Anda di halaman 1dari 6

1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2010 adalah
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat agar terwujudnya
derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat,
bangsa dan Negara Indonesia yang di tandai oleh penduduknya hidup di
lingkungan dan dengan perilaku yang sehat memiliki kemampuan untuk
rnenjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta
memiliki derajat kesehatan yang optimal diseluruh wilayah Republik Indonesia.
(Depkes. RI, 1999)
Rumah Sakit merupakan sarana pelayanan kesehatan yang memberi
pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Rumah Sakit adalah organisasi
kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan perorangan secara paripurna,
meliputi promotif, preventif, dan rehabilitatif (Permenkes No.147, 2010).
Rumah Sakit menyediakan jasa pelayanan kesehatan dengan proporsi tenaga
perawat terbesar yakni 42.40 % dibanding tenaga kesehatan lainnya (Depkes RI,
2008). Sehingga perawat memegang peranan penting dalam peningkatan
kualitas pelayanan Rumah Sakit

karena perawat

satu-satunya

pemberi

pelayanan kesehatan kepada pasien selama dua puluh empat jam (Gillies, 1996).
Pelayanan keperawatan menjadi salah satu faktor penentu kualitas pelayanan
dan citra rumah sakit dimata masyarakat. Melihat pentingnya tugas dan fungsi
perawat maka rumah sakit membutuhkan tenaga perawat yang profesional
dalam memberikan asuhan keperawatan (Hidayat, 2008). Profesionalisme kerja

perawat tidak terlepas dari dorongan atau semangat dalam diri atau lingkungan
tempat ia bekerja, dorongan atau semangat tersebut sering disebut sebagai
motivasi (Marquis & Huston, 2010).
Maka baik buruknya akan pelayanan rumah sakit sangat tergantung pada
performance perawat, oleh sebab itu untuk memberikan pelayanan sesuai dengan
apa yang diharapkan seorang perawat kesehatan, salah satu usaha ke arah itu
adalah dengan motivasi. Motivasi dalam pelayanan kesehatan sangat diperlukan
untuk menumbuh kembangkan semangat, mendinarniskan kejenuhan dan
memelihara agar senantiasa tetap semangat dalam bekerja melaksanakan misi
keperawatan. Pada hakikatnya adalah misi keperawatan adalah tugas yang sangat
mulia sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan.(Depkes, R.I. 1999).
Sumber daya manusia (SDM) perlu dibina secara terus menerus, baik mental
maupun keahlian dan keterampilan secara profesional sehingga mampu
melaksanakan tugas dalam mengembangkan organisasi. Salah satu untuk
meningkatkan produktivitas kerja dalam organisasi adalah dengan pemberian
ransangan sehingga karyawan termotivasi untuk bekerja dengan penuh tanggung
jawab, jika absensi baik maka motivasi turut meningkat. Untuk meningkatkan
motivasi kerja perawat salah satunya dapat dirangsang dengan pemberian gaji
atau upah yang memadai, pemberian insentif yang adil dan bijaksana serta
memberikan pelatihan dan pembinaan serta pemberian hadiah dan perlindungan
kesejahteraan

kepada

karyawan,

melalui

teknik

itu

karyawan

dapat

membangkitkan semangat untuk melaksanakan tugas-tugas organisasi sesuai


dengan tuntutan.(Agus, 1996).
2

Pembentukan motivasi bagi petugas kesehatan sangat tergantung pada sejauh


mana perawat merasakan bahwa memberi pelayanan kesehatan adalah suatu
kebutuhan bagi petugas kesehatan yang dapat menimbulkan kepuasan sendiri, dan
bukan hanya suatu kebutuhan bagi masyarakat saja. (As'ad, 1999).
Motivasi kerja haruslah dimiliki oleh setiap petugas kesehatan dalam
melaksanakan tugasnya di Rumah sakit sebagai kondisi yang dapat berpengaruh
untuk membangkitkan, mengairahkan dan memelihara prilaku yang berhubungan
dengan lingkungan kerjanya.(Depkes RI, 199). Untuk meningkatkan produktivitas
kerja sebagai mana yang direncanakan serta dapat memberikan pelayanan yang
optimal kepada masyarakat luas, sangat tergantung pada semagat kerja dan
motivasi karyawan, lingkungan atau kondisi kerja yang memuaskan serta
membangkitkan semangat kerja individu (karyawan) sehingga diharapkan dapat
memberikan dampak positif terhadap kelancaran kerja di lingkungan Rumah sakit
Umum dr. Fauziah Bireuen Aceh Besar.
Dari data yang diperoleh dari Rumah sakit Umum dr. Fauziah Bireuen, bahwa
jumlah keseluruhan pegawai 350 orang, dengan jumlah perawat keseluruhan yang
bertugas berjumlah 200 orang, yang terdiri dari 100 orang Pegawai Negeri
Sipil,50 orang Tenaga Honorer, serta 10 orang tenaga bakti, dengan tingkat
pendidikan SPK + Bidan A 20 orang, pendidikan Sekolah Perawat Kesehatan
(SPK) 27 orang, dan yang berpendidikan Akademik Perawatan (Akper) 40 orang.
Dari jumlah tersebut diatas hanya 20% yang menetap diwilayah kerja, sedangkan
yang lain menetap diluar daerah, yang setiap harinya menempuh perjalanan 7
Km untuk sampai ke tempat pelayanan. Berdasarkan persepsi masyarakat dan
3

pengamatan sementara penulis bahwa kebanyakan petugas yang bekerja di


Rumah sakit Umum dr. Fauziah Bireuen bertempat tinggal jauh dari rumah sakit,
sehingga para petugas tidak maksimal dalam memberikan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat, ada juga petugas yang ditugaskan pada bagian tertentu atau
bagian yang sangat penting sering datang terlambat ke rumah sakit, sehingga
masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan harus menunggu, faktor
keterlambatan ini terjadi selain karena tempat tinggal petugas kesehatan yang jauh
dari rumah sakit juga karena tidak adanya kedisiplinan waktu datang dan pulang
tidak pada waktu yang telah ditentukan.
Berbagai permasalahan diatas menunjukkan motivasi kerja petugas kesehatan
belum kuat tertanam dalam diri petugas yang bekerja untuk melayani dan
memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian dapat dimegerti
bahwa motivasi merupakan masalah yang sangat penting. Berdasarkan masalah
yang ditemukan diatas, penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut tetang faktorfaktor yang mempengaruhi motivasi perawat di Rumah sakit Umum dr. Fauziah
Bireuen.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis ingin meneliti tentang
Bagaimanakah faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja perawat dalam
memberikan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kerja Rumah sakit Umum
dr. Fauziah Bireuen tahun 2016?"
C. Ruang Lingkup Penelitian

Fokus perhatian dalam penelitian ini adalah faktor yang mempengaruhi


motivasi kerja perawat yang meliputi: jenis kelamin, penempatan tugas,
lingkungan kerja dan insentif di Rumah sakit Umum dr. Fauziah Bireuen.
D. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk memperoleh gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi
motivasi kerja perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat di
Rumah Sakit Umum dr. Fauziah Bireuen, tahun 2016.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui pengaruh pendidikan terhadap motivasi kerja perawat
dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat di Rumah sakit
Umum dr. Fauziah Bireuen
b. Untuk mengetahui pengaruh jenis kelamin terhadap motivasi kerja
perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat di Rumah
sakit Umum dr. Fauziah Bireuen
c. Untuk mengetahui pengaruh penempatan togas terhadap motivasi kerja
perawat claim memberikan pelayanan kesehatan di Rumah sakit Umum dr.
Fauziah Bireuen.
d. Untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap motivasi kerja
perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat di Rumah
sakit Umum dr. Fauziah Bireuen.
e. Untuk mengetahui pengaruh pemberian insentif terhadap motivasi kerja
perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat di Rumah
sakit Umum dr. Fauziah Bireuen.
E. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi clan manfaat
kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

1. Manfaat Teoritis
a. Bagi penulis dapat menambah pengetahuan dan pengalaman dalam
melakukan penelitian serta dapat memperoleh informasi tentang masalah
Administrasi Kesehatan terhadap motivasi kerja perawat.
b. Bagi Fakulatas Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
Yayasan Payung Negeri Aceh Darussalam dapat menjadi pembendaharaan
perpustakaan serta menjadi sumber referensi bagi peneliti yang tertarik
dengan masalah motivasi kerja perawat.
c. Bagi peneliti lain dapat dijadikan sebagai bahan bacaan dan informasi yang
berminat tentang objek penelitian ini untuk menambah wawasan clan ilmu
pengetahuan.
2. Manfaat Aplikatif
a. Untuk para perawat sebagai bahan masukan untuk mengenali faktor-faktor
yang mempengaruhi motivasi kerja sehingga dapat meningkatkan upaya
pencapalan kerja yang lebih baik.
b. Untuk Rumah sakit sebagai bahan masukan untuk menetapkan kebijakan
dalam upaya peningkatan motivasi kerja perawat guna meningkatkan
produktivitas kerja di masa yang akan datang.