Anda di halaman 1dari 21

PATOFISIOLOGI DEMAM

ERWIN ARIEF

Bagian Ilmu Penyakit Dalam


Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin

Pendahuluan
Peningkatan suhu tubuh di atas rata2
variasi suhu tubuh yg normal
Suhu berasal dari: metabolisme tubuh
&
environment
Suhu oral org dws normal 37ooC
(38,6ooF), atau bervariasi antara 37,2
37,7ooC
FUO keluhan demam > 3 mgg, suhu
> 38,3 ooC dan tdk ditemukan penyebab
atau D/ pasti.

Pendahuluan
suhu tubuh diatur oleh hipotalamus
(thermoregulatory center)
Thermoregulator
y center

produksi panas
(otot, hepar)

dissipasi panas
(kulit, paru)

Pendahuluan
keadaan2 fisiologis perubahan suhu
tubuh:
menstruasi
post-prandial
kehamilan
disfungsi endokrin
hiperpireksia : demam dgn suhu >
41,5ooC (sepsis)

Pendahuluan
walaupun sebagian besar pe
suhu
tubuh demam, namun sebagian
hyperthermia (bukan demam)
hyperthermia ditandai:
Peningkatan suhu tubuh yg tdk
terkontrol melampaui kemampuan
tubuh utk mengeluarkan panas
Tdk melibatkan molekul pirogenik
Terdapat exogenous heat exposure
Fatal & tdk berespon antipiretik

Pendahuluan
penyebab hyperthermia syndrome:
a. Heat stroke
b. Obat-obatan: amfetamin, kokain,
antikolinergik, simpatomimetik
c. Malignant hyperthermia: anastesi
inhalasi, suksinilkolin
d. Endokrinopati:
tirotoksikosis,
feokromasitoma
e. Perdarahan
serebral,
status
epilepticus, hypothalamic injury

Patofisiologi
Respon demam adlh reaksi fisiologis
kompleks thd su penyakit
Melibatkan berbagai sitokin
Menimbulkan reaktan fase akut
Mengaktifkan: sistem imunologik,
endokrin dan fisiologik
suhu tergantung pd keseimbangan
antara produksi & dissipasi panas

Suhu
Suhu tubuh
tubuh dpt
dpt diturunkan
diturunkan melalui
melalui
evaporasi
evaporasi di
di kulit
kulit (~600
(~600 kcal/jam;
kcal/jam; lebih
lebih
dari
dari 11 liter
liter keringat)
keringat) &
& paru
paru
Suhu
Suhu tubuh
tubuh dikontrol
dikontrol oleh
oleh mekanisme
mekanisme yg
yg
melibatkan:
melibatkan:
respon
respon endokrin
endokrin (neurotransmitter;
(neurotransmitter;
noradrenalin,
noradrenalin, asetilkolin,
asetilkolin, sbstansi
sbstansi P,
P,
somatostatin,
somatostatin, dll)
dll)
respon
respon otonomik
otonomik (saraf
(saraf simpatis)
simpatis)
respon
respon behavioral
behavioral (melindungi
(melindungi tubuh
tubuh
dari
dari perubahan
perubahan suhu)
suhu)

Proses diperankan
oleh:

HIPOTALAM
US
THERMOSTAT
KONTROL MEKANISME
THERMOREGULATOR
KESEIMBANGAN
PRODUKSI PANAS & HEAT
LOSS

RESEPTOR
RESEPTOR
SENSITIF
SENSITIFPANAS
PANAS
(AREA
PRE
OPTTIK
(AREA PRE OPTTIK
HIPOT
HIPOTANTERIOR)
ANTERIOR)

ME OUTPUT SINYAL
Jika suhu meningkat
di atas suhu set point
(> 37,1 oC)

ME OUTPUT SINYAL
Jika suhu di bawah
suhu set point
(< 37,1 oC)

reseptor lainnya di
KULIT, SPINAL CORD &
ABDOMEN
impuls
HIPOTHALAMUS

Peningkatan suhu tubuh akan


menyebabkan:
inhibisi s. simpatis vasodilatasi
pemb darah kulit & stimulasi kel
keringat evaporasi

Penurunan
suhu
tubuh
menyebabkan:
aktivasi s. simpatis vasokonstriksi
& penghambatan keringat, produksi
panas
di
otot,
pelepasan
neurotransmitter peningkatan suhu

reaksi fase akut suatu infeksi demam


pirogen yg dikeluarkan menyebabkan
perubahan pd set point
IL-1, 1, IL
6, IL-8, IL11, INF-,
INF-, TNF, TNF-

produksi

PIROGEN

Opsonisasi oleh
komplemen &
difagositer oleh
makrofag

Endotoksin
(lipopolisak
arida) dari
bakteri
gram
negatif

EKSOGEN

MEKANISME TERJADINYA DEMAM


1
INFEKSI, TOKSIN MIKROBA,
MEDIATOR INFLAMASI,
REAKSI IMUN

2
TOKSIN
MIKROBA

DEMAM

Cyclic AMP

PRODUKSI
PANAS

PGE2

PENINGKATAN
SET POINT
TERMOREGULASI

MONOSIT/MAKROFAG,
SEL ENDOTEL, dll

SITOKIN PIROGENIK
IL-1, IL-6, TNF, IFN

HYPOTHALAMIC
ENDOTHELIUM

sirkulasi sistemik

Pendekatan terhadap penderita dgn


demam

Penatalaksanaan pasien dgn demam


sebagian demam ~ infeksi self limiting
(viral >>)
prinsipnya penyebab primer !
Pd inf bakteri; penundaan antipiretik
evaluasi efektivitas AB
memudahkan D/ pd penyakit dgn
demam yg tidak umum, seperti
disosiasi suhu-nadi (tifoid,
brucellosis, leptospirosis, dll)

Penatalaksanaan pasien dgn demam


Sebagian penyakit pola demam yg
khas (p.vivax demam setiap hr ke-3, p.
malaria demam setiap hr ke-4, peny
Hodgkin, limfoma, dll)
Pd bayi, usila, CKD, th/ steroid
demam jarang.

Mekanisme
Mekanisme anti
anti piretik
piretik

Prinsip: menurunkan kadar PGE22 pd


pusat termoregulasi
Penghambatan enzim siklo oksigenase
(hambat asam arakhidonat PGE22)
Rejimen
Rejimen untuk
untuk menurunkan
menurunkan demam
demam

Tujuan : menurunkan set point demam


pd
hipotalamus & memfasilitasi heat loss
Demam kebutuhan O2 meningkat (13
% setiap 1ooC) & memperburuk ggn

Asetaminofen relatif aman (aspirin &


NSAID trombosit / perdarahan GI)
Cooling blanket menurunkan suhu
tubuh ( dengan antipiretik)

Terimakasih
Terimakasih