berjalan dengan lancar

Bentuk Negara
1. Negara Kesatuan
Adalah suatu negara yang merdeka dan berdaulat, hanya ada satu
pemerintah (pusat) yang mengatur seluruh daerah. Adapun bentukbentuknya, yaitu:
Negara Kesatuan dengan sistem sentralisasi, yaitu segala sesuatu dalam
negera itu langsung diatur dan diurus oleh pemerintah pusat, sedangkan
daerah-daerah tinggal melaksanakannya.
Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi, yaitu pelimpahan
kesempatan dan kekuasaan kepada daerah utnuk mengurus rumah
tangganya sendiri (otonomi daerah) disebut daerah swantantra
2. Negara Serikat ( Federal )
Adalah suatu negara yang merupakan gabungan dari beberapa negara
bagian dari negara serikat itu, maksudnya suatu negara yang merdeka dan
berdaulat serta berdiri sendiri kemudian menggabungkan diri dalam suatu
negara serikat sehingga menjadi negara bagian yang melepaskan sebagian
kekuasaannya kepada negara serikat itu.

Bentuk Negara lainnya


1. Negara Dominion
Adalah suatu negra yang tadinya daerah jajahan inggris yang telah merdeka
dan berdaulat, termasuk mengurus politik kedalam dan keluar negeri, dan
mengakui Raja Inggris sebagai rajanya, sebagai lambang persatuan mereka.
2. Negara Protektorat

Adalah suatu negara yang berada di bawah lindungan negara pelindung,


biasanya soal hubungan luar negeri dan pertahanan

3. Negara Uni
Adalah da atau lebih negara yang masing-masing merdeka dan berdaulat
tetapi mempunyai satu kepala negara yang sama

Konsep Demokrasi
Definisi demokrasi adalah bentuk kekuasaan (kratein) dari/oleh/untuk rakyat
(demos).Menurut konsep demokrasi, kekuasaan menyiratkan arti politik dan
pemerintahan, sedangkan rakyat beserta warga masyarakat didefinisikan
sebagai warga negara. Kenyataannya baik dari segi konsep maupun praktek,
demos menyiratkan makna diskriminatif. Demos bukanlah rakyat keseluruhan,
tetapi hanya populus tertentu, yaitu mereka yang berdasarkan tradisi atau
kesepakatan fomal mengontrol akses ke sumber-sumber kekuasaan dan bisa
mengklaim kepemilikan atas hak-hak preogratif dalam proses pengambilan
keputusan yang berkaitan dengan urusan publik atau pemerintahan.

Dalam perkembangan zaman modern, ketika kehidupan memasuki skala


luas, tidak lagi berformat lokal, dan demokrasi tidak mungkin lagi direalisasikan
dalam wujud partisipasi langsung, masalah diskriminasi dalam kegiatan politik
tetap berlangsung meskipun prakteknya berbeda dari pengalaman yang terjasi
di masa Yunani kuno. Tidak semua warga negara dapat langsung terlibat dalam
perwakilan.Hanya mereka yang karena sebab tertentu seperti kemampuan
membangun pengaruh dan menguasai suara politik yang terpilih sebagai
wakil.Sementara sebagian besar rakyat hanya dapat puas jika kepentingannya
terwakili. Mereka tak memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama untuk
mengefektikan hak hak mereka sebagai warga negara.

1. Bentuk Demokrasi dalam Pengertian Sistem Pemerintahan Negara


1. Bentuk Demokrasi
Setiap negara mempunyai ciri khas dalam pelaksanaan kedaulatan
rakyat/ demokrasinya.Hal ini ditentukan oleh sejarah negara ynag
bersangkutan, kebudayaan, pandangan hidup, serta tujuan yang
ingin dicapainya. Ada berbagai bentuk demokrasi dalam sistem
pemerintahan negara, antara lain:
a) Pemerintahan Monarki: Monarki mutlak (absolut), monarki
konstitusional, dan monarki parlementer

b) Pemerintahan Repbulik: berasal dari bahasa Latin Res yang berarti


pemerintahan dan Publica yang berati rakyat. Dengan demekian
Pemerintahan Republik dapat diartikan sebagai pemerintahan yang
dijalankan oleh dan untuk kepentingan orang banyak (rakyat).

2. Kekuasaan dalam Pemerintah


Kekuasaan pemerintahan dalam negara dipisahkan menjadi tiga cabang
kekuasaan yaitu:
Kekuasaan legislatif (kekuasaan untuk membuat undang-undang yang
dijalankan oleh parlemen),
Kekuasaan eksekutif (kekuasaan untuk melaksanakan undang-undang
yang dijalankan oleh pemerintahan),
Kekuasaan federatif (kekuasaan untuk menyatakan perang dan damai,
membuat perserikatan, dan tindakan-tindakan lainnya yang berkaitan
dengan pihak luar negeri).
Kekuasaan yudikatif (mengadili) merupakan bagian dari kekuasaan
eksekutif.

Teori Trias Politica oleh John Locke.


3. Pemahaman Demokrasi di Indonesia
a) Dalam Sistem Kepartaian dikenal adanya tiga sistem kepartaian, yaitu
sistem multi partai (polyparty system), sistem dua partai (bipartay
system) dan sistem satu partai (monopartay system).
b) Sistem pengisian jabatan pemegang kekuasaan negara.
c) Hubungan antarpemegang kekuasaan negara, terutama antara
eksekutif dan legislatif.
Mengenai Model Sistem-sistem Pemerintahan Negara, ada empat macam
sistem-sistem pemerintahan negara, yaitu: sistem pemerintahan diktator
(diktator borjuis dan proletar); sistem pemerintahan parlementer; sistem
pemerintahan presidentil; dan sistem pemerintahan campuran.

4. Prinsip Dasar Pemerintahan Republik Indonesia

Pancasila sebagai landasan idiil bagi bangsa Indonesia memiliki arti bahwa
Pancasila merupakan pandangan hidup dan jiwa bangsa; kepribadian
bangsa; tujuan dan cita-cita, cita-cita hukum bangsa dan negara; serta
cita-cita moral bangsa Indonesia
5. Beberapa Rumusan Pancasila
Rumusan Pancasila yang tercantum di dalam Piagam Jakarta tanggal 22
juni 1945 berbunyi sebagai berikut:
1.
Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi
pemeluk-pemeluknya;

2.

Kemanusiaan yang adil dan beradab;

3.

Persatuan Indonesia;

4.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan;
5.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

6.

Struktur Pemerintahan Republik Indonesia

A)
1.

Badan Pelaksanaan Pemerintah (eksekutif)


Pembagian berdasarkan tugas dan fungsi;
(a)

Badan usaha milik negara (BUMN).

(b) Departemen beserta aparat di bawahnya.


(c)
2.

Lembaga pemerintahan bukan departemen.

Pembagian berdasarkan kewilayahan dan tingkat pemerintahan:


(a)

Pemerintah pusat

(b) Pemerintah provinsi.


(c)
B)

Pemerintahan daerah.

Hal Pemerintahan Pusat

1) Organisasi Kabinet di bawah Menteri Koordinator (Menko),


2)

Badan Pelaksana Pemerintahan yang Bukan Departemen dan BUMN,

3) Pola adminitrasi dan manajemen Pemerintahan RI menggunakan pola


musyawarah dan mufakat,

4) Tugas Pokok Pemerintahan Negara RI,


5) Hal Pemerintahan Wilayah,
6) Hal Pemerintahan Daerah.

Klasifikasi Sistem Pemerintahan


Istilah sistem pemerintahan merupakan gabungan dari dua kata, sistem dan
pemerintahan.

Sistem adalah suatu keseluruhan, terdiri dari beberapa bagian


yangmempunyai hubungan fungsional, baik antara bagian-bagian maupun
hubungan fungsionalterhadap keseluruhannya, sehingga, hubungan itu
menimbulkan suatu ketergantunganantara bagian-bagian yang akibatnya jika
salah satu bagian tidak bekerja dengan baik, makaakan mempengaruhi
keseluruhannya itu. (Carl J. Friedrich).Sistem pemerintahan di dunia terbagi atas
sistem pemerintahan parlementer danpresidensial.Pada umumnya, negaranegara di dunia menganut salah satu dari sistempemerintahan tersebut. Adanya
sistem pemerintahan lain dianggap sebagai variasi ataukombinasi dari dua
sistem pemerintahan di atas.Penggolongan kedua sistem pemerintahan ini
didasarkan pada hubungan antarakekuasaan eksekutif dan legislatif.
Digolongkan sebagai sistem pemerintahan parlementerapabila badan eksekutif
sebagai pelaksana kekuasaan eksekutif mendapat pengawasanlangsung dari
badan legislatif.Sedangkan dogolongkan sebagai sistem
pemerintahanpresidensial apabila badan eksekutif berada di luar pengawasan
langsung legisaltif.

Sumber:
Drs.Chotib et al.,Kewarganegaraan 1 menuju masyarakat madani.edisi
kedua:cetakan pertama.Jakarta:Yudistira,2006.
Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta 2007