Anda di halaman 1dari 10

1

BAB I
CARA PENGISIAN FORMULIR
A. PENGERTIAN UMUM
Cara pengisian dibawah ini hanya menguraikan poin-poin yang masih kurang jelas
khususnya formulir SIRS yang tidak dimengerti Rumah Sakit dari sejak dahulu atau
dengan adanya formulir baru (yang telah direvisi) sesuai dengan SK Menkes RI Nomor
1410/Menkes/SK/X/2003 tanggal 1 Oktober 2003 yang terdapat pada Buku Sistem
Informasi Rumah Sakit (SIRS) Revisi ke V yang diberlakukan sejak 1 Oktober 2003.
Cara pengisian formulir SIRS yang terdiri dari Data Kegiatan Rumah Sakit (RL 1) sampai
dengan Data Infeksi Nosokomial (RL 6)
B. PENJELASAN
Formulir Data Kegiatan Rumah Sakit (Form RL 1) untuk poin 1 Pelayanan Rawat
Inap :
1. Pasien Awal Triwulan (kolom 3) adalah : Jumlah pasien pada awal triwulan yang
jumlahnya harus sama atau lebih kecil dari jumlah tempat tidur yang tersedia di
rumah sakit
2. Jumlah Lama Dirawat (kolom 9) adalah : Jumlah lamanya pasien dirawat (dihitung
pada saat pasien pulang hidup atau mati)
3. Jumlah Hari Perawatan (kolom 11) adalah : Jumlah pasien sisa yang dirawat
setiap hari
4. Pelayanan Gawat Darurat (butir 19) adalah : Jumlah Pasien yang mendapatkan
pelayanan di unit gawat darurat yang memerlukan perawatan lebih lanjut (Rawat
Inap), tetapi belum mendapatkan ruang perawatan.
C. CARA PENGISIAN
1. Data Kegiatan Rumah Sakit (Formulir RL 1)
a Pengisian poin 1 (Pelayanan Rawat Inap)
Formulir-formulir perantara pada pengisiannya terdiri dari :
1)
SENSUS HARIAN PASIEN RAWAT INAP
2)
REKAPITULASI BULANAN PER JENIS PELAYANAN RP.2
3)
REKAPITULASI BULANAN PASIEN RAWAT INAP RP.1
4)
BUKU REGISTER PENDAFTARAN PASIEN RAWAT INAP
5)
BUKU REGISTER PELAYANAN PASIEN RAWAT INAP
b

Pengisian poin 2 (Pengunjung Rumah Sakit)


Formulir perantara pada pengisiannya adalah :
BUKU REGISTER PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN

Pengisian poin 3 (Kunjungan Rawat Jalan)


Formulir perantara pada pengisiannya adalah :
BUKU REGISTER PELAYANAN PASIEN RAWAT JALAN

Pengisian poin 4 (Kegiatan Kebidanan & Perinatologi)


Formulir perantaranya adalah:
BUKU REGISTER PERSALINAN DAN ABORTUS

Pengisian poin 5 (Kegiatan Pembedahan


Spesialisasinya)
Formulir perantara untuk pengisiannya adalah :
BUKU REGISTER PEMBEDAHAN

Pengisian poin 6 (Kegiatan Kesehatan Jiwa)


Sumber data dapat diperoleh dari Buku Register Tindakan, Pelayanan/
Radiodiagnostik dan Radioterapi kolom 17 s/d 25 (untuk pasien rawat jalan),
dan Buku Register Pelayanan Pasien Rawat Inap Jiwa dan Napza butir 18 (untuk
pasien rawat inap).

Pengisian poin 7 (Pelayanan Rawat Darurat)


Sumber data dapat diperoleh dari Buku Register Pelayanan Pasien Rawat
Jalan kolom 9 s/d 14 dan 17 s/d 21

Pengisian poin 8 (Kunjungan Rumah)


Formulir perantara pada pengisiannya adalah :

Menurut

Golongan

dan

2
BUKU REGISTER KUNJUNGAN RUMAH
i

Pengisian poin 9 (Kegiatan Radiologi).


Formulir perantara pada pengisiannya adalah :
BUKU REGISTER TINDAKAN, PELAYANAN/RADIODIAGNOSTIK DAN
RADIOTERAPI

Pengisian poin 10 (Kegiatan Pelayanan Khusus)


Sumber data dapat diperoleh dari Buku Register Tindakan, Pelayanan/
Radiodiagnostik dan Radiaterapi pada kolom 17 s/d 25.

Untuk Pengisian poin 11 (Pemeriksaan Laboratorium)


Formulir perantara pada pengisiannya adalah :
BUKU REGISTER PEMERIKSAAN LABORATORIUM
BUKU REGISTER PENERIMAAN SPESIMEN PASIEN

Pengisian poin 12 (Kegiatan Farmasi Rumah Sakit).


Formulir perantara pada pengisiannya adalah :
BUKU REGISTER KEGIATAN FARMASI RUMAH SAKIT

m Pengisian poin 13 (Pelayanan Rehabilitasi Medik).


Sumber data dapat diperoleh dari Buku Register Tindakan, Pelayanan/
Radiodiagnostik dan Radioterapi pada kolom 17 s/d 25.
Untuk kontrol data perlu diperhatikan bahwa :
- Butir 1 (Medis) = penjumlahan dari butir 1.1 s.d 1.9.
- Butir 2 (Fisiotherapi) = penjumlahan dari butir 2.1 s/d 2.6.
- Butir 3 (Okupasiotherapi) = penjumlahan dari butir 3.1 s/d 3.8.
- Butir 4 (Terapi wicara) = penjumlahan dari butir 4.1 s/d 4.3.
- Butir 5 (Psikologi) = penjumlahan dari butir 5.1. s/d 5.2.
- Butir 6 (Sosial Medis) = penjumlahan dari butir 6.1. s/d 6.3.
- Butir 7 (Ortotik Prostetik) = penjumlahan dari butir 7.1. s/d 7.3.
n

Pengisian poin 14 (Kegiatan Keluarga Berencana)

Pengisian poin 15 (Kegiatan Penyuluhan Kesehatan)

Pengisian poin 16 (Kegiatan Kesehatan Gigi & Mulut)


Sumber data dapat diperoleh dari Buku Register Tindakan, Pelayanan/
Radiodiagnostik dan Radioterapi pada kolom 17 s/d 25.

Pengisian poin 17 (Pemantauan Dokter & Tenaga Kesehatan Asing


Lainnya)

Pengisian poin 18 (Kegiatan Transfusi Darah)


Untuk kontrol data perlu diperhatikan bahwa :
- Butir 1 (Jumlah Pasien) = Penjumlahan pasien obstetri & kebidanan + cedera
(injury) + lain-lain.
- Butir 2 (Penerimaan Darah) = Penjumlahan dari PMI (UTD) + diambil di RS +
dari RS lain.
- Butir 3 (Pemakaian) = Penjumlahan dari whole blood + pocked red cell +
thrombo + lain - lain.

Pengisian
poin
19
(Latihan/Kursus/Penataran/Lokakarya/Instruktur/Training) yang berakhir
dalam triwulan ini

Pengisian poin 20 (Pembedahan Mata).


Sumber data dapat diperoleh dari Buku Register Pembedahan dengan jenis
spesialisasi mata yang direkapitulasi selama 3 bulan untuk laporan 1 triwulan
berlangsung.
Data ini dapat juga di cross check dengan poin 5 butir 5 (pembedahan dengan
spesialisasi mata). Kegiatan ini khusus dilaksanakan di RS mata atau RS lain yang
menyelenggarakan kegia tan mata.
Untuk jenis kegiatan Pembedahan Mata katarak/refraktif pada kolom kualitas
diisikan dengan jumlah pasien yang telah berhasil dilakukan operasi dengan
ketentuan baik, sedang dan buruk, sedangkan untuk kolom kuantitas diisi dengan
jumlah keseluruhan kualitas (baik + sedang + buruk).
Untuk jenis Kegiatan Pembedahan mata Glaukoma pada kolom kualitas: diisikan
dengan jumlah pasien yang telah mendapatkan penurunan pengobatan dan
hasilnya

3
() dan jumlah pasien yang telah mendapatkan penurunan pengobatan dan
hasilnya (+) serta jumlah pasien dengan pengobatan tetap/meningkat.
u

Pengisian poin 21 (Penanganan Penyalahgunaan Napza)


Umumnya dilaksanakan di RSKO, RS Jiwa atau RS lainnya ada kegiatan ini.
Formulir perantara pengisiannya adalah :
BUKU REGISTER PELAYANAN PASIEN RAWAT INAP JIWA & NAPZA

Pengisian poin 22 (Kegiatan Bayi Tabung).


Sumber data dapat diperoleh dari Buku Register Kegiatan Program Bayi
Tabung,.
Kolom Siklus pengobatan : diisi dengan banyaknya pasien yang telah positif
hamil.
Yang dimaksud dengan % Kehamilan adalah : Jumlah Persentase pasien yang
telah berhasil positif hamil.
Kolom Take Home Baby : diisi dengan banyaknya bayi yang berhasil dibawa
pulang oleh si Ibu.
Formulir perantaranya adalah :
BUKU REGISTER PROGRAM BAYI TABUNG

w Pengisian poin 23 (Cara Pembayaran)


Sumber data: Buku Register Pendaftaran Pasien Rawat Jalan kolom13 s/d 20, Buku
Register Pelayanan Pasien Rawat Jalan kolom 29 s/d 36, Buku Register
Pendaftaran Rawat Inap kolom 29 s/d 36, Buku Register Pelayanan Rawat Inap
kolom 35 s/d 42, Buku Register Pembedahan kolom 28 s/d 35, Buku Register
Persalinan dan Abortus kolom 29 s/d 36, Buku Register Kegiatan Program Bayi
Tabung kolom 31 s/d 38, Buku Register Tindakan, Pelayanan/Radiodiagnostik dan
Radioterapi kolom 27 s/d 34 dan Buku Register Penerimaan Spesimen Pasien
kolom 21 s/d 28, direkapitulasi selama 3 bulan untuk laporan 1 triwulan.
Untuk kontrol data perlu diperhatikan sbb :
- Butir 2 (Asuransi) = Penjumlahan dari Askes + Asuransi lain + JPKM + Kontrak.
- Butir 4 (Gratis) = Penjumlahan dari Kartu Sehat + Keterangan tidak mampu.
x

Pengisian poin 24 (Kegiatan Rujukan).


Sumber data dapat diperoleh dari Buku Register Pelayanan Pasien Rawat
Jalan kolom 15 s/d 20.
Untuk kontrol data perlu diperhatikan sbb :
- Bila pada kolom 10 s/d 12 kosong maka kolom 16 harus kosong.
- Bila kolom 10 kosong, maka kolom13 kosong.
- Bila kolom 11 kosong, maka kolom14 kosong.
- Bila kolom 12 kosong, maka kolom15 kosong.
Formulir perantara pada pengisiannya adalah :
BUKU REGISTER RUJUKAN DOKTER AHLI, DOKTER AHLI ASING DAN
TENAGA KESEHATAN ASING LAINNYA

2. Data Keadaan Morbiditas Pasien Rawat Inap (Formulir RL 2a)


Sumber data dapat diperoleh dari Buku Register Pelayanan Rawat Inap direkapitulasi
selama 3 bulan untuk laporan 1 triwulan antara lain :
- Pada Buku Register Pelayanan Pasien Rawat Inap kolom 19 (Diagnosa Utama)
diberi kode sesuai ICD10 dan dikelompokan menurut nomor Daftar Tabulasi
Dasar (DTD) menjadi sumber data pengisian untuk kolom 2 s/d 4.
- Pada Buku Register Pelayanan Pasien Rawat Inap kolom 6 s/d 7 menjadi sumber
data pengisian untuk kolom 5 s/d 14 (Pasien Keluar Hidup & Mati menurut
Golongan Umur).
- Pada Buku Register Pelayanan Pasien Rawat Inap kolom 30 s/d 33 menjadi sumber
data pengisian untuk kolom 13 dan 14 (Pasien Keluar Hidup & Mati menurut Sex).
3. Data Keadaan Morbiditas Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit (Formulir RL 2b)
Sumber data untuk pengisian formulir ini dapat diperoleh dari Buku Register
Pelayanan Pasien Rawat Jalan, yang direkapitulasi selama 1 triwulan.
Data yang dapat diperoleh antara lain :
- Pada Buku Register Pelayanan Pasien Rawat Jalan kolom 22 (Diagnosa) diberi
kode sesuai ICD10 dan dikelompokkan menurut nomor Daftar Tabulasi Dasar
(DTD) menjadi sumber pengisian pada kolom 2 s/d 4.
- Pada Buku Register Pelayanan Pasien Rawat Jalan kolom 6 s/d 7 dan 15 menjadi
sumber pengisian pada kolom 5 s/d 12 (Kasus Baru menurut Golongan Umur) dan
kolom 13 & 14 (Kasus Baru Menurut sex).
- Pada Buku Register Pelayanan Pasien Rawat Jalan kolom 15 s/d 16 menjadi
sumber pengisian pada kolom 16 (Jumlah Kunjungan).

4. Data Keadaan Morbiditas Rawat Inap Surveilans Terpadu Rumah Sakit


(Formulir RL2a1)
RL2a1 ini, datanya diambil dari RL 2a pada penyakit tertentu.
5. Data Keadaan Morbiditas Rawat Jalan Surveilans Terpadu Rumah Sakit
(Formulir RL 2b1)
Formulir ini datanya diambil dari RL 2b pada penyakit tertentu.
6. Data Status Immunisasi (Formulir RL 2c)
Merekapitulasi data pasien yang terkena penyakit yang disebutkan di formulir yang
disesuiakan dengan status imunisasi pasien tersebut. Hal ini mengacu pada diagnosa
yang ada di rawat inap.
7. Data Individual Morbiditas Pasien Rawat Inap :
7.1 Pasien Umum (Formulir Rl 2.1)
Sumber data dapat diperoleh dari Buku Register Pelayanan Pasien Rawat Inap
pasien yang keluar pada tanggal 1-10 pada bulan Februari,Mei,dan bulan
Agustus bulan Nopember dari masing ruang perawatan.
Untuk kontrol data perlu diperhatikan sbb :
Bila ada tindakan operasi, maka No.02 (tanggal operasi/tindakan) harus diisi.
Bila diagnosa utama disebabkan cedera dan keracunan, maka penyebabnya
harus diisi lengkap untuk memudahkan pemberian kode pada kolom 79 s/d 82.
7.2.

Pasien Obstetri (Formulir RL 2.2)


Sumber data dapat diperoleh dari Buku Register Persalinan dan Obstetri bagi
pasien yang keluar pada tanggal 1-10 pada bulan Februari,Mei,Agustus dan
bulan Nopember dari ruang rawat inap Obstetri.
Formulir ini hanya diperuntukan bagi pasien yang melahirkan atau abortus di
Rumah Sakit, jadi bila pasien dengan penyulit kehamilan tetapi belum
melahirkan atau abortus, maka data ini diisikaan pada formulir RL 2.1 (Pasien
Umum). Bila pasien melahirkan dengan tindakan/operasi, maka tanggal
operasi/tindakan (No. 02) harus diisi.

7.3.

Pasien Perinatal (Formulir RL 2.3)


Formulir ini diisi bagi bayi baru lahir di Rumah Sakit, bila bayi lahir diluar RS,
maka data dapat diisi dengan menggunakan formulir RL 2.1 (Pasien Umum).
Bila Bayi lahir mati, maka tanggal masuk Rumah Sakit (No.01) harus sama
dengan tanggal keluar Rumah Sakit (No.03) dan tanggal lahir (No.05).

8. Data Dasar Rumah Sakit (Formulir RL 3)


Pada pengisian Unit Rawat Jalan (Umum/Spesialis) data diisi dengan hari buka klinik
dalam seminggu.
9. Data Ketenagaan Rumah Sakit (Formulir RL 4)
10.Data Peralatan Medik Rumah Sakit dan Data Kegiatan Kesehatan
Lingkungan Rumah Sakit (Formulir RL 5)
- Untuk semua Jenis Peralatan Medik diharuskaan memiliki izin operasional.
- Untuk beberapa Jenis Peralatan Medik tidak memiliki Sertifikat Kalibrasi sehingga
untuk kolom 13 & 14 untuk alat tersebut dikosongkan.
- Untuk isian kolom 7 (Kapasitas rata-rata) adalah : berapa kali alat tersebut
mampu dipergunakan.
- Untuk isian kolom 13 & 14 (Sertifikat Kalibrasi) adalah : kelayakan
pakai/penyebaran/ hamparan suatu alat. Yang berhak mengeluarkan Sertifikat
Kalibrasi ialah BPFK (Balai Pengamanan Fasilitas kesehatan).
- Amdal = Suatu dokumen mengenai Analisis dampak lingkungan yang dikeluarkan
oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
- Dokumen UKL = Usaha Kesehatan Lingkungan.
- Dokumen UPL = Usaha Pemeliharaan Lingkungan
- IPAL = Instalasi Pembuangan Air Limbah.
11.Data Infeksi Nosokomial Rumah Sakit (Formulir RL 6)
Untuk pengisian kolom 9,11 dan 13 pada jumlah pasien yang diisi adalah pasien
yang mempunyai resiko terkena Infeksi Nosokomial.

BAB II
PENGOLAHAN DATA DI DITJEN PELAYANAN MEDIK
Adapun pengolahan data di Ditjen Yanmed terdiri dari 2 cara yaitu :
a.
Pengolahan secara Manual
Proses pengolahan secara manual adalah sbb :
1.
Registrasi pengolahan.
2.
Koreksi data.
3. Koreksi list balancing.
b.
Pengolahan secara Komputerisasi
Proses pengolahan secara Komputerisasi adalah sbb :
1. Entry data.
2. List Balancing.
3. Balancing data.
4. Print data.

BAB III
PENGOLAHAN DATA DI RUMAH SAKIT
Pengolahan data dalam Sistem Informasi Rumah Sakit yang dilakukan di Rumah Sakit,
yang mulai dari Data Kegiatan Rumah Sakit (Form RL 1) sampai dengan Data Infeksi
Nosokomial (Form RL 6), dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu :
1.

Pengolahan secara manual.


Pengolahan manual ini dilakukan dengan cara merekapitulasi data-data yang sudah
terkumpul pada unit pengolahan data untuk dibuatkan tabel atau grafik yang sesuai
dengan kebutuhan.
2.
Pengolahan secara komputerisasi.
Pengolahan ini dilakukan dengan cara menginput/entry data, baik dari rekam medik
yang berisi catatan/diagnosa dokter yang dikodifikasi. Dan akan diolah oleh komputer
sesuai dengan programnya masing-masing.
Berikut ini beberapa contoh pengolahan data secara manual dan komputerisasi.
A.
Data Kegiatan Rumah Sakit (RL 1)
Laporan harian kegiatan rumah sakit dari setiap ruangan, baik dari ruang rawat inap
yang berupa sensus harian pasien rawat inap, ataupun formulir lainnya yang telah
diisi oleh bagian masing-masing. Laporan tersebut diolah oleh bagian pengolah data
sehingga sesuai dengan kebutuhan untuk mengisi RL dan data rumah sakit, pengolahan
ini dilakukan secara manual.
Contoh :
Bersumber dari sensus harian yang diperoleh dari ruang rawat inap berdasarkan formulir
sensus harian yang direkapitulasi setiap bulan (RP1).
Banyak indikator yang bisa digunakan untuk menilai rumah sakit, yang paling sering
digunakan adalah :
1. Bed Occupancy Rate (BOR) yaitu prosentase pemakaian tempat tidur pada satu
satuan waktu tertentu.
Adapun rumus BOR itu adalah :
BOR :

Jumlah hari perawatan rumah sakit

x 100 %

Jumlah TT X Jumlah hari dalam satu periode


Nilai parameter BOR yang ideal adalah antara 60 85 %
2. Average Length of Stay (ALOS) yaitu rata-rata lama rawat seorang pasien.
ALOS :

Jumlah Lama Dirawat


Jumlah Pasien Keluar (Hidup + Mati)

Secara umum nilai ALOS yang ideal antara 6 9 hari

6
3. Bed Turn Over (BTO) yaitu frekuensi pemakaian tempat tidur pada satu periode,
berapa kali tempat tidur dipakai dalam satu satuan waktu (biasanya dalam periode 1
tahun).
Jumlah pasien keluar (hidup + mati)
BTO :

Jumlah tempat tidur

Idealnya dalam satu tahun, 1 (satu) tempat tidur rata-rata dipakai 40 50 kali.
4. Turn Over Interval (TOI) yaitu rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati
dari telah diisi ke saat terisi berikutnya.
TOI :

(Jumlah TT X Periode) Hari Perawatan


Jumlah pasien keluar (hidup + mati)

Idealnya tempat tidur kosong/tidak terisi ada pada kisaran 1 3 hari.


5. Net Death Rate (NDR) yaitu angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap
1000 penderita keluar.
Jumlah pasien mati > 48 jam dirawat
NDR :

Jumlah pasien keluar (hidup + mati)

x 1000 0/00

Nilai NDR yang dianggap masih dapat ditolerir adalah kurang dari 25 per 1000.
6. Gross Death Rate (GDR) yaitu angka kematian umum untuk setiap 1000 penderita
keluar.
GDR :

Jumlah pasien mati seluruhnya

x 1000 0/00

Jumlah pasien keluar (hidup + mati)


Nilai GDR seyogyanya tidak lebih dari 45 per 1000 penderita keluar.
7. Rata-rata Kunjungan Poliklinik per hari, indikator ini diperlukan untuk menilai
tingkat pemanfaatan poliklinik rumah sakit
B.

Data Keadaan Morbiditas Pasien Rawat Inap Rumah Sakit (RL 2a) dan Data
Keadaan Morbiditas Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit (RL 2b). Laporan harian
yang berasal dari berkas Rekam Medis yang dikodifikasi berdasarkan ICD-10. Untuk
membuat laporan, selain RL 2a dan 2b yang sudah baku, bisa diolah dari RL 2a dan 2b
untuk dibuatkan ranking 10 (Sepuluh) besar penyakit rawat inap dan jalan.

C.

Data Keadaan Morbiditas Pasien Rawat Inap Surveilans Terpadu Rumah


Sakit (RL 2a1) dan Data Keadaan Morbiditas Pasien Rawat Jalan Surveilans
Terpadu Rumah Sakit (RL 2b1). Untuk menyajikan data dari RL 2a1 dan 2b1 ini,
dapat di ranking penyakit menular mana yang paling tinggi, bentuk laporan bisa berupa
tabel atau grafik, sesuai dengan kebutuhan dari Rumah Sakit tersebut.

D.

Data Individual Morbiditas Pasien Rawat Inap Pasien Umum (RL 2.1), Data
Individual Morbiditas Pasien Rawat Inap Pasien Obstetri (RL 2.2) dan Data
Individual Morbiditas Pasien Rawat Inap Pasien Perinatal (RL 2.3). Data ini dapat
diperoleh dari isian dokter yang menangani pasien setiap periode pengambilan sampel
yang ditulis pada kolom sebelah kiri dan kolom sebelah kanan diisi oleh Petugas Rekam
Medik berdasarkan isian dokter yang merawat pada kolom sebelah kiri. Untuk
selanjutnya, bila memerlukan data tentang RL 2.1, 2.2 dan 2.3, dapat dibuatkan
rekapitulasinya.

E.

Data Status Imunisasi (RL 2c), laporan ini merupakan salah satu bagian dari RL
2a, terutama yang termasuk pada penyebab sakit pada DTD 035, 012, 013, 007.0007.9, 014, 015, 028 dan DTD 037-038.9 dan juga ada hubungannya dengan status
Imunisasi Pasien di RL 2b yang terkena penyakit seperti DTD yang disebutkan diatas,
jadi bisa dilihat pada RL 2a dan 2b.

7
F.

Data Dasar Rumah Sakit (RL 3) yaitu data mengenai jumlah TT yang tersedia di
rumah sakit dan fasilitas yang ada di unit rawat jalan/poliklinik yang menyediakan
pelayanan dokter spesialis/sub spesialis untuk menangani pasien.

G.

Untuk Data RL 4 (mengenai Data Ketenagaan Rumah Sakit). Penyajian data


tentang tenaga kesehatan yang ada di sebuah rumah sakit, bisa diambil data dari RL 4
tentang tenaga kesehatan saja, kemudian dipilah menjadi beberapa bagian atau
diklasifikasikan berdasarkan tenaga medis, keperawatan, farmasi, dan lain-lain seperti
yang ada di RL 4 halaman 1 s/d 4. Dapat pula dibandingkan dengan RL yang lainnya.
Misalnya tenaga perawat dibandingkan dengan jumlah pasien yang dirawat setiap
hari.

H.

Untuk data RL 4a (Data Individual Ketenagaan) dibuatkan khusus untuk


kepentingan Departemen Kesehatan sendiri tentang tenaga untuk rumah sakit vertikal.

I.

RL 5 merupakan data tentang Data Peralatan Medik Rumah Sakit. Dengan


format RL 5 ini, rasanya sudah cukup untuk menilai suatu alat laik atau tidak untuk
dipergunakan.

J.

Pada RL 6 (Data Infeksi Nosokomial Rumah Sakit) dapat disajikan tentang infeksi
nosokomial yang mungkin terjadi selama masa perawatan yang berasal dari ruang
perawatan rumah sakit. Dari data tersebut dapat diolah seberapa tinggi/banyaknya
infeksi yang terjadi.
BAB IV
PENYAJIAN DATA DI DITJEN PELAYANAN MEDIK
Penyajian dalam bentuk buku, yaitu :
1. Seri 1 : Kegiatan Rumah Sakit
Hasil dari hasil pengolahan data kegiatan rumah sakit (RL1) antara lain :
a. Indikator Rumah Sakit Umum per Pemilik.
b. Indikator Rumah Sakit Umum per Propinsi.
c. Indikator Rumah Sakit Umum Depkes/Pemda per Kelas.
d. Indikator Rumah Sakit Jiwa per Kelas.
e. Indikator Rumah Sakit Khusus.
f. Prosentase Kegiatan Pelayanan Unit Darurat pada RSU per Pemilik.
b. Prosentase Kegiatan Kebidanan/Persalinan di RSU,RSIA & RSB Pasien Rujukan &
Non Rujukan per Pemilik
c. Prosentase Kegiatan Perinatologi di RSU, RSIA dan RSB per Pemilik.
d. Prosentase Kegiatan Pembedahan pada RSU per Pemilik.
e. Prosentase Kegiatan Pemeriksaan Laboratorium Klinik pada RSU per Pemilik.
f. Dan lain lain
2. Seri 2 : Ketenagaan Rumah Sakit
Hasil dari pengolahan data keadaan tenaga rumah sakit (RL 4) antara lain :
a.
Jumlah Seluruh Tenaga Rumah Sakit (Umum dan Khusus) per Pemilik
b.
Jumlah Seluruh Tenaga Rumah Sakit (Umum dan Khusus) per Propinsi
c.
Jumlah Seluruh Tenaga Rumah Sakit Umum per Pemilik
d.
Jumlah Seluruh Tenaga Rumah Sakit Umum per Propinsi
c. Jumlah Seluruh Tenaga Rumah Sakit Umum Depkes Pemda per Kelas.
d. Jumlah Seluruh Tenaga Rumah Sakit Khusus per Pemilik.
e. Seluruh Tenaga Rumah Sakit Khusus per Jenis.
f. Jumlah Dokter menurut Pendidikan pada Seluruh RSU diperinci per Pemilik
g. Jumlah Dokter menurut Pendidikan pada RSU Depkes Pemda diperinci per Kelas.
h. Jumlah Tenaga Keperawatan pada Rumah Sakit Umum per Pemilik.
i. Jumlah Tenaga Medis pada RSU Depkes Pemda per Kelas dan Status Kepegawaian
j. Dan lain-lain
3. Seri 3 : Morbiditas dan Mortalitas
Berbagai jenis data yang dapat disajikan dari pengolahan data morbiditas dan
mortalitas rumah sakit antara lain :
a. Derajat Kesehatan :
- Angka kematian kasar Rumah Sakit
- Peringkat kematian
- Angka kematian Maternal
- Angka kematian Perinatal
b. Pola Penyakit :
- Pola penyakit menurut golongan umur
- Pola penyakit menurut jenis kelamin
- Pola 10 besar peringkat penyakit

8
- Pola 10 besar peringkat Neoplasma Ganas.
c. Distribusi golongan sebab sakit menurut DTD dalam bentuk tabel.
d. Prosentase golongan sebab sakit dan peringkat menurut Bab pada ICD
e. Case Fatality Rate (CFR) dari setiap golongan sebab sakit, prosentase tingkat
keganasan golongan sebab sakit penyebab kematian.
4. Buku Daftar Rumah Sakit
Hasil dari pengolahan data dasar rumah sakit (RL3) antara lain :
a. Jumlah Rumah Sakit dan Tempat tidur per Propinsi.
b. Jumlah Rumah Sakit Dep Kes / Pemda dan Tempat tidur per Propinsi.
c. Jumlah Rumah Sakit Pemda danTempat Tidur per Propinsi dan per jenis.
d.
Jumlah Rumah Sakit dan Tempat Tidur per Pemilik
e.
Rasio Tempat Tidur terhadap penduduk
f.
Distribusi RSU per Pemilik dan Pengelompokan Tempat Tidur Indonesia.
e. Nama Direktur Rumah Sakit.
f. Alamat Rumah Sakit dan Penyenggaranya
g. Nomor Telpon dan Nomor faxsimili.
5. Buku Saku
Berbagai Jenis data yang disajikan di dalam Buku Saku, antara lain bersumber dari
hasil pengolahan RL 1, RL 3 dan RL 4.
6. Dan lain-lain sesuai kebutuhan baik di lingkungan Depkes ataupun Departemen
lainnya maupun Perusahaan-perusahaan Swasta yang memerlukannya antara lain :
6.1.

6.2.
6.3.

6.4.

6.5.

Penyajian dari pengolahan data keadaan morbiditas pasien rawat inap dan
rawat jalan survailans terpadu rumah sakit (RL2a1 & RL2b1) antara lain :
a. 10 besar penyakit menular
b. 10 besar penyakit penyebab kematian (khusus untuk RL 2a1).
Penyajian dari pengolahan data status imunisasi (RL2c) antara lain :
Gambaran mengenai berapa kali dilakukan imunisasi pada beberapa penyakit
(seperti terdapat dalam formulir).
Penyajian data dari hasil pengolahan data individual morbiditas pasien rawat
inap rumah sakit (RL 2.1, 2.2, 2.3) antara lain :
a. Jumlah kasus menurut pendidikan
b. Jumlah pasien obstetrik menurut pekerjaan
c. Jumlah pasien obstetrik menurut paritas
d. Jumlah pasien melahirkan dengan EV, ektrasi cunan dan SC
Penyajian data dari pengolahan data Peralatan Medik Rumah Sakit (RL 5) antara
lain :
a. Jumlah peralatan medik di RSU per Pemilik.
b. Jumlah peralatan medik di RSU Depkes Pemda per Klas.
c. Jumlah peralatan medik di RSU per Propinsi.
d. Jumlah per Jenis peralatan medik di RSU per Pemilik menurut kondisi.
e. Rekapitulasi RS dalam penyelenggara kegiatan kesehatan lingkungan.
Penyajian data dari pengolahan data infeksi Nosokomial (RL 6) antara lain :
a. Presentase Infeksi Nosokomial di rumah sakit.
b. Presentase Infeksi Nosokomial di masing masing spesialisasi ruangan.
c. Jenis Infeksi Nosokomial tertinggi di rumah sakit.

7. Leaflet
Untuk beberapa Data/Informasi yang diperlukan sebagai prioritas utama pada saat
tertentu akan disajikan di dalam bentuk leaflet.
Hasil pengolahan data yang diperoleh dari Rumah Sakit melalui pelaporan RL1 s/d
RL6 disajikan dalam berbagai bentuk antara lain :
a. Tabel - tabel
b. Grafik
c. Bar Diagram
d. Pie Diagram
e. Deskriptif / Narasi
f. dll.
BAB V
PENYAJIAN DATA DI RUMAH SAKIT
Data yang telah selesai diolah, selanjutnya dapat disajikan dalam bentuk narasi/deskriptif,
tabel maupun grafik.

9
Penyajian data dapat merupakan hasil pengolahan setiap formulir RL, namun dapat
pula merupakan penyajian antar tabel pada satu formulir RL atau gabungan
beberapa formulir RL, hal ini disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing rumah
sakit.
Sebagai gambaran kita lihat contoh-contoh berikut ini :
Contoh A
1.

: Penyajian masing-masing tabel pada data Kegiatan Rumah Sakit di RL


1. Pokok bahasan : Efisiensi rumah sakit.
Untuk menampilkan grafik yang berhubungan dengan efisiensi rumah
sakit, dapat digunakan grafik Barber-Johnson. Hal ini tentunya
memerlukan data-data tentang BOR, ALOS, TOI dan BTO. Untuk
menentukan 4 indikator itu, diperlukan data yang terdapat di halaman 1
RL1, yaitu data tentang jumlah hari perawatan, lama rawat, jumlah
pasien keluar hidup & mati serta periode waktu.
2. Pokok bahasan : Rekapitulasi Bed Occupancy Rate (BOR) setiap
triwulan.
Untuk menampilkan grafik tentang rekapitulasi BOR, diperlukan nilai BOR
untuk setiap triwulan pada periode 1 tahun atau lebih, data yang
diperlukan untuk menentukan nilai BOR tersebut dalam suatu periode, dapat
dilihat pada halaman 1 RL 1, yaitu data tentang hari perawatan, dan
jumlah tempat tidur serta periodenya.
3. Pokok bahasan : Persalinan di ruang rawat inap.
Dapat menampilkan data dalam bentuk grafik untuk melihat perbandingan
antara persalinan normal dengan persalinan komplikasi. Data ini
diambil dari RL1 halaman 2 tentang kegiatan kebidanan dan
perinatologi.
4. Pokok bahasan : Pemeriksaan Radiologi.
Misalnya akan ditampilkan grafik tentang jumlah pasien yang di CT Scan di
kepala dan luar kepala yang dilakukan di rumah sakit pada periode
tertentu. Data ini dapat diambil dari RL1 halaman 3.
5. Pokok bahasan : Pemeriksaan Diagnostik.
Misalnya menyajikan data tentang pemeriksaan EKG, EEG dan Endoskopi
yang datanya diambil dari RL1 halaman 3 tentang kegiatan pelayanan
khusus.
6. Pokok bahasan : Peserta KB
Untuk mengetahui berapa prosentase peserta KB baru dengan peserta
KB Lama/Kunjungan Ulang yang melakukan pemeriksaan di rumah sakit.
Data ini bisa diambil di RL1 halaman 4 tentang Kegiatan Keluarga
Berencana. Untuk prosentase peserta baru KB, dihitung dengan cara
membagi antara peserta KB baru dengan jumlah kunjungan KB
keseluruhan dan prosentase peserta lama/kunjungan ulang dihitung
dengan
cara
membagi
antara
jumlah
kunjungan
peserta
lama/kunjungan ulang dengan jumlah kunjungan KB keseluruhan.
Dari data ini dapat dibuatkan grafik perbandingan prosentase antara
peserta baru KB dengan peserta KB lama/kunjungan ulang.

Contoh B

: Penyajian data pada RL 2a, RL 2b dan 2c


1. Pokok bahasan : Ranking 10 Besar Penyakit Rawat Inap & Jalan.
Untuk menyajikan data 10 besar penyakit rawat inap & jalan, maka
diperlukan data dari RL 2a untuk ranking penyakit rawat inap dan RL
2b untuk ranking penyakit rawat jalan.
2. Pokok bahasan : Status Imunisasi.
Dapat dibuatkan tabel rekapitulasi bulanan untuk RL 2c (Status
Imunisasi) dengan cara melihat jumlah kasus penyebab sakit (difteri,
pertusis, TBC paru, polio, hepatitis, tetanus, tetanus neonatorium, dan
campak) setiap bulan (Dilihat pada RL 2a), dan disesuaikan dengan
status imunisasi pasien yang sakit tersebut (Dilihat pada RL 2b).
3. Pokok bahasan : Data Ketenagaan Kesehatan.
Penyajian data ini dapat diambil dari RL 4, terutama tentang Tenaga
Kesehatan di suatu rumah sakit, bisa disajikan dalam beberapa triwulan
untuk melihat perkembangan jumlah ketenagaan, bisa dipisahkan atau
dikategorikan berdasarkan klasifikasi yang ada di RL 4 tersebut.

Contoh C

: Penyajian antar tabel pada Data Kegiatan Rumah Sakit di RL 1.


Pokok bahasan : Utilisasi Pemeriksaan Laboratorium.
Menyajikan nilai perbandingan jumlah pemeriksaan laboratorium dengan
jumlah pengunjung Rumah Sakit pada periode tertentu.

Contoh D

: Penyajian dari beberapa RL.

10
1. Pokok bahasan : Pasien dengan kasus Dengue Haemorragic Fever
(DHF)/ Demam Berdarah Dengue.
Menyajikan prosentase pasien DHF dengan pasien masuk pada periode
tertentu. Untuk data tersebut, bisa dilihat dari RL1 tentang pasien masuk
dan di RL2a tentang jumlah pasien dengan kasus DHF.
2. Pokok bahasan : Tenaga Keperawatan.
Penyajian data dari RL1 halaman 1 dengan RL 4 halaman 2, tentang
Jumlah tenaga keperawatan dengan rata-rata pasien yang
dirawat/hari. Menyajikan data tentang perbandingan antara rata-rata
pasien dirawat/hari dengan jumlah tenaga perawat tersebut dapat dalam
bentuk tabel dan grafik
3. Pokok bahasan : Tenaga Medis dan Jumlah Kunjungan Pasien Rawat
Jalan dan Pasien yang dirawat .
Data ini dapat disajikan melalui proses penggabungan 2 RL, yaitu RL1
tentang Kegiatan Rumah Sakit, terutama melihat jumlah kunjungan
pasien poliklinik/rawat jalan dan jumlah kunjungan ke UGD/IGD, dan
RL 4 tentang tenaga medis, baik yang prektek di unit rawat
jalan/poliklinik atau dokter yang merawat pasien di ruangan.
BAB VI
PENUTUP
Buku Petunjuk Pengisian, Pengolahan dan Penyajian Data Rumah Sakit ini diharapkan dapat
dipergunakan dan akan sangat membantu semua pihak pembuat laporan di Rumah Sakit.
Buku ini merupakan petunjuk pengisian pelaporan pada Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS)
Revisi V yang berlaku sampai saat ini, mudah-mudahan dengan adanya Buku Petunjuk ini
akan mempermudah membuat setiap jenis pelaporan di Rumah Sakit, sehingga
pengirimannya dapat dengan cepat, tepat dan akurat, yang hasil akhirnya akan
mendapatkan Informasi yang baik dan benar pula.
Demi kesempurnaan dari Buku ini untuk masa mendatang, sangat diharapkan masukanmasukan berupa saran dari pengalaman setelah penggunaan Buku Petunjuk Pengisian,
Pengolahan dan Penyajian Data Rumah Sakit ini.