Anda di halaman 1dari 4

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PENGGUNAAN

MATERIAL BAJA DAN BETON


BAJA
Kelebihan :
Kuat tarik tinggi.
Hampir tidak memiliki perbedaan nilai muai dan susut
Bisa di bongkar dan di daur ulang
Waktu setting lebih cepat
Waktu pekerjaan lebih mudah dan effisien
Siap pakai Setelah setting
Kekurangan :
Bisa berkarat.
Lemah terhadap gaya tekan.
Waktu setting sambungan agak susah
BETON
Kelebihan :
Dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi.
Mampu memikul beban yang berat.
Tahan terhadap temperatur yang tinggi
Biaya perawatan yang rendah.
Tahan terhadap pengkaratan/pembusukan oleh kondisi alam.
Kekurangan :
Bentuk yang telah dibuat sulit untuk diubah.
Lemah terhadap Kuat tarik.
Mempunyai bobot yang Berat.
Daya pantul suara yang besar
Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi.

LAPISAN PELINDUNG (PROTECTIVE COATING)


1. Umum
Lapis pelindung atau coating untuk tiang pancang dapat terdiri dari
lapisan plastic resin atau coating paint, yang harus dilaksanakan sampai
ketinggian sesuai dengan gambar.
2. Pembersihan Dengan Hembusan (Blast Cleaning)
Sebelum seluruh permukaan yang dilapisi oleh lapisan pelindung,
maka harus dibersihkan terlebih dahulu dengan hembusan (blast cleaned)
sesuai standar BS 4232 dan kwalitas dari permukaan harus memenuhi
mutu SA 2 dari standar Swedia SIS 05.5.9.00 tahun 1967. Bahan gosok
yang digunakan harus mampu menghasilkan profil nominal tidak lebih
besar dari 75 micron lekukan pada logam yang digosok. Kerak-kerak
permukaan dibersihkan dengan cara diasah.
Pada

tingkatan

ini

Direksi

Pengawas

dapat

memerintahkan

setempat saja atau seluruh permukaan yang harus dibersihkan lagi


dengan hembusan bila kebersihan baja secara visual masih tampak rusak
- rusak dan tidak memenuhi mutu 2 SA. Setelah seluruhnya dibersihkan
dengan hembusan (blasted), butiran-butiran kasar, bahan-bahan gosok
dan bahan-bahan blasting harus dibersihkan dari permukaan sebelum
pengecatan dasar.
3. Sistim Perlindungan Menggunakan Plastic Resin
Sebelum pelaksanaan pengecatan dasar dan pelapisan dengan
bahan adhesiv, tiang pancang harus dipanasi dahulu (pre-heated).
Pelapisan polyethylene harus dilakukan baik dengan proses extrusi
(menarik pipa melalui suatu blok berisi polyethylene) atau dengan
membungkusnya secara spiral. Pelapisan harus didinginkan dengan air
dan periksa lubang-lubang kecil, kerusakan permukaan dan tebal lapisan.
Tebal minimum pelapisan harus 2.5 mm. Pembebatan polyethylene harus
sesuai dengan persyaratan berikut :

Tabel : 5.1.
Item
Kepekatan
Index mncair
Kekuatan tarik
Peregangan
Kekerasan
Vicat softening point
Environmental
stresscrack
resistance F (5.0) hours
Low
temperature
brittleness
Volume resistance
Warna

Satuan

Nilai

Metode
Pengujian
ASTM D1505
ASTM D1238
ASTM D 638
ASTM D 638
ASTM D2240
ASTM D1525

g/cm3
g/10min
kg/cm
%
Share D
C
Visual

Min 0,925
Min 0,15
Min. 120
Min 300
Min 45
95 dan atau
lebih
Min 5.00

'76 ke bawa

ASTM D 746

5.2 cm

Min 1015

ASTM D 25.7
Hitam

'(10% s/d 5.0%)


ASTM D1693

4. Pelapisan Bekas Sambungan Las di Lapangan Menggunakan


Plastic Resin
Setelah

selesai

melakukan

pengelasan

dan

pengujian

hasil

pengelasan, pelapisan harus dirapikan kembali paling tidak 150 mm pada


kedua sisi dari sambungan las di lapangan. Setelah pengelasan selesai,
seluruh bagian yang akan diberi lapisan pelindung harus dibersihkan
kembali dengan hembusan (blasting) sesuai pasal 5.17

di atas.

sambungan kemudian dibalut (dibebat) dengan lembaran polyethylene


yang bisa mengerut karena panas, sampai sama dengan pelapisan
aslinya. Pembalutan akan dilakukan sampai 150 mm pada lapisan yang
tidak rusak pada kedua sisi dari sambungan. Pembebatan memutar tidak
akan kurang dari 150 mm. Pembebatan tiang baja harus dengan pelanpelan dengan menggunakan pembakar gas, terutama harus diperhatikan
agar tidak terlalu panas bagi permukaan. Setiap pembebatan yang
menunjukkan

tanda-tanda

kehangusan

atau

menggelembung

harus

dibersihkan dan diperbaiki dengan melapis kembali.


5. Sistim Perlindungan Menggunakan Coating Paint
Sebagai

alternative

perlindungan

terhadap

perkaratan

dapat

digunakan coating paint yang biasa digunakan di dalam air laut atau
daerah dengan tingkat korosi yang tinggi.
Pelapisan harus menggunakan coating paint 3 lapis dengan
ketebalan tidak boleh kurang dari 75 micron untuk lapis pertama sedang
lapis kedua dan ketiga masing-masing dengan ketebalan 110 micron.
6. Perbaikan Lapisan Yang Rusak di Lapangan
Lapisan yang rusak harus diperbaiki di lapangan atas petunjuk dan
persetujuan Direksi Pengawas/Ahli Teknik. Dalam hal ini segera sebelum
tiang

pancang

dipancang,

daerah

pelapisan

yang

tercemar

harus

dibersihkan dengan mencuci dengan air bersih dan dikeringkan. Setiap


lapisan yang lepas atau rusak harus diperbaiki dengan cara mensekrap
atau dengan alat lain sampai tampak logamnya sebelum prosedur
pelapisan ulang dilakukan.
Dalam hal hanya tergores sedikit, maka daerah yang tergores
tersebut

harus

kedalamnya.

diisi

Dalam

dengan
hal

bahan

tergores

polyethylene
agak

besar,

yang

dilumerkan

perbaikan

harus

dilaksanakan dengan menggunakan lembaran polyethylene yang bisa


mengerut karena dipanaskan. Kerusakan lapisan pada waktu memotong
atau mengelas batang geser didalam tiang pancang harus diperbaiki
kembali sesuai dengan pasal 5.19 diatas.