Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

HIGH VOLUME SAMPLER

OLEH :
IDA AYU SURYA DEWI
P07133013004
D-III KESEHATAN LINGKUNGAN

KEMENTRIAN KESEHATAN R.I


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
2014

LAPORAN PRAKTIKUM

Mata Kuliah

; Penyehatan Udara

Materi Praktikum

: Pengukuran PM dengan HVS

Hari, Tanggal

: Senin, 6 Oktober 2014

Waktu

: 09.00 13.00 Wita

Lokasi

: Halaman Jurusan Kesehatan Lingkungan

Kelompok

: Satu

Pembimbing

: D.A.A Posmaningsing, S.KM., M.Kes

A. Latar Belakang
Debu adalah nama umum dari sejumlah partikel padat kecil dengan diameter kurang
dari 500 mikrometer. Debu diudara dianggap aerosol dan bias memiliki tenaga radiasi
local yang kuat di atmosfer dan berpengaruh pada iklim. Disamping itu jika sejumlah
partikel kecil disebarkan ke udara pada daerah tertentu dapat menimbulkan ledakan dalam
keadaan tertentu. Debu bertanggung jawab menyebabkan penyakit paru-paru seperti
pneumoconiosis . Untuk mencegah debu masuk melaui pernafasan dapat menggunakan
sapu tangan ketika berada di tempat berdebu. ( Wikipedia, 2013)
Partkulat atau debu yang melayang layang

di udara atau yang biasa disebut

partikulat matter (PM) dapat diukur menggunakan alat yang disebut HVS ( High Volume
Sampler). HVS merupakan alat yang cara kerjanya menggunakan filter berbentuk bersegi
4 yang seukuran dengan kertas A4 dan mempunyai porositas 0,3 0,45 um dengan
kecepatan pompa sekitar 1000 1500 lpm. Alat ini dapat digunakan selama 24 jam setiap
pengambilan contoh udara ambien. (BPLH Jawa Barat, 2013).

B. Tujuan Praktikum
1. Tujuan Umum
Mahasiswa dapat melaksanakan pengukuran kadar debu di udara ambien
dengan menggunakan alat HVS (High Volume Sampler)
2. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa dapat menyiapkan peralatan dan bahan pengukuran debu dengan
menggunakan HVS.
b. Mahasiswa mampu melakukan pengukuran debu dengan menggunakan HVS.
c. Mahasiswa dapat menganalisa hasil pengukuran debu dengan menggunakan
HVS.
d. Mahasiswa dapat menyusun laporan pengukuran debu menggunakan HVS.
C. Alat dan Bahan
1. Alat
a. 1 Set HVS merek Gaseby
b. Kabel Rol
c. Desikator
d. Stopwatch
e. Timbangan Analitik
f. Pinset
2. Bahan
a. Filter Sellulose merek Whatman
b. Amplop
c. Alat Tulis
D. Cara Kerja
1. Cara menyiapkan kertas filter :
a. Menyiapkan alat dan bahan yang akan dibutuhkan.
b. Mengambil kertas filter, kemudian memasukan ke dalam desikator
mendiamkan selama 15 menit
c. Menimbang kertas filter pada timbangan analitik
d. Mencatat berat awal kertas filter
e. Melipat kertas filter menjadi dua bagian, kemudian memasukan kedalam
amplop.
2. Pengukuran debu di udara menggunakna HVS
a. Menyiapkan alat dan bahan
b. Meletakan alat HVS pada tempat yang telah ditentukan (tidak dibawah pohon
c.
d.
e.
f.
g.

rindang)
Memasang steker pada stopkontak
Memanaskan alat selama 10 menit.
Mematikan alat, kemudian membuka tutup HVS
Membuka skrup pengunci filter pada alat HVS
Memasang kertas filter pada kotak filter (bagian yang berisi number seri

diatas)
h. Menutup dan memutar skrup tempat filter
i. Memasang kembali steker pada stop kontak

j. Mengatur flow antar range 1,1 1,7 m3/menit (dalam praktikum ini 1,5
k.
l.
m.
n.
o.

m3/menit)
Melakukan pengukuran selama 2 jam
Setelah 2 jam, ambil kertas filter dengan membuka kotak filter
Memasukan kedalam ampop
Menimbang pada timbangan analitik
Menghitung kadar debu dengan rumus

SPM =

Wf Wi
=mg/m3
V xt

E. Hasil dan Pembahasan


1. Hasil
Dari praktikum yang telah dilaksanakan diperoleh hasil perhitungan sebagai
berikut :
Dik: Berat Sebelum (Wi) = 4,5325 gram = 4523,5 mg
Berat Sesudah (Wf) = 4,4067 gram = 4406,7 mg
Kecepatan Flow (v) = 1,5 m3/menit
Waktu = 2 jam = 120 menit

SPM =

Wf Wi
=mg/m3
V xt

4532,5 mg4406,7 mg
m3
1,5
x 120 menit
menit
125,8 mg
180 m 3

0,698 mg/m3

2. Pembahasan
Dari hasil praktikum yang telah dilaksanakan didaptkan hasil 0,698 mg/m3
praktikum telah dilaksanakan di halaman depan jurusan kesehatan lingkungan.
Menurut keputusan Menteri Kesehatan R.I No. 1405 Tahun 2002 tentang
persyaratan kesehatan lingkungan kerja, bahwa kadar maksimak debu total di

udara adalah 0,15 mg/m3. Jika dibandingkan dengan hasil dari pengukuran yang
dilaksanakan dihalaman jurusan kesehatan lingkungan bahwa hasil pengukuran
melebihi nilai ambang batas yang telah ditentukan.
Pertikel debu yang terdapat diudara dapat menyebabkan penyakit infeksi
pernapasan dan gangguan penglihatan juga dapat menyebabkan iritasi pada mata,
adapun pengendaliannya dapt dilakukan dengan menggunakan masker, kaca mata
ataupun alatpelindung diri lainnya.
F. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Dari praktikum yan telah dilaksanakan didapatkan kesimpulan sebagai
berikut :
a. Alat yang digunakan untuk mengukur partikulat debu di udara adalah High
Volume Sampler merek Gaseby (HVS)
b. Hasil pengukuran partikulat debu yang dilaksanakan di halaman jurusan
kesehatan lingkungan adalah 0,698 mg/m3
c. Menurut Kemenkes R.I No. 1405 Tahun 2002 tentang persyaratan
Kesehatan Lingkungan Kerja dan Industri adalah maksimal debu total di
udara adalah 0,15 mg/m3

2. Saran
Dari praktikum yang telah dilaksanakan dihalaman jurusan kesehatan
lingkungan dapat diberikan saran agar menggunakan masker, kaca mata maupun
alat perlindungan diri lainnya jika sedang berada diluar ruangan yang terpapar
banyak debu.
G. Dafar Pustaka
Wikipedia.Debu.from: www.//id.wikipedia.org/wiki/Debu. 6 Oktober 2014
BPLH. Jawa Barat. 2013
H. Lampiran

Menyetujui

Denpasar, 10 Oktober 2014

Pembimbing Praktikum

Praktikan

(D.A.A. Posmaningsih, S.Km., M.Kes)

(Ida Ayu Surya Dewi)

NIP. 197608211998032001

Nim. P07133013004