Anda di halaman 1dari 6

AsKep dan Laporan Pedahuluan

Berbagi ilmu pengetahuan itu indah. Tanpa berbagi sama


aja orang pelit
Skip to content

Beranda

Askeb Neonatus

Makalah

Nasofarngitis Akut
10 September 2014 | riezkhyamalia

1. PENGERTIAN
Nasofaringitis Akut merupakan peradangan akibat infeksi virus di saluran pernafasan atas.
Nama lain dari nasofaringitis akut antara lain rhinofaringitis akut, rhinitis simpleks, selesma,
coryza atau orang awam lebih sering menyebut masuk angin/common cold (CC)
Selesma (common cold) dan flu (influenza) sering disebut sebagai self-limiting desease
karena sebenarnya penyakit ini merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya.
Selesma disebabkan oleh bermacam-macam virus (diketahui lebih dari 100 virus seperti
rhinovirus, adenovirus, respiratory syncytial virus (RSV), coronavirus, dan lain-lain)
sedangkan flu disebabkan oleh virus influenza, biasanya tipe A. Ukuran partikelnya sendiri
sangat kecil dengan diameter hanya < 10 um, akan sangat mudah untuk menginfeksi. Setelah
menginfeksi sel di saluran nafas, virus akan berkembangbiak dan menginfeksi sel-sel yang
berdekatan, masa inkubasinya berkisar antara 1872 jam.
Beberapa penyakit dapat diawali dengan gejala yang mirip dengan gejala flu seperti
pneumonia, bronkitis, pertusis, dan lain sebagainya padahal penyebabnya berbeda dan
penatalaksanaannya juga berbeda. Setiap orang pasti pernah menderita selesma atau flu,

1. ETIOLOGI

Penyakit disebabkan oleh lebih dari 200 agen virus yang berbeda secara serologis. Agen
utamanya adalah rhinovirus, yang menyebabkan lebih dari sepertiga dari semua kasus cold;
koronavirus menyebabkan sekitar 10%. Masa infektivitas berakhir dari beberapa jam sebelum
munculnya gejala sampai 1-2 hari sesudah penyakit nampak. Streptokokus grup A adalah
bakteri utama yang menyebabkan nasofaringitis akut.
Virus-virus tersebut dapat ditularkan secara kontak langsung (sentuhan) maupun tidak
langsung (droplet/udara/bersin/batuk) dan menginfeksi saluran pernafasan atas, baik di
hidung maupun tenggorokan. Gejala biasanya timbul satu hingga dua hari setelah terpapar
virus dan berat ringannya dipengaruhi oleh tingkat daya tahan tubuh seseorang

1. PATOFISIOLOGI
Rinovirus merupakan virus yang biasanya menyebabkan common cold. Virus lain
diantaranya corona virus, enterovirus terutama coxsackie virus A21 dan A24, echovirus 11
dan 20, parainfluenza virus dan adenovirusis. Rhinovirus masuk saluran nafas secara droplet
yang dapat ditularkan oleh oranglain yang menderita common cold. Setelah masa inkubasi 24 hari, pasien akan mengalami gejala-gejala seperti cairan dari hidung yang berlebih atau
rinorea, bersin-bersin, sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala, malaise, dan terkadang adanya
demam ringan.
Gejala-gejala common cold disebabkan oleh adanya kombinasi replikasi virus dan respon
imun tubuh . Pada infeksi rinovirus menyebabkan 70% infeksi saluran pernapasan bagian
atas, mampu membuat lepasnya lokal mediator, misalnya histamin, interleukin 6 dan 8, dan
nuclear factor kappa beta. Mediator-mediator ini akan berkombinasi dengan respon imun
yang menyebabkan timbulnya ciri-ciri gejala common cold.
Rhinovirus yang menyebabkan common cold mengiritasi epitelium nasal. Makrofag akan
mencetuskan produksi sitokin, yang apabila berkombinasi dengan mediator akan
menimbulkan gejala-gejala. Sitokin menyebabkan efek sistemik. Mediator bradikinin
berperan utama menyebabkan simptom lokal seperti radang tenggorokan dan iritasi nasal.
Simptom biasanya bermuka 2-5 hari setelah infeksi awal. Puncak gejala timbul pada 2-3 hari
simptom onset, dapat dibedakan dengan influenza dimana memiliki simptom yang konstan
dan cepat

1. MANIFESTASI KLINIS
Perbedaan selesma dengan influenza
Memang antara commond cold atau selesma dan flu itu mirip sekali, yaitu bahwa mereka
mempengaruhi saluran pernafasan dan memiliki gejala yang mirip, yaitu tenggorokan sakit,
hidung tersumbat atau pun meler, batuk, dll. Namun secara umum, gejala selesma jauh lebih

ringan daripada gejala flu. Gejala flu (influenza) bisa meliputi demam tinggi, menggigil,
badan pegal-pegal, dan kelelahan. Selesma dan flu disebabkan oleh virus yang berbeda. Jika
selesma disebabkan oleh virus selesma (cold virus atau rhinovirus), influenza disebabkan
oleh virus Haemophylus influenzae yang memiliki berbagai type, yaitu type A, B, dan C
Berikut perbedaan antara selesma dan flu dilihat dari gejalanya, antara lain:
Commond cold / Selesma:

Demam: jarang

Sakit kepala : jarang

Nyeri dan pegal : ringan

Lemah : jarang/lemah

Terbaring di tempat tidur : jarang

Pilek : sering

Bersin-bersin : biasa

Tenggorokan sakit : biasa

Batuk : kadang-kadang, ringan-sedang

Komplikasi yang bisa terjadi : Sinus atau infeksi telinga

Sesak nafas dengan/ tanpa sumbatan hidung, bersin-bersin, tenggorokan gatal, hidung
meler, batuk,

Suara serak

Gejala biasanya akan menghilang dalam waktu 4-10 hari, meskipun batuk dengan
atau tanpa dahak

Seringkali berlangsung sampai minggu kedua.

Flu / Influenza:

Demam : tiba-tiba, seringkali demam tinggi, berakhir dalam 3-4 hari

Sakit kepala : sering

Nyeri dan pegal : biasa terjadi, dan sering sangat sakit

Lemah : sedang sampai berat, bisa sampai satu bulan

Terbaring di tempat tidur : sering, bisa sampai 5-10 hari

Pilek : kadang-kadang

Bersin-bersin : kadang-kadang

Tenggorokan sakit : kadang-kadang

Batuk : Biasa, bisa menjadi parah

Komplikasi yang bisa terjadi : pneumonia, gagal ginjal, gagal hati, dapat mengancam
jiwa

1. PENATALAKSANAAN
Tidak ada terapi spesifik. Antibiotik tidak memengaruhi perjalanan penyakit atau mengurangi
insidens komplikasi bakteri. Tirah baring biasanya dianjurkan, tetapi tidak terdapat bukti
bahwa cara ini memperpendek perjalanan penyakit. Asetaminofen atau ibu protein biasanya
membantu dalam mengurangi iritabilitas, nyeri, dan malaise selama hari pertama dan hari
kedua infeksi, tetapi penggunaan yang berlebihan harus dihindari.
Sebagian besar kegawatan adalah karena obstruksi hidung dan harus dilakukan upaya untuk
melegakannya jka keadaan tersebut mengganggu pada saat tidur atau pada saat minum atau
makan. Pemasukan obat-obatan melalui hidung merupakan metode efektif untuk melegakan
obstruksi hidung. Pada bayi, pemasukan salin steril dapat membantu mengeluarkan fisik
mukus yang berlebihan.
Tetes hidung palin baik diberikan 15-20 menit sebelum makan dan pada waktu sebelum tidur.
Sementara anak pada posisi terlentang dengan leher ekstensi, 1-2 tetes dimasukkan pada
setiap lubang hidung. Karena cara ini sering menimbulkan pengerutan membrana mukosa
anterior saja, 1-2 ttes dapat dimasukkan 5-10 menit kemudian.
Pemasukan dekongestan hidung dengan aplikator berujung kapas tidak dianjurkan. Anak
yang lebih tua dapat menggunakan semprot hidung tetapi hanya dengan pengawasan, karena
aplikasi demikian cenderung digunakan berlebihan.
Obstruksi hidung sukar diobati pada bayi. Pengisapan dengan sedotan lunak kadang-kadang
sangat penting untuk membersihkan saluran hidung secara adekuat untuk memungkinkan
bayi muda menyusu. Drainase yang terbaik biasanya dapat dicapai dengan menempatkan bayi
pada posisi menelungkup, jika hal ini tidak mengganggu pernapasan lebih lanjut.
Ada juga beberapa langkah penanganan Nasofaringitis akut yakni :

Usahakan untuk beristirahat dan selalu dalam keadaan hangat dan nyaman, serta
diusakahan agar tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain.

Jika terdapat demam atau gejala yang berat, maka penderita harus menjalani tirah
baring di rumah.

Minum banyak cairan guna membantu mengencerkan sekret hidung sehingga lebih
mudah untuk dikeluarkan/dibuang.

Untuk meringankan nyeri atau demam dapat diberikan asetaminofen atau ibuprofen.

Pada penderita dengan riwayat alergi, dapat diberikan antihistamin

Menghirup uap atau kabut dari suatu vaporizer bisa membantu mengencerkan sekret
dan mengurangi sesak di dada.

Mencuci rongga hidung dengan larutan garam isotonik bisa membantu mengeluarkan
sekret yang kental

Batuk merupakan satu-satunya cara untuk membuang sekret dan debris dari saluran
pernafasan. Oleh karena itu sebaiknya batuk tidak perlu diobati, kecuali jika sangat
mengganggu dan menyebabkan penderita susah tidur.

Jika batuknya hebat, bisa diberikan obat anti batuk. Antibiotik tidak efektif untuk
mengobati common cold, antibiotik hanya diberikan jika terjadi suatu infeksi bakteri.

About these ads


Laporan Pendahuluan

Berikan Balasan

Navigasi pos

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The pachyderm Theme.
Ikuti

Follow AsKep dan Laporan Pedahuluan


Get every new post delivered to your Inbox.
Bergabunglah dengan 1.288 pengikut lainnya.

Buat situs dengan WordPress.com