Anda di halaman 1dari 17

PROPOSAL KERJA PRAKTEK SB 091353

STUDI KARAKTERISASI BAKTERI Eschericia coli DI


LABORATORIUM KESEHATAN,LUMAJANG

AHMAD MARZUKI R.
NRP: 1510 100 053

Dosen Pembimbing:
Tutik Nurhidayati,S.Si,M.Si.

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2013
HALAMAN PENGESAHAN
Proposal Kerja Praktek

Studi Karakterisasi Bakteri Eschericia coli


Laboratorium Kesehatan,Lumajang
Tanggal 17 Juni17 Juli 2013

O l e h:
AHMAD MARZUKI R.
NRP. 1510 100 053
Surabaya, 27 Mei 2013

Menyetujui :
Pembimbing Kerja Praktek

Koordinator Kerja Praktek

Tutik Nurhidayati S.Si., M.Si.

Wirdhatul Muslihatin, S.Si, M.Si

NIP. 19720910 199802 2 002

NIP. 19840620 201212 2004

Mengetahui,
Ketua Jurusan Biologi

Dr.rer.nat. Ir. Maya Shovitri, M.Si


NIP. 19690907 199803 2 001

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah S.W.T atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan proposal Kerja Praktek (KP) yang berjudul Studi Karakterisasi
3

Bakteri Eschericia coli di Laboratorium Kesehatan,Lumajang. pada tanggal 17 Juni 2013 17


juli 2013. Proposal Kerja Praktek ini disusun untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan
mata kuliah Kerja Praktek di Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
(FMIPA), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Penyusunan proposal ini tidak
terlepas dari bantuan berbagai pihak, sehingga penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada :
1.
2.
3.
4.
5.

.Ibu Tutik Nurhidayati S.Si., M.Si selaku Dosen Pembimbing Kerja Praktek
Ibu Wirdhatul Muslihatin, S.Si, M.Si selaku koordinator KP
.Dr.rer.net.Ir. Maya Shovitri, M.Si selaku Ketua Jurusan Biologi, FMIPA, ITS Surabaya
Teman-teman angkatan 2010 atas kebersamaanya
Ayah,Ibu,kakak dan keluarga besar semuanya atas bimbingan,dukungan dan doanya .
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih belum sempurna, sehingga kritik dan saran

yang membangun penulis harapkan demi perbaikan laporan selanjutnya. Penulis berharap
semoga proposal Kerja Praktek (KP) ini dapat bermanfaat serta dapat memberikan informasi
bagi semua pihak.

Surabaya, 27 Mei 2013


Penulis

DAFTAR ISI
Halaman Judul................................................................................................................ i
Lembar Pengesahan........................................................................................................ii
Kata Pengantar................................................................................................................iii
Daftar Isiiv
Daftar Tabel..................................................................................................................... v
4

Daftar Gambar................................................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................1
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Tujuan........................................................................................................ 2
1.3 Manfaat...................................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.....................................................................................3
2.1 Klasifikasi E.coli.......................................................................................3
2.2 Karakteristik Morfologi Escherichia coli.................................................3
2.3 Isolasi Bakteri Coliform............................................................................6
2.3.1
Uji Dugaan...................................................................................6
2.3.2
Uji Kepastian............................................................................... 6
2.3.3
Inokulasi Bakteri.........................................................................6
2.3.4
Inokulasi bakteri pada TSIA........................................................6
2.3.5
Uji Morfologi...............................................................................7
2.3.6
Uji Biokimia untuk Bakteri Coliform..........................................8
2.3.6.1 Uji Utilasi Sitrat............................................................8
2.3.6.2 Uji Motility....................................................................8
2.3.6.3 Uji Indol........................................................................ 8
2.3.6.4 Uji Voges Proskauer (VP).............................................9
2.3.6.5 Uji Methyl Red..............................................................9
2.3.6.6 Identifikasi Coliform.....................................................9
2.4 Analisis Data............................................................................................. 9
2.4.1
MPN............................................................................................ 9
BAB III METODOLOGI...............................................................................................10
3.1 Waktu Pelaksanaan....................................................................................10
3.2 Tempat pelaksanaan..................................................................................10
3.3 Jadwal Pelaksanaan...................................................................................10
BAB IV PENUTUP.........................................................................................................11
.
4.1 Penutup......................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................12

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Morfologi E. Coli...............................................................................................3
Gambar 2. E. coli dengan pili dan flagella..........................................................................4
Gambar 3. Struktur bakteri E. coli.......................................................................................4

DAFTAR TABEL

Tabel 1.Hasil uji gula-gula famili Enterobacteriaceae ........................................................5


Tabel 2.Pembagian grup utama dari E. coli berdasarkan mekanisme infeksi ..........................5

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merupakan salah satu
perguruan tinggi berbasis teknologi yang di dalamnya terdapat Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), dengan lima jurusan dibawahnya. Salah satu jurusannya
adalah Jurusan Biologi.
Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan ITS dilakukan melalui
kegiatan belajar mengajar, penelitian (observasi laboratorium dan lapangan), serta aplikasi dalam
kehidupan masyarakat. Dalam pencapaian SDM yang optimal, maka dibutuhkan adanya kerja
praktek, yaitu hubungan kerjasama antara pihak ITS dengan instansi atau perusahaan yang
terkait, sebagai korelasi antara ilmu yang telah diperoleh di PTN-ITS dengan ilmu yang akan
digunakan dalam dunia kerja maupun penelitian.
Kerja praktek merupakan salah satu sarana untuk menemukan relevansi ilmuyang
diperoleh dengan implementasi dilapangan. Diharapkan melalui kerja praktek ini,akan
memperoleh gambaran nyata serta pengalaman mengenai sistematika dan struktur
organisasi kerja, penerapan disiplin ilmu pengetahuan serta aspek sosial, ekonomis, dan
teknis dilapangan, sehingga diharapkan seorang mahasiswa dapat mencapai kualifikasi
yang diharapkan oleh dunia kerja nantinya.
Ilmu Biologi merupakan ilmu yang mempelajari seluk beluk mengenai makhluk
hidup, Beberapa percabangan ilmu biologi adalah mikrobiologi. Mikrobiologi adalah
sebuah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari mikroorganisme. Pengembangan
Sumber Daya Manusia di ITS dilaksanakan melalui kegiatan belajar mengajar, penelitian
(observasi lapangan dan laboratorium), serta aplikasi dalam kehidupan masyarakat.
Dalam pencapaian sumber daya manusia yang optimal, maka dibutuhkan hubungan
6

kerjasama pihak ITS dengan perusahaan atau instansi yang terkait, sebagai korelasi
antara ilmu yang diperoleh di ITS dengan ilmu yang digunakan dalam dunia kerja.
Kerjasama ini dapat dilaksanakan dengan penukaran informasi antara masing-masing
pihak tentang korelasi ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di 1perguruan tinggi
dengan pengembangan aplikasi guna pemenuhan kebutuhan.

1.2

Tujuan
Adapun tujuan dari pelaksanaan kerja praktek ini adalah sebagai berikut :
a

Untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan / implementasi dari ilmu atau
teori yang selama ini diperoleh melalui bangku kuliah dan membandingkannya dengan
kondisi nyata yang ada di lapangan.

b Mencari dan mengumpulkan referensi yang dapat dipergunakan untuk menyusun tugas
akhir.
c

Terjalinnya komunikasi dua arah antara dunia kerja dan dunia pendidikan, sehingga
tercipta arus informasi yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

Kesempatan mempelajari dan turut serta melaksanakan aktivitas sehari-hari dalam


kegiatan Instansi termasuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

1.3

Manfaat
Adapun manfaat dari kerja praktek ini adalah sebagai berikut :
a) Memenuhi persyaratan kurikulum S1 di Fakultas MIPA Jurusan Biologi ITS.

b) Memperoleh pengalaman kerja dan peluang berlatih menangani permasalahan yang


muncul dalam dunia kerja secara langsung.
c) Memperoleh tambahan pengetahuan dan pengalaman yang akan membuka wawasan
berpikir yang

lebih luas mengenai disiplin ilmu yang ditekuni selama ini dibidang

mikrobiologi dalam ilmu biologi serta sosialisasi terhadap dunia kerja.


d) Mempelajari metode kerja serta kebutuhan peralatan yang dipergunakan sehari-hari
dalam lingkungan kerja.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Klasifikasi
Klasifikasi E. coli menurut Songer dan Post (2005) adalah sebagai berikut:

Kingdom : Bacteria
Filum : Proteobacteria
Kelas : Gamma Proteobacteria
Ordo : Enterobacteriales
Famili : Enterobacteriaceae
Genus : Escherichia
Spesies : Escherichia coli
2.2

Karakteristik Morfologi Escherichia coli


Bakteri E. coli merupakan spesies dengan habitat alami dalam saluran pencernaan
manusia maupun hewan. E. coli pertama kali diisolasi oleh Theodor Escherich dari tinja
seorang anak kecil pada tahun 1885. Bakteri ini berbentuk batang, berukuran 0,4-0,7 x
1,0-3,0 m, termasuk gram negatif, dapat hidup soliter maupun berkelompok, umumnya
motil, tidak membentuk spora, serta fakultatif anaerob (Gambar 1) (Carter & Wise 2004).

Gambar 1. Morfologi E. Coli


Struktur sel E. coli dikelilingi oleh membran sel, terdiri dari sitoplasma yang
mengandung nukleoprotein (Gambar 3). Membran sel E. coli ditutupi oleh dinding sel
berlapis kapsul. Flagela dan pili E. coli menjulur dari permukaan sel (Gambar 2) (Tizard
2004). Tiga struktur antigen utama permukaan yang digunakan untuk membedakan
serotipe golongan E. coli adalah dinding sel, kapsul dan flagela. Dinding sel E. coli
berupa lipopolisakarida yang bersifat pirogen dan menghasilkan endotoksin serta
diklasifikasikan sebagai antigen O. Kapsul E. coli berupa polisakarida yang dapat
melindungi membran luar dari fagositik dan sistem komplemen, diklasifikasikan sebagai
antigen K. Flagela E. coli terdiri dari protein yang bersifat antigenik dan dikenal sebagai
antigen H. Faktor virulensi E. coli juga disebabkan oleh enterotoksin, hemolisin kolisin,
siderophor, dan molekul pengikat besi (aerobaktin dan entrobaktin) (Quinn et al. 2002).

Gambar 2. E. coli dengan pili dan flagella

Gambar 3. Struktur bakteri E. coli

Bakteri E. coli dapat membentuk koloni pada saluran pencernaan manusia


maupun hewan dalam beberapa jam setelah kelahiran. Faktor predisposisi pembentukan
koloni ini adalah mikroflora dalam tubuh masih sedikit, rendahnya kekebalan tubuh,
faktor stres, pakan, dan infeksi agen patogen lain. Kebanyakan E. coli memiliki virulensi
yang rendah dan bersifat oportunis (Songer & Post 2005). Ditjenak (1982) melaporkan
bahwa E. coli keluar dari tubuh bersama tinja dalam jumlah besar serta mampu bertahan
sampai beberapa minggu. Kelangsungan hidup dan replikasi E. coli di lingkungan
membentuk koliform. E. coli tidak tahan terhadap keadaan kering atau desinfektan biasa.
Bakteri ini akan mati pada suhu 60 0C selama 30 menit.
E. coli bersifat patogen karena dapat menyebabkan infeksi pada manusia dan hewan.
Seorang bakteriolog yaitu Theodor Escherich , mengidentifikasi E. coli dari babi yang menderita
5

enteritis. Enteritis merupakan peradangan usus yang bisa menyebabkan sakit perut, mual,
muntah, dan diare baik manusia maupun hewan. E. coli merupakan bakteri yang bisa hidup pada
lingkungan yang berbeda. Bakteri ini dapat ditemukan di tanah, air, tanaman, hewan, dan
manusia (Berg 2004; Bhunia 2008; Manning 2010).
Genus Eschericia merupakan bakteri berbentuk batang (1x4 m), motil, dan mesofilik.
Bakteri ini sering ditemukan di dalam pencernaan manusia, hewan berdarah panas, dan burung
(Ray 2004; Duffy 2006; Bhunia 2008). Spesies terpenting dari genus Eschericia ialah E. coli
(Ray 2004; Adams dan Moss 2008). E. Coli merupakan famili Enterobacteriaceae yang termasuk
bakteri enterik. Bakteri enterik ialah bakteri yang bisa bertahan di dalam saluran pencernaan
termasuk sruktur saluran pencernaan rongga mulut, esofagus, lambung, usus, rektum, dan anus.
E. coli bisa hidup sebagai bakteri aerob maupun bakteri anaerob. Oleh karena itu, E. coli
dikategorikan sebagai anaerob fakultatif (Manning 2010).
E. coli merupakan bakteri Gram negatif dan tidak berbentuk spora. E. coli bersifat
katalase positif, oksidasi negatif, dan fermentatif. E. coli termasuk bakteri mesofilik dengan suhu
pertumbuhannya dari 7 C sampai 50 C dan suhu optimum sekitar 37 C (Adams dan Moss
2008). E. coli dapat tumbuh pada pH 4-9 dengan aktivitas air 0.935. Laju pertumbuhan E. coli
yaitu 25 jam/generasi pada suhu 8 C (Forsythe 2000). E. coli dapat dibedakan dengan
Enterobacteriaceae lainnya berdasarkan uji gula-gula dan uji biokimia. Secara sederhana uji-uji
untuk grup penting ini disebut dengan indole, methyl red, Voges-Proskeur, citrate atau disingkat
IMViC (Adams dan Moss 2008). Hasil uji gula-gula famili Enterobacteriaceae diperlihatkan
dalam Tabel 1.
Bakteri

Indole

Methyl Red

Voges Proskeur

Citrate

E. coli

Salmonella
typhimurium

Citrobacter
freundii

Klebsiella
pneumonia

Enterobacter
aerogens

Ada enam grup E. coli patogen yang telah diidentifikasi. Masing-masing grup
memiliki virulensi dan mekanisme patogenik yang berbeda serta inang yang spesifik (Duffy
2006). Galur E. coli yang menyerang manusia diklasifikasikan ke dalam enam grup yaitu
enteropathogenic E. coli (EPEC), enterotoxigenic E. coli (ETEC), enterohemorrhagic E. coli

(EHEC), enteroinvasive E. coli (EIEC), diffuse-adhering E. coli (DAEC), dan


enteroaggregative E. coli (EAEC) (Duffy 2006; Meng dan Schroeder 2007; Bhunia 2008;
Laury et al. 2009; Manning 2010). Pembagian grup utama dari E. coli berdasarkan
mekanisme infeksi dapat dilihat pada Tabel 2.

Pathotypes

Potensi invasi

Enteropathogenic E. coli

Tempat perlekatan
Usus halus

(EPEC)
Enterotoxigenic E. coli

Usus halus

Tidak ada

(ETEC)
Enteroinvasive E. coli (EIEC)
Enteroaggregative E. coli

Usus besar (kolon)


Usus halus dan usus besar

Tinggi
Tidak ada

(EAggEC)
Enterohaemorrhagic E. coli

Usus besar (kolon)

Sedang

Sedang

(EHEC)
2.3

Isolasi Bakteri Coliform (Fekal dan non Fekal)

Dwidjoseputro (1998) untuk menguji kehadiran bakteri coliform pada suatu sampel air dilakukan
beberapa tahap yaitu :
2.3.1

Uji Dugaan (Presumptive Test)

1. Sampel air terlebih dahulu dikocok sebanyak 25 kali dengan tujuan sampel air tersebut
homogen
2. Siapkan 9 tabung reaksi steril yang berisi tabung durham dengan medium LB
3. Isolasikan 10 ml sampel air ke dalam 3 tabung reaksi yang berisi 9 ml medium LB
4. Hal yang sama dilakukan untuk 1 ml dan 0,1 ml sampel air yang diisolasikan pada LB
5.Inkubasikan semua tabung pada suhu 35C selama 2x24 jam. Tabung durham yang
menunjukkan positif ditandai dengan terbentuknya gas pada tabung durham dan adanya
perubahan warna. Untuk menghilangkan keraguan dapat dilakukan tes uji kepastian (Confirmed
Test).
2.3.2

Uji Kepastian (Confirmed Test)

1. Tabung LB yang menunjukkan hasil positif selanjutnya diinokulasikan pada tabung berisi
media ECB dengan tabung durham.
2. Inkubasi dilakukan pada suhu 45C untuk fekal, selama 224 jam.
2.3.3

Inokulasi Bakteri pada media selektif

Sampel air selanjutnya diinokulasikan pada media (EMB Agar) dengan menggunakan ose bulat
dan diinkubasi pada suhu 35C selama 24 jam. Pada pembenihan ini bakteri yang dapat tumbuh
7

hanya bakteri Gram-negatif, sedangkan bakteri Gram-positif tidak dapat tumbuh atau tumbuh
dengan tidak subur.
2.3.4

Inokulasi Bakteri Pada Medium TSI Agar (TSIA)

Media TSIA merupakan medium deferensial untuk bakteri Gram-negatif. Kemampuan bakteri
menfermentasi dekstros dan laktosa serta kemampuan memproduksi hydrogen sulfida adalah
merupakan dasar untuk mengetahui jenis bakteri tertentu dari pertumbuhannya dalam medium
ini.
Cara kerja:
Pertumbuhan bakteri diambil sedikit dengan menggunakan ose lancip steril kemudian
diinokulasi ke dalam dasar agar dan keseluruh permukaannya selanjutnya diinkubasi pada suhu
3537C selama 18-24 jam. Hal-hal yang dinilai:
- Dasar : Merah (K: Alkali) /kuning (A: acid)
- Lereng : Merah (K: alkali) /kuning (A: acid)
- H2S : Warna hitam antara dasar dan lereng
- Gas : Agar bagian dasar pecah/ada gelembung
Perubahan pH karena adanya fermentasi menyebabkan terjadinya warna kuning, dengan adanya
indikator phenol red. Jika hanya dekstros yang difermentasi maka dasarnya saja yang berwarna
kuning, tetapi jika dekstros maupun laktosa keduanya difermentasi maka dasar dan lerengnya
akan berwarna kuning. Terbentuknya H2S adalah berasal dari natrium tiosulfat dan ferric
ammonium citrat sebagai sumber sulfur.
2.3.5

Uji Morfologi

Uji morfologi dilakukan dengan pewarnaan Gram dari setiap koloni terduga. Pewarnaan Gram
bertujuan untuk melihat bentuk atau morfologi dan sifat pewarnaan dari mikroorganisme
tersebut. Adapun prosedur kerja pewarnaan Gram adalah sebagai berikut:
1. Di siapkan kaca objek yang bersih, bebas dari kotoran terutama minyak.
2. Secara aseptik, diambil kultur bakteri dan dioleskan pada kaca objek dengan menggunakan
ose bulat dan diberi setetes air steril untuk membantu menyebarkan bakteri secara merata pada
kaca objek.
3. Olesan bakteri dibiarkan mengering kemudian difiksasi diatas lampu Bunsen sampai olesan
bakteri benar-benar kering.
4. Selanjutnya Kristal ungu diambil dengan pipet tetes dan diteteskan diatas olesan bakteri
sampai semua olesan terendam, lalu dibiarkan selama satu menit.
5. Kemudian olesan dicuci dengan air mengalir sampai Kristal larutan ungu tidak tercuci lagi.

6. Diatas olesan bakteri ditambahkan larutan iodin dan dibiarkan terendam selama satu menit dan
dicuci dengan air mengalir.
7. Setelah itu tetesi usapan bakteri dengan etanol 95% selama 30 detik hingga seluruh warna
birunya hilang. Kemudian usapan bakterinya dicuci kembali dengan air mengalir. Bubuhkan
larutan safranin selama 1 menit dan dicuci kembali dengan air mengalir setelah dikering
anginkan.
8. Preparat diamati di bawah mikroskop dengan menggunakan lensa okuler 10 dan lensa
objektif 100. Jika penempakan sel bakteri berwarna ungu maka bakteri bersifat Gram-positif,
tetapi jika berwarna merah maka bakteri bersifat Gram-negatif.
2.3.6

Uji Biokimia untuk Bakteri Coliform

Uji biokimia dilakukan dengan menginokulasi biakan pada media TSIA ke dalam media: Citrat,
Na, trypton (indol), MR (methyl red), VP (voger proskauer), Berikut adalah cara kerja dari uji
biokimia:
2.3.6.1 Uji Utilasi Sitrat
Tujuan dari uji ini adalah untuk mengetahui jenis bakteri yang mengutilisisasi sitrat. Bakteri
yang memanfaatkan sitrat sebagai sumber karbon akan menghasilkan natrium karbonat yang
bersifat alkali, sehingga dengan adanya indikator brom thymol blue menyebabkan warna biru
pada media.
Cara kerja :
Koloni bakteri pada media KIA diambil dengan ose dan diinkubasi pada media simon citrat,
selanjutnya diinkubasi pada suhu 35-37C selama 18-24 jam. Terjadi warna biru pada media
berarti tes positif dari warna dasar media yaitu hijau.
2.3.6.2 Uji Motiliti
Tujuan untuk mengetahui bakteri yang dites bergerak atau tidak. Pergerakan bakteri dapat dilihat
dengan adanya kekeruhan disekitar tusukan pada media karena medium dalam keadaan semi
solid.
Cara kerja :
Pertumbuhan bakteri diambil sedikit dari media TSIA dengan ose lancip steril dan diinokulasikan
ke dalam NA semi solid dengan cara menusukkan bakteri pada ose hingga ke dasar media,
kemudian diinkubasi pada suhu 35-37oC selama 18-24 jam. Jika pertumbuhan yang
menyebabkan kekeruhan sebagian besar dari medium menunjukkan tes positif dari warna dasar
media yaitu hijau.
2.3.6.3 Uji Indol

Uji ini bertujuan untuk mendeteksi kemampuan mikroba mendegradasikan asam amino
tryptophan. Pembentukan indol dari mikroorgamisme dapat diketahui dengan menumbuhkannya
dalam media biakan yang kaya akan triptofan. Untuk melihat adanya indol digunakan reagen
kovac yang memberikan reaksi warna apabila tes positif.
Cara kerja :
Diambil bakteri biakan pada media TSIA sebanyak 1 ose dan diinokulasikan pada media tripton
dan diinkubasi selama 18-24 jam pada suhu 35-37C. Setelah 24 jam biakan tadi ditambahkan
dengan larutan kovac sebanyak 0,2 ml, dimana larutan ini digunakan untuk melihat kehadiran
indol yang ditandai dengan terbentuknya cincin merah pada lapisan atas media.
2.3.6.4 Uji Voges Proskauer (VP)
Uji ini bertujuan untuk mendeteksi adanya acethyl methyl carbinol yang diproduksi oleh bakteri
tertentu dalam pembenihan VP. Adanya bekteri tertentu yang dapat memproduksi acethyl methyl
carbinol dapat diketahui dengan penambahan reagen voges prouskauer (reagen VP).
Cara kerja :
Biakan bakteri deri media TSIA diinokulasikan pada media VP dan diinkubasi selama 18-24 jam
pada suhu 35-37oC. Selanjutnya tambahkan 0,6 ml larutan alpha naftol dan 0,2 ml KOH 40%
kemudian dikocok pelan hingga tercampur dan dibiarkan selama 15 menit, terjadinya warna
orange berarti tes positif dari warna dasar media yaitu putih bening.
2.3.6.5 Uji Methyl Red
Uji ini bertujuan untuk menentukan adanya fermentasi asam campuran. Beberapa bakteri
memfermentasikan glukosa dan menghasilkan berbagai produk yang bersifat asam sehingga
akan menurunkan pH media pertumbuhan menjadi 5,0 atau lebih rendah. Penambah indikator pH
methyl red dapat menunjukkan adanya perubahan pH menjadi asam.
Cara kerja :
Biakan bakteri dari media TSIA diinokulasi pada media MR dan diinkubasi selama 18-24 jam
pada suhu 35C-37C. Pertumbuhan bakteri pada biakan MR selanjutnya ditetesi dengan 2-3
tetes reagen Methyl Red. Terjadinya warna merah berarti tes positif dari warna dasar media yaitu
putih bening.
2.3.7

Identifikasi Coliform

Identifikasi bakteri dilakukan berdasarkan hasil pengujian dari uji morfologi dan uji biokimia.
Identifikasi menggunakan buku Bergeys Manual of Systematic Bacteoroogy dan Tabel
identifikasi bakteri Gram-negatif.
2.4 Analisis Data
Data yang diperoleh selanjutnya disusun dalam bentuk tabel dan gambar.
10

2.4.1 MPN
Jumlah bakteri coliform pada tabung yang positif akan dihitung dan mencocokkannya pada tabel
perhitungan Most Probable Number (MPN).

BAB III
METODOLOGI

3.1

Waktu Pelaksanaan
Berdasarkan Kalender akademik Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
(ITS) Semester Genap tahun ajaran 2012/2013, maka kerja praktek ini dijadwalkan akan
dilaksanakan mulai tanggal 17 Juni 2013 sampai dengan 17 juli 2013. Pelaksanaan
Kerja Praktek ini direncanakan akan berlangsung selama 1 bulan.
3.2 Tempat Pelaksanaan
Kegiatan Kerja Praktek dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Jl. Sunandar
Priyo Sudarmo No.125 Sukodono - Lumajang Jawa Timur.
3.3 Jadwal Pelaksanaan Kerja Praktek
Pelaksanaan Kerja Praktek akan dibagi dalam beberapa tahapan kegiatan, seperti pada

Tabel berikut ini :


Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Kerja Praktek
Minggu keNo.
`1.
2.
3.
4.
5.

Jenis Kegiatan
Studi Literatur
Pengenalan Lapangan
Kerja Praktek Lapangan
Pengumpulan data Laporan
Penulisan Laporan

II

III

IV

Keterangan : Jadwal pelaksanaan Kerja Praktek bisa dikonsultasikan lebih lanjut dengan
pihak Laboratorium Kesehatan, Lumajang.

11

BAB IV
PENUTUP

4.1

Penutup
Demikian proposal Kerja Praktek ini kami buat dengan sebenar benarnya. Besar
harapan kami untuk dapat melaksanakan Kerja praktek di instansi ini dan membimbing
kami selama kerja praktek berlangsung, sehingga tujuan kerja praktek ini dapat
tercapai.Kami berharap setelah mengadakan kerja praktek ini dapat memperoleh
pengalaman yang berharga dan pengalaman tersebut dapat kami jadikan modal untuk
nantinya dapat terjun langsung dalam dunia kerja yang sesungguhnya.
Atas perhatian dan kesediaannya dalam membantu terselesaikannya kerja praktek ini,

kami mengucapkan terima kasih.

12

DAFTAR PUSTAKA
Adams MR, Moss MO. 2008. Food Microbiology 3rd Edition. Cambridge: RSC Pub.
Bhunia A. 2008. Foodborne Microbial Pathogens. New York: Springer.
Berg HC. 2004. Eschericia coli in Motion. New York : Springer.
Carter GR, Wise DJ. 2004. Essential of Veterinary Bacteriology and Mycology. 6 th Ed. Iowa:
Blackwell Publishing.
Dwidjoseputro. 1998. Dasar-dasar Mikrobiologi. Penerbit Malang : Djambatan.
Duffy G. 2006. Emerging Pathogenic E. coli. Dalam Motarjemi Y, Adams M, editor. Emerging
Foodborne Pathogens. New York: CRC Pr.
Forsythe SJ. 2000. The Microbiology of Safe Food. London: Blackwell Science.
Manning SD. 2010. Escherichia Coli Infections. New York: Infobase Publishing.Hlm: 16.
Quinn PJ, Markey BK, Carter ME, Donnelly WJ, Leonard FC. 2002. Veterinary Microbiology
and Microbial Disease. London (GB): Blackwell Science.
Ray B. 2004. Fundamental Food Microbiology, Ed. ke-3. Washington, DC: CRC PrSonger JG.
Post KW. 2005. Veterinary Microbiology Bacterial and Fungal Agents of Animal Disease. New
York : CRC Pr.
Elsevier Saunders.Tizard IR. 2004. Veterinary Immunology: an Introduction Sixth Edition.
Pennsylvania: WB Saunders.

13