Anda di halaman 1dari 6

APAKAH STRES ITU?

merupakan istilah yang berasal dari bahasa latin stingere berart-keras"


(rmou) Istilah ini mengalami perubahan seinng perkembangan penelaahan yang berlanjut dari
waktu ke di mana seseorang mengalami ketegangan karena adanya kondisi yang stres merupakan
dari din terhadap tantangan fisik maupun mental datang dari atau luar dirinya. Keadaan ini akan
selalu mudi dalam kehidupan manusia karena hal itu merupakan bagian 2 dinamika peralanan
hidup oleh karena itu, selama kehidupan g, tidak mungkin manusia terhindar dari stres.
Pada abad ke-17, istilah stres diartikan sebagai kesukaran kesusahan, kesulitan, atau penderitaan.
Pada abad ke-18, istilah ini digunakan dengan lebih menunjukkan kekuatan, tekanan,
ketegangan atau usaha yang keras berpusat pada benda dan manusia, terutama kekuatan mental
manusia. Perkembangan istilah stres ini dirumuskan oleh beberapa pakar reaksi fisik, mental,
dan kimiawi dari tubuh terhadap situasi yang menakutkan, mengejutkan, membingungkan,
membahayakan. dan merisaukan seseorang. 2. Menurut Hardjana(1994), stres sebagai keadaan
atau kondisi yang tercipta bila transaksi seseorang yang mengalami stres dan hal yang dianggap
mendatangkan stres membuat orang yang bersangkutan melihat ketidaksepadanan antara keadaan
atau kondisi dan sistem sumber daya biologis, psikologis, dan sosial yang ada padanya. 3.
Menurut Prof Dr. Dadang Hawari, istilah stres dan depresi sering tidak dapat dipisahkan satu
dengan lainnya. Setiap permasalahan kehidupan yang menimpa diri seseorang(stresor psikososia)
dapat mengakibatkan gangguan fungsi/faal organ tubuh. Reaksi tubuh(fisik) ini dinamakan stres,
dan manakala fungsi organ organ tubuh itu terganggu terjadilah distres 4. Menurut Surya, stres
baik fisik maupun mental akan memberikan dampak terhadap dinamika perilaku seseorang,
bergantung pada cara ia menghadapi kondisi yang menimbulkan stres. Dengan demikian,
reaksinya dapat bervariasi antara orang yang satu dan lainnya, baik dalam jenis maupun
intensitasnya. Namun, stres tidak selalu mempunyai pengertian negatif, artinya tidak selalu
berdampak negatif
ini ma Bai isi an au ual esi ng at kondisi dan derajat tertentu, stres dapat berdampak positif lam
produktif. Bagi orang tertentu dan dalam kondisi tertentu, dapat menghasilkan suatu dinamika
perilaku sehingga menjadi lebih produktif dan sukses. Sementara itu, pada orang dan dalam
kondisi tertentu, dapat menimbulkan hambatan dan gangguan tertentu baik fisik maupun mental.
bersifat positif disebut eustres, sedangkan stres yang Stres bersifat negatif disebut distres.z
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh para ahli, stres berkembang melalui tiga tahapan, yaitu
tahapan tanda-tanda awal resistensi, dan tahapan keletihan. Dalam tahapan tanda nda awal stres,
teriadi reaksi reaksi tertentu dalam diri individu bak berupa reaksi fisik maupun mental, misalnya
jantung berdebar keluarnya kelenjar tertentu, perubahan napas, air muka, dan bagainya. Dalam
tahapan resistensi, individu memberikan istensi atau perlawanan terhadap datangnya pengaruh
yang enimbulkan stres. Dalam situasi ini, timbul bermacam-macam bentuk mekanisme resistensi,
baik terkendali maupun yang tidak berkendali Bila resistensinya terkendali, akan timbul eustres,
dan bila resistensinya tak terkendali, akan timbul distres. Selanjutnya tahapan ketiga adalah
keadaan keletihan, yaitu keadaan fisik dan mental tidak mampu lagi menghadapi tantangan yang
datang. Keadaan ini dapat menimbulkan berbagai akibat, misalnya erganggu atau sakit. Salah
satu bentuknya, misalnya keadaan yang disebut psikosomatik, yaitu keadaan gangguan atau sakit
fisik yang disebabkan oleh hal-hal yang bersifat mental. Bila keadaan itu terus nerus
berakumulasi dalam diri seseorang, timbul gangguan yang lebh sehingga dapat menghambat

dinamika dan parah lagi berbagai dampak peralanan hidupnya. Stres dapat menimbulkan
atau konsekuensi dalam aspek psikologi(kerwaan) jasmaniah Hal perilaku, dan lingkungan.
Dampak psikologis dari stres yang kuat adalah kecenderungan Ko stres. gampang marah,
frustrasi, kecemasan, agresi(menyerang) gugup antara dan panik Keadaan lebih lanjut adalah
timbulnya kebosanan, apabs pen depresi, tidak bergairah, dan kehilangan kepercayaan diri.
Dampak stres yang bersifat jasmaniah, antara lain perubahan hormonal 3. sist tekanan darah
tinggi, meningkatnya denyut Jantung, kesulitan 4. sist pernapasan, gangguan pencernaan saraf,
dan sebagainya. Dampak stres terhadap perilaku, erat kaitannya dengan dampak psikolops dan
jasmaniah Dalam aspek perilaku, stres dapat menimbulkan berbagai gejala kelainan perilaku,
seperti kurang mampu membuat lingkun keputusan, mudah lupa, terlalu peka, pasif, kurang
tanggung jawab tersebu acuh, dan seterusnya. Dampak selanjutnya adalah dalam aspek pengaw
lingkungan, baik lingkungan keluarga, lingkungan kerja, organisas. keaman maupun lingkungan
masyarakat pember Bila anggota suatu lingkungan banyak mengalami hambatan atau nilai,
gangguan karena dampak stres, lingkungan pun akan terpengaruh kelomp sehingga menjadi
lingkungan yang kurang sehat. Gejala-gejala seperti antara itu, misalnya suasana rumah tangga
yang kurang harmonis, wewen lingkungan pekerjaan yang kurang produktif, masyarakat yang
tidak indivi tenteram, dan sebagainya. B. SUMBER-SUMBER STRES disebu Sumber-sumber
yang menimbulkan stres disebut stresor, yang mungkin terdapat di dalam diri atau di luar dirinya.
Dalam garis lingku besarnya, faktor-faktor yang menimbulkan stres dapat dikelompokkan sebag
menyadi nga, yaitu(a) lingkungan kerja, (bo kondisi kondisi di luar menir kerja, dan(c) din
pribadi.

Halhal yang terdapat di lingkungan kena dapat menjadi sumber Kondisi fisik dilingkungan kega
yang dapat menimbulkan stres. ees penataan ruang kega: rancangan, peralatan, dan prosedur
kera 3 sistem penerangan. sistem ventilasi tingkat keleluasaan pribadi(may) Di samping hal-hal
yang bersifa fisik, kondisi psikis di lingkungan keria dapat menjadi sumber stres. Beberapa
kondisi ersebut, antara lain: beban kega yang berlebihan, desakan waktu. pengawasan yang
kurang baik, iklim yang kurang menjamin keamanan, kurangnya umpan balik dari hasil keria,
kurang jelasnya pemberian wewenang, ketidakelasan peran frustrasi perbedaan nilai an atau nilai
perubahan dalam pekerjaan, perselisihan antarpribadi dan ngaruh kelompok. Beberapa situasi
yang sering menimbulkan perselisihan, seperti antara lain persaingan, ketergantungan pada tugas,
ketidakjelasan monis wewenang, masalah status, hambatan komunikasi, dan sifat-sifat g tidak
individu b Korea pada umumnya Di samping kondisi dalam lingkungan kerja seperti telah
disebutkan di atas, lingkungan pada umumnya banyak mengandung sumber-sumber stres.
Lingkungan ni meliputilingkungan fisik(alam), yang aris lingkungan sosial/lingkungan budaya,
lingkungan spiritual, dan okkan sebagainya. Kondisi lingkungan yang kurang memadai dapat
menimbulkan stres, misalnya lingkungan perumahan yang kumuh, di luar anna yang kurang,
banyaknya gangguan keamanan, suasana sosial yang kurang baik, perbedaan latar belakang
budaya, dan sebagainya. samping itu, berbagai peristiwa yang teriadi di dalam keluarga
Basyarakat, negara, bahkan penstiwa internasional, dapat menjadi sumber stres. Beberapa
contoh peristiwa, misalnya kelahiran anak, keluarga sakit atau meninggal, pindah rumah,
menghadapi

wal tahun ajaran sckolah, hari raya, perubahan keuangan kebijakan pemerintah, suasana politik,
bencana alam, da sebagainya peristiwa yang menjadi sumber stres saling berkaitan satu dengan
lainnya dan secara akumulatif berpengaruh dengan berbagai aspek kehidupan yang pada
gilirannya dapat menimbulkan Stres c. Faktor diri pribadi Beberapa ciri pribadi tertentu sangat
erat kaitannya dengan perwujudan berbagai perilaku dalam menghadapi berbagai tantangan yang
datang dari dalam atau luar dirinya. Setiap individu akan memberikan reaksi yang berbeda
terhadap tantangan yang datang pada dirinya, bergantung pada kondisi karakteristik pribadinya.
Dari sumber dan tantangan yang sama, bisa timbul stres dengan bentuk dan intensitas yang
berbeda antara satu dan lainnya Pada umumnya, mereka yang memiliki tingkat kemandirian yang
tinggi relatif mampu menghadapi stres dengan baik. Pribadi yang mandiri akan mampu mengenal
apa yang harus dilakukannya dan mampu pula mengendalikan perilaku yang harus diwujudkannya
Biasanya pribadi mandiri memiliki ciri 5 K yaitu: konsisten, komitmen, kendali, kompetensi,
dan kreativitas. Pribadi yang mandiri cenderung lebih mampu mengendalikan stres dengan
meminimalkan dampak negatifnya dan memaksimalkan dampak positifnya C. MODEL STRES
BERDASARKAN STIMULUS
Model stimulus berdasarkan pada analogi sederhana dengan hukum elastisitas. Hooke
menjelaskan hukum elastisitas untuk menguraikan bahwa beban dapat menimbulkan kerusakan.
Jika strain yang dihasilkan oleh stres yang diberikan berada pada batas elastisitas dari material
tersebut, keadaan akan kembali ke kondisi semula. Akan tetapi, jika strain yang dihasilkan batas
elastisitasnya, kerusakan akan terjadi. Pendekatan model stimulus

menganggap stres sebagai ciri-ciri dari stimulus lingkungan yang yang hal dianggap mengganggu
atau merusak. Mod digunakan pada dasarnya adalah stresor eksternal akan atau strain dalam diri
individu Ban dan Atan Pendekatan ini menempatkan stres sebagai sesuatu yang menekankan pada
stimulus yang stres. stres tanpa suatu tuntutan pasti mendatangkan stres tanpa Ban kan
memandang bagaimana sumber daya individu.
Kelemahan model stimulus ini adalah
kegagalannya dalam memperhitungkan cara orang menyatakan realita dari stimulus lingkungan
terhadap respons misalnya beberapa perawat menyatakan bahwa bekerja di Ban Bai lingkungan
RSJ Bandung memberikan tantangan, sementara du wat lain menyatakan hal ini merupakan
lingkungan pekeraan ng yang selalu menimbulkan stres D. MODEL STRES BERDASARKAN
RESPONS Model ini mengidentifikasi stres sebagai respons individu terhadap stresor yang
diterima. Selye(1982) menjelaskan stres sebagai respons non-spesifik yang timbul terhadap
tuntutan lingkungan. Respons umum ini disebut sebagai General Adaptation Syndrome dan dibagi
dalam tiga fase, yaitu fase sinyal, fase perlawanan, dan fase keletihan. Reaksi alarm merupakan
respons siaga(fight or flight) Pada fase ini, terjadi peningkatan cortical hormone emosi, dan
ketegangan. Fase perlawanan(resistance) terjadi bila respons adaptif tidak mengurangi persepsi
terhadap ancaman Reaksi ini ditandai oleh hormone cortical yang tetap tinggi. Organ fisiologis
untuk mengatasi stres mencapai kapasitas penuh dan mengadakan perlawanan melalui mekanisme
pertahanan diri dan strategi mengatasi stres. Adapun reaksi kelelahan, yaitu perlawanan
terhadap stres yang berkepanjangan mulai menurun, fungsi otak pada perubahan metabolisme,

sistem kekebalan tubuh menjadi kurang efisien, dan penyakit yang serius mulai timbul pada saat
kondisi menurun. E. MoDEL STRES BERDASARKAN TRANSAKSIONAL Pendekatan ini
mengacu pada interaksi yang timbul antara manusia dan lingkungannya, antara variabel
lingkungan dan individu terhadap proses penilaian kognitif(cognitive appraisal yang menjadi
mediatornya. Studi yang berlandaskan pada pendekatan ini menyimpulkan bahwa kita tidak akan
dapat memprediksikan penampilan seseorang hanya dengan mengenali stimulus. Individu
bervariasi dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, yaitu dengan melakukan koping
terhadap berbagai tuntutan. Tiga tahap dalam mengukur potensial yang mengandung stres, yaitu
1. pengukuran primer, menggali persepsi individu terhadap masalah saat ia menilai tantangan
atau tuntutan yang menimpanya, 2. pengukuran sekunder, mengkaji kemampuan seseorang atau
sumber-sumber tersedia diarahkan untuk mengatasi masalah, 3- pengukuran tersier, berfokus
pada perkiraan keefektifan perilaku koping dalam mengurangi dan menghadapi ancaman. a.
Psikofisiologi Stres Menurut Selye(1982), stres merupakan tanggapan nonspesifik terhadap setiap
tuntutan yang diberikan pada suatu organisme dan digambarkan sebagai GAS. Konsep ini
menunjukkan reaksi str dalam tiga fase, yaitu fase sinyal(alarm), fase perlawanan resistance dan
fase keletihan(exhaustion) Tahap sinyal adalah mobilisasiawal tek se

di mana badan menemui tantangan yang diberikan oleh penyebab Ketika penyebab stres
ditemukan, otak mengirimkan n biokimia kepada semua sistem tubuh. Pernapasan meningkat,
kanan darah naik, anak mata membesar, ketegangan otot naik dan seterusnya. Jika penyebab
stres terus aktif, GAS beralih ke tahap perlawanan Tanda-tanda masuknya tahap perlawanan,
termasuk keletihan ketakutan, dan ketegangan. Pribadi yang mengalami tahap ini kini melawan
penyebab stres. Sementara perlawanan terhadap suatu penyebab stres khusus mungkin tinggi
selama tahap ini, perlawanan terhadap stres lainnya mungkin rendah. Seseorang hanya memiliki
sumber energi terbatas, konsentrasi, dan kemampuan untuk menahan penyebab-penyebab stres.
Individu-individu sering lebih mudah sakit selama periode stres daripada waktu lainnya. Tahap
terakhir GAS adalah keletihan. Perlawanan pada penyebab stres yang sama dalam jangka panjang
dan terus-menerus akhirnya menaikkan penggunaan energi penyesuaian yang bisa dipakai dan
sistem menyerang penyebab stres menjadi letih. Menurut Fortuna(1984), seperti halnya dengan
gangguan fisik respons terhadap ancaman juga mempunyai risiko terhadap emosi dan
kognitif(Abraham dan Shaley, 1997). rang yang mengalami s akan menunjukkan penurunan
konsentrasi, perhatian, dan kemunduran memori Keadaan ini akan menyebabkan kesalahan
dalam memecahkan masalah dan penurunan kemampuan dalam merencanakan tindakan. Dampak
lain mengakibatkan semakin banyak tuntutan pada orang yang mengalami stres. Kondisi ini
ketindakmampuan menjalin hubungan dengan orang lain. Dalam menghadapi stres, individu
lebih sensitif dan cepat
marah. Mereka juga sulit untuk rileks, merasa tidak berdaya, dep dan cenderung hipokondria.
Pengaruh pada kognitif dan emosi mendorong terjadinya perubahan perilaku pada orang yang
mengalami stres berkepanjangan. Perubahan inimeliputi minat dan aktivitas, penurunan energi,
tidak masuk atau terlambat kena, cenderung mengekspresikan pandangan sinis pada orang lain
atau rekan kerja, serta melemahkan tanggung jawab Fase keletihan terjadi bila fungsi fisik dan
psikologis seseorang telah sangat lemah sebagai akibat kerusakan selama fase perlawanan Apabila

reaksi ini berlanjut tanpa adanya pemulihan, timbullah penyakit karena ketidakmampuan dalam
mengatasi tuntutan lingkungan yang dirasakan. Fase keletihan ini merupakan tahap kepayahan
sehingga seseorang dapat dikatakan telah mempunyai masalah kesehatan yang serius. F.
MACAM-MACAM STRESOR 1. Stresor yang Bersumber dari Pribadi Kepribadian dan persepsi
memainkan peranan penting terhadap tinggi rendahnya stres. Saat seseorang mem bahwa
perceraian itu adalah sesuatu yang sangat menyakitkan dan tidak ada jalan keluarnya, individu
akan merasa makin stres Beberapa tipe kepribadian lebih mudah terkena stres dibanding tipe
kepribadian lainnya. Orang dengan tipe kepribadian A, emosinya tinggi sehingga lebih mudah
terkena stres. Ciri kepribadian A etitif, terburu-buru, agresif, ambisius, keinginan sukses sangat
tidak sabar, perfeksionis, mudah tersinggung, dan mudah tegang Sumber stres bisa juga berupa
perubahan: pindah kerja menikah, atau peristiwa traumatik 10
resi, 2. Stresor Pekerjaan profesi-profesi mempunyai potensi memunculkan stres lebih besar
dibandingkan profesi lainnya. polisi, adam kebakaran, dokter, perawat, petani, pekerja
tambang, ekretaris, masinis, dan sebagainya. ini ang nan mbat lain. 3. Stresor Lingkungan ang
Beberapa lingkungan fisik dapat menimbulkan stres, seperti Aan. suara ga ribut, rumah
berantakan, tidak teratur, kondisi Ilah penuh sesak, temperatur ruangan yang tinggi(gerah),
pencahayaan menyilaukan, polusi udara, penataan mebel yang tidak aman, limbah kimia, dan
sebagainya. tan hap yal Stresor dalam Perspektif Agama 4. Sebagaimana firman Allah:
Artinya'Dan Kami pasti akan mengufi kamu dengan sedikt ketakutan, kelaparan, fekurangan
harta, jiwa, dan buah-buahan Dan sampaikanlah kabar gembira pe kepada orang-orang yang
sabar Firman Allah surat Al-Ma'arij ayat 19-23:

Artinya diin manusia dica benifar sukur mengeluh. yabilu dia rruualan, berkelui dan apabua
mendapat kebaikan(ian mereka li orang-orang yang melaksanakan shalat dia jadi tetap setia
mengenakan shalatnya 5. Stresor Psikososial Stresor psikososial adalah setiap keadaan atau
perisuwa ya menyebabkan perubahan dalam kehidupan seseorang(anak, remaja atau dewasa);
sehingga orang itu terpaksa mengadakan adaptau atau menanggulangi stresor yang timbul.
Namun, tidak semua orang mampu mengadakan adaptasi dan menanggulanginya sehingga
timbullah keluhan-keluhan kejiwaan, antara lain depresi. Pada umumnya, jenis stresor
psikososial dapat digolongkan sebagai berikut a. Perkawinan Berbagai permasalahan perkawinan
merupakan sumber stres yang dialami seseorang, misalnya pertengkaran, perpisahan separation),
perceraian, kematian salah satu pasangan, ketidaksetiaan. dan sebagainya. Stresor perkawinan
ini dapat menyebabkan seseorang jatuh dalam depresi dan kecemasan. b. Problem Orangtua
Permasalahan yang dihadapi orangtua, misalnya kenakalan anak anak sakit, hubungan yang tidak
baik dengan mertua, ipar, besan, dn sebagainya. Permasalahan tersebut merupakan sumber stres
yang pada gilirannya dapat menyebabkan depresi dan kecemasan.
c.
Hubungan
Interpersonal(Antarpribadi) Gangguan ini dapat berupa hubungan dengan kawan dekat yang
mengalami konflik, konflik dengan kekasih, konflik antara atasa
n(hari dapat mengalami Jan Masalah pekerjaan merupakan sumber stres kedua setelah masalah
perkawinan. Banyak orang menderita depresi dan asan karena masalah pekerjaan pekerjaan
pekenaan nyak, tidak cocok, mutasi, jabatan, kenaikan pangkat, un, kehilangan

pekeriaan(PHK), dan sebagainya Na yang remaja aptasi e Lingkungan Hidup a orang Kondisi
lingkungan yang buruk berpengaruh besar terhadap hingga ehatan seseorang, misalnya soal
perumahan. pindah tempat Pada tinggal, penggusuran, hidup dalam lingkungan yang rawan
sebagai unalitas), dan sebagainya. Rasa tercekam dan tidak merasa aman ini amat mengganggu
ketenangan dan ketenteraman hidup ungga tidak jarang seseorang menjadi depresi dan cemas.
Stres f Keuangan asahan Masalah keuangan(kondisi sosial ekonom) yang tidak sehat eorang
misalnya, pendapatan jauh lebih rendah dari pengeluaran, terlibat utang, kebangkrutan usaha,
soal warisan, dan sebagainya. Problem keuangan amat berpengaruh pada kesehatan jiwa
seseorang dan masalah keuangan ini serung merupakan faktor yang membuat anak seseorang
mengalami depresi dan kecemasan n, dan g Hukum g pada Keterlibatan seseorang dalam masalah
hukum merupakan sumber stres pula, misalnya tuntutan hukum, pengadilan, penjara dan
sebagainya. Stres di bidang hukum ini dapat menyebabkan t yang seseorang mengalami depresi
dan kecemasan tasan h. Perkembangan erkembangan ini mencakup perkembangan fisik dan
mental eorang, misalnya masa remaja, masa dewasa, menopause, usia
lanjut, dan sebagainya. Kondisi setiap perubahan fase-fase tersohin bagi sebagian individu dapat
menyebabkan depresi dan kecemasan terutama mereka yang meng menopause atau usia lanjut
Penyakit Fasik atau Sumber stres yang dapat menimbulkan depresi dan kecemasan antara lain:
penyakit, kecelakaan, operasi pembedahan, aborsa dan sebagainya. Adapun penyakit yang
banyak menimbulkan depres aan kecemasan adalah penyakit kronis, Janrang, kanker, dan
sejenisnya Dr. Harold Jogge dari Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikan menyatakan
bahwa tahun 1995, AIDS merupakan pembunuh nomor satu, bukan lagi penyakit jantung koroner
Dr Holmes memberikan gambaran tentang perubahan-perubahan, baik yang menyenangan
maupun yang menyusahkan dalam kehidupan seseorang dengan menggunakan angka-angka yang
terkenal dengan istilah skala Holmes j. Faktor Keluarga Faktor stres yang dialami oleh anak dan
remaja yang disebabkan kondisi keluarga yang tidak baik yaitu sikap orangtua, misalnya 1.
hubungan kedua orangtua yang dingin, penuh ketegangan, atau acuh tak acuh 2. kedua orangtua
jarang di rumah dan tidak ada waktu untuk bersama dengan anak anak, 3. komunikasi antara
orangtua dan anak tidak benalan dengan baik 4. kedua orangtua berpisah atau bercerai 5. salah
satu orangtua menderita gangguan jiwa kepribadian 6. orangtua dalam pendidikan anak kurang
sabar, pemarah, keras otoriter, dan sebagainya.