P. 1
Karya Wisata

Karya Wisata

|Views: 6,935|Likes:
Dipublikasikan oleh Adien Gunarta

More info:

Published by: Adien Gunarta on May 04, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2013

pdf

text

original

Karya Wisata Jakarta-Yogyakarta

Nama Kelompok:
1. Faulina Tri A 2. Novitasari 3. Yuliana Rosa (36) (09) (28)

SMP Negeri 5 kota Proboliggo Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) Jalan Cokroaminoto no.26 Telp (0335) 422636 2009-2010

HALAMAN PENGESAHAN KARYA WISATA JAKARTA-YOGYAKARTA

Diajukan sebagai salah satu kewajiban siswa-siswi SMP Negeri 5 kota Probolinggo untuk membuat laporan Karya Wisata Jakarta-Yogyakarta

Probolinggo, 5 Desember 2009 Pembimbing, Penulis,

Liena Andiasari, S.Si

Novi dkk

Mengetahui, Kepala SMP Negeri 5 Probolinggo

Drs.H. Hartono M.Pd Nip 131100197

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat Rahmat dan Hidayah-Nya. Kami dapat mengerjakan tugas tentang, Penyusunan Laporan Karya Wisata Jakarta-Yogyakarta tahun 2009-2010. Merupakan kewajiban, bagi siswasiswi SMP Negeri 5 Probolinggo untuk mengerjakannya. Dalam kesempatan ini tidak lupa kami menyampaikan banyak terima kasih kepada : 1.) Bapak Drs. Hartono, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Probolinggo. 2.) Bapak Drs. Zubaidi, selaku pendamping kami di bis 2 3.) Ibu Dra. Soekarti, selaku pendamping kami di bis 2 4.) Ibu Purwatiningsih, S.Pd, selaku pendamping kami di bis 2 5.) Ibu Liena Andiasari, S.Si, selaku pebimbing laporan karya wisata JakartaYogyakarta Karena berkat beliau semua, kami dapat menyelesaikan penyusunan laporan karya wisata Jakarta-Yogyakarta tahun 2009-2010 ini dengan baik. Kami senantiasa mengharap kritik dan saran, dari pembaca demi kesempurnaan penulisan laporan karya wisata Jakarta-Yogyakarta tahun 2009-2010. Kami juga berharap agar tugas ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, khususnya bagi teman-taman di SMP Negeri 5 Probolinggo.

Probolinggo, 5 Desember 2009

Penyusun

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang I.2 Rumusan Masalah I.3 Tujuan Pembahasan I.4 Metode Pembahasan BAB II KARYA WISATA JAKARTA-YOGYAKARTA II.1 Pengertian Karya Wisata Jakarta-Yogyakarta II.2 Sejarah dan Informasi Pembangunan Tempat Karya Wisata Jakarta-Yogyakarta II.3 Fungsi Pembangunan Tempat Karya Wisata Jakarta-Yogyakarta BAB III PENUTUP III.1 Kesimpulan III.2 Saran III.3 Daftar Pustaka

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Di Jakarta-Yogyakarta kita sebagai pengunjung dapat menikmati kemegahan dan objek wisata yang dibangun. Contohnya sepetri di Jakarta adalah: Taman Mini Indonesia Indah, Sea World, Dufan, Ancol, Museum Purna Bhakti dan Tugu Monas. Sedangkan di Yogyakarta adalah: Candi Borobudur dan tempat perbelanjaan (Malioboro). Disini dijelaskan bahwa karya wisata Jakarta-Yogyakarta merupakan salah satu kegiatan observasi yang objektif sebagai penunjang proses belajar mengajar di sekolah. Dengan observasi maka kami tidak hanya mengetahui, akan tetapi kami juga dapat mengenal dan memahami objek secara langsung. Maka dengan diadakannya karya wisata ini diharapkan siswa-siswi dapat mengenal lebih dekat tentang tempat wisata Indonesia. Sehingga timbul rasa bangga pada bangsa yang ternyata memiliki banyak meninggalkan sejarah yang tidak kalah hebatnya dengan Negara-negara lain. Tetapi, selain itu banyak para pemuda jaman sekarang menggunkan tempat wisata tersebut sebagai tempat menjalin kasih diantara mereka. Dan ini merupakan salah satu peristiwa yang tidak baik. Sebab, dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk pada generasi muda selanjutnya. Jadi jangan sampai kita menyalah gunakan tempat wisata ini. Meskipun tempat wisata ini adalah tempat untuk berlibur atau bersenang-senang, tetapi jangan terlalu berlebihan. I.2 Rumusan Masalah Karya wisata Jakarta-Yogyakarta merupakan tempat dimana kita dapat mengunjungi tempat-tempat atau objek-objek umum yang terlihat bagus atau indah. Berdasarkan hal tersebut, maka rumusan masalahnya adalah: Bagaimana upaya masyarakat dalam mengoptimalkan atau menjaga kebersihan, pada tempat karya wisata Jakarta-Yogyakarta tersebut? I.3 Tujuan Pembahasan Manusia dalam melakukan sebuah kegiatan tidak pernah lepas dari tujuan. Tujuan merupakan dasar dalam penyusunan laporan karya wisata Jakarta-Yogyakarta. Pada penulisan laporan tersebut, digunakan dua tujuan yaitu: a. Tujuan umum Secara umum menjelaskan tentang informasi pada tempat wisata JakartaYogyakarta bagi para wisatawan atau pengunjung. b. Tujuan khusus Secara khusus menjelaskan tentang sejarah dan fungsi atau manfaat didirikannya tempat wisata di Jakarta-Yogyakarta. I.4 Metode Pembahasan Penulisan tentang laporan karya wisata Jakarta-Yogyakarta ini. Kami menggunakan berbagai macam metode, yaitu:

a. Media Internet Mancari dan mengumpulkan data melalui web dan image. Dengan membuka situs yang berkaitan dengan karta wisata Jakarta-Yogyakarta. a. Metode Kepustakaan Metode mengumpulkan data dengan cara mengutip dari buku-buku yang ada kaitannya, tentang karya wisata Jakarta-Yogyakarta. b. Metode Diskripsi Suatu metode berdasarkan pemanfaatan rincian tentang suatu objek, sehingga imajinasi sensitifitas pembaca atau pendegar seperti melihat dan merasakan objek tersebut. c. Metode Observasi Metode penelitian yang langsung mengunjungi objek laporan karya wisata Jakarta-Yogyakarta.

BAB II KARYA WISATA JAKARTA-YOGYAKARTA II.1 Pengertian Karya Wisata Jakarta-Yogyakata Karya wisata Jakarta-Yogyajakarta merupakan tempat umum, yang mana ditempat tersebut terdapat banyak tempat karya wisata, yang dapat dikunjumgi oleh masyarakat umum. Bangunan-bangunan yang didirikan ditempat tersebut juga tampak kokoh (kuat). Sedangkan pemandangannnya juga sangat indah, sehingga elok dipandang mata. Sedangkan kebersihannya juga sangat terjaga. Sebab, disetiap tempat sudah disediakan tempat sampah, agar para pengunjung dapat dengan mudah membuang sampah pada tempatnya. Kebanyakan masyarakat (pengunjung) yang berwisata disana juga menghabiskan banyak waktu untuk berlibur dan bersenang-senang sepuasnya. Karena tempat wisata tersebut, merupakan obyek yang sangat menarik untuk dikunjungi para wisatawan. II.2 Sejarah dan Informasi Pembangunan Tempat karya Wisata Jakarta-Yogyakarta a. Obyek Wisata tentang Alam 1.Taman Mini Indonesia Indah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan suatu kawasan wisata budaya. Di tengah-tengah TMII terdapat sebuah danau yang menggambarkan kepulauan Indonesia yang besar dalam bentuknya yang kecil. Gagasan pembangun suatu miniatur yang membuat kelengkapan Indonesia dengan segala isinya ini dicetuskan oleh Ibu Negara (Ibu Tien Soeharto). TMII mulai dibangun sejak tahun 1972 dan diresmikan pada tanggal 20-April-1975. Berbagai aspek kekayaan alam dan budaya Indonesia sampai pemanfaatan tekhnologi modern diperagakan di Areal seluas 150 hektar. Maskot ”Taman Mini Indonesia Indah” ini diresmikan penggunaanya oleh Ibu Tien Soeharto, yang bertepatan dengan dwi windu usia TMII, pada tahun 1991. Di TMII ini, juga terdapat bangunan atau arsitektur tradisional yang mereka buat selalu dilatarbelakangi oleh kondisi lingkungan dan kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa indonesia. Gambar tersebut diwujudkan melalui Anjugan Daerah, yang mewakili suku-suku bangsa yang berada di 33 provinsi Indonesia. Ditempat tersebut juga terdapat berbagai macam taman yang menunjukkan keindahan flora da fauna Indonesia seperti taman anggrek, taman melati, kolam akuarium air tawar dan taman burung.

2.Mekarsari Mekarsari (Fruits Park) in Bogor is striving to restore its image as arecreational site, not just a place where visitor can pick and feast on fruits of.

Situation in there not fine. Because, moment me and My friends go to in there…the place famous green. So, we not like that to enjoy. Especially the plants (fruits) still raw or not ripe. Until we not can the taste delicious fruits in there.

b. Obyek Wisata tentang Tekhnologi 1.Sea World This Gigantic aquarium exhibits over 5000 types of tropical species from Indonesia’s Beautiful oceans and beyond. Sea world is the biggest sea-aquarium in the Far East. Stroll through “Fresh water World” or have a journey to the bottom of the sea at “Micro World”. The “touch Pool” allow you to feel the morine life. Movies about the under water world are regulary screened. Sea World is located in Ancol Amuse meat Park.

2.Dufan Setelah dari Sea World, kami bersama rombongan SMP Negeri 5 Probolinggo pergi ke Dufan. Disana terdapat banyak permainan yang sangat menantang. Dan itupun juga dapat membuat minat pengunjung untuk ingin selalu mencoba berbagai atraksi-atraksi yang telah disediakan ditempat tersebut. Selain itu di Dufan, juga terdapat banyak orang yang berjualan sauvenir, makanan, minuman dan lain-lain. Segala permainan yang ada di Dufan, tidak semua ada di berbagai kota, khususnya Negara Indonesia. Sebab biaya pembuatan permaianan-permaian seperti itu sangat mahal. Dan hal ini juga harus memakai seorang perancang, yang benar-benar ahli dalam membangun tempat tersebut, seperti apa yang ada di negara-negara lain. Biaya untuk membuatnya juga sangat besar. Maka dari itu dibutuhkan upaya dan kerja keras yang sangat tinggi untuk mendirikan tempat wisata ini.

c. Obyek Wisata tentang Sejarah 1. Museum Purna Bhakti Pertiwi (MPBP) Museum Purna Bhakti Pertiwi dibangun atas gagasan Almarhumah Ibu Tien Soeharto, yang diilhami pengertian bahwa Bapak Soeharto bukanlah milik keluarga semata, namun milik seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. Oleh karena itu beliau berpendapat bahwa semua pengalaman, pengetahuan, tanda kehormatan serta cenderamata yang datang dari berbagai lapisan msyarakat, baik dari dalam maupun luar negeri, akan lebih bermanfaat jika dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Tempat yang paling sesuai untuk menempatkan semua itu adalah museum. Disamping itu, beliau bermaksud mengungkapkan rasa syukur yang amat dalam atas rahmat dan bimbingan Tuhan Yang Maha Esa. Serta mengungkapkan penghargaan yang tinggi dan rasa terima kasih yang tak terhingga, kepada masyarakat luas atas dukungan dan peran sertanya dalam pengabdian Pak Harto selama menjadi presiden. Pada tanggal 26-Desember- 1987 dilakukan peletakan batu pertama oleh Ibu Tien Soeharto. Lima tahun kemudian (1992) selesailah pembangunan museum yang diberi nama Museum Purna Bhakti Pertiwi yang berarti, pengabdian yang tak kenal waktu. Museum secara resmi diumumkan pada tanggal 23-Agustus-1993 oleh Bapak Soeharto, Presiden ke2 di Negara Republik Indonesia.

2. Tugu Monas The Unitary State of the Repubic of Indonesia is an archipelago that spons across the equator, FROM Sabang in the west to Merauke in the east. This vast nation proclaimed its independence on August 17, 1945 after 350 years of colonial rulings. In order to commemorate and to honor the people’s relentless struggle for independence, also known as the “Indonesiaan People’s Revolt for IndependencAugust 17, 1945”, and in an attempt to awaken a sense of patriotism among the people and future generation to come the government deemed it

a) b) c) d)

necessary to construct a monument. This monument was later known as the National Monument (Monas) The contructions of the National Monument was based on Presidential decree Number 214 of 1959 dated August 30, 1959 on the Formation of a Committee for the National Monument headed by Colonel Umar Wirahadikusumah, Comannder of the KMKB Jakarta Raya. On August 17, 1961, as Indonesia celebrated its 16 th year of independence, Ir Soekarno the first President of the Republic of Indonesia officiated the first groundbreaking ceremony to mark the initial construction of the Nasional Monument. Soedarsono, one of Indonesia ‘s most prominent architects came up with the National Monument, while Prof. Dr. Ir Rooseno served as consultant to the project. Funding for the contructions was mostly derived from public donations. On March 18, 1972, based on Gubernatorial Decree Number Cb.11/1/57/72, the monument began to open its doors to the publics for the first time. The architecture and dimensions of the National Monument syimbolizes the distinct characteristics of Indonesia. The high rising obelisk signifies the Lingga (pestle) and the saucer-like platform the Yoni (mortar), both are cooking utensils that are commonly found in most Indonesia households. The Lingga and Yoni sysbolizes the positive and the negative, male and female, day and night, water and fire, the earth and the sky, all of which signifies timelessness and immortality. On the top of the monument stands a gold plated bronze flame that symbolizes the everlasting spirit to defend the sovereignty of the nation. The structure of the monument incorporates the numbers sacred to the hearts of all Indonesians, 17-8-45, the date of the Indonesians Independence. These numbers are depicted in the height and width of the saucer- like platform, which stands at 17 m and 45m x 45m respectively, and the 8 m tall hall that houses the History Museum. Main sections of the national monument : The history museum The hall of independence The lookout platform The flame of independence

3. Candi Borobudur Banyak sudah buku-buku yang menulis tentang candi Borobudur, akamn tetapi kapan candi Borobudur didirikan tidaklah dapat diketahui dengan pasti. Namun demikian suatu perkiaan dapat diperoleh dengan tulisan-tulisan singkat, yang dipahat diatas pigura-pigura relief kaki asli candi Borobudir

(Karmawibhangga) menunjukkan huruf sejenis dengan yang didapatkan pada prasasti-prasasti dari akhir abad ke8 sampai abad ke9. Dari bukti-bukti tersebut daat ditarik kesimpulan bahwa candi Borobudur dibuat atau didirikan sekitar tahun 800M. Kesimpulan diatas ternyata sesuai benar dengan kerangka sejarah Indonesia pada umumnya dan juga sejarah yang berada di daerah Jawa Tengah pada khususnya. Periode antara abad ke8 dan petengahan abad ke9 terkenal sebagai ”Abad emas wangsa Syailendra”. Kejayaan ini ditandai dengan dibangunnya sejumlah besar candi-candi yang menggambarkan adanya di lerenglereng gunung kebanyakan berciri khas bangunan Hindu, sedangkan yang bertebaran di dataran-dataran adalah khas bangunan Budha, tetapi juga ada sebagian khas Hindu. Demikian kesimpulan yang dapat ditarik, bahwa candi Borobudur dibangun oleh wangsa Syailendra yang terkenal dalam sejarah karena usahanya untuk menjunjung tinggi dan mengagungkan agama Budha Mahayana.

II.3 Fungsi Pembangunan Tempat Karya Wisata Jakarta-Yogyakarta a. Obyek Wisata tentang Alam 1. Taman Mini Indonesia Indah Fungsinya: Mengetahui tntang aspek kekayaan alam dan budaya yang dimiliki oleh negara Indonesia, sampai dengan pemanfaatan trkhnologi yang sudah modern ini. Dan melalui miniatur dari bangunan TMII ini diharakan dapat membangkitkan rasa bangga dan rasa cinta tanah air pada seluruh bangsa Indonesia. 2. Mekarsari The function: For to conserve various kinds plants. And in there many plants that will at guard in order to not extinct. b. Obyek Wisata tentang Tekhnologi 1. Sea World The function: To help us to order to can to see various kinds fishs from sea with easy. Because the technology in there very sophisticated or modern. 2. Dufan Fungsinya: Sebagai tempat hiburan untuk masyarakat umum. Sebab disana, mereka dapat bersenang-senang dan menghilangkan rasa stres yang dimilikinya (para pengunjung). c. Obyek Wisata tentang Sejarah 1. Museum Purna Bhakti Pertiwi Fungsinya: Sebagai tempat dituangkannya semua pengalaman, pengetahuan, tanda kehormatan serta cenderamata yang datang dari berbagai

lapisan masyarakat, baik dari dalam ataupun luar negeri kepada Bapak Soeharto, sebagai Presiden ke2 di Negara Republik Indonesia. 2. Tugu Monas The function: To remember and conserve the struggle of Indonesian people at era revolution. 3. Candi Borobudur: Fungsinya: Pada saat zaman dahulu candi Borobudur berfungsi sebagai tempat penyimpanan reliek atau peninggalan-peninggalan yang dianggap suci, contohnya benda-benda, pakaian, tulang belulang sang Budha, arhat dan biksu terkemuka, sebagai tanda peringatan dan penghormatan sang Budha dan sebagai lambang suci umat Budha. Tetapi pada massa saat ini candi Borobudur berfungsi atau bermanfaat sebagai tempat karyawisata, oleh berbagai masyaakat yang berasal dari dalam negeri ataupun luar negeri.

BAB III PENUTUP III.1 Kesimpulan: Dari penulisan laporan karya wisata Jakarta-Yogyakarta dapat kami simpulkan sebagai berikut: Pada saat kami mengunjungi obyek wisata di Jakarta-Yogyakarta, kami mendapat banyak pengalaman yang baik dan menyenangkan, apalagi tempat-tempat yang kami kunjungi merupakan obyek wisata yang berkaitan dengan mata pelajaran di sekolah contohnya dipelajaran biologi, sejarah dan tekhnologi. Jadi, pastinya wawasan yang kita dapat bertambah luas dan kita juga dapat, mengambil manfaatnya untuk kehidupan kita sehari-hari di lingkungan alam sekitar. III.2 Saran: Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, maka saran yang kami ajukan adalah: Sebaiknya, waktu yang digunakan saat kita berada di Mekarsari, TMII, Museum Purna Bakti, Sea World, Tugu Monas dan Candi Borobudur lebih di perpanjangkan. Karena, tempat-tempat tersebut juga ada beberapa yang masuk di pelajaran sekolah. Dan pada saat kita berkarya wisata, kita harus membawa payung dan topi untuk melindungi kita dari panas matahari dan hujan. Serta membawa alat-alat sholat, untuk mempermudah jalan kita beribadah dan mendekatkan diri pada Allah. III.3 Daftar Pustaka: Berdasarkan hasil laporan ini, kami mendapatkan infomasi tentang karya wisata Jakarta-Yogyakarta dari: Sutanto. 2005. Candi Borobudur. Yogyakarta: Panduan Fairus Rian. 2009. Dufan. Jakarta Sudarmo. 2009. Nasional Monumen. Jakrta: Panduan www.google.com_ Taman Mini Indonesia Indah www.google.com_ Museum Purna Bhakti

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->