Anda di halaman 1dari 8

1.

Pendahuluan
IFRS 5 mengharuskan entitas-entitas untuk melakukan reklasifikasi aset tidak
lancarnya di dalam laporan posisi keuangan menjadi dikuasai untuk dijual, atau pelepasan
kelompok aset entitas bilamana manajemen memutuskan untuk menjual aset tersebut di
dalam satu tahun. kelompok aset yang dihentikan penggunaannya dapat diklasifikasikan
sebagai operasi yang dihentikan bilamana memenuhi kriteria tertentu. IFRS 5 mensyaratkan
bahwa semua aset tersebut dibukukan atas dasar yang terendah antara nilai yang tercatat atau
estimasi harga jual dikurang dengan biaya untuk menjual (nilai neto yang dapat
direalisasikan). Sekali aset tersebut direklasifikasikan sebagai aset yang dikuasai untuk dijual
atau kelompok pelepasan aset, maka aset tersebut tidak lagi merupakan subyek untuk
penyusutan.

PSAK No. 58 merupakan adopsi dari IFRS 5 tentang Non-current Assets Held

for Sale and Discontinued Operations. IFRS 5 adalah standar pertama yang dihasilkan dari
joint project antara IASB dan FASB. IFRS 5 ini adalah hasil review Standar FASB SFAS No.
144 Accounting for the Impairment or Disposal of Long-Lived Assets yang diterbitkan tahun
2001.
Selain karena dihasilkan dari joint project pertama antara IASB dan FASB, PSAK ini
cukup menarik untuk dicermati karena mengatur klasifikasi aset yang belum pernah ada
sebelumnya di IFRS maupun PSAK. PSAK No. 58 mensyaratkan suatu aset yang akan dijual
dan memenuhi beberapa syarat tertentu diukur pada nilai yang lebih rendah antara nilai
tercatat dan nilai wajar neto (nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual). Aset ini harus
disajikan sebagai kelompok terpisah sebagai Aset Tidak Lancar Dimiliki untuk Dijual
dalam Laporan Posisi Keuangan (Neraca).
Sebelum terbitnya standar ini, tidak ada perbedaan klasifikasi dalam IFRS atau
PSAK, antara aset tidak lancar yang dimiliki untuk digunakan dengan aset tidak lancar yang
dimiliki untuk dijual, kecuali klasifikasi yang berhubungan dengan instrumen keuangan.
Sementara US GAAP mengklasifikasikan aset tidak lancar menjadi dua kelompok: (1)
dimiliki untuk digunakan, dan (2) dimiliki untuk dijual. IASB berpendapat bahwa penyajian
informasi tentang aset atau kelompok aset yang akan dilepas akan memberikan manfaat bagi
pengguna Laporan Keuangan. Informasi ini dapat membantu pengguna dalam menilai waktu,
jumlah, dan kepastian dari arus kas masa depan. Dengan adanya suatu klasifikasi aset sebagai
aset tidak lancar dimiliki untuk dijual membuat IFRS (dan tentunya PSAK) menjadi lebih
lengkap dan lebih konvergen dengan standar lain, dalam hal ini US GAAP.

2. Ruang Lingkup
IFRS 5 menangani aset tidak lancar yang terbanyak. Namun, standar ini tidak
memasukkan aset tertentu dari ruang lingkupnya aset yang tidak dimasukkan,
diklasifikasikan menjadi dua kategori utama:
a) Aset tidak lancar yang telah dinilai pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar
yang dibukukan di dalam laba atau rugi, seperti aset keuangan.
b) Aset untuk mana terdapat kendala dalam menentukan nilai wajarnya, seperti aset
pajak yang ditangguhkan, aset yang timbul dari imbalan karyawan dan hak
kontraktual menurut kontrak asuransi.
3. Bilamana dilakukan Reklasifikasi
Jika kondisi berikut dipenuhi, maka Standar Pelaporan Keuangan Internasional
(IFRS) mengharuskan entitas-entitas untuk melakukan reklasifikasi asetnya sebagai aset yang
dikuasai untuk dijual atau sebagai kelompok aset yang dilepaskan:
Suatu aset tidak lancar atau kelompok aset yang dilepaskan harus tersedia untuk
penjualan segera dan penjualan harus mempunyai kemungkinan tinggi untuk
direalisasikan harga pasar harus masuk akal dibandingkan dengan nilai wajar berjalan
dari aset tidak lancar tersebut atau kelompok aset yang dilepaskan.
Untuk aset yang sudah tersedia untuk dijual segera, maka tindakan yang diperlukan
untuk menyelesaikan penjualan tersebut, harus dilakukan atau mustahil untuk
dibatalkan.
Penjualan harus terjadi di dalam kurun waktu satu tahun dari tanggal dimulainya
pengklasifikasian.
Apabila penjualan tidak diselesaikan dalam kurun waktu satu tahun, maka aset tersebut harus
diklasifikasikan sebagai yang dikuasai untuk dijual jika persyaratan berikut dipenuhi:
Entitas berkomitmen untuk menjual aset tidak lancar, tetapi kondisi dipaksakan oleh
pihak lain yang menyebabkan penjualan tidak selesai hingga suatu komitmen
pembelian entitas dilakukan dan komitmen ini sangat mungkin terjadi di dalam kurung
waktu satu tahun.
Suatu komitmen pembelian entitas dilakukan, tetapi kondisi yang tidak diharapkan,
dipaksakan oleh pembeli aset tidak lancar tersebut.
Aset tidak dijual karena keadaan yang tidak memungkinkan muncul Aaset tidak lancar
harus dipasarkan pada harga yang masuk akal dan harus memenuhi kriteria, untuk terus
diklasifikasikan sebagai aset yang dikuasai untuk dijual.
Contoh :
Common Seals Inc., berkomitmen untuk menjual fasilitas di California dan menyewa
sebuah agen untuk mempromosikan penjualannya. Entitas melakukan reklasifikasi
fasilitas tersebut dari aset tidak lancar menjadi aset yang dikuasai untuk dijual.Selama
tahun bersangkutan, kondisi ekonomi di AS sangat memburuk, di mana harga-harga
menurun dan kredit tidak tersedia untuk fasilitas yang baru.Setahun telah berlalu dan
2

fasilitas belum juga terjual. Manajemen masih ingin menjual asetnya dan secara aktif
mempromosikannya termasuk pengurangan atas harga jualnya.
Haruskah Common Seals Inc., mengembalikan klasifikasi fasilitas litbang menjadi suatu aset
tetap pabrik atau terus untuk membukukannya sebagai aset yang dikuasai untuk dijual?
Kriteria keempat di dalam IFRS 5 mengizinkan Common Seals Inc., untuk tetap
mempertahankan aset yang dikuasai untuk dijual karena manajemen melakukan semuanya
agar fasilitas tersebut dapat dijual walaupun entitas menghadapi kendala yang luar biasa
dalam mewujudkan penjualan tersebut.
4. Asset yang dimiliki untuk dijual
Apabila suatu entitas memutuskan untuk menjual suatu aset tidak lancar dalam kurun
waktu setahun atau kurang, maka IFRS 5 mengharuskan entitas untuk melakukan
reklasifikasi aset sebagai dikuasai/ dimiliki untuk dijual.Peristiwa utama yang memicu
reklasifikasi yaitu bilamana entitas memutuskan untuk menjual aset daripada terus untuk
menggunakannya.
Contoh :
Entitas XYZ sedang merelokasi fasilitas manufakturnya dari AS ke Cina. Bangunan
pabrik beserta tanahnya tidak diperlukan lagi dan manajemen memutuskan untuk
menjualnya. Dua tahun telah berlalu dan manajemen tidak mampu untuk menjual bangunan
tersebut karena kondisi ekonomi yang menurun di AS.
Dalam hal ini, aset harus terus untuk mereklasifikasikannya sebagai aset yang
dikuasai untuk dijual walaupun IFRS 5 mengharuskan penjualan untuk terjadi di dalam satu
tahun. Oleh karena kondisi berada di luar kendali manajemen, maka entitas masih
memperlakukannya sebagai aset yang dikuasai untuk dijual daripada aset tidak lancar yang
dimaksudkan untuk digunakan.Hal itu berarti aset harus diklasifikasikan sebagai yang
dikuasai untuk dijual dan dicatat atas dasar manakah yang terendah antara harga perolehan
atau nilai neto yang dapat direalisasikan.
5. Kelompok Aset yang Dilepaskan (Dijual)
IFRS 5 mendefisinikan sekelompok aset yang dilepaskan sebagai aset yang harus
dilepaskan (dijual) bersama-sama sebagai suatu kelompok di dalam suatu transaksi tunggal
Suatu kelompok aset yang dilepaskan, biasanya merupakan suatu komponen dari suatu
entitas.Misalnya, suatu komponen dari suatu entitas dapat menjadi segmen bisnis (lokasi
geografis atau lini produk), suatu unit penghasil kas, atau suatu anak entitas.
Contoh :
Entitas ABC memutuskan untuk mengeliminasi operasinya di AS Midwest yang
menjual produk perawatan kesehatan, tetapi akan terus beroperasi pada bagian lain dari
negara tersebut.
3

Dalam hal ini, aset yang berlokasi di Midwest akan dianggap sebagai kelompok aset
yang dilepaskan karena operasi milik entitas di Midwest dianggap oleh manajemen entitas
sebagai unit penghasil kas atau suatu segmen geografis.
6. Pengukuran Aset Tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual atau Kelompok Aset
yang Dilepaskan
Suatu aset harus diukur sesuai dengan Standar Pelaporan Keuangan Internasional
yang berlaku sebelum klasifikasi sebagai yang dikuasai untuk dijual. Aset tidak lancar
diklasifikasikan sebagai kelompok aset yang dilepaskan atau dikuasai untuk dijual yang
diukur atas dasar mana yang lebih rendah antara jumlah yang tercatat dengan nilai wajar
dikurang dengan biaya untuk menjual. Nilai wajar adalah jumlah yang diinginkan, suatu
pihak yang berkemauan, untuk membayar suatu pembelian aset dalam transaksi wajar. Biaya
untuk menjual merupakan estimasi biaya yang penting untuk melepaskan aset seperti biaya
iklan atau biaya komisi.
Biaya untuk menjual diukur pada nilai sekarang bilamana penjualan diharapkan
terjadi setelah satu tahun. Kenaikan di dalam nilai sekarang dicerminkan sebagai biaya
keuangan dalam laba atau rugi. Kerugian karena penurunan nilai dicerminkan sebagai laba
atau rugi atas penurunan awal atau berikut daripada aset atau kelompok aset yang dilepaskan
terhadap nilai wajar dikurang dengan biaya untuk menjual.
Kenaikan berikutnya di dalam nilai wajar dikurang dengan biaya untuk menjual suatu
aset diakui di dalam laba atau rugi hingga sebatas tidak melebihi kerugian karena penurunan
nilai kumulatif (IAS36). Aset tidak lancar atau kelompok aset yang dilepaskan sebagai
dikuasai untuk dijual tidak boleh disusutkan.
7. Perubahan dalam klasifikasi dari yang dikuasai untuk dijual
Manajemen dapat memutuskan untuk mengubah klasifikasi suatu aset yang dikuasai
untuk dijual karena kondisi yang membuat manajemen merubah rencananya untuk menjual
aset yang bersangkutan. Perubahan klasifikasi dari yang dikuasai untuk dijual terhadap aset
tetap pabrik akan mengharuskan aset tersebut dibukukan pada yang lebih rendah antara
jumlah yang dari aset sebelum klasifikasinya kepada yang dikuasai untuk dijual dengan
jumlah neto yang dapat direalisasikan daripada aset ketika manajemen memutuskan untuk
tidak menjualnya.

Contoh :
Pada tanggal 1 Januari 2008, Mina Production Inc., mengklasifikasikan suatu fasilitas
produksi dari aset tidak lancar menjadi aset yang dikuasai untuk dijual. Jumlah yang tercatat
dari aset ketika keputusan untuk menjual sebesar $1,5juta (harga perolehan sebesar $2,2juta
dikurang dengan akumulasi penyusutan $700ribu). Satu tahun setengah kemudian, pada
tanggal 30 Juni 2009, manajemen memutuskan untuk tidak menjual aset tersebut karena
adanya suatu pertimbangan strategik yang baru Estimasi nilai wajar aset, bersih dari biaya
untuk menjual diestimasikan menjadi $900ribu.
Berapakah jumlah fasilitas peroduksi yang harus dibukukan pada tanggal pembatalan
aset kembali menjadi aset tidak lancar?
IFRS 5 mengharuskan entitas-entitas untuk memilih yang lebih rendah dari nilai yang
tercatat dari aset sebelum diklasifikasikan sebagai yang dikuasai untuk dijual (yaitu $1,5juta)
dengan nilai wajar dari aset yang bersih dari biaya menjual, pada tanggal pembatalan kembali
kepada aset tetap pabrik (yaitu $900ribu). Atas dasar informasi ini, Mina Production Inc.,
harus membukukan aset pada $900ribu dengan kerugian sebesar $600ribu yang harus
dibukukan atas pengukuran kembali dari aset tidak lancar.
8. Pengungkapan
IFRS 5 mengharuskan pengungkapan berikut:

Aset tidak lancar dan kelompok aset dan liabilitas yang dilepaskan harus diungkapkan

secara terpisah pada laporan posisi keuangan.


Pengungkapan juga harus meliputi keterangan aset tidak lancar dari suatu kelompok aset
yang dilepaskan, keterangan mengenai fakta dan kondisi penjualan, dan harapan cara dan

waktu pelepasan tersebut.


Setiap keuntungan atau kerugian yang ditimbulkan dari pengukuran kembali aset yang
dikuasai untuk dijual atau sekelompok aset yang dilepaskan harus dilaporkan di dalam

laporan pendapatan komprehensif di dalam laba atau rugi dari operasi yang berkelanjutan.
Setiap keuntungan atau kerugian atas operasi yang dihentikan harus dilaporkan sebagai
pos tunggal, bersih dari pajak, pada halaman muka laporan pendapatan komprehensif
sebagai pos lini yang terpisah, selain itu catatan atas pengungkapan pendapatan dan beban
yang timbul dari operasi yang dihentikan.

Contoh 1:
5

Pada saat reklasifikasi aset tgl 1 Desember 2007:

Aset dipindahkan dari kelompok Aset Tetap ke kelompok Aset dimiliki untuk dijual

Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset tsb adalah Rp77juta (Rp80 Rp3juta).
Jumlah ini lebih tinggi dari nilai tercatat aset sebesar Rp73juta (Rp100 ((Rp100Rp10)/10 X 3). Jadi Aset tetap diukur sebesar Rp73juta.

Pada saat dijual tgl 30 Juni 2008, mengakui laba dari penjualan sebesar Rp4juta (perolehan
Rp77juta nilai tercatat kini Rp73juta
Jurnal:

1 Desember 2007
Dr. Aset dimiliki untuk dijual Rp73juta
Dr. Akumulasi depresiasi
Cr.

Rp27juta

Aset tetap

Rp100juta

30 Juni 2008
Dr. Kas

Rp77juta

Cr.

Aset dimiliki utk dijual

Cr.

Keuntungan penjualan aset

Rp73juta
Rp4juta

Contoh 2:
PT ABC mempunyai aset tetap yang diperoleh 1 Desember 2009 pada biaya
perolehan Rp 100 juta. Nilai residu aset diestimasikan sebesar Rp 10 juta dan masa manfaat
10 tahun. Pada 1 Desember 2012, aset tersebut diklasifikasikan sebagai aset dimiliki untuk
dijual. Nilai wajar diestimasikan Rp 80 juta dan biaya untuk menjual adalah Rp 3 juta. Aset
tersebut terjual pada 30 juni 2013 pada harga Rp 77 juta
Jawab:
Pada saat reklasifikasi aset tanggal 1 Desember 2012

Aset dipindahkan dari kelompok aset tetap ke kelompok aset dimiliki untuk dijual

Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset tersebut adalah Rp 77 juga. Jumlah
tersebut lebih tinggi daripada nilai tercatat aset sebesar Rp 73 juta. Jadi aset tetap diukur
pada Rp 73 juta

Pada saat dijual, mengakui laba dari penjualan sebesar Rp 4 juta

Jurnal 1 Desember 2012


6

Dr. Aset dimiliki untuk dijual

Rp 73juta

Dr. Akumulasi depresiasi

Rp 27 juta

Cr.

Aset tetap

Rp 100 juta

Jurnal 30 Juni 2013


Dr. Kas

Rp 77juta
Cr.

Aset dimiliki untuk dijual

Cr.

Keuntungan penjualan aset

Rp 73 juta
Rp 4 juta

Contoh 3
Sama seperti contoh sebelumnya, namun nilai wajar aset diestimasikan Rp 40 juta dan biaya
untuk menjual Rp 2 juta. Aset dijual pada tanggal 30 juni 2013 seharga Rp 38 juta
Desember 2012

Niai tercatat Rp 73 juta

Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual Rp 38 juta

Jadi aset dimiliki untuk dijual diukur pada Rp 38 juta

Rugi penurunan nilai yang diakui adalah Rp 35 juta

Jurnal 1 Desember 2012


Dr. Aset dimiliki untuk dijual
Dr. Akumulasi depresiasi
Dr. Rugi penurunan nilai
Cr.
Jurnal 30 Juni 2013
Dr. Kas
Cr.

Rp 38juta
Rp 27 juta
Rp 35 juta
Aset tetap

Rp 100 juta

Rp 38 juta
Aset dimiliki untuk dijual

Rp 38 juta

Pengukuran Selanjutnya
Masih memenuhi kriteria aset dimiliki untuk dijual?
Jika IYA, maka bandingkan kembali nilai tercatat dengan nilai wajar dikurangi biaya
untuk menjual terkini
Jika terjadi penurunan nilai atau pembalikan rugi penurunan nilai segera dicatat
Jika TIDAK memenuhi kriteria aset dimiliki untuk dijual, maka

Dihentikan pengklasifikasiannya sebagai dimiliki untuk dijual dengan pengukuran yang lebih
rendah antara:

Nilai tercatat (carrying amount) sebelum aset direklasifikasi


Nilai terpulihkan (recoverable amount) pada tanggal keputusan dihentikan
Selisih dengan nilai tercatat kini diakui di FS

Penyajian dan Pengungkapan


Laporan Posisi Keuangan
Disajikan terpisah sebagai kelompok aset dimiliki untuk dijual => aset lancar
Pengungkapan tentang rencana penjualan
Laporan laba rugi komprehensif
Keuntungan atau kerugian dari pelepasan aset disajikan terpisah dan diungkapkan

Anda mungkin juga menyukai