Anda di halaman 1dari 1

Penentuan jumlah protein secara empiris yang umum dilakukan adalah dengan menentukan

jumlah N yang dikandung dalam suatu bahan. Metode ini dikembangkan oleh kjeldah. Cara kjeldahl pada
umumnya dapat dibedakan atas 2 cara, yaitu cara makro dan semimikro. Cara makrokjeldahl digunakan
untuk contoh yang berukuran besar yaitu 1-3 g, sedang semimikro kjeldahl dirancang untuk contoh yang
berukuran kecil yaitu 300 mg. Dalam penentuan protein seharusnya hanya nitrogen yang berasal dari
protein saja yang ditentukan. Akan tetapi secara teknis hal ini sulit dilakukan, mengingat kandungan
jumlah senyawa lain selain protein dalam bahan biasanya sangat sedikit maka penentuan jumlah total N
ini tetap dilakukan untuk mewakili jumlah protein yang ada. Kadar protein yang ditentukan dengan cara
ini disebut kadar protein kasar (crude protein).
Cara lain untuk menentukan kadar protein adalah dengan metode Lowry-Follin. Protein dengan
asam fosfomolibdat dan fosfotungsat dalam suasana alkalis akan memberikan warna biru yang
intensitasnya tergantung pada konsentrasi protein yang ditera. Konsentrasi protein diukur
berdasarkan Optical Density pada panjang gelombang tertentu (OD terpilih). Untuk mengetahui
banayaknya protein dalam larutan, lebih dahulu dibuat kurva standar yang melukiskan hubungan
konsentrasi dengan OD. Pada metode lowry-Follin ini sering digunakan larutan protein standar
yaitu Bovine Serum Albumin (BSA). Albumin merupakan salah satu jenis protein globuler yang larut
dalam air dan terkoagulasi oleh panas.
Metode Bradford adalah salah satu metode dalam penentuan kadar protein suatu bahan. Prinsip
kerja dari metode Bradford didasarkan pada peningkatan secara langsung zat warna Coomasie Brilliant
Blue G250 (CBBG) oleh protein yang mengandung residu asam amino dengan rantai samping aromatik
(tyrosine, tryptophan, dan phenilalanine) atau bersifat basa (arginine, histidine, dan leusin). Reagen
CBBG bebas berwarna merah-kecokelatan (Imaks 465 nm), sedangkan dalam suasana basa reagen CBBG
akan berada dalam bentuk anion yang akan mengikat protein membentuk warna biru (Imaks 595nm).
Jumlah CBBG yang terikat pada protein proporsional dengan muatan positif yang ditemukan pada protein
(Dennison 2002). Metode ini digunakan karena cara pewarnaannya yang praktis dan memiliki sensitifitas
yang tinggi. Metode ini dapat mendeteksi sampel yang mengandung protein kurang dari 0,01 mg/ml.
Metode Bradford memerlukan pereaksi NaCl dan Bovine Serum Albumin (BSA). Masing-masing
pereaksi memiliki spesifikasi fungsi dalam menentukan kadar protein bahan. NaCl adalah sejenis garam
yang berfungsi untuk membantu pengikatan zat warna CBBG oleh protein. BSA adalah larutan standar
yang mengandung protein (Stoscheck 1990).