Anda di halaman 1dari 106

Statistika

Membaca dan Menyajikan


Data

Penyajian data

Ukuran Pemusatan Data dan


Penafsirannya

Mean
Median
Modus

Ukuran Letak Data dan


Penafsirannya

Kuartil
Persentil

Ukuran Penyebaran Data dan


Penafsirannya

Jangkauan
Simpangan kuartil
Simpangan baku

Mampu bersikap kritis dalam menghadapi permasalahan dan menyelesaikannya.


Mampu menjelaskan istilah-istilah dalam statistika.
Mampu menjelaskan cara mengumpulkan data.
Mampu membaca data dalam bentuk tabel dan diagram.
Mampu menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram.
Mampu menjelaskan arti mean, median, dan modus.
Mampu menghitung nilai mean, median, dan modus data tunggal.
Mampu menghitung nilai, mean, median, dan modus data berkelompok.
Mampu menghitung nilai kuartil data tunggal.
Mampu menghitung nilai kuartil data berkelompok.
Mampu menghitung nilai persentil data tunggal.
Mampu menghitung nilai persentil data berkelompok.
Mampu menghitung jangkauan, jangkauan antarkuartil, dan simpangan kuartil data tunggal dan data
berkelompok.
Mampu menghitung simpangan rata-rata, ragam, dan simpangan baku data tunggal dan data berkelompok.

Matematika Kelas XI Program IPA

90

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Titik tengah kelas interval 6167

Wiraswasta = 360 100% = 25%


108

PNS = 360 400 = 120 orang


Selisih banyak orang tua siswa bekerja sebagai

PNS dan pedagang =

= 2 (61 + 67)
= 2 128
= 64

3. Jawaban: a
Jumlah siswa = 9 + 9 + 7 + 7 + 4 = 36
Banyak siswa yang berat badannya lebih dari 60
= 7 + 4 = 11.
Persentase banyak siswa yang memiliki berat
11

badan lebih dari 60 kg = 36 100%


= 30,555. . .%
30,56%
4. Jawaban: b
Misalkan Burhan memasukkan bola ke dalam ring
sebanyak n kali.
Jumlah frekuensi bola masuk ke dalam ring = 130.
15 + 18 + 19 + 15 + n + 15 + 14 + 16 = 130

112 + n = 130

n = 18
Jadi, Burhan memasukkan bola ke dalam ring
sebanyak 18 kali.
5. Jawaban: b
Selisih banyak lulusan yang diterima di perguruan
tinggi negeri tahun 2010 dan 2012 = 60 40 = 20
siswa.
6. Jawaban: e
Berdasarkan diagram di atas, titik tertinggi terjadi
pada tahun 2014, yaitu sebanyak 60 siswa.

= 30 = 30 orang
8. Jawaban: c
Usia (Tahun)

Banyak Pengunjung

1013
1417
1821
2225
2629

18
10
12
14
13

Jumlah

67

Jadi, banyak pengunjung yang berusia kurang dari


30 tahun 67 orang.
9. Jawaban: e
Poligon frekuensi merupakan diagram yang
menyajikan titik-titik tengah nilai data.
1

Titik tengah 152157 = 2 (152 + 157)


= 154,5
Titik tengah 154,5 mempunyai frekuensi 6.
Jadi, banyak siswa yang mempunyai tinggi badan
152157 cm ada 6 anak.
10. Jawaban: e
Ogive di atas merupakan ogive positif (kurang dari).
Banyak siswa yang berat badannya kurang dari
55,5 kg ada 7 anak.
Banyak siswa yang berat badannya kurang dari
60,5 kg ada 13 anak.
55,5 merupakan tepi bawah dan 60,5 merupakan
tepi atas. Dengan demikian kelas intervalnya
5660.
Banyak siswa yang berat badannya 5660 kg =
13 7 = 6 anak.
B. Uraian
1. Jawaban:
a.
Bulan

7. Jawaban: b
360

Jumlah siswa kelas XI = 90 100 = 400 orang

Statistika

400

27

2. Jawaban: b
Kelas interval kedua adalah 4753.
Kelas interval ketiga adalah 5460.
Tepi atas kelas interval 4753 adalah 53,5.
Tepi bawah kelas interval 5460 adalah 53,5.
Dengan demikian, tepi kelas 53,5 sebagai tepi atas
kelas interval kedua dan sekaligus sebagai tepi
bawah kelas interval ketiga.

TNI/polri =

135 108
360

360 108 90 135

360
27
400 = 30 orang
360

400

JanuariFebruari
MaretApril
MeiJuni

Kenaikan Penjualan
(Eksemplar)
120 100 = 20
110 95 = 15
105 80 = 25

Dari tabel kenaikan penjualan buku di atas,


terlihat kenaikan penjualan tertinggi terjadi
pada bulan MeiJuni, yaitu sebanyak
25 eksemplar.

b.

Banyak penjualan buku pada bulan April


= 110 eksemplar.
Banyak penjualan buku pada bulan Mei = 80.
Persentase penurunan penjualan buku pada
bulan AprilMei
=

110 80
110

Frekuensi
20
19
18
17
16
15
14
13
12
11
10

100%

30

= 110 100%
27,27%
2. Misalkan:
Hasil panen ikan dari kolam III = 3n.
Hasil panen ikan dari kolam VI = 5n.
Jumlah hasil panen ikan dari keenam kolam
= 72 kuintal.
8 + 6 + 3n + 16 + 10 + 5n = 72

40 + 8n = 72

8n = 32

n=4
Hasil panen ikan dari kolam III
= 3n = 3 4 = 12 kuintal
Hasil panen ikan dari kolam VI
= 5n = 5 4 = 20 kuintal
Jadi, banyak hasil panen ikan dari kolam III dan
VI berturut-turut 12 kuintal dan 20 kuintal.

3,15

4,55

5,95

7,35

17,5

Panjang Bambu (m)

5.

Nilai

fk

4145
4650
5155
5660
6165

19
17
14
9
7

f
19 17
17 14
14 9
97
70

=2
=3
=5
=2
=7

Tabel distribusi frekuensi:

3. SD = 100 3.600 = 180 orang

Nilai

4145
4650
5155
5660
6165

2
3
5
2
7

20

SMP = 100 3.600 = 720 orang


SMA =

100 5 20 20 25
100

Histogram:

3.600

30

= 100 3.600
= 1.080 orang

20

SMK = 100 3.600 = 720 orang


25

Perguruan Tinggi = 100 3.600 = 900 orang


4.

Panjang Bambu (m)

Titik Tengah

Frekuensi

2,53,8
3,95,2
5,36,6
6,78,0
8,19,4

3,15
4,55
5,95
7,35
17,5

12
16
11
15
20

3
2
Nilai
40,5 45,5 50,5 55,5 60,6 65,6

Matematika Kelas XI Program IPA

A.

Pilihan Ganda

Persentase kenaikan hasil panen teh tahun 2008

1.

Jawaban: b
Modus data pada diagram batang ditunjukkan
dengan batang paling tinggi.
Usia 6 tahun mempunyai batang paling tinggi,
maka modus data = 6.

2.

95.000 60.000
60.000
35.000

= 60.000 100%
58,3%
5. Jawaban: d

Jawaban: c
Usia
(tahun)

fi

fk

5
6
7
8
9
10

7
8
3
5
4
3

7
15
18
23
27
30

Banyak data = 30.


Oleh karena banyak data genap maka:
1

30

Me = 2 (nilai data ke- 2 + nilai data ke-( 2 + 1))


30

= 2 (nilai data ke- 2 + nilai data ke-( 2 + 1))


1

= 2 (nilai data ke-15 + nilai data ke-16)


1

= 2 (6 + 7) = 6,5 tahun
Jadi, median data adalah 6,5 tahun.
3. Jawaban: c
fi xi

x = f

Nilai

fi

fk

1019
2029

2
8

2
10

3039

12

22

4049
5059

7
3

29
32

Jumlah

32

32 + 1

= nilai data ke-16,5


Nilai data ke-16,5 terletak pada kelas interval
3039.
1n f

kM
2
Me = L + f e p

Me

= 29,5 +
= 29,5 +

7 5 + 8 6 + 3 7 + 5 8 + 4 9 + 3 10
30

35 + 48 + 21+ 40 + 36 + 30
30

210
30

4. Jawaban: d
Rata-rata hasil panen teh = 75.000
(700 + n + 950 + n + 750 + 900) 100
6

3.300 + 2n
6

= 75.000
= 750

3.300 + 2n = 4.500

n = 1.200

n = 600
Hasil panen teh tahun 2007 = n = 60.000 ton.
Hasil panen teh tahun 2008 = 95.000 ton.

Statistika

32

2 10
12

16 10

12

10
10

6. Jawaban: c
Untuk menentukan rata-rata, tabel dilengkapi
menjadi tabel berikut.

= 7 tahun
Jadi, rata-rata usia anak yang belajar melukis di
sanggar tersebut 7 tahun.

Kelas median

Me = nilai data ke-

100%

Nilai

fi

xi

fi xi

6567
6870
7173
7476
7779
8082

2
5
13
14
4
2

66
69
72
75
78
81

132
345
936
1.050
312
162

Jumlah

40

2.937

x =

fi x i

i=1
6

fi

2.937
40

= 73,43

i=1

Jadi, rata-rata data di atas adalah 73,43.

7. Jawaban: b
Tabel dari histogram pada soal sebagai berikut.
Nilai

Frekuensi

6367
6872
7377
7882
8387

5
10
5
8
5

Kelas modus

Kelas modusnya yaitu 6872 dengan frekuensi 10.


Jadi, selisih terhadap kelas modus:
L = 67,5
d1 = 10 5 = 5
d2 = 10 5 = 5
p = 67,5 62,5 = 5
Mo = L +

d1

d1 + d2

1
Mo = L + d + d p
1
2

= 13,5 + 9 + 6 3

fi

fi xi

1
2

(41,5 + 46,5) = 44

88

1
2

(46,5 + 51,5) = 49

392

1
2

(51,5 + 56,5) = 54

15

810

1
2

(56,5 + 61,5) = 59

10

590

1
2

(61,5 + 66,5) = 42

320

1
2

(66,5 + 71,5) = 47

10

690

50

2.890

Jumlah

x =

= 13,5 + 5
= 13,5 + 1,8
= 15,3
Jadi, modus panjang ikan 15,3 cm.

fi x i

i=1
6

fi

8. Jawaban: d
Selisih terbesar antara dua fk yang berdekatan
= 20 8 = 12 sehingga frekuensi kelas modus = 12.
Frekuensi 12 dimiliki kelas interval yang mempunyai tepi bawah 13,5 dan tepi atas 16,5.
Frekuensi kelas interval sebelum kelas modus
= 8 5 = 3.
Frekuensi kelas interval setelah kelas modus
= 26 20 = 6.
Dengan demikian diperoleh:
L = 13,5
p = 16,5 13,5 = 3
d1 = 12 3 = 9
d2 = 12 6 = 6
d

xi

= 67,5 + 5 + 5 5

= 67,5 + 2,5
= 70
Jadi, modus data tersebut adalah 70.

9. Jawaban: a

2.890
50

= 57,8

i=1

Jadi, rata-rata data adalah 57,8.


10. Jawaban: c
xi

fi

fk

31
34

12
15

12
27

37

18

45

40
43
46

8
6
13

53
59
72

Kelas Me

Banyak data = 72
1

Median = nilai data ke- 2 (72 + 1)


= nilai data ke-36,5
Nilai data ke-36,5 terletak pada kelas interval yang
memuat titik tengah 37.
1

Tepi bawah kelas median L = 2 (34 +37) = 35,5


1

Tepi atas kelas median = 2 (37 + 40) = 38,5


p = 38,5 35,5 = 3

fMe = 18
fkM = 12 + 15 = 27
e
1 n fk

Me = L + 2

Me

fMe

1 72 27

18

= 35,5 + 2

= 35,5 + 2 = 35,5 + 1,5 = 37


Jadi, median volume benda 37 cm3.

Matematika Kelas XI Program IPA

Banyak data = n = 120

B. Uraian
1. Misalkan banyak siswa yang memerlukan waktu
5 menit = n, maka banyak siswa yang memerlukan
waktu 20 menit = n.
Rata-rata waktu = 11,9
5n + 5 8 + 12 10 + 10 12 + 1115 + 20n

n + 5 + 12 + 10 + 11+ n
25n + 40 + 120 + 120 + 165
2n + 38

Median = nilai data ke- 2 (n + 1)


1

= nilai data ke- 2 (120 + 1)

= nilai data ke-60,5


Nilai data ke-60,5 terletak di kelas interval
161163.
L = 161 0,5 = 160,5
fMe = 25
fk = 57
Me
p = 163,5 161,5 = 3

= 11,9
= 11,9

25n + 445 = 11,9(2n + 38)


25n + 445 = 23,8n + 452,2
1,2 n = 7,2
n=6

Waktu
(Menit)

fi

fk

5
8
10

6
5
12

6
11
23

12

10

33

15
20

11
6

44
50

1 n fk
Me

fMe

Me = L + 2

50

50

= 2 (nilai data ke-25 + nilai data ke-26)


1

= 2 (12 + 12)
= 12 menit
Jadi, median waktu yang diperlukan siswa dari
rumah ke sekolah 12 menit.
Modus terletak di kelas interval dengan frekuensi
paling banyak. Modus pada data tersebut terletak
di kelas interval 6069.
d1 = 11 9 = 2
d2 = 11 8 = 3
p = 69,5 59,5 = 10
L = 59,5

Mo = L + 1 p
d1 + d2
= 59,5 +

2
2 + 3

xi

fi

fk

202
207
212

3
5
3

3
8
11

217

13

222
227

4
5

17
22

kelas Me

Banyak data n = 22
1

Median = nilai data ke- 2 (22 + 1)

= nilai data ke-11,5


Nilai data ke-11,5 terletak pada kelas interval yang
memuat titik tengah 217 gram.
1

L = 2 (212 + 217) = 214,5


fMe = 2
1

10

p = 2 (217 + 222) 214,5 = 219,5 214,5 = 5

Tinggi Badan
(cm)

fi

fk

152154
155157
158160
161163
164166
167169
170172

15
17
25
25
15
12
11

15
32
57
82
97
109
120

Statistika

4.

fkM = 3 + 5 + 3 = 11
e

= 59,5 + 4 = 63,5
Jadi, modus data di atas adalah 63,5.
3.

= 160,5 + 25
= 160,5 + 0,36
= 160,86
Jadi, median data di atas adalah 160,86 cm.

Letak median

Median = 2 (nilai data ke- 2 + nilai data ke-( 2 + 1))

2.

120 57
= 160,5 + 2 25
3

Jumlah siswa = 50
1

1 n fk
Me

fMe

Me = L + 2

22 11
= 214,5 + 2 2
5

kelas Me

= 214,5 + 0 = 214,5
Jadi, median berat apel 214,5 kg.

5.

Titik Tengah (x i)
1
2

fi

(9,5 + 14,5) = 12

100 85 = 15

180

1
2

(14,5 + 19,5) = 17

85 68 = 17

289

1
2

(19,5 + 24,5) = 22

68 47 = 21

462

1
2

(24,5 + 29,5) = 27

47 27 = 20

540

1
2

(29,5 + 34,5) = 32

27 11 = 16

512

1
2

(34,5 + 39,5) = 37

11 0 = 11
6

fi = 100

i=1

A.

fixi

Rata-rata usia karyawan bagian produksi


6

fi xi

= 100 = 23,9 cm

fi

i=1

Jadi, rata-rata diameter pohon di hutan kota


tersebut 23,9 cm.

407
6

fi xi = 2.390

i=1

Pilihan Ganda

= 10 + 0,7(12 10)
= 10 + 1,4
= 11,4

1. Jawaban: c
n = 30
3

Q3 = nilai data ke- 4 (30 + 1)


= nilai data ke-23,25
= x23 + 0,25(x24 x23)
= 80 + 0,25(82 80)
= 80 + 0,5 = 80,5
Jadi, kuartil atas data tersebut, yaitu 80,5.

4. Jawaban: c
Tinggi Badan (cm)

fi

fk

160163
164167
168171
172175
176179
180183

6
4
8
6
3
4

6
10
18
24
27
31

2. Jawaban: e
Ukuran Sepatu

fi

fk

35
36
37
38
39
40
41

3
7
10
12
16
19
7

3
10
20
32
48
67
74

Q1 = nilai data ke-

9
(74
10

+ 1)

= nilai data ke-67,5


= x67 + 0,5(x68 x67)
= 40 + 0,5 (41 40)
= 40 + 0,5 = 40,5
Jadi, desil ke-9 data tersebut 40,5.
3. Jawaban: b
Data terurut:
2, 3, 4, 6, 8, 9, 10, 12, 14, 15
70

P70 = Nilai data ke- 100 (10 + 1)


= Nilai data ke-7,7
= x7 + 0,7(x8 x7)

31 + 1
4

= nilai data ke-8


Nilai data ke-8 terletak di kelas interval 164167.

n fkQ
1
Q1 = L1 + 4
p

fQ 1

31

n = 74
D9 = nilai data ke-

2.390

i=1
6

6
4
= 163,5 + 4 4

= 163,5 + (7,75 6)
= 163,5 + 1,75
= 165,25
Jadi, kuartil pertama data tersebut 165,25.

5. Jawaban: d
Nilai

fi

fk

8083
8487
8891
9295
9699
100103
104107

5
6
4
10
8
4
10

5
11
15
25
33
37
47

n = 47

Matematika Kelas XI Program IPA

Q1 = nilai data ke-

7. Jawaban: a
Data yang telah diurutkan: 5 6 7 7 7 8 9
n=7

47 + 1
4

= nilai data ke-12


Nilai data ke-12 terletak di kelas interval 8891.
Q1 = L1 +

1n f
kQ1
4
f
Q1

47 11
4

11,75 11

= 87,5 + 0,75 = 88,25


Q3 = nilai data ke-

x =

= 87,5 +
= 87,5 +

3(47 + 1)
4

xi

i=1

5+6+7+7+7+8+9
7
49

= 7 =7
xi

fi

|xi x|

(xi x|2

fi(xi x|2

5
6
7
8
9

1
1
3
1
1

2
1
0
1
2

4
1
0
1
4

4
1
0
1
4

= nilai data ke-36

Q3 = L3 +

= 99,5 +

S=

35,25 33

6. Jawaban: a
Data setelah diurutkan:
6 7 7 7 8 8 9 9 9 10

x = fi xi

n
6 + 3 7 + 2 8 + 3 9 + 10
10

6 + 21 + 16 + 27 + 10
10

80
10

=8

Simpangan rata-rata = SR
=

fi | xi x |
fi

| 6 8 | + 3 | 7 8 | + 2 | 8 8 | + 3 | 9 8 | + | 10 8 |
10

2 + (3 1) + (2 0) + (3 1) + 2
10

2+3+0+3+2
10
10

= 10 = 1,00
8

Statistika

2
fi | xi x |

i=1

fi

10
7

= 1,2

Jadi, simpangan baku data tersebut adalah 1,2.


4

= 99,5 + 2,25
= 101,75
Jangkauan antarkuartil:
H = Q3 Q1 = 101,75 88,25 = 13,5
Jadi, jangkauan antarkuartil data tersebut 13,5.

i=1

141 33
4

= 99,5 +

fi (xi x |2 = 10

i=1

Nilai data ke-36 terletak di kelas interval 100103.


3
4 n fkQ3
f
Q3

fi = 7

8. Jawaban: a
Banyak Pengunjung

fi

fk

18
916
1724
2532
3340
4148

3
11
16
6
1
2

3
14
30
36
37
39

D6 = nilai data ke- 10 (39 + 1)


6

= nilai data ke- 10 40


= nilai data ke-24
Nilai data ke-24 terletak di kelas interval 1724.

n fk D
10
6
D6 = L6 + f
p

D6

= 16,5 + 10

39 14

16

9,4

= 16,5 + 16 8
= 16,5 + 4,7
= 21,2
Jadi, desil ke-6 data tersebut 21,2.
9. Jawaban: a
35

P35 = nilai data ke- 100 (20 + 1)


= nilai data ke-7,35

Nilai data ke-7,35 terletak di kelas interval yang


mempunyai tepi bawah 30,5 dan tepi atas 40,5.
n = 20

Q1 = nilai data ke= nilai data ke-

fkP35 = 5

P35 = L35 +
= 30,5 +

Q3 = nilai data ke-

3(n + 1)
4

= nilai data ke-

3 24
4

35 20 5
100

= nilai data ke-18


= 15
H = Q3 Q1 = 15 10 = 5
Jadi, jangkauan antarkuartil data 5.

10

= 30,5 + 0,5 10
= 30,5 + 5
= 35,5
Jadi, persentil ke-35 data tersebut 35,5.

2. Data setelah diurutkan:


6, 7, 7, 8, 8, 8, 9, 9, 10, 10
6 + 2 7 + 3 8 + 2 9 + 2 10

x =
10

10. Jawaban: c
Data yang telah diurutkan: 5 6 7 7 7 8 9
n=7

=
=

xi

x =

i=1

Varians = V(S)
2
(xi x)

i=1

| xi x |
n

| 6 8,2 | + 2 | 7 8,2 | + 3 | 8 8,2 | + 2 | 9 8,2 | + 2 | 10 8,2 |


10

(5 7)2 + (6 7)2 + 3 (7 7)2 + (8 7)2 + (9 7)2


7 1

4 + 1+ 0 + 1+ 4
6

10
6

n1

2,2 + 2 1,2 + 3 0,2 + 2 0,2 + 2 0,8 + 2 1,8


10
2,2 + 2,4 + 0,6 + 1,6 + 3,6
10
10,4
= 1,04
10

Jadi, simpangan rata-rata data adalah 1,04.


3.

= 1,67

Jadi, variansi data tersebut adalah 1,67.


B. Uraian
1.
Usia (Tahun)

6 + 14 + 24 + 18 + 20
10
82
= 8,2
10

Simpangan rata-rata = SR

n
5+6+7+7+7+8+9
7
49
=7
7

24
4

= nilai data ke-6


= 10

fP35 = 9 5 = 4
p = 40,5 30,5 = 10
35 n f
kP
100
35
f P35

n+1
4

fi

xk

10
11
12
13
14
15
16
17

7
3
2
1
4
3
1
2

7
10
12
13
17
20
21
23

Jumlah

23

Panjang (cm)

fi

xi

fi xi

xi xx

fi(xi xx)2

4554
5564
6574
7584
8594
95104
105114

2
2
3
4
3
4
2

49,5
59,5
69,5
79,5
89,5
99,5
109,5

99
119
208,5
318
268,5
398
219

32
22
12
2
8
18
28

2.048
968
432
16
192
1.296
1.568

Jumlah

20

1.630

6.520

a.

x =

fi xi

i=1
7

fi

1.630
20

= 81,5

i=1
7

S2 =

fi (xi x)2

i=1

fi

6.520
20

= 326

i=1

Jadi, variansi data tersebut 326.


Matematika Kelas XI Program IPA

b.

S =

S2

P39 = L39 +

= 326
18,1
Jadi, simpangan baku data tersebut 18,1.
4. a.

fi

fk

69
1013
1417

9
6
7

9
15
22

1821

21

43

Kelas P39

2225

52

Kelas D8

2629

60

D8 = nilai data

D8 = L8 +

= 21,5 +

48 43

5. a.

+ 1)

fi

xi

fi xi

1014
1519
2024
2529
3034
3539

3
6
2
1
5
3

12
17
22
27
32
37

36
102
44
27
160
111

Jumlah

20

480

fi xi

i=1
6

x =

fi

i=1

480

= 20 = 24
Jadi, rata-rata data 24.
b.

39

P79 = nilai data ke- 100 (60 + 1)


= nilai data ke-23,79
Nilai data ke-23,79 terletak di kelas interval
1821.
L39 = 17,5
39

fkP

60 22

21

Nilai

= 21,5 + 9 4
21,5 + 2,2
= 23,7
Jadi, desil kedelapan data tersebut 23,7 cm.
b.

= 17,5 + 21 4
17,5 + 0,27
= 17,77
Jadi, nilai persentil ke-39 data tersebut 17,77.

= nilai data ke-48,8


Nilai data ke-48,8 terletak di kelas interval
2225.
8 60 f
kD
10
8

fD8

39

= 17,5 + 100

1,4

Tinggi (m)

8
ke- 10 (60

39 n f
kP39
100

fP39

Nilai

fi

xi

xi x

fi(xi x )2

1014
1519
2024
2529
3034
3539

3
6
2
1
5
3

12
17
22
27
32
37

12
7
2
3
8
13

432
294
8
9
320
507

Jumlah

20

1.570

= 22
S2 =

fP39 = 21

fi (xi x)2

i=1

fi

i=1

1.570
20

= 78,5

Jadi, variansi data tersebut 78,5.

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: a
Penurunan hasil panen tertinggi terjadi pada bulan
VIVIII.
Banyak penurunan = 15 10 = 5 ton.

10

Statistika

2. Jawaban: c
Kenaikan hasil panen tertinggi terjadi pada tahun
20082009.
Persentase kenaikan hasil panen tahun 20082009
=

3.300 800
800

2.500

100% = 800 100% = 312,5%


Penurunan hasil panen terendah terjadi pada tahun
20062007.

Persentase penurunan hasil panen tahun 20062007


=

3.200 2.800
3.200

p = 119,5 109,5 = 10

400

21

3 Jawaban: c
Misalkan banyak angkatan kerja di provinsi
Sumatra Selatan = x
23.370.000 = (2,07 + 6,41 + 2,28 + 2,59 + 1,53 +
x + 0,89 + 3,85) 1.000.000

23,37 = 19,62 + x

x = 3,75
Jadi, banyak angkatan kerja di Provinsi Sumatra
Selatan 3,75 juta atau 3.750.000 orang.
4. Jawaban: d
Jumlah nilai ekspor
= (2.615 + 11.991,2) + (2.612,5 + 11.802,8)
+ (3.061,9 + 13.304,1) + (x + 12.925,9)
+ (4.072,8 + 14.214,6)
80.229,1 = 76.600,8 + x

x = 3.628,3
Jadi, nilai ekspor migas pada bulan April 3.628,3
juta dolar Amerika.
5. Jawaban: a
Misalkan seluruh alat yang digunakan = y.
Persentase juring laptop = 25%.
Pengguna laptop = 25 orang sehingga:

= 109,5 + 35 10
= 109,5 + 6
= 115,5
Jadi, ukuran berat karung pasir yang terbanyak
115,5 kg.
7. Jawaban: c
1

Juring dusun D dan dusun C menempati 2 lingkaran,


besar sudut juring dusun D dan dusun C = 180.
Besar sudut juring dusun D
= 180 80
= 100
Juring dusun A, dusun B, dan dusun E menempati
1
2

lingkaran, besar sudut juring dusun A, dusun B,

dan dusun E = 180.


Besar sudut juring dusun A
= 180 (60 + 50)
= 180 110 = 70
Besar sudut juring dusun D
Besar sudut juring dusun A

Banyak sapi di dusun D


Banyak sapi di dusun A

100
70

50
n

25 = 25% y

35 14

= 109,5 +
10
(35 14) + (35 21)

= 3.200 100%
= 12,5%

Mo = L + 1 p
d1 + d2

100%

n=

70
100

50

n = 35
Jadi, banyak sapi di dusun A ada 35 ekor.

25

25 = 100 y
y = 100

Perentase juring tablet


= 100 (15% + 25% + 45% + 10%)
= 100% 95% = 5%
Banyak pengguna tablet = 5% 100 = 5 orang
Jadi, banyak pengguna tablet ada 5 orang.
6. Jawaban: c
Mo terletak pada kelas interval yang memuat titik
tengah 114,5.
1

Tepi bawah kelas modus L = 2 (104,5 + 114,5)


1

= 2 (219)
= 109,5
Tepi atas kelas modus =
=

1
(114,5 + 124,5)
2
1
(239)
2

= 119,5

8. Jawaban: d
Misalkan N = hasil penjualan seluruh barang
Persentase juring busana
= 100% (6% + 39% + 21% + 14%)
= 100% 80%
= 20%
Penjualan busana = 1.260.000 + penjualan kosmetik

20% N = 1.260.000 + 6% N

(20% 6%) N = 1.260.000

14% N = 1.260.000

100

N = 14 1.260.000
= Rp9.000.000,00
Penjualan alat tulis = 21% N
21

= 100 9.000.000
= Rp1.890.000,00
Jadi, hasil penjualan tas sebanyak Rp1.890.000,00.

Matematika Kelas XI Program IPA

11

9. Jawaban: c
fi

Jarak per Liter Bensin

= Rp36.000,00
Sumbangan kelompok III:

fk



8
8
4045
12
20
4651
20
40
5257

11
51
5863
9
60
6469

Tidak irit

Irit

Sepeda motor yang tidak tergolong irit menggunakan 1 liter bensin untuk menempuh jarak kurang
dari 58 km.
Banyak sepeda motor yang tidak tergolong irit ada
40 unit.
Persentase banyak sepeda motor yang tidak tergolong

x3 = 10 3.500
= Rp35.000,00
Sumbangan kelompok IV:
x4 = 11 4.000
= Rp44.000,00
Sumbangan kelompok V:
x5 = 15 2.000
= Rp30.000,00
Rata-rata sumbangan seluruh kelompok:

x =

40

irit = 60 100% = 66,67%


Jadi, banyak sepeda motor yang tidak tergolong
irit sebesar 66,67%.
10. Jawaban: c
Data tinggi tanaman dalam bentuk tabel sebagai
berikut.
Tinggi Tanaman (cm)

fi

Tinggi
tanaman
kurang
dari 26 cm

Banyak tanaman yang mempunyai ketinggian


kurang dari 26 cm adalah 21.
21

Persentase = 30 100% = 70%


Jadi, banyak tanaman tersebut sebesar 70%.
11. Jawaban: e
Frekuensi kurang dari 174,5 = 100.
Frekuensi kurang dari 169,5 = 95
Berdasarkan grafik terlihat selisih kedua frekuensi
kumulatif ini paling kecil = 100 95 = 5.
Tinggi badan siswa paling sedikit adalah
170174 cm.
12. Jawaban: e
Data setelah diurutkan:
4, 7, 7, 9, 10, 10, 12, 15, 17
Banyak data = 9
9+1

13. Jawaban: c
Sumbangan kelompok I:
x1 = 6 Rp5.000,00
= Rp30.000,00
Sumbangan kelompok II:
x2 = 8 4.500

12

Statistika

30.000 + 36.000 + 35.000 + 44.000 + 30.000


50

175.000
50

= 3.500

Jadi, rata-rata sumbangan seluruh kelompok


Rp3.500,00.
Sumbangan kelompok II:

fk

1013
3
3
1417
6
9
1821
5
14
2225
7
21

2629
9
30

Median = Me = data ke- 2

x1 + x 2 + x 3 + x 4 + x 5
6 + 8 + 10 + 11 + 15

x2 = 8 4.500
= Rp36.000,00
Sumbangan kelompok III:
x3 = 10 3.500
= Rp35.000,00
Sumbangan kelompok IV:
x4 = 11 4.000
= Rp44.000,00
Sumbangan kelompok V:
x5 = 15 2.000
= Rp30.000,00
Rata-rata sumbangan seluruh kelompok:

x =

x1 + x 2 + x 3 + x 4 + x 5
6 + 8 + 10 + 11 + 15

30.000 + 36.000 + 35.000 + 44.000 + 30.000


50

175.000
50

= 3.500
Jadi, rata-rata sumbangan seluruh kelompok
Rp3.500,00.
= data ke-5 = 10.

14. Jawaban: a
Banyak siswa di kelas A = nA = 15
Banyak siswa di kelas B = nB = 10
Banyak siswa di kelas C = nC = 25
Rata-rata nilai gabungan = x = 58,6
Rata-rata nilai di kelas A = x A = 62
Rata-rata nilai di kelas C = x C = 60

x=

nA x A + nB xB + nC xC
nA + nB + nC

15 62 + 10 xB + 25 60
15 + 10 + 25

58,6 =

2.930 = 10xB + 2.430

10xB = 500

x B = 50
Jadi, rata-rata nilai di kelas B adalah 50.
15. Jawaban: d
Tabel untuk data pada histogram.

1 30 9
2

10

= 10,5 + 10 5
= 10,5 + 3
= 13,5
Jadi, mediannya adalah 13,5.
18. Jawaban: e
Poin

fi

xi

fi xi

6
5
4
10
3
2

6
9
12
15
18
21

36
45
48
150
54
42

30

fi

xi

fi xi

1418
1923
2428
2933

3
4
10
6

16
21
26
31

48
84
260
186

57
810
1113
1416
1719
2022

Jumlah

23

578

Jumlah

375

fi x i

i=1
n

fi

578

= 23 = 25,13

i=1

16. Jawaban: e
Frekuensi terbesar adalah 40, yaitu pada interval
160164 (kelas modus).
L = 159,5
d1 = 40 21 = 19.
d2 = 40 18 = 22.
p = 159,5 164,5 = 5
Mo =

fMe

Data

x =

= 10,5 +

10xB + 2.430
50

58,6 =

n fkM
e
Me = L + 2
p

d1
L + d +d p
1
2
19
159,5 + 19 + 22

=
5
= 159,5 + 2,32 = 161,82
Jadi, modus data di atas adalah 161,82.
17. Jawaban: c
Nilai

fi

fk

15
610
1115
1620
2125

4
5
10
6
5

4
9
19 Kelas Median
25
30

Jumlah

30

Me = nilai data ke-

30 + 1
2

= nilai data ke-15,5

Nilai data ke-15,5 terletak di kelas interval 1115.

x =

fi xi

i=1
6

fi

i=1

375

= 30 = 12,5
Jadi, rata-rata poin yang dicetak pemain tersebut
12,5.
19. Jawaban: b
Data

Frekuensi

37
812
13 17
18 22
23 27
28 32
33 37
38 42

4
6
8
10
12
6
4
2

Modus terdapat pada interval 2327 dengan


f = 12
d1 = 12 10 = 2
d2 = 12 6 = 6
L = 22,5
p =5

1
Mo = L + d + d p
1
2

= 225 + ( 2 + 6 ) 5
= 22,5 + 1,25
= 23,75
Modus data tersebut adalah 23,75.

Matematika Kelas XI Program IPA

13

24. Jawaban: c
Data setelah diurutkan:
5 6 7 7 9 9 10 10
11 12 12 15 18 18 21 21

20. Jawaban: e
Skor

fi

xi

fi xi

24
57
810
1113
1416

2
5
6
4
3

3
6
9
12
15

6
30
54
48
45

Jumlah

20

Q1 = nilai data ke-

= nilai data ke-4,25


= x4 + 0,25(x5 x4) = 7 + 0,25(9 7)
= 7 + 0,5
= 7,5

183

x =

xi

fi
i=1
5

183

= 20 = 9,15

fi

Q3 = nilai data ke-

i=1

Jadi, rata-rata skor tersebut 9,15.


21. Jawaban: b
Data setelah diurutkan:
2 2 4 5 5 5 6 6 7 7 8
Q1 = nilai data ke-

Simpangan kuartil =

11 + 1
4

3(11 + 1)
4

x =

10

= 4 =22

Q1 = x2 + 2 (x3 x2) = 3 + (3 3) = 3
30

= 4 =72
1

Q3 = x7 + 2 (x8 x7) = 9 + 2 (9 9) = 9
Jangkauan = Q3 Q1
=93
=6
Jadi, jangkauan antarkuartil data adalah 6.

14

Statistika

= 4,875

1+ 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 + 9
9

=5

23. Jawaban: c
Data setelah diurutkan: 2, 3, 3, 6, 7, 8, 9, 9, 11

1
(9,75)
2

10

= 39,5 + 2,5
= 42,0
Jadi, kuartil bawah data adalah 42,0.

3(9 + 1)
4

= 9 (|4| + |3| + |2| + |1| + |0| + |1| + |2| + |3|


+ |4|)

Data ke-12,25 terletak pada kelas interval 4049.

Letak Q3 =

1
(17,25 7,5)
2

1(9 + 1)
4

25. Jawaban: e

Q1 = nilai data ke- 4 (48 + 1) = data ke-12,25

Letak Q1 =

Q1)

SR = 9 (|1 5|+|2 5|+|3 5|+|4 5|+|5 5|


+|6 5|+|7 5|+|8 5|+|9 5|)

22. Jawaban: c
Kuartil bawah = Q1.

48 10

1
(Q3
2

Jadi, simpangan kuartil data tersebut 4,875.

= nilai data ke-9


=7
Jadi, kuartil atas dan kuartil bawah berturut-turut 7
dan 4.

Q1= 39,5 +

3(16 + 1)
4

= nilai data ke-12,75


= x12 + 0,75(x13 x12) = 15 + 0,75(18 15)
= 15 + 2,25
= 17,25

= nilai data ke-3


=4
Q3 = nilai data ke-

16 + 1
4

= 9 (4 + 3 + 2 + 1+ 0 + 1 + 2 + 3 + 4)
20

= 9
2,2
Jadi, simpangan rata-rata data adalah 2,2.
26. Jawaban: e
n=5
2 +3 + 5 + 7 + 8
5

Nilai (x)
xi x

x =

2
3
5
7
8
Jumlah

3
2
0
2
3

25

= 5 =5

fi (xi x)2

x2

9
4
0
4
9

4
9
25
49
64

26

151

29. Jawaban: d

2
f i (xi x)

i=1

s=

n1

26
5 1

26

Ragam = s2 =

26
4

Tinggi (meter)

fi

xi

fi xi

xi x

fi(xi x)2

1921
2224
2527
2830

9
4
5
2

20
23
26
29

180
92
130
58

3
0
3
6

81
0
45
72

Jumlah

20

26

= 4 = 6,5

Jadi, ragam data adalah 6,5.


27. Jawaban: d
fi

fk

1517

1820

2123
2426
2729
3032

2
6
3
2

9
15
18
20

fi (xi x)2

i=1

fi

198

= 20 = 9,9

i =1

Jadi, ragam data tersebut 9,9.


30. Jawaban: c
xi

= 17,5 + 2
= 19,5
Jadi, desil ke-3 data tersebut 19,5.
28. Jawaban: a
Usia (Tahun)

fi

fk

2023
2427

3
4

3
7

2831

11

3235
3639
4043

10
2
7

21
23
30

30

= nilai data ke-9,3


Nilai data ke-9,3 terletak di kelas interval 2831.
p

(9,5 + 14,5) = 12

15

180

(14,5 + 19,5) = 17

102

1
2

(19,5 + 24,5) = 22

198

1
2

(24,5 + 29,5) = 27

12

324

1
2

(39,5 + 34,5) = 32

18

576

60

1.380

x=

fi
i=1
5

xi

fi

1.380
60

= 23

i=1

fi

i=1

| xi x | = 15|12 23| + 6|17 23| + 9|22 23|

+ 12|27 23| + 18|32 23|


= 15 11 + 6 6 + 9 1 + 12 4 + 18
9
= 165 + 36 + 9 + 48 + 162 =
420
Simpangan rata-rata:
5

SR =

fi | xi x |

i=1

fi

fixi

1
2

Kelas P30

fi

1
2

Jumlah

P30 = nilai data ke- 100 (30 + 1)

fi

6 4
= 17,5 +
3

30 n f

kP
100
30
L30 +

f P30

900 7
27,5 + 1004

= 20 = 23

i=1

S2 =

Nilai data ke-6,3 terletak pada kelas interval 1820.

460

i=1
4

Kelas D3

3 20 f
kD
10
3

fD3

fi xi

x =

D3 = nilai data ke- 10 (20 + 1) = nilai data ke-6,3

P30 =

198

Nilai

D3 = L3 +

460

420

= 60 = 7

i=1

Jadi, simpangan rata-rata data adalah 7.

= 27,5 + 2 = 29,5
Jadi, persentil ke-30 data tersebut 29,5.

Matematika Kelas XI Program IPA

15

B.

3. a.

Uraian

fi

fi xi

2
3
4
5
6

3
4
5
6
2

6
12
20
30
12

Jumlah

20

80

Diagram Garis
8
7
6
5
4
3
2
1
0

Jumlah (ton)

1. a.

Nilai (x i)

x =

Jadi, rata-rata data tersebut 4.

Tahun

Hasil perikanan terbanyak, yaitu 5 ton yang


terjadi pada tahun 2013.
Besar penurunan hasil perikanan tahun 2014
= 5 4 = 1 ton.

c.
2. a.

b.

=
=

25
100

4.

180 orang

fi

fi xi

4
5
6
7
8
9
10

2
6
4
1
5
4
8

8
30
24
7
40
36
80

Jumlah

30

225

fi xi

i=1
7

fi

i=1

225

= 30 = 7,5
Benda yang mempunyai berat minimal 1 kg di atas
rata-rata berat benda adalah benda yang
mempunyai berat minimal 8,5 kg.
Banyak benda yang mempunyai berat minimal
8,5 kg = 4 + 8 = 12.
Jadi, terdapat 12 benda yang mempunyai berat
minimal 1 kg di atas rata-rata berat.

16

Statistika

1,5

i =1

fi

xi

fi xi

150154
155159
160164
165169
170174

5
6
10
7
2

152
157
162
167
172

760
942
1.620
1.169
344

Jumlah

30

4.835

x =

fi xi

i=1
5

fi

4.835
30

= 161,17

i=1

Jadi, mean data tersebut adalah 161,17 cm.

x =

Tinggi Badan (cm)

180 orang

xi

fi

Untuk menentukan mean, tabel dilengkapi


menjadi tabel berikut.

= 45 orang
3.

i=1

20

12
4
0
6
8
30
=
20
30

Jadi, ragam data tersebut 1,5.

Banyak siswa kuliah di fakultas Fisip


100 20 10 15 30
100

fi (xi x)2

3
2
4
1
5
0
6 5
1
2 fi (xi 2
x)2

Jumlah

27 orang

xi x

fi

Ragam: S2 =

= 180 orang
b.

Nilai (xi)
2
3
4
5
6

Jumlah siswa SMA Karya Jaya


100
15

80

= 20 = 4

fi

r =1

2009 2010 2011 2012 2013 2014

b.

fi x i

r =1
5

Banyak data = n = 30 sehingga letak


1

mediannya pada frekuensi 2 30 = 15.


Tinggi Badan (cm)

fi

fk

150154
155159
160164
165169
170174

5
6
10
7
2

5
11
21
28
30

Kelas
median

Me terletak di kelas interval 160164.

n fkM
e
Me = L + 2
p

fMe

1 30 11
2

10

= 159,5 +

Q1 = nilai data ke- 4 (80 + 1) = nilai data ke-20,25

= 159,5 + 2
= 161,5
Jadi, median data di atas adalah 161,5 cm.

Nilai data ke-20,25 terletak di kelas interval 149152.


Q1 = L1 +

35 + 1

5. Me = nilai data ke- 2


= nilai data ke-18
Nilai data ke-18 terletak pada kelas interval yang
mempunyai tepi bawah 64,5 dan tepi atas 69,5.
L = 64,5
p = 69,5 64,5
=5

= nilai data ke-60,75


Nilai data ke-60,75 terletak di kelas interval 157160.

3 n fk

4
Q3 = L3

Q3

fQ3

80 53
4
= 156,5 + 4

= 64,5 + 10 5

= 156,5 +

= 64,5 + 2,25 = 66,75

6. Titik tengah yang frekuensinya paling banyak


adalah 28. Berarti modus data terletak di kelas
interval yang memuat titik tengah 28.

= 2 (158,5 149,5)

Tepi atas kelas modus = 2 (28 + 33) = 30,5


p = 30,5 25,5 = 5
d1 = 13 4 = 9
d2 = 13 7 = 6

= 2 9
= 4,5
Jadi, simpangan kuartil tinggi siswa putri 4,5 cm.
8.

= 25,5 + 9 + 6 5

= 25,5 + 3
= 28,5
Jadi, modus data 28,5.
Tinggi Badan (cm)

fk

145148

15

15

149152

20

35

153156

18

53

157160

14

67

161164
165168

8
5

75
80

Kelas Q1
Kelas Q3

Qd = 2 (Q3 Q1)

Tepi bawah kelas modus L = 2 (23 + 28) = 25,5

1
Mo = L + d + d p
1 2

7
14

14

= 156,5 + 2
= 158,5
Simpangan kuartil:

Jadi, median data di atas adalah 66,75 cm.

7.

Q3 = nilai data ke- 4 (80 + 1)

35 13
2

10

20

9
2

= 148,5 + 20 4
= 148,5 + 1
= 149,5

= 64,5 +

fMe = 23 13 = 10
Me = L +

80 15
4
= 148,5 + 4

fkM = 13
1n f
kM
2
e
fM e

1 n fk
Q1
4
fQ
1

Nilai

fi

fk

1216
1721
2226
2731
3236

10
5
8
6
18

10
15
23
29
47

3741

10

57

4246

13

70

D7 = nilai data ke-

7
(70
10

Kelas D7

+ 1)

= nilai data ke-49,7


Nilai data ke-49,7 terletak pada kelas interval 3741.

Matematika Kelas XI Program IPA

17

10. a.

n fkD
7
D7 = L7 + 10
p

Panjang (cm)

fi

xi

fi xi

1014
1519
2024
2529
3034
3539
4044

6
10
5
15
20
5
9

12
17
22
27
32
37
42

72
170
110
405
640
185
378

Jumlah

70

fD7

7
70 47
10

10

2
5
10

= 36,5 +
= 36,5 +

= 36,5 + 1
= 37,5
Jadi, nilai desil ke-7 data tersebut 37,5.
9.

Berat (gram)

fi

fk

100104

105109

13

110114
115119
120124
125129
130134

3
10
1
6
7

16
26
27
33
40

P30 = nilai data

30
ke- 100 (40

Kelas Me

+ 1)

n fkP
100
30
P30 = L30 +
p
fP30

= 104,5 +

40 8

12 8

5
5
30

= 104,5 + 100

= 104,5 + 4
= 108,5
Jadi, nilai persentil ke-30 data tersebut 108,5.

18

Statistika

fi xi

i=1
7

fi

i=1

Nilai data ke-12,3 terletak di kelas interval


105109.
30

x =

= nilai data ke-12,3

1.960

1.960
70

= 28
Jadi, rata-rata panjang potongan bambu
28 cm.
7

b.

f(x
i i

i=1

x)2

= 6(12 28)2 + 10(17 28)2 + 5(22 28)2


+ 15(27 28)2 + 20(32 28)2 + 5(37 28)2
+ 9(42 28)2
= 6(16)2 + 10(11)2 + 5(6)2 + 15(1)2 + 20(4)2
+ 5(9)2 + 9(14)2
= 1.536 + 1.210 + 180 + 15 + 320 + 405
+ 1.764
= 5.430
Variansi:
7

S2 =

2
f(x
i i x)

i=1

fi

i=1

5.430
4
= 77 7
70
4

Jadi, variansi panjang potongan bambu 77 7 cm.

Peluang

Kaidah Pencacahan

Peluang Suatu Kejadian

Peluang Kejadian Majemuk

Aturan perkalian
Permutasi
Kombinasi

Ruang sampel dan titik sampel


Peluang kejadian
Frekuensi harapan

Peluang dua kejadian saling


lepas
Peluang dua kejadian saling
bebas
Peluang dua kejadian bersyarat

Bersikap jujur dalam melakukan kegiatan percobaan maupun dalam berbuat keseharian.
Mampu mendefinisikan pengertian aturan perkalian.
Mampu menggunakan aturan perkalian.
Mampu mendefinisikan pengertian permutasi.
Mampu menggunakan permutasi.
Mampu mendefinisikan pengertian kombinasi.
Mampu menggunakan kombinasi.
Mampu mendefinisikan pengertian ruang sampel suatu percobaan.
Mampu menentukan ruang sampel suatu percobaan.
Mampu mendefinisikan pengertian peluang suatu kejadian.
Mampu menentukan peluang suatu kejadian.
Mampu menentukan kisaran nilai peluang.
Mampu menentukan frekuensi harapan.
Mampu mendefinisikan pengertian kejadian majemuk.
Mampu menentukan peluang kejadian majemuk.
Mampu menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan aturan perkalian.
Mampu menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan permutasi.
Mampu menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan kombinasi.
Mampu menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan peluang.

Matematika Kelas XI Program IPA

19

A. Pilihan Ganda

5. Jawaban: e
Angka yang tersedia 1, 2, 3, 5, 6, dan 7.
Akan disusun bilangan terdiri atas 4 angka dengan
angka-angka yang berlainan.

1. Jawaban: c

n!
(n 2)!

= 12

n(n 1)(n 2)!


(n 2)!

= 12

n(n 1) = 12
n2 n 12 = 0
(n 4)(n + 3) = 0
n = 4 atau n = 3
Nilai n harus positif. Jadi, nilai n yang memenuhi,
yaitu 4.
2. Jawaban: b
(n + 1)P3

= 9 nP2

(n + 1)!
(n + 1 3)!

=9

n!
(n 2)!

(n + 1)!
(n 2)!

=9

n!
(n 2)!

(n + 1)!
(n 2)!

(n 2)!
n!

(n + 1)n!
n!

=9
=9

n+1=9

n=8
Jadi, nilai n yang memenuhi adalah 8.
3. Jawaban: b
nC3 = 2n
= 2n

n(n 1)(n 2)(n 3)!


3 2 1 (n 3)!

= 2n

n(n 1)(n 2)
6

= 2n

10!
7! 3!

10 9 8 7!
7! 3 2 1

= 120

4. Jawaban: e
Permasalahan tersebut dapat diselesaikan
menggunakan aturan perkalian.
Banyak pasangan menu makanan dan minuman
= banyak menu makanan banyak menu minuman
= 6 10 = 60
Jadi, banyaknya pasangan menu makanan dan
minuman ada 60.
Peluang

Angka IV

6 cara

5 cara

4 cara

3 cara

Angka I dapat diisi oleh 6 angka yang tersedia.


Setelah satu angka digunakan untuk mengisi
angka I, tersisa 5 angka. Angka II dapat diisi oleh
5 angka yang tersisa.
Setelah dua angka digunakan untuk mengisi angka
I dan II, tersisa 4 angka. Angka III dapat diisi oleh 4
angka yang tersisa.
Setelah tiga angka digunakan untuk mengisi angka
I, II, dan III, tersisa 3 angka. Angka IV dapat diisi
oleh 3 angka yang tersisa.
Banyak susunan bilangan 4 angka yang tersusun
=6543
= 360
Cara lain:
Bilangan 1.235 berbeda dengan bilangan 2.531.
Artinya penyusunan bilangan tersebut memperhatikan urutan (permutasi).
Banyak bilangan 4 angka yang dapat disusun dari
6 angka yang tersedia
= permutasi 4 dari 6
6 5 4 3 2!
2!

= 6 5 4 3 = 360

6. Jawaban: a
Permasalahan di atas dapat diselesaikan dengan
aturan perkalian.
Banyak cara berpakaian Joni dengan penampilan
berbeda = 3 4 3
= 36 cara
Jadi, banyak cara berpakaian Joni adalah 36
penampilan berbeda.

n(n 1)(n 2) = 12n

(n 1)(n 2) = 12

n2 3n + 2 12 = 0

n2 3n 10 = 0

(n 5)(n + 2) = 0

n = 5 atau n = 2
n harus positif. Jadi, n = 5

20

Angka III

6!

n!
3! (n 3)!

= 10C7 =

Angka II

= 6P4 = 2! =

2nC7

Angka I

7. Jawaban: c
Akan dipilih 5 anak sebagai ketua, wakil ketua,
sekretaris, bendahara, dan humas.
Pemilihan ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan humas merupakan pemilihan yang
memperhatikan urutan (permutasi).
Banyak cara memilih 5 pengurus dari 7 pengurus
= permutasi 5 dari 7
= 7P5
7!

= 2!
=

7 6 5 4 3 2!
2!

= 7 6 5 4 3 = 2.520

Jadi, banyak cara memilih pengurus 2.520 cara.

8. Lima anak akan berdiri dalam satu baris. Mereka


adalah Andre, Monika, Susan, Dea, dan Resa. Jika
Resa harus berdiri di salah satu ujung, banyak
urutan yang terbentuk adalah . . . .
a. 48
d. 128
b. 78
e. 140
c. 108
Jawaban: a
Resa selalu ada di salah satu ujung sehingga ada
2 cara. Sisanya ada 4 anak yang dapat diatur
dengan 4P4 cara. Sehingga banyak urutannya
= 2 4P4
= 2 4!
= 2 4 3 2 1 = 48
Jadi, banyak urutan yang dibentuk ada 48.
9. Banyak susunan kata yang dapat dibentuk dari
kata NUSANTARA adalah . . . .
a. 60.480
d. 6.024
b. 30.240
e. 3.024
c. 15.120
Jawaban: b
NUSANTARA
banyak huruf = 9
banyak huruf N = 2
banyak huruf A = 3
Banyak susunan kata yang dapat dibentuk =
=

9 8 7 6 5 4 3!
2 1 3!

9!
2! 3!

= 30.240

Jadi, banyak susunan kata ada 30.240.


10. Jawaban: c
Banyak tim yang mungkin dibentuk
= 10C6
=

10!
6! 4!

10 9 8 7 6!
6! 4 3 2 1!

= 210

Jadi, banyak tim yang mungkin dibentuk ada 210.


11. Jawaban: c
Banyak cara memilih 3 huruf dari 5 huruf hidup
ada 5C3.
Banyak cara memilih 3 angka dari 10 angka ada
10C3.
Banyak cara menyusun 3 angka dan 3 huruf yang
sudah terpilih ada 6P6 = 6!.
Banyak kata sandi yang dapat disusun
= 5C3 10C3 6!
12. Jawaban: d
Banyak cara menyusun ketiga merek motor = 3!
Banyak cara menyusun motor Honda = 4!
Banyak cara menyusun motor Yamaha = 3!
Banyak cara menyusun motor Suzuki = 2!
Banyak penyusunan barisan dengan setiap merek
tidak boleh terpisah = 3! 4! 3! 2! = 1.728

13. Jawaban: e
n1 = banyak cara mengambil 2 potongan kue dari
8 potongan kue
= kombinasi 2 dari 8
= 8C2
8!

= 6!2!
=

8 7 6!
6!2!
8 7

= 2 1 = 28
n2 = banyak cara mengambil 3 potongan semangka
dari 10 potongan semangka
= kombinasi 3 dari 10
= 10C3
=

10!
7!3!

10 9 8 7!
7! 3 2 1

= 120
Banyak cara Andi mengambil 2 potongan kue dan
3 potongan semangka adalah
= n1 n2
= 28 120
= 3.360
14. Jawaban: b
Kemungkinan tim yang terbentuk paling sedikit 1
putri yaitu terdiri atas (2 putra dan 1 putri),
(1 putra dan 2 putri), atau (3 putri).
n1 = banyak kemungkinan anggota tim 2 putra dan
1 putri
= memilih 2 putra dari 5 putra dan memilih
1 putri dari 6 putri
= 5C2 6C1
5!

6!

5!

6!

= 3!2! 5!1!
= 10 6
= 60
n2 = banyak kemungkinan anggota tim 1 putra dan
2 putri
= memilih 1 putra dari 5 putra dan memilih
2 putri dari 6 putri
= 5C1 6C2
= 4!1! 4!2!
= 5 15
= 75
n3 = banyak kemungkinan anggota tim 3 putri
= memlih 3 putri dari 6 putri
= 6C3
6!

= 3!3!
= 20

Matematika Kelas XI Program IPA

21

Banyak cara memilih anggota tim


= n1 + n2 + n3
= 60 + 75 + 20
= 155

c.

Angka I

Angka II

Angka III

Angka IV

5 cara

5 cara

5 cara

5 cara

=5555
= 625
n2 = banyak kupon bernomor terdiri atas 4 angka
(boleh berulang) dengan angka terakhir 0 dan
angka pertama 0

(n + 1)!
(n 2)!

Angka I

Angka II

Angka III

Angka IV

1 cara

5 cara

5 cara

1 cara

B. Uraian
n! = 6n(n 3)!
n(n 1)(n 2)(n 3)! = 6n(n 3)!

(n 1)(n 2) = 6

n2 3n + 2 = 6

n2 3n 4 = 0

(n 4)(n + 1) = 0

n = 4 atau n = 1
Nilai n harus bilangan positif. Jadi, nilai n yang
memenuhi, yaitu 4.
(n 1)P2 = 20

n!
(n 4)!

(n + 1)!(n 4)! = n! (n 2)!

(n + 1)n!(n 4)! = n!(n 2)(n 3)(n 4)!

n + 1 = (n 2)(n 3)

n + 1 = n2 5n + 6
2
n 5n + 6 n 1 = 0

n2 6n + 5 = 0

(n 5)(n 1) = 0

n = 5 atau n = 1
Jadi, nilai n yang memenuhi, yaitu 1 atau 5.
d.

3C2

1
2

3P2

3!
2! 1!

1
2

n!
(n 2)!

3 2!
2! 1!

1
2

n!
(n 2)!

3=

1
2

n(n 1)(n 2)!


(n 2)!

6 = n(n 1)

6 = n2 n

n2 n 6 = 0
(n 3)(n + 2) = 0

n = 3 atau n = 2
Nilai n harus bilangan positif.
Jadi, nilai n yang memenuhi yaitu 3.

=1551
= 25
Banyak kupon bernomor terdiri atas 4 angka
dengan angka pertama atau terakhir tidak nol
= n1 n2
= 625 25
= 600

b.

= nP4

15. Jawaban: a
n1 = banyak kupon bernomor terdiri atas 4 angka
(boleh berulang) yang dapat dibuat dari
5 angka

1. a.

(n + 1)P3

2. P(siklis) = (7 1)!
= 6!
=654321
= 720 cara
3. a.

Bola merah ada 9 buah.


Banyak cara pengambilan tiga bola merah
= kombinasi 3 dari 9
= 9C3
9!

9 8 7 6!

= 6!3! = 6! 3 2 1 = 84
b.

(n 1)!
(n 3)!

= 20

Bola biru ada 5 buah.


Banyak cara pengambilan 3 bola biru
= 5C3

(n 1)(n 2)(n 3)!


(n 3)!

= 20

= 2!3! = 2 1 3! = 10

5!

(n 1)(n 2) = 20
2
n 3n + 2 20 = 0

n2 3n 18 = 0

(n 6)(n + 3) = 0

n = 6 atau n = 3
Nilai n harus bilangan positif. Jadi, nilai n yang
memenuhi, yaitu 6.

c.

5 4 3!

Dari tiga bola yang diambil, terambil 2 bola


biru. Artinya, bola yang terambil 2 bola biru
dan 1 bola merah.
Banyak cara pengambilan 2 bola biru dan
1 bola merah
= 5C2 9C1
5!

9!

= 3!2! 8!1!
5 4 3!

9 8!

= 2 1 3! 1 8! = 10 9 = 90

22

Peluang

d.

Dari tiga bola yang diambil, terambil 2 bola


merah. Artinya, bola yang terambil 2 bola
merah dan 1 bola biru.
Banyak cara pengambilan 2 bola merah dan
1 bola biru
= 9C2 5C1
9!

5!

= 7!2! 4!1!
=

9 8 7!
7!2!

5 4!
4! 1!

= 36 5 = 180

4. Orang-orang dari 4 negara duduk secara melingkar


dengan (4 1)! = 3! = 6 cara.
3 orang dari Amerika dapat duduk dengan 3! cara.
2 orang dari Irlandia dapat duduk dengan 2! cara.
4 orang dari Korea dapat duduk dengan 4! cara.
2 orang dari Filipina dapat duduk dengan 2! cara.
Jadi, seluruhnya = 3! 3! 2! 4! 2! = 3.456 cara.

Lemparan I

Lemparan II

Lemparan III

6 cara

6 cara

6 cara

3!

3 2!

n(A)
n(S)

= 10
2

Jadi, peluang muncul huruf M adalah 10 .


5. Jawaban: e
Frekuensi muncul gambar = 9.

Jadi, hasil yang mungkin ada 63 = 216.

Frekuensi relatif muncul gambar = 30 = 0,3.

2. Jawaban: e
Peluang terambilnya kartu As = P(A).
Peluang terambilnya selain kartu As = P(A).
P(A) = 1 P(A)
12

= 1 13 = 13
12

Jadi, peluang terambil kartu selain As adalah 13 .


3. Jawaban: a
Pengambilan bola merupakan pengambilan tanpa
memerhatikan urutan sehingga dalam pengambilan
bola digunakan kombinasi.
Banyak ruang sampel pengambilan 2 bola dari 8
bola = 8C2

6. Jawaban: e
S = kejadian pelemparan 2 dadu
n(S) = 6 6 = 36
A = kejadian muncul mata dadu yang hasil kalinya 6
A = {(1, 6), (2, 3), (3, 2), (6, 1)}
n(A) = 4
P(A) =

n(A)
n(S)

= 36 = 9
Jadi, peluang muncul mata dadu yang hasil kalinya
1

6 adalah 9 .
7. Jawaban: d
n(gambar)

8!

= 6!2!
8 7 6!
6!2!

5 4 3!

= 3C2 = 1!3! = 1 2! = 3 cara


Banyak 5 huruf yang berbeda yang dapat disusun
= 5P5
= 5!
= 120 cara
Banyak 5 huruf berbeda dengan 3 huruf konsonan
dan 2 huruf vokal yang terbentuk
= 5C3 3C2 5P5
= 10 3 120
= 3.600
Jadi, banyak password yang terbentuk ada 3.600.

P(M) =

1. Jawaban: e
Banyaknya hasil yang mungkin:

5!

= 5C3 = 2!3! = 2 3! = 10 cara


Banyak huruf vokal yang berbeda yang dapat dipilih

4. Jawaban: b
n(S) = 10 dan n(M) = 2

A. Pilihlah jawaban yang tepat.

5. Banyak huruf konsonan yang dapat dipilih

= 28

Jadi, banyak ruang sampel percobaan tersebut ada


28.

P(gambar) =
= 2
n(S)
n = 100
Fh(gambar) = P(gambar) n
1

= 2 100 = 50 kali
Jadi, frekuensi harapan muncul gambar adalah 50 kali.

Matematika Kelas XI Program IPA

23

8. Jawaban: d
S = kejadian pelemparan 2 dadu bersama-sama
n(S) = 6 6 = 36
A = kejadian jumlah mata kedua dadu yang
muncul habis dibagi 5
= kejadian jumlah mata kedua dadu yang
muncul adalah 5 atau 10
= {(1, 4), (2, 3), (3, 2), (4, 1), (4, 6), (5, 5), (6, 4)}
n(A) = 7
P(A) =

n(A)
n(S)

= 36
Jadi, peluang jumlah mata kedua dadu yang muncul
7

habis dibagi 5 adalah 36 .

n(A)
n(S)

= 1.326 = 221

Jadi, peluang terambil dua kartu King 1 .


221

10. Jawaban: d
n = 240
1

(A, 1)

(A, 2)

(A, 3)

(A, 4)

(A, 5)

(A, 6)

(G, 1) (G, 2) (G, 3) (G, 4) (G, 5) (G, 6)

n(S) = 12
A = kejadian muncul sisi angka pada mata uang
dan mata prima pada dadu n(A) = 3
Fh (A) = P(A) n
n(A)
n(S)

240

= 12 240 = 60
Jadi, frekuensi harapannya adalah 60 kali.
11. Jawaban: e
Jumlah siswa seluruhnya = 11 orang.
S = kejadian dipilih 3 siswa untuk lomba cerdas
cermat
n(S) = 11C3 =

11!
8! 3!

= 165

A = kejadian terpilih 1 siswa laki-laki dan 2 siswa


perempuan
n(A) = 5C1 6C2
=

5!
4! 1!

6!
4! 2!

= 5 15
= 75
P(A) =
24

n(A)
n(S)

Peluang

12. Jawaban: d
S = kejadian pelemparan 2 dadu secara bersamaan
n(S) = 36
A = kejadian muncul jumlah kedua mata dadu
merupakan bilangan prima
= {(1, 1), (1, 2), (1, 4), (1, 6), (2, 1), (2, 3), (2, 5),
(3, 2), (3, 4), (4, 1), (4, 3), (5, 2), (5, 6), (6, 1),
(6, 5)}
n(A) = 15
n(A)
n(S)

15

= 36
Fh(A) = P(A) n
15

= 36 180
= 75 kali
Jadi, frekuensi harapan muncul jumlah kedua mata
dadu merupakan bilangan prima adalah 75 kali.
13. Jawaban: c
Bibit yang hidup = 75 4 = 71
A = kejadian bibit yang disemai hidup
71

75

laki dan 2 siswa perempuan adalah 165 .

P(A) =

9. Jawaban: a
S = kejadian terambil dua kartu dari 52 kartu
n(S) = 52C2 = 1.326
A = kejadian terambil dua kartu King
n(A) = 4C2 = 6
P(A) =

Jadi, peluang terpilih tim terdiri atas 1 siswa laki-

P(A) = 75

71

Fh(A) = n P(A) = 4.500 75 = 4.260


Jadi, ada 4.260 bibit yang diharapkan hidup.
14. Jawaban: a
S = kejadian terbentuknya susunan 3 angka
berbeda dari 6 angka
n(S) = 6P3 = 120
A = kejadian terbentuknya angka genap kurang
dari 500
Untuk menyusun angka kurang dari 500, angka I
yang dapat dipilih 1, 2, atau 4.
Untuk angka I adalah 1 ada 1 cara. Angka III dapat
dipilih dan 2, 4, 6, 8, = 4 cara
Angka I

Angka II

Angka III

1 cara

6 2 = 4 cara

4 cara

Banyak cara = 1 4 4 = 16 cara.


Untuk angka I adalah 2 atau 4 ada 2 cara.
Angka III dapat dipilih 2, 4, 6, 8, = 4 cara (dikurangi
1 karena telah dipakai di angka I). Jadi, ada 3 cara.
Angka I

Angka II

Angka III

4 cara

Banyak cara = 2 4 3 = 24 cara.


75

= 165

n(A) = 16 + 24 = 40 cara

P(A) =

n(A)
n(S)

40

= 120 = 3
Jadi, peluang muncul angka genap kurang dari 500

c.

adalah 3 .

C = kejadian muncul mata dadu bilangan


komposit
= {(A, 4), (A, 6), (G, 4), (G, 6)}
n(C) = 4
n(C)
n(S)

P(C) =

15. Jawaban: c
Peluang terjadinya banjir = P (A) =

2
3

Peluang tidak terjadi banjir = P(A).


P(A) = 1 P (A)
2

bilangan komposit adalah 3 .

=1 3 = 3
Ternyata

2
3

>

2. Dadu bermata 8 dilempar sebanyak 2 kali

1
3

Lemparan
I

Jadi, peluang terjadinya banjir di kota X dalam lima


tahun ke depan lebih tinggi daripada peluang tidak
terjadinya banjir.
B.

Uraian

1. Tabel berikut ini menunjukkan ruang sampel untuk


kejadian pelemparan sebuah dadu dan sekeping
uang logam.

Mata Uang

Dadu
1

(A, 1)

(A, 2)

(A, 3)

(A, 4)

(A, 5)

(A, 6)

(G, 1)

(G, 2)

(G, 3)

(G, 4)

(G, 5)

(G, 6)

n(S) = 12
a. A = kejadian muncul mata dadu kelipatan 3
= {(A, 3), (A, 6), (G, 3), (G, 6)}
n(A) = 4
P(A) =

1
3

B = kejadian muncul gambar dan mata dadu


bilangan kuadrat
= {(G, 1), (G, 4)}
n(B) = 2
n(B)
n(S)

(1,
(2,
(3,
(4,
(5,
(6,
(7,
(8,

2
1)
1)
1)
1)
1)
1)
1)
1)

bilangan kuadrat adalah 6 .

2)
2)
2)
2)
2)
2)
2)
2)

(1,
(2,
(3,
(4,
(5,
(6,
(7,
(8,

4
3)
3)
3)
3)
3)
3)
3)
3)

(1,
(2,
(3,
(4,
(5,
(6,
(7,
(8,

5
4)
4)
4)
4)
4)
4)
4)
4)

(1,
(2,
(3,
(4,
(5,
(6,
(7,
(8,

6
5)
5)
5)
5)
5)
5)
5)
5)

(1,
(2,
(3,
(4,
(5,
(6,
(7,
(8,

7
6)
6)
6)
6)
6)
6)
6)
6)

(1,
(2,
(3,
(4,
(5,
(6,
(7,
(8,

8
7)
7)
7)
7)
7)
7)
7)
7)

(1,
(2,
(3,
(4,
(5,
(6,
(7,
(8,

8)
8)
8)
8)
8)
8)
8)
8)

n(A)
n(S)

32

= 64 = 2
Jadi, peluang muncul angka lemparan pertama
1

b.

lebih kecil dari lima adalah 2 .


B = kejadian muncul angka lemparan pertama
lebih kecil dari angka lemparan kedua
= {(1, 2), (1, 3), (1, 4), (1, 5), (1, 6), (1, 7),
(1, 8), (2, 3), (2, 4), (2, 5), (2, 6), (2, 7),
(2, 8), (3, 4), (3, 5), (3, 6), (3, 7), (3, 8),
(4, 5), (4, 6), (4, 7), (4, 8), (5, 6), (5, 7),
(5, 8), (6, 7, (6, 8), (7, 8)}
= 28
P(B) =

= 12 = 6
Jadi, peluang kejadian muncul mata dadu

(1,
(2,
(3,
(4,
(5,
(6,
(7,
(8,

n(S) = 8 8 = 64
a. A = kejadian muncul angka lemparan pertama
lebih kecil dari lima
= {(1, 1), (1, 2), (1, 3), (1, 4), (1, 5), (1, 6),
(1, 7), (1, 8), (2, 1), (2, 2), (2, 3), (2, 4),
(2, 5), (2, 6), (2, 7), (2, 8), (3, 1), (3, 2),
(3, 3), (3, 4), (3, 5), (3, 6), (3, 7), (3, 8),
(4, 1), (4, 2), (4, 3), (4, 4), (4, 5), (4, 6),
(4, 7), (4, 8)}
= 32

kelipatan 3 adalah

P(B) =

1
2
3
4
5
6
7
8

P(A) =

= 12 = 3
Jadi, peluang muncul mata dadu bilangan

b.

Lemparan
II

n(A)
n(S)

= 12 = 3
Jadi, peluang kejadian muncul mata dadu

n(B)
n(S)

28

= 64 = 16
Jadi, peluang muncul angka lemparan pertama
7

lebih kecil angka lemparan kedua adalah 16 .

Matematika Kelas XI Program IPA

25

3. a.

S = kejadian terbentuk bilangan 4 angka dari


angka 1, 2, 3, 4, dan boleh berulang
Angka I

Angka II

Angka III

Angka IV

4 cara

4 cara

4 cara

4 cara

n(S) = 4 4 4 4 = 256
A = kejadian terbentuk bilangan 4 angka dari
angka 1, 2, 3, 4, angka boleh berulang
dan bilangan bernilai lebih dari 2.000
Angka I

Angka II

Angka III

Angka IV

3 cara

4 cara

4 cara

4 cara

Bukan nomor prima = B


= 10 = 0,4
P(B) = 1 P(B) = 1 0,4 = 0,6.
5. Jumlah bendera = 7 + 4 + 6 = 17
S = kejadian terambil 3 bendera dari 17 bendera
n(S) = 17C3 =
a.

P(A) =

192
256

Angka I

Angka II

Angka III

Angka IV

4 cara

3 cara

2 cara

1 cara

P(A) =

Angka I

Angka II

Angka III

Angka IV

3 cara

3 cara

2 cara

1 cara

n(B) = 3 3 2 1 = 18
18

= 24 = 4
Jadi, peluang bilangan yang terbentuk lebih
besar daripada 2.000 dan angka-angka dapat
3

berulang adalah 4 .
4. a.

S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10}
n(S) = 10
Misalnya munculnya faktor dari 8 adalah A,
maka A = {1, 2, 4, 8} n(A) = 4
P(A) =

b.

26

n(A)
n(S)

4
10

= 0,4

S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10}
n(S) = 10
Misalnya nomor prima adalah B, maka
B = {2, 3, 5, 7} n(B) = 4

Peluang

= 680

n(A)
n(S)

4 3!
1 3!

=4

= 680

Fh(A) = P(A) n = 680 680 = 4


Jadi, frekuensi harapan terambil 3 bendera
kuning adalah 4 kali.
b.

B = kejadian terambil 1 bendera hijau dan


2 bendera merah
n(B) = 7C1 6C2
=

7!
6! 1!

7 6!
6! 1!

6!
4! 2!

6 5 4!
4! 2 1

= 7 15 = 105

n(S) = 4 3 2 1 = 24
B = kejadian terbentuk bilangan 4 angka dari
angka 1, 2, 3, 4, angka tidak boleh berulang dan bilangan bernilai lebih dari 2.000

n(B)
n(S)

17 16 15 14!
14! 3 2 1

berulang adalah 4 .
S = kejadian terbentuk bilangan 4 angka dari
angka 1, 2, 3, 4, dan angka tidak boleh
berulang

P(B) =

4!
1! 3!

n(A) = 4C3 =

3
4

Jadi, peluang bilangan yang terbentuk lebih


besar daripada 2.000 dan angka-angka dapat
b.

17!
14! 3!

A = kejadian terambil 3 bendera kuning

n(A) = 3 4 4 4 = 192
n(A)
n(S)

n(B)
n(S)

P(B) =

P(B) =

n(B)
n(S)

105

= 680
105

Fh(B) = P(B) n = 680 680 = 105


Jadi, frekuensi harapan terambil 1 bendera
hijau dan 2 bendera merah adalah 105 kali.
c.

C = kejadian terambil semua bendera


berwarna berbeda
Hal ini berarti terambil 1 bendera hijau,
1 bendera kuning, dan 1 bendera merah.
n(C) = 7C1 4C1 6C1
=

7!
6! 1!

7 6!
6! 1!

4!
3! 1!

4 3!
3!

6!
5! 1!

6 5!
5! 1!

= 7 4 6 = 168
P(C) =

n(C)
n(S)

168

= 680
168

Fh(C) = P(C) n = 680 680 = 168


Jadi, frekuensi harapan terambil semua
bendera berwarna berbeda adalah 168.

A. Pilihan Ganda

1. Jawaban: e
A = kejadian muncul angka genap pada dadu
pertama
= {(2, 1), (2, 2), (2, 3), (2, 4), (2, 5), (2, 6), (4, 1),
(4, 2), (4, 3), (4, 4), (4, 5), (4, 6), (6, 1), (6, 2),
(6, 3), (6, 4), (6, 5), (6, 6)}

P(B) =

P(A) =

n(A)
n(S)

18

= 36
B = kejadian muncul angka ganjil pada dadu kedua
= {(1, 1), (2, 1), (3, 1), (4, 1), (5, 1), (6, 1), (1, 3),
(2, 3), (3, 3), (4, 3), (5, 3), (6, 3), (1, 5), (2, 5),
(3, 5), (4, 5), (5, 5), (6, 5)}
P(B) =

n(B)
n(S)

18
36

A B = {(2, 1), (2, 3), (2, 5), (4, 1), (4, 3), (4, 5),
(6, 1), (6, 3), (6, 5)}
P(A B) =

n(A B)
n(S)

= 36 = 4

18

18

P(A) P(B) = 36 36 = 4
Oleh karena P(A B) = P(A) P(B) maka A dan
B merupakan dua kejadian saling bebas.
Jadi, dua kejadian pada pilihan e merupakan dua
kejadian saling bebas.
2. Jawaban: c
S = Kejadian melempar dua mata dadu
= {(1, 1), (1, 2), (1, 3), . . . (6, 6)} n(S) = 36
A = Kejadian muncul mata dadu berjumlah 9
= {(3, 6), (4, 5), (5, 4), (6, 3)} n(A) = 4
B = Kejadian muncul mata dadu berjumlah 6
= {(1, 5), (2, 4), (3, 3), (4, 2), (5, 1)} n(B) = 5
P(A B) = P(A) + P(B)
=

n(A)
n(S)

4
36

9
36

9
36

3. Jawaban: c
S
= kejadian melempar dua dadu sebanyak
satu kali
n(S) = 6 6 = 36
A
= kejadian muncul mata dadu berjumlah 5
= {(1, 4), (2, 3), (3, 2), (4, 1)}
n(A) = 4
P(A) =

n(A)
n(B)

4
36

P(A B) =

n(A B)
n(S)

0
36

P(A B) = P(A) + P(B) P(A B)


4

= 36 + 36 36 = 36
Jadi, peluang muncul mata dadu berjumlah 5 atau
8

9 adalah 36 .
4. Jawaban: e
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7} n(S) = 7
Misalkan A kejadian terambilnya kartu bernomor
bilangan prima dan B kejadian terambilnya kartu
bernomor genap.
A = {2, 3, 5, 7} n(A) = 4, P(A) =
B = {2, 4, 6} n(B) = 3, P(B) =
A B = {2} n(A B) = 1
P(A B) =

n(A B)
n(S)

n(A)
n(S)

n(B)
n(S)

= 7
3

= 7

= 7
Peluang terambilnya kartu bernomor bilangan prima
atau genap
= P(A B)
= P(A) + P(B) P(A B)
3

= 7 + 7 7 = 7

Jadi, peluang muncul mata dadu berjumlah 9 atau


6 adalah

n(B)
n(S)

= 36
A B = kejadian muncul mata dadu berjumlah 5
dan 9
={}
n(A B) = 0

n(B)
n(S)

5
36

= kejadian muncul mata dadu berjumlah 9


= {(3, 6), (4, 5), (5, 4), (6, 3)}
n(B) = 4

5. Jawaban: e
n(S) = 32
Banyak anak lulus ujian Matematika = n(M) = 17
Banyak anak lulus ujian Fisika = n(F) = 19
Banyak anak yang tidak lulus keduanya
= n(M F) = 4
Anak yang lulus keduanya
= n(M F)
= n(M) + n(F) + n(M F) n(S)
= 17 + 19 + 4 32 = 8
P(M F) =

n(M F)
n(S)

= 32 = 4
Jadi, peluang siswa yang terpilih lulus Matematika
1

dan Fisika adalah 4 .


Matematika Kelas XI Program IPA

27

6. Jawaban: c
Misalkan:
A = himpunan murid yang mengikuti IMO
B = himpunan murid yang mengikuti IBO
C = himpunan murid yang mengikuti IChO
x = banyak murid yang tidak mengikuti IMO, IBO,
maupun IChO
n(S) = 40
n(A) = 22
n(B) = 17
n(C) = 20
n(A B) = 12
n(A C) = 9
n(B C) = 8
n(A B C) = 5
n(S) = 6 + 7 + 2 + 4 + 5 + 3 + 8 + x
40 = 35 + x

x = 40 35 = 5
D = himpunan murid yang tidak mengikuti IMO,
IBO, maupun IChO
n(D) = x = 5
P(D) =

n(D)
n(S)

5
40

Jadi, peluang terpilih seorang anak yang tidak


mengikuti IMO, IBO, maupun IChO adalah

5
40

7. Jawaban: e
Murid
Perempuan

Murid
Jumlah
Laki-Laki

Berambut keriting
Berambut tidak
keriting

10
10

5
5

15
15

Jumlah

20

10

30

S = kejadian terpilih 1 murid dari 30 murid


n(S) = 30C1 = 30
A = kejadian terpilih 1 murid laki-laki dari 10 murid
laki-laki
n(A) = 10C1 = 10
P(A) =

n(A)
n(S)

10

= 30
B = kejadian terpilih 1 murid berambut keriting dari
15 murid berambut keriting
n(B) = 15C1 = 15
P(B) =

n(B)
n(S)

A B = kejadian terpilih 1 murid laki-laki


berambut keriting dari 5 murid laki-laki
berambut keriting
n(A B) = 5C1 = 5
P(A B) =

28

Peluang

10

5
30

15

20

= 30 + 30 30 = 30
Jadi, peluang terpilih murid itu laki-laki atau
20

berambut keriting adalah 30 .


8. Jawaban: d
Nomor kelipatan 4, yaitu 4 dan 8.
Peluang terambil bola bernomor kelipatan, yaitu P
2

(kelipatan 4) = 10
1

Peluang bola bernomor 7 = P(7) = 10


Jadi, P (kelipatan 4 dan nomor 7)
= P (kelipatan 4) P(7)
2

= 10 10 = 10 = 5

9. Jawaban: e
Jumlah buku = 4 + 7 + 5 = 16
n(S) = kejadian terambil 3 buku dari 16 buku
= 16C3
=

16!
13! 3!

16 15 14 13!
13! 3 2 1

= 560

Kemungkinan pasangan yang terambil adalah


(buku komik, buku komik, buku novel) atau (buku
komik, buku komik, buku dongeng).
A = kejadian terambil 2 buku komik dan 1 buku novel
n(A) = 7C2 4C1
=

7!
5! 2!

7 6 5!
5! 2 1

P(A) =

n(A)
n(S)

4!
3! 1!

4 3!
3! 1

= 21 4 = 84

84

= 560
B = kejadian terambil 2 buku komik dan 1 buku
dongeng
n(B) = 7C2 5C1
=

7!
5! 2!

7 6 5!
5! 2 1

P(B) =

15

= 30

n(A B)
n(S)

A B = kejadian terpilih 1 murid itu laki-laki atau


berambut keriting
P(A B) = P(A) + P(B) P(A B)

n(B)
n(S)

5!
4! 1!

5 4!
4! 1

= 21 5 = 105

105

= 560

Peluang terambil 2 buku komik


= P(A) + P(B)
84

105

189

= 560 + 560 = 560


189

Jadi, peluang terambil 2 buku komik adalah 560 .

10. Jawaban: c
n(S) = 62 = 36
A = kejadian munculnya jumlah mata dadu 4
= {(1, 3); (2, 2); (3, 1)} n(A) = 4
B = kejadian munculnya jumlah mata dadu 8
= {(2, 6), (3, 5), (4, 4), (5, 3), (6, 2)} n(B) = 5
P(A B) = P(A) + P(B)
=

n(A)
n(S)

4
36

n(B)
n(S)

5
36

9
36
9
36

n(A)
n(S)

= 9 = 3
Jumlah bola di kotak sekarang = 9 1 = 8
S2 = kejadian terambil 1 bola setelah terambil 1 bola
n(S2) = 8C1 = 8
B = kejadian terambil 1 bola merah pada
pengambilan kedua
P(B) =

n(B)
n(S2 )

= 8
A B = kejadian terambil bola kuning pada
pengambilan pertama dan bola merah
pada pengambilan kedua
2

18

18

18

P(G, T, G) = 5 5 5 = 125
P(T, G, G) = 5 5 5 = 125
Peluang terjadi 2 tendangan penalti gol
= P(G, G, T) + P(G, T, G) + P(T, G, G)
18

18

54

= 125 + 125 + 125 = 125


Jadi, peluang Ali untuk membuat 2 gol dalam
54

11. Jawaban: c
Jumlah bola = 3 + 6 = 9
S1 = kejadian terambil 1 bola
n(S1) = 9C1 = 9
A = kejadian terambil 1 bola kuning pada
pengambilan pertama
n(A) = 6C1 = 6
P(A) =

P(G, G, T) = 5 5 5 = 125

18

Jadi, peluang muncuinya jumlah mata dadu sama


dengan 4 atau 8 adalah

Kejadian tendangan penalti 3 kali merupakan


kejadian saling bebas.

P(A B) = P(A) P(B) = 3 8 = 4


Jadi, peluang terambil bola kuning kemudian merah
1

adalah 4 .

3 kali tendangan penalti adalah 125 .


13. Jawaban: b
Banyak kartu kuning = n(K) = 2
Banyak kartu merah = n(M) = 4
Banyak anggota ruang sampel = n(S) = 6
Kemungkinan kartu yang terambil M 1 K 2 K 3 ,
K1M2K3, atau K1K2M3.
M1K2K3 = kejadian terambil pertama kartu merah,
kedua kartu kuning, ketiga kartu kuning
P(M1K2K3) = P(M1) P(K2) P(K3)
=

n(K)
n(S)

n(K)
n(S)

n(M)
n(S)

n(K)
n(S)

n(K)
n(S)

n(K)
n(S)

= 6 6 6 = 27
K1K2M3 = kejadian terambil pertama kartu kuning,
kedua kartu kuning, ketiga kartu merah
P(K1K2M3) = P(K1) P(K2) P(M3)
=

P(T) = P(tidak gol) = 1 P(gol) = 1 5 = 5


A = kejadian terjadi 3 kali tendangan penalti
dengan 2 tendangan gol
= {(G, G, T), (G, T, G), (T, G, G)}

= 6 6 6 = 27
K1M2K3 = kejadian terambil pertama kartu kuning,
kedua kartu merah, ketiga kartu kuning
P(K1M2K3) = P(K1) P(M2) P(K3)

12. Jawaban: d
P(G) = P(gol) = 5

n(M)
n(S)

n(K)
n(S)

n(M)
n(S)

= 6 6 6 = 27
Jadi, peluang terambil satu kartu merah:
P = P(M1K2K3) + P(K1M2K3) + P(K1K2M3)
2

= 27 + 27 + 27 = 9

Matematika Kelas XI Program IPA

29

14. Jawaban: c
S = kejadian Ari, Beta, Cika, Devi, dan Erna duduk
secara acak pada 5 kursi
n(S) = 5P5 = 120
A = kejadian Ari duduk di pinggir
n(A) = 2 4P4 = 48

4P4

Ari

Ari

4P4

B = kejadian Erna duduk di pinggir


n(B) = 2 4P4 = 48

4P4

= kejadian terpilih ketua laki-laki


Ketua

Sekretaris

Bendahara

6 cara

9 cara

8 cara

2 orang telah terpilih.


Sisa 8 orang.
1 orang telah terpilih sebagai ketua.
Sisa 9 orang.
Dipilih dari 6 laki-laki

n(A) = 6 9 8 = 432
B = kejadian terpilih sekretaris wanita
Ketua

Sekretaris

Bendahara

9 cara

4 cara

8 cara

2 orang telah terpilih.


Sisa 8 orang.

Erna

Dipilih dari 4 wanita


1 orang telah terpilih sebagai sekretaris.
Sisa 9 orang.

Erna
4P4

A B = kejadian Erna dan Ari duduk di pinggir


= 2 3P3
= 12

Ari

P3

n(B) = 9 4 8 = 288
A B = kejadian terpilih ketua laki-laki dan
sekretaris wanita
Ketua

Sekretaris

Bendahara

6 cara

4 cara

8 cara

2 orang telah terpilih.


Sisa 8 orang.

Erna

Dipilih dari 4 wanita


Dipilih dari 6 lelaki

P3
Erna

Ari

P(A B) = P(A) + P(B) P(A B)


=

n(A)
n(S)

n(B)
n(S)

48

48

84

n(A B)
n(S)

12

= 120 + 120 120


= 120 = 10
Jadi, peluang Ari atau Erna duduk di kursi paling
pinggir adalah

7
.
10

15. Jawaban: d
S = kejadian penyusunan ketua, sekretaris, dan
bendahara
n(S) = 10P3 = 720

30

Peluang

n(A B) = 6 4 8 = 192
A dan B merupakan dua kejadian tidak saling lepas
P(A B) = P(A) + P(B) P(A B)
=

n(A)
n(S)

432

n(B)
n(S)

288

n(A B)
n(S)

192

= 720 + 720 720


528

= 720
11

= 15
Jadi, peluang terpilih ketua laki-laki atau sekretaris
11

wanita adalah 15 .

B.

Uraian

1. a.

Misalkan dadu pertama = dadu merah dan dadu


kedua = dadu putih
A = kejadian muncul mata dadu 3 pada dadu
merah
= {(3, 1), (3, 2), (3, 3), (3, 4), (3, 5), (3, 6)}
n(A) = 6
P(A) =

n(A)
n(S)

d.

= 36
B = kejadian muncul mata dadu 5 pada dadu
putih
= {(1,5), (2, 5), (3, 5), (4, 5), (5, 5), (6, 5)}
A B = {(3, 5)}
n(A B) = 1
P(A B) =

n(A B)
n(S)

P(B | A) =

11

11

b.

n(A)
n(S)

P(B) =

2. a.

P(A B) = P(A) + P(B) =

8
36

c.

3
6

= 6

1
2

P(B) = peluang terambil kubus dari kotak B


2

= 6 =
3
P(C) = peluang terambil kubus dari kotak C

P(A B C) =

1
2

1
3

1
6

1
36

Jadi, peluang terambil ketiganya kubus


b.

P(D) = peluang ketiganya kubus =

1
36

1
36

P(E) = peluang ketiganya kerucut


=

2
9

Jadi, peluang muncul jumlah kedua mata dadu


2

1
36
1
6

A B = { } P(A B) = 0
A dan B dua kejadian yang saling asing
3
36

P(A) = peluang terambil kubus dari kotak A

= 6

3
36

5
36

P(A B)
P(A)

muncul 3 pada dadu merah adalah 6 .

= 36
B = kejadian muncul jumlah mata dadu 10
= {(6, 4), (5, 5), (4, 6)}
n(B) = 3
n(B)
n(S)

P(B A)
P(A)

Jadi, peluang muncul jumlah mata dadu 7 jika

putih adalah 36 .
Misalkan:
A = kejadian muncul jumlah kedua mata dadu 6
= {(5, 1), (4, 2), (3, 3), (2, 4), (1, 5)}
n(A) = 5
P(A) =

P(A B) = 36

P(A B) = P(A) + P(B) P(A B)


6

adalah 4 .
Misalkan:
A = kejadian muncul mata dadu 3 pada dadu
merah
= {(3, 1), (3, 2), (3, 3), (3, 4), (3, 5), (3, 6)}
P(A) = 36 = 6
B = Kejadian muncul jumlah mata dadu 7
= {(1, 6), (2, 5), (3, 4), (4, 3), (5, 2), (6, 1)}
A B = B A = {(3, 4)}

1
36

= 36 + 36 36 = 36
Jadi, peluang muncul mata dadu 3 pada dadu
merah atau muncul mata dadu 5 pada dadu

P(A B) = 36 = 4
Jadi, peluang muncul kedua mata dadu genap

6 atau 10 adalah 9 .
Misalkan:
A = muncul mata dadu genap pada dadu
merah
B = muncul mata dadu genap pada dadu
putih
A B = {(2, 2), (2, 4), (2, 6), (4, 2), (4, 4),
(4, 6), (6, 2), (6, 4), (6, 6)}
n(A B) = 9

1
6

3
6

2
6

1
36

P(F) = Peluang ketiganya limas


=

2
6

1
6

3
6

1
36

Peluang ketiganya bangun yang sama:


P(D E F) = P(3K) + P(3Kr) + P(3L)
=

1
36

1
36

1
36

= 36 = 12
Jadi, peluang terambil ketiganya bangun yang
1

sama 12 .

Matematika Kelas XI Program IPA

31

3. A = kejadian munculnya mata dadu merah 3


n(A) = 18
B = kejadian munculnya mata dadu biru 5
n(B) = 12
1

(1, 1)

(1, 2)

(1, 3)

(1, 4)

(1, 5)

(1, 6)

(2, 1)

(2, 2)

(2, 3)

(2, 4)

(2, 5)

(2, 6)

(3, 1)

(3, 2)

(3, 3)

(3, 4)

(3, 5)

(3, 6)

(4, 1)

(4, 2)

(4, 3)

(4, 4)

(4, 5)

(4, 6)

(5, 1)

(5, 2)

(5, 3)

(5, 4)

(5, 5)

(5, 6)

(6, 1)

(6, 2)

(6, 3)

(6, 4)

(6, 5)

(6, 6)

b.

Pengambilan dilakukan satu per satu tanpa


pengembalian.
Peluang terambil dua jeruk:
P(Q) = P (jeruk pada pengambilan I)
P (jeruk pada pengambilan II)
=

dan mata dadu biru 5 adalah 6 .


4.

a.

Pengambilan dilakukan secara acak dua


sekaligus.
Banyak buah = 9 + 6 = 15 buah
A = kejadian terambil 2 jeruk
P(A) =
=

P(B) =
=

15

36

51

= 105

15 C1

5 C1

14 C1

30

30

72

102

15
105

17

5. Menggunakan skema kemungkinan hasil pelemparan yang mungkin seperti di bawah ini.
Uang logam II
Gambar
Uang logam I
Gambar
Uang logam II
Angka
Dadu
Genap

36

= 105
Peluang terambil dua buah dengan jenis yang
sama
= P(A) + P(B)
= 105 + 105

6 C1

= 210 + 210 = 210 = 35

B = kejadian terambil 2 apel


n(B)
n(S)
9 C2
15 C2

72

= 15 14 = 210
Peluang terambil dua buah dengan jenis yang
sama
= P(Q) + P(R)

n(A)
n(S)
6 C2
15 C2

= 2 3 = 6
Jadi, peluang munculnya mata dadu merah 3

14 C1

Peluang terambil dua apel:


P(R) = P (apel pada pengambilan I) P (apel
pada pengambilan II)
=

12
36

8 C1

= 15 14 = 210

P(A B) = P(A) P(B)


18
36

9 C1
15 C1

Uang logam I
Angka

Dadu
Ganjil

Uang logam III


Gambar
Uang logam III
Angka

Dadu
Genap

Dadu
Ganjil

Dadu
Genap
Dadu
Ganjil

Dadu
Genap
Dadu
Ganjil

Dadu
Genap

Dadu
Genap
Dadu
ganjil

Dadu
Ganjil

B = kejadian tidak pernah terjadi pelemparan dadu


= kejadian selalu muncul mata uang
= {Gambar, Gambar, Gambar}
1

P(B) = 2 2 2 = 8
Jadi, peluang kejadian tidak pernah terjadi
1

pelemparan dadu 8 .

32

Peluang

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b
Banyak warna = 7
Banyak warna baru yang dapat dibuat = 7C2 = 21

7. Jawaban: c
1) Banyak jabat tangan antarsiswa sekolah A
= 78
nC2 = 78

2. Jawaban: e
Banyak cara menempatkan bendera-bendera
tersebut
= 9P7 =
=

9!
9!
= 2!
(9 7)!
9 8 7 6 5 4 3 2!
2!

4. Jawaban: c
Angka
Ribuan

Angka
Ratusan

Angka
Puluhan

Angka
Satuan

Jadi, banyak bilangan empat angka berlainan yang


dapat dibentuk = 6 5 4 3 = 360
5. Jawaban: a
L

P
P

Banyak cara duduk 4 laki-laki mengelilingi meja


bundar (4 1)! = 3!
Banyak cara duduk 4 perempuan mengisi 4 tempat
di antara laki-laki = 4P4 = 4!
Banyak cara duduk mengelilingi meja bundar
setiap perempuan duduk di antara dua laki-laki:
= 3! 4!
= 6 24
= 144 cara
6. Jawaban: e
Banyak cara menyusun 2 huruf berlainan dari
24 huruf = 24P2 = 552.
Banyak cara menyusun 4 angka berlainan dari
10 angka = 10P4.
Jadi, banyak cara menyusun pelat nomor
= 552 10P4.

n!
(n 2)! 2!

= 78

n(n 1)(n 2)!


(n 2)! 2 1

= 78

n(n 1) = 156

n2 n 156 = 0
(n + 12)(n 13) = 0
n = 12 (tidak memenuhi)
n = 13
Banyak siswa sekolah A = 13 orang.

= 181.440 cara

3. Jawaban: b
Tempat juara I sudah terisi, sehingga ada 2 tempat
yang tersisa.
Banyak cara menempatkan 4 anak pada 2 tempat
yang tersisa = 4P2 = 12.
Jadi, ada 12 foto berbeda yang mungkin tercetak.

2)

Banyak jabat tangan antarsiswa sekolah B


= 105
nC2 = 105

n!
(n 2)! 2!

= 105

n(n 1)(n 2)!


(n 2)! 2 1

= 105

n(n 1) = 210

n2 n 210 = 0
(n 15)(n + 14) = 0
n = 15 atau n = 14 (tidak memenuhi)
Banyak siswa sekolah A = 15 orang.
Banyak siswa seluruhnya = 13 + 15 = 28 orang
Banyak jabat tangan dari 28 orang
= 28C2 =

28!
26! 2!

= 378 cara.

8. Jawaban: c
Misalkan:
A = kejadian terambil 2 bola putih dan 1 bola merah
B = kejadian terambil 3 bola putih
n(A B) = n(A) + n(B)
= 4C2 6C1 + 4C0 6C0
=

4!
2! 2!

4 3 2!
2 1 2!

43
2 1

6!
1! 5!

6 5!
1! 5!

4!
3! 1!

6!
0! 6!

4!
3! 1!

6!
0! 6!

1 + 1 1
= 36 + 4
= 40
9. Jawaban: d
Bilangan yang kurang dari 1.000 terdiri atas 3 angka
dengan urutan diperhatikan sehingga digunakan
permutasi.

Matematika Kelas XI Program IPA

33

Banyak bilangan yang dapat disusun dari angka:


3!
2!1!

a.

0, 0, dan 6 ada

= 3 bilangan

b.
c.

0, 1, dan 5 ada 3!
0, 2, dan 4 ada 3!

d.
e.

0, 3, dan 3 ada 2!1! = 3 bilangan


1, 2, dan 3 ada 3! = 6 bilangan

f.

1, 4, dan 1 ada 2!1! = 3 bilangan

= 6 bilangan
= 6 bilangan

3!

3!

3!

g.

2, 2, dan 2 ada 3! = 1 bilangan


Banyak bilangan kurang dari 1.000 dengan jumlah
angka penyusunnya 6
= 3 + 6 + 6 + 3 + 6 + 3 + 1 = 28
Jadi, ada 28 bilangan.
10. Jawaban: d
Banyak cara mengambil 3 buku = 5C3
Banyak cara meletakkan 3 buku secara berderet
= 3P3
Banyak cara mengambil dan meletakkan buku
= 5C3 3P3
= 10 6
= 60
Cara lain:
Permasalahan tersebut merupakan permutasi 3 dari 5.
Banyak cara mengambil dan meletakkan buku
= 5P3 = 60
Jadi, ada 60 cara.
11. Jawaban: c
Ada 4 cara memilih bilangan yang pertama (ribuan),
yaitu 2, 3, 5, dan 7 (angka 0 tidak termasuk).
Jika angka pertama 2, ada 4 cara memilih angka
kedua (ratusan), yaitu dengan memilih angka 0, 3,
5, dan 7.
Jika angka kedua 0, ada 3 cara memilih angka
ketiga (puluhan), yaitu dengan memilih 3, 5, dan 7.
Jika angka ketiga 3, ada 2 cara memilih angka
keempat (satuan), yaitu dengan memilih 5 dan 7.
Banyak cara untuk menyusun bilangan tersebut
= 4 4 3 2 = 96
Jadi, banyak bilangan yang dapat disusun, yaitu
96 buah.
12. Jawaban: a
ARITMETIKA
Ada 2 huruf A yang sama, maka p = 2
Ada 2 huruf I yang sama, maka q = 2
Ada 2 huruf T yang sama, maka r = 2
Banyak susunan kata yang dapat dibentuk dari
kata ARITMETIKA
= P(10, 2, 2, 2)
=

10!
2! 2! 2!

10 9 8 7 6 5 4 3 2 1
2 1 2 1 2 1

34

Peluang

= 453.600

13. Jawaban: b
Terdapat 3 kelas. Banyak susunan duduk berdasarkan kelasnya ada 3! cara.
Wakil kelas XI IPA 1 dapat duduk dengan 4! cara.
Wakil kelas XI IPA 2 dapat duduk dengan 2! cara.
Wakil kelas XI IPA 3 dapat duduk dengan 3! cara.
Banyak cara mereka duduk
= 3! 4! 2! 3!
= 6 24 2 6 = 1.728
Jadi, banyak cara mereka duduk ada 1.728.
14. Jawaban: c
Banyak susunan soal yang dikerjakan
= 10C5
=

10!
5! (10 5)!

10!
5! 5!

10 9 8 7 6 5!
5! 5 4 3 2 1

= 252 cara

Jadi, banyak susunan soal yang dikerjakan ada


252 cara.
15. Jawaban: c
Ruang sampel urutan dua anak dengan satu anak
laki-laki
S = {LP, PL, LL} n(S) = 3
A = kejadian 2 anak berjenis kelamin laki-laki
= {LL}
n(A) = 1
P(A) =

n(A)
n(S)

1
3
1

Jadi, peluang semuanya anak laki-laki 3 .


16. Jawaban: b
A
= kejadian jumlah mata dadu yang muncul
kurang dari 10
= {(1, 1), (2, 1), (1, 2), (3, 1), (2, 2), (1, 3),
(4, 1), (3, 2), (2, 3), (1, 4), (5, 1), (4, 2),
(3, 3), (2, 4), (1, 5), (6, 1), (5, 2), (4, 3),
(3, 4), (2, 5), (1, 6), (6, 2), (5, 3), (4, 4),
(3, 5), (2, 6), (6, 3), (5, 4), (4, 5), (3, 6)}
P(A) =
B

P(A)

n(A)
n(S)

30

= 36
= kejadian jumlah mata dadu yang muncul
bilangan prima (2, 3, 5, 7, atau 11)
= {(1, 1), (2, 1), (1, 2), (4, 1), (3, 2), (2, 3),
(1, 4), (6, 1), (5, 2), (4, 3), (3, 4), (2, 5),
(1, 6), (6, 5), (5, 6)}
=

n(B)
n(S)

15

= 36

A B = {(1, 1), (2, 1), (1, 2), (4, 1), (3, 2), (2, 3),
(1, 4), (6, 1), (5, 2), (4, 3), (3, 4), (2, 5),
(1, 6)}

P(A B) =

n(A B)
n(S)

Peluang terambil 2 kelereng putih:


P(A B) = P(A) P(B)

13

= 36
P(A B) = P(A) + P(B) P(A B)
30

15

13

32

= 36 + 36 36 = 36 = 9
Jadi, peluang jumlah mata dadu yang muncul
8

kurang dari 10 atau bilangan prima 9 .


17. Jawaban: c
Jumlah bola = 3 + 2 = 5.
S = kejadian terambil 2 bola dari 5 bola
n(S) = 5C2 = 10
Kemungkinan bola yang terambil 2 putih atau
2 hitam.
A = kejadian terambil 2 bola putih dari 3 bola putih
n(A) = 3C2 = 3
P(A) =

n(A)
n(S)

= 10
B = kejadian terambil 2 bola hitam dari 2 bola
hitam
n(B) = 2C2 = 1
n(B)
n(S)

= 10
Peluang bola yang terambil berwarna sama
= P (2 putih) + P (2 hitam)
= P(A) + P(B)
P(B) =

18. Jawaban: d
Misalkan:
S1 = kejadian terambil 1 kelereng dari 8 kelereng
n(S1) = 8C1 = 8
A = kejadian terambil 1 kelereng putih dari
2 kelereng putih
n(A) = 2C1 = 2
1
4

Setelah terambil kelereng putih, kelereng putih


tidak dikembalikan. Kelereng yang tersisa dalam
kotak ada 7.
S2 = kejadian terambil 1 kelereng dari 7 kelereng
yang tersisa
n(S2) = 7C1 = 7
B = kejadian terambil 1 kelereng putih dari
1 kelereng putih yang tersisa
n(B) = 1C1 = 1
1

P(B) = 7

19. Jawaban: d
Kemungkinan panitia yang terbentuk (2 putri,
2 putra), (1 putri, 3 putra), atau 4 putra.
Jumlah siswa = 5 + 5 = 10.
Banyak anggota ruang sampel = n(S) = 10C4
P(A) = peluang panitia yang terbentuk 2 putri dan
2 putra
5C2

5C2

10 10
210

10

= 21
P(B) = peluang panitia yang terbentuk 1 putri dan
3 putra
=

10 C4

5C1 5C3

5 10

= 210 = 21
P(C) = peluang panitia yang terbentuk 4 putra
=

10 C4

5C4

= 210 = 42
Peluang panitia yang terbentuk terdiri paling banyak
2 siswa putri
10 C4

31

20. Jawaban: d

2
2

1
28

10

Jadi, peluang bola yang terambil berwarna sama 5 .

P(A) =

= P(A) + P(B) + P(C) = 21 + 21 + 42 = 42

= 10 + 10 = 10 = 5

2
8

= 4 7 = 28
Jadi, peluang terambil keduanya berwarna putih

Peluang terpilih dompet I = 2 .


Dompet I berisi 5 keping uang logam lima ratusan
dan 2 keping ratusan rupiah.
2

Peluang terpilih uang ratusan = 7 .


A
= kejadian terpilih dompet I dan terpilih uang
ratusan rupiah
1

P(A) = 2 7 = 7

Peluang terpilih dompet II = 2 .


Dompet II berisi 1 keping lima ratusan dan 3 keping
ratusan rupiah.
3

Peluang terpilih uang ratusan = 4 .


B = kejadian terpilih dompet II dan terpilih uang
ratusan
1

P(B) = 2 4 = 8
Peluang mendapatkan uang logam ratusan rupiah
= P(A) + P(B)
1

21

29

= 7 + 8 = 56 + 56 = 56
Jadi, peluang mendapatkan uang logam ratusan
29

rupiah adalah 56 .
Matematika Kelas XI Program IPA

35

21. Jawaban: a
Lisa, Tera, dan Wisnu dipandang sebagai 1 elemen,
maka permasalahan menjadi permutasi siklis
dari 4 elemen. Adapun cara duduk Lisa, Tera, dan
Wisnu ada 3! cara.
A
= kejadian Lisa, Tera, dan Wisnu duduk bersebelahan
n(A) = 3! permutasi siklis 4 elemen
= 3!(4 1)! = 36
n(S) = permutasi siklis 6 elemen
= (6 1)! = 5! = 120
P(A) =

n(A)
n(S)

36
120

4 C2

n(B)
n(S)

20 C2

16 C2

120

40

= 153 = 51
A B = kejadian pengambilan pertama mendapat
dua bola lampu mati dan pengambilan
kedua mendapat dua bola lampu hidup
P(A B) = P(A) P(B)
18 C2

40

= 95 51 = 323
Jadi, peluang pengembalian dengan kedua bola
lampu mati dan pengambilan kedua dengan kedua
bola lampu hidup adalah

8
323

23. Jawaban: e
Wanita

Jumlah

Berambut keriting

10

15

Berambut tidak keriting

10

15

Jumlah

10

20

30

= kejadian terpilih 3 orang dari 30 orang

n(S) = 30C3 =
A

36

30!
27! 3!

30 29 28 27!
27! 3 2 1

= 4.060

= kejadian terpilih 3 pria dari 10 pria

n(A) = 10C3 =

Peluang

= 455

n(A B) = 5C3 =

5!
2! 3!

5 4 3!
2 1 3!

= 10

A B = kejadian terpilih ketiganya pria atau


berambut keriting:
P(A B) = P(A) + P(B) P(A B)
n(A)
n(S)

n(A B)
n(S)

455

10

n(B)
n(S)

120

565

= 4.060 + 4.060 4.060 = 4.060


Jadi, peluang terpilih ketiganya pria atau berambut
keriting adalah 4.060 .
24. Jawaban: a
Misalkan x = banyak siswa tidak gemar basket
dan futsal
S

45 25

25 50 25
x

n(S) = n(A B) + n(A B)


100 = ((45 25) + 25 + (50 25)) + x
100 = 70 + x

x = 30
C = kejadian terpanggil 1 siswa yang tidak gemar
basket maupun futsal
n(C) = 30C1 = 30
S = kejadian terpanggil 1 siswa dari 100 siswa
n(S) = 100C1 = 100
P(C) =

n(C)
n(S)

30

= 100 = 10
Jadi, peluang siswa yang terpanggil tidak gemar
3

Pria

15 14 13 12!
12! 3 2 1

A B = kejadian terpilih 3 orang pria dan berambut


keriting

= 190 = 95

Dua bola lampu mati yang telah terambil tidak


dikembalikan. Sekarang dalam kotak terdapat
2 bola lampu mati dan 16 bola lampu hidup.
B = kejadian pengambilan kedua mendapat dua
bola lampu hidup
P(B) =

15!
12! 3!

565

22. Jawaban: c
Dalam kotak terdapat 4 bola lampu mati dan
16 bola lampu hidup.
A = kejadian pengambilan pertama mendapat dua
bola lampu mati
=

n(B) = 15C3 =

sebelahan 10 .

n(A)
n(S)

= kejadian terpilih 3 orang berambut keriting


dari 15 orang

3
10

Jadi, peluang Lisa, Tera, dan Wisnu duduk ber-

P(A) =

10!
7! 3!

10 9 8 7!
7! 3 2 1

= 120

basket maupun futsal adalah 10 .


25. Jawaban: e
S = {(1, 1), (1, 2), (1, 3), . . ., (6, 6)}
n(S) = 36
A = Kejadian muncul jumlah mata dadu 4 = {(1, 3),
(2, 2), (3, 1)}
n(A) = 3
B = Kejadian muncul jumlah mata dadu 7 = {(1, 6),
(2, 5), (3, 4), (4, 3), (5, 2), (6, 1)}
n(B) = 6

P(A B) = P(A) + P(B)


=

n(A)
n(S)

n(S) = 9C3
9

n(B)
n(S)

= 36

= 36 + 36 = 36

26. Jawaban: b
P(B) = 1 P(Bc) = 1 0,45 = 0,55
P(A B) = P(A) + P(B) P(A B)
0,85 = P(A) + 0,55 0,45
P(A) = 0,85 0,55 + 0,45 = 0,75
P(Ac) = 1 P(A)
= 1 0,75
= 0,25
27. Jawaban: a
Banyak percobaan: N = 165
Jumlah uang logam dalam mangkuk = 8 + 3 = 11
Banyak anggota ruang sampel: n(S) = 11C2 = 55
Kemungkinan uang logam yang terambil 2 uang
logam seribuan atau 1 uang logam seribuan dan
1 uang logam lima ratusan.
A = kejadian terambil 2 uang logam seribuan
n(A) = 8C2 = 28
P(A) =

n(A)
n(S)

P(B) =

n(B)
n(S)

P = P(A) + P(B) =

28
55

24
55

52
55

52

Fh = P N = 55 165 = 156
Jadi, frekuensi harapan selalu terambil uang logam
seribuan adalah 156 kali.
28. Jawaban: b
A = kejadian muncul mata dadu yang hasil kalinya
bilangan ganjil
= {(1, 1), (1, 3), (1, 5), (3, 1), (3, 3), (3, 5), (5, 1),
(5, 3), (5, 5)}
n(A) = 9
n(S) = 36
P(A) =

n(A)
n(S)

n(A1) = 5C2 4C1

= 36 = 4
1

Fh(A) = P(A) n = 4 100 = 25 kali


Jadi, frekuensi harapan muncul mata dadu yang
hasil kalinya bilangan ganjil adalah 25 kali.
29. Jawaban: a
Jumlah bola = 5 + 4 = 9
S = kejadian terambil 3 bola dari 9 bola

5!
3! 2!

5 4 3!
3! 2!

4!
3! 1!

4 3!
3! 1!

= 10 4 = 40
P(A1) =

n(A1)
n(S)

40
84

A2 = kejadian terambil 3 bola putih


n(A2) = 5C3
=

5 4 3!
3! 2!

= 10
P(A2) =

n( A )
n(S )

10

= 84

P(A) = P(A1) + P(A2)

24

= 55
Peluang terambil uang logam seribuan:

= 84

A = kejadian terambil sekurang-kurangnya 2 bola


putih
Kemungkinan bola yang terambil:
2 bola putih, 1 bola hitam
3 bola putih
A1 = kejadian terambil 2 bola putih, 1 bola hitam

28

= 55
B = kejadian terambil 1 uang logam seribuan dan
1 uang logam lima ratusan
n(B) = 8C1 3C1 = 8 3 = 24

9 8 7 6!
6! 6

40

10

50

= 84 + 84 = 84
Fh(A) = n P(A)
50

= 84 84 = 50 kali
Jadi, frekuensi harapan terambil sekurangkurangnya 2 bola putih adalah 50 kali.
30. Jawaban: d
1

P(A B) = P(A) P(B) = 2 3 = 3 .


B. Uraian
1. a.

(n + 1)!
(n 1)!

= 20

(n + 1)n(n 1)!
(n 1)!

= 20

n2 + n = 20
2
n + n 20 = 0
(n 4)(n + 5) = 0
n = 4 atau n = 5
Oleh karena n harus positif maka nilai n yang
memenuhi, yaitu 4.

Matematika Kelas XI Program IPA

37

b.

nP4

= (n+1)P3

n!
(n 4)!

n3 = banyak cara membentuk kelompok


beranggotakan 6 putra dan 1 putri
= 8C6 4C1
= 28 4
= 112
n4 = banyak cara membentuk kelompok
beranggotakan 7 putra
= 8C7
=8
Banyak cara membentuk kelompok dengan
anggota kelompok putra paling sedikit empat
= n1 + n2 + n3 + n4
= 280 + 336 + 112 + 8
= 736

(n + 1)!
(n 2)!

n!(n 2)! = (n + 1)!(n 4)!


n!(n 2)(n 3)(n 4)! = (n + 1)n!(n 4)!
n!(n 2)(n 3)(n 4)! = (n + 1)n!(n 4)!

(n 2)(n 3) = (n + 1)

n2 5n + 6 = n + 1

n2 6n + 5 = 0

(n 5)(n 1) = 0

n = 5 atau n = 1
Jadi, nilai n yang memenuhi, yaitu 1 dan 5.
2. a.

b.

3. a.

b.

38

2 foto yang disusun selalu berdampingan


dianggap sebagai 1 benda.
Permasalahan menjadi permutasi dari 6 1 =
5 benda, yaitu ada 5P5 cara.
Penyusunan 2 foto yang selalu berdampingan
ada 2P2 cara.
Banyak cara seluruhnya
= 2P2 5P5
= 2! 5!
=2154321
= 240 cara
Jadi, banyak cara menyusun foto dengan
2 foto selalu berdampingan ada 240 cara.
Banyak 6 foto dipasang dengan tidak ada
batasan cara = 6P6
= 6!
=654321
= 720 cara
Banyak foto dipasang dengan 2 foto selalu
berdampingan = 2P2 5P5
= 2! 5!
=2154321
= 240 cara
Jadi, banyak cara menyusun 6 foto dengan
2 foto tidak pernah berdampingan = 720 240
= 480 cara.
Banyak cara membentuk kelompok
= banyak cara memilih 7 siswa dari 12 siswa
= 12C7
= 792
n1 = banyak cara membentuk kelompok
beranggotakan 4 putra dan 3 putri
= 8C4 4C3
= 70 4
= 280
n2 = banyak cara membentuk kelompok
beranggotakan 5 putra dan 2 putri
= 8C5 4C2
= 56 6
= 336

Peluang

4. Bentuk taman yang diinginkan


I
II

II

II
I

II
II

II

Banyak cara menanam pohon I = (3 1)!


= 2!
=2
Banyak cara menanam pohon II = (6 1)!
= 5!
= 120
Banyak cara menanam pohon-pohon itu
= 2 120 = 240 cara.
5. Password terdiri atas 4 huruf. Huruf pertama diawali
dengan huruf s. Ketiga huruf lain dapat dipilih dari
huruf p, q, r, t, u, dan v.
Banyak huruf yang dapat dipilih
= 6C3
=

6!
3! 3!

6 5 4 3!
3! 6!

= 20 cara
Banyak angka yang dapat dipilih:
= 4C2
=

4!
2! 2!

4 3 21
2! 2

= 6 cara
Banyak susunan password yang dapat disusun
= 5P5 = 5! = 5 4 3 2 1 = 120 cara.
Banyak password yang dapat dibentuk
= 20 6 120
= 14.400 cara
Jadi, banyak password yang dapat disusun ada
14.400 cara.

6. Sebuah kotak berisi 5 bola merah, 3 bola hijau,


dan 4 bola biru. Tiga bola diambil secara acak.
Berapa banyak cara pengambilan bola jika bola
yang terambil dua di antaranya berwarna hijau?
Jawaban:
Banyak cara pengambilan bola jika bola yang
terambil dua di antaranya berwarna hijau
= 3C2 5C1 + 3C2 4C1
=

3!
2! 1!

5!
1! 4!

3!
2! 1!

4!
1! 3!

=35+34
= 15 + 12
= 27 cara
7. Jumlah uang logam = 8 + 3 = 11
Kemungkinan uang logam yang terambil pertama
seribuan dan kedua lima ratusan, atau pertama
lima ratusan dan kedua seribuan.
P(A) = peluang terambil uang logam seribuan pada
pengambilan pertama dan uang logam lima
ratusan pada pengembalian kedua

B = kejadian bola yang terambil 1 putih dan


1 kuning
n(B) = 6C1 8C1
=68
= 48
C = kejadian bola yang terambil 1 kuning dan
1 hijau
n(C) = 8C1 4C1
=84
= 32
Peluang terambil bola berbeda warna:
P = P(A) + P(B) + P(C)
=

n(A)
n(S)

24

n(B)
n(S)

48

n(C)
n(S)

32

= 153 +
+
153
153
104

= 153
Fh(P) = P n
104

24

= 153 306
= 208
Jadi, frekuensi harapan terambil bola berbeda
warna 208.

24

9. P(A) = peluang pada pengambilan bola pertama

P(A) = 11 10 = 110
B = kejadian terambil uang logam lima ratusan
pada pengambilan pertama dan uang logam
seribuan pada pengambilan kedua
P(B) = 11 10 = 110
Peluang terambil uang logam seribuan satu kali:
P = P(A) + P(B)
24

24

= 110 + 110
48

= 110
24

= 55
8. Jumlah bola = 6 + 4 + 8 = 18
S = kejadian terambil 2 bola dari 18 bola
n(S) = 18C2
=

18!
16! 2!

18 17 16!
16! 2

= 153 kali
Kemungkinan bola yang terambil adalah
(1P, 1H), (1P, 1K), dan (1K, 1H)
A = kejadian bola yang terambil 1 putih dan 1 hijau
n(A) = 6C1 4C1
=64
= 24

berwarna merah = 5
Oleh karena tanpa pengembalian, dalam kotak
tersebut tinggal 2 bola merah dan 2 bola hijau.
Peluang terambil kelereng hijau pada pengambilan
2

kedua = P(BlA) = 4 .
Jadi, peluang terambil bola merah pada pengambilan pertama dan bola hijau pada pengambilan
kedua = P(A B)
= P(A) P(B|A)
3

= 5 4
6

= 20 = 10
10. a.

b.

A = kejadian nasabah tidak bermasalah


dalam angsuran kreditnya
A = kejadian nasabah yang macet angsurannya
P(A) = 0,82
P(A) = 1 P(A) = 1 0,82 = 0,18
Jadi, peluang kejadian nasabah macet
angsurannya 0,18.
Fh(A) = n P(A) = 20.000 0,82 = 16.400
Jadi, 16.400 nasabah akan tepat waktu dalam
membayar angsuran.

Matematika Kelas XI Program IPA

39

4. Jawaban: a

A.

Pilihan Ganda

1.

Jawaban: a
Banyak karyawan
=





 =

banyak karyawan SMA

=   +   +   +   +   +   +  

=  24





= 5 24
= 120
Jadi, banyak karyawan PT NUSA adalah 120
orang.
2.

3.

Jawaban: c
Persentase karyawan lulusan sarjana
= 100% (20% + 25% + 10%)
= 100% 55%
= 45%
Banyak karyawan lulusan sarjana
n = persentase sarjana banyak karyawan
= 45% 120
= 54
Jadi, banyak karyawan lulusan sarjana adalah 54
orang.
Jawaban: b
Jumlah siswa ada 40.
Jumlah siswa yang memperoleh nilai 70 dan 80
= 40 (2 + 7 + 4 + 2)
= 40 15
= 25
Perbandingan antara banyak siswa yang
memperoleh nilai 70 dan 80 adalah 2 : 3.
Banyak siswa yang memperoleh nilai 70


=  +  25


=  25
= 10
Jadi, banyak siswa yang memperoleh nilai 70
adalah 10 orang.


 
=





= 5,99

Jadi, rata-rata dari data tersebut 5,99.


5. Jawaban: b
Banyak data: n = 25
Median di kelas interval 2023.
Me = L +

  


 

= 19,5 +

  


= 19,5 + 3 = 22,5
Modus di kelas interval 1619.


M0 = L +  +  p



= 15,5 +  +  4 18,9

Jadi, median dan modus pendapatan tahunan


pekerja berturut-turut $22.500 dan $18.900.
6. Jawaban: b
Jumlah besar sudut = 360
x + 70 + 3x + 90 = 360

x + 3x = 360 (90 + 70)

4x = 360 160

4x = 200

x = 50
Besar sudut sepak bola = 3x = 150.




Banyak anak yang memilih sepak bola  = 

y =

 





= 60

Jadi, banyak anak yang memilih sepak bola


60 orang.

40

Ulangan TengahSemester

10. Jawaban: e
Modus di kelas interval 09.3309.35.

7. Jawaban: d
Rata-rata:
 =

  +   +   +   +   +  
 +  +  +  + + 
 +  +  +  +  + 




= 
=7
Jadi, jumlah siswa yang nilainya di atas rata-rata
(nilai 7) adalah 6 + 1 + 1 = 8.
8. Jawaban: e
Banyak siswa laki-laki : banyak siswa perempuan
=7:8


Banyak siswa laki-laki = n1 =  30 = 14 orang




Banyak siswa perempuan = n2 =  30


= 16 orang
Rata-rata nilai siswa laki-laki = 1 = 7,6
Rata-rata nilai siswa perempuan = 2 = 8
Nilai rata-rata siswa dalam kelas
=

  +   
 + 

  +  
 + 

 + 





= 7,813

9. Jawaban: c
Rata-rata 8 orang:


 =



 =



= 09.32'.30'' +  +  3'




= 09.32'.30'' +

= 09.32'.30'' + 2,25'
= 09.32'.30'' + 2'.15''
= 09.34'.45''
Jadi, modus dari waktu kedatangan bus tersebut
09.34'.45''.
11. Jawaban: d
Banyak data: n = 25
Median di kelas interval ketiga (5 6).
Me = L +

  


 

  


= 4,5 +

4,5 + 0,78
= 5,28
Jadi, median kata tersebut adalah 5,28.

Kelas Ke-

Data

fk

1
2
3
4

2025
2631
3237
3843

5
6
6
10

5
11
17
27

4449

12

39

6
7

5055
5661

7
4

46
50

Jumlah

50

 = 8 

 =

 =

= 8 94
= 752 kg
Rata-rata 9 orang:

12. Jawaban: a

Jadi, nilai rata-rata siswa dalam kelas tersebut


adalah 7.813.


Mo = L +  +  p



92 =

 +  

Kuartil atas = Q3 dan n = 50.




Q3 terletak pada data ke-  51 = 38,25.


Q3 terletak pada kelas interval 4449.
Tb = 43,5, p = 6, fQ = 12, fk = 26
3

 =


 + 


x9 = 9 92 752
= 828 752
= 76
Jadi, berat badan pemain cadangan tersebut
76 kg.

Q3 = Tb +

  

 

 

= 43,5 +
6


= 43,5 + 5,75
= 48,75
Jadi, kuartil atas dari data tersebut adalah 48,75.

Matematika Kelas XI Program IPA

41

Kuartil atas (Q3) di kelas interval 6569.

13. Jawaban: e
xi

fi

fk

4150
5160
6170
7180
8190
91100
101110

3
7
10
24
10
4
2

3
10
20
44
54
58
60

Jumlah

60

  

 

 

= 60,5 +
10

= 60,5 + 5
= 65,5
Q3 = nilai data

 + !
ke- 

= nilai data ke-45,75


Q3 di kelas interval 81 90.

Q3 = L +





= 80,5 +



 

10

D6 = L6 + 

 "

" 

= 59,5 + 

 

= 59,5 + 3
= 62,5
Jadi, nilai desil ke-6 adalah 62,5.
16. Jawaban: b
 =

+++++


= 
=6
Simpangan rata-rata

 + 


  

54,5 + 0,83 = 55,33


 + !


= nilai data ke-23,25.

42

15. Jawaban: b
Desil ke-6 = D6 terletak di kelas 6064.
L6 = 59,5
fD = 5
6
fD = 15



= 54,5 + 

Q3 = nilai data ke-

=  (55,33 + 67)
= 61,165
Jadi, rataan kuartil data adalah 61,165.

 


= nilai data ke-7,75.


Q1 di kelas interval 55 59.
Q1 = L +

Rk =  (Q1 + Q3)

= 59,5 +

14. Jawaban: d
Diketahui n = 30

  





= 64,5 + 2,5
= 67
Rataan kuartil:

= 80,5 + 1
= 81,5
Jangkauan antarkuartil
= Q3 Q1
= 81,5 65,5 = 16
Jadi, jangkauan antarkuartil data adalah 16.

Q1 = nilai data ke-

  

= 64,5 + 

 


 + 

Q1 = nilai data ke- 


= nilai data ke-15,25
Q1 di kelas interval 6170.
Q1 = L + 

  

 

Q3 = L + 

Ulangan TengahSemester

#  #


# #+# #+# #+# #+# #+# #



+  +  + +  + 
=


= 

=1

Jadi, simpangan rata-rata data adalah 1  .

20. Jawaban: d

17. Jawaban: d
 =

=
=
SR =
=
=

 +   +    + 

 +  +  +  +  +  +  + 


=7


= 15

+++++++


= 3,25


Jadi, simpangan rata-rata data adalah 3,25.


18. Jawaban: c
Data

fi

xi

fixi

|xi
x|

fi|xi
x|

141145
146150
151155
156160
161165
166170

2
4
8
12
10
4

143
148
153
158
163
168

286
592
1.224
1.896
1.630
672

14,5
9,5
4,5
0,5
5,5
10,5

29
38
36
6
55
42

Jumlah

40

6.300

206


 

 =






 #   #

SR =



=  = 5,15



Jadi, simpangan rata-rata data adalah 5,15.


19. Jawaban: e
Data

fi

xi

(xi
x)2

fi(xi
x)2

141145
146150
151155
156160
161165
166170

2
4
8
12
10
4

143
148
153
158
163
168

210,25
90,25
20,25
0,25
30,25
110,25

420,5
361
162
3
302,5
441

Jumlah

40

S2 =

=



=




= 42,25
Jadi, variansi data adalah 42,25.

 +   +   +    +        


 +   +   +    + 





= 15 2 = 13
Jadi, mean data tersebut adalah 13.
21. Jawaban: c
Baju
Merah

Celana
Hitam
Putih
Biru
Hitam
Putih
Cokelat
Hitam
Putih
Jadi, baju dan celana dapat dipakai dengan
pasangan berbeda dengan 6 cara.

=

  !

22. Jawaban: d
Soal nomor 13 harus dikerjakan sehingga hanya
dapat dipilih 11 soal. Dari 11 soal tersebut 3 soal
harus dikerjakan.
Banyak pilihan soal dapat dilakukan

= 157,5

=

=

  +    +    +    +  


 =

#   # + #   # + #   # + #   # + #   # + #   # + #   # + #   #


=


 +   +   +    + 


 =

1.690

&
& &

  
  

= 165 cara

23. Jawaban: e
Tiga orang yang selalu duduk berdampingan
dianggap 1 unsur sehingga permasalahan menjadi
permutasi siklis dari 6 unsur.
Banyak cara duduk 3 orang yang berdampingan =
3P3 = 3!
Banyak cara duduk delapan orang
= 3! (6 1)!
= 3! 5!
= 720
Jadi, banyak cara duduk ada 720.
24. Jawaban: c
n + 1P3 = 7 nP2

 + !&
 +  !&

 &
 !&

 + ! &
 !&

&
 !&

n+1=7

n=6
Jadi, nilai n = 6.

Matematika Kelas XI Program IPA

43

25. Jawaban: c
Banyak angka = 7
Banyak angka 3 = 2
Banyak angka 5 = 2
Banyak angka 6 = 3
Banyak bilangan 7 angka yang dapat disusun dari
3, 3, 5, 5, 6, 6 dan 6
=

&
& & &

    &
    &

= 210

26. Jawaban: b
Kemungkinan yang terpilih 2 anak laki-laki dan 3
anak perempuan, 1 anak laki-laki dan 4 anak
perempuan, dan 5 anak perempuan.
Banyak cara memilih 2 anak laki-laki dan 3 anak
perempuan
= 10C2 5C3
=
=

&
& &

Jadi, peluang muncul jumlah kedua mata dadu




merupakan bilangan prima adalah  .


28. Jawaban: a
A = kejadian muncul angka genap pada dadu
pertama
= {(2, 1), (2, 2), (2, 3), (2, 4), (2, 5), (2, 6), (4, 1),
(4, 2), (4, 3), (4, 4), (4, 5), (4, 6), (6, 1), (6, 2),
(6, 3), (6, 4), (6, 5), (6, 6)}
B = kejadian muncul angka 4 pada dadu kedua
= {(1, 4), (2, 4), (3, 4), (4, 4), (5, 4), (6, 4)}
A B = {(2, 4), (4, 4), (6, 4)}
n(A) = 18, n(B) = 6, n(A B) = 3
P(A B) = P(A) + P(B) P(A B)
=

&
& &

  &
&  



  &
&  

&
& &

&

&
& &
& 

= 10 5 = 50
Banyak cara memilih 5 anak perempuan
&
& &

=1

Jadi, banyaknya cara memilih paling banyak 2 anak


laki-laki disertakan adalah 450 + 50 + 1 = 501 cara.
27. Jawaban: b
Misalkan:
A = kejadian muncul jumlah kedua mata dadu 2
B = kejadian muncul jumlah kedua mata dadu 3
C = kejadian muncul jumlah kedua mata dadu 5
D = kejadian muncul jumlah kedua mata dadu 7
E = kejadian muncul jumlah kedua mata dadu 11
A = {(1, 1)}
B = {(1, 2), (2, 1)}
C = {(1, 4), (2, 3), (3, 2), (4, 1)}
D = {(1, 6), (2, 5), (3, 4), (4, 3), (5, 2), (6, 1)}
E = {(5, 6), (6, 5)}
Peluang muncul jumlah kedua mata dadu prima
sebagai berikut.
P =
=
=

 ! + /! + ;! + "! + <!


 !

+  +  +  + 





= 
44

/!
 !

 /!
 !



 &
=  &

= 5C5 =

=  +  
= 

= 45 10 = 450
Banyak cara memilih 1 anak laki-laki dan 4 anak
perempuan = 10C1 5C4
=

 !
 !

Ulangan TengahSemester

= 


Jadi, peluangnya adalah  .


29. Jawaban: c
1

(1, 1)

(1, 2)

(1, 3)

(1, 4)

(1, 5)

(1, 6)

(2, 1)

(2, 2)

(2, 3)

(2, 4)

(2, 5)

(2, 6)

(3, 1)

(3, 2)

(3, 3)

(3, 4)

(3, 5)

(3, 6)

(4, 1)

(4, 2)

(4, 3)

(4, 4)

(4, 5)

(4, 6)

(5, 1)

(5, 2)

(5, 3)

(5, 4)

(5, 5)

(5, 6)

(6, 1)

(6, 2)

(6, 3)

(6, 4)

(6, 5)

(6,6)

M = kejadian muncul bilangan prima pada dadu


pertama dan bilangan ganjil pada dadu kedua
= {(2, 1), (2, 3), (2, 5), (3, 1), (3, 3), (3, 5),
(5, 1), (5, 3), (5, 5)}
n(M) = 9
P(M) =

 !
 !







Jadi, peluangnya adalah




30. Jawaban: c
S = pengambilan 5 kelereng
n(S) = 18C5

n(A) = banyak cara mengambil 3 kelereng merah


dan 1 hijau
n(A) = 4C3 4C1
&

&
& &

= & & 4

     &
     &

= 8.568
A = kejadian terambil 3 kelereng biru dan 2 putih
n(A) = 10C3 8C2
=

&
& &

   &
   &

 !
 !

  &
  &

=  = 


31. Jawaban: a
M = kejadian terambil bola putih pada pengambilan
pertama


=  = 
N = kejadian terambil bola kuning pada
pengambilan kedua setelah kejadian
pengambilan bola pertama
P(N) =

 ;

 ;
;




Jadi, peluang terambil sebuah bola putih pada


pengambilan pertama dan sebuah bola kuning pada


pengambilan kedua adalah  .


32. Jawaban: e
n(S) = banyak cara mengambil 4 kelereng dari 12
kelereng
= 12C4
&

= & &
=

adalah  .
34. Jawaban: b
S = {(1, 1), (1, 2), . . ., (6, 6)} n(S) = 36
A = {(5, 1), (5, 2), (5, 3), (5, 4), (5, 5), (5,6)}
n(A) = 6
Fh(A) = n P(A)
=n

 !
 !




= 20 kali
Jadi, frekuensi harapan muncul dadu pertama mata
dadu 5 adalah 20.

=  
=



= 
Jadi, peluang terambil bola merah atau bola putih
 ;

= 120




P(M N) = P(M) P(N)




 ;





33. Jawaban: a
Banyak bola = 5 + 8 + 7 + 4 = 24
Banyak bola merah dan bola putih = 5 + 8 = 13
A = kejadian terambil bola merah atau bola putih
P(A) =



kelereng putih adalah  .

 ;

Jadi, peluang terambilnya 3 kelereng merah dan 1


kelereng hijau adalah  .

Jadi, peluang terambil 3 kelereng biru dan 2

P(M) =

16



&
& &

= 120 28
= 3.360
P(A) =

P(A)=

 &
4=
&
 !

= 
 !

    &
&    

= 11 5 9
= 495
= kejadian terambil 3 kelereng merah dan
1 hijau

35. Jawaban: a
Misalkan B kejadian muncul mata dadu bilangan
komposit.
B = {4, 6} n(B) = 2
Frekuensi harapan
= P(B) n
/!

=  ! 72


=  72
= 24
Jadi, frekuensi harapan muncul mata dadu bilangan
komposit adalah 24.
36. Jawaban: d
A = {bilangan tidak ganjil maupun prima}
= {bilangan genap} {2}
= {4, 6, 8, . . . , 50}
n(A) = 25 1 = 24

Matematika Kelas XI Program IPA

45

P(A) =

B = kejadian tidak muncul hasil yang sama pada


kedua uang logam
= {(A, G), (G, A)}
n(B) = 2

 !
 !







P(B) =



kedua uang logam adalah  .

37. Jawaban: c
A = kejadian terambil kartu berwarna hitam
n(A) = 26
B = kejadian terambil kartu berangka 10
n(B) = 4
n(A B) = 2
P(A B) = P(A) + P(B) P(A B)


=  +  


= 


40. Jawaban: b
Misalkan:
A = kejadian muncul mata dadu bilangan prima
B = kejadian muncul mata dadu bilangan ganjil
Diperoleh:
A = {2, 3, 5} n(A) = 3
B = {1, 3, 5} n(B) = 3
A B = {2, 3} n(A B) = 2
Peluang kejadian muncul mata dadu bilangan prima
atau ganjil:
P(A B) = P(A) + P(B) P(A B)

= 
Jadi, peluang terambil kartu berwarna hitam atau

 !

/!

=  ! +  !

 /!
 !

=  +  

berangka 10 adalah  .
38. Jawaban: d
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}
A = kejadian munculnya bilangan ganjil
= {1, 3, 5}
n(A) = 3

=  = 
Frekuensi harapan muncul mata dadu bilangan
prima atau ganjil
= P(A B) n


=  108
= 72
Jadi, frekuensi harapan muncul mata dadu bilangan
prima atau ganjil adalah 72.

P(A) = 
B = kejadian munculnya bilangan prima
= {2, 3, 5}
n(B) = 3


B.

P(B) = 


A B = {3, 5} P(A B) = 
P(A B) = P(A) + P(B) P(A B)


=  +  

= 
Jadi, peluang kejadian muncul bilangan ganjil atau
prima adalah

Uraian

1. Besar sudut pada merek D


= 360 (25 + 30 + 15 + 75 + 60)
= 360 315
= 45
Besar sudut pada merek E = 75
/

 > "
/

 > <

= 






= 


Banyak merek D =  banyak merek E




=  240
= 144
Jadi, komputer merek D terjual 144 unit.

39. Jawaban: c

46



=  = 
Jadi, peluang tidak muncul hasil yang sama pada

Jadi, peluang terpilih bilangan tidak ganjil maupun


prima adalah

/!


(A, A)

(A, G)

(G, A)

(G, G)

Ulangan TengahSemester

2.

fi

xi

fi x i

5
10
15
20
25
30

5
2n
15
5n
30
15

25
20n
225
100n
750
450

Jumlah

65 + 7n

1.450 + 120n

 =

20,5 =

P30 = L +


 


4.

 + 
 + 

 

 

?+++
+?


fk

fi

135139
140144
145149
150154
155159
160164

9
21
41
55
64
70

9
21 9 = 12
41 21 = 20
55 41 = 14
64 55 = 9
70 64 = 6


Kuartil atas terletak pada data urutan ke- 

 ?! +  +  +  + ?!


 

 



= 22,5

+ 88 = 90

2b2 = 2

b = 1
Jadi, nilai a = 2 dan b = 1 atau b = 1.
5.  =

++++


(70 + 1)

149,5 + 4,11
= 153,61
P30 = nilai data ke-  (70 + 1) = nilai data ke-21,3
P30 di kelas interval 145149

 !

=

Simpangan baku = s=

Jadi, variansi =





=  =6

(xi  )2
= (3 6)2 + (5 6)2 + (6 6)2 + (7 6)2 + (9 6)2
=9+1+0+1+9
= 20

= 149,5 +

42 = 6,5

 ? + ? +  +  +  + ? + ?


= 52,25, yaitu pada interval 150154.


Q3 = L +

(  )2 = 6,5

2b2

Ukuran

 

=4

 




2a + 12 = 16

2a = 4

a=2
Data menjadi: 2 b, 4, 8, 2 + b
Variansi = 6,5

Median di kelas interval 1822.

= 17,5 +  5
= 17,5 + 4
= 21,5
Jadi, median data tersebut 21,5.
3.

 

 =4

= 17,5 +



= 144,5 + 0
= 144,5
Jadi, nilai kuartil atas adalah 153,61 dan P30 adalah
144,5.

Me = nilai data ke-  (100 + 1) = nilai data ke-50,5

 




 


= 144,5 +


1.332,5 + 143,5n = 1.450 + 120n

23,5 n = 117,5

n =5
Banyak data = 65 + 7n = 65 + 7 5 = 100.

Me = L2 + 





s2




 

= (  )2 = 5.

6. Komite yang terbentuk kemungkinan terdiri atas 5


guru laki-laki dan 1 guru perempuan atau 4 guru
laki-laki dan 2 guru perempuan.
Banyak cara membentuk komite
= 7C5 5C1 + 7C4 5C2
&

&



&

&

= && && + && &&




 

=   +   

Matematika Kelas XI Program IPA

47

= 105 + 350
= 455
Jadi, banyak cara membentuk komite ada 455
cara.

S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9,10} n(S) = 10

b.

A = {2, 4, 6, 8,10} n(A) = 5, P(A) = 




B = {3, 5, 7} n(B) = 3, P(B) = 


A B = {} n(A B) = 0, P(A B) = 0

7. Jumlah kelereng dalam kotak = 20.


Pasangan kelereng yang mungkin terambil adalah
(putih, kuning), (putih, merah), (putih, biru), atau
(putih, putih).
Peluang terambil kelereng pertama putih dan
kelereng kedua kuning:






P (putih, kuning) =   = 


Peluang terambil kelereng pertama putih dan
kelereng kedua merah:
P (putih, merah) =   = 
Peluang terambil kelereng pertama putih dan
kelereng kedua biru:



P (putih, biru) =




P (putih, putih) =




Peluang terambil kelereng pertama putih:


P = P (putih, kuning) + P (putih, merah)
+ P (putih, biru) + P (putih, putih)
=















= 


= 
Jadi, peluang terambil kelereng pertama putih


adalah  .
8. a.

48

A = {2, 4, 6, 8, 10}
B = {3, 5, 7}
A B = {}
Jadi, kejadian A dan B saling asing.

Ulangan TengahSemester

9. Misalkan:
Q = kejadian muncul kedua mata dadu berjumlah 5
R = kejadian muncul kedua mata dadu berjumlah 8
Q = {(1, 4), (2, 3), (3, 2), (4, 1)} n(Q) = 4
R = {(2, 6), (3, 5), (4, 4), (5, 3), (6, 2)} n(R) = 5
Q dan R kejadian saling asing, maka:
P(Q R) = P(Q) + P(R)
!

@!

=  ! +  !







Jadi, peluang kejadian A atau B adalah  .

=  + 

Peluang terambil kelereng pertama putih dan


kelereng kedua putih:



P(A B) = P(A) + P(B) =  +  =  = 

= 


= 
Jadi, peluang muncul kedua mata dadu berjumlah


5 atau 8 adalah  .
10. Kotak I = 5 merah, 3 biru
Kotak II = 7 merah, 4 putih
Peluang terambilnya 1 bola merah dari kotak I dan
1 bola putih dari kotak II


=   


= 
Jadi, peluang terambil 1 bola merah dari kotak I


dan 1 bola putih dari kotak II adalah  .

Trigonometri

Rumus Jumlah dan Selisih Dua


Sudut

Kosinus jumlah dan selisih dua sudut


Sinus jumlah dan selisih dua sudut
Tangen jumlah dan selisih dua sudut

Rumus Penjumlahan dan


Perkalian Trigonometri

Rumus Sudut Rangkap

Sinus sudut rangkap


Kosinus sudut rangkap
Tangen sudut rangkap

Penjumlahan dan pengurangan


trigonometri
Perkalian trigonometri

Memiliki rasa ingin tahu dan bersikap pantang menyerah dalam


menyelesaikan permasalahan tentang trigonometri.
Mampu menurunkan rumus sinus, kosinus, dan tangen jumlah dua
sudut.
Mampu menurunkan rumus sinus, kosinus, dan tangen selisih dua
sudut.
Mampu mengubah bentuk a cos x + b sin x menjadi bentuk k cos (x a).
Mampu menentukan rumus sinus, kosinus, dan tangen sudut rangkap/
ganda.
Mampu menentukan rumus sinus, kosinus, dan tangen sudut
pertengahan.
Mampu menurunkan rumus penjumlahan sinus dan kosinus.
Mampu menurunkan rumus pengurangan sinus dan kosinus.
Mampu mengubah bentuk perkalian sinus dan kosinus menjadi bentuk
penjumlahan.
Mampu mengubah bentuk penjumlahan atau pengurangan sinus dan
kosinus menjadi bentuk perkalian.
Mampu menggunakan rumus jumlah dan selisih sinus untuk
memecahkan masalah.
Mampu menggunakan rumus jumlah dan selisih kosinus untuk
memecahkan masalah.

Matematika Kelas XI Program IPA

49

A. Pilihlah jawaban yang tepat.

1. Jawaban: d
cos (p q) = cos ((3x y) (2x + 3y))
= cos (x 4y)
= cos x cos 4y + sin x sin 4y
2. Jawaban: e
1

2 cos ( 6 3A)
= 2(cos
=

1
2( 2

1
6

cos 3A + sin

3 cos 3A +

1
2

1
6

sin 3A)

3. Jawaban: e
tan 40 = tan (45 5)
tan45 tan5

= 1 + tan45 tan5
1 p
1 + 1 p

1 p
1+ p

4. Jawaban: b
tan (x + y) = 33

tan x + tan y
1 tan x tan y

3 + tan y
1 3 tan y

tan y =

1
4

1
2

1
4

6 + 4

Trigonometri

6 +
2
4

sin x = 5 , x sudut tumpul


3

cos x = 5

x
4
13

3
10

12

12

3
.
10

cos y = 13 , y sudut lancip

2 + 2 2
2

3
2 +
2

2
2
2

5. Jawaban: a
p = sin 105
= sin (60 + 45)
= sin 60 cos 45 + cos 60 sin 45

50

30

3 2

6. Jawaban: d
cos (15)
= cos (30 45)
= cos 30 cos 45 + sin 30 sin 45

= 33

tan y = 100

1
4

= 2

2) 4

8. Jawaban: b

= 33

3 + tan y = 33 99 tan y
tan y + 99 tan y = 33 3

100 tan y = 30

Jadi, nilai tan y =

6 + 4

7. Jawaban: c
sin cos ( ) = sin cos ( )
sin cos ( ) sin cos ( ) = 0

sin (cos cos + sin sin )


sin (cos cos + sin sin ) = 0
sin cos cos + sin sin sin
sin cos cos sin sin sin = 0
cos cos sin sin cos cos = 0

cos (cos sin sin cos ) = 0


Kedua ruas dibagi (cos q) sehingga:
cos sin + sin cos = 0
sin cos cos sin = 0

sin ( ) = 0
Jadi, sin ( ) = 0.

3 cos 3A + sin 3A

6 =(4
=

sin 3A)

1
4

sin y = 13
cos (x y) = cos x cos y + sin x sin y
4

12

= 5 13 + 5 13

48

15

33

= 65 + 65 = 65

9. Jawaban: d
sin (p q) = sin p cos q cos p sin q

sin A = 5

sin 30 = sin p cos q 6

cos A = 5

sin B =

sin p cos q = sin 30 + 6


1

= 2 + 6 = 6

10. Jawaban: e
cos (A + B) = cos A cos B sin A sin B

1
2

1
4

= cos A cos B
1

= 4 + 4= 1
Jadi, nilai cos (A B) = 1.

cos 135 = cos A cos B 2

cos 45 = cos A cos B 2

2 2 = cos A cos B 2

cos A cos B =

=
=

1
2

(2

25
25 2
1
2

1
2

k = 132 52 = 169 25 = 144 = 12


Oleh karena sudut di kuadran II, cos
bernilai negatif.

=(2 2 2 )+ 2
2
2
1
2

3
1

5 5 2

25 2

cos (A B) = cos A cos B + sin A sin B


1

13. Jawaban: a

Menentukan nilai sin

1
2

Oleh karena cos C negatif berarti sudut C merupakan sudut tumpul.


Jadi, besar sudut C = 135.

1
2

28

= 25

11. Jawaban: d
Pada segitiga ABC berlaku:
A + B + C = 180

A + B = 180 C

A + B = 180 45

A + B = 135
cos (A + B) = cos A cos B sin A sin B

7
5 2

1
5 2

= 5 5

cos A cos B = 2 + 4 = 4
cos (A B) = cos A cos B + sin A sin B
3

cos B =

cos C = cos (180 (A + B))


= cos (A + B)
= (cos A cos B sin A sin B)

cos 3 = cos A cos B 4

cotan B = 7

12

cos = 13 = 13

Menentukan nilai sin dan cos

2)

12. Jawaban: e

50 = 5 2

k = 32 + 42 = 9 16 = 25 = 5
Oleh karena sudut di kuadran III, sin
bernilai positif dan cos bernilai negatif.
3

sin = k = 5
5

A
4

B
1

cos = k = 5

Matematika Kelas XI Program IPA

51

Menentukan nilai sin ( + )


sin ( + ) = sin cos + cos sin
5
13

4
( 5

20

)+

12
( 13

3
5

1
4

2+
1
2

=(2 +

36

= 65 65

1
4

1
2

3 ) 300

= 150(1 +

56

= 65
14. Jawaban: c
cos (A + B) = cos A cos B sin A sin B

Jadi, panjang AC = 150(1 +

300

3 ) cm

3 ) cm.

17. Jawaban: b

5
8

sin A sin B

Bentuk 3 cos x sin x mempunyai nilai a =


dan b = 1.

1
2

5
8

sin A sin B

k=

sin A sin B =

5
8

sin A sin B =

54
8

sin A sin B =

1
8

cos

tan = a tan =

1
2

5
8

1
8

6
8

3
4

cos (A B)
cos (A + B)

2
9
1
3

cos A cos B + sin A sin B


cos A cos B sin A sin B

2 2
+
3 9
2 2

3 9

= 3

1
2

1
4

2 +

Ingat aturan sinus:


AC
sin 75

52

AB
sin 45

Trigonometri

19. Jawaban: c

1
2

cos x + sin x =
a = 1 dan b = 1
k=
tan

12 + 12 =
1
= 1 =

= 4

AC =

b
sin B

sin 75
sin 45

c
.
sin C

AB

6
2

1 = tan 4

cos x + sin x =

a
sin A

18. Jawaban: b
cos (30 ) cos (30o + )
= cos 30o cos + sin 30o sin
(cos 30o cos sin 30o sin )
= cos 30o cos + sin 30o sin cos 30o cos +
sin 30o sin
= 2 sin 30o sin

= sin

1
2

11

3 cos x sin x = 2 cos (x )


6

= 4 =2

2 +
1
4

11

3 =
6

= 2 2 sin

16. Jawaban: a
ACB = 180 (60 + 75)
= 45
sin 75 = sin (30 + 45)
= sin 30 cos 45 + cos 30 sin 45
= 2

tan = 3

sin A sin B
tan A tan B

8
9
4
9

1
3

a cos x + b sin x = k cos (x )

sin A sin B
cos A cos B

cos A cos B =

4=2

15. Jawaban: e
tan A tan B =

3 +1 =

tan = 3 3
Oleh karena a positif dan b negatif maka terletak
di kuadran IV sehingga:

cos (A B) = cos A cos B + sin A sin B


=

( 3)2 + (1)2 =

6
2

6
2

3
2

2 cos (x 4 ) =

cos (x 4 ) =

cos (x 4 ) = cos 6

1)

B. Kerjakan soal-soal berikut.

1. a.

x1 4 = 6 + k 2
x1 = 12 + k 2
5

k = 0 x = 12

2)

x 4

= 6 + k 2

x =

1
12

5
12

Jadi, nilai-nilai x yang memenuhi

atau

1
12

20. Jawaban: d
2 cos x = 2
6

( 2)2 + ( 6)2

2+6

8 =2 2

1
2

2
1
2

1
4
1
4

= 2 2

6 sin x = 2

c.

cos (x 3 ) = cos 4

x 3 = 4 + k 2
17

x = 12 + k 2

1
2

1
4

6 +

1
4

1
2

23

k = 1 x = 12 + 2 = 12
17

2.

1
2

2)

1
)
2

3 +

1
2
1

6 )(4 6 +
1
4

6
1
2

1
4

1
4

2)
2

tan 300 + tan 45


1 tan 300 tan 45

( 3) + 1
1 ( 3) 1

3 +1
1+ 3

3 + 3 + 3 1
1+ 2 3 + 3

4 + 2 3
4+2 3

16 + 8 3 + 8 3 12
16 12

28 + 16 3
4

x = 12 + k 2

1
2

x 3 = 4 + k 2

2)

tan 345 tan 15


= tan (300 + 45) tan (60 45)

17

k = 0 x = 12

1
2

=4 2

cos 165 cos 15


= cos (120 + 45) + cos (45 30)
= (cos 120 cos 45 sin 120 sin 45)
(cos 45 cos 30 + sin 45 sin 30)

= ( 4 2

= 3 ( di kuadran II)

cos (x 3 ) = 2 2

2)

1
4

6
2

2 +

2 2 cos (x 3 ) = 2

1
4

= (( 2 )

1)

(2 2

2 cos x +

1
2

b.

6 sin x = 2

a = 2 dan b =

tan = a =

1
2

2+

Jadi, nilai sin 75 + sin 195 =

2 cos x +

2
3

1
2

+ ( 2 3 2 2 ( 2 )

k=

1
2

+ k 2

k = 0 x = 12

6 sin x

sin 75 + sin 195


= sin (30 + 45) + sin (240 45)
= sin 30 cos 45 + cos 30 sin 45
+ (sin 240 cos 45 cos 240 sin 45)

tan 60 tan 45
1 + tan 60 tan 45

3 1
1+ 3 1

3 1
1+ 3

42 3
42 3

= 7 + 4 3
23

Jadi, nilai x yang memenuhi 12 dan 12 .

Matematika Kelas XI Program IPA

53

2. a.

sin (86 26)


(cos (49 + 86))

sin 60
cos 135

1
2

3
1

2 2

=
=

1
2

b.
6

tan 25 tan 85
1 + tan 25 tan 85

13

5 4

132 52 = 144
= 12

20
15

cos =

3
5

dan tan =

1+

4
3

12

12

sin = 13 dan tan = 5


sin ( + ) = sin cos + cos sin

=
=

4
5
3
13 + 5
5
20
36
+ 65
65
56
65

12
13

16
15
63
15

15
65

48
65

42 32 =

32 22 =

Oleh karena di kuadran II maka cos dan


tan bernilai negatif.
5
3

2
5

dan tan =

Oleh karena di kuadran IV maka sin dan


tan bernilai negatif.
sin =

7
4

dan tan =
3

= 3 4 + (
=

7
3

5
3

) (

7
4

6 + 35
12

cos ( + ) = cos cos sin sin

=
tan ( + ) =

5
)
3

= (

12

= 5 13 5 13

Trigonometri

16
63

cos ( + ) = cos cos sin sin

48
15

Oleh karena di kuadran I maka cos dan


tan bernilai positif.

36
15

sin ( + ) = sin cos + cos sin

9 =3

Oleh karena di kuadran I maka cos dan


tan bernilai positif.

54

1+

cos =

Diketahui sin = 3 , cos = 4 , di


kuadran II dan di kuadran IV.

Diketahui sin = 5 , cos = 13 , dan di


kuadran I

12
5
4 12

3
5

4
3

= tan (25 85)

= tan 60 = 3

tan tan
1 + tan tan

= tan (60)

3. a.

tan ( ) =
=

3
2

=
=

= 65

sin 86 cos 26 cos 86 sin 26


(cos 49 cos 86 sin 49 sin 86)

b.

33

sin 86 cos 26 cos 86 sin 26


sin 49 sin 86 cos 49 cos 86

( 4 ) ( 3 ) (

3 5 + 2 7
12
tan tan
1 + tan tan

2
5

1 + (

2
5

1+

) (
2
5

)(

7
3

2 7
3 5

6 + 35
3 5 +2 7

7
)
3
7
)
3

6 + 35
3 5
3 5+2 7
3 5

7
)
4

4. cos (A + B) = 3

cos A cos B sin A sin B = 3

. . . (1)

3
2 3

2 3 +3
43

cos (A B) = 2

cos A cos B + sin A sin B = 2

= 2 3 +3
. . . (2)

Tambahkan persamaan (1) dan persamaan (2):


2

cos A cos B sin A sin B = 3


1

cos A cos B + sin A sin B = 2


+
7

2 cos A cos B = 6

cos A cos B = 12
Kurangkan persamaan (2) dari persamaan (1):

= 3+2 3
6. a + b + c = 180o

c = 180o (a + b)
tan c = tan (180o (a + b))
tan c = tan (a + b)
tan a + tan b

tan c = 1 tan a tan b


tan c =

1
2

cos A cos B + sin A sin B =



1

2 sin A sin B = 6
sin A sin B =

tan A tan B =

sin A sin B
cos A cos B
1

12

7
12

(2)

tan c = 2

Jadi, tan c = 2 .
7. a.

1
12

sin (45 + ) sin (45 )


= (sin 45 cos + cos 45 sin ) (sin 45 cos
cos 45 sin )
= (

1
7
1

5. cos (A B) = cosA cos B + sin A sin B

3 =

1
2

sin A sin B =

1
2

sin A sin B =

1
(
2

Dengan demikian,
cos(A B)
cos(A + B)

cos(A B)

= cos A cos B sin A sin B


=

1
2

1
2
1
(
2

3
2 3

2 cos +
1
2

2 sin ) ( 1 2 cos

1
2

2 sin 1 2 cos

2 sin )
2

2 sin

b.

2 sin (terbukti)

sin (30 + ) + cos (60 + )


= (sin 30 cos + cos 30 sin )
+ (cos 60 cos sin 60 sin )
= ( 1 cos + 1 3 sin ) + ( 1 cos
2

1 3 sin )

3 1)

= 1 ( 3 1)

1
2

1
2

= 1 2 sin + 1 2 sin

1
2

3 1)

2 cos +
1
2

+ sin A sin B

1
2

Jadi, nilai tan A tan B = 7 .

1
2

3 + 1
1 (3)(1)

tan c = 4

cos A cos B sin A sin B = 3

2+ 3
2+ 3

1
cos + 1
2
2
1

3 sin +

1
1
cos
2
2

3 sin

= 2 cos + 2 cos
= cos (terbukti)

Matematika Kelas XI Program IPA

55

c.

d.

tan (45 )
=

tan 45 tan
1 + tan 45 tan

1 tan
1 + 1 tan

1 tan
1 + tan

(terbukti)

tan 45 + tan
1 tan 45 tan
1 1 tan

1 + tan
1 tan
1+
1

25 16

BC =

= 1 + tan
=

= 3 cm
DB = AB AD
=73
= 4 cm

tan (45 + )
=

AC2 CD2

AD =

DB2 + DC2

16 + 16

16 2

=4 2
Diperoleh:

sin
cos
sin
cos

1
2

cos + sin
cos
cos sin
cos

1
2

2 , dan tan = 1.

cos x cos 2

tan ( ) =
=

+ sin x sin 2

2 cos x 0 2 sin x 1 = cos x 0 + sin x 1

0 2sin x = 0 + sin x

2 sin x sin x = 0

3 sin x = 0

sin x = 0 (terbukti)
C

2 + 10

tan tan
1 + tan tan
4
3

1
4
3

1+ 1

1
3
7
3

= 7

3
cos
2

3
x + 1 3 sin x =

Diperoleh nilai a =
4 cm

D
7 cm

Jadi, nilai sin ( + ) + tan ( ) = 10 2 + 7 .


10. a.

5 cm

= 10 2

2 cos x cos 2 2 sin x sin 2 )


=

= cos x cos 2 + sin x sin 2

= 5

2 (cos x cos 2 sin x sin 2 )

Trigonometri

4
4 2

2 + 5
2
= 5
2
2

8. 2 cos (x + 2 ) = cos (x 2 )

56

sin ( + ) = sin cos + cos sin

cos + sin

4
4 2

2 , cos =

= cos sin (terbukti)

9.

sin = 5 , cos = 5 , tan = 3 , sin =

k=

a 2 + b2

( )2 + (

9
4

12
4

3
2

1
2

3
4

3)2

3
2

dan b = 1 3 .
2

Oleh karena a positif dan b positif maka


berada di kuadran I.
tan =

b
a

1
2

3
3
2

3
3

cos x +

1
2

3 sin x =

cos x +

1
2

3 cos (x 30)

3 sin x = 2

2 =0
2

( 3)2 + 12

4 =2

Oleh karena a negatif dan b positif maka


berada di kuadran II.
tan =

3
2

cos (x 30) = cos 30


1) x 30 = 30 + k 360

x = 60 + k 360
k = 0 x = 60
2) x 30 = 30 + k 360

x = 0 + k 360
k = 0 x = 0
k = 1 x = 360
Jadi, himpunan penyelesaiannya {0, 60, 360).

a 2 + b2

3 cos (x 30) = 2
cos (x 30) =

3 cos x

3 cos x + sin x =

k=

Dengan demikian dapat ditulis:


3
2

sin x

Diperoleh nilai a = 3 dan b = 1

= 30
Diperoleh:
3
2

b.

b
a

1
3

tan =

tan =

1
3

= 150

Diperoleh 3 cos x + sin x = 2 cos (x 150)


3 cos x + sin x =
2 cos (x 150) =

2
2
2
2

cos (x 150) =

cos (x 150) = cos 45

1)

x 150 = 45 + k 360

x = 195 + k 360
k = 0 x = 195

2)

x 150 = 45 + k 360

x = 105 + k 360
k = 0 x = 105
Jadi, himpunan penyelesaiannya {105, 195).

Matematika Kelas XI Program IPA

57

5. Jawaban: d

A. Pilihlah jawaban yang tepat.


1. Jawaban: c
I. sin 2x = 2 sin x cos x
sin 38 = 2 sin 19 cos 19 (benar)
II. cos 2x = 1 2 sin2 x
cos 26 = 1 2 sin2 13 2 sin2 13 1
cos 26 = 2 sin2 13 1 (salah)
III. cos 2x = 2 cos2 x 1
cos 14 = 2 cos2 7 1 2 cos2 14 1
cos 14 = 2 cos2 14 1 (salah)
IV. tan 2x =

2 tan x
2 tan6
1 tan 6

2. Jawaban: d
Oleh karena tan 2x =

2 tan x
2

1 tan x

= tan (2 15)
= tan 30

1
3
2 tan15

Jadi,

13
5

, sudut lancip
2

13

5
26
1
=
25
25

=12
=1
6. Jawaban: a
3

sin A = 5

1 tan2 15

maka berlaku:

k = panjang salah satu sisi siku-siku


k = 52 32 = 25 9 = 16 = 4
Oleh karena A terletak di kuadran IV maka cos A
bernilai positif.
k

1
3

3.

4
3

4. Jawaban: c
cos 2 2 cos2
= 2 cos2 1 2 cos2
= 1

24

sin 2A = 2 sin A cos A = 2 ( 5 ) 5 = 25

= (sin 60) = sin 60 = 2 3

Trigonometri

cos A = 5 = 5

3. Jawaban: b
sin2 75 cos2 75
= (cos2 75 sin2 75)
= (cos 2 75)
= (cos 150)
= (cos (90 + 60))

58

13 =

cos 2 = 1 2 sin2

(benar)

Jadi, pernyataan yang benar I dan IV.

1 tan2 15

1
5

1 tan2 x

tan 12 =

2 tan15

sin =

7. Jawaban: b
sin a cos a = 2p

(sin a cos a)2 = (2p)2


2
sin a 2 sin a cos a + cos2 a = 4p2
sin2 a + cos2 a 2 sin a cos a = 4p2

1 2 sin a cos a = 4p2

1 4p2 = 2 sin a cos a

1 4p2 = sin 2a
2
Jadi, nilai sin 2a = 1 4p .

8. Jawaban: b
1 tan sin 2 =

sin
cos

11. Jawaban: d
2 cos 3x = 1

5
13

2 sin cos = 13
5

1 2 sin2 = 13

cos 2 = 13

cos 4 = 2 cos2 2 1
5

= 2( 13 )2 1
25

169

12. Jawaban: b

119

= 2( 169 ) 169 = 169


119

Jadi, nilai cos 4 = 169 .


9. Jawaban: c
3

tan 2a = 4
2 tan a
1 tan2 a

=4

8 tan a = 3 + 3 tan2 a
3
a 8 tan a 3 = 0
(3 tan a + 1) (tan a 3) = 0
tan2

tan a =

1
3

cos 3x = 2
cos 3x = cos 60

3x1 = 60 + k 360
x1 = 20 + k 120
k = 0 x1 = 20 + 0 120 = 20
k = 1 x1 = 20 + 1 120 = 140

3x2 = 60 + k 360
x2 = 20 + k 120
k = 0 x1= 20 + 0 120 = 20 (TM)
k = 1 x1 = 20 + 1 120 = 100
Jadi, himpunan penyelesaiannya = {20, 100, 140}.

atau tan a = 3

cos 2x 3 cos x + 2 = 0

2 cos2 x 1 3 cos x + 2 = 0

2 cos2 x 3 cos x + 1 = 0

(2 cos x 1)(cos x 1) = 0
2 cos x 1 = 0 atau cos x 1 = 0
Untuk 2 cos x 1 = 0, diperoleh nilai x berikut.
2 cos x 1 = 0

2 cos x = 1
cos x =

cos x = cos
x=

tan (a b) = 2

tan a tan b
1 + tan a tan b

= 2

3 tan b
1 + 3 tan b

1
2

10. Jawaban: d
1

tan 75 = tan ( 2 150)


=

1 cos150
1 + cos150

1 p
1+ p

1 cos x
1 + cos x

maka:

) + k 2

+ k 2

k=0 x=

6 2 tan b = 1 + 3 tan b

5 tan b = 5

tan b = 1
Jadi, nilai tan2 a tan2 b = (3)2 (1)2 = 8.

Oleh karena tan 2 x =

5
3

+ k 2

x = (2
=

k=0 x=

Oleh karena tan a > 0 maka nilai yang memenuhi


tan a = 3.

1
2

5
3

Untuk cos x 1 = 0 diperoleh nilai x berikut.


cos x 1 = 0

cos x = 1

cos x = cos 0
x = 0 + 2k
k=0 x=0
k = 1 0 + 2 = 2
x = (2 0) + k 2
= 2 + k 2
k = 0 x = 2
Jadi, himpunan penyelesaian cos 2x 3 cos x
+ 2 = 0 adalah {0,

5
3

, 2}.

13. Jawaban: a
cos 2x 2 cos x = 1

2 cos2 x 1 2 cos x = 1

2 cos2 x 2 cos x = 0

2 cos x (cos x 1) = 0
2 cos x = 0 atau cos x 1 = 0
Matematika Kelas XI Program IPA

59

Untuk 2 cos x = 0 diperoleh nilai x berikut.


2 cos x = 0

cos x = 0

cos x = cos
x=

+ k2

Untuk k = 0 diperoleh:
x=

Untuk k = 1 diperoleh:
x=
=

2
3
2

Nilai sinus negatif di kuadran III dan IV, sehingga


penyelesaiannya:

Kuadran III
sin x = sin (180 + 30)
= sin 210
Jadi, x = 210.

Kuadran IV
sin x = sin (360 30)
= sin 330
Jadi, x = 330.
Jadi, himpunan penyelesaiannya {210, 330}.
B. Kerjakan soal-soal berikut.

+ 2

1. a.

Untuk cos x 1 = 0 diperoleh nilai x berikut.


cos x 1 = 0

cos x = 1

cos x = cos 0

x = 0 + k2
Untuk k = 0 x = 0
Untuk k = 1 x = 2
Jadi, himpunan penyelesaian persamaan
1
2

3
2

15. Jawaban: b
2 sin2x 5 sin x 3 = 0

(2 sin x + 1)(sin x 3) = 0
2 sin x + 1 = 0 atau sin x 3 = 0

60

sin x =

Trigonometri

1
2

atau sin x = 3 (TM)

1
3

tan =

dan di kuadran IV.


2

3
2

dan cos =

sin 2 = 2 sin cos


1
2

= 2( )(

3
2

3
2

cos 2 = cos2 sin2

, 2}.

14. Jawaban: d
sin2 2x 2 sin x cos x 2 = 0

(sin 2x)2 sin 2x 2 = 0


(sin 2x + 1)(sin 2x 2) = 0
sin 2x = 1 atau sin 2x = 2
sin 2x = 2 tidak ada nilai x yang memenuhi
sin 2x = 1 = sin 270
1)
2x = 270 + k 360

x = 135 + k 180
k = 0 x = 135
k = 1 x = 315
2)
2x = (180 270) + k 360
2x = 90 + k 360

x = 45 + k 180
k = 1 x = 135
Jadi, himpunan penyelesaiannya {135, 315}.

1
2

Oleh karena di kuadran


IV maka tan bernilai
negatif dan cos bernilai
positif.

tersebut adalah {0,

Diketahui sin =

3 2
1
) ( )2
2
2
3
1
2
1
4 = 4 =
4
2

=(
=
tan 2 =

2 tan
2

1 tan

=
=

b.

2(
1 (
2

3
1
1 3

3
1 2
)
3
2

3
2
3

= 3

1
5

Diketahui tan = dan di kuadran II.


26

Oleh karena di kuadran II maka sin bernilai


positif dan cos bernilai negatif.
sin =

1
26

dan cos =

sin 2 = 2 sin cos


= 2(

1
26

10

)(

5
26

= 26 = 13

5
26

cos 2 = cos2 sin2


= (

5 2
)
26

25

= 26 26

p=

102 62

100 36

64 = 8

24

= 26

c.

10

2 tan

1
2( 5 )
1
1 ( 5 )2

1 tan2

3
5

2
5
24
25

= 12

cos = 10

sin 2 =

1 cos
2

3
5

24

cos 2 =

1 + cos
2

16

8
3
7
9

8
3

1
10

2
5

2
50

1
10

1
25

= 2
1

= 2 5

4
3
4
( )2
3

2( )

= 10
3. a.

16
9

2 tan

8
3

2
10

= 2

1 tan2

sin 2 cos 2 = 2

8
10

= 25
tan 2 =

4
3
= ( )2 ( )2
5
5

= 25 25

2
5

= 2

= 25
cos 2 =

18
20

= 2( )( )

sin2

sin 2 = 2 sin cos

cos2

18
10

4
5

dan di kuadran III.

dan tan = 3

8
10

1+

Oleh karena di kuadran III maka sin bernilai


negatif dan tan bernilai positif.
4
5

Diketahui cos =

sin =

di kuadran II sehingga:

12

= 13
tan 2 =

2. Diketahui sin a = 10 dengan 2 < < p ( terletak


di kuadran II).

1 2
)
26

2 4 sin2 112,5 = 2(1 2 sin2 112,5)


= 2(cos 2 112,5)
= 2(cos 225)
= 2(cos (180 + 45))
= 2(cos 45)
1

24

= 2( 2 2 )
= 2

= 7

Matematika Kelas XI Program IPA

61

b.

2 tan 67,5
(1 tan 67,5)(1 + tan 67,5)

2 tan67,5

= 5(

1 cos 2 157,5
2

= 5(

1 cos 315
2

= 5(

1 cos (360 45)


2

=5
=5

62

1 cos
cos
1+ cos
cos

(terbukti)

1
+1

1 cos

1 + cos

= tan2 2 (terbukti)
5. sin8 75 cos8 75
= (sin4 75)2 (cos4 75)2
= (sin4 75 cos4 75)(sin4 75 + cos4 75)
= (sin2 75 cos2 75)(sin2 75 + cos2 75)
((sin2 75 + cos2 75)2 2 sin2 75 cos2 75)

2 2
4

= (cos2 75 sin2 75)(1)(12 2 (2 sin 75 cos 75)2)


1

2 sin cos
sin

2 sin cos2
sin cos

2 cos2
cos

1 + cos 2
cos

cos

cos

(terbukti)

cosec2a = sin 2

Trigonometri

1
cos
1
cos

1 + cotan2
2 cotan

= tan

b.

cotan2
2 cotan

1 + cos

sin 2
sin

= 2 2 2
4. a.

cotan
2

= 1 cos

1 cos 45
2
1
2

sec 1
sec + 1

c.

cos2
2 sin cos

= 2 cotan +

10 sin 78,75 cos 78,75


= 5 2 sin 78,75 cos 78,75
= 5 sin 2 78,75
= 5 sin 157,5
Oleh karena sin 157,5 bernilai positif, bentuk
di atas dapat dinyatakan:

=5

= 2 cotan +

1 tan2 67,5

= tan 2 67,5
= tan 135
= tan (90 + 45)
= cotan 45
= 1
c.

sin2
2 sin cos

sin2 + cos2
2 sin cos

= (cos 2 75)(1 2 (sin 2 75)2)


1

= cos 150 (1 2 sin2 150)


= (

1
2

1
2

3 (1 )
8

1
2

3
8

= 16 3

3 )(1 ( )2)
2
2

A. Pilihlah jawaban yang tepat.


1. Jawaban: d
1

6. Jawaban: a
cos 25 + cos115
cos115 cos 25

sin x cos y = 2 (sin (x + y) + sin (x y))


Pernyataan I dan II salah

2 cos 70 cos(45)

= 2 cos 70 cos 45

cos x cos y = 2 (cos (x + y) + cos (x y))


Pernyataan III dan V salah.
Jadi, pernyataan yang benar adalah IV.
2. Jawaban: e
4sin 45 cos 15
= 2(2 sin 45 cos 15)
= 2(sin (45 + 15) + sin(45 15))
= 2(sin 60 + sin 30)
= 2(
=

1
2

3 + )
2

3 +1

3. Jawaban: b
Oleh karena 2 cos sin = sin ( + ) sin ( )
diperoleh:
2 cos sin 2 = sin ( + 2) sin ( 2)
4. Jawaban: a
12 sin 75 cos 195
= 12
= 12

1
2
1
2

(sin (75 + 195) + sin (75 195))


(sin 270 + sin (120))

= 6(sin 270 sin 120)


= 6(1

1
2

3 ) = 6 3 3

5. Jawaban: e
cos 140 cos 100
sin 140 sin 100

2 cos 70 cos 45

= 2 cos 70 cos 45
= 1
7. Jawaban: d
cos (45 a) + cos (45 + a)
sin (45 + a) + sin (45 a)

2 cos

= 2 sin

2 cos a
2 cos a

= 2 cos

a) (45 a))

=1

1
2

(75 + 165) sin

1
2

(75 165)

1
= 2 ( ) 2 2
2
1

= 2 2
9. Jawaban: e
sin 20 sin 40 sin 80
= (sin 20 sin 40) sin 80
1
2

= (cos (20 + 40) cos (20 40)) sin 80

= (

sin 120
cos 120

sin (90 + 30)


cos (90 + 30)

cos 30
sin 30

1
2

= (cos 60 cos (20 )) sin 80


1
2
1
4
1
4

1
2

cos (20)) sin 80

sin 80 +
sin 80 +

1
2
1
2

cos (20) sin 80


1
2

( (sin (20 + 80)

sin (20 80))


=

a) (45 + a))

= 2 cos 120 sin (45)


= 2 cos 120 sin 45

2 sin 120 sin 20


2 cos 120 sin 20

a)) cos

1
((45
2
1
((45 +
2

8. Jawaban: d
sin 75 sin 165

+ a)) cos

sin 45 cos a

1
2
1
2

1
((45 a)+ (45
2
1
((45 + a) + (45
2

= cos 45 cos ( a)

1
1
2 sin (140 + 100) sin (140 100)
2
2
1
1
2 cos (140 + 100) sin (140 100)
2
2

2 3

(25+115)
(25115)
cos
2
2
(115+ 25)
(115 25)
cos
2 cos
2
2

cos

1
4

sin 80 +

1
4

sin 60

1
4

sin (100)

Matematika Kelas XI Program IPA

63

1
4

sin 80 +

1
4

1
4

(sin 80 sin 100) +

1
2

3 + 1 sin 100
4

1
4

1
4

= (2 cos 90 sin (10)) +


1
4

= (2 0 sin (10)) +
=

1
8

1
8

1
2

1
8

13. Jawaban: c

sinA + sinB
cos A + cosB

10. Jawaban: e
tan 195 + tan 105

2 sin (195 + 105)


cos (195 + 105) + cos (195 105)

2 sin 300
cos 300 + cos 90

2 (
1
2

1
2

3)

sin A = 5 cos A = 5

=
=
=
=
=

2 sin 2A
2
3

2 2 sin A cos A

( )

(2 cos2 A 1) +

1
2

96
50
39
50

3
2

A B
2

= 2 2

cos

A B
2

= 2 2

1
1

A B

cos (A B) = cos 2

2
= 2 cos2

A B
2

= 2( 2 2 )2 1
=0
1

sin (2x + 110) + sin (2x 10) = 2


1

2 sin 2 (4x + 100) cos 2 (120) = 2


96

= 39

12. Jawaban: c
4 sin 72 cos 144 sin 216
= 2 sin 72 (2 sin 216 cos 144)
= 2 sin 72 (sin (216 + 144) + sin 216 144))

64

14. Jawaban: d

18
25

1
3

2 ( 2 ) cos

3
4
5
3
3
+ 2 ( )2
2
5

96
50
75 36
50 + 50

4
5

1
3

= 2 2

48
25

A B
2

4 sin A cos A

3
2

A +B
2
A +B
2

= 2

A +B
2

2
2 + 2 cos A

2
6

cos

2 sin

cos [( + A) ( A)] + cos [( + A) + ( A)]

cos 2A + cos

A +B
2

tan

2 sin [( + A) ( A)]

)
)
)
)

A B
2
A B
2

sin A + sin B = 2 2

= tan ( 3 + A) + tan (( 3 A))


=

tan ( 3 + A) tan ( 3 A)

A +B
2
A +B
2

A +B
2

A +B
cos 2

11. Jawaban: b

1
2
1
2

( ) cos (
2 cos (
) cos (
sin (
cos (
2 sin

sin

= 2 3

+0

= 2 sin 72 (sin 360 + sin 72)


= 2 sin 72 (0 + sin 72)
= 2 sin 72 (0 + sin 72)
= 2 sin2 72
= 1 cos (2 72)
= 1 cos 144

Trigonometri

2 sin (2x + 50) 2 = 2


1

sin (2x + 50) = 2 = sin 30

2x + 50 = 30 + k 360
2x = 20 + k 360

x = 10 + k 180

k = 1 x = 170
k = 2 x = 350
2x + 50 = (180 30) + k 360
2x = 100 + k 360

x = 50 + k 180
k = 0 x = 50
k = 1 x = 230
Jadi, himpunan penyelesaiannya {50, 170, 230,
350}.

= (

1
2

2 1 3 + 1 2 1 )(1 + 1 3 )

= (

1
4

6 + 1 2 )(1 + 1 3 )

cos (x + 3 ) cos (x 3 ) = 2
1

2 sin 2 (2x) sin 2 (2 3 ) = 2

2 sin x sin 3 = 2

1
1

2 sin x 2

3 = 2

3
3
3

sin x =

sin x = sin 6

6 + 5 2

3
8

6 5 2
8

4 sin 20 sin 40 sin 80


= 2(2 sin 20 sin 40) sin 80
= 2(cos 20 cos 60) sin 80
= 2 cos 20 sin 80 2 cos 60 sin 80
= 2 sin 80 cos 20 2 cos 60 sin 80

b.

x = 6 + k 2

x = ( ( 6 )) + k 2

4 sin 10 sin 50 sin 70


= 4 sin 70 sin 50 sin 10
= 2(2 sin 70 sin 50) sin 10
= 2(cos 20 cos 120) sin 10
1

= 2 (cos 20 ( 2 )) sin 10

= 2 cos 20 sin 10 + sin 10


= (sin 30 sin 10) + sin 10

x = 6 + k 2
7

k = 0 x= 6

= sin 30 = 2

11

Jadi, nilai x yang memenuhi 6 dan 6 .

3. a.

B. Kerjakan soal-soal berikut.


4 cos cos
= 4 cos 75 cos 15
= 2(2 cos 75 cos 15)
= 2(cos (75 + 15) + cos (75 15))
= 2(cos 90 + cos 60)
= 2(0 + 2 )
=1
2 sin2 cos
= sin (2 sin cos )
= sin 75(2 sin 75 cos 15)
= (sin (45 + 30)(sin (75 + 15)
+ sin (75 15))
= (sin 45 cos 30 + cos 45 sin 30)(sin 90
+ sin 60)

(cos 165 + cos 465)(sin 15 + sin 105)


= (2 cos 315 cos (150))(2 sin 60 cos (45))
= 2 2 cos 315 cos 150 sin 60 cos 45
= 4 cos (270 + 45) cos (90 + 60) sin 60
sin 45
= 4 sin 45(sin 60) sin 60 sin 45
=4

b.

3
8

= sin 80 + 2 3 sin 80 = 2 3

11

1. a.

6 + 3 2 + 1 2 + 1 6

k = 1 x= 6
2)

= (sin 100 + sin 60) 2 2 sin 80


= sin (180 80) + sin 60 sin 80

1
2

1)

2. a.

1
4

=
=

6 + 1 18 + 1 2 + 1 6

1
4

15. Jawaban: a

=
b.

1
4

1
2

3 1 3 1 2

1
2

23=

3
2

cos 20 cos 80 cos 40


= (cos 20 cos 80) cos 40
= (2 sin 50 sin (30)) cos 40
= 2 sin 50(sin 30) cos 40
= 2 sin 50 sin 30 cos 40

Matematika Kelas XI Program IPA

65

= 2 sin 50 2 cos 40
= sin 50 cos 40
= cos 40 cos 50 = 0
4. a.

cos4 sin4
1 tan4

sin 52 sin 68 sin 47 cos 77


cos 65 cos 81
1

= 2 (cos 120 cos (16)) 2 (sin 124


+ sin (30))
=

1
2 (cos

1
(cos
2

146 + cos (16))

120 cos 16)

1
(sin 124
2

cos 120 +

1
2

= 2 2 2 sin 124 + 2 2

= 4 + 4 2 sin 124 2 cos 146

a.

b.

1
2

b.

x
y

2 (sin (195 + 75) + sin (195 75))


1

= 4 (cos 270 cos 120) (sin 270 + sin 120)


1

3)
= 4 (0 ( 2 )) (1 +
2
1

3)
= 8 (1 +
2
1

3)
= 8 (1
2
5. Akan dibuktikan bahwa ruas kiri = ruas kanan.

66

Trigonometri

cos + sin2
cos2

)(

cos2 sin2
cos2

(cos2 sin2 )

( ) (cos sin )
2

1
1

2 sin 2 cos
2 cos 2 cos
sin 2

c.

x2 + y2 = (2 sin 2 cos )2 + (2 cos 2 cos )2


= 4 sin2 2 cos2 + 4 cos2 2 cos2
= 4 cos2 (sin2 2 + cos2 2)
= 4 cos2 1
1 + cos 2

= 4

cos

x + y = 2 sin 2 cos + 2 cos 2 cos

= 2 (cos (195 + 75) cos (195 75))

sin 2

= cos 2
= tan 2 (terbukti)

sin2 195 sin 75 cos 75


= (sin 195 sin 75)(sin 195 cos 75)

cos2

= 2 cos (sin 2 + cos 2) (terbukti)

= 2 2 sin 56 + 2 sin 56
=

cos2

(cos2 sin2 )
2

)(

= 2 cos 2 (3 + ) cos 2 (3 )
= 2 cos 2 cos

= 2 2 sin 56 2 (sin 56)


1

cos

= 2 2 sin (180 56) 2 cos (90 + 56)


1

+ sin 2

= 2 sin 2 (3 + ) cos 2 (3 )
= 2 sin 2 cos
y = cos 3 + cos

cos2

6. x = sin 3 + sin

2 cos 146
1

cos

= cos4 (terbukti)

2 cos 16
1

1 (cos2 sin2 )
2

c os4

2 sin 124 + 2 sin 30 2 cos 146

cos 16

(cos2 + sin2 )(cos2 sin4 )


(1 + tan2 )(1 tan2 )

cos4

sin 30) 2 (cos 146 + cos 16)


1
2

= 2 + 2 cos 2 (terbukti)
7. a.

= cos cos cos3


cos5
1

= 2 (cos 2 + cos 0) cos 3


1

= 2 (cos 2 + 1) cos 3
1

= 2 (cos 2 cos + cos ) cos 2


1 1

= 2 ( 2 (cos 3 + cos ) + cos ) cos 2


1 1

= 2 ( 2 cos 3 + 2 cos ) cos 2

+ 3 sin 3 3 sin 6 sin )

= 4 (cos 3 + 3 cos ) cos 2


1

= 4 (cos 3 cos + 3 cos cos ) cos


1 1

= 4 ( 2 (cos 4 + cos 2)

1
16

1
16

(sin 5 + 5 sin 3 10 sin )

(10 sin 5 sin 3 + sin 5) (terbukti)

+ 3 2 (cos 2 + cos 0)) cos


=
=
=

1
(cos 4 + cos 2 + 3 cos 2 + 3) cos
8
1
(cos 4 cos + 4 cos 2 cos + 3 cos )
8
1 1
( (cos 5 + cos 3)
8 2
1
+ 4 2 (cos 3 + cos ) + 3 cos )
1
(cos 5 + cos 3 + 4 cos 3
16

8. a.

2 sin

sin + sin
cos + cos

+
2
+
cos 2

sin

= tan 2
b.

+ 4 cos + 6 cos )

sin + sin
cos cos

= 16 (cos 5 + 5 cos 3 + 10 cos )

cos 2
2
+

2 sin 2 sin 2

= cotan (( 2 ))

1
2

= (cos 2 cos 0) sin3


=
=

1
(cos
2

= cotan 2

(cos 2 1) sin3

(terbukti)

9. Jumlah besar sudut segitiga = 180


A + B + C = 180

B + C = 180 A

2 sin sin ) sin2

1 1

= ( 2 (sin 3 sin ) sin ) sin2


2
1 1

sin 2

cos

= cotan 2

sin5
= sin sin sin3

(terbukti)

2 sin

= 16 (10 cos + 5 cos 3 + cos 5) (terbukti)


b.

cos 2
2

= 2 cos + cos
2
2

= ( 2 sin 3 sin ) sin2


2
2

B+C
2

= 90 2

= (sin 3 3 sin ) sin2

A + B + C = 180
B + C 2C = 180 A 2C

B C = 180 (A + 2C)

1
4
1
(sin 3 sin 3 sin sin ) sin
4
1 1
1
( (cos 4 cos 2) 3 ( )
4 2
2

B+C

= (cos 4 + cos 2 + 3 cos 2 3) sin

2 sin ( 2

4 sin + cos 2 sin

2 sin ( 2

B+C

BC

) cos ( 2

BC

) cos ( 2
B+C

+ 3 cos 2 sin 2sin )


1 1
1
( (sin 5 sin 3) + (sin 3 sin
8 2
2
1
+ 3 (sin 3 sin ) 3 sin )
2
1
(sin 5 + sin 3 + sin 3 sin
16

= 90 ( 2 + C)
sin B + sin C = 2 sin A
sin B + sin C = 2 sin (180 (B + C))
sin B + sin C = 2 sin (B + C)

(cos 2q cos 0)) sin q


1
8
1
(cos
8

BC
2

= 2 2 sin ( 2
)

BC

cos ( 2

B+C

) = 2 sin 2( 2
)
B+C

) cos ( 2
B+C

) = 2 cos ( 2

cos 2 cos 2 + sin 2 sin 2


B

= 2 (cos 2 cos 2 sin 2 sin 2 )

Matematika Kelas XI Program IPA

67

sin 2 sin 2 + 2 sin 2 sin 2


B

= 2 cos 2 cos 2 cos 2 cos 2


B

cos a + cos b
sin a + sin b

10.

3 sin 2 sin 2 = cos 2 cos 2


sin

cos

B
2
B
2

C
2
C
cos 2

= 3

sin

tan 2 tan 2 = 3
B

2 cos
2 sin

1
(a + b) cos
2
1
(a
+ b) cos
2

cos
sin

6
2

1
(a b)
2
1
(a
b)
2

1
(a + b)
2
1
(a + b)
2

cotan 2 (a + b) = cotan 30
1
2

Jadi, nilai tan 2 tan 2 adalah 3 .

1
2
1
2

(a + b) = 30
a + b = 60

Jadi, sin (a + b) = sin 60 =

1
2

3.

A. Pilihlah jawaban yang tepat.

A sudut lancip (kuadran I) maka cos A = 5 .

1. Jawaban: c

B sudut tumpul (kuadran II) maka cos B = 25 .


cos (A B) = cos A cos B + sin A sin B

8 (sin 12 sin 12 + cos 12 cos 12 )


5

= 5 ( 25 ) + 5 25

= 8 (cos 12 cos 12 + sin 12 sin 12 )


5

24

72

28

44

= 125 + 125 = 125

= 8 (cos ( 12 12 ))

4. Jawaban: b
12

sin = 13 ( lancip)

= 8 (cos ( 12 ))

cos = 5 ( tumpul)

= 8 (cos ( 3 ))
1

=8 2 =4

2. Jawaban: b
cos 225 = cos (180 + 45)
= cos 180 cos 45 sin 180 cos 45
= 1

1
2

2 0

1
2

25

68

3
Trigonometri

12

24

= 13 ( 5 ) + 13 5

sin B = 25

cos = 13
sin = 5
sin = sin (180 ( + ))
= sin ( + )
= sin cos + cos sin

3. Jawaban: d

12

13

=2 2

sin A = 5

24

36

20

= 65 + 65
7

16
65

5. Jawaban: a
sin( + )
tan + tan

9. Jawaban: e
2

sin cos + cos sin

sin
cos

sin = 3
Oleh karena cos < 0 maka cos bernilai negatif.

sin
cos

sin cos + cos sin

sin cos + cos sin


cos cos

= cos cos
6. Jawaban: e
1

tan tan = 3

sin
cos

sin
cos

= 3

sin cos sin cos


cos cos

1
3

sin cos cos sin

1
3

48
65

tan =

2
5

tan 2 =

2 tan
1 tan2

48

= 3

cos ( ) = cos 3
1

cos cos + sin sin = 2

cos cos + 4 = 2

1
1

cos cos = 4
cos ( + ) = cos cos sin sin
1

= 4 4
=0
8. Jawaban: c

sin ( ) = 5
3

1
5

cos sin = 5
2

cos sin = 5
cos sin = 5

sin ( + ) = sin cos + cos sin


1

= 5 5
=

1
5

=5 5

2 5 5

1( 2 5 )2

4 5
5
1
5

4 5
5
1
5

10. Jawaban: e
cos x = a
cos 2x = 2 cos2 x 1
= 2a2 1
cos 4x = 2 cos2 2x 1
= 2(2a2 1)2 1
= 2(4a4 4a2 + 1) 1
= 8a4 8a2 + 2 1
= 8a4 8a2 + 1
11. Jawaban: c
sin2 62 cos2 62
= (cos2 62 sin2 62)
= (cos 2 62)
= (cos 124)
= (0,6)
= 0,6

5
3

12. Jawaban: e
cos 72 cos 27 + sin 72 sin 27
= cos (72 27)
= cos 45

sin cos cos sin = 5

= 4 5

7. Jawaban: e

16

94
5

94
3

sin ( ) = 65

sin cos cos sin = 3 65

32 22
3

cos =

= 2 2
13. Jawaban: d
2 cos2 = 1 + 2 sin 2
2 cos2 1 = 2 sin 2

os 2 = 2 sin 2

tan 2 = 2

2
2

Matematika Kelas XI Program IPA

69

Oleh karena 2 sudut lancip maka diperoleh sin


2 =

1
5

dan cos 2 =

2
.
5

Oleh karena 2 sudut lancip maka juga sudut


lancip sehingga tan bernilai positif.
tan =

16. Jawaban: d
cos 2 = 2 cos2 1

1 cos 2
1 + cos 2

cos 2 + 1
2

cos =

Oleh karena 157,5 berada di kuadran II maka cos


157,5 bertanda negatif.

=2

5 2
5 2

5 +2
5 2

17. Jawaban: a
2 tan A + tan B = 4

( 5 2)
54

( 5 2)2

5 2

(sin + cos )2 =
sin2 + 2 sin cos + cos2 =
1 + 2 sin cos =

2 sin cos =

sin 2 =

tan 2A =

3
4
3
( 4 )2
9
16
9
16

sin + cos =

cos 48 =

2 tan A
1 tan2 A
1

2 2

1 1

=
=

16
7
16

1
1
1
3
4

1
4

tan2A + tanB

tan (2A + B) = 1 tan2A tanB

p
1

1 p
1

1 p

sin 96 = sin (2 48)


= 2 sin 48 cos 48
= 2p 1 p2

48
2

1 p

= 3

15. Jawaban: c
sin 48 = p =

4
3

+3
4

1 3 3
13
3

18. Jawaban: a
6 sin 112,5 sin 22,5
= 3(cos 135 cos 90)
= 3(cos (90 + 45) 0)
= 3(sin 45)
2

Trigonometri

13

= 9

= 3( 1 2 ) = 3 2

70

2 2 tan A 6 tan B = 17

7 tan B = 21

tan B = 3

14. Jawaban: b

2 tan A + tan B = 4

2 tan A + tan B = 4 2 tan A + 3 = 4

2 tan A = 1

5 2.

2+ 2

17
tan A 3 tan B = 2

Jadi, nilai tan =

2 +2
4

5
5+2

2 +1
2

5 2

1
2

5
2

1+

cos 315 + 1
2

cos 157,5 =

tan A = 2

19. Jawaban: e
2 sin 82,5 cos 37,5
= sin (82,5 + 37,5) + sin (82,5 37,5)
= sin 120o + sin 45o
= sin (2 60o) + sin 45o
= 2sin 60o cos 60o + sin 45o
1

=2 2 3 2 + 2 2
1

= 2 3 + 2 2

k = 0 x = 105
1

sin 2x = 2

sin 2x = (180 210) + k 360


2x = 30 + k 360
x = 15 + k 180
k = 1 x = 165
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {105, 165}.
23. Jawaban: b
5

sin C = 6 sin (180 (A + B)) = 6

= 2 ( 3 + 2)

sin80 + sin40
cos 80 + cos 40

2 sin 80+ 40 cos 80 40

2
2
2 cos 80+ 40 cos 80 40

2
2

sin60

1
2

sin A cos B = 2 (sin (A + B) + sin (A B))


1 5
1

3
1
2

= 3

24. Jawaban: d
1

27

= 4( 5 )3 2( 5 )
42

= 4( 125 ) ( 5 ) = 125
22. Jawaban: b
cos 4x + 3 sin 2x = 1
(1 2 sin2 2x) + 3 sin 2x = 1
2 sin2 2x 3 sin 2x 2 = 0
(2 sin 2x + 1)(sin 2x 2) = 0
2 sin 2x + 1 = 0 atau sin 2x 2 = 0
sin 2x =

atau

1
2

sin 2x = sin 210


2x = 210 + k 360
x = 105 + k 180

cos 2 (A B) = 1 3 maka sin 2 (A B) = 2


2

cos x = 5 dan sin x = 5 .


cos 3x + cos x = 2 cos 2x cos x
= 2(2 cos2 x 1) cos x
= 4 cos3 x 2 cos x

1
2

cos 2 (A + B) =
maka sin 2 (A + B) = 5
5

= 2 6

Diketahui tan x = 3 .
Oleh karena x lancip maka

sin 2x =

= 2(6 + 2)

21. Jawaban: a

sin (A + B) = 6

sin (A B) = sin 30 = 2

= cos 60

20. Jawaban: e

cos A cos B = 2 sin 2 (A + B) sin 2 (A B)


4

= 2 5 2 = 5
25. Jawaban: c
Diketahui + = 90 maka sin = cos dan cos
= sin .
cos 2 cos 2
sin2

=
=

1
2

2 sin (2 + 2) sin

1
2

(2 2)

2 sin cos

2 sin ( + ) sin ( )
2 sin cos

sin 90 sin ( )
sin cos

1(sin cos cos sin )


sin cos

sin cos
sin cos

cos
cos

sin
sin

sin
cos

sin
cos

sin 2x = 2

cos sin
sin cos

= tan + tan
= tan tan

Matematika Kelas XI Program IPA

71

26. Jawaban: b

28. Jawaban: e

cos 3x sin 6x cos 9x


sin 9x cos 6x sin 3x

3 cos x +

cos 3x cos 9x sin 6x


sin 9x sin 3x cos 6x

2 sin 6x sin (3x) sin 6x


2 cos 6x sin 3x cos 6x

2 sin 6x sin 3x sin 6x


2 cos 6x sin 3x cos 6x

sin 6x (2 sin 3x 1)
cos 6x (2 sin 3x 1)

3(

sin 6x
cos 6x

) = cos ( x )

3(cos x cos 6 sin x sin 6 )

= cos x cos 6 + sin x

sin 6
3
2

3 3
2

Diperoleh a =

3 dan b = 3

( 3)2 + (3)2

3+9

12

3 cos x = 2 sin x
sin x =

3
2

= 2

Oleh karena a positif dan b negatif maka berada


di kuadran IV.

3
3

= 3

= 300

3 cos x 3 sin x =

2 3 cos (x 300) =

3
1

cos (x 300) = 2
cos (x 300) = cos 60

x 300 = 60 + k 360

x = 360 + k 360
k = 1 x = 0
k = 1 x = 360
x2 300 = 60 + k 360
x2 = 240 + k 360
k = 0 x = 240
Jadi, himpunan penyelesaiannya {0, 240, 360).

3
2

cos x

Dengan demikian,
sin 2x = 2 sin x cos x

= 2 3

cos x 2 sin x

3 cos x 2 sin x = 0

3 cos x 3 sin x

cos x + 2 sin x

=0

27. Jawaban: b

tan =

3
2

cos x 2 sin x

= tan 6x

k =

3
2

cos x 2 sin x) =

cosx cos x

3 cos2x

29. Jawaban: a
3 cos 2x + 5 sin x + 1 = 0
3(1 2 sin2 x) + 5 sin x + 1 = 0

3 6 sin2 x + 5 sin x + 1 = 0

6 sin2 x + 5 sin x + 4 = 0

(3 sin x + 4)(2 sin x + 1) = 0


4

sin x = 3 atau sin x = 2

Tidak ada nilai x yang memenuhi persamaan sin x


4

= 3 karena batas nilai minimum sin x adalah 1.


1

sin x = 2

sin x = sin ( 6 )
1

x = 6 + k 2
11

k=1x= 6
1

x = ( ( 6 ) + k 2
7

x = 6 + k 2
7

k=0x= 6
7

11

Jadi, himpunan penyelesaiannya { 6 , 6 }.

72

Trigonometri

30. Jawaban: d

cos 4x + cos 2x = 0

2 cos 3x cos x = 0
cos 3x = 0 atau cos x = 0
a.

b.

Untuk cos 3x = 0

3x =

x=

+k 3

k=1x=
k=2x=

2. a.

x=6 + k 3
k=1x=
k=2x=
k=3x=

b.

b.

Untuk cos x = 0

2 sin 45 sin (30)


2 sin 135 cos 60

2 sin 45 sin 30
2 cos 45 cos 60

x = 2 + k 2

2 cos 60 sin 45
2( cos 30) cos 45

2 2

1
2

2 ( 2 3 )
1
3

1
3

2
1
2

b.

cos (200 a) cos (70 a) sin (200 a)


sin (70 a)
= cos ((200 a) + (70 a))
= cos (270 2a)
= sin 2a

Jadi, himpunan penyelesaiannya { 6 , 6 , 6 ,

B. Kerjakan soal-soal berikut.

4. Oleh karena 0 < A < 90 sehingga sin A, cos A,


dan tan A bernilai positif.

cos (67 22)


sin (130 + 110)

cos 45
sin 240

cos 2A = 4

1
2
1
2

1 2sin2A = 4

2
3

sin (200 + a) cos (20 a) cos (200 + a)


sin (20 a)
= sin ((200 + a) (20 a))
= sin (180 + 2a)
= sin 2a

=1

3. a.

k=1 x = 6

cos 67 cos 22 + sin 67 sin 22


sin 130 cos 110 + cos 130 sin 110

2 cos 60 sin 45
2 cos 210 cos 45

k=0x= 2

1. a.

2 2 2 2

11

x = 2 + k 2

, 6 , 6 }.

2 2 2 2

sin 105 sin 15


cos 255 + cos 165

3 (1)

cos 15 cos 75
sin 195 + sin 75

6
7

6
11

cos x = 0 cos x = cos 2

7
6

(tan 187,5 + tan 52,5)(tan 187,5 tan 52,5)


(1 tan 187,5 tan 52,5)(1 + tan 187,5 tan 52,5)

= 3

6
5

6
3

3x = 2 + k 2

= tan (187,5 + 52,5) tan (187,5 52,5)


= tan 240 tan 135

+ k 2

k=0x=

=3

tan2 187,5 tan2 52,5


1 (tan 187,5 tan 52,5)2

cos 3x = 0 cos 3x = cos 2

2
3

3
3

sin2A =

3
4

Matematika Kelas XI Program IPA

73

sin A =

1
8

sin A =

2
4

4 ( 2)
4

cos A =
a.

10
16 2
4

14
4

sinA

tan A = cos A
=

2
4
14
4

2
14

28
14

2 7
14

14
14

p=

102 62

100 36

64

=8
8

cos (x + y) = cos x cos y sin x sin y

= 7 7
1
7

7.

28
8

2 7
8

2
4

40

sin (x + y) = sin x cos y + cos x sin y


12

6. a.

= 13
12

sin x = 13
5

cos x = 13

74

cos (A B)
cos (A + B)

Trigonometri

30

126

63

= 5

14

169

96

5 cos (A B) = 9 cos (A + B)
5(cos A cos B + sin A sin B)
= 9(cos A cos B sin A sin B)
5 cos A cos B + 5 sin A sin B
= 9 cos A cos B 9 sin A sin B
14 sin A sin B = 4 cos A cos B

= 130 = 65

144 + 25

= 130 + 130

12

= 13 10 + 13 10

= 4 7

12

122 + 52

16

= 130 = 65
b.

tan x = 5 sehingga:

p=

72

32

14
4

12

= 130 130

Jadi, sin 2A = 4 7 .
5. a.

= 13 10 13 10

sin 2A = 2 sin A cos A


=2

tan y = 8

cos y = 10

Jadi, tan A =
b.

sin y = 10 sehingga:

b.

sinA
cos A

=4

cos B
sin B

7 tan A = 2 cotan B (dapat ditunjukkan)

tan B = 2
1

tan B = 2 cotan B = 2
7 tan A = 2 cotan B
1

7 tan A = 2( 2 )

tan A = 7

tanA + tan B
1 tanA tan B

tan (A + B) =

1
7

a.

+2

sin C = sin (180 2)


= sin (2)
= 2 sin cos
12

15
7
5
7

=3

Jadi, tan (A + B) = 3.

120

b.

tan (180 2)
= tan 2a
2 tan
1 tan2

( )
1 ( )

tanA + tanB

tan (A + B) = 1 tanA tanB


tan A + tan B = tan (A + B)(1 tan A tan B)
Oleh karena itu, maka:
tan A + tan B + tan C
= tan (A + B)(1 tan A tan B) + tan C
= tan (180 C)(1 tan A tan B) + tan C
= (tan C)(1 tan A tan B) + tan C
= tan C + tan A tan B tan C + tan C
= tan A tan B tan C (terbukti)
C

8.

12
5

AC AD

24

25

120

5 cm

Oleh karena 2 < 2x < 2 4 < x < maka cos


x bernilai negatif.
cos 2x + 1
2
a 1
a +1

5 cm

120

Jadi, tan C = 119 .


9. cos 2x = 2 cos2 x 1

24
5
119
25

= 5 119 = 119

13 cm

12
5

cos x =

13 cm

120

Jadi, sin C = 169 .

7. Ingat:

= 2 ( 13 )( 13 ) = 169

1 7 2

+1

a 1+ a + 1
2(a + 1)

a
a +1

a
a +1

CD =
=

132 52

144

a +1

= 12 cm

12

sin = 13
5

cos = 13

tan x =

sin x
cos x

a +1
a

12

tan = 5
A + B + C

1
a +1

sin x =

= 180
= 180 (A + B)
= 180 (A + B)
= 180 2

a +1

1
a

1
a

Matematika Kelas XI Program IPA

75

10. a.

sin x

3 cos x = 1

3 cos x + sin x = 1

( 3)2 + 12 = 2

a = 3 , b = 1, k =
b

tan = a ,
= 150
sin x

1
3

=3

3 ( di kuadran II)

3 cos = 1

2 cos (x 150) = 1

cos (x 150) = 2
cos (x 150) = cos 60

x 150 = 60 + k 360

x = 210 + k 360
k = 0 x = 210
x 150 = 60 + k 360

x = 90 + k 360
k = 0 x = 90
Jadi, himpunan penyelesaiannya {90, 210}.

76

Trigonometri

b.

cos (75 x) cos (15 x) = 0


1

2 sin 2 (90 2x) sin 2 (60) = 0

2 sin (45 x) sin 30 = 0

2 sin (45 x) 2 = 0

sin (45 x) = 0
sin (45 x) = sin 0

45 x = 0 + k 360

x = 45 + k 360

x = 45 k 360
k = 0 x = 45
45 x = 180 + k 360

x = 135 + k 360

x = 135 k 360
k = 1 x = 225
Jadi, himpunan penyelesaiannya {45, 225}.

Persamaan Lingkaran dan Garis Singgung Lngkaran

Persamaan Lingkaran

Persamaan lingkaran.
Kedudukan titik terhadap lingkaran.
Kedudukan garis terhadap lingkaran.

Garis Singgung Lingkaran

Persamaan garis singgung lingkaran di


suatu titik pada lingkaran.
Persamaan garis singgung lingkaran di
suatu titik di luar lingkaran.

Menghargai pendapat saat menuliskan berbagai bentuk persamaan


lingkaran.
Bersikap kreatif untuk menentukan persamaan garis singgung yang
melalui titik di luar lingkaran.
Mampu menentukan persamaan lingkaran yang berpusat di O(0, 0) dan
P(a, b).
Mampu menentukan unsur-unsur lingkaran apabila diketahui
persamaannya.
Mampu menentukan kedudukan titik terhadap lingkaran.
Mampu menentukan kedudukan garis terhadap lingkaran.
Mampu menentukan persamaan garis singgung lingkaran di suatu titik
pada lingkaran.
Mampu menentukan persamaan garis singgung lingkaran di suatu titik
di luar lingkaran.
Mampu menentukan persamaan garis singgung lingkaran yang diketahui
gradiennya.

Matematika Kelas XI Program IPA

77

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Persamaan lingkaran dengan pusat O(0, 0) adalah
x2 + y2 = r2.
Lingkaran melalui titik (4, 2):
x2 + y2 = r2 (4)2 + (2)2 = r2

r2 = 16 + 4 = 20
Jadi, persamaan lingkarannya x2 + y2 = 20.
2. Jawaban: d
Dari gambar diperoleh koordinat titik pusat lingkaran
P(10, 6) dan jari-jarinya 10. Persamaan lingkarannya:
(x 10)2 + (y (6))2 = 102
(x 10)2 + (y + 6)2 = 100
3. Jawaban: d
Lingkaran berpusat di (1, 3) dan melalui titik (4, 2).
Jarak titik ke titik pusat sama dengan jari-jari.

  +  + 

r =
=

  + 

+

3)2

 



  + 

 + + 



= 
=5

(  )

)2

= (1, 1)

Persamaan lingkarannya (x 1)2 + (y + 1)2 = r2.


Lingkaran melalui titik (6, 1), berarti:
(6 1)2 + (1 + 1)2 = r2

r2 = 25 + 4 = 29
Persamaan lingkaran:
(x 1)2 + (y + 1)2 = r2
x2 2x + 1 + y2 + 2y + 1 = 29

x2 + y2 2x + 2y 27 = 0
5. Jawaban: a
x2 + y2 6x 4y 3 = 0
x2 6x + 9 + y2 4y + 4 = 3 + 9 + 4

(x 3)2 + (y 2)2 = 16
Diperoleh koordinat titik pusat lingkaran (3, 2) dan
jari-jarinya 4. Grafik lingkaran yang sesuai ada
pada pilihan a.

78

4. Jawaban: a
Titik pusat lingkaran terletak di tengah titik ujungujung diameter.



,







titik  p, 4 .

L: (x
+ (y +
= ( 
x2 2x + 1 + y2 + 6y + 9 = 10
x2 + y2 2x + 6y + 10 = 10
x2 + y2 2x + 6y + 10 10 = 0
x2 + y2 2x + 6y = 0

P=




  +   

r =

7. Jawaban: c
Lingkaran x2 + y2 + px + 8y + 9 = 0 berpusat di

= 
Persamaan lingkaran:
1)2

6. Jawaban: d
Lingkaran x2 + y2 + 6x 2y + a = 0 melalui titik
(1, 4), berarti:
(1)2 + (4)2 + 6(1) 2(4) + a = 0

1 + 16 + 6 8 + a = 0

a = 15
Diperoleh persamaan lingkaran x2 + y2 + 6x 2y 15
= 0.
Jari-jari lingkaran:

Persamaan Lingkaran dan Garis Singgung Lingkaran

r =

+   

 



+   

 


+

Lingkaran menyinggung sumbu X sehingga


diperoleh:
r = |ordinat pusat|
 


+  = |4|


 

  +  = |4|2




p2 + 7 = 16



p2 = 9

p2 = 36

p =6
Jadi, pusat lingkaran adalah (3, 4) atau (3, 4).
8. Jawaban: d
L: x2 + y2 + ax + by + c = 0
1) Melalui titik A (0, 0):
02 + 02 + a 0 + b 0 + c = 0

c=0

. . . (1)

2)

Melalui titik B (2, 4):


(2)2 + (4)2 + a (2) + b 4 + c = 0

4 + 16 2a + 4b + c = 0

2a 4b + c = 20

2a 4b + 0 = 20

a 2b = 10

a = 2b + 10 . . . (2)
3) Melalui titik C (1, 7):
(1)2 + 72 + a (1) + b 7 + c = 0

1 + 49 a + 7b + 0 = 0

50 a + 7b = 0

a 7b = 50 . . . (3)
Substitusikan persamaan (2) ke dalam persamaan (3).
a 7b = 50
2b + 10 7b = 50

5b = 40

b = 8
a = 2b + 10
= 2(8) + 10
= 16 + 10 = 6
Jadi persamaan lingkaran adalah:
x2 + y2 + ax + by + c = 0
x2 + y2 6x 8y = 0

------------

9. Jawaban: e
Y
Lingkaran L menyinggung sumbu Y di titik
(0, 6) dan pusatnya di
r
6 ------- P
garis y = 2x.
y = 6 2x = 6
x=3
0
3
Pusat lingkaran P(3, 6)
dan jari-jari 3.
Jadi, persamaan lingkaran L adalah
(x 3)2 + (y 6)2 = 32
2
x 6x + 9 + y2 12y + 36 = 9

x2 + y2 6x 12y + 36 = 0

a= 
Jadi, syarat agar garis ax + y = 0 menyinggung


lingkaran L adalah nilai a =  .

r =

  +  +  =
1)2

L: (x
+ (y +
= (  )2
2
2
(x 1) + (y + 3) = 16
Persamaan lingkarannya:
L: (x 1)2 + (y + 3)2 = 16
2. a.

3)2

L1 : x2 + y2 4x + 8y + 15 = 0
x2 4x + 4 + y2 + 8y + 16 = 15 + 4 + 16

(x 2)2 + (y + 4)2 = 5
Lingkaran L1 berpusat di titik (2, 4) dan
berjari-jari r =

b.

.

Persamaan lingkaran L 2 yang berpusat di


(2, 4) dan berjari-jari 2  adalah:
(x 2)2 + (y + 4)2 = (2  )2
x2 4x + 4 + y2 + 8y + 16 = 20

x2 + y2 4x + 8y = 0

y = 2x

10. Jawaban: b
Persamaan lingkaran L dengan pusat (1, 3) dan
jari-jari r = 1:
(x + 1)2 + (y 3)2 = 12
x2 + y2 + 2x 6y + 9 = 0
. . . (1)
Garis g: ax + y = 0 y = ax . . . (2)
Substitusikan persamaan (2) ke persamaan (1).
x2 + (ax) 2 + 2x 6(ax) + 9 = 0
x2 + a2x2 + 2x + 6ax + 9 = 0
(a2 + 1)x2 + (2 + 6a)x + 9 = 0
Syarat garis menyinggung lingkaran adalah D = 0.
(2 + 6a)2 4(a2 + 1) 9 = 0
4 + 24a + 36a2 36a2 36 = 0

24a = 32


B. Uraian
1. a. Persamaan lingkaran yang berpusat di (2, 3)
dan jari-jari 4.
L: (x 2)2 + (y 3) = 42
(x 2)2 + (y 3) = 16
b. Persamaan lingkaran yang berpusat di
(1, 3) dan melalui titik (1, 1).

3. x2 + y2 8x 12y + n = 0
a. Lingkaran melalui titik (1, 3) berarti:
(1)2 + 32 8(1) 12(3) + n = 0
1 + 9 + 8 36 + n = 0

n = 18
b. x2 + y2 8x 12y + 18 = 0



Pusat:  (8),  (12) = (4, 6)

Jari-jari: r =
=


 

  =



Jarak titik O(0, 0) ke titik pusat lingkaran (4, 6).


d=

c.


 =


 =



Oleh karena d > r maka titik O(0, 0) berada di


luar lingkaran.
Jarak garis y = 2x 5 2x y 5 = 0 ke
titik pusat lingkaran (4, 6) adalah:
s =
=

   

 
 



Oleh karena s =
















 1,34 < r =  5,83

maka garis y = 2x 5 memotong lingkaran di


dua titik.

Matematika Kelas XI Program IPA

79


k2 20 > 0
(k  )(k +  ) > 0
(k 2  )(k + 2  ) > 0

4. Pusat lingkaran = (2, 4).


a. Jari-jari lingkaran sama dengan jarak titik
pusat (2, 4) ke garis 3x 4y + 3 = 0, yaitu:
r=
b.

  + 

+  + 


 + 





=5

Persamaan lingkaran dengan pusat (2, 4) dan


jari-jari r = 5:
(x 2)2 + (y + 4)2 = 52
x2 4x + 4 + y2 + 8y + 16 25 = 0

x2 + y2 4x + 8y 5 = 0

5. Titik pusat lingkaran: P(2, 1).

 +  

 +


k < 2  atau k > 2 


Jadi, batas-batas nilai k adalah k < 2  atau
k > 2 .
7. Jari-jarinya sama dengan jarak titik P(3, 4) ke
garis g: 4x 3y 49 = 0
 + 




   + 
 + 


8.

Oleh karena d =

 + 

=5

2
1
O

< r = 3 maka garis

2 1 0
1




3 4

6 7

2
A

Jarak titik P(2, 1) ke garis 3x 4y 5 = 0:


d=




2x y + 1 = 0 memotong lingkaran L.

    






 + 

r2 = 52 = 25
Persamaan lingkarannya:
L: (x 3)2 + (y + 4) = 25

> r = 3 maka garis

Jarak titik P(2, 1) ke garis 2x y + 1 = 0:


d=

 +  

x + y 8 = 0 tidak berpotongan dengan


lingkaran L.

c.

  +   + 

r=d =




Oleh karena d 1 =

b.

2 

Jarak titik P(2, 1) ke garis x + y 8 = 0:


d=

2 

 +  +  = 3

Jari-jari lingkaran: r =
a.

4
5
6

=3

3x + 4y = 0

Oleh karena d = r = 3 maka garis 3x 4y 5 = 0


menyinggung lingkaran L.
d.

Jarak titik P(2, 1) ke garis 2x + 2y 1 = 0:


2x + 2y 1 = 0:
d=

  +   
 + 

Oleh karena d =

=

 


 

< r = 3 maka garis

2x + 2y 1 = 0 memotong lingkaran L.
6. A: 2x + y = k y = k 2x
Substitusi A ke persamaan lingkaran L:
x2 + (k 2x)2 = 4
x2 + k2 4kx + 4x2 = 4
5x2 4kx + k2 4 = 0
Syarat garis A tidak memotong lingkaran L di dua
titik yaitu D < 0.
(4k)2 4 5 (k2 4) < 0

16k2 20k2 + 80 < 0

4k2 + 80 < 0

80

Persamaan Lingkaran dan Garis Singgung Lingkaran

OB = OA =  +  = 
 =  = 5
Titik pusat lingkaran: P(r, 5).
Panjang jari-jari lingkaran sama dengan jarak titik
P ke garis 3x + 4y = 0, yaitu:
r =

 +  
 + 


r2 =

 


r2 =

 


25r2 = 9r2 120r + 400


2
16r + 120 r 400 = 0

2r2 + 15r 50 = 0

(2r 5)(r + 10) = 0

r =  atau r = 10


Oleh karena r > 0 maka r =  .

Persamaan lingkaran berpusat di P(  , 5) dan




x2

+ (y 5)2 =

5x +








y2

10y + 25 =

b2 4ac = 0 (2r + 2)2 4  3 = 0

4r2 + 8r + 4 16 = 0

4r2 + 8r 12 = 0

r2 + 2r 3 = 0

(r + 3)(r 1) = 0

r = 3 atau r = 1




y2

9.

y=
P1

P
r1

r1

P2
r2




Diperoleh titik pusat P1(3,


Jarak kedua titik pusat:

 

y= 

r2
T2

P1P2 =

(2r + 2)x + 3 = 0

Oleh karena lingkaran menyinggung garis, maka


diskriminan (D) = 0, yaitu:

+ 5x 10y + 25 = 0
Jadi, persamaan lingkarannya:
x2 + y2 5x 10y + 25 = 0.
x2

 2
x


berjari-jari r =  :

x2 2rx + r2 +  x2 2x + 3 = r2

Titik pusat kedua lingkaran pada garis y =

 ) dan P2(1,

  +    =

 ).

 +  = 4

10. Segitiga ABC siku-siku di A, maka sisi BC


merupakan diameter lingkaran.
Titik tengah diameter BC merupakan titik pusat
lingkaran, yaitu titik (3, 6).
Panjang diameter sama dengan panjang BC, yaitu:

  +  

berarti ordinat titik pusat adalah  .


Kedua lingkaran menyinggung sumbu Y (x = 0),
maka absis pusatnya sama dengan jari-jari (r).

d = BC =

Diperoleh pusat lingkaran adalah (r,


samaannya:

Jari-jari: r =  d =   =
= 

Persamaan lingkaran dengan pusat (3, 6) dan jari-

(x r)2 + (y

 ) dan per-

 )2 = r2


Substitusi y =  x  ke persamaan lingkaran:



(x r)2 +  x 

jari r =

Lingkaran juga menyinggung garis y =  x  .

 = r2

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: a
Persamaan lingkaran dengan pusat O(0, 0) adalah
x2 + y2 = r2.
Lingkaran melalui titik A(3, 1):
x2 + y2 = r2
(3)2 + (1)2 = r2
r2 = 9 + 1 = 10
Diperoleh persamaan lingkaran: x2 + y2 = 10.
Persamaan garis singgung lingkaran di titik A(3, 1):
x1x + y1y = r2
(3)x + (1)y = 10

3x + y = 10
Jadi, persamaan garis singgung lingkaran di titik
A adalah 3x + y = 10.

 +  =





 :

3)2

(x
+ (y 6)2 = (  )2
x2 6x + 9 + y2 12y + 36 = 45

x2 + y2 6x 12y = 0
Jadi, persamaan lingkaran luar segitiga ABC adalah
x2 + y2 6x 12y = 0.

2. Jawaban: d
x2 + y2 6x + 4y 12 = 0
Untuk x = 7 dan y = 1 diperoleh:
72 + 12 6(7) + 4(1) 12
= 49 + 1 42 + 4 12
=0
Diperoleh titik (7, 1) terletak pada lingkaran
sehingga persamaan garis singgungnya:

7x + 1 y  (x + 7) +  (y + 1) 12 = 0

7x + y 3x 21 + 2y + 2 12 = 0

4x + 3y 31 = 0

Matematika Kelas XI Program IPA

81

3. Jawaban: a
Lingkaran: (x + 4)2 + (y 2)2 = 20
Memotong sumbu X berarti:
y = 0 (x + 4)2 + (0 2)2 = 20

(x + 4)2 + 4 = 20

(x + 4)2 = 16

x+4=4

x = 4 4
x = 8 atau x = 0
Diperoleh titik potong lingkaran terhadap sumbu X
adalah (8, 0) dan (0, 0).
Persamaan garis singgung di titik (8, 0):
(8 + 4)(x + 4) + (0 2)(y 2) = 20
4(x + 4) + (2)(y 2) = 20
4x 16 2y + 4 20 = 0

4x 2y 32 = 0

2x + y + 16 = 0
Persamaan garis singgung di titik (0, 0):
(0 + 4)(x + 4) + (0 2)(y 2) = 20
4(x + 4) + (2)(y 2) = 20
4x + 16 2y + 4 20 = 0

4x 2y = 0

2x y = 0
Jadi, salah satu persamaan garis singgungnya
2x + y + 16 = 0.
4. Jawaban: a
Garis y 2x + 5 = 0 mempunyai gradien m = 2.
Titik pusat lingkaran: P(3, 5).
Jari-jari lingkaran: r = 
Misalkan gradien garis singgung lingkaran adalah m1.
Oleh karena garis singgung lingkaran sejajar garis
y 2x + 5 = 0 maka m = m1 = 2.
Persamaan garis singgung lingkaran:
y yP = m(x xP) r  + 
y (5) = 2(x 3)

y + 5 = 2x 6



 + 

 

y = 2x 11 
y = 2x 11 20

x1x + y1y 6  (x + x1) + 8  (y + y1) 120 = 0

15x 5y 3(x + 15) + 4(y 5) 120 = 0

15x 5y 3x 45 + 4y 20 120 = 0

12x y 185 = 0
y = 12x 185

82

7. Jawaban: c
x2 + y2 6x 4y 12 = 0

x2 6x + y2 4y = 12
2
x 6x + 32 + y2 4y + 22 = 12 + 32 + 22

(x 3)2 + (y 2)2 = 25
Diperoleh pusat lingkaran (3, 2) dan jari-jari r = 5.
Garis y = x + 4 bergradien 1, maka garis yang
tegak lurus dengan garis tersebut bergradien 1.
Persamaan garis singgung:
y 2 = m(x 3) 5  + 
y 2 = 1(x 3) 5  + 
y 2 = x + 3 5 

y = x + 5 5 

Jadi, salah satu persamaan garis singgungnya


y = x + 5 5  .
8. Jawaban: c
Misalkan lingkaran L: x2 + y2 + 3x 4y = 0.

Titik pusat lingkaran L: P  , 2 .




5. Jawaban: d
Persamaan garis singgungnya:


6. Jawaban: e
Titik A(0, 1) terletak di luar lingkaran L karena
(0 2)2 + (1 + 1)2 > 4.
Persamaan garis kutub titik A(0, 1) terhadap
lingkaran L:
(0 2)(x 2) + (1 + 1)(y + 1) = 4

2x + 4 + 2y + 2 = 4

2x + 2y = 2

xy=1

y=x1
Substitusikan y = x 1 ke dalam persamaan
lingkaran L:
(x 2)2 + (x 1 + 1)2 = 4
x2 4x + 4 + x2 4 = 0

2x2 4x = 0

2x(x 2) = 0
x = 0 atau x = 2
Untuk x1 = 0 maka y1 = 0 1 = 1.
Untuk x2 = 2 maka y2 = 2 1 = 1.
Diperoleh titik singgung (0, 1) dan (2, 1).

Persamaan Lingkaran dan Garis Singgung Lingkaran

Jari-jari lingkaran L: r =










+  

+


= 

Titik A(1, 2) di luar lingkaran L. Garis AB


merupakan garis singgung lingkaran L yang ditarik
dari titik A.
Y
4
P
B2

B1

2
1

6 5 4 3 2 1 0
1
2

1 2 3 4 5

Garis singgung dari titik A menyinggung lingkaran


L di titik B1 dan B2.
Panjang garis AB1 = AB2 = s.
s =

   

   +     




+   

=  = 4
Jadi, panjang garis AB adalah 4.

Persamaan garis singgung sejajar dengan garis


5x + 12y 15 = 0 sehingga a = 5 dan b = 12.
Substitusikan a, b, pusat, dan r ke dalam rumus
persamaan garis singgung.
5x + 12y = 5(1) + 12(2) 3  + 

5x + 12y = 19 39
5x + 12y 19 39 = 0
Jadi, diperoleh dua persamaan garis singgung:
5x + 12y + 20 = 0 dan 5x + 12y 58 = 0
B. Uraian
1. a. Persamaan: x2 + y2 = 34
Untuk x = 3 dan y = 5 diperoleh:
(3)2 + (5)2 = 9 + 25 = 34
Titik (3, 5) terletak pada lingkaran sehingga
persamaan garis singgungnya:
x1x + y1y = 34
3x + 5y = 34
3x 5y + 34 = 0
b. Persamaan: x2 + y2 + 4x 2y 5 = 0
Untuk x = 1 dan y = 2 diperoleh:
(1)2 + (2)2 + 4(1) 2(2) 5
=1+4+445
=0
Titik (1, 2) terletak pada lingkaran sehingga
persamaan garis singgungnya:

9. Jawaban: d
x2 + y2 6x + 2y + 5 = 0
Garis melalui O(0, 0): y = mx
Substitusikan y = mx ke dalam persamaan lingkaran.
x2 + (mx)2 6x + 2(mx) + 5 = 0

x2 + m2x 6x + 2mx + 5 = 0
(1 + m2)x2 + (2m 6)x + 5 = 0
Garis y = mx menyinggung lingkaran, berarti:
D = 0 (2m 6)2 4 (1 + m2) 5 = 0
4m2 24m + 36 20 20m2 = 0

16m2 24m + 16 = 0

2m2 + 3m 2 = 0

(2m 1)(m + 2) = 0

2. a.

m =  atau m = 2


Jadi, gradiennya  dan 2.


10. Jawaban: b
2x2 + 2y2 + 4x 8y 8 = 0

x2 + y2 + 2x 4y 4 = 0

x2 + 2x + y2 4y = 4
2
2
x + 2x + 1 + y2 4y + (2)2 = 4 + 12 + (2)2

(x + 1)2 + (y 2)2 = 4 + 12 + (2)2

(x + 1)2 + (y 2)2 = 9
Pusat P (1, 2) dan r =

x1x + y1y +  (x + x1) +  (y + y1) 5 = 0

1x + 2y + 2(x + 1) 1(y + 2) 5 = 0

x + 2y + 2x + 2 y 2 5 = 0

3x + y 5 = 0

b.

Persamaan lingkaran dengan pusat O(0, 0)


adalah x2 + y2 = r2.
Lingkaran melalui titik (1, 2):
x2 + y2 = r2 (1)2 + (2)2 = r2

r2 = 1 + 4 = 5
Diperoleh persamaan lingkaran: x2 + y2 = 5.
Persamaan garis singgung lingkaran di titik
A(1, 2):
x1x + y1y = r2 (1)x + (2)y = 5

x + 2y = 5
Jadi, persamaan lingkaran x2 + y2 = 5 dan
garis singgungnya di titik A adalah x + 2y = 5.
Lingkaran dan garis singgungnya:
Y
2,5
A 2

1 0

 =3

Matematika Kelas XI Program IPA

83

3. Misalkan titik singgung lingkaran L: (x 2)2 + (y + 1)2


= 13 adalah T(1, b) maka:
(1 2)2 + (b + 1)2 = 13

9 + b2 + 2b + 1 13 = 0

b2 + 2b 3 = 0

(b + 3)(b 1) = 0
b + 3 = 0 atau b 1 = 0

b = 3 atau
b=1
Diperoleh titik singgung T1(1, 3) dan T2(1, 1).
Persamaan garis singgung di titik T1(1, 3) pada
lingkaran L:
(1 2)(x 2) + (3 + 1)(y + 1) = 13
3x + 6 2y 2 = 13

3x 2y 9 = 0

3x + 2y + 9 = 0
Persamaan garis singgung di titik T2(1, 1) pada
lingkaran L:
(1 2)(x 2) + (1 + 1)(y + 1) = 13
3x + 6 + 2y + 2 = 13

3x + 2y 5 = 0

3x 2y + 5 = 0
Jadi, persamaan garis singgungnya adalah
3x + 2y + 9 = 0 dan 3x 2y + 5 = 0.
4. Titik T(4, 1) terletak pada lingkaran L1 karena:
(4)2 + 12 + 10(4) + 4(1) + 19
= 16 + 1 40 + 4 + 19
=0
Persamaan garis singgung lingkaran L1 di titik T:
g: 4x + y + 5(x 4) + 2(y + 1) + 19 = 0
4x + y + 5x 20 + 2y + 2 + 19 = 0

x + 3y + 1 = 0
Jari-jari lingkaran L 2 sama dengan jarak titik
P(4, 1) ke garis singgung g.
Jari-jari lingkaran L2:
r2 =

 +   + 
 + 





(x

+ (y +

1)2

x2 8x + 16 + y2 + 2y + 1 =





+
40x + 10y + 83 = 0
Jadi, persamaan lingkarannya adalah 5x2 + 5y2
40x + 10y + 83 = 0.
5x2

5y2

5. L: x2 + y2 8x 8y + 24 = 0

x2 8x + y2 8y = 24
2
x 8x + 42 + y2 8y + 42 = 24 + 42 + 42

(x 4)2 + (y 4)2 = 8
Diperoleh titik pusat lingkaran P(4, 4) dan jari-jari r
= .

84

y 4 = 1(x 4)

 + 

y 4 = x + 4  

y = x + 8 4

y = x + 12 atau y = x + 4
Jadi, persamaan garis singgungnya y = x + 12
dan y = x + 4.
6. g: 2x + 2y + 5 = 0
2y = 2x 5


y = x  mg = -1
Syarat tegak lurus m1mg = 1
m1mg = 1
m1 = 1
m1 = 1
x2 + y2 2x + 8y + 1 = 0
Titik pusat lingkaran (1, 4) sehingga:

 +   =  = 4
Persamaan lingkaran:
(x 1)2 + (y + 4)2 = 16
Persamaan garis singgung:
r=

y b = m(x a) r  + 

y + 4 = 1(x 1) 4  + 

y =x144 

y=x54 

g1: y = x 5 + 4 

Persamaan lingkaran L2:


4)2

Garis y = x melalui titik pusat lingkaran, maka garis


singgung lingkaran yang melalui titik potong antara
lingkaran L dan garis y = x tegak lurus dengan
garis y = x.
Oleh karena garis y = x bergradien 1, garis singgungnya bergradien 1.
Persamaan garis singgungnya:

Persamaan Lingkaran dan Garis Singgung Lingkaran

g2: y = x 5 4 
Jadi, garis singgungnya adalah g1: y = x 5 + 4 
dan g2: y = x 5 4  .
7. L: x2 + y2 + 2x 6y = 0
x2 + 2x + 1 + y2 6y + 9 = 1 + 9

(x + 1)2 + (y 3)2 = 10
Diperoleh koordinat titik pusat (1, 3) dan jari-jari r
=  .
g: 2x + 6y 5 = 0


y = x +

Diperoleh gradien garis g adalah  .

Garis singgung yang tegak lurus garis g bergradien 3.


Persamaan garis singgung lingkaran L yang
bergradien m = 3 adalah:
y 3 = 3(x + 1) 

 + 

y 3 = 3x + 3  

0 = 3x y + 6 10
Jadi, persamaan garis singgung lingkaran adalah
3x y + 16 = 0 dan 3x y 4 = 0.
8. Titik pusat lingkaran L1: P1(2, 2).
Jari-jari lingkaran: r1 =  +  +  =

 = 5.

Titik pusat lingkaran L2: P2(10, 7).


Jari-jari lingkaran: r2 =  +   = 
= 10.
A

Y
P1 2
2

10

P2

Lingkaran L1 dan L2 bersinggungan di titik Q.


Garis A adalah garis singgung persekutuan
lingkaran L1 dan L2.
Gradien garis P1P2.
 

m1 =

 

 
 




m1m = 1  m = 1 m = 
Menentukan koordinat titik Q.
L1:
x2 + y2 + 4x 4y 17 = 0
2
L2: x + y2 20x + 14y + 49 = 0

24x 18y 66 = 0

4x 3y 11 = 0

Substitusikan y =

y =
 


x2

= 1

Diperoleh koordinat titik Q(2, 1).


Persamaan garis yang bergradien m dan melalui
titik (x1, y1):
y y1 = m(x x1)


Garis A bergradien  dan melalui titik Q(2, 1)


maka persamaan garis A:


y + 1 =  (x 2)

3y + 3 = 4x 8
4x 3y 11 = 0
Jadi, persamaan garis singgung di titik singgung
lingkaran L1 dan L2 adalah 4x 3y 11 = 0.
9. Lingkaran: (x 2)2 + (y 6)2 = 16
Titik pusat (2, 6) dan jari-jari r = 4.
Titik (1, 2) berada di luar lingkaran.
Persamaan garis kutub dari titik (1, 2):
(x1 2)(x 2) + (y1 6)(y 6) = 16
(1 2)(x 2) + (2 6)(y 6) = 16

(3)(x 2) + (4)(y 6) = 16

3x + 6 4y + 24 = 16

4y = 3x 14
y=

(x 2)2 + (

x2 4x + 4 + (

 


17 = 0

9x2 + 16x2 88x + 121 + 36x 48x + 132


153 = 0

 


  +  2
)


x2 4x 12 + (

ke dalam persamaan L1.



    + 
+ 4x  x + 


  


  2
 
x2 +  + 4x 4  17 = 0

y=

 
.


 


Substitusikan persamaan garis kutub ke dalam


persamaan lingkaran.
(x 2)2 + (y 6)2 = 16

Misalkan gradien garis A adalah m.


Garis A tegak lurus garis P1P2 maka

Substitusikan x = 2 ke dalam y =

=

25x2 100x + 100 = 0

x2 4x + 4 = 0

(x 2)2 = 0

x=2

x2 4x 12 +
16x2

64x 192 +

16 = 0

 +  2
)


  +  + 


=0
=0

9x2

+ 60x + 100 = 0
25x2 4x 92 = 0
(x 2)(25x + 46) = 0


x=2

6)2 = 16

x = 2 atau x = 
y=

 



=  = 2

Matematika Kelas XI Program IPA

85

x =  y =

   






=  = 

Persamaan garis singgung di titik (2, 2):


(x1 2)(x 2) + (y1 6)(y 6) = 16
(2 2)(x 2) + (2 6)(y 6) = 16

(0)(x 2) + (4)(y 6) = 16

4y + 24 = 16

4y = 8

y=2
Persamaan garis singgung di titik (




10. r =

y + 20 = 2(x 3) 2 

):




(  2)(x 2) + (  6)(y 6) = 16

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Dari gambar diperoleh koordinat titik pusat lingkaran
O(0, 0) dan jari-jarinya 4. Persamaan lingkaran:
x2 + y2 = 42 x2 + y2 = 16
2. Jawaban: e
y = 2x 3 2x y 3 = 0
Jari-jari lingkaran L sama dengan jarak titik O(0, 0)
ke garis 2x y 3 = 0, yaitu:
r=

   


 + 




 =2 

y b = m(x a) r  + 

(x1 2)(x 2) + (y1 6)(y 6) = 16






(96)(x 2) + (28)(y 6) = 400

96x + 192 28y + 168 = 400

96x 28y = 40

24x + 7y = 10
Jadi, persamaan garis singgungnya y = 2 dan
24x + 7y = 10.

 


(  )(x 2) + (  )(y 6) = 16

r2 = 

 + 

y + 20 = 2x + 6 2  
y + 20 = 2x + 6 4

y = 2x 14 4
Jadi, persamaan garis singgungnya:
g1: y = 2x 10 dan g2: y = 2x 18

4. Jawaban: b
Lingkaran berdiameter 12 berarti jari-jarinya r = 6.
Persamaan lingkaran dengan pusat (2, 7) dan jarijari r = 6 adalah:
(x 2)2 + (y 7)2 = 62
(x 2)2 + (y 7)2 = 36
Jadi, persamaan lingkarannya adalah (x 2)2 + (y 7)2
= 36.
5. Jawaban: b
Lingkaran yang berpusat di titik (2, 3) dan
menyinggung sumbu X sebagai berikut.
Y

Persamaan lingkaran L:


x2 + y2 = r2

x2 + y2 =


x2

y2




+
= 81
Jadi, persamaan lingkarannya adalah 25x2 + 25y2
= 81.
25x2

r=3
3

25y2

3. Jawaban: d
(x a)2 + (x b)2 = r2
(x 2)2 + (x (1))2 = (   )2
(x 2)2 + (x + 1)2 = 27
Jadi, persamaan lingkaran yang berpusat di (2, 1)
dengan jari-jari   adalah (x 2)2 + (x + 1)2 = 27.

86

Persamaan Lingkaran dan Garis Singgung Lingkaran

Dari gambar diperoleh koordinat titik pusat lingkaran


(2, 3) dan jari-jari 3. Persamaan lingkaran:
(x 2)2 + (y (3))2 = 32

(x 2)2 + (y + 3)2 = 9
2
x 4x + 4 + y2 + 6y + 9 9 = 0

x2 + y2 4x + 6y + 4 = 0

6. Jawaban: c
x2 + y2 + 4x 12y 9 = 0

x2 + 4x + y2 12y = 9
2
x + 4x + 4 + y2 12y + 36 = 9 + 4 + 36

(x + 2)2 + (y 6)2 = 49

(x + 2)2 + (y 6)2 = 72
Diperoleh koordinat titik pusat (2, 6) dan jari-jari 7.

Titik pusat lingkaran: 2,  p .

Lingkaran menyinggung sumbu Y maka


r = |absis titik pusat||

 +   = 2





= 25

p2

= 100

p =  = 10
Jadi, nilai p adalah 10.
8. Jawaban: e
x2 + y2 10x + 6y + 16 = 0
Pusat


( 

(10),




6) P(5, 3)

Jadi, titik pusatnya (5, 3).


9. Jawaban: a
x2 + y2 6x + 2 = 0
x2 6x + 9 + y2 = 2 + 9

(x 3)2 + y2 = 7
Diperoleh koordinat titik pusat (3, 0).
Persamaan lingkaran yang berpusat di titik (3, 0)
dan berjari-jari 1 adalah:
(x 3)2 + y2 = 12
x2 6x + 9 + y2 = 1
x2 + y2 6x + 8 = 0
Jadi, persamaan lingkarannya adalah x2 + y2 6x + 8
= 0.
10. Jawaban: a
4y 3x + 25 = 0 y =

 


 


x2 +

    +
 +  

 





= |2| = 2

titik (  ,  ) = (4, 1).


Persamaan lingkaran yang berpusat di titik (4, 1)
dan berjari-jari 6 adalah
(x + 4)2 + (y 1)2 = 62
2

x + 8x + 16 + y2 2y + 1 = 36
2
x + y2 + 8x 2y + 16 + 1 36 = 0

x2 + y2 + 8x 2y 19 = 0
Jadi, nilai a = 19.
13. Jawaban: e
Lingkaran yang menyinggung sumbu X dan sumbu Y
berpusat di titik (a, a) atau (a, a) dan berjari-jari a.
1) Misalkan titik pusat (a, a) terletak pada garis
4x 2y = 8, maka:
4a 2a = 8
2a = 8

a=4
Persamaan lingkaran dengan pusat (4, 4) dan
berjari-jari 4 adalah (x 4)2 + (y 4)2 = 42.
2) Misalkan titik pusatnya (a, a) terletak pada
garis 4x 2y = 8, maka:
4a 2(a) = 8
4a + 2a = 8

6a = 8


a= 

. . . (1)

x2 + y2 = 25
. . . (2)
Substitusikan persamaan (1) ke dalam persamaan (2).
x2 + y2 = 25

r=

21 = 22

=  = 4
Jadi, koordinat titik A (3, 4).

12. Jawaban: e
Lingkaran x2 + y2 + 8x 2y + a = 0 berpusat di




  


Jadi, diameter lingkaran: d = 2r = 2 2 = 4.

 +    = 2

x=3y=

11. Jawaban: c
Jari-jari lingkaran merupakan jarak titik pusat (2, 3)
dengan garis singgungnya 4x 3y + 7 = 0.

7. Jawaban: a

x2 6x + 9 = 0

(x 3)2 = 0

x=3
Substitusikan x = 3 ke dalam persamaan (1).

dan berjari-jari  adalah:

= 25

   +



= 25

16x2 + 9x2 150x + 625 = 400


25x2 150x + 225 = 0

(x  )2 + (y +  )2 = .

Jadi, persamaan lingkaran yang dimaksud adalah


x2 +

Persamaan lingkaran dengan pusat (  ,  )




(x 4)2 + (y 4)2 = 42 dan (x  )2 + (y +  )2 =





14. Jawaban: c
Titik pusat L1: P1(5, 1)
Jari-jari L1: r1 =

 +   +  =


= 6

Matematika Kelas XI Program IPA

87

Titik pusat L2: P2(4, 11)

  +  + =

Jari-jari L2: r2 =

 = 12

Jarak kedua titik pusat:


d = |P1P2|
=

   +   

   +   

=  = 15
r1 + r2 = 6 + 12 = 18
|r1 r2| = |6 12| = 6
Oleh karena r1 r2 < d < r1 + r2 maka kedua
lingkaran saling berpotongan.
15. Jawaban: d
Misalkan lingkaran L1 di kuadran I maka titik
pusatnya: P(2, 2).
Y

2
O

r1

r1
P
r1

L1

Lingkaran L2 bersinggungan di dalam dengan L1 di


titik A.
Jari-jari L2:
r2 = OP + PA
=

  +  

+ r1

=  +2=2  +2
Persamaan L2:
x2 + y2 = r22
x2 + y2 = (2  + 2)2
x2 + y2 = 8 + 8  + 4
x2 + y2 = 12 + 8 
Jadi, persamaan lingkarannya x2 + y2 = 12 + 8  .
16. Jawaban: d
Persamaan garis singgung di titik (6, 8) pada
lingkaran x2 + y2 = 100
x1x + y1y = r2
6x 8y = 100
3x 4y = 50
Jadi, persamaan garis singgung adalah 3x 4y
= 50.

88

18. Jawaban: a
Persamaan: x2 + y2 + 3x + 4y 12 = 0
Untuk x = 0 dan y = 2 diperoleh:
(0)2 + (2)2 + 3(0) + 4(2) 4
= 0 + 4 + 0 + 8 12 = 0
Diperoleh titik (0, 2) terletak pada lingkaran, sehingga
persamaan garis singgungnya:


x1x + y1y +  (x + x1) +  (y + y1) 12 = 0


L2

17. Jawaban: c
(x + 2)2 + (y 1)2 = 26
Untuk x = 3 dan y = 6 diperoleh:
r2 = (3 + 2)2 + (6 1)2
= 1 + 25 = 26
Diperoleh titik (3, 6) terletak pada lingkaran,
sehingga persamaan garis singgungnya:
(x1 + 2)(x + 2) + (y1 1)(y 1) = 26
(3 + 2)(x + 2) + (6 1)(y 1) = 26

(1)(x + 2) + (5)(y 1) = 26

x 2 + 5y 5 26 = 0

x + 5y 33 = 0

x 5y + 33 = 0
Jadi, persamaan garis singgung lingkaran adalah
x 5y + 33 = 0.

Persamaan Lingkaran dan Garis Singgung Lingkaran

0x + 2y +  (x + 0) + 2(y + 2) 12 = 0


2y +  x + 2y + 4 12 = 0

4y + 3x + 4y 16 = 0

3x + 8y 16 = 0
y = 0 3x + 8(0) 16 = 0

3x = 16


x =5

Jadi, garis singgung lingkaran berpotongan dengan




sumbu X di titik (5  , 0).


19. Jawaban: c
Misalkan titik singgung lingkaran L:
x2 + y2 4x + 8y + 15 = 0 adalah T(a, 2) maka
a2 + (2)2 4a + 8 (2) + 15 = 0

a2 + 4 4a 16 + 15 = 0

a2 4a + 3 = 0

(a 3)(a 1) = 0

a = 3 atau a = 1
Diperoleh titik singgung T1(1, 2) dan T2(3, 2).
Persamaan garis singgung di T1 (1, 2):


x 2y  (x + 1) +  (y 2) + 15 = 0
x 2y 2x 2 + 4y 8 + 15 = 0

x + 2y + 5 = 0

x 2y 5 = 0

Persamaan garis singgung di T2 (3, 2):


3x 2y


(x


+ 3) +


(y


20. Jawaban: b
Misalkan persamaan garis singgung yang melalui
(7, 1) dengan gradien m adalah:
y + 1 = m(x 7)
y = mx 7m 1 . . . (1)
Substitusi (1) ke persamaan x2 + y2 = 25
Diperoleh:
x2 + (mx 7m 1)2 = 25
x2 + m2x2 14m2x 2mx + 49m2 + 14m + 1 = 25
(1 + m2)x2 (14m + 2m)x + (49m + 14m 24) = 0

Nilai diskriminan, yaitu


D = (14m2 + 2m)2 4(1 + m2)(49m2 + 14 m 24)
D = 196m4 + 56m3 + 4m2 100m2 56m + 96
196m4 56m3
D = 96m2 56m + 96
Syarat garis menyinggung lingkaran, yaitu D = 0
sehingga:
96m2 56m + 96 = 0 atau 12m2 + 7m 12 = 0
m=

+ 


atau m =
1)



=  = 






Untuk m = 

2)

=  = 

y =  x 7  1




y= x 
4y 3x + 25 = 0


Untuk m = 

+
y = x 6



y = x 6 
4y = 3x 30
Jadi, salah satu persamaan garis singgungnya:
4y = 3x 30 3x + 4y + 30 = 0
22. Jawaban: c
Persamaan lingkaran: (x 2)2 + (y + 4)2 = 10
Persamaan garis singgung yang bergadien m = 3:
y b = m(x a) r + 

y + 4 = 3(x 2)

y =x7()1




y = x + 
3y + 4x 25 = 0
Jadi, persamaan garis singgungnya adalah
4y 3x + 25 = 0 atau 3y + 4x 25 = 0.
21. Jawaban: a
Lingkaran: x2 + y2 = 36
Pusat: (0, 0) dan jari-jari r =
3x + 4y 20 = 0


y = x 5


Diperoleh gradien m =  .

+  



y + 4 = 3x + 6  
3x + y = 2 10
3x + y = 2 + 10 dan 3x + y = 2 10
3x + y = 12
dan 3x + y = 8
Jadi, persamaan garis singgungnya 3x + y = 12
dan 3x + y = 8.
23. Jawaban: e
Selidiki kedudukan titik (0, 0) terhadap lingkaran
L: x2 + y2 6x 8y + 20 = 0.
Substitusikan titik (0, 0) ke dalam persamaan
lingkaran L.
02 + 02 6 0 8 0 + 20
= 0 + 0 0 0 + 20 = 20 > 0
Oleh karena hasil substitusi titik (0, 0) ke persamaan lingkaran L hasilnya lebih dari nol maka
titik (0, 0) terletak di luar lingkaran L.
Persamaan garis kutub titik (0, 0) terhadap
lingkaran L:

y =  x 6  + 



2) + 15 = 0

3x 2y 2x 6 + 4y 8 + 15 = 0

x + 2y + 1 = 0
Jadi, salah satu persamaan garis singgungnya
x 2y 5 = 0.

Persamaan garis singgung:

0 x + 0 y  (x + 0)  (y + 0) + 20 = 0
3x 4y + 20 = 0

 

 
ke


y=

Substitusikan y =

dalam persamaan

lingkaran L.
  2
 
x2 +
6x 8
+ 20 = 0

x2

  +  


= 6

16x2

6x 40 + 6x + 20 = 0

+ 400 120x + 9x2 320 = 0


25x2 120x + 80 = 0
5x2 24x + 16 = 0
(5x 4)(x 4) = 0
5x 4 = 0 atau x 4 = 0


x= 

atau

Matematika Kelas XI Program IPA

x=4

89

  

Untuk x1 =  maka y1 =
Untuk x2 = 4 maka y2 =

  




=5  = 

=2

 
Diperoleh titik singgung  ,  dan (4, 2).

Persamaan garis singgung pada lingkaran L:




(1) Di titik  ,  :


x






+  y  x +   y +  + 20 = 0


x








y 3x

4y

4x + 22y 15x 20y = 0


11x + 2y = 0
11x 2y = 0




+ 20 = 0

(2) Di titik (4, 2):

4x + 2y  (x + 4)  (y + 2) + 20 = 0
4x + 2y 3x 12 4y 8 + 20 = 0
x 2y = 0
Jadi, persamaan garis singgung lingkaran
x2 + y2 6x 8y + 20 = 0 di titik (0, 0) adalah
11x 2y = 0 atau x 2y = 0.
24. Jawaban: d
Diketahui lingkaran dengan pusat (2, 3) dan
r =  =  .
Persamaan garis singgung:
y b = m(x a) r  + 
y + 3 = 1(x 2)  

 + 

y=x23   

y=x54
g1: y = x 1
g2: y = x 9
Jadi, salah satu persamaan garis singgungnya
adalah y = x 9.
25. Jawaban: d
Y

5)
2,
Q

A1

B1
7

P(5, b)
r
B2
O

A2

Garis singgung A1 tegak lurus PB1 dan garis


singgung A2 tegak lurus PB2.
Jarak PQ =

90

    +    =

 + 

Persamaan Lingkaran dan Garis Singgung Lingkaran

   +    =

 + 

+ (5
= 65

49 + 25 10b + b2 = 65

b2 10b + 9 = 0

(b 1)(b 9) = 0

b = 1 atau b = 9
Jadi, nilai b = 1 atau b = 9.
(7)2

b)2

26. Jawaban: e
L: (x + 5)2 + (y 6)2 = 9
Substitusikan x = 5 ke dalam persamaan
lingkaran L.
(5 + 5)2 + (y 6)2 = 9

(y 6)2 = 9

y 6 = 3

y=63
y = 9 atau y = 3
Diperoleh titik potong (5, 9) dan (5, 3).
Persamaan garis singgung di titik (5, 9):
(5 + 5)(x + 5) + (9 6)(y 6) = 9
0(x + 5) + 3(y 6) = 9

y6=3

y=9
Persamaan garis singgung melalui (5, 3):
(5 + 5)(x + 5) + (3 6)(y 6) = 9
0(x + 5) 3(y 6) = 9

y 6 = 3

y=3
Jadi, garis singgungnya y = 3 dan y = 9.
27. Jawaban: d
Titik pusat lingkaran: (3, 2).
Jari-jari lingkaran: r =  +   +  =  = 3  .
Lingkaran memotong sumbu Y maka x = 0.
02 + y2 6 0 + 4y 5 = 0

y2 + 4y 5 = 0
(y + 5)(y 1) = 0

y + 5 = 0 atau y 1 = 0

y = 5 atau
y=1
Diperoleh titik A(0, 1) dan B(0, 5).
Persamaan garis singgung di titik A:
0 + 1 y 3(x + 0) + 2(y + 1) 5 = 0
y 3x + 2y + 2 5 = 0

3x + 3y 3 = 0

xy+1=0
Persamaan garis singgung di titik B:
0 5 y 3(x + 0) + 2(y 5) 5 = 0
5y 3x + 2y 10 5 = 0

3x 3y 15 = 0

x+y+5=0
Jadi, persamaan garis singgung lingkaran adalah
x y + 1 = 0 dan x + y + 5 = 0.

28. Jawaban: d
Dari persamaan lingkaran x2 + y2 + 2x 6y + 6 = 0
diperoleh:
Titik pusat lingkaran: P(1, 3).

  + 
= 2.
Garis yang sejajar sumbu Y mempunyai
persamaan x = a atau x a = 0.
Jari-jari lingkaran sama dengan jarak titik P(1, 3)
ke garis x a = 0.
Jari-jari lingkaran: r =

r =

 

= | 1 a |



r2

22
2

a + 2a 3
(a + 3)(a 1)

a+3

a
Jadi, persamaan
x = 1.

= | 1 a |2
= 1 + 2a + a2
=0
=0
= 0 atau a 1 = 0
= 3 atau
a=1
garis singgungnya x = 3 atau

29. Jawaban: b
Misalkan garis singgung lingkaran L di titik A


adalah g dan gradiennya mg =  .


OA merupakan jari-jari lingkaran L.
Persamaan garis yang melalui OA:

 


=
=

y=


 



x


Gradien garis yang melalui OA: m = 


Garis g tegak lurus garis yang melalui OA maka
mg m = 1




 = 1

a=1
Jadi, nilai a = 1.

y=

x+




mg =

m1  = 1




y =x+  3 4

y =x+  3 4 



y =x  




y =  x  +  atau





y=x  

y = x + 
atau y =  x 
3y = 4x + 19
atau 3y = 4x 21
Jadi, persamaan garis singgungnya adalah
h1: 3y = 4x + 19 dan h2: 3y = 4x 21.
B. Uraian
1. a. Persamaan lingkaran dengan pusat O(0, 0)
adalah x2 + y2 = r2.
Lingkaran melalui titik (3, 2):
x2 + y2 = r2 (3)2 + (2)2 = r2

r2 = 9 + 4 = 13
Jadi, persamaan lingkaran: x2 + y2 = 13.
b. Lingkaran berdiameter 8 berarti jari-jarinya r = 4.
Persamaan lingkaran dengan pusat P(3, 1)
dan jari-jari r = 4 adalah:
(x (3))2 + (y 1)2 = 42

(x + 3)2 + (y 1)2 = 16
2
x + 6x + 9 + y2 2y + 1 16 = 0

x2 + y2 + 6x 2y 6 = 0
2. L: x2 + y2 + 6x 14y + 9 = 0


Titik pusat:  (6), (14) = (3, 7)


   

=  =  = 7
Jadi, pusat lingkaran L(3, 7) dan jari-jarinya 7.
Persamaan lingkaran dengan pusat (3, 7)
dan r = 5:
(x + 3)2 + (y 7)2 = 52
x2 + 6x + 9 + y2 14y + 49 25 = 0

x2 + y2 + 6x 14y + 33 = 0
Jadi, persamaan lingkarannya adalah
x2 + y2 + 6x 14y + 33 = 0.

3. Titik pusat L1: P1(0, 4).

m1 = 

Persamaan lingkaran: (x 2)2 + (y + 3)2 = 16


a = 2, b = 3, r =

y + 3 =  x +  4 +

b.




y + 3 =  (x 2) 4  + 

Jari-jari = r =

Syarat tegak lurus m1 mg= 1


m1 mg = 1

y b = m(x a) r  + 

a.

30. Jawaban: d
g: 3x + 4y 1 = 0
4y = 3x + 1



Persamaan garis singgung:


= 4

Jari-jari L1: r1 =

 +    =

 .

Titik pusat L2: P2(4, 2).


Jari-jari L2: r2 =

 +  =

 .

Matematika Kelas XI Program IPA

91

Oleh karena jari-jari r1 = r2 maka titik P3 merupakan


titik tengah garis P1P2.

b.

2x2 + 2y2 + 8x 12y + 25 = 0


Untuk x = 3 dan y = 2 diperoleh:
2(3)2 + 2(2)2 + 8(3) 12(2) + 25
= 18 + 8 24 24 + 25 = 3 > 0
Oleh karena hasilnya positif, maka titik Q di
luar lingkaran L.

6. a.

Lingkaran L berpusat di O(0, 0) dan melalui


(7, 24).

Koordinat titik pusat:


P3

 + 


 + 

+

= P3  ,

= P3(2, 1)

 + 


Jari-jari L3: r3 = 2r1 = 2r2 = 2  .

Persamaan lingkaran L3:


(x xP )2 + (y yP )2 = r32
3
3

(x 2)2 + (y + 1)2 = (2  )2
x2 4x + 4 + y2 + 2y + 1 = 52

x2 + y2 4x + 2y 47 = 0
Jadi, persamaan lingkaran L3:
x2 + y2 4x + 2y 47 = 0
4. x 2y = 5 y =




b.

y = mx r  + 

= 3x 25  +  = 3x 25 

. . . (1)

. . . (2)
x2 + y2 4x + 8y + 10 = 0
Substitusikan persamaan (1) ke dalam persamaan (2).
x2 + y2 4x + 8y + 10 = 0


x2 +
4x + 8  + 10 = 0



x2 +
4x2

x2

   + 


1x + 4x 20 + 10 = 0

10x + 25 16x + 16x 80 + 40 = 0


5x2 10x 15 = 0
x2 2x 3 = 0
2
2
D = b 4ac = (2) 4(1)(3) = 4 + 12 = 16 > 0
Oleh karena D > 0, garis x 2y = 5 memotong
lingkaran x2 + y2 4x + 8y + 10 = 0 di dua titik
berbeda. Titik-titik potongnya, yaitu:
x2 2x 3 = 0
(x 3)(x + 1) = 0
x = 3 atau x = 1

=

 
= 

Untuk x = 3 diperoleh y =

Untuk x = 1 diperoleh y

= 3

 +  + 
 + 




r2 = 


(x (2))2 + (y 3)2 = 

(x + 2)2 + (y 3)2 = 

x2 + 4x + 4 + y2 6y + 9 = 
2x2 + 8x + 8 + 2y2 12y + 18 = 1

2x2 + 2y2 + 8x 12y + 25 = 0

92

8. L: x2 + y2 + 4x 2y 15 = 0
x2 + 4x + 4 + y2 2y + 1 = 15 + 4 + 1

(x + 2)2 + (y 1)2 = 20
Diperoleh koordinat titik pusat (2, 1) dan jari-jari

y = 2x +

Diperoleh gradien garis g adalah 2.


a. Garis singgung yang sejajar garis garis g
bergradien m = 2.
Persamaan garis singgung lingkaran L yang
bergradien m = 2 adalah:
y 1 = 2(x + 2)

Persamaan lingkaran:

7. Persamaan lingkaran: (x 2)2 + (y + 3)2 = 25


a. Untuk x = 2 dan y = 6 diperoleh:
(x 2)2 + (y + 3)2 = (2 2)2 + (6 + 3)2
= 16 + 9 = 25
Jadi, titik (2, 6) terletak pada lingkaran.
b. Persamaan garis singgung lingkaran di titik
P(2, 6) yaitu:
(x1 2)(x 2) + (y1 + 3)(y + 3) = 25
(2 2)(x 2) + (6 + 3)(y + 3) = 25

4(x 2) 3(y + 3) = 25

4x + 8 3y 9 = 25

4x + 3y + 26 = 0

Pusat lingkaran: P(2, 3)


Jari-jari lingkaran sama dengan jarak titik pusat
ke garis x + y = 0, yaitu:
r=

Jadi, persamaan garis singgungnya y = 3x + 25 


dan y = 3x 25  .

r =  .
g: 6x + 3y 1 = 0

Jadi, titik potongnya adalah (3, 1) dan (1, 3).


5. a.

r = +  =  + 
=
 = 25
Persamaan lingkaran L:
x2 + y2 = 252 x2 + y2 = 625
Persamaan garis singgung bergradien 3 pada
lingkaran x2 + y2 = 625.

Persamaan Lingkaran dan Garis Singgung Lingkaran



+  

y 1 = 2x 4  
y = 2x 3 10
2x + y = 3 10
(1) 2x + y = 3 + 10 2x + y = 7
(2) 2x + y = 3 10 2x + y = 13
Jadi, persamaan garis singgungnya 2x + y = 7
dan 2x + y = 13.

b.

Garis singgung yang tegak lurus garis g


bergradien m =

a.


.


Persamaan garis singgung lingkaran L yang


bergradien m =






y1=x+1




+ 






y=x+25

2y = x + 4 10
x 2y = 4 10
(1) x 2y = 4 + 10 x 2y = 6
(2) x 2y = 4 10 x 2y = 14
Jadi, persamaan garis singgungnya x 2y
= 6 dan x 2y = 14.
9. Ordinat titik pusat = 2.
Misalkan koordinat titik pusat lingkaran P(a, 2).
Garis g: x 3y + 5 = 0 melalui titik pusat lingkaran
berarti titik P(a, 2) terletak pada garis g, sehingga:
a32+5=0a=1
Diperoleh titik pusat: P(1, 2).
Jari-jari lingkaran sama dengan jarak titik P(1, 2)
ke titik A(0, 1):
r =

2  maka:
2  =

   +   

 + 

+



r2 = 10
Persamaan lingkaran:
(x xP)2 + (y yP)2 = r2 (x 1)2 + (y 2)2 = 10
Persamaan garis singgung di titik A(0, 1):
(0 1)(x 1) + (1 2)(y 2) = 10
x + 1 3y + 6 = 10

x 3y 3 = 0

x + 3y + 3 = 0
Jadi, persamaan garis singgung di titik A
x + 3y + 3 = 0.
10. L: x2 + y2 4x + 8y 5 = 0
Titik pusat: P(2, 4)

  
 +


(2  )2 =

20 =







c2 = 100

c = 10
Oleh karena c > 0 maka c = 10.
Persamaan garis g: 2x + y 10 = 0

y = 2x + 10
b.

    +    

y = x + 3

Gradien garis A: m = 
Garis g tegak lurus garis A maka gradien garis g
adalah m1 = 2.
Persamaan garis g: y = 2x + c dengan c > 0
karena memotong sumbu Y positif.
Persamaan garis g menjadi 2x + y c = 0.
Jarak garis g dari titik pusat P(2, 4) adalah

adalah:

y 1 =  (x + 2)

A: x 2y + 6 = 0
2y = x + 6

c.

Mencari koordinat titik potong M dan N.


Substitusi y = 2x + 10 ke persamaan L:
x2 + (2x + 10)2 4x + 8(2x + 10) 5 = 0
x2 + 4x2 40x + 100 4x 16x + 80 5 = 0

5x2 60x + 175 = 0

x2 12x + 35 = 0

(x 7)(x 5) = 0

x = 7 atau x = 5
Untuk x1 = 7 maka y1 = 2 7 + 10 = 4
Untuk x2 = 5 maka y2 = 2 5 + 10 = 0
Diperoleh titik M(7, 4) dan N(5, 0).
Persamaan garis singgung L di titik M(7, 4):
7x 4y 2(x + 7) + 4(y 4) 5 = 0
7x 4y 2x 14 + 4y 16 5 = 0

5x 35 = 0

x=7
Persamaan garis singgung L di titik N(5, 0):
5x 0 2(x + 5) + 4(y + 0) 5 = 0

5x 2x 10 + 4y 5 = 0

3x + 4y 15 = 0
Jadi, persamaan garis singgungnya x = 7 dan
3x + 4y 15 = 0.

Matematika Kelas XI Program IPA

93

A. Pilihan Ganda
1.

Median terletak di kelas interval 7680.


L = 75,5; fme = 15; fkme = 11; n = 40; dan p = 5.

Jawaban: b
n1 = 46  = 6,5

Me = L +

n2 = 4
n = 46 + 4 = 50  = 6,5 + 0,04 = 6,54
 =


+ 
 + 

6,54 =

 + 

= 75,5 + 3 = 78,5
Jadi, median data tersebut 78,5.
4.

 = 7

Jawaban: c
Kecepatan

fi

xi

fixi

5054
5559
6064
6569
7074
7579
8084

2
n
30
36
18
14
6

52
57
62
67
72
77
82

104
57n
1.860
2.412
1.296
1.078
492

Jawaban: a
xi

10

Jumlah

fi

20

fi = 106 + n

fixi

15

30

28

48

10

140

fixi = 7.242 + 57n

x=


Rata-rata =

=




=  = 7

Banyak siswa tidak lulus


= banyak siswa yang nilainya < 7
=3+5
=8
Jadi, banyak siswa yang tidak lulus 8 orang.
Jawaban: e

94

Nilai

Frekuensi

Frekuensi Kumulatif

6165
6670
7175
7680
8185
8690
9195

1
5
5
15
8
4
2

1
6
11
26
34
38
40

Ulangan Akhir Semester

 


67 =

 + 
  + 

7.102 + 67n = 7.242 + 57n

10n = 140

n = 14
Banyak mobil yang berkecepatan kurang dari
60 km/jam = 14 + 2 = 16.

=

3.

= 75,5 +  5

Jadi, nilai rata-rata ulangan susulan 4 siswa


adalah 7.
2.

   

327 = 299 + 


 = 28


= 75,5 + 

  +  
 + 

6,54 =

  




5.

Jawaban: a
Panjang (cm)

Frekuensi Kumulatif

1617
1819
2021
2223
2425
2627

5
18
25
40
55
60

Diperoleh:
n = 5 + 13 + 7 + 15 + 15 + 5
= 60

Frekuensi
185
2518
4025
5540
6055

5
= 13
= 7
= 15
= 15
= 5

Kuartil atas (Q3) di kelas interval 24 25.


L3 = 23,5; fQ = 15; fk = 40; p = 2; dan n = 60.
3

Q3

  


Q3 = L3 +

Q 3 = L3 +





  

8.




Jadi, kuartil atasnya adalah 24  cm.


Jawaban: d
Modus terletak pada kelas interval 6569 karena
frekuensi data pada kelas tersebut paling banyak.
L = 64,5
d1 = 35 14 = 21
d2 = 35 27 = 8
p =5

Frekuensi
Kumulatif

4044
4549
5054
5559
6064

6
5
7
3
4

6
11
18
21
25

Q1 terletak di kelas interval 4549.


L1 = 44,5; fQ = 5; fk = 6; dan p = 5.
1

Q1 = L1 +

  





Q1

  

= 44,5 + 

Frekuensi (fi)

fixi

12

12

15

30

35

32

SR =

Q3



=  = 5,8

 




= 
= 0,488
Jadi, simpangan rata-rata data tersebut 0,488.
9.

Jawaban: c
 =7

  +   +  +  +   +  + 

 

=7
=7

6n 1 = 35

6n = 36

n=6
Data menjadi: 4, 9, 8, 5, 9
(xi  )2 = (4 6)2 + (9 6)2 + (8 6)2 + (5 6)2
+ (9 6)2
= (2)2 + (3)2 + (2)2 + (1)2 + (3)2
=4+9+4+1+9
= 27

= 44,5 + 0,25
= 44,75
Q3 terletak di kelas interval 5559.
L3 = 54,5; fQ = 3; fk = 18; dan p = 5.

  


|xi  | = |3 5,8| + |4 5,8| + |5 5,8|


+ |6 5,8| + |7 5,8| + |8 5,8|
+ |9 5,8|
= 2,8 + 1,8 + 0,8 + 0,2 + 1,2 + 2,2 + 3,2
= 12,2

Jawaban: c
Banyak
Siswa

 =

Berat Badan
(kg)

Nilai (xi)

fi xi = 145

= 64,5 + 3,62
= 68,12
Jadi, modus dari data di atas adalah 68,12.
7.

Jawaban: d

fi = 25


 + 

= 64,5 +

Qd =  (Q3 Q1) =  (55,75 44,75) = 5,5


Jadi, jangkauan semi antarkuartil adalah 5,5.

= 24 

Mo = L +

= 54,5 + 1,25 = 55,75


 + 



= 54,5 + 

= 23,5 + 

6.

  

= 23,5 + 

  







S2 =

 





= = 5,4
Jadi, variansi data tersebut 5,4.

Matematika Kelas XI Program IPA

95

10. Jawaban: b
Berat (kg)

fi

xi

fixi

5155
5660
6165
6670
7175

4
5
9
5
7

53
58
63
68
73

212
290
567
340
511

fi = 30
fixi = 1.920
 =





 


= 64

fi (xi  )2 = 4(53 64)2 + 5(58 64)2


+ 9(63 64)2 + 5(68 64)2
+ 7(73 64)2
= 4(11)2 + 5(6)2 + 9(1)2 + 5(4)2
+ 7(9)2
= 4(121) + 5(36) + 9(1) + 5(16) + 7(81)
= 484 + 180 + 9 + 80 + 567
= 1.320
 (   )


Kolom I dapat diisi oleh dua angka, yaitu 4 dan 5.


Kolom II dapat diisi oleh lima angka, karena satu
angka sudah digunakan pada kolom I.
Kolom III dapat diisi oleh empat angka, karena
dua angka sudah digunakan pada kolom I dan
kolom II.
Jadi, banyak bilangan yang dapat disusun
= 2 5 4 = 40.
13. Jawaban: c
Susunan benda yang mungkin:
A x x x x x F = 5!
F x x x x x A = 5!
Cara mengatur bendera = 2 5!
= 2 120
= 240
Jadi, banyak cara mengatur bendera ada
240 cara.
14. Jawaban: a
Banyak soal yang harus dikerjakan = 5.
Sisa soal yang harus dikerjakan adalah 3 dari
5 soal.
Banyak pilihan = 5C3

S=
=






= 
=

Jadi, simpangan baku data tersebut 2  .


11. Jawaban: b
 + 


 + 
 + 



= 20
= 20

(n + 2)(n + 1) = 20

n2 + 3n + 2 = 20

n2 + 3n 18 = 0

(n + 6)(n 3) = 0
n + 6 = 0 atau n 3 = 0

n = 6 atau
n=3
Jadi, nilai n yang memenuhi adalah 6 atau 3.
12. Jawaban: c
Angka = 4, 5, 6, 7, 8, 9
Banyak angka = 6
Bilangan tiga angka
I

96

II

= 10

Jadi, banyaknya pilihan soal ada 10.

= 2 

 
 

III

Ulangan Akhir Semester

15. Jawaban: d
P(A) = peluang seorang anak terjangkit penyakit
campak
P(A) = 1 P(A)
= 1 0,12
= 0,88
Banyak anak yang diperkirakan tidak terjangkit
penyakit campak
= 0,88 800
= 704
Jadi, banyak anak yang diperkirakan tidak
terjangkit penyakit campak adalah 704 anak.
16. Jawaban: c
Dari 20 kartu diambil2 kartu.
Banyak anggota ruang sampel:
n(S) = 20C2
  

=   

= 190
Himpunan bilangan prima antara 51 sampai 70
adalah {53, 59, 61, 67}.
Banyak bilangan prima ada 4, berarti yang bukan
prima ada 16.

A = kejadian terambil kedua kartu tidak bernomor


prima
n(A) = 16C2
  

=   
= 120
Peluang terambil kedua kartu.

Jadi, peluang terambil sekurang-kurangnya




1 kelereng putih adalah  .


19. Jawaban: b
Banyaknya segitiga = 5C3


=  
 



=   

P(A) = 





=  = 
Jadi, peluang terambil kedua kartu tidak bernomor


prima  .
17. Jawaban: b
Kemungkinan kelereng yang terambil (2 biru,
1 kuning) atau (2 biru, 1 merah).
Jumlah kelereng dalam kotak = 3 + 5 + 4 = 12.
Banyak anggota ruang sampel:
n(S) = 12C3 = 220
P(A) = peluang terambil 2 kelereng biru dan
1 kelereng kuning
=






  





 



=  = 
P(B) = peluang terambil 2 kelereng biru dan
1 kelereng merah
=




Peluang terambil 2 kelereng biru


= P(A) + P(B)


= 
P(B) = kejadian terambil bola pertama berwarna
kuning, kedua kuning, dan ketiga merah


=  

= 
Peluang terambil bola pertama dan kedua
berwarna kuning:
P = P(A) + P(B)

= 
Jadi, peluang terambil bola pertama dan kedua



Jadi, peluang terambil 2 kelereng biru adalah



18. Jawaban: a
Banyak kelereng = 7 + 5 = 12
n(S) = 12C3
Peluang terambil sekurang-kurangnya 1 kelereng
putih
= P(1p, 2m) + P(2p, 1m) + P(3p)
  +   + 
 

 +   + 

 +  + 





=  

=  + 

= 

20. Jawaban: a
Kemungkinan bola yang terambil (pertama
kuning, kedua kuning, ketiga kuning) atau
(pertama kuning, kedua kuning, ketiga merah).
P(A) = kejadian terambil bola pertama berwarna
kuning, kedua kuning, dan ketiga kuning

=  + 

= 10 segitiga
Jadi, banyak segitiganya adalah 10 buah.



=  = 

berwarna kuning adalah  .


21. Jawaban: b
n(S) = 36
A = mata dadu berjumlah kelipatan 4
= {(1, 3), (2, 2), (3, 1), (2, 6), (3, 5), (4, 4),
(5, 3), (6, 2), (6, 6)}
n(A) = 9


P(A) = 

= 


= 
Jadi, peluang muncul mata dadu berjumlah


kelipatan 4 adalah  .

Matematika Kelas XI Program IPA

97

22. Jawaban: c



  


p =
=

sin x =  =  =


3




sin y =  = 


cos x =  =  =



tan (  ) + 3 cos

cos y =  = 

= cotan + 3 cos

sin (x + y) = sin x cos y + cos x sin y




 +

 +




+ 3(

 





=  + 


=  =

23. Jawaban: d
cos =

 


cos =

  



25. Jawaban: c




 


=  = 

17

15

cos ( + ) = cos cos sin sin


=
=










  


7
C
25
15

Jumlah besar sudut segitiga = 180

A + B + C = 180

C = 180 (A + B)
tan C = tan (180 (A + B))
= tan (A + B)
"  + " 

=  "  " 

=
=

 



 + 


 


= 20
Perhatikan ACD siku-siku di D.

 

 

 


= 24

Ulangan Akhir Semester



=  
=

98

 



+


AD =




   


+  

   

Perhatikan ABC siku-siku di B.


AB =

tan B = 

y
x

12

13

tan A = 

24. Jawaban: a

 

=  + 





Jadi, nilai tan C =  .


26. Jawaban: b
sin 145 sin 35 sin 45
= (sin 145 sin 35) sin 45
= 2 cos

 # 


sin

 


sin 45

= 2 cos 90 sin 55 sin 45





= 2(0) sin 55

=0  


= 
27. Jawaban: b
$%& + & 

&   + $%&  + 

=
=
=

$%& # & 

 &  $%& +  $%&   + 

&  # $%&

 $%& &  + $%&


$%&

= sec
28. Jawaban: d
Jumlah besar sudut segitiga = 180

A + B + C = 180

A + B = 180 C


sin A cos B =  (sin (A + B) + sin (A B))




=  (sin (180 C) + sin (A B))




=  (sin C + sin 30)




=  ( + )
=  ()


=  = 
29. Jawaban: e
&   + &  
$%&  $%& 

 &    + 
$%&   

=  &    + 
&    



 &   $%& 

=  &   &  
= cotan A
30. Jawaban: d
cos 2x = 1 2 sin2x
cos 2x + sin x = 1
1 2 sin2x + sin x 1 = 0

2 sin2x + sin x = 0

2 sin2x sin x = 0
Misalkan sin x = y

2y2 y = 0

y(2y 1) = 0
y = 0 atau (2y 1) = 0
y = 0 atau

y= 

Untuk y = 0 sin x = 0
sin x = sin 0 atau sin x = sin 180
x = 0 + k 360 atau x = 180 + k 360
x = 0
atau x = 180


Untuk y = 
sin x = sin 30 atau sin x = sin 150
x = 30 + k 360 atau x = 150 + k.360
x = 30
atau x = 150
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {0, 30,
150, 180}.
31. Jawaban: d
Persamaan umum lingkaran:
x2 + y2 + Ax + By + C = 0
Melalui titik (4, 2):
x2 + y2 + Ax + By + C = 0
42 + 22 + A(4) + B(2) + C = 0

16 + 4 + 4A + 2B + C = 0

4A + 2B + C = 20
. . . (1)
Melalui titik (3, 5):
x2 + y2 + Ax + By + C = 0
(3)2 + (5)2 + A(3) + B(5) + C = 0

9 + 25 3A 5B + C = 0

3A + 5B C = 34 . . . (2)
Melalui titik (1, 3):
x2 + y2 + Ax + By + C = 0
12 + 32 + A(1) + B(3) + C = 0

1 + 9 + A + 3B + C = 0

A + 3B + C = 10
. . . (3)
Dari persamaan (1) dan (2):
4A + 2B + C = 20
3A + 5B C = 34
+
7A + 7B
= 14

A + B = 2 . . . (4)
Dari persamaan (2) dan (3):
3A + 5B C = 34
A + 3B + C = 10
+
4A + 8B
= 24
A + 2B = 6 . . . (5)
Dari persamaan (4) dan (5):
A+B =2
A + 2B = 6

B
= 4
B=4

Matematika Kelas XI Program IPA

99

Substitusikan B = 4 ke A + B = 2.
A+B=2
A+4=2

A = 2
Substitusikan A = 2 dan B = 4 ke dalam persamaan (1).
4A + 2B + C = 20
4(2) + 2(4) + C = 20

8 + 8 + C = 20

C = 20
Diperoleh persamaan lingkaran:
x2 + y2 2x + 4y 20 = 0
Panjang jari-jari lingkaran:


r =

  
   
 

34. Jawaban: e
Garis A: 2x + 3y 31 = 0 mempunyai gradien


+  

 +  + 

mA =  .

 = 5

Garis g tegak lurus garis A, maka mg =  .


Persamaan garis g:
y + 4 = mg(x 2)

Jadi, panjang jari-jari lingkaran tersebut adalah 5.


32. Jawaban: b
xy+1=0 y=x+1
. . . (1)
2
2
. . . (2)
x + y = 25
Substitusikan persamaan (1) ke dalam persamaan (2).
x2 + y2 = 25

x2 + (x + 1)2 = 25
x2 + x2 + 2x + 1 = 25

2x2 + 2x 24 = 0

x2 + x 12 = 0
D = b2 4ac
= 12 4 1 (12)
= 1 + 48
= 49 > 0
Oleh karena D > 0 maka garis x y + 1 = 0 memotong lingkaran x2 + y2 = 25 di dua titik berbeda.
33. Jawaban: d
Jari-jari lingkaran L sama dengan AP atau BP.
r = AP

r=

 =

17 = (a 3)2 + 16
(a 3)2 1 = 0
(a 3 1)(a 3 + 1) = 0
(a 4)(a 2) = 0

100

(a 4) = 0 atau (a 2) = 0

a = 4 atau
a=2
Diperoleh pusat lingkaran L:
P1(4, 2) atau P2(2, 2)
Persamaan lingkaran L berpusat di P1(4, 2):
(x 4)2 + (y + 2)2 = 17
x2 8x + 16 + y2 + 4y + 4 17 = 0

x2 + y2 8x + 4y + 3 = 0
Persamaan lingkaran L berpusat di P2(2, 2):
(x 2)2 + (y + 2)2 = 17
x2 4x + 4 + y2 + 4y + 4 17 = 0

x2 + y2 4x + 4y 9 = 0
Jadi, persamaan lingkaran L adalah x2 + y2 8x
+ 4y + 3 = 0 atau x2 + y2 4x + 4y 9 = 0.

y + 4 =  (x 2)

2y + 8 = 3x 6
3x 2y 14 = 0
Jari-jari lingkaran r sama dengan jarak titik pusat
lingkaran ke garis g.

r=

    
 + 







Persamaan lingkaran L:
(x 1)2 + (y 1)2 = (  )2
x2 2x + 1 + y2 2y + 1 13 = 0

x2 + y2 2x 2y 11 = 0
Jadi, persamaan lingkaran adalah
x2 + y2 2x 2y 11 = 0.
35. Jawaban: b
Y
B

(2, 3)

'  
 + *' * 


r=3

" 
 +  


Ulangan Akhir Semester

(2, 0)

Lingkaran berpusat di (2, 3) dan r = 3.


(x 2)2 + (y 3)2 = 32
(x 2)2 + (y 3)2 = 9

Lingkaran memotong sumbu Y sehingga x = 0.


(x 2)2 + (y 3)2 = 9

(0 2)2 + (y 3)2 = 9
(2)2 + (y2 6y + 9) = 9

4 + y2 6y + 9 = 9

y2 6y + 4 = 0
Jarak AB = yB yA



yB yA =

 + ?


= (3 )2
= 32 5

(5 + p)2 = 32 52

5 + p = 15

p = 5 15

p = 20 atau p = 10
Jadi, nilai p = 10.
38. Jawaban: e
x2 + y2 4x 6y 7 = 0


 


 

Pusat P(  A,  B) P(2, 3)

r=

=2

+ +

Jadi, jarak AB = 2 .

36. Jawaban: c
xy=4y=x4
Substitusikan y = x 4 ke dalam persamaan
lingkaran.
x2 + y2 8x 8y + 24 = 0

x2 + (x 4)2 8x 8(x 4) + 24 = 0
2
x + (x2 8x + 16) 8x 8x + 32 + 24 = 0

2x2 24x + 72 = 0

x2 12x + 36 = 0

(x 6)2 = 0

x=6
Substitusikan x = 6 ke y = x 4.
y=x4
=64
=2
Jadi, titik singgungnya adalah (6, 2).
37. Jawaban: d
Pusat lingkaran L: P(3, 1)
Jari-jari lingkaran L:
r=


+  + 


=  = 3
Garis y = 2x + p menyinggung lingkaran L, maka
jarak titik pusat P(3, 1) ke garis y = 2x + p sama
dengan panjang jari-jari lingkaran L.
y = 2x + p 2x + y p = 0
d=r

  
+   ?

 + 

=3

 +  

2y = 4x 7 4x + 2y = 7 a = 4, b = 2
Persamaan garis singgung lingkaran x 2 + y2
4x 6y 7 = 0 yang sejajar dengan garis
4x + 2y = 7:

ax + by = ax1 + by1 r " + @

4x + 2y = (4)(2) + (2)(3)

4x + 2y = 8 + 6


 + 

4x + 2y = 2 20

2y = 4x 2 20

y = 2x 1 10
y = 2x 1 + 10 dan y = 2x 1 10
y = 2x + 9
dan y = 2x 11
Jadi, persamaan garis singgungnya adalah
y = 2x + 9 dan y = 2x 11.
39. Jawaban: a
Panjang jari-jari lingkaran L:
r = |AB|
=

  
 + * * 


 
 +  


=3 
Persamaan lingkaran L:
(x xA)2 + (y yA)2 = r2
(x 2)2 + (y 3)2 = (3  )2

=3

Matematika Kelas XI Program IPA

101

Persamaan garis singgung lingkaran L di titik


B(5, 0):

B. Uraian
1.

a.

(xB 2)(x 2) + (yB 3)(y 3) = (3  )2

(5 2)(x 2) + (0 3)(y 3) = 18

3(x 2) 3(y 3) = 18

3x 6 3y + 9 = 18

3x 3y = 15

xy=5
Jadi, garis singgungnya adalah x y = 5.

Modus terletak pada kelas interval 1620


karena frekuensi data pada kelas tersebut
paling banyak.
L = 15,5
d1 = 12 10 = 2
d2 = 12 3 = 9
p =5
Mo = L +

40. Jawaban: d
Kedudukan titik A terhadap lingkaran:
x2 + (y 1)2 = 12 + (4 1)2
=1+9
= 10 > 2
Titik A berada di luar lingkaran.
Persamaan garis kutub di A(1, 4) sebagai berikut.

= 15,5 +

b.

1 x + (4 1)(y 1) = 2
x + 3(y 1) = 2

x + 3y 3 = 2

10y2 32y + 24 = 0

5y2 16y + 12 = 0

(5y 6)(y 2) = 0

y =  atau y = 2
Untuk y = 2 x = 5 3y
= 5 3(2)
=56
= 1
Diperoleh titik singgung (1, 2).
Persamaan garis singgung:
x1x + (y1 1)(y 1) = 2

1 x + (2 1)(y 1) = 2

x + y 1 = 2

x + y = 3

x y = 3
Jadi, salah satu persamaan garis singgung
lingkaran adalah x y = 3.

102

xi

fi

fixi

15
610
1115
1620
2125
2630

3
8
13
18
23
28

4
5
10
12
3
1

12
40
130
216
69
28

35

495


 =

Ulangan Akhir Semester

=


=  = 14,14

=

Jadi, rata-rata data adalah 14,14.

x2 + (y 1)2 = 2
25 30y + 9y2 + y2 2y + 1 = 2

Data

x + 3y = 5

(5 3y)2 + (y 1)2 = 2


 +

Jumlah

x = 5 3y
Substitusikan x = 5 3y ke dalam persamaan
lingkaran.

= 15,5 + 0,91 = 16,41


Jadi, modusnya 16,41.

x1x + (y1 1)(y 1) = 2


 + 



2.

Sajian data dalam bentuk tabel untuk menentukan


jangkauan antarkuartil.
Nilai

fk

Kelas Interval

21,5
26,5
31,5
36,5
41,5
46,5
51,5

60
42
29
18
13
6
0

22 26
27 31
32 36
37 41
42 46
47 51

60 42 = 18
42 29 = 13
29 18 = 11
18 13 = 5
13 6 = 7
60=6

Q1 di kelas interval 22 26.


L1 = 21,5; fQ = 18; fk = 0; dan p = 5.
1

Q 1 = L1 +

  





Q1

 





4  = 25 

= 21,5 + 
= 21,5 +

Q3 di kelas interval 37 41.


L3 = 36,5; fQ = 5; fk = 42; dan p = 5.
3

Q3

  





Q3 = L3 +

 


3 = 39 

= 36,5 +
= 36,5 +

Kotak B

4.







Kotak A

3M
4K

3M
5K

K (MK)

Kotak B



2M
6K




M (KM)

Jangkauan antarkuartil = Q3 Q1


Peluang pengambilan I

= 39  25 

P1 = peluang terambil bola merah dari kotak A


dan bola kuning dari kotak B

= 13 
Menentukan ragam data.
fi

xi

fixi

18
13
11
5
7
6

24
29
34
39
44
49

432
377
374
195
308
294

 =

 


(xi

 )2

81
16
1
36
121
256

fi (xi

 


= 
P2 = peluang terambil bola kuning dari kotak A
dan bola merah dari kotak B

1.458
208
11
180
847
1.536

= 
Peluang terambil satu bola kuning
= P1 + P2

= 33






=  +  = 


Jadi, peluang terambil satu bola kuning adalah  .




Jadi, jangkauan antarkuartil data 13  dan ragam

5.




= 15 4
= 60
Jadi, banyak cara pemilihan 2 orang pria ada
60 cara.

cos A sin B =   
sehingga:
sin (A + B) = sin A cos B + cos A sin B

Cara pemilihan sekurang-kurangnya 1 wanita.


= (1 wanita, 2 pria) + (2 wanita, 1 pria)
+ (3 wanita)
= 4C1 6C2 + 4C2 6C1 + 4C3
= 4 15 + 6 6 + 4
= 60 + 36 + 4
= 100
Jadi, pemilihan sekurang-kurangnya 1 wanita
ada 100 cara.
Cara pemilihan 2 pria
= (2 pria, 1 wanita)
= 6C2 4C2

sin (A B) = sin A cos B cos A sin B


cos A sin B = sin A cos B sin (A B)


data 70 .

b.

=  

  



= 70

a.

=  

 )2



Ragam: S2 =

3.

Peluang pengambilan II

= +   


=1  


Jadi, sin (A + B) = 1   .
6.

Jumlah besar sudut segitiga = 180

+ + 90 = 180

+ = 90

= 90
tan =

 sin

& 
=
$%&

 sin (90 )

& 
=
$%&

 cos

sin =

 cos2

sin =

 (1 sin2 )

Matematika Kelas XI Program IPA

103

sin =

 sin + sin




sin =


sin =

atau

Melalui (5, 7) maka:


52 + 72 + 5a + 7b + c = 0
25 + 49 + 5a + 7b + c = 0

5a + 7b + c + 74 = 0
. . . (3)
Dari persamaan (1) dan (2):
2a + c + 4 = 0
6a + c + 36 = 0

8a 32 = 0

8a = 32

a = 4
Substitusikan a = 4 ke dalam persamaan (1).
a = 4 2a + c + 4 = 0

8+c+4=0

c + 12 = 0

c = 12
Substitusikan a = 4 dan c = 12 ke dalam
persamaan (3).
5a + 7b + c + 74 = 0
5(4) + 7b 12 + 74 = 0

20 + 7b + 62 = 0

7b + 42 = 0

7b = 42

b = 6
Jadi, persamaan lingkaran:
L: x2 + y2 + ax + by + c = 0
x2 + y2 4x 6y 12 = 0

 sin2

 =0

(  sin 1)(sin +

)=0
sin = 

 atau sin =  (tidak memenuhi)




Jadi, nilai sin =   .


7.

2 cos x + 2 sin x = k cos (x )


k=

 + 

+

=2 


tan =  = 1
= 45 ( di kuadran I)
2 cos x + 2 sin x =

2  cos (x 45) =



 

cos (x 45) =

cos (x 45) = 
cos (x 45) = cos 60

a.

9.

x1 45 = 60 + k 360
x1 = 105 + k 360
untuk k = 0 x1 = 105
k = 1 x1 = 465 (tidak memenuhi)

b.

x2 45 = 60 + k 360

x2 = 15 + k 360
untuk k = 0 x2 = 15 (tidak memenuhi)
k = 1 x2 = 345
Jadi, himpunan penyelesaiannya {105, 345}.
8.

L: x2 + y2 + ax + by + c = 0
Melalui (2, 0) maka:
(2)2 + 02 2a + 0 + c = 0

4 2a + c = 0

2a + c + 4 = 0
Melalui (6, 0) maka:
62 + 02 + 6a + 0 + c = 0

36 + 6a + c = 0

6a + c + 36 = 0

104

Ulangan Akhir Semester

. . . (1)

. . . (2)

Kedudukan (7, 5) titik terhadap lingkaran:


x2 + y2 6x + 4y 12
= 72 + (5)2 6(7) + 4(5) 12
= 49 + 25 42 20 12
=0
Titik (7, 5) terletak pada lingkaran.
x2 + y2 6x + 4y 12 = 0

x2 6x + y2 + 4y 12 = 0
(x 3)2 9 + (y + 2)2 4 12 = 0

(x 3)2 + (y + 2)2 = 25
Persamaan garis singgung di titik (7, 5):
(x1 3)(x 3) + (y1 + 2)(y + 2) = 25
(7 3)(x 3) + (5 + 2)(y + 2) = 25

4(x 3) + (3)(y + 2) = 25

4x 12 3y 6 = 25

4x 3y 18 = 25

4x 3y = 43
Jadi, persamaan garis singgungnya adalah
4x 3y = 43.

10. (x 4)2 + (y + 3)2 = 40


Pusat lingkaran (4, 3)
r=

Persamaan garis singgung lingkaran:


(y b) = m2(x a) r

 = 2 

Garis:

 + 

y + 3 = 3(x 4) 2 

 + 

y + 3 = 3x 12 2 

x + 3y + 5 = 0

3y = x 5

y= x 

Gradien garis = m1 =  .
Oleh karena tegak lurus, diperoleh:
m1 m2 = 1


 m2 = 1

m2 = 3

y + 3 = 3x 12 20

y = 3x 15 20
Persamaan garis singgung pertama:
y = 3x 15 + 20
y = 3x + 5
Persamaan garis singgung kedua:
y = 3x 15 20
y = 3x 35
Jadi, persamaan garis singgungnya adalah
y = 3x + 5 dan y = 3x 35.

Matematika Kelas XI Program IPA

105