Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

DINAS PENDIDIKAN

SMK NEGERI 1 GUNUNG PUTRI


BIDANG STUDI KEAHLIAN : TEKNOLOGI & REKAYASA
Jln. Barokah No. 6 Desa Wanaherang, Kecamatan Gunungputri 16965 Telp/Fax. (021)8673310,
Email ; smkn1gnp@smkn1gnputri.sch.id Website ; www.smkn1gnputri.sch.id

SOAL ULANGAN HARIAN


TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Nama
Sekolah
Nama Guru
Mata
Pelajaran
Kelas/Semes
ter
A.

:
SMK
Negeri
1 Alokasi waktu
Gunungputri
Bentuk Soal
: Yhuda Cahya Pratama, Kegiatan
S.Pd.
: Bahasa Indonesia
: X/1

: 90 Menit
: Variasi
:I
Teks Anekdot

Pilihlah salah satu jawaban yang benar


Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 1-3

1.

2.

3.

Suatu ketika, orang-orang di kota mengundang Nasrudin untuk menyampaikan khotbah di


sebuah majelis.
Ketika tiba di mimbar, dia mendapati bahwa sebagian besar hadirin dalam majelis itu tidak
terlalu bersemangat untuk mendengarkan khotbahnya. Sesudah menyampaikan salam. Nasrudin
bertanya kepada hadirin, Apakah kalian tahu materi apa yang akan saya sampaikan sekarang?
Hadirin serempak menjawab, Tidak!
Oleh karena itu Nasrudin berkata, Saya tidak punya keinginan untuk berbicara kepada orangorang yang tidak mengetahui apa pun tentang apa yang akan saya bicarakan sekarang. Ia pun berjalan
turun dari mimbar dan meninggalkan majelis tanpa memberikan khotbah apap pun.
Teks di atas bertemakan ....
a. Kegemaran orang-orang kota mendengarkan khotbah Nasrudin
b. Seorang Nasrudin yang akan berkhotbah di depan orang-orang kota
c. Keengganan Nasrudin berkhotbah di tengah-tengah orang kota
d. Sikap antipati orang-orang kota terhadap khotbah Nasrudin
e. Kemarahan Nasrudin terhadap sikap para pengundangnya
Peristiwa lucu yang nampak pada teks itu adalah ....
a. Hadirin yang tidak memperhatikan khotbah Nasrudin
b. Undangan orang-orang kota pada Nasrudin
c. Sikap Nasrudin yang begitu saja meninggalkan mimbar
d. Para jemaah yang tidak bisa mendengarkan khotbah Nasrudin
e. Ketidakberdayaan para jamaah untuk menahan Nasrudin turun dari mimbar
Teks tersebut layak disebut anekdot karena ....
a. Mengandung tema sosial
d. Mengandung sindiran-sindiran sosial
b. Berupa dalam bentuk cerita singkat
e. Bertokohkan seseorang yang lucu dan
terkenal
c. Sikap Nasrudin yang begitu saja meninggalkan mimbar
Bacalah teks untuk menjawab soal nomor 4-5
Ahmad

4.

5.

6.
7.

: Betul, Saya maklum juga, Pak. Tapi kalau nanti roboh dan menimpa rumah kami, Bapak
siap nanggung kerugiannya? Bukan apa-apa, Pak. Pohon kelapa Bapak tampaknya
sudah keropos dan kemungkinan untuk runtuh besar sekali. Apalagi sekarang musim
hujan.
Pak Anwar
: Betul juga. Boleh kalau begitu pohon kelapa itu kita tebang, tapi biaya penerbangannya
Ahmad yang nanggung, ya.
Persamaan anekdot dengan teks di atas adalah ....
a. Mengandung unsur humor
c. Bersifat fiktif
e. Adanya konflik yang
diselesaikan
b. Bertemakan sosial
d. Memiliki peristiwa
Hal yang dinegosiasikan dalam teks itu adalah ....
a. Kondisi rumah
c. Ancaman pohon kelapa
e. Biaya menebang
pohon kelapa
b. Keadaan musim hujan
d. Cara penebangan pohon
Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 6-9
Pemuda itu menjawab lagi, (1) Sayangnya, pada kenyataannya kebanyakan orang senang disanjung,
Pak. Hanya beberapa pria yang benar-benar sejati seperti Anda yang tidak menyukai sanjungan. (2)
Mungkin kamu benar! pejabat senior itu mengangguk sambil tersenyum. (3)
Pada lain waktu, pemuda tersebut menceritakan pengalaman itu kepada temannya. (4) Saya sudah
menggunakan satu dari persediaanku. Sekarang saya memiliki sembilan puluh sembilan ungkapan ABS
yang tersisa. (5)
Pernyataan jebakan ditandai dengan nomor ....
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
e. (5)
Tokoh pemuda di dalam cuplikan anekdot di atas memiliki karakter ....

a. Lucu
b. Cerdas
c. Pembohong
d. Konyol
e. Lugu
Pelajaran yang dapat dipetik dari cuplikan anekdot itu adalah ....
a. Betapa susahnya melihat kelemahan diri sendiri
b. Banyak kesalahan pada diri orang lain yang mudah kita lihat
c. Tidak ada orang di dunia ini yang mau mengakui kelemahannya
d. Perlu ada saling menghargai antara orang yang satu dengan orang lain
e. Setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda di dalam memahami sesuatu
9. Contoh kalimat sapaan dalam anekdot di atas adalah ....
a. Sayangnya, pada kenyataannya kebanyakan orang senang disanjung, Pak.
b. Saya sudah menggunakan satu dari persediaanku.
c. Sekarang saya memiliki sembilan puluh sembilan ungkapan ABS yang tersisa
d. Hanya beberapa pria yang benar-benar sejati seperti Anda yang tidak menyukai sanjungan
e. Mungkin kamu benar! pejabat senior itu mengangguk sambil tersenyum
10. Struktur anekdot yang menanggapi permasalahan yang ada yaitu ....
a. Abstraksi
b. Orientasi
c. Krisis
d. Reaksi
e. Koda
8.

Sewaktu kecil memang aku sedikit bandel. Kira-Kira, waktu aku duduk di bangku SD, bersama sepupu aku
bermain di kolam. Kebetulan, tempatnya tidak jauh dari rumah. Sesampainya di sana, kami saling bercanda
dengan menyemprotkan air ke tubuh kami masing-masing. Ketika sepupuku lagi lengah, aku bermaksud ingin
mengagetkan dia dengan mendorong badannya masuk ke kolam. Ternyata doronganku itu terllau kencang,
hingga dia kehilangan keseimbangan saat kakinya terpeleset. BRUK! Dia terguling dan kepalanya terbentur
batu. Aku terperangah melihat darah yang mengalir di bagian kepala sepupuku. Sejak kejadian itulah, aku
bermainberkategori
di kolam. sebagai anekdot karena ....
11.trauma
Teks tersebut
a. Merupakan cerita yang bukan faktual
d. Adanya pelajaran yang bisa di ambil
b. Mengandung peristiwa dan tokoh
e. Terdapat humor
c. Disajikan dalam bentuk laporan perjalanan
Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 12 - 15
Albert Einstein : Mengapa bebek-bebek suka sekali menyeberangi jalan raya?
Newton
: Bebek-bebek yang suka berdiam diri cenderung akan beridam diri terus sedangkan bebek
bebek yang senang bergerak yang akan begitu terus, termasuk mereka yang selalu senang
menyeberangi jalan raya itu.
Albert Einstein : Saya kira tediak begitu. Apakah bebek-bebek yang menyeberangi jalan raya atau jalan raya
yang menyeberangi bebek-bebek? Saya kira hal itu bergantung pada cara kita
memandangnyaanekdot
alias sesuai
dengan
hukum
relativitas.
12. Tokoh yang melatarbelakangi
di atas
adalah
....
a. Ilmuwan
b. Negarawan
c. Agamawan
d. Sejarawan
e. Politikus
13. Aspek humor pada anekdot itu adalah ....
a. Penyederhanaan suatu peristiwa
d. Pandangan yang berbeda pada peristiwa yang
sama
b. Pengilmiahan sesuatu yang tidak ilmiah
e. Pertentangan dua tokoh yang berbeda pendapat
c. Pengultusan tokoh-tokoh ternama
14. Kebenaran yang hendak disampaikan anekdot itu adalah ....
a. Segala sesuatu tidak bisa dijelaskan hanya dengan logika-logika keilmuan
b. Segala peristiwa dapat dilihat dari berbagai sudut pandang
c. Semua orang memiliki pendirian yang berbeda
d. Setiap sudut pandang memiliki kebenaran masing-masing
e. Tiap orang harus menghormati pendapat orang lain
Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 15 18
Suatu kali, si Kabayan menunjukan keahliannya sebagai orang yang mampu menguasai bahasa
burung.
Kepala kampung mendengar hal itu dan membawa si Kabayan pergi berburu ke hutan. Di hutan,
mereka melihat sebuah pohon yang tumbang dan seekor Burung Hantu membangun sarang di atasnya.
Bertanyalah kepala kampung kepada si Kabayan. Coba beri tahu aku apa yang diutarakan Burung Hantu itu?
Ia bilang, kata si Kabayan, Jika kepala kampung tidak berhenti menyusahkan warganya,
15.
Topik yangakan
tampak
pada
anekdotseperti
di ataspohon
berkenaan
dengan masalah ....
kekuasaanya
segera
tumbang
ku ini.
a. Keagamaan
b. Politik
c. Ideologi
d. Kebudayaan
e. Ekonomi
16. Pesan yang terkandung di dalam anekdot di atas adalah ....
a. Seorang harus bersikap adil seperti halnya burung hantu
b. Perbuatan menyengsarakan rakyat akan berakibat pada status kepemimpinannya
c. Berbaik-baiklah pada siapa pun, tidak boleh menyusahkan rakyat
d. Untuk menjadi seorang pemimpin harus memahami keinginan rakyatnya
e. Kesadaran seorang pemimpin sangat diperlukan kapan pun dan di mana pun
17. Kelucuan yang tampak pada anekdot tersebut adalah ....
a. Penyampaian kritik secara langsung
d. Pemanfaatan dua sifat tokoh yang berbeda
b. Kritik yang dikemas secara diam-diam
e. Keluguan seorang tokoh yang dimanfaatkan tokoh lain
c. Kontradiksi karakter dua tokoh
18. Kesalahan ejaan pada anekdot di atas tampak pada penulisan kata ....
a. di jalan
b. Burung Hantu
c. kerajaan
d. rakyat
e. Menyusahkan
Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 19 -20
Mungkinkah Gus Dur benar-benar percaya pada isyarat dari makam-makam leluhur? Kelihatannya dia
memang percaya sebab selalu siap dengan gigih dan sungguh-sungguh membela keyakinannya itu. Hal
tersebut sering membuat repot para koleganya.
Akan tetapi, ini mungkin jawaban yang benar, ketika ditanya kenapa Gus Dur sering berziarah ke makam
para ulama dan leluhur.
Saya datang ke makam, karena saya tahu. Mereka yang mati itu sudah tidak punya kepentingan lagi,
katanya.

19. Kalimat yang merupakan abtraksi untuk anekdot di atas adalah ....
a. Orang meninggal sudah tidak memiliki kepentingan apa pun
tahu
b. Setiap orang pada akhirnya akan mengalami kematian
orang
c. Makam leluhur layak untuk selalu diziarahi
20. Penulisan kata yang tidak baku di dalam anekdot di atas adalah ....
a. isyarat
b. kolega
c. kenapa
Leluhur

d. Gus Dur merupakan orang yang serba


e. Keyakinan penting dimiliki oleh setiap

d. berziarah

d.

ROKOK
Dipagi hari, Andi berjalan menuju halte, dimana orang-orang ingin menunggu bus untuk pergi ke tempat kerjanya.
Setelah sampai di halte, dia bertanya kepada seorang buruh pabrik yang sedang menunggu bus Kopaja sambil merokok.
Lalu Andi memulai percakapan, haduh, tebal dan jorok sekali asap bus mayasari bakti. Lalu buruh pabrik itu merespon
pernyataan Andi, Iya nih.. Asap kopaja juga tebal. Lalu Andi membalas, Bagaimana tanggapan anda jika melihat orang
yang menyebabkan polusi lebih dari asap bus itu? Buruh pabrik itu menjawab, hajar aja tuh orang. Lalu Andi menghajar
Buruh pabrik itu. Setelah mengahajar orang tersebut, Andi memberikan brosur kepada buruh itu.
Lalu Andi berjalan tidak jauh dari halte itu, dan menemukan seorang karyawan swasta yang sedang merokok dan
sedang menunggu bus juga. Maka Andi memulai percakapan dengan orang tersebut, haduh, tebal sekali asap kendaraan
di Jakarta ini, padahal kendaraan di Jakarta sudah diwajibkan melakukan uji emisi. Lalu karyawan swasta tersebut
merespon, Iya nih.. Pantas saja terjadi Global Warming. Andi pun bertanya kembali pada orang tersebut, Bagaimana
respon anda terhadap orang yang menyebabkan polusi lebih dari asap kendaraan? Sang karyawan swasta pun menjawab,
Kalo penyebabnya itu pabrik, baker aja. Kalau penyebabnya manusia, tamper aja biar dia sadar. Lalu Andi menampari
orang tersebut, dan memberi brosur kepada orang tersebut.
Rupanya brosur itu berisi: ASAP ROKOK MENGANDUNG POLUTAN 10 KALI DARI MESIN DIESEL Menurut Riset
Institute Kanker Nasional Italia.
B.

Jawablah pertanyaan di bawah ini!


1. Siapakah tokoh utama dalam cerita anekdot tersebut?
2. Siapakah tokoh yang tersindir dalam cerita tersebut?
3. Seandainya kalian adalah buruh pabrik atau karyawan swasta, apa yang akan kalian lakukuan?
4. Menurut cerita tersebut, bagaimanakah pendapat kalian terhadap kurangnya pengetahuan akan riset bahaya
merokok?
5. Apakah yang harus dilakukan pemerintah maupun masyarakat agar mengurangi rokok di lingkungan masyarakat
umum?
6. Apakah hal yang dilakukan Andi dapat membenahi masyarakat untuk mengurangi rokok? Jelaskan!
7. Identifikasikanlah partisipan yang terlibat dalam cerita di atas!
8. Apakah sindiran itu sampai kepada yang dituju? Jelaskan!
9. Tunjukkan unsur lucu atau konyol dalam cerita anekdot tersebut!
10. Apakah itu termasuk teks anekdot? Mengapa?

~ Selamat Mengerjakan ~
A. PILIHAN GANDA
1

1
0

1
1

1
2

1
3

1
4

1
5

1
6

1
7

1
8

1
9

A
B
C
D
E

B. JAWABAN URAIAN
.............................................................................................

2
0

.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................

NILAI

Paraf Guru

Nama

Kelas

Komentar