Anda di halaman 1dari 4

Soal no 1

Apakah yang dimaksud konsep dasar dan apa perannya dalam perekayasaan dan
penyusunan standar akuntansi?
Konsep dasar secara implisit melekat pada tiap penalaran dalam merekayasa
akuntansi. Konsep dasar merupakan abstraksi atau konseptualisasi karakteristik
lingkungan tempat atau wilayah diterapkannya pelaporan keuangan. Konsep dasar
bersifat asumsi yang validitasnya tidak selalu diuji tetapi bermanfaat sebagai basis
penalaran.
konsep dasar berfungsi melandasi penalaran pada tingkat perekayasaan akuntansi,
konsep dasar lebih banyak manfaatnya bagi penyusunan staandar dalam berargumen
untuk menentukan konsep, prinsip,metoda, atau teknik yang akan dijadikan standar.
Soal no 3
Mengapa konsep dasar Paton dan Littleton dapat dianggap lengkap dan terpadu?
Konsep dasar yang dikemukakan Paton dan Littleton berisi sebagai berikut :
1. Entitas bisnis atau kesatuan usaha
2. Kontinuitas kegiatan atau usaha
3. Penghargaan sepakatan
4. Kos melekat
5. Upaya dan capaian atau hasil
6. Bukti terverifikasi dan objektif
7. Asumsi
Konsep konsep yang diuraikan oleh Paton dan Littleton cukup lengkap karena
dapat menjelaskan tentang faktor lingkungan dan praktik akuntansi yang berjalan pada
jamannya. Paton dan Littleton juga menunjukkan kaitan antara konsep dasar yang satu
dengan yang lain secara koheren, oleh karena itu, konsep dasar Paton dan Littleton
dijadikan bahan bahasan utama karena menjelaskan konsep dasar lain yang merupakan
turunannya dengan menunjukkan hubungan dengan konsep dasar Paton dan Littleton.
Pembahasan konsep dasar terhadap standar atau praktik akuntansi, dan hal hal penting
yang berkaitan dengan konseep dasar bersangkutan.
Soal no 7
Apa batas kesatuan usaha dalam akuntansi? Mengapa demikian?
Batas kesatuan usaha dari segi akuntansi bukanlah kesatuan yuridis atau hukum
melainkan kesatuan ekonomik. Artinya akuntansi memperlakukan badan usaha sebagai

kesatuan ekonomik dari pada kesatuan yuridis. Batas kesatuan ekonomik adalah kendali
oleh satu manajemen. Oleh karena itu, untuk menentukan kesatuan usaha sebagai pusat
pertanggung jelasan keuangan, pertimbangan akuntansi adalah apakah secara ekonomik
satu kegiatan usaha atau lebih dapat dianggap berdiri sendiri sebagai satu kesatuan.
Dalam sektor publik, sebagaimana diatur oleh IPSAS, untuk menentukan
pertanggungjelasan keuangan, lebih menekankan pada pertimbangan pencapaian tujuan
pelayanan publik ataupun tujuan implementasi kebijakan pemerintah lainnya. Entitas
pelaporan sektor publik yang memiliki status hukum terpisah dapat bersama-sama
melakukan aktivitas pengelolaan sumber daya maupun memperoleh aset publik. Dalam
hal ini, batas identitas masing-masing entitas dapat dipisahkan ataupun tidak, tergantung
pada tujuan pelaporan laporan keuangan yang ditetapkan oleh pihak otoritas yang
mengaturnya.
Soal no 11
Apa argumen yang diajukan para pendukung pendekatan aset-kewajiban dan
pendekatan pendapatan-biaya?
Pendekatan asset-kewajiban
Pendekatan ini menekankan pada pengukuran, pendefinisian pendapatan dan
biaya sebagai perubahan asset atau kewajiban. Sebagai konsekuensi, laporan laba-rugi
semata-mata merupakan sarana untuk melaporkan perubahan bersih asset dan
kewajiban.
Pendekatan pendapatan-biaya
Pendekatan

ini

menekankan

pendefinisian,

pengakuan,

dan

pengukuran

pendapatan dan biaya sehingga perubahan asset dan kewajiban dianggap sebagai akibat
atau produk samping dari pengukuran pendapatan dan biaya. Sebagai konnsekuensi,
neraca akan dipenuhi dengan pos-pos beban tangguhan dan kredit tangguhan yang tidak
memenuhi definisi asset atau kewajiban.
Soal no 12
Dalam kondisi bagaimana suatu perusahaan disangsikan kelangsungan hidupnya?
Konsep kontinuitas usaha menyatakan bahwa tidak ada tanda-tanda atau gejalagejala maupun rencana pasti di masa datang bahwa kesatuan usaha akan dibubarkan
atau dilikuidasi. Sehingga akuntansi menganggap kesatuan usaha tersebut akan
berlangsung sampai waktu yang tak terbatas.

Yang menjadi dasar validitas konsep ini adalah kenyataan bahwa kelangsungan
hidup perusahaan di masa datang tidak pasti. Selain itu, konsep ini dianut akuntansi atas
dasar penalaran bahwa kelangsungan hidup/kontinuitas perusahaan merupakan harapan
normal/umum/logis, bukan untuk mati atau dilikuidasi. Perusahaan tidak didirikan untuk
usaha yang berjangka pendek sehingga likuidasi bukan merupakan harapan yang umum
dan masuk akal dalam pendirian perusahaan.

TUGAS TEORI DAN PRAKTIK AKUNTANSI


BAB V
KONSEP DASAR

DINDA OKTAVIANI.R
391619
Kelompok 6
STAR BPKP 5B
TEORI DAN PRAKTIK AKUNTANSI