Anda di halaman 1dari 53

FORENSIK KLINIK

Pemeriksaan selaput dara


Selaput dara yang utuh dapat dibagi tiga berdasarkan bentuk dan tepi lubangnya :
a. Bentuk teratur dan tepi teratur utuh
Hymen annularis : lubang bundar ditengah atau eksentris disegmen
anterior
Hymen semilunaris (falciforme) : lubang disegmen posterior dan
berbentuk seperti bulan sabit
Hymen labiiformis : lubang berbentuk celah yang berjalan dari
anterior keposterior dengan bibir-bibir selaput dara dikedua
sisinya.

b. Bentuk teratur dan tepi tidak teratur

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

Bentuk lubang bisa annular,semilunar atau labiiformis tetapi tepi


lubang menunjukkan celah-celah (defek konginental) yang dangkal
atau dalam, jika banyak maka tergantung dari sifat celahnya. Selaput
dara yang tampak terbelah-belah disebut hymen lobatus,tampak
bergerigi disebut hymen dentatus,sedangkan yang tampak berumbairumbai disebut hymen fimbriatus. Jika celah-celahnya sampai pada
dasar,sehingga selaput dara tampak terbagi dalam sejumlah jelabir
disebut hymen colloriformis.
c. Bentuk teratur dan tepi teratur atau tidak teratur
Yang termasuk dalam golongan ini adalah selaput dara yang atipis
(atypical) karena lubangnya tidak ada,atau lebih dari satu, atau tidak
merupakan satu kesatuan.

Hymen imperforatus : selaput dara tidak berlubang

Hymen biparitus atau hymen septus : terdapat dua lubang dengan


sekat diantaranya

Hymen partim septus : septum diantara kedua lubang tidak


merupakan satu kesatuan, tetapi terdiri dari dua jelabir selaput
yang saling berhadapan.

Hymen multiplex atau hymen colloformis : selaput dara terdiri


dari banyak jelabir.

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

Hymen cribrosus : selaput dara berlubang banyak.

Pemeriksaan anus
Kemungkinan bila terjadi hubungan seksual secara anal akan menyebabkan
luka pada anal berupa robekan, ireugaritas, keadaan fissura
Jika kasus yang dihadapi adalah kasus homoseks antara dua pria, maka
pembuktian secara kedokteran forensik adalah: adanya sperma serta air mani baik
dalam dubur maupun mulut korban, dan mendapatkan adanya unsur-unsur yang
terdapat dalam anus; juga perlu diperiksa bentuk dubur, bagi yang telah sering

melakukan persetubuhan melalui dubur, maka bentuk dari dubur akan mengalami
perubahan, duburnya terbuka, berbentuk corong (funnel shape), dan otot
sfingternya sudah tidak dapat berfungsi dengan baik.
Untuk menentukan adanya sperma dalam dubur pasangannya sama seperti
untuk menentukan sperma atau air mani pada vagina, untuk melihat unsur-unsur
yang ada dalam dubur yang terbawa atau melekat pada penis, dapat dibuat sediaan
langsung dengan atau tanpa pewarnaan.

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

PATOLOGI LUKA

Definisi : kerusakan jaringan tubuh baik diluar / didalam tubuh karena


persentuhan ruda paksa dengan benda tajam atau benda tumpul atau kombinasi
keduanya.
1. Kontusi / luka memar
Adalah luka karena kekerasan dengan benda tumpul dimana permukaan kulit
dapat rusak atau tidak, tetapi jaringan dibawah kulit bengkak dan berwarna
merah kebiruan yang disebabkan oleh karena ekstravasasi kapiler yang pecah
ke jaringan ikat sekitarnya.

2. Abrasi / luka lecet


Adalah luka pada permukaan kulit sedemikian rupa, sehingga permukaan kulit
sebelah luar sebagian atau seluruhnya hilang, dengan meninggalkan bagian
kulit dibawahnya yang bisa berdarah atau tidak berdarah karena goresan,
gesekan dan persentuhan dengan benda (benda tumpul pada umumya)

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

3. Lacerasi / luka robek


Adalah robeknya kulit dan jaringan dibawahnya yang disebabkan oleh benda
tajam atau benda tumpul dengan arah tegak lurus sehingga terjadi flap dari
kulit dan jaringan dibawahnya.

4. Luka iris
Adalah luka yang disebabkan senjata yang tepinya tajam yang menimbulkan
luka pada bagian yang tajam dari senjata yang ditekan dan ditarik (irisan) pada
permukaan kulit, sedang kekuatan yang digunakan relatif ringan.
5. Incisi / luka tusuk
Adalah luka yang disebabkan oleh benda tajam runcing/ tumpul yang
menembus kulit dan jaringan dibawahnya.

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

6. Luka bacok
Adalah luka karena persentuhan benda tajam (bisa agak tumpul) yang agak
berat dimana persentuhannya di ayunkan dengan kekuatan.

Klasifikasi luka
1. Luka yang

tidak menimbulkan halangan untuk sementara dalam

melakukan pekerjaan sehari-hari atau luka ringan


2. Luka yang menimbulkan halangan untuk sementara dalam melakukan
pekerjaan sehari-hari atau luka sedang
DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

3. Luka berat ada 7 :


a. Luka yang tidak ada harapan sembuh atau menimbulkan bahaya maut
(misalnya : luka tusuk pada perut)
b. Luka yang menyebabkan tidak mampu melakukan pekerjaan seharihari selama seumur hidup (misalnya : pemain piano yang kehilangan
jari-jarinya, dokter bedah tulang yang kehilangan fungsi tangannya)
c. Luka yang menyebabkan kehilangan salah satu panca indera
d. Cacat berat misalnya kaki atau tangan putus karena amputasi
e. Mengalami kelumpuhan
f. Wanita hamil yang mengalami keguguran
g. Terganggunya daya pikir lebih dari 4 minggu

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL

1. Bucal Swab
Pengambilan swab buccal ditujukan untuk memastikan identitas
korban dan bukti DNA.7Penggunaan bukti DNA adalah teknologi
terbaru yang digunakan terutama dalam sistem peradilan pidana untuk
mengidentifikasi pelaku kejahatan seksual. Prosedur pengumpulan
DNAdapat

bervariasi.

Namun,

semua

memerlukan

sampel

perbandingan yang harus diambil dari korban.


Prosedur pengambilan swab buccal
Kumpulan isi kit
o 4 kapas tip aplikator steril
o 1 amplop manila dengan label informasi putih terpasang
o 1 amplop manila sedikit lebih kecil
o 1 segel
o Satu pasang sarung tangan lateks bebas bubuk
Petunjuk pengambilan sampel
o Pakai sepasang sarung tangan lateks bebas bubuk. Buka
kertas steril pembungkus salah satu dari empat kapas tip
aplikator
o Gosok ujung kapas tip pada bagian dalam pipi mulut sambil
perlahan diputar. Lakukan selama sekitar 30 detik.
o Tempatkan kapas tip aplikator dalam amplop yang lebih
kecil. Kertas pembungkus kapas swab dapat dibuang.
Ulangi proses untuk sisa tiga kapas lalu masukkan dalam
amplop yang lebih kecil. Lepaskan sarung tangan karet dan
buang

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

o Tempatkan amplop yang lebihkecil berisi empat kapas tip


aplikator dalam amplop yang lebih besar dengan label
terpasang
o Isi semua informasi pada label putih
o Tempatkan amplop dengan label putih dalam amplop yang
berlabel Referensi Swab Mulut Collection Kit.
o Segel amplop yang berlabel Referensi Mulut Swab
Collection Kit dengan segel bukti dan tandai segel
o Tempatkan amplop ke Ruang Properti dan simpan di lemari
pendingin

2. Pengambilan Darah
Pada pemeriksaan spesimen darah, selalu diberi label pada tabung sampel
darah.
Catatan

:pembuluh darah femoral dan jantung

a. Darah yang diperiksa :20 cc dalam tabung dengan permukaan


merah ;

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

b. 20 cc dalam 2 x 10 cc permukaan abu-abu ; (bahan pengawet


potassium oxalate dan sodium fluoride)
c. 10 cc dengan warna permukaan keunguan (Pengawet EDTA).
Tabung ini untuk analisa DNA.
d. Untuk analisa dari bahan-bahan yang mudah menguap, darah harus
ditaruh didalam tabung tes dengan tutup yang dapat diputar
sehingga komponennya tidak tercampur dengan tutup karetnya

Pada kasus mayat yang tidak diotopsi:


1. Darah diambil dari vena femoral. Jika vena ini tidak berisi, dapat
diambil dari subclavia.
2. Pengambilan darah dengan cara jarum ditusuk pada trans-thoracic
secara acak, secara umum tidak bisa diterima, karena bila tidak
berhati-hati darah bisa terkontaminasi dengan cairan dari esophagus,
kantung perikardial, perut/ cavitas pleura.

Untuk mayat yang diotopsi:


1. Darah diambil dari vena femoral ;
2. Jika darah tidak dapat diambil dari vena femoral, dapat diambil
dari:
a. Vena subklavia
b. Aorta

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

10

c. Arteri pulmonary
d. Vena cava superior
e. Jantung
3. Darah seharusnya diberi label sesuai dengan tempat pengambilan.
4. Pada kejadian yang jarang terjadi, yang biasanya berhubungan
dengan trauma massive, darah tidak dapat diambil dari pembuluh
darah tetapi terdapat darah bebas pada rongga badan.

3. Vaginal swab
Teknik Pengambilan bahan untuk pemeriksaan laboratorium untuk
pemeriksaan cairan mani dan sel mani dalam lendir vagina, yaitu dengan
mengambil lendir vagina menggunakan pipet pasteur atau diambil dengan
ose batang gelas, atau swab. Bahan diambil dari forniks posterior, bila
mungkin dengan spekulum. Pada anak-anak atau bila selaput darah masih
utuh, pengambilan bahan sebaiknya dibatasi dari vestibulum saja.

Pengambilan Vagina Swab


a.

Alat dan Bahan


1. Spekulum
2. APD lengkap

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

11

3.

Senter

4. Lidi kapas seri


5. Tabung reaksi yang telah ditutup kapas berlemak
6.

Baskom yang berisi desinkfektan

7. Garam Fisiologis
b.

Prosedur Kerja
1. Berkomunikasilah dengan baik dengan pasien terlebih
dahulu, setelah suasana mulai kondusif, mulailah
langkah-langkah pengambilan sample
2. Suruh pasien berbaring pada kursi yang telah disiapkan
khusus untuk pengambilan sample swab vagina dengan
menekuk lutut hingga dekat paha
3. Bersihkan labia mayora dengan garam fisiologis
4. Masukkan spekulum ke lubang vagina, buka spekulum
hingga terlihat serviks
5. Oleskan lidi kapas pada bagian tersebut sebanyak dua
kali pengambilan
6. Kembalikan posisi spekulum pada posisi semula
7. Keluarkan perlahan
8. Rendam pada baskom yang berisi desinkfektan
9. Taruh lidi kapas tadi pada tabung reaksi

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

12

10. Tutup rapat dengan kapas berlemak yang terbungkus


kertas perkamen
11. Bawa ke laboratorium untuk diperiksa.

4. Pengambilan Urin
Suatu tindakan mengambil sejumlah urine sebagai sampel untuk
pemeriksaan

laboratorium.Mengambil

sampel

urine

yang

tidak terkontaminasi untuk menganalisa urine rutin atau test diagnostik


yang

meliputi

test

kultur

dan

sensitivitas.

Mengetahui

mikroorganisme dalam urine.


Proses Pengambilan Urine.
Persiapan alat

Botol yang telah disterilkan(tempat penampung spesimen)


Label spesimen
Sarung tangan sekali pakai
Larutan anti septik

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

13

adanya

Kapas sublimat
Formulir Laboratorium
Urinal (Pispot) jika klien tidak dapat berjalan
Baskom air hangat
Waslap
Sabun
Handuk

Prosedur plaksanaan :
Beritahu klien tujuan prosedur pelaksanaan
Untuk klien yang dapat berjalan
Antar klien ke kamar kecil
Antar klien untuk membasuh dan mengelap daerah genital
dan perineal dengan sabun dan air
Untuk klien wanita
Bersihkan daerah perineal dari depan kebelakang dengan
menggunakan kapas desinfektan steril hanya sekali pakai.
Untuk klien laki laki
Tarik perlahan kulit penis sehingga saluran penis tertarik
Dengan gerakan memutar, bersihkan saluran kencing. Gunakan
steril hanya sekali pakai kemudian buang. Bersihkan area
beberapa inci dari penis.

Cara Pengambilan Sampel:


Bahan urin untuk pemeriksaaan harus segar dan sebaiknya
diambil pagi hari. Pengambilan spesimen urine dilakukan oleh
penderita

sendiri

(kecuali

dalam

keadaan

yang

tidak

memungkinkan). Sebelum pengambilan spesimen, penderita harus


diberi penjelasan tentang tata cara pengambilan yang benar. Bahan

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

14

urin dapat diambil dengan cara punksi suprapubik (suprapubic


puncture=spp), dari kateter dan urin porsi tengah (midstream
urine). Bahan urin yang paling mudah diperoleh adalah urin porsi
tengah yang ditampung dalam wadah bermulut lebar dan steril.
Cara pengambilan dan penampungan urine porsi tengah pada
wanita :
a. Siapkan beberapa potongan kasa steril untuk membersihkan daerah
vagina dan muara uretra. Satu potong kasa steril dibasahi dengan
air sabun, dua potong kasa steril dibasahi air atau salin hangat dan
sepotong lagi dibiarkan dalam keadaan kering. Jangan memakai
larutan antiseptik untuk membersihkan daerah tersebut. Siapkan
pula wadah steril dan jangan buka tutupnya sebelum pembersihan
daerah vagina selesai.
b. Dengan 2 jari pisahkan kedua labia dan bersihkan daerah vagina
dengan potongan kasa steril yang mengandung sabun. Arah
pembersihan dari depan ke belakang. Kemudian buang kasa yang
telah dipakai ke tempat sampah.
c. Bilas daerah tersebut dari arah depan ke belakang dengan potongan
kasa yang dibasahi dengan air atau salin hangat. Selama
pembilasan tetap pisahkan kedua labia dengan 2 jari dan jangan
biarkan labia menyentuh muara uretra. Lakukan pembilasan sekali
lagi, kemudian keringkan daerah tersebut dengan potongan kasa
steril yang kering. Buang kasa yang telah dipakai ke tempat
sampah.
d. Dengan tetap memisahkan kedua labia, mulailah berkemih. Buang
beberapa mililiter urin yang mula-mula keluar. Kemudian tampung
aliran urin selanjutnya ke dalam wadah steril sampai kurang lebih
sepertiga atau setengah wadah terisi.
e. Setelah selesai, tutup kembali wadah urin dengan rapat dan
bersihkan dinding luar wadah dari urin yang tertumpah. Tuliskan

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

15

identitas penderita pada wadah tersebut dan kirim segera ke


laboratorium.

Cara pengambilan dan penampungan urine porsi tengah pada pria :


a. Siapkan beberapa potongan kasa steril untuk membersihkan daerah
penis dan muara uretra. Satu potong kasa steril dibasahi dengan air
sabun, dua potong kasa steril dibasahi dengan air sabun, dua
potong kasa steril dibasahi dengan air atau salin hangat dan
sepotong lagi dibiarkan dalam keadaan kering. Jangan memakai
larutan antiseptik untuk membersihkan daerah tersebut. Siapkan
pula wadah steril dan jangan buka tutupnya sebelum pembersihan
selesai.
b. Tarik prepusium ke belakang dengan satu tangan dan bersihkan
daerah ujung penis dengan kasa yang dibasahi air sabun. Buang
kasa yang telah dipakai ke tempat sampah.
c. Bilas ujung penis dengan kasa yang dibasahi air atau salin hangat.
Ulangi sekali lagi, lalu keringkan daerah tersebut dengan potongan
kasa steril yang kering. Buang kasa yang telah dipakai ke dalam
tempat sampah.
d. Dengan tetap menahan prepusium ke belakang, mulailah berkemih.
Buang beberapa mililiter urin yang keluar, kemudian tampung urin
yang keluar berikutnya ke dalam wadah steril sampai terisi
sepertiga sampai setengahnya.
e. Setelah selesai, tutup kembali wadah urin dengan rapat dan
bersihkan dinding luar wadah dari urin yang tertumpah. Tuliskan
identitas penderita pada wadah tersebut dan kirim segera ke
laboratorium.
f. Bahan urin harus segera dikirim ke laboratorium, karena
penundaan akan menyebabkan bakteri yang terdapat dalam urin
berkembang biak dan penghitungan koloni yang tumbuh pada
DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

16

biakan menunjukkan jumlah bakteri sebenarnya yang terdapat


dalam urin pada saat pengambilan. Sampel harus diterima
maksimun 1 jam setelah penampungan.2 Sampel harus sudah
diperiksa dalam waktu 2 jam. Setiap sampel yang diterima lebih
dari 2 jam setelah pengambilan tanpa bukti telah disimpan dalam
kulkas, seharusnya tidak dikultur dan sebaiknya dimintakan sampel
baru.3 Bila pengiriman terpaksa ditunda, bahan urin harus
disimpan pada suhu 40 C selama tidak lebih dari 24 jam.

5. Pengambilan muntahan dan isi lambung


Pengambilan sampel untuk pemeriksaan toksikologi pada mayat
Lambung dengan isinya
Lambung diikat pada 2 tempat:
a. Yang berbatasan dengan kerongkongan
b. Yang berbatasan dengan usus halus

Cara ini dimaksudkan untuk menghindari hancurnya


butir-butir pil atau tablet yang tertelan korban
mempermudah pemeriksaan toksikologik.

Cara yang lain adalah pemeriksaan kelainan pada


lambung oleh dokter, dapat diperkirakan jenis racun
yang ditelan korban.

6. Pengambilan jaringan dan sampel tulang

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

17

a. Jaringan, organ & tulang segar

ambil tiap bagian dgn pinset

tiap item dlm wadah sendiri & berlabel

simpan dipendingin, kirim

b. Jaringan, organ & tulang tak segar

ambil tiap bagian, tiap item wadah sendiri & berlabel.


Jaringan otot : min 25 mg o.k DNA sedikit Jaringan Hati ;
15 mg

Wadah :
a.

2 buah toples masing-masing 2 liter untuk hati dan usus.

b.

3 buah toples masing-masing 1 liter untuk lambung beserta isinya,


otak dan ginjal.

c.

4 buah botol masing-masing 25 ml untuk darah (2 buah) urine dan


empedu.

7. Pengambilan sampel gigi

Cabut gigi yg masih utuh

Masukkan dkm kantong plastik, beri label

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

18

8. Pengumpulan dan pengemasan barang bukti


a) Mengumpulkan Barang Bukti (Trace Evident)
Dokter tetap berkoordinasi dengan penyidik, terutama bila ada
team Labfor.
Dokter membantu mencari barang bukti, misal racun, anak peluru
dll.
Segala yang ditemukan diserahkan pada penyidik.
Dokter dapat meminjam barang bukti tersebut.
Selesai pemeriksaan, TKP ditutup misal selama 3 X 24 jam.
Korban dibawa ke RS dengan disertai permohonan visum et
repertum.
b) Pengambilan & Pengumpulan bahan

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

19

Harus dijaga :
- Syarat medikolegal
- Chain of evidence
Bahan-bahan tersebut :
Stat. I

: Lambung + isi , Usus + isinya

Stat. II : Hati + 500 gram, Otak + 500 gram,Paru + 250 gram


Stat. III : Ginjal (sebagian kanan/kiri), Kandung seni
Bahan-bahan lain :
- Darah (50 - 100 ml )
- Urine (100 ml )
Pada korban hidup :
- Sisa makanan/minuman
- Obat-obatan, bahan penyebab keracunan
- Bahan muntahan / hasil kumbah lambung
- Urine, darah & faeses
Kasus-kasus tertentu :
> Keracunan Alkohol :
- Darah V.Femoralis

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

20

- Urine
> Bila darah (-) :
- Sumsum tulang
- Jaringan otot
> Keracunan kronis Arsen :
- Rambut, kuku & tulang.
Wadah : gelas/plastik (inert), mulut lebar dapat ditutup rapat bersih dari
zat kimia (baru)
Jumlahnya minimal 3 buah :
Wadah I
Wadah II
Wadah III

: organ trac. Gastrointestinalis


: organ hati, empedu, otak,ginjal dll.
: organ trac. urogenitalis

Pengawet : Alkohol 96%


Bisa : es batu, dry ice, Na fluorida, Merkuri nitrat
Bahan pemeriksaan terendam dlm pengawet
> Seal dgn parafin
> Ikat tali tdk bersambung
> Beri label
> Segel ( lak + cap segel dinas ).
Pengiriman :

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

21

> Sertakan contoh bahan pengawet (100 ml) dalam botol bersih,
dilabel & segel.
> Dikirim segera setelah bahan diambil.
> Diantar ( via kurir )
> Via Paket.

Syarat-syarat surat :
> Surat permohonan pemeriksaan toksikologi
> Surat ttg laporan peristiwa atau kejadian (secara singkat).
> Surat ttg laporan otopsi
> Berita acara pembungkusan & penyegelan + cap segel dinas)
ISI LABEL :

Identitas korban

Jenis & jumlah bahan pemeriksaan

Bahan pengawet yg dipakai

Tempat

&

saat

pengambilan

bahan,

pembungkusan,

penyegelan

Tanda tangan &nama terang penyegel, dokter yg otopsi

Cap stempel dinas& segel dinas.

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

22

Pada penggalian jenazah :


> Bila mungkin bhn spt tsb diatas
> Contoh tanah : bagian atas/bawah, kiri/kanan jenazah (peti)
> Pembanding : contoh tanah radius 5 m dgn kedalaman yg
samadgn jenazah
> Masing-masing dimasukkan dalam wadah tersendiri.

PEMERIKSAAN PENUNJANG ATAU


LABORATORIUM FORENSIK

Pemeriksaan cairan mani dan sperma


1. Sperma Cair
Hisap dgn semprit/pipet masukkan tab
Atau dgn kapas, keringkan
Beri label, kirim
DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

23

2. Bercak Sperma pada benda yg dipindah


Misalnya celana, bila masih basah, keringkan
Bila kering potong yg ada nodanya amplop
Beri label, kirim ke lab.
3. Bercak sperma pd benda besar yg bisa dipotong
Misalnya; karpet, potong bagian yg ada noda
Masukkan dalam amplop, beri label, dikirim
4. Bercak pada benda tidak dpt dipindah & tdk menyerap
Misalnya; lantai, kerok bercaknya masukkan kertas lipat
Masukkan amplop, label, kirim
5. BB sperma pd korban kejahatan seksual
BB di vagina, mulut/anus korban
Tiap item dlm wadah sendiri & berlabel
Kirim ke lab.

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

24

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

25

6. Pemeriksaan bercak darah


1.

Sampel Darah Cair


a. Darah dari seseorang

Diambil dgn semprit, masukkan ke dlm tabung yg ada


EDTA +/- 1ml darah.

Beri label, simpan di pendingin atau dikirim ke lab.

b. Darah cair di TKP


DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

26

Ambil dgn semprit/pipet/kain masukkan ke tab.dgn EDTA.

Bila membeku ambil dgn spaltel.

Beri label, simpan di pendingin atau dikirim ke lab.


c. Darah cair dalam air/salju/es

2.

Sesegera mungkin, ambil secukupnya dalam botol.

Hindari kontaminasi, beri label, simpan atau kirim ke lab.

Bercak Darah Basah


a. Dipakaian

Pakaian dgn noda ditempatkan pd permukaan bersih dan


dikeringkan.

Setelah kering masukkan kantong kertas/amplop

Beri label, kirim ke lab.

b. Benda dgn bercak darah basah

Bila benda kecil biarkan kering, tapi pada benda besar hisap
bercak tsb dengan kain katun dan keringkan.

3.

Masukkan amplop, beri label dan kirim

Bercak Darah Kering

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

27

a. Pada benda yg dpt dipindahkan

Misalnya; senjata, kain kumpulkan

Tiap item masukkan dlm kantong kertas

Beri label, kirim ke lab.

b. Pada benda padat dgn permukaan kasar

Misalnya; lantai bercak dikerok masukkan amplop

Beri label, kirim

c. Pada benda besar yg tdk dpt dipindahkan

4.

5.

Bercak digosok dgn kapas basah dgn saline/air steril

Kapas dikeringkan masukkan kantong plastik

Bercak darah kering pada karpet/benda yang dapat dipotong

Potong bagian yg ada nodanya

Tiap potongan beri label

Sertakan potongan yg tdk ada nodanya sbg kontrol.

Kirim ke lab.

Percikan Darah Kering

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

28

Gunakan celotape, tempelkan pd percikan noda

Masukkan celotape tsb dlm kantong plastik

Kirim ke lab.

7. Histopatologi Forensik

Histologi
Histo = jaringan
Logos = ilmu
Ilmu yang mempelajari struktur anatomi dan jaringan di bawah
mikroskop (tingkat seluler).
Patologi
Ilmu yang mempelajari

tentang

penyakit,

penyebab,

mekanisme, dan perubahan-perubahannya, dilihat dari tingkat


selular
Tujuan

Menegakkan diagnosis sebab mati

Mengkonfirmasi temuan makroskopis

Memberi gambaran histomorfologi perjalanan penyakit

Gambaran intravitalitas

Menentukan umur secara histomorphologi (infark lama/baru, umur


luka, dsb)

Memberi gambaran riwayat korban berkaitan dengan investigasi


kriminal (pemakaian narkoba suntik kronis, luka tembak masuk,
dsb)

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

29

Gambaran histologi sel (sel sperma pada kasus kekerasan seksual)

Diagnosis berdasarkan gambaran histomorfologi pada penyakitpenyakit okupasi (asbestosis, dsb)

8. Fotografi forensik
Fotografi forensik adalah foto yang merekam objek, adegan,
dan peristiwa untuk digunakan dalam suatu proses hukum. Fotografi
forensik bisa digunakan secara spesifik untuk dokumentasi, analisis,
intelijen, atau untuk presentasi di pengadilan. Satu hal penting, gambar
yang digunakan di pengadilan mesti mengikuti aturan-aturan pemaparan
bukti-bukti sesuai yurisdiksi yang berlaku di tempat tertentu.
Gambar-gambar dalam fotografi forensik juga dapat digunakan
untuk mengekstrak data forensik seperti pengukuran jarak, dimensi,
lokasi, atau untuk mengungkap detail-detail yang tidak kasat mata (melalui
sinar x, inframerah, ultraungu).
Sebuah foto forensik harus memiliki data seperti kapan dan di
mana gambar diambil, siapa fotografernya, dan perlengkapan apa (lensa,
body, filter, dudukan, dan lain-lain) saja yang digunakan. Informasi
mengenai posisi matahari atau bayangan mungkin akan diperlukan juga
sebagai tambahan informasi tentang tanggal, waktu, atau musim. Dengan
kata lain, fotografi forensik adalah sebuah disiplin ilmiah, yang
penggunaannya mesti mengikuti aturan, prosedur, dan protokol yang ketat.
Fotografi makro adalah fotografi close-up. Lensa dirancang untuk
makro biasanya di paling tajam mereka di jarak fokus makro dan tidak
cukup sebagai tajam pada jarak fokus yang lain.Metode ini sangat berguna
dalam pekerjaan forensik, di mana detail kecil pada adegan kejahatan atau
DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

30

kecelakaan mungkin sering menjadi signifikan. Trace bukti seperti sidik


jari dan tanda selip sangat penting, dan mudah direkam menggunakan
macroscopy.

9. Test getah paru


Caranya :
o Paru-paru diletakkan diatas mejapermukaan paru-paru dibersihkan
satukali dengan pisau posisi tegak lurus
o Di iris sampai alveoli yang paling dekat dengan pleura (sub pleura)
dan di tutup
o Objek glass ditempelkan pada alveoli dan ditutup dengan gelas
penutup
Dilihat dibawah mikroskop,akan didapatkan lumpur,pasir,telur cacing,
diatome,alga, dll.

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

31

Test getah paru (+) : korban sempat/pernah bernafas dalam air


Test getah paru (-) : korban meninggal terlebih dahulu baru masuk
kedalam air/tidak sempat bernafas dalam air
Airnya jernih sama dengan air minum
Spasme laring
Vagal refleks

10. Cara mengambil gas CO2 dari sumur


Cara mengambil gas CO2 dalam sumur :

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

32

Ambil beberapa botol bersih berkapasitas 1 liter dan kosongkan (ex


: botol bir). Ikat leher dan bagian alas botol masing masing dengan
tali cukup panjang

Isi botol tersebut dengan air sampai penuh. Turunkan kedalam


sumur yang mengandung gas CO2 dengan posisi tegak (alas botol
dibawah dan leher botol diatas ). Jaga air dalam botol jangan
sampai tumpah.

Setelah sampai ketempat yang sesuai dengan korban ditemukan


meninggal (kedalamannya),botol tersebut dibalik agar semua air
dalam botol tumpah. Yaitu dengan cara menarik tali yang mengikat
alas botol dan mengulur tali yang mengikat leher botol.

Dengan keluarnya seluruh air dan botol menjadi kosong maka


botol akan vaccum sehingga gas CO2 masuk kedalam botol.

Setelah botol teriisi gas CO2 maka botol diangkat keatas dengan
cara botol dibalik lagi, seperti posisi semula agar gas CO2 dapat
terbawa terus kedalam botol (gas CO2 lebih berat daripada udara).

Setelah sampai diatas, botol segera ditutup rapat, berikan label dan
disegel.

Test CO2 ada dua yaitu :

Kualitatif : dengan pemberian larutan Ca(OH)2 yang jernih dan


baru dibuat atau larutan Ba(OH)2 pada botol yang berisis udara
yang diambil dari tempat sempel. Apabila terdapat endapan putih
kapur dari CaCO3 atau BaCO3 maka berarti gas CO2 positif
CaOH2+CO2

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

CaCO3+H2O

33

BaOH2+CO2

BaCO3+H2O

Kuantitatif :
Grafimetri (penimbangan terhadap endapan yag terjadi)
Volumetri (dengan menitrasi kelebihan larutan basa
CaOH2/BaOH2 dengan konsentrasi tertentu.
Chromatografi gas (kualitatif dan kuantitatif )

Keracunan gas CO2 : darah berwarna hitam


Keracunan gas CO dan HCN : Cherry red

11. Alkali dilution test


Test untuk korban mati gas CO
Contohnya : gas lampu, kebakaran
(sifat gas CO: tidak berbau,tidak berwarna,lebih ringan dari udara )
Gunanya : untuk membedakan korban telah meninggal sebelum
terbakar atau memang meninggal karena terbakar.
Cara kerja :
Ambil dua tabung reaksi yang bersih. Pada tabung reaksi I
dimasukkan tigas tetes darah orang normal (sebagai kontrol ) dan
pada tabung reaksi II dimasukkan tiga tetes darah korban.
Kemudian keduanya diencerkan dengan aquades sampai volume

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

34

15ml (hingga berwarna pink jernih). Setelah tercampur secara


homogen,kedua tabung reaksi diberi tiga tetes larutan alkali
(NaOH 10% atau KOH 10%). Amati perubahan yang terjadi.
Darah normal (tabung reaksi I) segera berubah warna dari merah
muda menjadi coklat kehijauan dalam waktu kurang dari 30
,karena terbentuknya alkali hematin. Sedangkan darah korban
(tabung reaksi II) perubahan warna seperti diatas membutuhkan
waktu lebih dari 30 ,karena sudah terjadi ikatan CO-HB. HB lebih
mudah mengikat CO dari pada CO2.
(+) : korban keracunan gas CO, korban sebelum/setelah mati
dibunuh menghirup asap,perokok berat
(-) : korban tidak menghirup asap, spasme laring,vagal refleks

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

35

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

36

12. Emboli udara vena


Terjadi karena vena teriris(biasanya V.jugularis dileher) sehingga udara
masuk ke dalampembuluh darah vena kemudianmenuju ke jantung
kanan

cab. Arteri pulmonale keparu-parudan

menyebabkan

sesak.
Korban meninggal karena kapiler paru buntuoleh udara sehingga
terjadi asphyxia. (jumlah udara yang dapat menyebabkan kematian
antara 100-150 cc).

Otopsi:
Kulit dinding thorax dibuka kemudian sternum dipotong pada proc.
Xypoideus setinggi ICS II dibawah costa II supaya V. Brachialis cab V.
Clavicula tidak terpotongambil dan gunting pericard dengan posisi Y
terbalik dengan pinset tarik ujung-ujung potongan pericard seperti Y
terbalik, kemudian isi dengan air sampai menggenang,tusuk atrium
kanan,ventrikel kanan,arteri pulmonalisapabila ada gelembung udara
maka hasilnya positif.

Penyebab emboli udara vena:


1. Luka pada pembuluh balik leher(terutama V.Jugularis)
2. Abortus provocatus criminalis dengan cara penyemprotan.
DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

37

13. Emboli udara arteri


Otopsi sama dengan emboli udara vena, hanya yang ditusuk atrium
kiri, ventrikel kiri dan aorta
Terjadi bila ada luka tembus paru-paru

emboli

v.

pulmonalis
atrium kiri

ventrikel kiri

aorta

Korban meninggal karena udara membuntu di otak, ginjal dan


jantung sampai terjadi asfiksia.
Penyebab :
1) Luka tusuk/tembus diparu-paru
2) Artifisial pneumothorax
3) Pneumonectomy

14. Emboli lemak


Contoh kasus : seorang anak yang dipukul terus menerus menjadi
sesak akhirnya mati.
Patah tulang paha mau dioperasi akhiranya meninggal karena sesak

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

38

Hal ini terjadi karena emboli lemak (dilakukan pemeriksaan pada


paru-paru) ec. Fraktur tulang panjang
Lemak terpecah dan terlepas karena kena pukulan pada kulit
seluruh punggung dan patahnya tulang panjang. Sehingga cairan
lemakmasuk kedalam pembuluh darah vena yang robek
kevena cava superior

atrium kanan

masuk

ventrikel

kanan, arteri pulmonaledan membuntu di paru-paru (alveoli)


Korban meninggal karena kapiler paru buntu dan terjadi asphiksia.
Test emboli lemak : organ yang diambil yaitu paru-paru
jaringan paru-paru diambil dan dikeraskan dengan uap zat asam
arang cair (frozzensetion) dan kemudian dengan mikrotom
dipotong 20 mikron dan dicat dengan warna Sudan III kemudian
dikirim ke PA.
Pengiriman PA / pengawetan : paru-paru diberi gas CO kemudian
difiksasi menggunakan dry ice supaya tidak membusuk (jangan
mengirim PA dengan alkohol/formalin karena lemak akan larut)
15. Pneumothorax

Adanya udara dalam rongga thorax

Otopsi :
buka kulit dinding thorax dengan potongan huruf I atau
Y
setelah terlihat costa tarik potongan costa, tarik potongan
kulit hingga membentuk kantong

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

39

kemudian isi air sampai menggenangi


kemudian tusuk paru-paru diantara ICS2,

Test (+) bila ada gelembung udara

Pada gas pembusukan ditemukan gelembung udara sedikit.


ODONTOLOGI FORENSIK

Menurut Pederson, odontologi forensik adalah suatu cabang ilmu


kedokteran gigi yang mempelajari cara penanganan dan pemeriksaan
benda bukti gigi serta cara evaluasi dan presentasi temuan gigi tersebut
untuk kepentingan peradilan.
Sebagai suatu metode identifikasi pemeriksaan gigi memiliki keunggulan
sbb :
a) Gigi dan restorasinya merupakan jaringan keras yang resisten
terhadap pembusukan dan pengaruh lingkungan yang ekstrem.
b) Karakteristik individual yang unik dalam hal susunan gigi
geligi dan restorasi gigi menyebabkan dimungkinkannya
identifikasi dengan ketepatan yang tinggi
c) Kemungkinan tersedianya data antemortem gigi dalam bentuk
catatan medis gigi (dental record) dan data radiologis.
Sebagai suatu metode identifikasi pemeriksaan gigi memiliki keunggulan
sbb
a) Gigi merupakan jaringan keras yang resisten terhadap pembusukan
dan pengaruh lingkungan yang ekstrim.

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

40

b) Karakteristik individual yang unik dalam hal susunan gigi geligi


dan restorasi gigi menyebabkan identifikasi dengan ketepatan yang
tinggi.
c) Kemungkinan tersedianya data antemortem gigi dalam bentuk
catatan medis gigi (dental record) dan data radiologis.
d) Gigi geligi merupakan lengkungan anatomis, antropologis, dan
morfologis, yang mempunyai letak yang terlindung dari otot-otot
bibir dan pipi, sehingga apabila terjadi trauma akan mengenai otototot tersebut terlebih dahulu.
e) Bentuk gigi geligi di dunia ini tidak sama, karena berdasarkan
penelitian bahwa gigi manusia kemungkinan sama satu banding
dua miliar.
f) Gigi geligi tahan panas sampai suhu kira-kira 400C.
g) Gigi geligi tahan terhadap asam keras, terbukti pada peristiwa
Haigh yang terbunuh dan direndam dalam asam pekat, jaringan
ikatnya hancur, sedangkan giginya masih utuh.

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

41

Pada Gambar 1. menunjukkan bahwa gigi tetap dalam keadaan utuh pada
suhu yang tinggi, walaupun tubuh telah rusak, tetapi gigi masih dapat
diidentifikasi
Identifikasi Forensik Odontologi
-Ketika tidak ada yang dapat diidentifikasi, gigi dapat membantu untuk
membedakan usia seseorang, jenis kelamin,dan ras. Hal ini dapat membantu untuk
membatasi korban yang sedang dicari atau untuk membenarkan/memperkuat
identitas korban.
Penentuan Usia
-Perkembangan gigi secara regular terjadi sampai usia 15 tahun. Identifikasi
melalui pertumbuhan gigi ini memberikan hasil yang yang lebih baik daripada
pemeriksaan antropologi lainnya pada masa pertumbuhan. Pertumbuhan gigi
desidua diawali pada minggu ke 6 intra uteri. Mineralisasi gigi dimulai saat 12
16 minggu dan berlanjut setelah bayi lahir. Trauma pada bayi dapat merangsang
stress metabolik yang mempengaruhi pembentukan sel gigi. Kelainan sel ini akan
mengakibatkan garis tipis yang memisahkan enamel dan dentin di sebut sebagai
neonatal line. Neonatal line ini akan tetap ada walaupun seluruh enamel dan
dentin telah dibentuk. Ketika ditemukan mayat bayi, dan ditemukan garis ini
menunjukkan bahwa mayat sudah pernah dilahirkan sebelumnya. Pembentukan
enamel dan dentin ini umumnya secara kasar berdasarkan teori dapat digunakan
dengan melihat ketebalan dari struktur di atas neonatal line. Pertumbuhan gigi
permanen diikuti dengan penyerapan kalsium, dimulai dari gigi molar pertama
dan dilanjutkan sampai akar dan gigi molar kedua yang menjadi lengkap pada usia
14 16 tahun. Ini bukan referensi standar yang dapat digunakan untuk
menentukan umur, penentuan secara klinis dan radiografi juga dapat digunakan
untuk penentuan perkembangan gigi.

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

42

Gambar 2. memperlihatkan gambaran panoramic X ray pada anak-anak


a) gambaran yang menunjukkan suatu pola pertumbuhan gigi dan
perkembangan pada usia 9 tahun (pada usia 6 tahun terjadi erupsi dari
akar gigi molar atau gigi 6 tapi belum tumbuh secara utuh).
Dibandingkan dengan diagram yang diambil dari Schour dan Massler
b) menunjukkan pertumbuhan gigi pada anak usia 9 tahun.
-Penentuan usia antara 15 dan 22 tahun tergantung dari perkembangan gigi
molar tiga yang pertumbuhannya bervariasi. Setelah melebihi usia 22 tahun,
terjadi degenerasi dan perubahan pada gigi melalui terjadinya proses patologis
yang lambat dan hal seperti ini dapat digunakan untuk aplikasi forensik.

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

43

Penentuan Jenis Kelamin


-Ukuran dan bentuk gigi juga digunakan untuk penentuan jenis kelamin. Gigi
geligi menunjukkan jenis kelamin berdasarkan kaninus mandibulanya. Anderson
mencatat bahwa pada 75% kasus, mesio distal pada wanita berdiameter kurang
dari 6,7 mm, sedangkan pada pria lebih dari 7 mm. Saat ini sering dilakukan
pemeriksaan DNA dari gigi untuk membedakan jenis kelamin.
Penentuan Ras
-Gambaran gigi untuk ras mongoloid adalah sebagai berikut:
1. Insisivus berbentuk sekop. Insisivus pada maksila menunjukkan nyata
berbentuk sekop pada 85-99% ras mongoloid. 2 sampai 9 % ras kaukasoid
dan 12 % ras negroid memperlihatkan adanya bentuk seperti sekop
walaupun tidak terlalu jelas.
2. Dens evaginatus. Aksesoris berbentuk tuberkel pada permukaan oklusal
premolar bawah pada 1-4% ras mongoloid.
3. Akar distal tambahan pada molar 1 mandibula ditemukan pada 20%
mongoloid.
4. Lengkungan palatum berbentuk elips.
5. Batas bagian bawah mandibula berbentuk lurus.

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

44

Gambar 3
Gambaran gigi untuk Ras kaukasoid adalah sebagai berikut:
1. Cusp carabelli, yakni berupa tonjolan pada molar 1.
2. Pendataran daerah sisi bucco-lingual pada gigi premolar kedua dari
mandibula.
3. Maloklusi pada gigi anterior.
4. Palatum sempit, mengalami elongasi, berbentuk lengkungan parabola.
5. Dagu menonjol.

Gambar 4
Gambaran gigi untuk ras negroid adalah sebagai berikut:
1. Pada gigi premolar 1 dari mandibula terdapat dua sampai tiga
tonjolan.
2. Sering terdapat open bite.
3. Palatum berbentuk lebar.

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

45

4. Protrusi bimaksila.

HISTOPATOLOGI FORENSIK

Histologi
Histo = jaringan
Logos = ilmu
Ilmu yang mempelajari struktur anatomi dan jaringan di bawah
mikroskop (tingkat seluler).

Patologi
Ilmu

yang

mempelajari

tentang

penyakit,

penyebab,

mekanisme, dan perubahan-perubahannya, dilihat dari tingkat


selular
Tujuan

Menegakkan diagnosis sebab mati

Mengkonfirmasi temuan makroskopis

Memberi gambaran histomorfologi perjalanan penyakit

Gambaran intravitalitas

Menentukan umur secara histomorphologi (infark lama/baru, umur


luka, dsb)

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

46

Memberi gambaran riwayat korban berkaitan dengan investigasi


kriminal (pemakaian narkoba suntik kronis, luka tembak masuk,
dsb)

Gambaran histologi sel (sel sperma pada kasus kekerasan seksual)

Diagnosis berdasarkan gambaran histomorfologi pada penyakitpenyakit okupasi (asbestosis, dsb)

Lebam Mayat vs Memar

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

47

30 mnt 4

Sebukan PMN di sekitar pembuluh darah. Sel Mas (basofil)

jam

mulai kehilangan granula. Mulai timbul fibrin.

4 12 jam

Sebukan sel-sel leukosit semakin jelas, mayoritas adalah PMN,


juga terdapat beberapa sel mononuklear. Endotel pembuluh
darah mulai mengalami edema dan timbul celah-celah antar
endotel.

12 24 jam

Sel-sel leukosit mulai membentuk gambaran palisade, PMN


berkurang namun makrofag dan sel mononuklear meningkat
jumlahnya. Fibroblas mulai bermitosis, jaringan nekrosis mulai
tergantikan.

24 72 jam

Infiltrasi leukosit mencapai puncaknya pada jam ke-48, semakin


banyak sel-sel fibroblas, timbul jaringan granuloma.

3 hari- 6 hari

Mulai terbentuk kolagen, tampak giant cells di sekitar jaringan

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

48

nekrotik. Hemosiderin terwarnai mulai hari ketiga.

10- 15 hari

Vaskularisasi berkurang dan jumlah sel leukosit menurun.


Fibroblas semakin aktif disertai penurunan kolagen.

2 minggu 1

Proses konsolidasi sel-sel terus berjalan ke arah proses

bulan

penyembuhan. Reaksi inflamasi berakhir, kolagen dan elastin


meningkat, jaringan parut mulai terbentuk.

Sex Determination

Infeksi Paru

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

49

Jaringan paru dengan tuberkel berupa inti yang nekrosis dikelilingi sel-sel
epiteloid, limfosit, dan sel Datia Langhans.
Infeksi Otak

Ilustrasi kasus:
Mayat laki-laki umur 27 th
Riwayat penganiayaan dengan kekerasan tumpul di kepala 1

bulan yang lalu


Mengeluh sakit kepala terus menerus
CT Scan kepala:
Gambaran hiperdensitas pada daerah fronto-temporal kanan dan oksipital
kiri dengan kesan stroke non-haemorarghic pada fronto-temporal kanan
dan oksipital kiri.

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

50

Nekrosis kaseosa pada Fronto-temporal kiri

Sembab otak

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

51

Sebukan sel-sel radang dan daerah nekrosis


Infark Miokard

Akut

DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

52

Kronis
1. Pengambilansampel tulang
Tulang segar
- Ambil tiap bagian dgn pinset
- Tiap item dlm wadah sendiri & berlabel
- Simpan dipendingin, kirim
2. Pengambilan sampel gigi
-Cabut gigi yg masih utuh
- Masukkan dkm kantong plastik, beri label
3. Pengambilan sampel jaringan dan organ
Jaringan, organ
- Ambil tiap bagian, tiap item wadah sendiri & berlabel.
- Jaringan otot :min 25 mg o.k DNA sedikit. Jaringan Hati: 15 mg
DM Nganjuk B. Ninis Fajeriyah.10700244

53