Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

IMUNISASI TT (TETANUS TOXOID)

OLEH :
ANI FITRYANI
TINGKAT 3 B

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANDUNG


PRODI KEPERAWATAN BOGOR
2013

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik

Imunisasi

Sub pokok bahasan

Imunisasi TT (Tetanus toxoid) pada kehamilan

Penyuluh

Ani Fitryani

Waktu

40 menit

Sasaran

Ibu hamil dan keluarga

Tempat

Balai Desa

I. Analisa Situasi
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat
yang setinggi-tingginya. Untuk mewujudkan tujuan tersebut diciptakanlah Visi
Indonesia Sehat 2010, yang merupakan cerminan masyarakat, bangsa, dan Negara
Indonesia dengan ditandai oleh penduduknya yang hidup dengan perilaku, dan dalam
lingkungan sehat, serta memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan
yang bermutu secara adil dan merata, di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia. (Departemen Kesehatan Republik Indonesia,2005:1).
Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya kualitas kesehatan penduduk
yang antara lain ditunjukkan dengan masih tingginya angka kematian bayi, anak
balita, dan ibu maternal, serta tingginya proporsi balita yang menderita gizi kurang;
masih tingginya angka kematian akibat beberapa penyakit menular serta
kecenderungan semakin meningkatnya penyakit tidak menular; kesenjangan kualitas
kesehatan

dan

akses

terhadap

pelayanan

kesehatan

yang

bermutu

antar

wilayah/daerah, gender, dan antar kelompok status sosial ekonomi; belum


memadainya jumlah, penyebaran, komposisi, dan mutu tenaga kesehatan; serta
terbatasnya sumber pembiayaan kesehatan dan belum optimalnya alokasi pembiayaan
kesehatan. Upaya pemerintah yang nyata guna meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat salah satunya difokuskan pada program kesehatan ibu dan anak di setiap
layanan kesehatan. Program kesehatan ibu dan anak yang telah dilaksanakan selama
ini bertujuan untuk meningkatkan status derajat kesehatan ibu dan anak serta
menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Untuk itu

diperlukan upaya pengelolaan program kesehatan ibu dan anak yang bertujuan untuk
memanfaatkan dan meningkatkan jangkauan serta mutu pelayanan kesehatan ibu dan
anak secara efektif dan efisien. Derajat kesehatan masyarakat di Indonesia saat ini
masih memprihatinkan, antara lain ditandai dengan masih tingginya Angka Kematian
Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik
tahun 2007, Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia menunjukkan angka yang
masih tinggi yaitu 34 per 1.000 kelahiran hidup, dan menurut data Survei Demografi
Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia
menunjukkan angka 248 per 100.000 kelahiran hidup. Di Provinsi Jawa Barat tahun
2007 Angka Kematian Ibu maternal menunjukkan angka yang cukup tinggi yaitu
mencapai 98 per 1.000 kelahiran hidup sedangkan Angka Kematian Bayi sedikitnya
mencapai 38 per 1.000 kelahiran hidup.
Angka Kematian Ibu maternal pada tahun 2008 di Kabupaten sebesar 131 per 1000
kelahiran hidup dengan jumlah kasus kematian bayi mencapai 106 per 1000 kelahiran
hidup.
Tingginya angka kematian di Indonesia salah satunya diakibatkan tetanus
neonatorum. Jumlah kasus Tetanus Neonatorum pada tahun 2003 sebanyak 175 kasus
dengan angka kematian (CFR) 56% (Depkes RI, 2003). Angka ini sedikit menurun
dibanding tahun sebelumnya. Hal ini diduga karena meningkatnya cakupan persalinan
oleh tenaga kesehatan. Namun secara keseluruhan CFR masih tetap tinggi.
Penanganan Tetanus Neonatorum memang tidak mudah, sehingga yang terpenting
adalah usaha pencegahan, yaitu Pertolongan Persalinan yang higienis ditunjang
dengan Imunisasi Tetanus Toxoid pada ibu hamil.
II. Diagnosa
Risiko Tetanus pada ibu hamil berhubungan dengan kurang terpaparnya informasi
mengenai pentingnya imunisasi tetanus pada ibu hamil
III. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti pertemuan ini, peserta dapat memahami pentingnya imunisasi TT.
IV. Tujuan Instruksional Khusus
1. Menjelaskan pengertian dan manfaat dari imunisasi TT

2. Diharapkan ibu dapat memahami pentingnya imunisasi TT, manfaat imunisasi TT,
jumlah dosis imunisasi TT, efek samping imunisasi TT, serta mengetahui tempat
pelayanan untuk mendapatkan imunisasi TT.
V. Isi Materi
1. Definisi imunisasi TT
2. Manfaat Imunisasi TT
3. Jumlah dosis imunisasi TT
4. Efek sampingimunisasi TT
5. Tempat pelayaanan untuk mendapatkan imunisasi TT
VI. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
VII.Media
1. Leaflet
2. LCD
3. Laptop
VIII. Kegiatan Penyuluhan
No.
1.

MATERI
Pembukaan

KEGAIATAN
Membuka pertemuan dengan
mengucapkan salam
Memperkenalkan diri sendiri
Menjelaskan tujuan umum dan
tujuan khusus pertemuan kali ini
Menyampaikan waktu / kontrak
waktu yang akan digunakan dan
mendiskusikan
Memberikan sedikit gambaran
mengenai informasi yang akan

WAKTU
5 menit

2.

Pelaksanaan

disampaikan pada hari ini


Menjelaskan definisi imunisasi

10 menit

TT, manfaat imunisasi TT, Jumlah


dan dosis imunisasi TT, Efek
samping imunisasi TT, Tempat
pelayanan untuk mendapatkan
imunisasi TT
Menyimpulkan seluruh materi
3.

Evaluasi :

yang telah diberikan


Membuka sesi tanya jawab

20 menit

kepada peserta
Peserta dapat mengulang kembali
apa yang telah dijelaskan tadi

4.

Terminasi :

Mengakhiri pertemuan.

5 menit

Pembicaraan mengucapkan
terima kasihatas perhatian peserta
Mengucapkan salam penutup
IX. Kriteria Evaluasi
Evaluasi dilakukan dengan cara lisan menggunakan beberapa pertanyaan. Bentuk
soal
1. Apakah manfaat Imunisasi TT Ibu hamil?
2. Berapa jumlah dan dosis pemberian imunisasi TT untuk ibu hamil?
3. Pada usia kehamilan berapa imunisasi TT diberikan?
4. Apakah efek samping imunisasi TT?
5. Sebutkan tempat pelayanan untuk mendapat imunisasi TT?

MATERI PENYULUHAN

A. DEFINISI IMUNISASI TT
Imunisasi Tetanus Toksoid adalah proses untuk membangun kekebalan
sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus (Idanati, 2005).Vaksin Tetanus
yaitu toksin kuman tetanus yang telah dilemahkan dan kemudian dimurnikan
(Setiawan, 2006).
Penyakit tetanus adalah penyakit yang disebabkan oleh racun kuman
Clostridium tetani. Penyakit ini sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan
kejang dan kegagalan pernapasan, yang berujung pada kematian.
Pada dasarnya siapa saja dapat terkena penyakit tetanus.Tetapi yang
paling rentan adalah bayi baru lahir dan ibu yang melahirkan.Oleh karena itu,
kelompok ini menjadi perhatian utama pencegahan penyakit tetanus. Pencegahan
tetanus pada ibu danbayi dilakukan dengan mengimunisasi ibu yang sedang
hamil.
B. MANFAAT IMUNISASI TT IBU HAMIL
1.

Melindungi bayinya yang baru lahir dari tetanus neonatorum (BKKBN,


2005; Chin, 2000). Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi
pada neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan) yang disebabkan oleh
clostridium tetani, yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) dan
menyerang sistim saraf pusat (Saifuddin dkk, 2001)

2.

Melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka (Depkes RI,


2000). Kedua manfaat tersebut adalah cara untuk mencapai salah satu tujuan
dari program imunisasi secara nasional yaitu eliminasi tetanus maternal dan
tetanus neonatorum (Depkes, 2004)

C. JUMLAH DAN DOSIS PEMBERIAN IMUNISASI TT UNTUK IBU


HAMIL
Imunisasi TT untuk ibu hamil diberikan 2 kali (BKKBN, 2005), dengan
dosis 0,5 cc di injeksikan intramuskuler/subkutan dalam (Depkes RI, 2000).
Imunisasi TT sebaiknya diberikan sebelum kehamilan 8 bulan untuk
mendapatkan imunisasi TT lengkap (BKKBN, 2005). TT1 dapat diberikan sejak
di ketahui postif hamil dimana biasanya di berikan pada kunjungan pertama ibu
hamil ke sarana kesehatan (Depkes RI, 2000).
ANTIGEN
TT1
TT2
TT3
TT4
TT5

INTERVAL
(Selang Waktu Minimal)
Pada kunjungan antenatal
pertama
4 minggu setelah TT1
6 bulan setelah TT2
1 tahun setelah TT3
1 tahun setelah TT4

LAMA
PERLINDUNGAN

% PERLINDUNGAN

3 tahun
5 tahun
10 tahun
25 tahun seterusnya

80
95
99
99

D. EFEK SAMPING IMUNISASI TT


Biasanya hanya gejala-gejala ringan saja seperti nyeri, kemerahan dan
pembengkakan pada tempat suntikan (Depkes RI, 2000). TT adalah antigen yang
sangat aman dan juga aman untuk wanita hamil. Tidak ada bahaya bagi janin
apabila ibu hamil mendapatkan imunisasi TT (Saifuddin dkk, 2001).
Efek samping tersebut berlangsung 1-2 hari, ini akan sembuh sendiri dan
tidak perlukan tindakan/pengobatan (Depkes RI, 2000).
E. TEMPAT PELAYANAN UNTUK MENDAPATKAN IMUNISASI TT
a.

Puskesmas

b.

Rumah sakit

c.

Rumah bersalin

d.

Polindes

e.

Posyandu

f.

Rumah sakit swasta

g.

Dokter praktik, dan

h.

Bidan praktik (Depkes RI, 2004).


DAFTAR PUSTAKA

Depkes. 2002. Buku Imunisasi Indonesia. Jakarta.


Prawirohardjo, S. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YPS SP
Manuaba, Ida Bagus Gede. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan
Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC