Anda di halaman 1dari 2

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG

JURUSAN TEKNIK SIPIL


PERANCANGAN JALAN DAN JEMBATAN
T = 19 cm ; MR = 40 kg/cm2
Faktor Keamanan dengan peranan jalan, TOL = 1,20
Konfigurasi
sumbu
(1)
STRT
STRT
STRG
STRT
STRG
STRT
SGRG

Beban
sumbu
(ton)
(2)
3
4
5
5
6
6
14

Beban sumbu
rencana
(FK = 1,20)
(3) = (2) x FK
3,60
4,80
6,00
6,00
7,20
7,20
16,80

Repetisi
beban
(105)
(4)
85,72
47,33
85,72
13,91
47,33
25,60
25,60

Tegangan
yang terjadi
(kg/cm2)
(5)
14,30
14,00
17,10
15,20
20,20
19,20

Perbandingan
tegangan

Jumlah repetisi
beban yang diijinkan

Persentase
fatigue (%)

(6) = (5) / MR
0,36
0,35
0,43
0,38
0,51
0,48

(7)
400000
TOTAL

(8) = (4) / (7)


640
640

Dengan tebal pelat 19 cm, terlihat bahwa total fatigue yang terjadi adalah 640% > 100% , maka perhitungan tebal pelat harus diulangi
kembali dengan tebal yang lebih besar dari 19 cm. selanjutnya dicoba dengan pelat 20 cm.

T = 20 cm ; MR = 40 kg/cm2
Faktor Keamanan dengan peranan jalan, TOL = 1,20

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG


JURUSAN TEKNIK SIPIL
PERANCANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Konfigurasi
sumbu
(1)
STRT
STRT
STRG
STRT
STRG
STRT
SGRG

Beban
sumbu
(ton)
(2)
3
4
5
5
6
6
14

Beban sumbu
rencana
(FK = 1,20)
(3) = (2) x FK
3,60
4,80
6,00
6,00
7,20
7,20
16,80

Repetisi
beban
(105)
(4)
85,72
47,33
85,72
13,91
47,33
25,60
25,60

Tegangan
yang terjadi
(kg/cm2)
(5)
14,00
14,00
14,90
14,00
18,60
17,80

Perbandingan
tegangan

Jumlah repetisi
beban yang diijinkan

Persentase
fatigue (%)

(6) = (5) / MR
0,35
0,35
0,37
0,35
0,47
0,45

(7)
-

(8) = (4) / (7)


0

TOTAL

Dengan tebal pelat 20 cm, terlihat bahwa total fatigue yang terjadi adalah 0 % < 100 % , maka perhitungan tebal pelat oke.