Anda di halaman 1dari 18

Liza Pristianty

DEFINISI

Istilah counseling, consulting, dan patient education seringkali


membingungkan perbedaan dalam aktivitas dan pendekatan
yang digunakan.

Counsel didefinisikan sebagai memberikan nasihat, dengan


melibatkan diskusi yang saling menguntungkan dan pertukaran
opini.

To consult berarti meminta nasihat, lebih condong ke


menerima nasihat dibanding saling bertukar informasi.

Education didefinisikan sebagai pemberian instruksi dan


peningkatan ketrampilan dan pengetahuan.

Berbagi informasi tentang penyakit dan


pengobatannya
Meningkatkan kepatuhan melalui
kesepakatan dengan klien perihal
perubahan perilaku
Membantu klien membuat keputusan.

Selama berlangsungnya sesi konseling, farmasis


menggunakan ketrampilannya memberi informasi, dan
melakukan edukasi untuk meningkatkan kepatuhan
terhadap aturan pengobatannya.
Sikap yang dikembangkan oleh farmasis adalah :
membina hubungan dengan klien
mengizinkan pasien menceritakan semua yang
dialaminya tanpa menyela
mendengarkan aktif
memberikan informasi dan edukasi untuk
menghadapkan pasien
pada kondisinya
membantu klien membuat keputusan

Pedoman dalam konseling yang dapat membantu farmasis


berkomunikasi lebih efektif, yaitu :

Bahasa yang Layak: Dalam konseling digunakan bahasa klien


dengan lancar. Jika perlu sebaiknya menggunakan bahasa
setempat.
Lengkap: Farmasis berkomunikasi dengan cara yang mudah
dipahami, yakni menghindari istilah-istilah tingkat tinggi, dan
mempertimbangkan tingkat budaya dan pendidikan dari klien.
Pengorganisasian informasi: Farmasis memberikan informasi sesuai
dengan kebutuhan agar mudah diingat oleh klien.
Bisa diterima: Farmasis memberikan pilihan-pilihan pengobatan,
menggali informasi tentang hal-hal yang lebih disukai klien, dan
melibatkan pasien dalam pengambilan keputusan.

Memadai: memberikan informasi yang


memadai kepada klien agar pasien bisa
memahami sakitnya, berpartisipasi dalam
mengambil keputusan tentang
pengobatannya, dan mengikuti protokol
pengobatan.
Relevansi: Farmasis memusatkan pada
informasi yang paling penting bagi pasien
selama pertemuan
Pemberdayaan: konseling meningkatkan
kepercayaan, dan kemampuan dalam rangka
meningkatkan kepatuhan dan perubahan
perilaku yang sesuai dengan kondisinya

. Rekomendasi perilaku: Farmasis membuat


rekomendasi dalam hal perilaku yang konkrit,
misalnya, untuk meminta pasien menurunkan berat
badannya, sebaiknya farmasis merekomendasikan
perilaku tertentu (jalan setiap hari, mengurangi
yang manis-manis) yang akan membantu klien
mencapai tujuan perlahan-lahan
Verifikasi: Di akhir sesi farmasis mengecek
pemahaman klien selama sesi tersebut dengan
meminta klien mengulangi pesan-pesan kunci
dengan mengajukan pertanyaan seperti, Hal-hal
penting apa yang akan anda lakukan setelah
ini?,bukan pertanyaan yang kurang efektif: Apakah
anda paham apa yang harus anda lakukan di rumah
nanti?

Konseling pasien dimaksudkan untuk


memperbaiki outcome terapi dengan
memaksimalkan penggunaan obat yang
tepat. (The American Society of Health
System Pharmacists)
Aktivitas farmasis dalam patient counseling
melibatkan konseling dalam aspek psikologis,
termasuk aktivitas yang bertujuan
mengedukasi pasien.

Landasan penting dari teori konseling adalah teori perilaku


( B.F. Skinner) yang menyatakan bahwa perilaku yang
diperkuat akan diulang, dan sebaliknya, perilaku yang
tidak diperkuat atau yang dicela tidak akan diulangi.
Pendekatan lebih jauh adalah perilaku tidak hanya
ditentukan oleh pengalaman tetapi bagaimana
pemahaman seseorang terhadap pengalaman tersebut
(konsepsi, ide, pengertian, keyakinan, pemikiran,
kesimpulan, harapan, prakiraan, atau praduga)
Melalui konseling asumsi seseorang yang keliru,
pengambilan kesimpulan yang tak rasional, dan
miskonsepsi akan berubah sehingga dia akan berpikir,
merasa, dan berperilaku lebih rasional.

Daftar berikut merupakan komponen minimal yang


sebaiknya tercakup dalam sesi konseling:
1. Penjelasan tentang obatnya dan kekuatannya
2. Cara penggunaan dan jadwal penggunaan
3. Mekanisme kerja
4. Pengaruhnya terhadap gaya hidup
5. Penyimpanan
6. Efek samping yang potensial
7. Interaksi obat-obat atau obat-makanan yang
potensial

Jika farmasis melakukan konseling kepada pasien, sebaiknya


dia mengetahui bahwa pasien tidak hanya bertindak akibat
rangsangan eksternal, akan tetapi mereka juga berpikir dan
merasakan.
Jika seorang pasien tidak patuh, dia bukan sekedar bertindak
tidak meminum obatnya, namun dia melakukan hal itu karena
pemikiran dan perasaanya tentang sakitnya dan
pengobatannya. Akibatnya, pemberian konseling oleh farmasis
harus mempertimbangkan juga perasaan dan pikiran pasien.
Proses membantu yang melibatkan tiga tahap:
1) mengklarifikasi permasalahan (untuk menggali sudut
pandang seseorang terhadap masalahnya)
2) menyusun tujuan (mengenali masalah seseorang dan
menyusun tujuan untuk mengatasinya)
3) memudahkan dilakukannya tindakan (membantu orang
tersebut merencanakan cara-cara untuk mencapai tujuan)

The Helping Approach


Peran farmasis sebagai orang yang membantu
telah dinyatakan dengan jelas dalam misi praktek
kefarmasian yang disusun oleh The Joint Commission
of Pharmacy Practice: The Mission of pharmacy
practice is to help people make the best use of
medication.

1)
2)
3)
4)
5)

6)

Farmasis memperkenalkan diri


Mengenal pasien atau yang mewakili pasien
Menanyakan kepada pasien apakah dia punya waktu
untuk membicarakan tentang obat yang digunakan
Menjelaskan tujuan/pentingnya sesi konseling
Tanyakan kepada pasien apakah dokter telah
menceritakan tentang obatnya dan terapi apa yang bisa
diberikan. Apakah pasien mengetahui atau memahami
penyakitnya. Gunakan profil informasi yang diberikan
oleh pasien.
Tanyakan kepada pasien apakah ia punya masalah
sebelum diberikan informasi.

7)
8)
9)
10)

11)
12)
13)

Tanggapi masalah dengan empati, mendengarkan


dan perhatian yang tepat
Sampaikan kepada pasien nama, indikasi dan rute
pemakaian obatnya.
Sampaikan kepada pasien tentang aturan dosisnya.
Tanyakan kepada pasien apakah mereka
mempunyai masalah dalam menggunakan obatobat yang diresepkan.
Sesuaikan aturan pengobatan dengan rutinitas
sehari-hari pasien.
Jelaskan berapa lama obatnya akan memberikan
efek.
Sampaikan kepada pasien berapa lama dia akan
menggunakan obatnya.

14)

15)
16)

17)
18)

Sampaikan kepada pasien jika ia perlu menebus lagi


obatnya (dan berapa kali pengulang-annya). (untuk
resep iter)
Tekankan manfaat pengobatan dan dukung obatnya
sebelum membicarakan tentang efek sampingnya.
Diskusikan efek samping utama obatnya dan apakah
efek samping tersebut akan segera hilang.
Diskusikan bagaimana cara menangani efek samping
atau apa yang harus dilakukan jika efek samping
tersebut tidak segera hilang dan menjadi lebih
parah.
Sampaikan kepada pasien berapa lama dia akan
menggunakan obatnya.
Diskusikan tentang peringatan-peringatan (aktivitas
yang harus dihindari, dsb.).

19)Diskusikan

aktivitas yang bermanfaat (mis. olahraga,


mengurangi asupan garam, diet, pemantauan
sendiri, dsb.)
20)Diskusikan interaksi obat-obat, obat-makanan, obatpenyakit.
21)Diskusikan tentang anjuran cara penyimpanan obat,
petunjuk-petunjuk tambahan (kocok dahulu, simpan
di lemari es, dsb.)
22)Jelaskan kepada pasien dengan ungkapan yang tepat
apa yang harus dilakukan jika ia lupa menggunakan
satu dosis.
23)Diskusikan tentang anjuran cara penyimpanan obat,
petunjuk-petunjuk tambahan (kocok dahulu, simpan
di lemari es, dsb.)

24)

25)
26)
27)
28)
29)
30)

Diskusikan tentang anjuran cara penyimpanan obat,


petunjuk-petunjuk tambahan (kocok dahulu,
simpan di lemari es, dsb.)
Cek kembali terhadap kemungkinan adanya
masalah atau pertanyaan lain.
Anjurkan pasien untuk selalu mengecek obat
mereka sebelum meninggalkan apotek.
Gunakan bahasa yang sesuai selama sesi konseling
Pertahankan kendali selama sesi konseling.
Berikan informasi yang akurat.
Susunlah informasinya dengan tepat.

sekian