Anda di halaman 1dari 11

GIZI PADA IBU HAMIL

D
I
S
U
S
U
N

Oleh

YANZILINA

150102130

DOSEN PEMBIMBING
FENTIANA

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA
TAHUN 2015

BAB 1
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Ketika wanita mengandung,ia tidak lagi sendiri,melainkan berdua.hal ini berati ibu
harus berbagi makanan dengan bayi yang dikandungnya.akan tetapi kita,terkadang ibu hamil
lupa akan apa yang dibutuhkan oleh calon bayi.

Ibu hamil sebenarnya juga berhubungan dengan proses pertumbuhan,yaitu


pertumbuhan janin yang dikandungnya dan pertumbuhan berbagai organ tubuhnya sebagai
pendukung proses kehamilan tersebut,misalnya mamae.untuk mendukung berbagai proses
pertumbuhan ini,maka kebutuhan makanan sebagai sumber energi juga meningkat.Kebutuhan
kalori tambahan bagi ibu hamil sekitar 300-350 kalori per hari.Demikian pula kebutuhan
protein meningkat dengan 10 gram sehari.Peningkatan metabolisme berbagai zat gizi pada
ibu hamil jga memerlukan peningkatan suplai vitamin,terutama thiamin,reboflafin,vitamin A
dan D.Kebutuhan berbagai mineral,khususnya Fe dan Calsium juga meningkat.
Apabila kebutuhan kalori protein,vitami,dan mineral yang meningkat ini tidak dapat
dipenuhi melalui konsumsi makanan oleh ibu hamil dapat berakibat:Berat badan bayi pada
waktu lahir rendah atau sering disebut Berat Badan Bayi Rendah.Kelahiran prematur (lahir
belum cukup umur kehamilan).Lahir dengan berbagai kesulitan,dan mati.
B.Tujuan
a.

Tujuan Umum
Adapun tujuan umum dari pembuatan makalah ini adalah agar mahasiswa mampu
memahami dan mengerti tentang kebutuhan Gizi Pada Ibu Hamil

b.

Tujuan Khusus

Untuk mengetahui apa saja kebutuhan pangan(Gizi Seimbang)pada ibu hamil


Untuk memenuhi tugas mata kuliah Gizi Masyarakat

BAB II
PEMBAHASAN
A.GIZI PADA IBU HAMIL
Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi,karena itu kebutuhan
energi dan zat gizi lainya meningkat selama kehamilan.Peningkatan energi dan zat gizi
tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin,pertambahan besarnya organ

kandungan perubahan komposisi dan metabolisme tubuh ibu.sehingga kekurangan zat gizi
tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna.
Bagi ibu hamil,pada dasarnya semua zat gizi memerlukan tambahan,namun yang
seringkali menjadi kekurangan adalah energi protein dan beberapa mineral seperti Zat Besi
dan Kalsium.Kebutuhan energi untuk kehamilan yang normal perlu tambahan kira-kira
80.000 kalori selama masa kurang lebih 280 hari.Hal ini berati perlu tambahan ekstra
sebanyak kurang lebih 300 kalori setiap hari selama hamil(Nasution,1988).
Kebutuhan energi pada trimester 1 meningkat secara minimal.Kemudian sepanjang
trimester II kebuthan energi terus meningkat sampai akhir kehamilan.Energi tambahan
selama trimester II diperlukan untuk pemekaran jaringan ibu seperti penambahan volume
darah,pertumbuhan uterus,dan payudara,serta penumpukan lemak.Selama trimester III energi
tambahan digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta.
B. Gizi Kurang Pada Ibu Hamil
Bila ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil akan menimbulkan masalah,baik pada
ibu maupun janin seperti yang diuraikan berikut ini:
1. Terhadap Ibu
Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antra
lain:anemia,pendarahan,berat badan ibu tidak bertambah secara normal,dan terkena
penyakit infeksi.
2. Terhadap Persalinan
pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan sulit dan lama,persalinan sebelum
waktunya(premature),pendarahan setelah persalinan,serta persalinan dengan operasi
cenderung meningkat.
3. Terhadap Janin
Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan
dapat menimbulkan kekuguran,abortus,bayi lahir mati,kematian neonatal,cacat
bawaan,anemia pada bayi,asfiksia,intra partum(mati dalam kandungan),lahir dengan
berat badan lahir rendah(BBLR).
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengetahui status gizi ibu hamil antara lain
memantau berat badan selama hamil,mengukur lingkar lengan atas(LILA),dan mengukur
kadar Hb.Pertambahan berat badan selama hamil sekitar 10-12 kg,dimana pada trimester I
pertambahan kurang dari I kg,trimester Iisekitar 3 kg,dan trimester III sekitar 6
kg.Pertambahan berat badan ini juga sekaligus bertujuan memantau pertumbuhan

janin.Pengukuran LILA dimaksud untuk mengetahui apakah seseorang menderita Kurang


Energi Kronis(KEK),sedangkan pengukuran Hb untuk mengetahui kondisi ibu apakah
menderita anemia gizi.
1. Anemia Pada Ibu Hamil
Anemia dapat didefenisikan sebagai kondisi dengan kadar Hb berada di bawah normal.Di
Indonesia Anemia umumnya disebabkan oleh kekurangan Zat Besi,sehingga lebih dikenal
dengan istilah Anemia Gizi Besi.Kekurangan Zat Besi dapat menimbulkan gangguan atau
hambatan pada pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak.Anemia gizi dapat
mengakibatkan kematian janin didalam kandungan,abortus,cacat bawaan,BBLR,anemia pada
bayi yang dilahiran.
Anak yang dikandung oleh ibu yang menderita anemia juga akan mengalami penurunan
kecerdasan intelejensi setelah dilahirkan.IQ anak dapat turun 6-9 poin,ibu 11g/dl,dan
beresiko tinggi jika kurang dari 8 g/dl,penyebab anemia pada ibu hamil antara lain minimnya
ekonomi keluarga,sehingga makanan bergizi terabaikan.
2. Resiko BBLR Pada Ibu Hamil
Di Indonesia batas ambang LILA dengan resiko KEK adalah 23,5 cm hal ini berati
ibu hamil dengan resiko KEK diperkirakan akan melahirkan bayi BBLR .Bila bayi lahir
dengan Berat Badan Lahir Rendah mempunyai resiko kematian,gizi kurang,gangguan
pertumbuhan,dan gangguan perkembangan anak.Untuk mencegah KEK pada ibu hamil
sebelum kehamilan wanita usia subur sudah harus mempunyai gizi yang baik.misalnya
dengan LILA tidak kurang dari 23,5 cm.apabila LILA ibu sebelum hamil kurang dari 23,5
cm.apabila LILA ibu sebelum hamil kurang dari angka tersebut,sebaiknya kehamilan ditunda
sehingga tidak beresiko melahirkan BBLR.
Hasil penelitian Edi Saraswati,dkk.di Jawa Barat (1998) menunjukkan bahwa KEK
pada batas 23,5 cm belum merupakan resiko untuk melahirkan BBLR walaupun resiko relatif
cukup tinggi.Sedangkan ibu hamil dengan KEK pada batas 23 cm mempunyai resiko 2,0087
kali untuk melahirkan BBLR dibandingkan dengan ibu yang mempunyai LILA lebih dari 23
cm.
C.GIZI SEIMBANG BAGI IBU HAMIL
1. Dasar Perlunya Gizi Seimbang Bagi Ibu Hamil
Pada masa kehamilan merupakan masa terjadinya stres fisiologi pada ibu hamil karena
masa penyesuaian tubuh ibu terhadap perubahan fungsi tubuh.ibu hamil sebenarnya sama
dengan pada ibu yang tidak hamil namun kualitas dan kuantitasnya harus ditingkatkan

melalui pola makan dengan kebiasaan makan yang baik.pola makan dan kebiasaan makan
yang baik disini adalah menu seimbang dengan jenis makanan yang bervariasi.
2. Tahap Perkembangan Janin dan Kebutuhan Nutrisi
a. Trisemester I
1)

2 minggu setelah pembuahan,maka sel telur yang telah dibuahi menempel


pada endrometrium,kemudian terjadi pembelahan sel dengan cepat,terjadi
pembentukan plasenta.

2)

Masa penyesuain tubuh ibu.

3)

perubahan

fisiologi

dengan

mengalami

ngidam,mual,muntah,dapat

menyebabkan nafsu makan menurun dan berakibat asupan nutrisi kurang.


b. Trimester II
1)

Pada masa ini pertumbuhan janin sangat pesat.

2)

Pada minggu III-VIII adalah masa pembentukan organ penting seperti


jantung,hati ginjal,otak.

3)

Dibutuhkan tambahan nutrisi baik dari segi kualitas maupun kuantitas,untuk


menghindari defisiensi asupan nutrisi dan cacat bawaan,menyimpan lemak dan
nutrisi lainnya,serta persiapan partus dan laktasi.

c. Trimester III
1)

Sejak minggu VIII hingga menjelang persalinan sel-sel tubuh janin mengalami
perbanyakan dan pembesaran.

2)

Pada masa ini tambahan nutrisi dibutuhkan untuk pertumbuhan janin yang
cepat,persiapan persalinan dan persiapan menyusui.

3)

Tujuan Diit Gizi Seimbang Bagi Ibu Hamil

\
a.

Untuk memenuhi kebutuhan selama proses pertumbuhan janin.

b.

Untuk menunjang proses pertumbuhan berbagi organ ibu hamil yang


mendungkung peroses kehamilan seperti pembesaran uterus dan mamae serta
pertumbuhan plasenta.

c.

Menjaga

kesehatan

dan

gizi

ibu

hamil

kehamilan,persalinan dan pasca persalinan.


d.

Persiapan laktasi untuk meningkatkan produksi ASI.

e.

Menghindari cacat bawaan,BBLR,prematur.

tetap

optimal

selama

4.

Syarat Diit Gizi Seimbang Bagi Ibu Hamil

a.

Cukup kalori,protein,lemak.

b.

Cukup vitamin dan mineral.

c.

Mudah cerna dan tidak merangsang.

d.

Cukup serat dan cairan.

5.

Kebutuhan Nutrisi Bagi Ibu Hamil

Energi/kalori

a.

Sumber tenaga digunakan untuk tumbuh kembang janin dan proses perubahan
biologis yang terjadi dalam tubuh yang meliputi pembentukan sel
baru,pemberian makanan ke bayi melalui plasenta,pembentukan enzim dan
hormon penunjang pertumbuhan janin.

b.

Untuk menjaga kesehatan ibu hamil.

c.

Persiapan menjelang persalinan dan laktasi.

d.

Kekurangan energi dalam asupan makan akan berakibat tidak tercapainya


berat badan ideal selama hamil(11-14 kg) karena kekurangan energi akan
diambil dari persediaan protein.

2.

Protein

a.

Diperlukan sebagai pembentuk jaringan baru pada janin,pertumbuhanan organ


organ

janin,perkembangan

alat

kandungan

ibu

hamil,menjaga

kesehatan,pertumbuhan plasenta,cairan amnion,dan penambah volume darah.


b.

Kekurangan asupan protein berdampak buruk terhadap janin,seperti cacat


bawaan,BBLR,keguguran.

c.

Sumber protein dapat diperoleh dari sumber protein hewani yaitu:


daging,ikan,ayam,telur.Sumber

protein

nabati

yaitu:tempe,tahu,kacang-

kacangan.
3.

Lemak
Dibutuhkan sebagai sumber kalori untuk persiapan menjelang persalinan dan
untuk mendapatkan vit A,D,E,K

Vitamin

a.

Dibutuhkan untuk memperlancar proses biologis yang berlangsung dalam


tubuh ibu hamil dan janin.

b.

Vitamin A :pertumbuhan dan pemeliharaan kesehatan jaringan tubuh.

c.

Vitamin B1 dan B2 :penghasil energi

d.

VitaminB12 :membantu kelancaran pembentukan sel darah merah.

e.

Vitamin C : membantu meningkatkan absorbsi zat besi.

f.

Vitamin D: membantu absorbsi kalsium

5.

Mineral

a.

Diperlukan untuk menghindari cacat bawaan dan difisiensi,menjaga kesehan


ibu selama hamil dan janin,serta menunjang pertumbuhan janin.

b.

Beberapa mineral penting yang penting antara lain kalsium, zat besi,asam
folat,yodium.

c.

Perlu tambahan suplemen mineral.

d.

Susunan diit yang bervariasi,berpatok pada pedoman gizi seimbang sehingga


diharapkan dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.

6.

Faktor yang mempengaruhi Gizi Ibu Hamil

a.

Usia,lebih muda usia ibu hamil maka kebutuhan energi lebih banyak.

b.

Berat Badan : berat badan ibu hamil akan menentukan jumlah kebutuhan
nutrisi.Kenaikan

berat

badan

yang

kurang

lebih

beresiko

terhadap

pertumbuhan janin.
c.

Aktifitas.

d.

Kesehatan.

e.

Pendidikan dan pengetahuan.

f.

Ekonomi.

g.

Kebiasan dan pandangan terhadap makanan,termasuk disini adanya pantangan


yang harus dipatuhi oleh ibu hamil karena peraturan adat istiadat atau
mengutamakan makan kepala keluarga dan anak-anak.

h.

Diiit pada masa sebelum hamil dan selama hamil

i.

Lingkungan

j.

Psikologi

7.

Pengaruh Status Gizi Terhadap Kehamilan


Jika status gizi ibu hamil buruk,maka dapat berpengaruh pada:

a. Janin

Kegagalan

pertumbuhan,BBLR

,Prematur,lahir

bawaan,keguguran.
b. Ibu hamil :Anemia,produksi ASI kurang.
c. Persalinan : Sektio sesario,,pendarahan,persalinan lama.
8.Persentase pembagian makanan dalam sehari
1.) Makan pagi : jam 07.00:25%

mati,cacat

2.)Selingan pagi: jam 10.00 :10%


3.)Makan siang : jam 12.00 :25%
4.)Selingan sore: jam 15.00 :10%
5.)Makan malam:jam 18.00 :20%
6.)Selingan malam :jam 20.00 :10%

BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Dari makalah diatas,maka penulis dapat menyimpulkan bahwa ibu hamil
membutuhkan makanan tambahan energi dan zat gizi yang seimbang untuk pertumbuhan dan
perkembangan janin dengan tetap mempertahankan kebutuhan zat gizi ibu.Jika ibu hamil
mengalami kekurangan gizi juga akan menimbulkan masalah baik pada ibu maupun pada

janin yang dikandungnya.Kekurangan gizi juga akan mengakibatkan keguguran,abortus,cacat


bawaan,dan berat badan lahir rendah.
Oleh karena itu,diharapkan kepada pembaca untuk dapat memanfaatkan apa yang
telah disampaikan dalam makalah ini guna untuk meningkatkan makanan dan gizi seimbang
untuk ibu hamil agar dapat mengurangi tingkat kematian pada ibu dan janin yang
dikandungnya.
B.Saran
1.

Diharapkan bagi petugas kesehatan agar dapat memberikan pendidikan kesehatan


berupa penyuluhan bagi ibu hamil mengenai Gizi Pada Ibu Hamil agar dapat
mengurangi kekurangan gizi pada ibu hamil.

2.

Bagi ibu hamil agar rajin memeriksakan kehamilannya secara rutin (minimal 1 bulan
sekali)untuk menjaga agar kenaikan berat badan tetap terjaga dengan cara menimbang
badan.

3.

Bagi ibu hamil sebaiknya makan makanan yang benar-benar bergizi agar ibu dan
janinnya sehat.

4.

Sebaiknya ibu hamil segera menghubungi tenaga kesehatan terdekat jika terjadi tandatanda komplikasi kehamilan agar dapat segera memperoleh penanganan.

DAFTAR PUSTAKA
Djaeni Sediaoetama,Ilmu Gizi,Dian Rakyat,Jakarta:1991.
Departemen

Kesehatan

RI.Panduan

13

Pesan

Dasar

Gizi

Seimbang.Jakarta:Depkes,1995.
Saraswati,E.1998.Resiko Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK) dan Anemia
untuk melahirkan Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

Penelitian Gizi dan Makanan jilid 21.


Sarimawar,D.,

dkk.1991.Faktor

Resiko

yang

Mempengaruhi

Anemia

Kehamilan.Buletin Penelitian Kesehatan.Jakarta.


Wiryo H,2002,Peningkatan Gizi Bayi,Anak,ibu hamil dan menyusui,Sagung
Seto,Jakarta.