Anda di halaman 1dari 9

SAP (SATUAN ACARA PENYULUHAN)

MANAJEMEN NYERI

OLEH :
JUPRI WAHYONO
NIM: 2010.C.02A.0052

YAYASAN EKA HARAP PALANGKA RAYA


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
TAHUN 2015

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Topik

: Manajemen Nyeri Non Farmakologi

Hari/Tanggal

: Rabu

Waktu

: Jam 10.30 WIB (30 menit)

Penyaji

: Jupri Wahyono

Tempat

: Ruang Dahlia (Bedah Pria) BLUD RS dr. Doris Sy;vanus


Palangka Raya

1.

Tujuan

Tujuan Umum
Setelah dilakukan tindakan keperawatan/ pendidikan kesehatan klien
diharapkan mampu mengetahui dan memahami tentang manajemen nyeri non
farmakologi
1.2 Tujuan Khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan/ pendidikan kesehatan selama 1 x 30
menit klien diharapkan mampu:
1. Mengetahui tentang pengertian nyeri
2. Mengetahui tentang macam-macam nyeri
3. Mengetahui tentang rentang dan skala intensitas nyeri
4. Mengetahui tentang manajemen nyeri
II. Sasaran
Sasaran ditujukan pada Tn. D dan Keluarga
III. Strategi Pelaksanaan
1. Metode

: Ceramah,diskusi, demonstrasi

2. Media

: Leaflet

IV. Pelaksanaan Kegiatan


No
Kegiatan
1 Pendahuluan

Penyuluh
- Salam Pembuka

Peserta
Menjawab salam

- Memperkenalkan diri

Mendengarkan

- Menyampaikan topik
2

Kerja

& tujuan penyuluhan


1. Penyampaian Materi
Menjelaskan tentang:

Mendengarkan dengan
penuh perhatian

a. Pengertian Nyeri
b. Macam-macam nyeri
c. Rentang dan skala
nyeri
2.Mendemonstrasikan
menegemen nyeri

Memperhatikan

dan

menikuti
Menegemen nyeri
Bertanya

3. Tanya Jawab
Memberikan
kesempatan kepada
peserta untuk bertanya
Menjawab pertanyaan
4. Evaluasi
Memberikan pentanyaan
tentang:
a. Pengertian nyeri
b. macam-macam nyeri
b. Rentang & skala nyeri
3

Penutup

Menjelaskan

dan

mempraktekkan

d. Menegemen nyeri
Menyimpulkan

Mendengarkan

Salam Penutup

Menjawab salam

V. Evaluasi

a. Evaluasi Struktural

Kesepakatan pertemuan dengan peserta didik

Kesiapan penyuluh dari mahasiswa.

b. Evaluasi Proses

Peserta
-

Peserta didik mengikuti kegiatan sampai selesai.

Pertemuan berjalan dengan lancar.

Penyuluh
-

Bisa memfasilitasi jalannya penyuluhan.

Bisa menjalankan perannya sesuai tugas dan tanggungjawab.

c. Evaluasi Hasil

Tes lisan : di akhir ceramah

Penilaian

Lampiran

NYERI
1. PENGERTIAN NYERI
Nyeri adalah perasaan tak nyaman dan sensasi yang sangat individual yang
tidak dapat dibagi dengan orang lain.
Nyeri adalah sensori yang tidak nyaman dan pengalaman emosi yang
dihubungkan dengan luka nyata atau potensial atau digambarkan dalam bentuk
luka (IASP/International Association for the Study of Pain, 1979)
Nyeri adalah apapun yang dikatakan seseorang yang dialaminya, ada
kapanpun seseorang mengatakannya (McCaffery, 1979)
Nyeri merupakan fenomena yang dipengaruhi oleh interaksi faktor-faktor
affective (emosional), behavior, cognitive, dan physiologic-sensory.
Definisi keperawatan tentang nyeri adalah sensasi apapun yang menyakitkan
tubuh yang dikatakan oleh individu yang mengalaminya, yang ada kapanpun
individu mengatakannya.
2. MACAM-MACAM NYERI
a. Nyeri Akut
Nyeri yang berlangsung hanya selama periode penyembuhan yang diharapkan
b. Nyeri Kronik
Berlangsung selama proses penyembuhan dan biasanya dalam periode 6 bulan
Perbedaan Nyeri Akut dengan Nyeri Kronik
NYERI AKUT

NYERI KRONIK

Ringan sampai berat

Ringan sampai berat

Respon sistem syaraf Symphatic:

Respon sistem syaraf

Nadi meningkat

Parasymphatic:

Pernafasan meningkat

Tanda-tanda vital normal

Peningkatan tekanan darah

Kulit kering, hangat

Diaphoresis

Pupil normal atau dilatasi

Dilatasi pupil
Berhubungan dengan luka jaringan;

Penyembuhan berlangsung lama

hilang dengan penyembuhan


Klien tampak gelisah dan cemas

Klien tampak depresi dan menarik


diri

Klien melaporkan nyeri

Klien sering tidak menyatakan nyeri


tanpa ditanya

Klien memperlihatkan perilaku yang

Perilaku nyeri tidak ada

mengindikasikan nyeri: menangis,


menggaruk atau memegang area
3. RENTANG DAN SKALA INTENSITAS NYERI
Skala Intensitas Numerik (kunatitatif)
0

10

Skala Intensitas Deskriptif Sederhana

Tidak Ringan
Ada
Sedang

Hebat Sangat Paling


Hebat Hebat

4. MANAJEMEN NYERI
a. Farmakologis
6

Kolaborasi dengan dokter, obat-obatan analgesia, narkotik cute oral atau


parenteral ( IM, IV, SC ) untuk mengurangi nyeri secara cepat
b. Non Farmakologis
1) Stimulasi dan pijatan
Pasien jauh lebih nyaman karena otot relaksasi, sensasi tidak nyeri
memblokir menurunkan transmisi nyeri, menggosok kulit, punggung,
bahu.
2) Kompres Es dan Panas

Es : menurunkan prostaglandin, sensitivitas reseptor nyeri kuat,


menghambat inflamasi

Panas : melancarkan aliran darah, nyeri berkurang

3) Distraksi
Suatu metode yang digunakan untuk menghilangkan nyeri dengan cara
mengalihkan perhatian pasien pada hal - hal lain sehingga pasien akan
lupa terhadap nyeri yang di alami.
Trik-trik :
Memfokuskan sesuatu selain nyeri
Persepsi nyeri berkurang
Melihat film, musik, kunjungan temanteman atau keluarga,
permainan, aktivitas tertentu (misal : catur)
Beberapa teknik distraksi :

Bernafas secara pelan pelan, massase sambil menarik nafas pelan


pelan, mendengarkan lagu, sambil menepuk nepukkan jari/kaki.

Membayangkan hal hal yang indah sambil menutup mata

Menonton TV atau acara kegemaran

4) Relaksasi

Ketegangan otot berkurang, nafas abdomen, frekuensi lambat,


berirama

Pejamkan mata, bernafas perlahan teratur konstan

Menghitung dalam hati saat udara masuk dan keluar

Perlu latihan dulu.

5) Imajinasi Terbimbing

Membayangkan setiap energi dalam menarik nafas adalah energi


kesembuhan.

Bayangkan saat mengeluarkan nafas, nyeri keluar dan tegang


berkurang.

Sebagai tambahan dari bentuk pengobatan.

DAFTAR PUSTAKA

Bagian Obstetri dan Ginekologi FK Unpad Bandung. (2000). Obstetri Fisiology.


Bandung : Elemen.
Carpenitto, Lynda Juall. (2000). Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Alih bahasa :
Monica Ester, Edisi 8. EGC : Jakarta.
Doengoes, Marilynn E. (2001). Rencana Perawatan Maternal / Bayi Edisi 2. Jakarta
: EGC.
G.W Garland and Joan M.E, 1999, Quickly Obstetric and ginekology of Nurses,
English University Press, London
Haen Forer. (1999). Perawatan Maternitas Edisi 2. Jakarta : EGC.
Hinchliff, Sue. (1996). Kamus Keperawatan. Edisi; 17. EGC : Jakarta
Manuaba. (2001). Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obstetri Ginekologi dan
KB. Jakarta : EGC.
Muchtar Rustam. (1998). Sinopsis Obstetri Fisiologi Obstetri Patologi Edisi: 2.
Jakarta : EGC.

Beri Nilai