Anda di halaman 1dari 36

CEDERA SALURAN

KEMIH
KELOMPOK 3

ANATOMI SALURAN KEMIH


Terletak di
rongga
retroperitoneal

Relatif lebih
terlindung dari
benturan luar

DEFINISI
Trauma saluran kemih adalah adanya benturan disaluran
perkemihan (ginjal, ureter, vesika urinaria, uretra) (Arif
mutaqin, 2011)

Gejala dan Tanda Klinik


Gejala / tanda yang penting pada trauma saluran
kemih adalah :
1. hematuria atau
2. keluar darah dari meatus uretra eksterna
setelah suatu trauma

Jenis dan Mekanisme Cedera


Cedera tumpul tajam tembak
Cedera langsung atau tidak langsung (deselerasi)
Cedera eksterna atau interna (iatrogenik)

EPIDEMIOLOGI

TRAUMA GINJAL
DEFINISI :
Trauma Ginjal adalah trauma pada sistem urologi yang
paling sering terjadi. Kejadian penyakit ini sekitar 8 10
% dengan trauma tumpul atau trauma abdominal dan
selalu dibarengi dengan organ penting lainnya.
Cedera Pada Ginjal
Ginjal, laserasi

Cedera Minor (Kontusio

minor parenkim ginjal)


Cedera Major (Laserasi Major,
Fragmentasi
parenkim ginjal)

Cedera pada GINJAL....

TRAUMA GINJAL
ETIOLOGI
1. Trauma tumpul (tersering)
2. Trauma tembus
3. Akselerasi / deselerasi
4. Tatrogenik
5. Ginjal patologis
6. Trauma akibat ESWL (Extracorporal Shock Wave
Lithotripsy)

TRAUMA GINJAL
EPIDEMIOLOGI
Sekitar 85 90% trauma ginjal terjadi akibat trauma tumpul yang biasanya
diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas
PENYULIT CEDERA GINJAL
Perdarahan hebat berakhir dengan kematian
Kebocoran sistem kaliks menimbulkan ekstravasasi urine, urinoma, abses
perirenal, urosepsis, atau fistula reno-kutan.
Penyulit lanjut : hipertensi, hidronefrosis, urolitiasis,
kronika.

atau

pielonefritis

TRAUMA GINJAL
KLASIFIKASI
1. Grade I
2. Grade II
3. Grade III
4. Grade IV

TRAUMA GINJAL
PATOFISIOLOGI
Ginjal merupakan organ yang banyak mengandung urin
dan darah yang terlindung oleh lapisan lemak, tulang
rusuk, dan otot abdomen. Karena benturan yang keras,
maka benturan ini diteruskan kesemua tekanan
hidrostatik dan kapsula fibrosa parenkim ginjal yang
selanjutnya mengakibatkan kerusakan.

TRAUMA GINJAL
MANIFESTASI KLINIS
1. Rasa sakit/nyeri daerah trauma ginjal
2. Hematuri
3. Hematom pada pinggang
4. Teraba massa pada pinggang
5. Nyeri tekan pada daerah trauma

TRAUMA GINJAL
PEMERIKSAAN LABORATORIUM dan DIAGNOSTIK
1. Hematokrit menurun (akibat perdarahan)
2. Hb menurun
3. Urogram ekskresi
4. CT Scan
5. Angiografi
6. USG ab.
7. MRI
.DIAGNOSA BANDING
1. Fraktur vertebra/ iga dan hematom perineal
2. Trauma traktus urogenitalis lainnya

TRAUMA GINJAL
PENATALAKSANAAN
1. Konservatif
2. Operatif
.KOMPLIKASI
1. Awal : Infeksi, perdarahan
2. Lanjut : Stenosis ruptur dari arteri ginjal, hipertensi,
hidronefrosis

TRAUMA URETER
Trauma ureter merupakan trauma yang disebabkan oleh
ruda paksa tajam maupun tumpul dari luar terutama
pada pembedahan rektum, uterus, pembuluh darah
panggul atau tindakan edoskopi.

ETIOLOGI
Trauma paksa tajam/tumpul
Eatrogenik
Tindakan endoskopi

Epidemiologi
Trauma ureter jarang dijumpai dan merupakan 1% dari
seluruh cidera traktus urogenital

PATOFISIOLOGI
Pada cidera ureter akibat trauma tajam biasanya ditemukan
hematuria mikroskopik pada cidera ureter bilateral peningkatan
kadar ureum dan kreatinin darah. Pada umunya tanda dan gejala
tidak perlu spesifik. Hematuria menunjukan cidera pada saluran
kemih. Bila terjadi ekstrafasasi urin dapat timbul urinum, vistel
uretro-kutan melalui luka atau tanda rangsang peritonium dan
menyebabkan peritonitis. Hematuria terjadi akibat pembuluh
darah yang robek disekitar ureter.
Bila cidera ureter diakibatkan trauma tumpul gejalanya sering
kurang jelas sehingga diagnosa sering tertunda. Pada cidera
bilateral ditemukan anuria.

MANIFESTASI
Gejala biasanya tidak spesifik dan tidak timbul nyeri.
Pada umumnya tanda dan gejala klinik tidak spesifik,
yaitu:
a. Hematuria menunjukkan cidera pada saluran kemih
b. Bila terjadi ektravasasi urin dapat timbul urinom pada
pinggang atau abdomen, vistel uretro-kutan melalui
luka atau tanda rangsang peritonium bila urin masuk
kerongga intra peritonial
c. Pada cidera ureter bilateral ditemukan anuria.

PENATALAKSANAAN
Terapi terbaik adalah pencegahan dimana perlunya
pemasangan kateter sebelum dilakukan operasi pada
daerah ginjal dan abdomen untuk identifikasi.
Untuk mempertahankan aliran urin dapat dilakukan
dengan cara:
a. Ureter dapat ditanamkan dibuli-buli
b. Muara ureter dipindahkan ke kulit
c. Bila ureter pendek diganti dengan ileal loop.

TRAUMA KANDUNG KEMIH


(BLADDER)

Saluran kemih (termasuk ginjal, ureter, vesika urinaria,


dan uretra) dapat mengalami trauma karena luka tembus
(tusuk), trauma tumpul, terapi penyinaran maupun
pembedahan.

TRAUMA BLADDER
1. Definisi
Trauma bladder atau trauma vesika urinaria disebabkan tumpul atau
penetrasi perlukaan pada bladder. Kemungkinan cidera kandung kemih
bervariasi menurut isi kandung kemih sehingga bila kandung kemih
penuh akan lebih mungkin untuk menjadi luka daripada saat kosong.
2. Etiologi
a.

Trauma tumpul pada panggul yang mengenai buli-buli

b.

Trauma tembus

c.

Akibat manipulasi yang salah sewaktu melakukan operasi


transuretralrecetion (TUR).

TRAUMA BLADDER
3. Patofisiologi
Bila buli-buli yang penuh dengan urine mengalami
trauma, maka akan terjadi peningkatan tekanan
intravesikel dapat menyebabkan contosio buli-buli atau
buli-buli pecah. Keadaan ini dapat menyebabkan ruptur
intraperitoneal.

TRAUMA BLADDER
4. Manifestasi Klinis
a. Nyeri suprapublik baik verbal maupun saat palpasi
b. Hematuria
c. Tidak mampu untuk BAK
d. Regiditas otot
e. Ekstravasase urine
f. Suhu tubuh meningkat
g. Shock
h. Tanda-tanda peritonitis

TRAUMA BLADDER
5. Pemeriksaan Diagnostik
a. Hematokrit
b. Cystografi
c. CT-Scan atau X-Ray
6. Penatalaksanaan
a. Atasi shock dan perdarahan
b. Tirah baring sampai ruptur hilang
c. Bila ditemukan fraktur tulang punggung disertai ruptur vesika
urinaria intraperitoneal dilakukan operasi ruptur alka yang
dilanjutkan dengan laparatomi

TRAUMA
BLEDDER

TRAUMA URETRA
TRAUMA ANTERIOR

TRAUMA POSTERIOR

TRAUMA URETRA
1. Definisi
Ruptur uretra bisa sebagian atau total, biasanya ruptur terjadi pada pars
membran nessea. Dapat juga uretra pars pandibulum, trauma lebih sering
dialami pria
2. Etiologi
Umumnya disebabkan trauma langsung di daerah ruptur dan pelvis.
3. Manifestasi Klinis
a. Perdarahan dari uretra
b. Hematoma perineal
c. Retensio urine
d. Buli-buli penuh

TRAUMA URETRA
4. Pemeriksaan diagnostik
a. Rectal toucher
b. Uretrogram

5. Penatalaksanaan
c. Pemberian antibiotik

d. Jika kateter gagal dipasang lakukan pembedahan


operasi perineostomi
e. Kontrol uretra.

TRAUMA URETRA
1. Epidemiologi
Faktor pelvis merupakan penyebab utama terjadinya
ruptur uretra dengan angka kejadian 20 per 100.000
populasi.

DIAGNOSA KEPERAWATAN CEDERA


SALURAN KEMIH
1. GANGGUAN RASA NYAMAN NYERI B.D KERUSAKAN
JARINGAN/TRAUMA PADA DAERAH BLADER
2. GANGGUAN ELIMINASI URINE B.D TRAUMA BLEDDER
3. G3 PEMENUHAN AKTIVITAS B.D KELEMAHAN FISIK
SEKUNDER TERHADAP TRAUMA

EVIDENCE BASED
JUDUL : Ureteral Trauma Profile in Soetomo Hospital
Nama Peneliti : Sriyono, Tarmono
Tahun 2011

Hasil Penelitian

Trauma uretral jarang terjadi, penyebab paling sering biasanya karena trauma
iatrogenik. Pada trauma iatrogenik, penyebab paling sering yaitu karena operasi
ginekologi, pada ureter distal. Operasi endourologi transureter (Ureter Urenoscopy,
ekstrasi batu dengan dormia, maupun litotripsi batu ureter) dan operasi di daerah
pelvis.
Penatalaksanaan dilakukan berdasarkan lokasi trauma. Adapun beberapa tindakan
yang mungkin dilakukan :
1. Ureter saling disambungkan.
2. Menyambung ureter dengan kalik ginjal.
3. Menyambung ureter dengan ureter pada sisi yang lain.
4. Neoimplantasi ureter pada buli buli baik dengan Boari Flap maupun Psoas Hitch
(uretheroneosistotomi).
5. Interposisi ileal graft
6. Auto tranplantasi
7. Nefrektomi

Pemeriksaan Retrograde Pyelografi membantu


menegakkan adanya trauma ureter pada penderita
yanng belum jelas lokasi trauma ureternya dan
pemasangan DJ stent pada semua penderita
menunjukkan hasil yang baik.