Anda di halaman 1dari 18

PENATALAKSANAAN KRISIS

HIPERTENSI
OLEH :
NELLY ANDRIANI

PENDAHULUAN
Hipertensi umumnya asimtomatik, segera
dapat dideteksi, biasanya mudah diatasi
dan sering menyebabkan komplikasi yang
mematian jika tidak diterapi
Krisis hipertensi disebut juga kegawatan
hipertensi Tek. Darah (TD) sangat tinggi
terjadi secara tiba-tiba dan progresif
JNC VII membagi krisis hipertensi :
emergensi dan urgensi

DEFENISI
Krisis hipertensi suatu sindroma klinis
dengan tanda khas berupa kenaikan TD
sistolik dan diastolik secara tiba-tiba dan
progresif
Dapat menyerang target organ
TD sistolik : 250mmHg atau lebih
diastolik : 120mmHg atau lebih

KLASIFIKASI
Klasifikasi perioritas pengobatan
Hipertensi emergensi (darurat) ditandai
dengan TD Diastolik > 120 mmHg, disertai
kerusakan berat dari organ
Hipertensi urgensi (mendesak), TD diastolik
> 120 mmHg dan dengan atau tanpa
kerusakan/komplikasi minimum dari organ

INSIDEN DAN EPIDEMIOLOGI


Prevalensi hipertensi
-Canada 22%, (16% terkendali)
-Mesir 26.3%, (8% terkendali)
-China 13.6%, (3% terkendali)
Dari populasi hipertensi diperkirakan :
- 70% hepertensi ringan
- 20% hipertensi sedang
- 10% hipertensi berat

Krisis hipertensi dinegara maju berkisar 27% dari populasi hipertensi terutama pada
usia 40-60 tahun.
Dalam 10thn terakhir angka >rendah
karena kemajuan dalam pengobatan
hipertensi

PATOFISIOLOGI
Adanya kelainan dalam sistem pengawasan
yang gagal menurunkan tekanan arteri
menjadi normal.
Ada 2 teori tentang hipertensi
ensefalopati:
1.Teori overautoregulator
2.Teori breakthrough of serebral
autoregulation

DIAGNOSA
Diagnosa krisis hipertensi harus ditegakkan
sedini mungkin hasil terapi sangat
tergantung pada tindakan yang cepat dan
tepat
Anamnesa:
- Riwayat hipertensi
- Obat antihipertensi yang digunakan
- Usia dan gejala neurologis

Pemeriksaan fisik :
- Pengukuran TD (baring dan berdiri)
- Dapat dijumpai: papil edema,
perdarahan fundus & kelainan
neurologis
Pemeriksaan penunjang :
- segera : darah, urine, EKG, foto dada
- lanjutan : IVP, biopsi renal, CT-Scan

FAKTOR PREDISPOSISI
Kenaikan tekanan datah tiba-tiba pada
penderita hipertensi kronis essensial
Hipertensi renovaskuler
Glomerulonefritis akut
Cedera kepala
Peny. Parekim ginjal
Obat obatan, dll

DIFFERENSIAL DIAGNOSA

Hipertensi berat
Emergensi neurologi
Ansietas dengan hipertensi labil
Edema paru

PENATALAKSANAAN
Hipertensi emergensi:
- Rawat ICU, pasang femoral arterial line
dan pulmonari arterial kateter (bila
ada indikasi)
- Tentukan TD yang ingin segera
diturunkan
- Awal pengobatan: Hindari TD secara
akut
- TD diusahakan normal dalam 1-2 mgg

Medikamentosa pada hipertensi emergensi:


1. Sodium Nitropruside
2. Nitroglyserin
3. Diazolxide
4. Hidralazine
5. Enalapriat
6. Phentolamine
7. Trimethapan camsylate
8. Labetalol
9. Methyldopa
10. Klonidine

1.

Hipertensi urgensi:
- Penderita ditempatkan diruang yang
tenang
-TD diukur kembali dalam 30 mnt
- Bila TD masih tinggi pengobatan

Medikamentosa pada hipertensi urgensi:


1. Nifedipine
2. Kaptopril
3. Klonidine
4. Prazosin

PROGNOSA
Sebelum ditemukan obat antihipertensi
yang efektif survival penderita: 20% dalam 1
thn
Prognosa menjadi lebih baik setelah
ditemukan obat antihepertensi yang efektif
Survival dalam 1 thn berkisar 94%

TERIMA KASIH