Anda di halaman 1dari 24

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA SLIDE MASTER


SUB TOPIK : SISTEM RESPIRASI PADA MANUSIA
MATERI KELAS 8 SMP MENGGUNAKAN KURIKULUM 2013
(RPP)

Disusun Oleh :
Intan Nirmala Hasibuan
197303102007012026

GURU MATAPELAJARAN IPA


SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 BANDA ACEH
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA ADAN OLAHRAGA KOTA BANDA ACEH
2015

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
Satuan Pendidikan
Mata Pelajaran
Kelas / Semester
Topik
Sub Topik
Pertemuan Ke
Alokasi Waktu

:
:
:
:
:

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)


BIOLOGI
VIII/2
SISTEM TRANSPORTASI
ORGAN- ORGAN PERNAPASAN PADA

:
:

MANUSIA
4 (empat)
45 menit x 2 (1 kali pertemuan)

A. KOMPETENSI INTI

KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.


KI 2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan
pergaulan dan keberadaannya.
KI 3 : Memahami

pengetahuan

(faktual,

konseptual,

dan

prosedural)

berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,


seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI 4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak
(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam
sudut pandang atau teori.

B. KOMPETENSI DASAR

3.8

Memahami tekanan pada zat cair dan penerapannya dalam kehidupan


sehari- hari untuk menjelaskan tekanan darah, difusi pada peristiwa
respirasi, dan tekanan osmosis.

4.8

Melakukan percobaan untuk menyelidiki tekanan cairan pada kedalaman


tertentu, gaya apung, kapilaritas (menyelidiki transport cairan dalam
batang tumbuhan) dan tekanan cairan pada ruang tertutup.

C. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


3.8.9 Mengkaitkan struktur dan fungsi sistem pernapasan manusia.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan dalam proses
penciptaan organ-organ pernafasan manusia dan peranan dari organ-organ
pernafasan manusia serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama
yang dianutnya..
2. Siswa dapat mengidentifikasi organ- organ pernapasan pada manusia.
3. Siswa dapat mengaitkan struktur dan fungsi sistem pernapasan manusia.
4. Siswa dapat mengetahui dan memahami tentang bagaimana proses
berlangsungnya sistem pernapasan pada manusia
5. Siswa dapat menyebutkan penyakit-penyakit yang menyerang sistem
pernafasan manusia
MATERI PEMBELAJARAN
Sistem Respirasi pada Manusia
Pernapasan atau respirasi merupakan serangkaian langkah proses
pengambilan oksigen dan pengeluaran sisa berupa karbondioksida dan uap air
antara manusia dengan lingkungannya . Oksigen diperlukan oleh seluruh sel-sel
tubuh dalam reaksi biokimia (oksidasi biologi) untuk menghasilkan energi
berupa ATP (adenosin tri phosphat). Reaksi tersebut menghasilkan zat sisa
berupa karbondioksida dan uap air yang kemudian dihembuskan keluar. Jadi
tujuan respirasi sebenarnya adalah untuk membentuk ATP yang diperlukan untuk
seluruh aktivitas kehidupan.

1. Organ- Organ Pernapasan Manusia


Secara garis besar, organ pernapasan pada manusia terdiri atas hidung, pangkal
tenggorok (faring), batang tenggorok (trakea), cabang batang tenggorok (bronkus),
anak cabang batang tenggorok (bronkiolus), dan paru- paru (pulmo). Organ- organ
pernapasan tersebut bekerja dalam suatu sistem yang disebut sistem pernapasan.
a. Hidung
Hidung merupakan organ pernapasan yang langsung berhubungan dengan udara luar.
Hidung dilengkapi dengan bulu- bulu hidung, indra pembau, selaput lendir, dan
konka. Rambut- rambut hidung berfungsi untuk menyaring partikel debu atau
kotoran yang masuk bersama udara. Indra pembau merupakan sel- sel yang peka
terhadap bau, sehingga zat- zat yang berbahaya dan berbau tidak sedap tidak
terhirup. Selaput lendir sebagai perangkap benda asing yang masuk terhirup saat
bernapas. Konka mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menyamakan

suhu udara yang terhirup dari luar dengan suhu tubuh atau menghangatkan udara
yang masuk kedalam paru- paru.
b. Pangkal Tenggorok (Faring)
Udara yang hangat dan lembab dari rongga hidung selanjutnya masuk ke faring.
Faring merupakan hulu kerongkongan yang merupakan percabangan dua saluran,
yaitu saluran pernapasan (nasofarings) pada bagian depan dan saluran pencernaan
(orofarings) bagian belakang. Pangkal tenggorok terdiri atas katup (epiglotis) dan
keping tulan rawan yang membentuk jakun. Pada bagian jakun terdapat pita suara
(pita vocalis). Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara bergetar
dan terdengar sebagai suara.
c. Batang Tenggorok (Trakea)
Udara yang telah masuk ke saluran pernapasan (nesofaring) selanjutnya masuk ke
batang tenggorok (trakea). Batang tenggorok berfungsi untuk menyediakan tempat
bagi udara yang dibawa masuk dan udara yang akan dikeluarkan.
Batang tenggorok bersifat kaku dan terbuka yang panjangnya sekitar 10 cm.
Dindingnya tersusun dari cincin- cincin tulang rawan dan selaput lendir yang terdiri
atas jaringan epitelium bersilia. Fungsi silia pada dinding trakea untuk menyaring
benda- benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Batang tenggorok
bercabang menjadi dua. Percabangan batang tenggorok disebut broncus. Yang
masing- masing cabang memasuki paru- paru kanan dan paru- paru kiri.
d. Cabang Batang Tenggorok (Bronkus)
Struktur bronkus hampir sama dengan trakea, tapi lebih sempit. Bentuk tulang rawan
bronkus tidak teratur berselang seling dengan otot. Di dalam paru- paru, bronkus
bercabang- cabang lagi menjadi bronkiolus.
e. Anak Cabang Batang Tenggorok (Bronkiolus)
Bronkiolus merupakan percabangan dari bronkus, jumlah dari bronkiolus sesuai
dengan jumlah lobus pada paru- paru.
Paru- paru bagian kanan memiliki 3 lobus. Jumlah bronkiolus pada paru- paru kanan
sebanyak tiga buah. Paru- paru bagian kiri memiliki 2 lobus. Jadi jumlah bronkiolus

pada paru- paru kiri sebanyak 2 buah. Pada ujung- ujung bronkiolus terdapat
gelembung- gelembung yang sangat kecil dan berdinding tipis yang disebut alveolus
(jamak = alveoli). Alveolus tersebut hanya dapat dilihat dengan menggunakan
mikroskop.
f. Paru- Paru (pulmo)
Paru- paru merupakan alat pernapasan utama. Paru- paru terbagi menjadi dua bagian
yaitu paru- paru kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru- paru kiri
(pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paru- paru dibungkus oleh selaput rangkap
dua yang disebut pleura. Pleura berupa kantung tertutup yang berisi cairan limfa.
Pleura berfungsi melindungi paru- paru dari gesekan saat mengembang dan
mengempis. Di dalam paru- paru terdapat bronkiolus, alveolus, dan pembuluh darah.
Jaringan paru- paru berpori seperi spon dan elastis.
g. Alveolus
Terdapat di ujung akhir bronkiolus berupa kantong kecil yang salah satu sisinya
terbuka. Dinding alveolus tersusun dari satu lapis sel yang lembab dan tipis. Struktur
yang demikian memudahkan moleku- molekul gas melaluinya. Dinding alveolus
berbatasan dengan pembuluh kapiler darah untuk difusi gas pernapasan. Adanya
gelembung- gelembung alveolus memungkinkan pertambahan luas permukaan difusi
dari paru- paru. Luas permukaan alveolus 100 kali luas permukaan tubuh manusia.
Besarnya luas permukaan seluruh alveolus dalam paru- paru menyebabkan
penyerapan oksigen lebih efisien.

2. Pertukaran Oksigen dan Karbondioksida


Pada paru- paru tepatnya di alveolus terjadi pertukaran antara oksigen (O2) dan
karbondioksida (CO2). Tujuannya untuk mengeluarkan karbodioksida agar tidak
meracuni sel- sel tubuh. Proses pertukaran antara O2 dengan CO2 terjadi secara
difusi, yaitu perpindahan zat terlarut (O2 atau CO2) dari daerah yang memiliki
konsentrasi dan tekanan tinggi ke daerah yang memiliki konsentrasi dan tekanan
rendah.

Difusi gas, baik yang ada di udara maupun yang terlarut dalam air bergantung pada
tekanan parsial. Tekanan parsial adalah tekanan yang diberikan oleh gas tertentu
dalam campuran gas tersebut yaitu tekanan O2 dan CO2 yang terlarut dalam darah.
Tekanan parsial O2 diberi simbol PO2, sedangkan tekanan parsial CO2 diberi simbol
PCO2. Pada sistem peredaran darah, tekanan parsial antara O2 dan CO2 bervariasi

pada setiap organ. Darah yang masuk ke paru- paru melalui arteri pulmoner (arteri
pulmonalis) memiliki PO2 yang lebih rendah dan PCO2 yang lebih tinggi dari pada
udara di dalam alveoli.
Pada saat darah memasuki kapiler- kapiler alveoli, CO2 berdifusi dari darah ke
alveoli dan O2 yang berada di alveoli akan berdifusi kedalam darah. Pada saat darah
meninggalkan paru- paru, di dalam vena pulmoner (vena pulmonalis) PO2 telah naik
dan PCO2 telah turun. Setelah darah masuk ke jantung, darah yang membawa

banyak oksigen dipompakan ke seluruh tubuh. Pada saat darah tiba di jaringan tubuh,
akan terjadi difusi O2 dari pembuluh darah menuju jaringan tubuh dan CO2 dari
jaringan tubuh masuk ke dalam darah. Setelah melepas O2 dan membawa CO2,
darah akan kembali ke jantung dan dipompa lagi ke paru- paru. Setiap menit paruparu dapat menyerap sekitar 250 ml oksigen dan mengeluarkan sebanyak 200ml
karbondioksida. Agar dapat mudah dipahami perhatikan gambar

3. Kapasitas Paru- Paru


Volume udara dalam paru- paru orang dewasa lebih kurang 4500-5000 ml atau 5 L.
kemampuan paru- paru menampung udara disebut kapasitas paru-paru. Pada pernapasan
orang dewasa, udara yang keluar dan masuk paru- paru sebanyak 500 ml atau 0,5 L.
Udara ini disebut udara pernapasan atau udara tidal. Jika kalian menarik nafas sedalamdalamnya dan menghembuskan sekuat- kuatnya, volume udara yang masuk dan keluar
sekitar 3500- 4000 ml atau 4 L. Volume udara ini disebut kapasitas vital paru- paru.
Sebanyak1000 - 1500 ml atau 1,5 L udara tetap tinggal di dalam paru- paru, walaupun
kalian telah menghembuskan udara (bernapas) sekuat- kuatnya. Volume udara ini
disebut udara residu.

4. Mekanisme Pernapasan
Pernapasan pada manusia berlangsung dengan cara mengubah tekanan udara di dalam
paru-paru. Perubahan tekanan ini menyebabkan udara dapat keluar dan masuk dari dan
ke dalam paru-paru yang disebut bernapas.
Proses bernapas pada manusia melalui 2 (dua) tahap :

1. Inspirasi (penghirupan)
Tahap inspirasi terjadi akibat otot tulang rusuk dan diafragma berkontraksi. Volume
rongga dada dan paru-paru meningkat ketika diafragma bergerak turun ke bawah dan
sangkar tulang rusuk membesar. Tekanan udara dalam paru-paru akan turun di bawah
tekanan udara atmosfer, dan udara akan mengalir ke dalam paru-paru

2. Ekspirasi (penghembusan)
Tahap ekspirasi terjadi akibat otot tulang rusuk dan diafragma berelaksasi. Volume
rongga dada dan paru-paru mengecil ketika diafragma bergerak naik dan sangkar tulang
rusuk mengecil. Tekanan udara dalam paru-paru akan naik melebihi tekanan udar
atmosfer, dan udara akan mengalir keluar dari paru-paru.

5. Macam Pernafasan
Macam pernafasan dada dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu pernafasan dada
dan pernafasan perut. Pada saat kita melakukan pernapasan dada, maka dada serta
pundak kita akan naik turun.Pada saat kita melakukan pernapasan perut, maka perut
akan mengembang dan mengempis.Terdapat perbedaan proses pernapasan dada dan
perut. Perbedaan tersebut terletak pada organ serta otot yang mengalami kontraksi serta
relaksasi. Pada pernapasan dada, otot yang berperan adalah otot interkostalis atau otot
antar tulang rusuk, sedangkan pada pernapasan perut otot yang berperan adalah otot
diafragma. Proses yang terjadi pada pernapasan dada dan perut adalah sebagai berikut.
A. Pernapasan Dada
Saat inspirasi (udara dihirup)
Otot interkostalis berkontraksi tulang rusuk terangkat rongga dada membesar
tekanan udara dalam dada menurun paru-paru mengembang tekanan udara dalam
paru-paru lebih rendah daripada tekanan luar sehingga udara masuk ke paru-paru.
Saat ekspirasi (udara dihembuskan)
Otot interkostalis berelaksasi tulang rusuk turun rongga dada mengecil tekanan
udara dalam dada meningkat paru-paru mengempis tekanan udara dalam paru-

paru lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan udara luar sehingga udarakeluar dari
paru-paru.

B. Pernapasan Perut
Saat inspirasi (udara dihirup)
Otot diafragma berkontraksi diafragma menjadi datar rongga dada membesar
paru-paru mengembang tekanan udara dalam paru-paru lebih rendah daripada
tekanan udara luar sehingga udara masuk ke paruparu.

Saat ekspirasi (udara dihembuskan)


Otot diafragma berelaksasi diafragma melengkung ke arah rongga dada rongga
dada mengecil paru-paru mengempis tekanan dalam paruparu
lebih tinggi dari tekanan udara luar sehingga udara keluar dari paru- paru.

6. Penyakit Yang Berhubungan Dengan Sistem Pernafasan


a. Rhinitis
merupakan peradangan pada rongga hidung sehingga hidung menjadi bengkak dan
banyak mengeluarkan lendir. Gejala-gejala yang timbul pada seseorang yang menderita
renitis antara lain bersin-bersin, hidung gatal, hidung tersumbat, dan berair (ingus
encer). Renitis bisa timbul karena alergi atau faktor lain.
b. Sinusitis
Sinusitis merupakan penyakit peradangan pada bagian atas rongga hidung atau sinus
paranasalis. Penyakit sinusitis disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, virus,
menurunnya kekebalan tubuh, flu, stress, kecanduan rokok, dan infeksi pada gigi. ( Obat
Sinusitis Herbal )
c. Faringitis
Faringitis adalah radang pada faring karena infeksi sehingga timbul rasa nyeri pada
waktu menelan makanan ataupun kerongkongan terasa kering. Gangguan ini disebabkan

oleh infeksi bakteri atau virus. Bakteri yang biasa menyerang penyakit ini adalah
Streptococcus pharyngitis. Peradangan juga dapat terjadi karena terlalu banyak
merokok, ditandai dengan rasa sakit saat menelan dan rasa kering di kerongkongan.
d. Bronkitis
Bronkitis adalah suatu peradangan pada cabang tenggorok (bronchus) (saluran udara ke
paru-paru). Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh
sempurna. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit
jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius.
e. Asma
Asma merupakan penyakit radang paru-paru yang menimbulkan serangan sesak napas
dan mengi yang berulang. Asma merupakan salah satu kelainan paru-paru paling banyak
dan bervariasi, menyerang satu dari empat anak di beberapa daerah. ( Obat Herbal
Sesak Nafas )Otot dinding saluran udara berkontraksi seperti kejang, menyebabkan
saluran udara menyempit, sehingga terjadi serangan sesak napas. Penyempitan
diperburuk oleh sekresi lendir yang berlebihan. Sebagian besar kasus terjadi di masa
kanak-kanak dan biasanya berkaitan dengan penyakit yang didasari oleh alergi seperti
eksema dan keduanya mempunyai faktor penyakit turunan.
f. Influenza (Flu)
Penyakit influenza disebabkan oleh virus influenza. Gejala yang ditimbulkan antara lain
pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal. Influenza
merupakan suatu penyakit infeksi akut saluran pernapasan terutama ditandai oleh
demam, gigil, sakit otot, sakit kepala dan sering disertai pilek, sakit tenggorok dan batuk
yang tidak berdahak. Lama sakit berlangsung antara 2-7 hari dan biasanya sembuh
sendiri.
g. Emfisema
Emfisema adalah penyakit pada paru-paru yang ditandai dengan pembengkakan pada
paru-paru karena pembuluh darahnya kemasukan udara. Emfisema disebabkan
hilangnya elastisitas alveolus. Emfisema ditandai dengan pernapasan yang pendek yang
disebabkan oleh kesulitan untuk menghembuskan seluruh udara keluar dari paru-paru
karena tekanan udara yang berlebihan dari kantung udara di dalam paru-paru (alveoli).

Penderita mengalami batuk kronis dan sesak napas. Asap rokok dan kekurangan enzim
alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini. ( Obat
Emfisema Herbal )
h. Tuberculosis (TBC)
Tuberculosis

(TBC) adalah

penyakit

yang

disebabkan

oleh

infeksi

kuman

Mycobacterium tuberkulosis yang bersifat sistemik, yang dapat bermanifestasi pada


hampir semua organ tubuh dengan lokasi terbanyak di paru yang biasanya merupakan
lokasi infeksi primer. Bakteri ini menyerang paru-paru sehingga pada bagian dalam
alveolus terdapat bintil-bintil. Penyakit ini menyebabkan proses difusi oksigen yang
terganggu karena adanya bintik-bintik kecil pada dinding alveolus.
i. Pneumonia
Pneumonia atau juga di sebut dengan Radang paru-paru merupakan suatu penyakit pada
paru-paru dimana pulmonary aveolus yang bertangggung jawab menyerap oksigen dari
atmosfer meradang dan terisi oleh cairan. Radang paru-paru dapat disebabkan oleh
beberapa penyebab termasuk oleh infeksi bakteria, virus, jamur, atau pasilan (parasit).
Radang paru-paru dapat disebabkan oleh bakteri streptococcus dan mycopalsma
pneumoniae. Radang paru-paru juga dapat disebabkan oleh kepedihan zat-zat kimia atau
cedera jasmani pada paru-paru atau sebagai akibat dari penyakit lainnya.Seperti kanker
paru-paru atau berlebihan minum alkohol.

j. Kanker Paru-Paru
Penyakit ini merupakan salah satu yang paling berbahaya. Sel-sel kanker pada paru-paru
terus tumbuh tidak terkendali. Penyakit ini lamakelamaan dapat menyerang seluruh
tubuh. Salah satu pemicu kanker paru-paru adalah kebiasaan merokok. Merokok dapat
memicu terjadinya kanker paru-paru dan kerusakan paru-paru.
k. Pleuritis
Pleuritis merupakan radang pada pleura (selaput paru-paru )Gejala penyakit Pleuritis
bisa berupa Nyeri pada dada yang diperburuk oleh bernapas, Sesak Napas, dan Perasaan
ditikam

l. Dipteri
Dipteri adalah infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. Pada umumnya, disebabkan
oleh Corynebacterium diphterial. Pada tingkat lanjut, penderitanya dapat mengalami
kerusakan selaput jantung, demam, lumpuh, bahkan meninggal dunia.
m. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)
Upper Respiratory tract Infection (URI) merupakan penyakit yang menyerang sistem
pernapasan manusia bagian atas, yaitu hidung, laring (tekak), dan tenggorokan. Penyakit
ini sering dijumpai pada masa peralihan cuaca. Penyebab munculnya ISPA hampir sama
dengan influenza, yaitu karena kekebalan tubuh yang menurun. Sedangkan bakteri yang
dapat menyebabkan ISPA berasal dari jenis Stafilokokus, Streptokokus, dan
Pneumokokus.ISPA dibagi dalam tiga tingkat, yaitu ringan, sedang, dan berat. Gejala
ISPA ringan berupa batuk, suara serak, hidung berlendir (mengeluarkan ingus), dan
demam (atau suhu badan terasa meningkat tidak seperti biasanya).

E. METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan
Metode
Model

:
:
:

Scientific
Diskusi
Cooperative Learning dan picture and picture

F. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN


1. Media

Slide presentasi ( slide master ).

Animasi , shockwave flash file


dan video
2. Alat dan bahan: Laptop, proyektor, layar/screen
3. Sumber Belajar
: Buku Paket Biologi kelas VIII
Media lainnya, koneksi internet dan bahan lainnya
yang

mendukung pembelajaran

G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan
Pendahuluan

Deskripsi Kegiatan
a. Guru mengucapkan salam disertai senyum, kemudian

Alokasi
Waktu
5 menit

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi
Waktu

menanyakan kabar siswa.


b. Guru mengabsen siswa dan meminta /mengajak siswa
berdoa sebelum memulai pembelajaran.
c. Guru menampilkan slide presentasi berupa video siswa
yang sedang memberikan pertanyaan pada temannya
tentang apa yang sekarang ini sedang dilakukan oleh
seluruh manusia di dunia
d. Guru menyebutkan tentang pokok bahasan pertemuan kali
ini yaitu sistem respirasi dan slide pembelajaran juga
memuat tujuan pembelajaran baik dalam bentuk video
maupun tulisan
e. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dalam rangka
mencapai indikator kompetensi yang di tetapkan
f. Guru menampilkan slide presentasi yang menjelaskan
sedikit gambaran mengenai system respirasi dan
menjelaskan kegiatan selanjutnya yang akan siswa lakukan.
Inti

a. Mengamati
Siswa memahami berbagai macam bentuk organ dan
fungsi organ tersebut dalam system respirasi.
Siswa mengamati video pembelajaran terkait system
respirasi dan menjawab lembar kerja siswa yang telah
di sediakan
Disaat siswa mengamati video pembelajaran, guru
menilai aspek sikap siswa (disiplin, bertanggung
jawab,percaya diri dll.)
Lembar kerja siswa dikumpulkan
Kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi oleh

60 Menit

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi
Waktu

guru (termasuk penjelasan mengenai video yang telah


ditampilkan
b. Menanya
Guru menanyakan kepada siswa apa yang kalian
tangkap dari video tersebut ?
Siswa diberikan waktu untuk bertanya mengenai video
yang telah diputarkan ataupun materi yang guru
sampaikan
c. Eksperimen dan eksplorasi
Siswa menyaksikan praktikum mengenai system
pernafasan yang memperlihatkan prosedur kerja
praktikum dan siswa diminta mencoba kembali
praktikum sederhana tersebut di rumah.
Siswa di bagi menjadi dua kelompok
Setiap kelompok di berikan waktu untuk
mendiskusikan tayanagan slide yang telah guru
tampilkan
d. Asosiasi
Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi
mengenai slide presentasi yang di berikan oleh guru
serta memberikan kesempatan untuk bertanya bagi
kelompok lain.
e. Mengkomunikasikan
Guru ikut serta dalam kegiatan diskusi pembelajaran
apabila sekiranya ada suatu pembahasan yang
kurang sesuai atau melenceng dari dasar

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi
Waktu

Guru melakukan penjelasan dan penguatan terhadap


hasil praktikum yang telah ditampilkan
Guru memberikan penegasan terhadap suatu
bahasan yang sekiranya sangat penting bagi
pemahaman proses pembelajaran materi tersebut.
Penutup

a. Guru bersama- sama dengan siswa menyimpulkan hasil


pengamatan atau pembelajaran yang telah dilaksanakan.
b. Siswa mengerjakan tes evaluasi atau tes tertulis sebagai
evaluasi seberapa sukseskah proses pembelajaran dapat
diterima atau dipahami oleh siswa.
25 Menit
c. Guru memberikan umpan balik atau penilaian berupa
reward atau punishment terhadap materi yang telah
dilaksanakan.
d. Guru memberi tugas berupa artikel yang berkaitan dengan
mekanisme dan gangguan pada sistem respirasi.

H. PENILAIAN
Metode dan bentuk instrumen
Metode

Bentuk intrumen

1.

Sikap

Lembar pengamatan sikap

2.

Penilaian kognitif

Tes pilihan ganda dan essay

1. Penilaian Sikap
Pedoman Observasi Sikap Jujur
Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam
kejujuran. Berilah tanda cek () pada kolom skor sesuai sikap jujur yang
ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
Nama Peserta Didik
Kelas
Tanggal Pengamatan
Materi Pokok

: .
: .
: ..
: ..

Aspek Pengamatan

No.

1 Tidak nyontek dalam mengerjakan


ujian/ulangan/tugas
2 Tidak melakukan plagiat (mengambil/menyalin
karya orang lain tanpa menyebutkan sumber) dalam
mengerjakan setiap tugas
3 Mengungkapkan perasaan terhadap sesuatu apa
adanya
4 Melaporkan data atau informasi apa adanya
5 Mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki
Jumlah Skor

Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :
Skor diperoleh
x 4=skor akhir
Skor Maksimal
Contoh :

Skor
1 2 3 4

Skor diperoleh 14, skor maksimal 4 x 5 pernyataan = 20, maka skor akhir:
14
x 4=2,8
20
Sesuai Permendikbud No 81A Tahun 2013 peserta didik memperoleh nilai
adalah :
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang

: apabila memperoleh skor : 3,33 < skor 4,00


: apabila memperoleh skor : 2,33 < skor 3,33
: apabila memperoleh skor : 1,33 < skor 2,33
: apabila memperoleh skor : skor 1,33
Pedoman Observasi Sikap Disiplin

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam
kedisiplinan. Berilah tanda cek () pada kolom skor sesuai sikap disiplin yang
ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
Ya
= apabila peserta didik menunjukkan perbuatan sesuai aspek
pengamatan
Tidak = apabila peserta didik tidak menunjukkan perbuatan sesuai
aspek pengamatan
Nama Peserta Didik
Kelas
Tanggal Pengamatan
Materi Pokok

N
No.

: .
: .
: ..
: ..

Sikap yang diamati

1 Masuk kelas tepat waktu


2 Mengumpulkan tugas tepat waktu
3 Memakai seragam sesuai tata tertib
4 Mengerjakan tugas yang diberikan
5 Tertib dalam mengikuti pembelajaran
6 Mengikuti praktikum sesuai dengan langkah yang
ditetapkan
7 Membawa buku tulis sesuai mata pelajaran

Melakukan
Ya

Tidak

8 Membawa buku teks mata pelajaran


Jumlah
Petunjuk Penskoran :
Jawaban YA diberi skor 1, dan jawaban TIDAK diberi skor 0
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :
Skor
x 4=skor akhir
Skor Tertinggi
Contoh :
Jawaban YA sebanyak 6, maka diperoleh skor 6, dan skor tertinggi 8 maka skor
akhir adalah:
6
x 4=3,00
8
Pedoman Observasi Sikap Tanggung Jawab
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam
tanggung jawab. Berilah tanda cek () pada kolom skor sesuai sikap tanggung
jawab yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
Nama Peserta Didik
: .
Kelas
: .
Tanggal Pengamatan
: ..
Materi Pokok
: ..

N
No.

Aspek Pengamatan

1 Melaksanakan tugas individu dengan baik


2 Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan
3 Tidak menuduh orang lain tanpa bukti yang akurat
4 Mengembalikan barang yang dipinjam

Skor
1

5 Meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan


Jumlah Skor
Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4 Perhitungan skor akhir
menggunakan rumus :
Skor diperoleh
x 4=skor akhir
Skor Maksimal
Contoh :
Skor diperoleh 14, skor maksimal 4 x 5 pernyataan = 20, maka skor akhir
:

14
x 4=2,8
20

Sesuai Permendikbud No 81A Tahun 2013 peserta didik memperoleh nilai


adalah :
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang

2.

: apabila memperoleh skor : 3,33 < skor 4,00


: apabila memperoleh skor : 2,33 < skor 3,33
: apabila memperoleh skor : 1,33 < skor 2,33
: apabila memperoleh skor : skor 1,33

Penilaian Kognitif
Tes Pilihan Ganda
1. Organ respirasi mulai terbentuk ketika bayi berada dalam kandungan dengan
panjang sekitar....
a. 3 cm

c. 4,5 cm

b. 1,5 cm

d. 2,5 cm

e. 2 cm

2. Berfungsi menyaring udara yang masuk dan menyesuaikan udara luar dengan
udara dalam tubuh merupakan peranan dari....
a. Hidung
b.

c. Rongga hidung

e. Selaput lendir konk

b. Bulu hidung
c.

d. Sekat hidung
e.

3. Pada faring terdapat katup penutup rongga hidung yang disebut dengan....
a. trakea

c. uvula (anak tekak)

b. laring

d. diafragma

e. ruang nasal

4. Daerah pertemuan antara saluran respirasi dengan makanan adalah....


a. faring

c. epiglotis

b. laring

d. anak tekak

e. trakea

5. Mekanisme kerja insprasi dan ekspirasi diatur oleh gerakan....


a. Otot perut dan otot dada

c. Otot diafragma dan otot e. Otot perut dan otot


antar tulang rusuk

b. b. Otot diafragma dan otot


antar tulang punggung

diafragma

d. Otot perut dan otot antar


tulang rusuk

6. Paru-paru dibungkus oleh selaput tipis yang disebut ....


a. Alveolus
b. b. Limpa Pleurasitis

c. Pleura

e. Diafragma

d. Pleura

7. Antar tulang rusuk luar berkontraksi, tulang rusuk terangkat, volume rongga
dada membesar, paru-paru mengembang, sehingga tekanan udaranya menjadi
lebih kecil dari udara atmosfer, sehingga udara masuk. Hal ini merupakan proses
pernafasan dada secara....
a. Ekspirasi
b. b. Inspirasi

c. Biologis
d. Spontan

8. Kapasital vital dapat dicari dengan menggunakan rumus....

e. Teratur

a. KV = VT + VK + VS
b. b. KV = VT : VK

c. KV = VT-KV-VS

e. KV = VT+ VS

d. KV = VT2

9. Pernafasan dengan menggunakan otot antar tulang rusuk disebut dengan....


a. pernafasan perut
b. b. Pernafasan hidung

c. inspirasi

e. ekspirasi

d. pernafasan dada

10. Proses pengambilan gas O2 dari udara bebas oleh organisme hidup, untuk
serangkaian proses metabolisme, dan mengeluarkan CO2 sebagai sisa
metabolisme dan menghasilkan energi. Ini merupakan pengertian dari....
a. pernafasan
b. b. Pernafasan eksternal

c. inspirasi

e. ekspirasi

d. reaksi aerob

Tes essay
1. Apa yang dimaksud dengan bernafas?
2.

Sebutkan organ- organ yang berperan dalam sistem repirasi, beserta fungsinya !

3.

Bagaimana mekanisme terjadinya pertukaran gas antara O2 dan CO2 ?

4. Apakah maksud atau pengertian dari istilah


a) Kapasitas paru paru
b) Pernapasan tidal
c) Kapasitas vital paru- paru
d) Volume udara residu

Cara penilaian
Pilihan Ganda 1 nomor bernilai 2 x 10 = 20
Soal essay bernilai 4 x 20 = 80

Total skor = 20 + 80 = 100