Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN By. Ny.

S
DENGAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH (BBLR) DI
RUANG PERINATAL RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH
PALEMBANG TAHUN 2016

OLEH :
KELOMPOK 1

1.
2.
3.
4.
5.

ERIC WARDANA
DESIS EFFENDO
HASYANUL BAHRIA
MUKTI MUDA
NURUL DINIA PUTRI

6. NUR WAHYUDIN
7. PUTRI RAMA DIANA
SARI
8. RESI AGUSTIN
9. IIS SARI

DEFINISI
Bayi berat badan lahir rendah adalah bayi yang lahir
dengan berat badan kurang dari 2500 gram pada kondisi
tersebut bayi mudah sekali mengalami hipotermi yang
biasanya akan menjadi penyebab kematian. (Depkes RI,
2006).
BBLR dibedakan atas 2 kategori yaitu BBLR karena
premature dan BBLR karena Intrauterine Growth Retardation
(IUGR), yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi berat
badannya kurang. (Depkes RI, 2006).

ETIOLOG
I
Menurut
Depkes

(1993) terdapat 3
faktor yang mempengaruhi
terjadinya BBLR, yaitu:
1.Faktor ibu
- Gizi ibu hamil yang kurang
- Umur kurang dari 20 th atau
lebih dari 35 th
- Jarak hamil dan persalinan
terlalu dekat
- Paritas ibu
- Penyakit menahun ibu seperti

2.

Faktor kehamilan
Hamil dengan hydramnio
Hamil ganda
Perdarahan antepartum
Preeklamsi dan eklampsi
Ketuban pecah dini

3.Faktor

janin
Cacat bawaan / kelainan congenital
infeksi dalam Rahim

PATHWAY

MANIFESTASI KLINIK

1.Sebelum bayi dilahirkan :


. Adanya riwayat abortus partus prematurus
dan lahir mati.
. Pembesaran uterus tidak sesuai tuanya
kehamilan.
. Pergerakan janin yang pertama (quikening)
terjadi lebih lambat, walaupun
kehamilannya sudah agak lanjut.
. Pertambahan berat badan ibu tidak sesuai
. Sering dijumpai kehamilan dengan
oligohidramnion atau bisa pula hidramnion,
hiperemesis gravidarum dan pada hamil

2. Setelah bayi lahir dibedakan Menjadi :


a.Bayi premature
Vernik kaseosa sedikit/tidak ada
Jaringan lemak bawah kulit sedikit
Tulang tengkorak lunak mudah bergerak
Menangis lemah
Kulit tipis, merah dan stranparan
b.Bayi dengan retardasi pertumbuhan
intrauterin
.Tengkorak kepala keras, gerakan bayi
terbatas
.Kulit tipis, kering, berlipat-lipat mudah di
angkat
.Abdomen cekung atau rata
.Tali pusat tipis, lembek dan berwarna

KOMPLIKASI BAYI
DENGAN BBLR

1.Sindrom gangguan pernapasan


2.Pneumonia Aspirasi
3.Perdarahan intra ventikuler
4. Perdarahan intra ventikuler
5. Hyperbilirubinemia
6. Masalah suhu tubuh

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN By. Ny. S DENGAN BERAT BAYI


LAHIR RENDAH (BBLR)
A. Pengkajian
1. Identitas Klien
Pasien
Nama
: By. Ny. S
Tanggal lahir
: 28 Maret 2016 pukul 10:46 WIB
Jenis kelamin
: Perempuan
Tanggal pengkajian
: 28 Maret 2016 pukul 15:00 WIB
Nomor rekam medis
: 33.21.19
Diagnosa medis
: BBLR (Berat Badan Lahir Rendah)
Penanggung jawab
Nama ayah/ibu
: Ny.S
Umur
: 26 Tahun
Agama
: Islam
Pendidikan
: SLTA
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Hubungan dengan pasien : Ibu kandung
Alamat
: Plaju, palembang

2. Riwayat Kelahiran
a. Jenis persalinan
Pada saat pengkajian Usia bayi 4 jam 15 menit pasca kelahiran
dengan kelahiran spontan ,normal dengan posisi kepala yang
lebih dahulu keluar dan pada saat melahirkan usia janin
sudah 36 Minggu 4 hari yang menandakan bayi cukup bulan
dan tidak prematur.
b. APGAR score
No
Tanda

Karakteristi
k Penilaian

Menit 1

Menit 5

A : Apperence

Warna kulit

P : Pulse (HR)

Denyut
jantung

Refleks

G : Grimance
refleks
A : Activity

Tonus otot

R : Respiration

Pernapasan

Total

Kesimpulan : Bayi normal tidak mengalami asfiksia.

Keterangan :
7 10 : Normal (vigorous baby)
4 6 : Asfiksia sedang
0 3 : Asfiksia berat
1. Prolaps tali pusat
Tidak ditemukan prolaps tali pusat.
2. Aspirasi mekonium
Tidak ada aspirasi mekonium.
3. Ketuban
Pada saat persalinan ketuban pecah secara spontan,
warna ketuban jernih.
4. Usia kehamilan
Usia kehamilan 36 minggu 4 hari (bayi cukup bulan)
5. Resusitasi
Resusitasi dilakukan dengan bantuan minimal.
6. Berat badan bayi lahir
2200 gram dan termasuk BBLR
7. Panjang bayi
Panjang bayi 46 cm

3. Pemeriksaan Fisik
1.Keadaan Umum
Keadaan umum bayi baik namun berat badan bayi
hanya 2200 gram yang menandakan bahwa bayi
tergolong BBRL
2.Tingkat kesadaran
Tingkat kesadaran bayi compos mentis.
3.Tanda-tanda vital
RR
: 42 x/menit dengan kriteria wheezing (-) pola
nafas efektif
Nadi
: 124 x/menit dengan kriteria krochof (-)
murmur (-) normal
Suhu
: 35,8 C dengan kriteria hipotermi dan bayi
teraba dingin, Ibu bayi mengatakan tangan
bayi teraba dingin.
4.Warna kulit dan bibir
Warna kulit bayi adalah merah muda dengan tidak
didapatkan ikterus, syanosis, maupun kepucatan, kulit
nampak tipis. Crt 4 dtk.
5.Kepala muka hidung dan mulut

chepal hematome : Tidak ada pembekuan darah


dikepala
caput sucsadeneum : tidak ada caput sucsadeneum
ubun-ubun
: sedikit menonjol
b.Muka
mata : sekret (-) , sklera ikterik (-), kelopak mata
merah
telinga : bentuk simetris dan tidak terdapat
serumen
c. Hidung dan Mulut
labia schisis
: Tidak ada labia schisis
palatum schisis
: Tidak ada palatum schisis
trush (bercak)
: Tidak ditemukan trush (bercak)
membran mucosa : membran mucosa lembab
refleks hisap
: reflek hisap lemah
6. Dada
lingkar dada : 28 cm
bentuk dada : Simetris dan tidak ada kelainan
bunyi nafas : bunyi nafas bayi vesikuler
puting susu : terdapat dua puting susu

8. Alat Kelamin dan Anus


a. Kelamin
Labia mayora menutupi labia minora. Terdapat
lubang vagina dan terdapat lubang uretra.
b. Anus
Anus terdapat lubang.
9. Ekstremitas atas dan bawah
Gerakan tangan dan kaki kuat, jumlah jari lengkap
dan tidak terdapat kelainan.
10. Postur dan gerakan
Pada seluruh bagian tubuh tidak didapatkan kelainan
bentuk. Gerakan aktif pada seluruh bagian
ekstremitas.
11. Aktivitas
Bayi tertidur dengan pulas namun pada saat bangun

12.Eliminasi
a.BAK : 10x/hari dengan warna urine kuning
jernih. 15-16 ml/kg/hari
b.BAB : 3x/hari dengan warna hijau kehitaman
13.Refleks
a. Reflek Rooting
Ketika pipi atau sudut bibir bayi disentuh maka
kepala bayi berputar kearah rangsangan.
b. Reflek babinski
Saat telapak tangan dan telapak kaki disentuh
bayi mengkerutkan jari jarinya seolah olah
ingin menggenggam.
c. Reflek swallowing
Ketika ibu memasukkan puting susu ,bayi
tampak pelan-pelan dan reflek hisapnya pun
lemah.

ANALISA DATA

Intervensi & Implementasi

JURNAL

Judul :
Intrauterine growth retardation - small
events, big consequences
Penulis : Taimur Saleem, Nida Sajjad, Sanna
Fatima, Nida Habib, Syed R Ali and Maqbool
Qadir
Kesimpulan :
Dari hasil penelitian yang terdapat pada jurnal
menunjukkan
bahwa
tingkat
kejadian
IUGR/BBLR di negara-negara berkembang
adalah sekitar 6 kali lebih tinggi daripada di
negara maju.

Hal-hal yang harus diperhatikan untuk


mengurangi tingkat kejadian IUGR.BBLR
Integration

Funding
for
research
Antenatal
care

Effectivenes
s of health
care system

Coordination

Maternal
education

Risk
Assesment
Nutritiona
l policy
Accountability

Monitoring
improvement

TERIMA KASIH