Anda di halaman 1dari 17

ZOOLOGI INVERTEBRATA

Filum Coelenterata

Oleh:
MARLENI
NIM: 13222060

DOSEN PENGAMPU
AWALUL FATIQIN, M.Si

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)


RADEN FATAH PALEMBANG
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
PROGRAM STUDI TADRIS BIOLOGI
2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Istilah

Coelenterata

diambil

dari

bahasa

Yunani coilos=

rongga, enteron= usus. Gabungan istilah tersebut tidak diartikan sebagai


hewan yang ususnya berongga, tetapi cukup disebut hewan berongga. Istilah
tersebut juga mengindikasikan bahwa hewan coelenterate tidak memiliki
rongga tubuh sebenarnya, melainkan hanya berupa rongga sentral yang
disebut coelenterons. Habitat Coelenterata seluruhnya hidup di air, baik di
laut maupun di air tawar. Sebagian besar hidup dilaut secara soliter atau
berkoloni. Ada yang melekat pada bebatuan atau benda lain di dasar perairan
dan tidak dapat berpindah untuk bentuk polip, sedangkan bentuk medusa
dapat bergerak bebas melayang di air.
Coelenterata terutama kelas Anthozoa yaitu koral atau karang
merupakan komponen utama pembentuk ekosistem terumbu karang.
Ekosistem terumbu karang merupakan tempat hidup beragam jenis hewan dan
ganggang. Dua puluh lima persen ikan yang dikonsumsi manusia juga hidup
pada ekosistem ini. Selain itu, terumbu karang sangat indah sehingga dapat di
jadikan objek wisata. Karang di pantai sangat bermanfaat sebagai penahan
ombak untuk mencengah pengikisan pantai. Adapun yang melatar belakangi
diadakannya praktikum ini yaitu untuk mengamati struktur morfologi dan
anatomi organisme yang tergolong Coelenterata dan mengklasifikasikannya.
1.2 Tujuan Praktikum
Mengamati struktur morfologi dan anatomi organisme yang tergolong
Coelenterata dan mengklasifikasikannya.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Karakteristik Filum Coelenterata


Menurut Rusyana (2013), adapun karakteristik dari filum coelenterate
adalah sebagai berikut: Struktur tubuh diploblastic, terdiri atas lapisan luar,
(ectoderm) berfungsi untuk melindungitubuh dan sensasi, dan lapisan dalam
(endoderm) berfungsi sebagai alat eskresi dan pencernaan makanan. Di antara
kedua lapisan tersebut terdapat lapisan mesoglea. Lapisan mesoglea bersifat
non seluler seperti agar-agar dan berfungsi sebagai tempat lalu lintasnya
serabut saraf. Tidak mempunyai kepala, anus, alat peredaran darah, alat
eskresi, dan alat eskresi. Punya mulut, dikelilingi tentakel. Bersel banyak,
simetri radial. Belum mempunyai pusat susunan saraf (mempunyai saraf
difus). Sistem pencernaan makanan dilakukan secara intrasel dan ekstrasel.
Hidupnya bersifat polymorphisme atau metagenensis terdiri atas bentuk polip
dan medusa.
a. Polip (berbentuk tabung, menetap pada suatu objek dan umumnya
tidak dapat berpindah tempat dan umumnya berkembangbiak secara
vegetatif).
b. Medusa (berbentuk payung, hidup bebas, umumnya berkembangbiak
secara generatif).
Jenis kelamin monoecious atau dioecious, larvanya disebut planula. Sistem
gerak dilakaukan oleh sel-sel epiteliomuskuler yangterdapat pada lapisan
ectoderm dan pada bagian dasar gastrodermis. Habitatnya di air laut dan di air
tawar. Conth yang hidup di air tawar adalah Hydra. Ragka luar tersusun dari
zat kapur dan kitin.
2.2 Kelas Filum Coelenterata
1. Hydrozoa
Tubuh bentuknya seperti tabung, hidup berbentuk polip, permukaan
mulut disebut ujung oral, dan permukaan tempat melekatkan diri disebut
ujung aboral, mulut dikelilingi oleh tentakel. Reproduksi dilakukan secara
aseksuall (dengan pembentukan tunas) dan seksual ( dengan pembentukan
tesetes di bagian atas dan ovum di bagaian bawah). Persatuan antara

spermatozoid dengan ovum membentuk zigot, zigot akhirnya tumbuh


menjadi individu baru. Baik spermatozoid maupun ovum dibentuk dalam
satu tubuh sehingga disebut hemafrodit. Dinding tubuh terdiri atas dua lapis
(diploblastik),

yaitu

lapisan

luar

(epidermis)

dan

lapisan

dalam

(gastrodermis) (Rusyana, 2013).


Kebanyakan hydrozoa mengalami pergiliran antara bentuk polip dan
medusa, seperti pada siklus hidup obelia. Tahap polip, koloni polip yang
saling terhubung dalam kasus obelia, lebih terlihat jelas daripada medusa.
Hidra, satu di antara segelintir cnidarian yang ditemukan di perairan tawar,
merupakan hydrozoa yang tak lazim karena hanya terdapat dalam bentuk
polip. Ketika kondisi lingkungan menguntungkan, hidra bereproduksi
secara aseksual mengalamipertunasan, pembentukan tonjolan yangterlepas
dari induk dan hidup secara independen. Ketika kondisi memburuk, hidra
dapat bereproduksi secara aseksual, membentuk zigot resisten yang tetap
dorman hingga keadaan membaik (Campbell, 2008).
2. Scyphozoa
Medusa umumya merupakan tahap yang mendominasi siklus hidup
kelas scyphozoa. Medusa sebagian besar spesies hidup di antara plankton
sebagai ubur-ubur. Kebanyakan scyphozoan yang hidup di pesisir
mengalami tahap sebagai polip kecil selama siklus hidupnya, sementara
scyphozoan yang hidup di laut terbuka umumnya tidak memiliki tahap
polip sama sekali (Campbell, 2008).
Ubur-ubur yang sebenarnya adalah medusa-medusa dengan pinggiran
yang berlekuk-lekuk, tidak ada cadar (velum), saluran radial bercabangcabang, dan gonad-gonad dalam kantung-kantung ruang gastrikulum.
Contoh Scyphozoa adalah Aurelia Aurita. Aurelia banyak terdapat
disepanjang pantai laut Atlantik, dengan bagian tengah 7-10 cm, dengan
pinggiran bertekuk-tekuk 8 buah. Ubur-ubur ada yang dapat mencapai garis
tengah beberapa kaki (sampai 150 cm). Bila dalam siklus hidupnya terdapat
bentuk polip, maka polip itu merupakan keistimewaan yaitu sebagai
subordinat. Polip bereproduksi secara seksual dengan proses strolobilasi,

yaitu dengan pembentukan tunas-tunas terminal. Sedangkan reproduksi


medusa adalah secara seksual (Jasin, 1994).
3. Anthozoa
Anemon laut dank oral tergolong ke dalam kelas anthozoa (berarti
hewan bunga). Cnidarian ini hanya terdapat sebagai polip. Koral hidup
soliter atau membentuk koloni, dan banyak spesies menyekresikan rangka
eksternal yang keras dari kalsium karbonat. Setiap generasi polip
membnagun rangkanya di atas sisa-sisa rangka dari generasi sebelumnya,
membentuk batu karang dengan bentuk yang khas bagi setiap spesies.
Rangka itulah yang biasanya kita anggap sebagai koral (Campbell, 2008)
Terumbu karang bagi laut tropis bagaikan hutan hujan bagi wilayah
tropis. Terumbu karang menyediakan habitat bagi banyak spesies yang lain.
Polusi dan penangkapan ikan secara berlebihan merupakan ancaman utama,
dan pemanasan global juga berkontribusi dalam kerusakan terumbu karang
karena meningkatkan suhu air laut di atas kisaran suhu pertumbuhan koral
yang sempit (Campbell, 2008).

BAB III

MOTODOLOGI PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum Zoologi Invertebrata yang mengenai filum Coelentarata ini
dilakukan pada hari Kamis, 29 Desember 2014 pukul 15.00-16.50 WIB.
Dilakukan di Laboratorium Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN
Raden Fatah Palembang.
3.2. Alat dan Bahan
3.2.1. Alat
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah 1 set alat
bedah dan papan seksi 1 buah.
3.2.2. Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini Ubur-ubur
(Aurelia aurita), Terumbu Karang (Solanastrea sp)
3.3. Cara Kerja
1. Amati gambar morfologi dari ubur-ubur dan terumbu karang
2. Gambarkan dan berikan keterangannya.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Pengamatan
Gambar

Keterangan
1. Mesoglea
2. Gonad
3. Radial canal
4. Rhopalium
5. Oral arms
6. Sub umbrella
7. Mulut
8. Ex umbrella
9. Perut

Ubur-ubur (Aurelia aurita)


1. Ektoderm
2. Endoderm

Terumbu Karang (Solanastrea sp)

4.2 Pembahasan

Pada praktikum coelenterata ini kami tidak melakukan praktikum


dikarenakan bahannya tidak tersedia sehingga kami hanya membuat hasil
praktikum berdasarkan literatur atau buku referensi yang tersedia. Pada
pembahasan ini akan dibahas dua spesies yaitu ubur-ubur dan terumbu karang
(Solanastrea sp).

Gambar 1. Morfologi dan antomi Ubur-ubur


Sumber: Fatiqin, 2014

Menurut Rusyana (2013), adapun ciri-ciri morfologi dari ubur-ubur


antara lain tubuhnya berbentuk tseperti paying atau lonceng ukuran tubuhnya
relative besar. Polip Aurelia berukuran kurang lebih 5 mm, terikat pada suatu
objek di dasar laut. Diameter tubuh biasanya berkisar antara 7,5 cm hingga 30
cm tapi ada juga yang mencapai 60 cm. saluran pencernaan makanan uburubur berupa gastrovaskular. Di tengah permukaan tubuh sebelah bawah
muncullah semacam kerongkongan pendek menggantung ke bawah.
Menurut Jasin (1994), ubur-ubur memiliki mulut di tengah, dikelilingi
oleh empat palps dan organ seks, terdapat empat mulut pusat. ubur-ubur
memiliki tentakel pinggiran tepi. Ubur-ubur berenang dengan kontrak dan
otot-otot. Kontraksi otot-otot mengencangkan bagian bawah, seperti mencabut
drawstrings di tas. Hal ini akan memaksa air keluar melalui bagian bawah,
dan mendorong ubur-ubur ke depan.

Relaksasi otot membuka untuk

mempersiapkan diri untuk kontraksi lagi. Pada ubur-ubur dengan berbentuk


piring ini dapat mengakibatkan gerakan dendeng, kontraksi kuat memberikan
gerak kuat. Kontraksi otot-otot perifer dikendalikan oleh jaringan saraf.

Tidak ada otak mengendalikan atau sistem saraf pusat untuk koordinasi
bantuan.
Menurut Rusyana (2011), pada dinding delapan

sensitif terhadap

cahaya, dan delapan statocysts, yang membantu ubur-ubur mempertahankan


diri. Juga terkait dengan ini adalah lubang chemosensory, mungkin digunakan
dalam mendeteksi makanan. Organ indra terjadi dalam delapan kantong
sekitar tepi bel, dan Di bawah dan sekitar mulut biasanya terdapat empat
lengan lisan, pada beberapa ubur-ubur raksasa, senjata-senjata oral mungkin
diperbesar sebanyak 40 meter panjang,. Ada juga renda kecil tentakel bel dari
medusa. Lengan lisan dan sel-sel penyengat yang disebut cnidocysts terkenal,
yang

digunakan

baik

untuk

pertahanan

dan

untuk

melumpuhkan

mangsanya. Ubur-ubur hanya berhabitat di perairan dangkal dan dalam di


laut.
Adapun morfologi dari Solanastrea sp adalah hewan ini tampak seperti
mankuk terbalik dan berbentuk koloni, berbentuk seperti atak manusia.
Berwarana putih , tubuh berbentuk oliv, tentakel berbasis sekitar mulutnya,
memiliki alat tubuh seperti mulut yang berfungsi untuk tempat masuknya
makanan, alat gerak, alat pertahanan dan basal sebagai tempat melekatnya
substrak. Sistem reproduksi dari Solenastrea sp adalah berkembang biak
secara aseksual yaitu dengan membentuk kungcup dan nantinya tumbuh
hewan baru yang masing-masing menseresikan zat kapur sebagai rangka
tubuh. Umumnya terdapat dilaut yang mengandung O2 fluktuasi suhu yang
tidak melebihi 6 derajat celcius air lautnya jernih dan bersalinitas tinggi.
Adapun peranan Solanastrea sp adalah hewan ini membentuk suatu
terumbu karang yang indah sehingga merupakan taman laut yang banyak
dikunjungi wisatawan. Selain itu, terumbu karang merupakan lingkungan yang
baik bagi ikan sehingga dihuni oleh berbagai jenis ikan.
4.3 Bahan Diskusi
1. Jelaskan

fungsi

dari

rongga

gastrovaskuler

bagi

hewan-hewan

Coelenterata!
2. Sebutkan dan jelaskan fungsi dari masing-masing nematokist !

3. Pada Hydra, testis dan ovarium serta sel-sel syaraf berasal dari
perkembangan apa ?
4. Buatlah bagan yang menggambarkan siklus hidup Obelia ! Berikan
keterangan fase mana yang hidupnya berkoloni dan sesil!
5. Jelaskan fungsi gonangium dari hydranth!
6. Obelia menunjukkan gejala polimorfisme, apa maksudnya!
7. Buatlah bagan yang menggambarkan siklus hidup Aurelia!
8. Carilah perbedaan antara medusa Aurelia dan medusa Obelia yang terkait
dengan ukuran , posisi gonad, mesoglia, tentakel, manubrium dan mulut!
9. Jelaskan cara-cara perkembang biakan hewan berkarang, dan lengkapi
dengan bagan siklusnya!
10. Sebutkan dan jelaskan tipe-tipe terumbu karang!
11. Bagaimana cara melindungi terumbu karang agar tidak punah?
Carilah literature terkait melalui browsing internet!
Jawaban:
1. Rongga gastrovaskuler memiliki fungsi sebagai tempat pencernaan dan
peredaran makanan ke seluruh tubuh.
2. Nematosit berfungsi sebagai alat pertahanan diri dari serangan musuh
maupun untuk melumpuhkan calon mangsanya agar mudah ditangkap dan
ditangani dalam proses pencernaan makanan.
3. Pada Hydra testis dan ovarium serta sel syaraf berasal dari sel intertisial.
a. Sel saraf ini merupakan derivate dari epidermis dan diduga perkembangan
dari sel interstial yang kemudian masuk kedalam lapisan mesoglea.
b. Sel-sel intersial di tempat-tempat tertentu mengadakan proliferasi dan
bekambang menjadi gonad. Dalam hal ini ada yang berkembang
membentuk ovarium dan ada yang berkembang membentuk testes.
Selanjutnya dalam ovarium akan terjadi proses oogenesis dan terbentuk
ovum, sedangkan di dalam ovarium akan terjadi proses oogenesis dan
terbentuk ovum, sedangkam di dalam testis terjadi proses spermatoganesis
dan terbentuk spermatozoid.

4. Obelia memiliki dua bentuk tubuh dasar yaitu medusa yang berenang
dan polip yang sesil dan berkoloni. Adapun bagan dari siklus hidup Obelia
adalah sebagai berikut:

Larva
planula
Koloni

5. Gonangium, yaitu polip yang bertugas melakukan reproduksi vegetatif


menghasilkan obelia dalam bentuk medusa-medusa.
6. Obelia menunjukan gejala polimorfisme hal ini karena antara fase
hidroidnya dengan fase medusoidnya sangat berbeda sekali baik struktur
maupun morfologi tubuhnya.
a. Fase polip adalah bentuk kehidupan Coelentarata yang menempel pada
tempat hidupnya (hidup melekat pada suatu subtrat pada bagian basal
dan bagian distalnya bebas). Tubuh berbentuk silindris, bagian
proximal melekat dan bagian distal mempunyai mulut yang dikelilingi
tentakel. Polip yang membentuk koloni memiliki beberapa macam
bentuk (polimorfisme). Misalnya yang berbeda fungsinya yakni ada
polip untuk pembiakan yang menghasilkan medusa (gonozoid) dan
polip untuk makan yakni gastrozoid.

b. Fase medusa adalah bentuk ubur-ubur seperti payung/parasut atau


seperti lonceng yang dapat berenang bebas, terapung dalam air.
Reproduksinya dapat dilakukan secara aseksual dengan membentuk
tunas pada polip dan seksual dan penyatuan spermatozoa dan sel telur
pada bagian medusa.
7. Bagan siklus hidup Aurelia:

8. Perbedaan medusa Aurelia dan medusa Obelia adalah sebagai berikut:


a. Ukuran
1) Medusa berbebtuk seperti payung dengan diameter tubuh sekitar 6
atau 7 mm. hidupnya tidak secara berkoloni melainkan secara
soliter.
2) Ubur-ubur Scyphozoa ini bentuknya seperti payung yang tidak
begitu cembung. Diameter tubuh berkisar antara 7,5 cm hingga 30
cm, tetapi ada juga yang dapat mencapai 60 cm.
b. Posisi gonad
1) Gonad berbentuk bula dan memiliki 4 saluran radial yang tak
bercabang . Tidak memiliki oral arm serta tidak selalu memiliki

statocyst. Medusa Obelia memiliki empat buah gonad, yang


terletak di bagian permukaan oral, yaitu kira-kira ditengah-tengah
saluran radial. Gonad tersebut membentuk oval seperti knop.
2) Pada tiap individu terdapat empat gonad berbentuk huruf U yang
terletak di bagian bawah kantung gastrik. Gonad berbentuk tapal
kuda (ladam). Memiliki banyak saluran radial dan memiliki oral
arm serta selalu memiliki statocys.
c. Mesoglea
1) Mesoglea berada diantara dua lapisan jaringan. Mereka membawa
saraf bersih tanpa otak atau ganglia.
2) Hewan ini memiliki lapisan mesoglea yang tebal dan dapat
digunakan sebagai sumber nutrisi.
d. Tentakel
1) Tidak dilengkapi dengan tangan mulut, tubuh medusa ini
dilengkapi dengan 16-80 buah tentakel yang bergelantungan
dipermukaan oral dekat bagian tepi tubuh.
2) Masing-masing kantong gastric dilengkapi dengan tentakel internal
endodermal lengkap dengan nematokistnya, yang dapat digunakan
untuk repararilis (menghancurkan) korban atau mangsa yang baru
ditelannya. Dilengkapi dengan tangan mulut di sekitar mulutnya.
e. Manubrium
1) Manubrium berbentuk bulat terletak di bawah saluran radial yang
berlendir.
2) Manubrium terletak di tengah-tengah permukaan tubuh sebelah
bawah (permukaan oral atau permukaan sub-umbrella) dan muncul
semacam kerongkongan pendek menggantung kebawah.
f. Mulut
1) Mulut terletak di ujung distal dari struktur tubuh utama. Bentuk
obelia pada tahap medusa seperti dayung pada bingkainya
terdapat tentakel pendek.

2) Mulutnya terdapat pada pusat permukaan cekung dan dikelilingi


oleh empat tentakel oral. Mulut ini berhubungan dengan rongga
enteron.
9. Perkembangbiakan terumbu karang dapat dilakukan dengan dua cara yaitu
sebagai berikut:
a. Reproduksi aseksual biasanya dilakukan dengan cara membentuk tunas
yang terus menerus untuk menambah ukuran koloni tetapi tidak untuk
membentuk koloni baru.
b. Reproduksi seksual dilakukan dengan cara mengahsilkan larva planula
yang berenang bebas dan apabila larva itu menempel maka akan
membentuk koloni baru. Karang mencapai dewasa seksual pada usia
antara 7-10 tahun.
Adapun siklus hidup terumbu karang melalui perkembang biakan secara
aseksual adalah sebagai berikut:

10. Tipe terumbu karang


a. Terumbu karang tepi. Tumbuh dipesisir pantai pulau-pulau besar.Terumbu
karang Tipe ini terdapat di Bunaken (Sulawesi Utara), Nusa dua (Bali).
b. Terumbu karang penghalang terdapat di sekitar pulau besar atau benua
seperti Great Barrier Reef di Australia, Spermonde di Sulawesi Selatan.

c. Terumbu karang datar terdapat di belakang karang penghalang seperti


Kepulauan Seribu di DKI Jakarta dan Kepulauan Ujung Batu di Nanggroe
Aceh Darussalam.
d. Terumbu

karang

cincin

terbentuk

dari

tenggelamnya

pulau

vulkanik.Terdapat di Takabonerate di Sulawesi Selatan dan di Pulau Mapia


(Papua).
11. Melindungi terumbu karang dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
a. Pilih seafood berkelanjutan untuk melindungi terumbu karang praktek
penangkapan ikan yang merusak seperti dengan peledak, sianida, dan
bawah-pukat ikan merusak terumbu karang dan menghambat pertumbuhan
karang baru.
b. Konsumsi kertas kurang berhenti terumbu karang.
c. Menanam pohon Di sisi lain, penanaman pohon dapat membantu
mengurangi limpasan dan membantu menyelamatkan terumbu karang.
d. Gunakan Non-Toxic Produk pembersihan.
e. Tidak membuang sampah ketika sedang berada di pantai.
f. Pastikan peralatan memancing tidak tertinggal di sekitar laut karena
dapatmembahayakan biota laut.
g. Tidak memegang, mengukir, menginjak, atau membawa pulang karang
sebagai hiasan ketika menyelam.
h. Apabila sedang menyelam atau snorkeling di

laut, jangan sampai

membentur karang.
i. Jangan membeli souvenir atau barang-barang yang terbuat dari karang atau
makhluk laut lainnya.
j. Jika memiliki akuarium air laut, pastikan untuk membeli ikan yang tidak
ditangkap dengan menggunakan racun.

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah
organisme yang termasuk dalam phylum coelenterate adalah Aurelia
aurita (ubur-ubur) tubuhnya berbentuk tseperti payung atau lonceng ukuran
tubuhnya relatif besar. Polip Aurelia berukuran kurang lebih 5 mm, terikat
pada suatu objek di dasar laut. Diameter tubuh biasanya berkisar antara 7,5
cm hingga 30 cm tapi ada juga yang mencapai 60 cm. Saluran pencernaan
makanan ubur-ubur berupa gastrovaskular. Di tengah permukaan tubuh
sebelah bawah muncullah semacam kerongkongan pendek menggantung ke
bawah.

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Neil. 2008. Biologi. Jakarta:Erlangga.


Jasin, Maskoeri. 1992. Zoologi Invertebrata. Surabaya: Sinar Wijaya.
Rusyana, Adun. 2011. Zoologi Invertebrata (Teori dan Praktik). Bandung:
Alfabeta.