Anda di halaman 1dari 6

REVIEW MATA KULIAH GIZI

DIET PADA PENYAKIT HATI DAN KANDUNG EMPEDU

Disusun Oleh :
Kelompok 12/ I-B
1. Belinda Stella Monica

(1401100044)

2. Rafidah Azizah

(1401100060)

3. Elyssa Addinna N.

(1401100074)

JURUSAN KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES MALANG
JL. BESAR IJEN 77 C MALANG 65112 TELP. (0341)566075 FAX (0341) 556746
Website: http//www.poltekkes-malang.ac.id

Diet Penyakit Hati


Hati merupakan salah satu anggota badan yang berperan dalam metabolisme
karbohidrat, lemak dan protein serta vitamin daan mineral. Hati juga berfungsi untuk
mengatur volume dan sirkulasi darah serta berperan dalam detoksifikasi obat-obatan dan
racu-racun.
Kerusakan pada hati berpengaruh terhadap fungsi saluran cerna dan penggunaan
makanan dalam tubuh sehingga sering menyebabkan gangguan gizi.
Penyakit hati yang sering terjadi di Masyarakat yaitu
1. Hepatitis
Hepatitis adalah suatu pennyakit peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus
atau karena keracunan toksin tertentu. Penyakit hepatitis ini dapat bersifat akut dan kronis.
2. Sirosis Hati
Sirosis adalah proses difus yang ditandai oleh fibrosis dan perubahan struktur hepar
yang normal menjadi nodula- nodula yang abnormal. Hasil akhirnya adalah destruksi
hepatosit dan digantikan oleh jaringan fibrin serta gangguan atau kerusakan vaskular
3. Koma hepatik (ensefalopati hepatik)
Sindroma neuropsikiatri pada penderita penyakit hati berat. Sindrom ini ditandai oleh
kekacauan mental, tremor otot dan flapping tremor yang dinamakan asteriksis.2 Perubahan
mental diawali dengan perubahan kepribadian, hilang ingatan dan iritabilitas yang dapat
berlanjut hingga kematian akibat koma dalam.
Koma hepatik (ensefalopati sistem portal, ensefalopati hepatik) suatu kelainan dimana fungsi
otak yang mengalami kemunduran akibat zat-zat racun di dalam darah, yang dalam keadaan
normal dibuang oleh hati .
Menurut cara terjadinya:
a. Koma hepatik tipe akut
Timbul tiba-tiba dengan perjalanan penyakit yang pendek, sangat cepat memburuk dan
jatuh dalam kondisi koma, sering kurang dari 24 jam. Tipe ini antara lain hepatitis virus
fulminan, hepatitis karena obat 3 (halotan dan asetaminofen) dan racun, sidroma reye dan
dapat pula pada sirosis hepatis. Pejalanan penyakit eksplosif ditandai dengan delirium,
kejang disertai dengan edema otak. Kematian terutama disebabkan edema serebral yang
patogenesisnya belum jelas, kemungkinan akibat adanya perubahan permeabilitas sawar
darah otak dan inhibisi neuronal (Na dan K) ATP-ase serta perubahan osmolar karena
metabolisme amonia.

b. Koma hepatik tipe kronik.


Terjadinya dalam periode yang lama, berbulaan-bulan sampai bertahun-tahun3. Suatu
contoh klasik yaitu encepalopati hepatik yang terjadi pada sirosis hepatik dengan kolateral
sistem portal yang ekstensif, dengan tanda-tanda gangguan mental, emosional atau
kelainan neurologik yang berangsur-angsur makin berat dan dicetuskan oleh bebrapa
faktor pencetus seperti azotermia, sedatif, analgesik, perdarahan gastrointestinal, alkalosis
metabolik, kelebihan protein, infeksi, obstipasi, gangguan keseimbngan cairan dan
pemakaian diuretik akan dapat mencetuskan koma hepatik.
Tujuan Diet yaitu

Meringankan beban fungsi hati


Mempercepat pemulihan fungsi hati
Mencegah katabolisme protein
Mencegak penurunan BB/meningkatkan BB bila kurang
Mencegah koma hepatikum
Prinsip diet yang paling utama yaitu Energi yang tinggi akan protein namun dengan
pemberian secara bertahap.
Syarat-Syart Diet

Energi tinggi 40-45kkal/kg BB (mencegah pemecahan protein)


Protein bertahap sesuai perkembangan klinis
Lemak cukup 20-25 dari kebutuhan energy total
Bila mengalami steatorhea gunakan lemak dengan asam lemak rantai sedang
Vitamin dan mineral diberikan sesuai dengan tingkat defisiensi
Bila perlu diberikan suplay vit. B kompleks, C dan K, mineral seng dan zat besi bila
terjadi anemia.
Na diberikan rendah tergantung tingkat edema dan acites.
Bila pasien mendapat diuretic, garam N dapat diberikan leluasa.
Mudah cerna dan tidak merangsang
Zhindari bahan makanan yang menimbulkan gas
Porsi makanan diberikan sedikit tetapi sering.

Bahan Makanan
Bahan makan yang boleh diberikan
1. Roti, kentang, mie, macaroni, bihun, gula

Bahan makana yang tidak boleh diberikan


1. ubi, tape, kue yang gurih: cake, tarcis

2. Daging yang tidak berlemak, ikan

2. Daging yang berlemak, daging kambing.

3. Tahu, tempe, kacang-kacangan

3. Sayuran yang menimbulkan gas: kool,

direbus/kukus

sawi, lobak.

4. Sayur yang tidak banyak serat ; bayam,


labu, wortel. Dimasak hingga lunak
5. mentega, margarine dalam jumlah terbatas
6. semua buah-buahan kecualli yang dilarang

4. Sayur yang banyak serat: Daun singkong,


Daun papaya, selada air, dll
5. Semua goring-gorengan, santan kental,
kelapa

7. Teh dan kopi encer


8. Bumbu-bumbu: salam, laos, gula, dll
Tahap pemberian makanan
Tahap 1 : Bila terjadi hematemesis melena maka dipuasakan
Tahap 2 : Bila hasil kumba lambung negative mulai diberikan makanan
Tahap 3 : Bila 1-2 hari melena masih ada, diberikan makanan lunak rendah protein.
Contoh jadwal makan
Pagi

Nasi/tim
Telur rebus
Tumis bayam
Teh manis

Jam 10.00

Bubur kacanng Hijau

Siang

Nasi/tim
Tim tahu telor
Asam-asam buncis
Pisang

Jam 16.00

Teh manis

Sore

Nasi/tim
Daging smoor
Tempe bacem
Papaya
Ca : wortel
Labu siam
Pepaya

Fase Ensefalopati Hepatikum


o Protein dihentikan 305 hari, kemudian diberikan bertahap10-20 gr/hr, ditingkatkan
30-40 gr/hr.
o Lemak nabati diberikan 20% dari total energy
o Karbohidrat diberikan 60-70% total energy
o Makanan diberikan dalam porsi kecil tapi sering
DIET PADA PENYAKIT KANDUNG EMPEDU
-

Fungsi utama kandung empedu adalah untuk mengkonsentrasikan & menyimpan CAIRAN
EMPEDU yang diproduksi oleh hati.

Cairan empedu mengandung pigmen bilirubin, biliverdin, dan urobilin.

Fungsi cairan empedu untuk membantu pencernaan serta absorbsi lemak dan vitamin larut
lemak (Vit. A, D, E, K), mineral besi dan kalsium.
Penyakit kandung empedu yang membutuhkan diet khusus :
1. Kolelitiasis
2. Kolesistisis.
KOLELITIASIS

Terbentuknya batu empedu yang bila masuk ke dalam saluran empedu menimbulkan
penyumbatan & kram.

Penyaluran empedu ke duodenum terganggu sehingga mengganggu absorbsi lemak.

Jenis batu empedu antara lain batu kolesterol & batu pigmen.

Faktor resiko :

Batu kolesterol => Gender perempuan, kegemukan, faktor etnik, obat-obatan, penyakit
saluran cerna.

Batu pigmen

=> BB kurang, asupan lemak & protein kurang.

KOLESISTISIS
-

Merupakan peradangan kandung empedu.

Penyebab utamanya adalah batu empedu yang menyumbat saluran empedu.

Dapat disertai dengan Jaundice karena cairan empedu yang tidak bisa masuk ke saluran cerna
berubah warna menjadi bilirubin yang berwarna kuning & masuk ke peredaran darah.
Manajemen Nutrisi

Tujuannya adalah untuk mencapai & mempertahankan status gizi optimal serta untuk
memberi istirahat pada kandung empedu.

Caranya bertahap yaitu :

Menurunkan BB bila kegemukan

Membatasi makanan yang menyebabkan kembung atau nyeri abdomen

Mengatasi malabsorbsi lemak.

Syarat diet :

Energi sesuai kebutuhan

Protein agak tinggi, yaitu 1 1,25 g/kg BB

Lemak => Pada keadaan akut tidak diperbolehkan sampai keadaan akut mereda
=> Pada keadaan kronis dapat diberikan 20-26% dari kebutuhan energi total

Bila mengalami steatorhea (lemak feses >25g/24 jam), gunakan lemak dalam bentuk asam
lemak rantai sedang (Medium Chain Triglyseride/MCT) karena dapat mengurangi lemak
feses dan mencegah kehilangan vitamin & mineral

Berikan suplemen vitamin A, D, E & K bila perlu

Serat tinggi terutama dalam bentuk pektin yang dapat mengikat kelebihan asam empedu
dalam saluran cerna

Hindari bahan makanan yang dapat menimbulkan rasa kembung dan tidak nyaman

Bahan makanan yang tidak dianjurkan :

Semua makanan & daging yang mengandung lemak

Gorengan

Makanan yang menimbulkan gas, misal ubi, kacang merah, kol, sawi, lobak, ketimun, durian
& nangka.