Anda di halaman 1dari 131

PERSEPSI MAHASISWA FAKULTAS DAKWAH

IAIN WALISONGO SEMARANG TENTANG


BLOG SEBAGAI MEDIA DAKWAH

SKRIPSI

untuk memenuhi sebagian persyaratan


mencapai derajat Sarjana Sosial Islam (S.Sos.I)

Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)

HANIK MALIHATIN
071211022

FAKULTAS DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) WALISONGO
SEMARANG
2012

ii

iii

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi ini adalah hasil kerja saya sendiri dan
di dalamnya tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar
kesarjanaan di suatu perguruan tinggi di lembaga pendidikan lainnya.
Pengetahuan yang diperoleh dari hasil penerbitan maupun yang belum/tidak
diterbitkan, sumbernya dijelaskan di dalam tulisan dan daftar pustaka.

Semarang, 14 Juni 2012

Hanik Malihatin
NIM. 071211022

iv

MOTTO




Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi
Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya.
dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah). Maka
pahalanya itu untuk kamu sendiri, dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu
melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang
kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu
sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan)(Al-Baqarah: 272).

PERSEMBAHAN

Karya ini aku persembahkan kepada kedua orang tuaku, semoga kasih sayang
yang engkau taburkan mampu mengantarkan kepada kemuliaan di dunia dan
akhirat.
Juga kepada adikku tercinta, seluruh keluargaku, serta sepupu dan keponakankeponakanku terkasih.

vi

ABSTRAKSI

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan blog dakwah dan untuk


mengetahui persepsi mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang
tentang blog sebagai media dakwah. Jenis penelitian ini kualitatif dengan
menggunakan pendekatan fenomenologis, sedangkan spesifikasi penelitian
deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN
Walisongo Semarang. Dari seluruh mahasiswa di Fakultas Dakwah diambil 15
informan. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara (interview) terbuka
untuk mengetahui persepsi mahasiswa Fakultas Dakwah tentang blog sebagai
media dakwah. Selain metode wawancara, peneliti juga menggunakan
dokumenter untuk mengumpulkan dokumen yang berkaitan dengan subyek
penelitian. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap data yang telah terkumpul
terutama hasil wawancara dengan metode deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 informan (mahasiswa
Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang), 67% menyatakan blog menjadi
suatu kebutuhan bahkan gaya hidup sesuai dengan perkembangan IT. 80%
mahasiswa menyatakan blog menjadi sebuah media dakwah dianggap sangat
bagus dan menarik bagi kegiatan dakwah di era perkembangan IT seperti sekarang
ini. Sebanyak 47% mahasiswa menyatakan salah satu kelebihan berdakwah
melalui blog adalah koneksi blog yang tidak mengenal jarak dan waktu.
Sedangkan 67% mahasiswa menyatakan kekurangannya adalah tidak semua orang
mengerti tentang blog. Sebanyak 87% mahasiswa menyatakan bahwa berdakwah
melalui blog kurang efektif. Menurut 40% mahasiswa menganggap bahwa blog
dakwah yang ideal adalah blog yang tetap berdasar pada Al-Quran dan Hadits.
Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi mahasiswa
Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang tentang blog sebagai media dakwah
termasuk kurang efektif karena madu yang dapat menikmati blog dakwah hanya
orang-orang tertentu saja seperti kaum intelekual dan akademisi. Berdasarkan
hasil penelitian ini diharapakan akan menjadi informasi dan masukan bagi
masyarakat umum.

vii

KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabil Alamin, puji syukur penulis panjatkan ke hadirat
Allah SWT yang telah memberikan karunia dan hidayah-Nya, sehingga penulis
mampu untuk melampaui berbagai proses dalam penyusunan skripsi ini, mampu
untuk menyelesaikan skripsi ini dengan judul PERSEPSI MAHASISWA
FAKULTAS DAKWAH IAIN WALISONGO SEMARANG TENTANG BLOG
SEBAGAI MEDIA DAKWAH , guna memenuhi tugas untuk memperoleh gelar
kesarjanaan dalam Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang.
Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada Rasulullah SAW,
yang telah membimbing kita semua ke jalan yang lurus, yakni agama Islam.
Selesainya skripsi ini, tentu saja tidak lepas dari peran serta dan bantuan
dari banyak pihak, oleh karena itu, melalui pengantar ini, perkenankanlah penulis
untuk mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. Muhammad Sulthon, M.Ag, selaku Dekan Fakultas Dakwah IAIN
Walisongo Semarang.
2. Ibu Dra. Hj. Amelia Rahmi, M. Pd dan bapak Ahmad Faqih, S.Ag, M.Si
selaku Dosen Pembimbing, yang telah meluangkan waktu dan tenaga di
tengah kesibukannya. Terima kasih atas nasehat, motivasi, bimbingan yang
tidak ternilai harganya.
3. Semua Dosen Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang, yang telah
mengabdikan ilmu-ilmunya kepada kami.

viii

4. Staf Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang, yang telah dengan sabar
melayani segala urusan peneliti dalam mengatasi masalah administrasi
selama penulis belajar.
5. Kajur dan Sekjur Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah IAIN
Walisongo Semarang.
6. Ayahanda Basiran dan Ibunda Rukayah, yang selalu memberi doa restu serta
cinta kasih yang tidak pernah berkurang setiap waktu, selalu memberi
ketegaran di kala kesedihan datang mendera, dan selalu sabar dalam
mendidik putra-putrinya.
7. Adikku Ali Ahmad Zubaidi dan adik-adik sepupuku, terima kasih untuk
semua tawa yang kalian berikan, kalianlah motivator muda yang selalu ada di
hatiku.
8. Seluruh keluarga di Pati yang selalu mendukung di setiap langkahku. Terima
kasih doanya.
9. Seseorang yang selalu menghiasi hari-hariku, yang selalu sabar menghadapi
sikapku, yang selalu memberi masukan di saat banyak problem, yang selalu
tersenyum dalam keadaan apapun, yang selalu ada di kala suka dan duka,
Iwan.
10. Sahabat-sahabatku: Anis, Iswati, Irna, kalian adalah sahabat terbaik yang aku
miliki.
11. Mbak Muna, mbak Usna, mbak Athik, juga teman-teman di TPQ Nurul Iman,
mbak Mila, mbak Zum, Aya, Mimi, Khomsah, Fitri.

ix

12. Teman-teman Fakultas Dakwah angkatan 2007 dan teman-teman KKN


angkatan 56 desa Trayu Kec. Singorojo Kab. Kendal.
13. Teman-teman kos: Ayu, Alfin, Nana, Qudsi, Tin-tin, Safitri, Lia, Arni, Naila,
Iga, Syafa, Ika, kalian selalu ada dalam keadaan suka dan duka.
14. Seluruh pihak yang telah memberikan bantuan namun tidak dapat disebut satu
persatu dalam lembar ini karena keterbatasan yang ada.
Kepada semuanya, kupersembahkan ucapan terima kasih yang tiada
terhingga. Semoga segala kebaikan yang telah diberikan, mendapat balasan dari
Allah SWT.
Akhir kata, penulis berdoa, semoga karya ini dapat bermanfaat bagi
penulis secara pribadi dan bagi para pembaca pada umumnya. Amiin Yaa Robbal
Aalamiin.

Semarang 14 Juni 2012


Penulis

Hanik Malihatin

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ..............................................................................

NOTA PEMBIMBING ...........................................................................

ii

HALAMAN PENGESAHAN ................................................................

iii

HALAMAN PERNYATAAN ...............................................................

iv

HALAMAN MOTTO ............................................................................

PERSEMBAHAN ..................................................................................

vi

ABSTRAKSI .........................................................................................

vii

KATA PENGANTAR ...........................................................................

viii

DAFTAR ISI ..........................................................................................

xi

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah ......................................................

1.2. Perumusan Masalah .............................................................

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian ...........................................

1.4. Tinjauan Pustaka .................................................................

1.5. Metode Penelitian ................................................................

1.6. Sistematika Penulisan ..........................................................

14

BAB II KAJIAN TEORI TENTANG PERSEPSI, DAKWAH,


DAN BLOG
2.1. Persepsi.................................................................................

16

2.1.1. Pengertian Persepsi ....................................................

16

2.1.2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi ..............

18

2.1.3. Teori-teori Persepsi ....................................................

23

2.2. Ruang Lingkup Dakwah.......................................................

25

2.2.1. Pengertian Dakwah ....................................................

25

2.2.2. Dasar Hukum Dakwah ...............................................

27

2.2.3. Tujuan Dakwah ..........................................................

29

2.2.4. Unsur-unsur Pendukung Dakwah...............................

32

xi

2.3. Blog ......................................................................................

46

2.3.1. Pengertian Blog ..........................................................

46

2.3.2. Sejarah Blog ...............................................................

52

2.3.3. Jenis-jenis Blog ..........................................................

53

2.3.4. Tujuan Blog ................................................................

56

2.3.5. Fungsi Blog ................................................................

57

2.3.6. Langkah-langkah Membuat Blog ...............................

58

2.3.7. Tampilan-tampilan Blog ...........................................

64

2.4. Blog sebagai Media Dakwah ................................................

67

BAB III GAMBARAN UMUM FAKULTAS DAKWAH


IAIN WALISONGO SEMARANG, KONDISI
MAHASISWA, INTERNET (BLOG) DI KAMPUS
3.1. Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang .....................

74

3.1.1. Visi dan Misi ..............................................................

74

3.1.2. Profil ...........................................................................

75

3.1.3. Sejarah Singkat ...........................................................

76

3.1.4. Struktur Organisasi.....................................................

76

3.1.5. Sarana dan Prasarana ..................................................

77

3.2. Mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Walisongo


Semarang ..............................................................................

80

3.3. Internet di Kampus ...............................................................

82

3.4. Persepsi Mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Walisongo


Semarang Tentang Blog sebagai Media Dakwah ................

85

BAB IV ANALISIS PERSEPSI MAHASISWA FAKULTAS


DAKWAH IAIN WALISONGO SEMARANG
TENTANG BLOG SEBAGAI MEDIA DAKWAH ..............

101

BAB V PENUTUP
5.1. Kesimpulan ..........................................................................

110

5.2. Saran ....................................................................................

111

5.3. Penutup ................................................................................

112

xii

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BIODATA PENULIS

xiii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Islam sebagai agama yang membawa rahmat kepada seluruh alam
(rahmatan al-alamin) senantiasa menuntut kepada manusia untuk senantiasa
menerima berbagai ilmu pengetahuan (seperti ilmu kedokteran, ilmu fisika,
ilmu biologi, ilmu mantiq) sepanjang tidak bertentangan dengan misi Islam,
yakni memberikan keselamatan kepada seluruh alam. Dengan sifat terbuka
terhadap ilmu pengetahuan tersebut diharapkan budaya Islam akan memiliki
karakteristik yang sangat khas, yaitu menggali seluruh potensi dunia untuk
melahirkan karya budaya yang memberikan nilai-nilai kesejahteraan,
kedamaian bagi umat manusia dan alam (Tasmara, 2002: 14).
Dakwah merupakan bagian yang pasti ada dalam umat beragama.
Dalam Islam, kewajiban dakwah pada dasarnya merupakan kewajiban setiap
muslim, setidaknya harus ada golongan dari pemeluk yang melakukannya.
Sebenarnya sangat mulia apabila setiap muslim dapat membakukan dalam
dirinya bahwa kewajiban dakwah merupakan fardhu ain, sebagai perwujudan
keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT (Ahmad, 1985: 33).
Di era globalisasi seperti sekarang ini, dakwah Islam selalu
dipengaruhi oleh perubahan sosial. Dalam hal ini, maka dakwah Islam
menghadapi masalah yang semakin kompleks dan berat dalam bidang sosial,
politik, iptek, keagamaan, ekonomi, maupun pendidikan. Dakwah harus

mampu memberikan pedoman menuju arah dan corak ideal tatanan


masyarakat baru yang akan datang (Dahlan, 2003: 247). Kemajuan teknologi,
khususnya di bidang teknologi informasi merupakan salah satu pemicu
terjadinya pola pikir manusia untuk dapat memperoleh informasi secara
cepat, akurat, dan dapat dipercaya. Internet sebagai salah satu media
teknologi informasi sangat besar manfaatnya bagi masyarakat. Internet telah
menyatukan jarak dan berbagai perbedaan yang sebelumnya menjadi
penghambat dalam komunikasi (Husni, 2004: 1).
Disadari atau tidak, perkembangan teknologi yang disebut internet,
telah mengubah pola interaksi masyarakat. Internet telah memberikan
kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan/industri maupun
pemerintah. Hadirnya internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi sarana
komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi
yang dibutuhkan masyarakat.
Dewasa

ini,

perkembangan

internet

mulai

merambah

dan

menempatkan posisi yang kuat di deretan media massa yang lebih dahulu ada
seperti surat kabar, majalah, radio,

dan televisi.

Melalui hardware dan

software, seseorang dengan mudah mampu mendapatkan informasi yang


diinginkan hanya melalui komputer yang dilengkapi dengan modem yang
disambungkan melalui jaringan telepon (Musyafak, 2004: 3).
Blog merupakan salah satu istilah baru yang telah banyak dikenal
secara umum oleh masyarakat pengguna internet seluruh dunia. Blog adalah

kependekan dari weblog, yang biasanya terdiri dari komentar dan berita
dalam sebuah judul atau tema, seperti makanan, politik, agama, atau berita
lokal, yang beberapa fungsinya cenderung untuk perseorangan sebagai online diary.
Dalam arus informasi dan teknologi yang terus berkembang, dakwah
harus mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan yang terjadi,
tanpa meninggalkan tradisi-tradisi lama. Semenjak ditemukan komputer,
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menjadi ledakan luar
biasa. Komputer menjadi media terwujudnya era informasi seperti sekarang
ini. Terlebih lagi didukung kondisi masyarakat sekarang yang hampir tiap
rumah bahkan individu memiliki komputer serta sarana komunikasi melalui
internet. Melalui teknologi blog, dakwah Islam bisa menyediakan berbagai
kemudahan. Pertama, blog menyediakan berbagai kemudahan seperti
penyampaian kajian-kajian Islam. Kedua, blog memberikan suatu ruang yang
menawarkan sebuah dialog atau komentar dari para pengunjung blog tersebut
sehingga pelaksanaan dakwah dapat dilakukan dengan baik. Dengan berbagai
komponen yang dimiliki, blog dapat dijadikan wahana pencarian berbagai
informasi dalam upaya peningkatan iman dan amal saleh setiap muslim yang
selanjutnya pada saat yang sama peningkatan iman dan amal yang dicapai
akan menjadikan/menempatkan dirinya sebagai sumber informasi yang
dibutuhkan oleh muslim lainnya.

Mahasiswa merupakan salah satu generasi muda yang diharapakan


mampu untuk mampu mengikuti dan memanfaatkan perkembangan IT
(Information Technology) yang telah ada. Sebagai mahasiswa PTAI
(Perguruan Tinggi Agama Islam) khususnya mahasiswa Fakultas Dakwah
IAIN Walisongo Semarang sudah seharusnya dapat memanfaatkan kemajuan
teknologi informasi sebagai sarana untuk berdakwah. Internet merupakan
salah satu media yang efektif bagi dakwah dan penyebaran informasi.
Faktanya, masih sedikit mahasiswa Fakultas Dakwah yang menggunakan
internet sebagai suatu media untuk berdakwah. Mahasiswa cenderung
menggunakan internet sebagai gaya hidup dan media untuk mendatangkan
penghasilan. Blog dimiliki hanya sebatas lifestyle dalam mengikuti
perkembangan teknologi komunikasi dewasa ini. Blog dibuat hanya sebagai
media untuk promosi bisnis yang telah dijalani atau menulis artikel lewat blog
yang dapat mendatangkan penghasilan. Sudah seharusnya penggunaan blog
yang berkembang pesat

dapat

dijadikan

salah

satu

media

untuk

menyampaikan dakwah.
Dakwah melalui blog dapat memberikan pengaruh pada kemajuan
ilmu pengetahuan, menggalakkan dakwah Islamiyah, dan kemajuan ummat.
Namun pada kenyataannya, mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Walisongo
Semarang masih sedikit sekali yang menggunakan blog sebagai salah satu
media untuk berdakwah.

Dari latar belakang di atas, maka penulis mengangkat judul


Persepsi Mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang Tentang
Blog Sebagai Media Dakwah.

1.2.

Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut maka pokok permasalahan dalam skripsi
ini

adalah Bagaimanakah persepsi mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN

Walisongo Semarang Tentang Blog Sebagai Media Dakwah?

1.3.

Tujuan dan Manfaat Penelitian


Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi
mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang tentang blog sebagai
media dakwah.
Sedangkan manfaat dari penelitian ini dapat penulis sebutkan
sebagai berikut:
1.

Manfaat teoritis
Memberikan sumbangan bagi perkembangan penelitian Ilmu
Dakwah terutama dalam bidang penyiaran dakwah melalui internet
khususnya blog.

2.

Manfaat praktis
Menambah informasi ilmiah dalam dakwah Islam khususnya tentang
media dakwah, serta melatih kekritisan peneliti terhadap pemanfaatan
media dakwah baru di era sekarang yaitu blog.

1.4.

Tinjauan Pustaka
Ditinjau dari judul skripsi yang penulis teliti, maka di bawah ini
terdapat beberapa kajian yang telah diteliti oleh peneliti lain yang terdapat
kaitannya dengan skripsi yang penulis angkat, yaitu:
a.

Andityas Pranowo (2006), berjudul Internet Sebagai Media Dakwah


(studi analisis format dan materi dakwah situs www.aldakwah.org tahun
2003-2005). Dalam penelitiannya Andityas meneliti tentang bagaimana
format dakwah melalui situs www.aldakwah.org, dan bagaimana format
yang tepat untuk berdakwah melalui internet, apa materi yang
disampaikan oleh situs www.aldakwah.org, serta apa saja kekurangan
dan kelebihan dakwah melalui internet. Penelitian ini adalah penelitian
kualitatif.

Hasil

penelitian

ini,

menunjukkan

bahwa

situs

www.aldakwah.org sebagai bagian dari media dakwah melalui internet


memiliki format dan materi dakwah yang lengkap, sehingga user (madu)
dipermudah dalam mencari informasi dan pengetahuan Islam.
b. Qomariyah (2007) berjudul Dakwah Melalui Internet (Analisis Terhadap
Materi Dakwah Situs www.cybermq.com). Penelitian tersebut meneliti

tentang

bagaimana

materi-materi

yang

terdapat

dalam

situs

www.cybermq.com. Dalam penelitiannya adalah penelitian kualitatif.


Data yang diperoleh peneliti tidak dalam bentuk angka, namun data
diperoleh dengan penjelasan dan berbagai uraian-uraian yang berbentuk
tulisan-tulisan tentang situs www.cybermq.com. Hasil penelitian ini,
menunjukkan situs www.cybermq.com sebagai bagian dari media dakwah
melalui internet, memiliki layanan: kolom, home, artikel, berita, dan
komunitas MQ. Melalui rubrik-rubrik ini user dapat mencari informasiinformasi

yang

mereka

inginkan

khususnya

informasi

tentang

pengetahuan Islam.
c.

Miyatun (2007) dengan judul Persepsi Ulama Semarang Tentang


Tayangan Misteri Ilahi di Indosiar. Skripsi tersebut membahas tentang
persepsi ulama di Semarang tentang tayangan Misteri Ilahi di Indosiar.
Peneliti menggunakan

jenis penelitian kualitatif dan menggunakan

sample yang diambil dari ulama yang tergabung dalam organisasi


masyarakat Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, MUI Jawa Tengah, serta
Kyai yang mempunyai pondok pesantren. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa ulama Semarang mempunyai persepsi bahwa sinetron Misteri
Ilahi bertentangan dengan akidah umat Islam, khususnya dengan prinsip
tauhid, hal itu karena menjurus pada perbuatan syirik. Sebagian besar
ulama menganggap bahwa sinetron Misteri Ilahi bertentangan dengan
akhlak umat Islam khususnya dengan penggunaan kostum yang dianggap
kurang etis dan adegan perkelahian yang memicu kekerasan. Sebagian

kecil ulama kota Semarang (dari ulama MUI kota Semarang) mempunyai
persepsi bahwa sinetron Misteri Ilahi tidak bertentangan dengan akidah
umat Islam khususnya dalam hubungannya dengan penggunaan kostum
dan adegan perkelahian.
d.

Rokhim (2003) dengan judul Analisis Dakwah Terhadap Persepsi


Ulama Semarang Tentang Penampilan Panggung Inul Daratista .
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi ulama Semarang
tentang dakwah menggunakan media kesenian, serta untuk mengetahui
bagaimana pandangan ulama Semarang tentang seni goyang Inul
Daratista. Jenis penelitiannya adalah penelitian kualitatif dan dianalisis
dengan menggunakan analisis kualitatif dengan pendekatan induktif dan
komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampilan panggung
Inul Daratista bertentangan dengan nilai-nilai dakwah Islam sebab dari
cara penampilannya mengundang maksiat dan tidak adanya usaha untuk
pencegahan terhadap larangan agama seperti mabuk-mabukan dan
kadang menimbulkan perkelahian. Selain itu, kesenian sebagai media
dakwah adalah bahwa kesenian tersebut harus sesuai dengan aturanaturan dakwah, artinya harus mengindahkan nilai-nilai Islam dan tidak
bertentangan dengan nilai-nilai Islam sebagaimana dalam Al-Quran dan
Hadits.
Pada dasarnya peneliti sama meneliti persepsi pada masyarakat
umum, akan tetapi dalam penelitian ini dikhususkan mengkaji persepsi

mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang dalam


mensikapi blog sebagai media untuk berdakwah.

1.5.

Metode Penelitian
1.5.1.

Jenis/Pendekatan/Spesifikasi Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan hasil kata-

kata tertulis. Sebagaimana dikatakan Bogdan dan Tailor bahwa metodologi


kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif
berupa kata-kata tertulis (Moleong, 2004: 3) atau dengan kata lain penelitian
kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada
kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana
peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan
secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil
penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi
(Sugiyono, 2008: 9).
Pendekatan yang penulis gunakan adalah fenomenologis yaitu
penilaian terhadap situasi dalam kehidupan.
Adapun spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif yang bertujuan
untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu
atau bidang tertentu secara faktual dan cermat (Rachmat, 1985: 30).
Dengan metode ini peneliti akan mendeskripsikan tentang fenomena
pada mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang tentang blog
sebagai media dakwah.

10

1.5.2.

Definisi Konseptual
Dalam kamus psikologi dijelaskan bahwa perception berarti

persepsi, penglihatan, tanggapan, yaitu: proses dimana seseorang menjadi


sadar akan segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indera-indera yang
dimilikinya, pengetahuan lingkungan yang diperoleh melalui interpretasi data
indera (Kartono, 1987: 343). Menurut Desiderato, persepsi adalah
pengalaman tentang obyek, peristiwa, atau hubungan yang diperoleh dengan
menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan (Rakhmat, 1996: 51).
Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan.
Penginderaan adalah suatu proses diterimanya stimulus oleh individu melalui
alat penerima yaitu alat indera. Pada umumnya stimulus tersebut diteruskan
oleh syaraf ke otak sebagai pusat susunan syaraf, dan proses selanjutnya
merupakan proses persepsi. Oleh karena itu, proses persepsi tidak dapat lepas
dari proses penginderaan, dan proses penginderaan merupakan proses yang
mendahului terjadinya persepsi (Walgito, 2002: 45).
Web Blog atau disingkat blog adalah sebuah aplikasi web yang
memuat secara periodik tulisan-tulisan (posting) pada sebuah halaman web
umum. Posting-posting tersebut seringkali ditampilkan dalam urutan posting
terbalik dengan update terbalik dengan update terbaru (new-entry) berada
paling atas walaupun tidak harus selalu demikian. Situs seperti ini dapat
diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan
pengguna blog tersebut.

11

Media dakwah ialah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai


alat untuk mencapai tujuan dakwah yang ditentukan (Syukir, 1982: 163).
Dakwah disadari atau tidak, memerlukan teknologi komunikasi sebagai media
untuk mencapai madunya. Dakwah hari ini, pada masyarakat yang sibuk
dengan kehidupannya yang semakin keras dan semakin kompetitif dimana
aspek waktu bertatap muka dengan dai semakin sempit, memerlukan saluran
lain yang lebih efektif dan efisien.
Mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang adalah
mahasiswa yang diberikan pembelajaran tentang dakwah. Sudah seharusnya
mahasiswa memiliki kemampuan dalam bidang tersebut. Perkembangan
teknologi komunikasi seperti sekarang ini, menuntut generasi muda untuk
dapat memanfaatkan kemajuan tersebut dengan sebaik-baiknya. Salah satu
perkembangan teknologi komunikasi adalah dengan munculnya blog. Pada
zaman sekarang blog digunakan untuk berbagai keperluan seperti mencari
berita, mengirim e-mail, belanja, chatting, sekedar bertukar informasi melalui
sebuah mailing list. Mahasiswa Fakultas Dakwah dapat menggunakan blog
sebagai sarana untuk berdakwah. Namun sampai saat ini mahasiswa masih
sedikit sekali yang aktif menggunakan blog sebagai media atau sarana untuk
dakwah.
Jadi yang dimaksud dengan Persepsi Mahasiswa Fakultas Dakwah
IAIN Walisongo Semarang Tentang Blog Sebagai Media Dakwah adalah
tanggapan atau pandangan tentang suatu fenomena atau hubungan, khususnya
mahasiswa Fakultas Dakwah di IAIN Walisongo Semarang mengenai blog

12

sebagai media dakwah. Dakwah melalui media

blog memiliki beberapa

kelebihan, yaitu dalam waktu yang cepat dapat menjangkau khalayak luas.
Selain itu dengan memanfaatkan blog, seorang dai juga bisa berinteraksi
langsung dengan madu (user) melalui layanan online baik berupa e-mail,
chat maupun massage board Compo Serve. Mahasiswa Fakultas Dakwah
sudah seharusnya dapat memanfaatkan blog sebagai media dakwah yang
sekarang sudah menjadi trend. Perkembangan teknologi komunikasi menjadi
sebuah tantangan terutama bagi mahasiswa Fakultas Dakwah yang tetap harus
dapat berdakwah di tengah persaingan media komunikasi.

1.5.3.

Sumber dan Jenis Data


Sumber data penelitian dalam penelitian adalah subjek dari mana

data diperoleh (Arikunto, 2002: 107). Menurut Lofland, dalam buku


Metodologi Penelitian Kualitatif Lexy J. Moleong, sumber data utama dalam
penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data
tambahan seperti dokumen, dan lain-lain (Moleong, 2002: 112).
Dalam penelitian ini sumber data terdiri dari dua bagian yaitu
sumber data primer dan data sekunder.
a.

Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung dari
lapangan oleh orang yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan
yang memerlukannya (Hasan, 2002 : 82). Data primer dari penelitian ini
adalah berupa data mengenai pertanyaan-pertanyaan yang diajukan

13

kepada mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang dan


data profil Fakultas Dakwah.
b. Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orangorang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada
(Hasan, 2002: 82). Dalam penelitian ini, penulis menggunakan segala
data tertulis yang berhubungan dengan tema yang bersangkutan. Baik itu
dari buku, jurnal, surat kabar, atau literatul lain yang ada hubungannya
dengan tema yang penulis teliti.

1.5.4.
1.

Teknik Pengumpulan Data

Dokumentasi
Dalam penelitian ini, metode yang digunakan peneliti dalam data
adalah dokumentasi, yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel
yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti
notulen rapat, lengger, agenda, dan sebagainya (Arikunto, 2002: 206).
Peneliti menggunakan data-data yang berkaitan dengan tema penelitian
yaitu profil Fakultas Dakwah dan contoh blog yang memiliki muatan
dakwah.

2.

Wawancara
Metode wawancara atau interview merupakan pertemuan dua orang
untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat
dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu (Sugiyono, 2008: 231).
Peneliti melakukan wawancara terstruktur kepada mahasiswa Fakultas

14

Dakwah IAIN Walisongo Semarang, meliputi: KPI, BPI, MD. Peneliti


melakukan wawancara kepada 15 mahasiswa adalah untuk memperoleh
data penelitian tentang persepsi atau tanggapan mereka mengenai blog
sebagai media dakwah.

1.5.5.

Teknik Analisis Data


Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis

data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan


dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori,
menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam
pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat
kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain
(Sugiyono, 2008: 244).

1.6.

Sistematika Penulisan Skripsi


Skripsi ini terbagi menjadi tiga bagian utama yaitu bagian awal,
bagian utama, dan bagian akhir.
Bagian awal mencakup halaman judul, halaman persetujuan
pembimbing, halaman pengesahan, halaman pernyataan, abstrak, kata
pengantar, daftar isi dan daftar lampiran. Adapun bagian utama meliputi:

BAB I
Pendahuluan, yaitu mengungkap segala sesuatu yang mengarah pada
pembahasan, yakni berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan

15

dan manfaat penelitan, tinjauan pustaka, metodologi penelitian yang meliputi


jenis dan pendekatan penelitian, definisi konseptual, sumber data, teknik
pengumpulan data, dan teknik analisis data. Sedangkan bagian akhir dari
pendahuluan ini ialah sistematika penulisan penelitian.
BAB II
Pada bab ini berisi tentang kajian teori tentang persepsi, dakwah, dan blog.
BAB III
Pada bab ini ditulis tentang gambaran umum Fakultas Dakwah IAIN
Walisongo Semarang, kondisi mahasiswa, internet (blog) di kampus,
penyajian data, analisis data, paparan selama penelitian.
BAB IV
Bab ini menguraikan temuan data analisis deskriptif kualitatif persepsi
mahasiswa Fakultas dakwah IAIN Walisongo Semarang tentang blog sebagai
media dakwah.
BAB V
Bab penutup berisi tentang kesimpulan, saran, dan penutup.

BAB II
KAJIAN TEORI TENTANG
PERSEPSI, DAKWAH, DAN BLOG

2.1. Persepsi
2.1.1. Pengertian Persepsi
Persepsi merupakan obyek-obyek di sekitar yang ditangkap melalui
indera dan diproyeksikan pada bagian tertentu dalam otak sehingga dapat
mengamati suatu obyek (Husaini, 1978: 103). Persepsi , adalah inti
komunikasi, sedangkan penafsiran (interpretasi) adalah inti persepsi, yang
identik dengan penyandian balik (decoding) dalam proses komunikasi
(Mulyana, 2002: 167). Persepsi disebut inti komunikasi, karena jika persepsi
tidak akurat tidak mungkin terjadi komunikasi yang efektif.
Untuk lebih memahami persepsi, berikut adalah beberapa definisi
persepsi menurut para ahli, diantaranya:
1) Desiderato, persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau
hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi
dan menafsirkan pesan. Persepsi ialah memberikan makna pada stimuli
inderawi (sensory stimuli) (Rakhmat, 1996: 51).

16

17

2) Branca, mendefinisikan persepsi sebagai suatu proses yang didahului


oleh penginderaan (Walgito, 2002: 45).
3) Moskowitz dan Orgel, persepsi merupakan proses yang intergrated dari
individu terhadap stimulus yang diterimanya (Walgito, 2002: 46).
4) Epstein dan Roger, persepsi adalah seperangkat proses dengan
mengenali, mengorganisasikan, dan memahami serapan-serapan inderawi
yang diterima dari stimuli lingkungan (Sternberg, 2008: 105).
5) Joseph A. Devito, persepsi adalah proses dengan mana kita menjadi sadar
akan banyaknya stimulus yang mempengaruhi indra kita (Mulyana, 2002:
168).
Dari pengertian di atas, persepsi yang penulis maksud adalah
tanggapan atau pandangan tentang suatu fenomena atau hubungan. Dengan
persepsi individu dapat menyadari, dapat mengerti keadaan lingkungan
sekitar, dan juga tentang keadaan individu yang bersangkutan. Dengan
demikian dalam persepsi stimulus dapat datang dari luar individu, karena
persepsi merupakan aktivitas yang intergrated. Meskipun stimulus yang
diterima sama, tetapi karena pengalaman dan kemampuan berfikir yang
berbeda antara individu yang satu dengan yang lain kemungkinan hasil
persepsi juga berbeda.

18

2.1.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi


Persepsi ditentukan oleh faktor personal dan faktor situasional.
David Krech dan Richard S. Crutchfield menyebutnya faktor fungsional dan
faktor struktural, tetapi terdapat faktor lain yang lebih berpengaruh terhadap
persepsi, yakni perhatian.
Menurut Kenneth E. Andersen, perhatian adalah proses mental
ketika stimuli atau rangkaian stimuli menjadi menonjol dalam kesadaran pada
saat stimuli lainnya melemah. Stimuli diperhatikan karena mempunyai sifatsifat yang menonjol, antara lain: gerakan, intensitas stimuli, kebaruan,
perulangan, faktor biologis, dan faktor sosiopsikologis (Rakhmat, 1996: 5154).
Di samping itu masih ada faktor lain yang yang dapat mempengaruhi
proses persepsi, antara lain:
1.

Faktor internal
Individu sebagai faktor internal saling berinteraksi dalam individu
mengadakan

persepsi.

Mengenai

keadaan

individu

yang

dapat

mempengaruhi hasil persepsi datang dari dua sumber, yaitu berhubungan


dengan segi kejasmanian dan segi psikologis. Bila sistem fisiologis
terganggu, hal tersebut akan berpengaruh dalam persepsi seseorang.
Sedangkan segi psikologis yaitu antara lain mengenai pengalaman,

19

perasaan, kemampuan berpikir, kerangka acuan, dan motivasi akan


berpengaruh pada seseorang dalam mengadakan persepsi.
2.

Faktor eksternal
a. Stimulus
Agar stimulus dapat dipersepsi, maka stimulus harus cukup kuat.
Kejelasan stimulus akan banyak berpengaruh dalam persepsi.
Stimulus yang kurang jelas akan berpengaruh dalam ketepatan
persepsi. Bila stimulus berwujud benda-benda bukan manusia, maka
ketepatan persepsi lebih terletak pada individu yang mengadakan
persepsi, karena benda yang dipersepsi tersebut tidak ada usaha untuk
mempengaruhi yang mempersepsi.
b. Lingkungan atau situasi
Lingkungan atau situasi khususnya yang melatarbelakangi stimulus
juga akan berpengaruh dalam persepsi bila obyek persepsi adalah
manusia. Obyek dan lingkungan yang melatarbelakangi obyek
merupakan kesatuan yang sulit dipisahkan. Obyek yang sama dengan
situasi sosial yang berbeda dapat menghasilkan persepsi yang berbeda
(Walgito, 2002: 46-47).

20

3.

Faktor fungsional
Faktor fungsional berasal dari kebutuhan, pengalaman masa lalu, dan
hal-hal lain yang yang termasuk apa yang kita sebut sebagai faktor-faktor
personal.
a.

Persepsi bersifat selektif secara fungsional


Persepsi bersifat selektif secara fungsional adalah bahwa obyekobyek yang mendapat tekanan dalam persepsi biasanya obyek-obyek
yang memenuhi tujuan individu yang melakukan persepsi. Misalnya
seperti pengaruh kebutuhan, kesiapan mental, suasana emosional,
dan latar belakang budaya terhadap persepsi.

b.

Kerangka rujukan (Frame of Reference)


Faktor-faktor fungsional yang mempengaruhi persepsi lazim
disebut sebagai kerangka rujukan. Mula-mula konsep ini berasal dari
penelitian psikofisik yang berkaitan dengan persepsi obyek. Para
psikolog sosial menerapkan konsep ini untuk menjelaskan persepsi
sosial. Dalam kegiatan komunikasi, kerangka rujukan mempengaruhi
bagaimana orang memberi makna pada pesan yang diterimanya.
Menurut Mc David dan Harari, para psikolog menganggap konsep
kerangka rujukan sangat berguna untuk menganalisa interpretasi
perseptual dari peristiwa yang dialami.

21

4.

Faktor struktural
a) Sifat stimuli fisik dan efek- efek yang ditimbulkan pada sistem saraf
individu. Maksudnya adalah bahwa untuk memahami suatu peristiwa
tidak hanya meneliti fakta-fakta yang terpisah tetapi harus
memandang dalam hubungan keseluruhan atau untuk memahami
seseorang harus melihat dalam kontesnya, lingkungannya, dan
masalah yang dihadapi.
b) Medan perseptual dan kognitif selalu diorganisasikan dan diberi arti.
Dalam mengorganisasikan stimuli harus dengan melihat konteks.
Walaupun stimuli yang diterima tidak lengkap, kita akan mengisinya
dengan interpretasi yang konsisten dengan rangkaian stimuli yang
dipersepsi.
c) Sifat-sifat perseptual dan kognitif dari substruktur ditentukan pada
umumnya oleh sifat-sifat struktur secara keseluruhan. Jika individu
dianggap sebagai anggota kelompok, semua sifat individu yang
berkaitan dengan sifat kelompok dipengaruhi oleh keanggotaan
kelompoknya, dengan efek berupa asimilasi atau kontras.
d) Obyek atau peristiwa yang berdekatan dalam ruang dan waktu atau
menyerupai satu sama lain, cenderung ditanggapi sebagai bagian dari
struktur yang sama. Stimuli yang berdekatan satu sama lain akan
dianggap satu kelompok. Dalam komunikasi, dalil kesamaan dan
kedekatan ini sering dipakai oleh komunikator untuk meningkatkan

22

kredibilitas. Menghubungkan diri atau mengakrabkan diri dengan


orang-orang yang mempunyai prestise tinggi disebut gilt by
association (cemerlang karena hubungan). Sebaliknya, kredibilitas
berkurang karena

berdampingan dengan orang-orang yang nilai

kredibilitasnya rendah disebut guilt by association (bersalah


karena hubungan) (Rakhmat, 1994: 55-61).
Menurut Sarlito Wirawan Sarwono (1996: 43-44), dalam bukunya
Pengantar Umum Psikologi terdapat 6 faktor yang menyebabkan perbedaan
persepsi, yaitu:
1.

Perhatian. Biasanya seseorang tidak menangkap seluruh rangsang yang


ada di sekitar kita sekaligus, tetapi memfokuskan perhatian pada satu
atau dua obyek saja. Perbedaan fokus antara satu orang dengan orang lain
menyebabkan perbedaan persepsi.

2.

Set. Set adalah harapan seseorang akan rangsang yang akan timbul.

3.

Kebutuhan. Kebutuhan-keebutuhan sesaat maupun yang menetap pada


diri seseorang akan mempengaruhi persepsi seseorang. Kebutuhan yang
berbeda akan menyebabkan persepsi yang berbeda pula.

4.

Sistem nilai. Sistem nilai yang berlaku dalam suatu masyarakat


berpengaruh terhadap persepsi.

5.

Ciri kepribadian. Ciri kepribadian akan mempengaruhi persepsi pula.

23

6.

Gangguan kejiwaan. Gangguan kejiwaan dapat menimbulkan kesalahan


persepsi yang disebut halusinasi. Berbeda dari ilusi, halusinasi bersifat
individual, hanya dialami oleh penderita yang bersangkutan saja.

2.1.3. Teori-teori Persepsi


Teori adalah serangkaian hipotesa atau proposisi yang saling
berhubungan tentang suatu gejala (fenomena) atau sejumlah gejala (Sarwono,
1995: 4). Dalam buku Sarlito Wirawan Sarwono yang berjudul Teori-teori
Psikologi Sosial (1995: 237-238) terdapat 4 teori persepsi sosial, yaitu:
1) Teori Heider, adalah teori yang dikemukakan oleh Heider. Secara
konseptual teori ini memang kaya dan merangsang sumbangan-sumbangan
teori dari psikolog-psikolog sosial lain. Selain itu, teori ini juga
merangsang banyak penelitian. Teori Heider tentang hubungan antar
pribadi yang dapat diterapkan secara

sangat umum ini, menunjukkan

kekayaan dan keluasan pikirannya.


2) Teori Jones & Davis, adalah teori yang dikemukakan oleh Jones & Davis.
Teori ini terbatas pada atribusi terhadap orang. Teori ini bertanggung
jawab pada sebagian dari berkembangnya sekumpulan penelitian tentang
atribusi pribadi (personal). Teori ini juga menjelaskan tentang kondisikondisi yang harus ada untuk dapat terjadinya prediksi.
3) Teori Kelley, adalah teori yang dikemukakan oleh Kelley. Teori ini
terbatas pada atribusi terhadap lingkungan luar. Teori ini masih relatif baru

24

dan belum mampu merangsang penelitian karena para psikolog sosial lebih
tertarik pada persepsi, atribusi dan keputusan/penilaian pribadi dari pada
atribusi lingkungan. Walaupun demikian, konsep-konsep dari Kelley
cukup teruji dan cukup bermakna dalam bidang psikologi sosial.
4) Teori Festinger, adalah teori yang dikemukakan oleh Festinger. Teori ini
hanya sedikit menyinggung proses atribusi dan persepsi sosial. Secara
khusus, teori ini membicarakan proses yang digunakan oleh seorang
individu untuk menilai keampuhan pendapatnya sendiri dan kekuatan dari
kemampuan-kemampuannya sendiri dalam hubungan dengan pendapatpendapat dan kemampuan-kemampuan orang lain yang ada dalam suatu
lingkungan sosial. Persepsi tentang atribusi orang lain hanya merupakan
faktor sekunder. Yang terpenting adalah dampak dari perbandingan sosial
terhadap perubahan-perubahan dari pendapat pada individu itu sendiri.
Berdasarkan teori-teori tersebut, teori yang cocok dalam penelitian
ini adalah teori Jones dan Davis. Hal ini dikarenakan setiap orang memiliki
ilmu serta pengalaman yang berbeda-beda sehingga menimbulkan persepsi
yang berbeda antara individu satu dengan individu lain. Kondisi tersebut
memang harus ada untuk terjadinya persepsi atau prediksi.

25

2.2. Ruang Lingkup Dakwah


2.2.1 Pengertian Dakwah
Istilah dakwah diungkapkan secara langsung oleh Allah SWT
dalam ayat-ayat Al-Quran. Kata dakwah di dalam Al-Quran diungkapkan
kira-kira 198 kali yang tersebar dalam 55 surat (176 ayat) (Basit, 2006 : 26).
Secara etimologi, kata dakwah berasal dari bahasa Arab; daayadu- dawah yang memiliki beberapa pengertian. Kata dakwah bisa
diartikan sebagai pemohon, ibadah, nasab, dan ajakan atau seruan. Sedangkan
secara terminologi, dakwah dipandang sebagai seruan dan ajakan kepada
manusia menuju kebaikan, petunjuk, serta amar maruf (perintah yang baik)
dan nahi munkar (mencegah kemungkaran) untuk mendapatkan kehidupan
dunia maupun akhirat.
Thoha Yahya Omar mengartikan dakwah sebagai usaha mengajak
manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan
perintah Tuhan untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan
akhirat. Dakwah juga berarti suatu proses mengubah suatu situasi lain yang
lebih baik sesuai ajaran Islam atau proses mengajak manusia ke jalan Allah
SWT (Halimi, 2008 : 32).
Sedangkan Drs. Hamzah Yaqub memberikan pengertian dakwah
Islam, sebagaimana yang tertulis dalam buku Publisistik Islam (1992), adalah
mengajak umat manusia dengan hikmah kebijaksanaan untuk mengikuti

26

petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Dan apabila dilihat dalam memberikan


pengertian istilah dakwah, tampak bahwa standarnya tetap pada ayat AlQuran sehingga tampak adanya kesamaan.
Definisi lain juga bisa ditemui dalam buku Metodologi Dakwah
kepada Suku Terasing terbitan Team Proyek Penerangan Bimbingan dan
Dakwah/Khotbah Agama Islam (Pusat) Departemen Agama RI, yakni setiap
usaha yang mengarah untuk memperbaiki suasana hidup yang lebih baik dan
layak, sesuai dengan kehendak dan tuntutan kebenaran. Sementara Asmuni
Syukir menyatakan pengertian dakwah dapat dilihat dalam dua sudut
pandang. Pertama , pengertian dakwah dari sifat pembinaan dan kedua,
dakwah dalam arti pengembangan.
Dakwah yang bersifat pembinaan artinya usaha mempertahankan,
melestarikan, dan menyempurnakan umat manusia agar mereka tetap beriman
kepada Allah SWT, dengan menjalankan syariat-Nya sehingga menjadi
manusia yang hidup bahagia dunia dana akhirat. Sedangkan dakwah dalam
artian bersifat pengembangan adalah usaha mengajak umat manusia yang
belum beriman kepada Allah SWT agar mentaati syariat Islam (memeluk
agama Islam) supaya nantinya dapat hidup bahagia dan sejahtera di dunia dan
akhirat (Syam, 2007 : 3-4).
Dari beberapa pengertian dakwah tersebut di atas, dapat dipahami
bahwa pada prinsipnya dakwah merupakan upaya mengajak, menganjurkan,
atau menyerukan manusia agar mau menerima kebaikan dan petunjuk yang

27

termuat dalam Islam. Atau dengan kata lain, agar mereka mau menerima
Islam sehingga mereka mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan baik di dunia
maupun akhirat (Halimi, 2008 : 32).
2.2.2 Dasar Hukum Dakwah
Islam dan dakwah adalah dua hal yang tak terpisahkan. Islam tidak
akan mungkin maju dan berkembang bersyiar dan bersinar tanpa adanya
upaya dakwah. Ajaran Islam yang disiarkan melalui dakwah dapat
menyelamatkan manusia dan masyarakat pada umumnya dan hal-hal yang
dapat membawa pada kehancuran (Aziz, 2004 : 37). Oleh karena itu, dakwah
bukanlah suatu pekerjaan yang asal dilaksanakan, melainkan suatu pekerjaan
yang sudah menjadi kewajiban bagi setiap pengikutnya.
Dalam QS. Ali Imran : 104, Allah SWT berfirman:


Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru
kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari
yang munkar, dan merekalah orang-orang yang beruntung (Depag,
2006 : 63).

Selanjutnya dalam surat Ali-Imran : 110, Allah berfirman:




28

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia,


menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan
beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu
lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman dan
kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (Depag, 2006:
64).

Menurut Abdul Karim Zaidan, bahwa huruf mim yang tertera dalam
ayat tersebut mengandung arti yang menerangkan (lit tabyin) dan bukan
mengandung arti yang menunjukkan sebagian (lit tabidh). Sehingga dengan
demikian, kewajiban berdakwah adalah kewajiban individual atau fardhu ain
bagi setiap orang Islam yang mukallaf. Tentu saja kewajiban ini sesuai
dengan kemampuan masing-masing (Amin, 2008: 52).
Memahami arti dari landasan hukum dakwah yang fardhu ain
tersebut dapat kita mengerti, bahwa Islam yang datang sebagai risalah
terakhir yang memodifikasi ajaran-ajaran sebelumnya adalah merupakan
risalah yang terkandung nilai-nilai humanis teosentris yang bersifat universal.
Pengertian tersebut, berarti tidak terkecuali umat Islam atau bukan adalah
manusia yang harus mendapatkan risalah tersebut. Maka jika tidak adanya
kewajiban secara fardhu ain (individual) tanggung jawab akan tergantung
kepada kelompok-kelompok tertentu secara kifayah. Hal ini menunjukkan
bahwa agama Islam secara ajarannya merupakan rahmat bagi alam semesta
(Amin, 2008: 53).

29

Selain

ayat

Al-Quran,

terdapat

juga

hadits

Nabi

yang

memerintahkan umatnya untuk melaksanakan dakwah dengan mengubah


kemungkaran yang dilihatnya sesuai dengan kemampuan dan kekuasaannya.


.


Barang siapa diantara kamu melihat sesuatu kemungkaran, maka
hendaklah dia mencegahnya dengan tangannya (dengan kekuatan
atau kekerasan), jika dia tidak sanggup demikian (lantaran tidak
mempunyai kekuatan dan kekuasaan) maka dengan lidahnya,
(teguran dan nasehat dengan lisan atau tulisan), jika (pun) tidak
sanggupdemikian (lantaran serba lemah) maka dengan hatinya, dan
yang (akhir) ini adalah iman yang paling lemah. (HR Muslim)
(Natsir, 1981: 112-113).
Dari ayat dan hadits di atas, dapat dilihat jelas bahwa hukum
berdakwah adalah wajib menurut ukuran kesanggupan. Dakwah merupakan
kewajiban yang harus dipikul oleh tiap-tiap muslim dan muslimah.
2.2.3 Tujuan Dakwah
Setiap usaha yang dilakukan tentu mempunyai tujuan yang jelas,
agar memperoleh hasil tertentu atas usaha yang dilakukan, artinya ada nilai
tertentu yang diharapkan dapat tercapai.
Sebenarnya tujuan dakwah itu adalah sama halnya diturunkannya
ajaran Islam bagi umat manusia itu sendiri, yaitu untuk membuat manusia
memiliki kualitas akidah, ibadah, serta akhlak yang tinggi (Aziz, 2004: 60).
Dalam

proses

penyelenggaraan

dakwah,

tujuannya

adalah

merupakan salah satu faktor penting dan sentral, karena pada tujuan itu

30

dilandaskan segenap tindakan dakwah dan merupakan dasar bagi penentuan


sasaran dan strategi atau kebijaksanaan serta langkahlangkah operasional
dakwah (Saleh, 1993: 19).
Amrullah Ahmad, merumuskan tujuan dakwah, adalah untuk
mempengaruhi cara merasa, berpikir, bersikap, dan tindakan manusia pada
tataran individual dan sosio-kultural dalam rangka terwujudnya ajaran Islam
dalam semua segi kehidupan (Ahmad, 1983: 2).
Senada dengan itu, H.M. Arifin, menyatakan bahwa tujuan program
kegiatan dakwah adalah untuk menumbuhkan pengertian, kesadaran,
penghayatan dan pengamalan ajaran agama yang dibawakan oleh aparat
dakwah (Arifin, 1994: 4).
Mengacu pada pentingnya kedudukan dan peranan tujuan bagi
proses pelaksanaan dakwah maka tujuan dakwah haruslah dipahami oleh para
pelaku dakwah agar tidak terjadi kesulitan dan kekaburan yang berakibat pula
pada timbulnya kekaburan dalam menentukan kebijaksanaan, atas dasar ini
sehingga tujuan atau nilai yang hendak dicapai melalui penyelenggaraan
dakwah harus dirumuskan. Karena dengan rumusan yang jelas akan
memudahkan bagi para pelaku dakwah dalam memahami tujuan yang ingin
dicapainya (Saleh, 1993: 20).
Sementara itu, Abdul Rosyad Saleh membagi tujuan dakwah
menjadi dua, yaitu tujuan utama dan tujuan departemental. Yang dimaksud
tujuan utama dakwah adalah hasil akhir yang ingin dicapai atau diperoleh

31

secara keseluruhan tindakan dakwah yaitu terwujudnya kebahagiaan dan


kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat (Saleh, 1993: 21). Sedangkan
tujuan departemental ialah nilai-nilai yang dapat mendatangkan kebahagiaan
dan kesejahteraan yang diridhai oleh Allah Swt sesuai dengan bidangnya
masing-masing (Saleh, 1993: 27).
Di samping tujuan utama, yaitu tujuan akhir dari dakwah
terwujudnya individu dan masyarakat yang mampu menghayati dan
mengamalkan ajaran Islam dalam semua lapangan kehidupannya adalah
tujuan yang sangat ideal, maka perlu ditentukan tujuan departemental pada
tiap-tiap tahap atau tiap-tiap bidang yang menunjang tercapainya tujuan akhir
dakwah.
Dalam kaitan ini, Asmuni Syukir membagi tujuan dakwah yaitu
tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum dakwah merupakan sesuatu
yang hendak dicapai dalam aktivitas dakwah. Ini berarti bahwa tujuan
dakwah yang masih bersifat umum dan utama dimana seluruh proses dakwah
ditujukan dan diarahkan kepadanya (Syukir, 1983: 51). Dengan demikian,
tujuan dakwah secara umum mengajak umat manusia kepada jalan yang
benar dan diridhai oleh Allah Swt agar dapat hidup bahagia dan sejahtera di
dunia dan akhirat.
Tujuan khusus merupakan perumusan tujuan sebagai perincian dari
pada tujuan umum dakwah. Hal ini dimaksudkan agar dalam pelaksanaan
seluruh aktivitas dakwah dapat jelas diketahui kemana arahnya, ataupun jenis

32

kegiatan apa yang hendak dikerjakan, kepada siapa berdakwah, dengan cara
yang bagaimana dan sebagainya secara terperinci (Syukir, 1983: 54).
Dari penjelasan di atas secara keseluruhan baik tujuan umum dan
tujuan khusus dakwah adalah:
1.

Mengajak orang-orang non Islam untuk memeluk ajaran Islam


(mengislamkan orang-orang non Islam).

2.

Mengislamkan orang Islam, artinya meningkatkan kualitas iman, Islam,


dan ihsan kaum muslimin, sehingga mereka menjadi orang-orang yang
mengamalkan Islam secara keseluruhan (kaffah).

3.

Menyebarkan kebaikan dan mencegah timbulnya dan tersebarnya bentukbentuk kemaksiatan yang akan menghancurkan sendi-sendi kehidupan
individu, masyarakat, sehingga menjadi masyarakat yang tenteram dan
penuh keridhaan Allah Swt.

4.

Membentuk individu dan masyarakat yang menjadikan Islam sebagai


pegangan dan pandangan hidup dalam segala sendi kehidupan baik
politik, ekonomi, sosial dan budaya (Aziz, 2004: 69).

2.2.4 Unsur-Unsur Pendukung Dakwah


a. Subyek Dakwah (Dai)
Setiap muslim dan muslimah pada dasarnya mempunyai kewajiban
untuk berdakwah, menyuruh kepada yang maruf dan mencegah dari
perbuatan yang mungkar. Akan tetapi, dalam menghadapi berbagai masalah
yang semakin berat dan kompleks, sebagai akibat tuntutan perkembangan

33

ilmu pengetahuan, teknologi, globalisasi, dan tuntutan kehidupan hidup,


maka kiranya tidaklah memadai lagi kegiatan dakwah yang hanya dilakukan
secara fardhi perorangan, merencanakan dan mengerjakan sendiri
kegiatannya. Akan tetapi, hendaknya dilakukan secara jamai, melalui
sebuah kelembagaan yang ditata dengan baik dan dengan menghimpun
berbagai keahlian yang diperlukan (Hafidhuddin, 1998 : 78)
Secara umum dapat dikatakan bahwa setiap muslim yang mukallaf
(dewasa) secara otomatis dapat berperan sebagai dai (subyek dakwah) yang
mempunyai kewajiban untuk menyampaikan ajaran Islam kepada umat
manusia.
Secara khusus, orang yang seharusnya berperan lebih intensif
sebagai dai (komunikator) adalah mereka yang memang mempunyai profesi
ataupun memang secara sengaja mengkonsentrasikan dirinya dalam tugas
menggali mutiara-mutiara ilmu serta ajaran agama Islam untuk disampaikan
kepada orang lain sehingga ilmu dan ajaran agamanya tersebut dapat
mempengaruhi sikap dan tingkah laku orang lain tersebut.
Dalam perkembangan masyarakat kontemporer (dewasa ini) dengan
mempertimbangkan pula segala aspek perubahan budaya sebagai akibat
kemajuan science (ilmu pengetahuan) dan teknologi maka para dai dengan
sendirinya juga dituntut pengetahuannya terhadap berbagai trend yang
berkembang seirama dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang terus berkembang. Hal ini penting mengingat sasaran (obyek) dakwah

34

juga senantiasa dirangsang oleh kemajuan teknologi dengan segala


aspeknya.
Abu Zahrah menyatakan bahwa seorang dai harus mengetahui
Islam, baik secara global maupun secara rinci, sedangkan jamaah (dewan)
dakwah Islamiyah harus memiliki ilmu dakwah (retorika), mempunyai
kemampuan memiliki ilmu psikologi sosial kemasyarakatan, baik secara
keseluruhan maupun secara individual. Dai Islam dituntut untuk memiliki
kekuatan fisik dan rasio, kemampuan berkomunikasi untuk bergaul dan
bekerjasama dengan masyarakat, dan di dalam jiwanya tertanam optimisme
terhadap orang yang menentangnya secara rasional (Zahrah, 1994: 142).
Bahkan pada bagian yang lain secara rinci ia menyatakan bahwa dai
harus memiliki karakteristik sebagai berikut:
1) Berperilaku yang baik, berkepribadian yang positif, mengerti dan
mengetahui kapan dan di mana harus diam.
2) Mampu menjelaskan dan mengetahui retorika, meskipun tidak
disyaratkan menjadi orator yang ulung, disarankan mengetahui metode
dakwah yang lain.
3) Memiliki keluwesan dan loyalitas dalam pergaulan serta suka
membantu orang yang membutuhkan pertolongan.
4)

Mengetahui Alquran dan sunnah serta psikologi dan kultur obyek


dakwah sehingga tidak kontraproduktif dengan masyarakat sasaran
dakwahnya.

5) Suka mempermudah dan tidak mempersulit.

35

6) Jauh dari perbuatan maksiat dan syubhat (Zahrah, 1994: 155-159).


Faktor dai sangat menentukan keberhasilan aktivitas dakwah. Maka
dalam hal ini dai menjadi penggerak dakwah yang profesional. Baik
gerakan dakwah yang dilakukan oleh individual maupun kolektif,
profesionalisme sangat dibutuhkan. Disamping profesional, kesiapan dai
baik penguasaan terhadap materi, maupun penguasaan terhadap metode,
media dan psikologi sangat menentukan gerakan dakwah untuk mencapai
keberhasilannya (Amin, 2009 : 13).
b. Obyek Dakwah (Madu)
Yang dimaksud dengan obyek dakwah adalah sasaran yang dituju
oleh suatu kegiatan dakwah. Madu atau penerima dakwah adalah seluruh
umat manusia baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, miskin
atau kaya, muslim maupun non muslim, kesemuanya menjadi obyek dari
kegiatan dakwah Islam, semua berhak menerima ajaran atau seruan kepada
Allah. Pengetahuan tentang apa dan bagaimana madu, baik jika ditinjau
dari aspek psikologis, pendidikan, lingkungan sosial, ekonomi serta
keagamaan, merupakan suatu hal pokok dalam dakwah. Karena hal tersebut
akan sangat membantu dalam pelaksanaan dakwah, terutama dalam hal
penentuan tingkat dan macam materi yang akan disampaikan, atau metode
mana yang akan diterapkan, serta melalui media apa yang tepat untuk
dimanfaatkan, guna menghadapi madu dalam proses dakwah.

36

Dr. H. Hamzah Yaqub (1992: 33-35) dalam bukunya Publisitik


Islam menjelaskan bahwa keadaan masyarakat dapat dilihat dari berbagai
sudut, yaitu:
Pertama, keadaan masyarakat (madu)

diklasifikasikan menurut

derajat fikirannya dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu:


1.

Umat yang berpikir kritis : tergolong di dalamnya adalah orang-orang


yang berpendidikan dan berpengalaman. Orang-orang pada level ini
hanya dapat dipengaruhi jika pikirannya mampu menerima dengan
baik. Dengan kata lain, berhadapan dengan kelompok ini, harus mampu
menyuguhkan dakwah dengan gaya dan bahasa yang dapat diterima
oleh akal sehat mereka, sehingga mereka mau menerima kebenarannya.

2.

Umat yang mudah dipengaruhi : yaitu suatu masyarakat yang mudah


untuk dipengaruhi oleh paham baru (sugestible), tanpa menimbangnimbang secara matang apa yang dikemukakan kepadanya.

3.

Umat yang bertaqlid : yakni golongan masyarakat yang fanatik buta


bila berpegangan pada tradisi dan kebiasaan yang turun-temurun.
Kedua, masyarakat (madu) menurut bidang pekerjaan antara lain:

1.

Buruh, yaitu masyarakat yang alam fikirannya banyak dipengaruhi oleh


lingkungan pekerjaan. Harapan dan cita-citanya tertuju kepada
perbaikan nasib, kondisi-kondisi kerja yang baik dan jaminan-jaminan
sosial bagi kesejahteraan keluarganya.

2.

Petani, yaitu masyarakat yang lebih terikat kepada sawah-ladang, cinta


kampung halaman dan adat kebiasaan, jiwa lebih tenang, rasa
kekeluargaan dan persaudaraan lebih tebal, mempunyai semangat
tolong menolong. Keperluan hidup sederhana, mempunyai banyak
waktu terluang yang tidak dipergunakan.

3.

Nelayan, yaitu masyarakat yang mempunyai aspirasi hidup tersendiri di


laut yang bertalian dengan masalah perikanan.

4.

Pegawai, yaitu masyarakat yang bekerja dalam ligkungan departemendepartemen, jawatan-jawatan, kantor-kantor yang terikat oleh normanorma kepegawaian, taat kepada pimpinan, peraturan, dan tata tertib.

5.

Militer, yaitu masyarakat yang merupakan alat-alat negara yang


mempunyai disiplin kuat, taat kepada atasan (komandan), berani dan

37

tahan menderita. Perhatian mereka ditujukan untuk mengabdi kepada


nusa, bangsa, dan negara.
6.

Seniman, yaitu masyarakat yang mencoba menyelami kenyataankenyataan hidup dalam masyarakat kemudian dilukiskan dalam bentuk
seni pahat, seni lukis, seni tari, seni drama, seni sastra, seni suara.
Kebebasan sangat berarti baginya.
Ketiga, masyarakat menurut ukuran biologis yakni:

1.

Pria, mempunyai sifat melindungi, lebih rasionil, dapat mengerjakan


pekerjaan-pekerjaan yang berat dan sukar.

2.

Wanita, memerlukan perlindungan, lebih emosionil, lebih dapat


mengerjakan pekerjaan yang halus dan sebagainya.
Keempat, masyarakat menurut umur dapat dibagi, antara lain:

1.

Anak-anak, memiliki sifat minta dilindungi, dikasihi atau diperhatikan,


dan belum ada rasa tanggung jawab.

2.

Pemuda, memiliki sifat penuh keberanian, ingin mencoba sesuatu dan


berinisiatif.

3.

Orang tua, memiliki sifat ulet dalam pergulatan hidup, terlalu banyak
perhitungan dan pertimbangan, bercita-cita agar anak-anaknya memiliki
masa depan yang baik.
Kelima, masyarakat menurut geografi (keadaan bumi atau daerah)

antara lain:
1.

Masyarakat desa, mempunyai rasa kekeluargaan yang tebal, rasa


persatuan, percaya-mempercayai, ramah tamah, dan cara hidup masih
sederhana.

2.

Masyarakat kota, terdiri atas berbagai suku, berbagai tingkatan dan


golongan, bahkan berbagai bangsa, cara hidup mewah, materialistis,
lebih individualis, tingkatan pengetahuan lebih tinggi dan lembagalembaga yang lebih ruwet dan luas.
Terakhir keenam, yaitu masyarakat menurut keadaan ekonomi.

Masyarakat ini dapat dibagi dalam kategori-kategori:


1.

Orang kaya, yakni memiliki standar ekonomi kuat.

38

2.

Golongan menengah, yakni tidak kaya dan tidak miskin.

3.

Golongan fakir miskin.


Dengan mengetahui kondisi dan keadaan madu, maka dai akan

dapat memilih materi dan metode yang tepat untuk mencapai keberhasilan
dakwah.
c. Materi Dakwah (Madatud Dakwah)
Materi adalah isi pesan (message) yang disampaikan oleh seorang
subyek dakwah kepada mad'u. Materi dakwah yang dimaksudkan di sini
adalah ajaran Islam itu sendiri yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah.
Oleh karena itu, panggilan terhadap materi dakwah berarti panggilan
terhadap Al-Quran dan Hadits. Karena luasnya ajaran Islam, maka setiap
da'i tidak ada jalan lain harus selalu berusaha dan tidak bosan mempelajari
Al-Quran dan Hadits.
Pada dasarnya Al-Quran itu sendiri merupakan dakwah yang terkuat
bagi pengembangan Islam karena Al-Quran mencakup cerita orang-orang
terdahulu dan syari'at-syari'at serta hukum-hukumnya. Di dalamnya juga
mencakup antropologi dan membicarakan tentang seruan untuk mengkaji
alam semesta serta keimanan dan sisi kehidupan umat manusia. Sementara
itu, hadits Rasulullah SAW merupakan hikmah petunjuk kebenaran. Oleh
karenanya, materi dakwah Islam tidaklah dapat terlepas dari kedua sumber
tersebut, bahkan jika tidak berpedoman dari keduanya (Al-Quran dan
Hadits) seluruh aktivitas dakwah akan sia-sia dan dilarang oleh syari'at
Islam (Zahrah, 1994: 75-77).

39

Menurut H. Toto Tasmara, materi dakwah adalah semua pernyataan


yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah baik tertulis maupun lisan
(Tasmara, 1997: 43). Dengan kata lain, materi dakwah mencakup pada
seluruh ajaran Islam secara kaffah yang berpangkal pada Al-Quran dan
Hadits. Enung Asmaya membagi materi dakwah ke dalam tiga kategori :

a) Materi dakwah tentang keshalehan individual.

Keshalehan individual kriterianya adalah materi yang berisi rukun


Islam dan rukun iman seperti menghidupkan sholat, menunaikan zakat,
melaksanakan puasa, haji dan lain-lain. Dalam surat Al-Baqarah : 177,
Allah berfirman:






Kebijakan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan
barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu
ialah beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitabkitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada
kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang
memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta, dan
(memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan
zakat, dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji,
dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan
dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya)
dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa (Depag, 2006: 27).

40

b) Materi dakwah tentang keshalehan sosial

Keshalehan sosial yakni format tentang hubungan seorang makhluk


dengan makhluk lain, seperti wirausaha, pendidikan, kepemimpinan,
dan sedekah (membantu orang lain), dan sebagainya.

c) Materi dakwah tentang manajemen qalbu

Materi dakwah tentang manajemen qalbu adalah materi-materi yang


berupaya menata qalbu (hati). Agar senantiasa menjadikan niat dalam
berbuat sesuatu dilandaskan pada nilai-nilai hakiki dan mulia. Materi ini
terkait dengan akhlak. Kategori manajemen qalbu adalah akhlak kepada
Allah dan akhlak kepada manusia (Asmaya, 2004 : 23).

Hamzah Ya'qub juga mengakui bahwa materi dakwah itu luas sekali,
namun pada pokoknya meliputi:
1) Akidah Islam, tauhid dan keimanan
2) Pembentukan pribadi yang sempurna
3) Pembangunan masyarakat yang adil dan makmur
4) Kemakmuran dan kesejahteraan dunia dan akhirat
Jadi pada hakekatnya materi (isi) dakwah tetap yaitu seluruh ajaran
Islam yang tertuang dalam Alquran dan sunnah Rasulullah Saw. Sedangkan
pengembangannya akan mencakup kultur Islam yang murni yang bersumber
dari kedua sumber tersebut dengan memperhatikan situasi dan kondisi
masyarakat.

41

d. Media Dakwah (Washilatud Dakwah)


Istilah media berasal dari bahasa Latin yaitu "median" yang berarti
alat perantara. Secara semantik media adalah segala sesuatu yang dapat
dijadikan sebagai alat (perantara) untuk mencapai suatu tujuan tertentu
(Syukir, 1983: 163).
Media adalah suatu alat atau sarana yang digunakan untuk
menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Media yang
paling dominan dalam berkomunikasi adalah panca indera. Pesan yang
diterima oleh panca indera selanjutnya diproses dalam pikiran manusia,
untuk mengontrol dan menentukan sikapnya terhadap sesuatu sebelum
dinyatakan dalam tindakan (Cangara, 2002: 131).
Media dakwah menurut penyampaiannya dapat digolongkan menjadi
5 (lima) golongan besar (Yaqub, 1992: 47-48), yaitu:
a.

Lisan, yaitu dakwah yang dilakukan dengan lidah atau suara. Termasuk
dalam bentuk ini adalah khutbah, pidato, ceramah, kuliah, diskusi,
seminar, musyawarah, nasihat, pidato-pidato radio, ramah tamah dalam
anjang sana, obrolan secara bebas setiap ada kesempatan, dan lain
sebagainya.

b.

Tulisan, yaitu dakwah yang dilakukan dengan perantara tulisan


misalnya: buku, majalah, surat kabar, buletin, risalah, pamflet, spanduk,
dan sebagainya.

c.

Lukisan, yaitu gambar-gambar hasil seni lukis, foto, film cerita, dan
lain sebagainya. Bentuk terlukis ini banyak menarik perhatian orang

42

dan dipakai untuk menggambarkan suatu maksud ajaran yang ingin


disampaikan kepada orang lain, seperti komik-komik bergambar.
d.

Audio visual, yaitu suara cara penyampaian yang sekaligus merangsang


penglihatan dan pendengaran, seperti televisi, sandiwara, ketoprak,
wayang, dan lain sebagainya.

e.

Akhlak, yaitu suatu cara penyampaian langsung ditunjukkan dalam


bentuk perbuatan yang nyata, contohnya menjenguk orang sakit,
silaturrahmi, pembangunan masjid dan sekolah, poliklinik, kebersihan,
pertanian, peternakan, dan lain sebagainya.
Di era globalisasi informasi seperti sekarang, terjadi penghilangan

batas ruang dan waktu dari hasil perkembangan teknologi komunikasi.


Masalah teknologi komunikasi menjadi penting untuk diupayakan agar dai
menguasai, karena hakikatnya dakwah adalah proses komunikasi baik media
visual, audio, dan lebih penting lagi media audio visual seperti televisi, film,
internet, dan sebagainya.
Begitu pentingnya peran media terhadap terbentuknya perilaku
masyarakat skala besar dan luas sesuai rekayasa professional media. Oleh
karena itu, para dai harus melatih para pengikutnya untuk mengembangkan
kemampuan menerima, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan
informasi. Para dai harus menguasai media komunikasi dengan baik agar
pesan-pesan dakwah dapat mudah menyebar dan diterima (Amin, 2009:
115).

43

e. Metode Dakwah (Thariqatud Dakwah)


Metode diartikan sebagai suatu cara atau jalan yang bisa ditempuh.
Adapun tujuan diadakannya metodologi dakwah adalah untuk memberikan
kemudahan dan keserasian, baik bagi pembawa dakwah itu sendiri maupun
penerimanya. Cukup banyak metode atau strategi yang telah dipraktekkan
oleh para dai dalam menyampaikan pesan dakwahnya, seperti ceramah,
tausiyah, nasihat, diskusi, bimbingan keagamaan, uswah dan qudwah
hasanah, dan lain sebagainya (An- Nabiry, 2008 : 238-239)
Adapun metode yang akurat untuk diterapkan dalam berdakwah,
telah tertuang dalam QS.An-Nahl ayat 125 :



"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan
pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.
Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa
yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui
orang-orang yang mendapat petunjuk"(Depag, 2006: 281)
Dari ayat di atas, terdapat 3 kerangka dasar tentang metode dakwah
yang dapat dipilih salah satunya, atau kesemuanya. Kerangka dasar itu
adalah sebagai berikut :
1) Dawah bil Hikmah
Hikmah adalah meletakkan sesuatu sesuai pada tempatnya. Kata
hikmah sering kali diterjemahkan dalam pengertian bijaksana yaitu suatu

44

pendekatan sedemikian rupa sehingga akan timbul suatu kesadaran pada


pihak madu untuk melaksanakan apa yang didengarnya dari dakwah itu,
atas dasar kemauannya sendiri, tidak merasa ada paksaan, konflik maupun
tertekan. Dengan demikian dawah bil hikmah merupakan suatu metode
pendekatan komunikasi yang dilakukan atas dasar persuasif.
2) Dawah bil Mauidzhatil Hasanah
Mauidzhatil Hasanah ialah kalimat atau ucapan yang diucapkan
oleh seorang dai atau muballigh, disampaikan dengan cara yang baik,
berisikan petunjuk-petunjuk ke arah kebajikan, diterangkan dengan gaya
bahasa yang sederhana supaya apa yang disampaikan dapat ditangkap,
dicerna, dihayati, dan pada tahapan selanjutnya dapat diamalkan. Mauizhah
hasanah yang disampaikan dengan lemah lembut dan penuh pancaran kasih
sayang akan menyisakan kebahagiaan pada diri umat manusia. Menuntun ke
jalan yang haq, memberi pelajaran yang baik dan bermanfaat, memberi
nasihat dan mengingatkan orang lain dengan bahasa yang baik dan penuh
kelembutan.
3) Dawah bil Mujadalah
Secara umum, metode dakwah yang satu ini ditujukan bagi orangorang taraf berpikirnya telah maju dan kritis seperti halnya Ahlul Kitab,
yang memang telah memiliki bekal keagamaan dari para utusan Allah SWT
sebelumnya. Dakwah dengan pendekatan mujadalah ini menuntut adanya
profesionalisme dari para dai. Dalam kata lain, seorang dai bukan hanya

45

dituntut untuk sekedar mampu berbicara dan beretorika, ber-uswah dan berqudwah hasanah, tetapi juga dituntut memperbanyak perbendaharaan ilmu
pengetahuan yang sifatnya ilmiah (An-Nabiry, 2008 : 240-246).
f. Efek Dakwah (Atsar)
Pengaruh dan efek adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan,
dirasakan dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima
pesan dari komunikator (Cangara, 2002: 26).
Setiap aksi dakwah akan menimbulkan reaksi. Demikian jika
dakwah telah dilakukan oleh seorang dai dengan materi (maddah), media
(wasilah), metode (thariqah) tertentu maka akan timbul respons dan efek
(atsar) pada madu (penerima dakwah) (Nata, 1998: 363).
Atsar (efek) sering disebut dengan feed back (umpan balik) dari
proses dakwah seringkali dilupakan atau tidak banyak menjadi perhatian
para dai. Tanpa menganalisis efek dakwah maka kemungkinan kesalahan
strategi yang sangat merugikan pencapaian tujuan dakwah akan terulang
kembali. Sebaliknya dengan menganalisis efek dakwah secara cermat dan
tepat maka kesalahan strategis dakwah akan segera diketahui untuk
diadakan penyempurnaan pada langkah-langkah berikutnya.
Sebagaimana diketahui bahwa dalam upaya mencapai tujuan dakwah
maka kegiatan dakwah selalu diarahkan untuk mempengaruhi tiga aspek
perubahan diri obyeknya, yakni perubahan pada aspek pengetahuan
(kognitif), aspek sikap (attitude), aspek perilaku (behavioral).

46

Berkenaan dengan tiga aspek tersebut, Jalaluddin Rakhmat


menyatakan:
a.

Efek kognitif, terjadi bila perubahan pada apa yang diketahui, dipahami,
atau dipersepsi khalayak. Efek ini berkaitan dengan transmisi
pengetahuan, ketrampilan, kepercayaan, atau informasi.

b.

Efek afektif, timbul bila ada perubahan pada apa yang dirasakan,
disenangi, atau dibenci khalayak, yang meliputi segala yang
berhubungan dengan emosi, sikap, serta nilai.

c.

Efek behavioral, merujuk pada perilaku nyata yang dapa diamati yang
meliputi pola-pola tindakan, kegiatan, atau kebiasaan berperilaku (Aziz,
2004: 138-140).

2.3. Blog
2.3.1. Pengertian Blog
Weblog atau disingkat blog adalah sebuah aplikasi web yang
memuat secara periodik tulisan-tulisan (posting) pada sebuah halaman web
umum. Posting-posting tersebut seringkali ditampilkan dalam urutan posting
terbalik dengan update terbaru (new entry) berada paling atas walaupun tidak
harus selalu demikian. Situs ini dapat diakses oleh semua pengguna internet
sesuai dengan topik dan tujuan pengguna blog tersebut.
Blog merupakan situs yang menyerupai diary karena isi situs
tersebut ditulis secara kronologis, menyerupai buku diari. Web blog adalah
halaman umum web yang berisi tentang personalitas pembuatnya, berisi

47

jurnal yang dapat diakses oleh semua orang. Dengan kata lain, web blog
merupakan tipe situs web yang isinya seperti jurnal, diurutkan secara
kronologis. Isinya berupa berita atau komentar atas suatu peristiwa tertentu
mulai dari hal yang berat sampai hal yang ringan, dari masalah politik
sampai masalah makanan. Web blog bisa berisi teks, gambar, music, video,
link ke web blog lain atau juga berisi kombinasi dari hal-hal tersebut (Bahtiar,
2007: 11).
Menurut Carolyn Burke, blog is pages, usually full of links and
narrative and often specializing in a topic like politics or technology
(Jamieson, 2006: 7). Blog adalah halaman yang biasanya penuh dan saling
berhubungan dan cerita yang sering dikhususkan dalam sebuah topik seperti
politik dan teknologi.
Blog ibarat sebuah media cetak, di mana pemilik, pengembang, para
penulis akan membagikan informasi-informasi yang diketahui kepada publik.
Dalam blog, seseorang dapat mengarsipkan data-data selama satu dekade
lamanya secara rapi di hosting dunia maya, tanpa membutuhkan ruangan
ataupun berat. Bila sewaktu-waktu ada seseorang yang membutuhkan datadata tersebut, maka hanya perlu mengklik tanggal-tanggal yang ada pada
kolom arsip sebuah blog atau dapat langsung mengetikkan keyword
bersangkutan pada kolom mesin pencari yang tersedia pada setiap blog
(Willsen, 2011: 2).

48

Blog tertentu mengkombinasikan isinya dengan teks, gambar, dan


link ke alamat blog lain, website lain atau media lain yang mempunyai topik
yang berhubungan. Namun ada juga blog yang isinya terfokus pada satu hal
tetentu saja seperti foto (photoblog), video (vlog), atau audio (podcasting)
(Bahtiar, 2007: 12).

Banyak aplikasi di internet yang menyediakan fasilitas blog, di


antaranya:

1.

Blogger.com adalah sebuah layanan publikasi blog yang didirikan oleh


Pyra Labs, dan diakuisisi oleh Google pada tahun 2003. Seiring dengan
migrasi layanan Blogger ke server Google, beberapa fitur baru
diperkenalkan, meliputi pengaturan label, antar muka penataan templat
dengan cara geser dan letakkan (drag and drop), ijin pembacaan blog,
dan opsi web feed yang baru.

Kelebihan:

a. Mendukung bahasa HTML atau Javascript


b. Cocok untuk berbagai bisnis internet, seperti google adsense,
adsense by camp, dll.
c. Satu email bisa digunakan untuk membuat beberapa akun
sekaligus.
d. Mendukung bahasa Indonesia.

49

Kekurangan:
a. Tidak tersedia form guestbook.
b. Ketika mengganti template baru, widget yang telah terpasang akan
hilang.
c. Tidak dapat berkomunikasi antar-blogger karena tidak adanya
papan pengumuman.
d. Terlalu

banyak

jendela,

sehingga

memperlama

langkah

(http://caturhp.multiply.com/journal/item/155).

2.

Multiply.com adalah sebuah situs jaringan sosial dengan fitur yang


memungkinkan orang untuk saling berbagi beberapa media, seperti foto,
video, maupun blog. Multiply.com menyediakan layanan blog. Blog
yang di posting ke Multiply.com dapat secara otomatis diteruskan ke
akun LiveJournal, Blogger atau TypePad. Dimungkinkan pula untuk
mem-posting via e-mail atau MMS. Pengguna juga dapat memberikan
komentar terhadap sebuah film atau buku, atau juga untuk berbagi acara
berdasarkan kalender.

Kelebihan:

a. Fasilitas lengkap (ada blog, photos, reviews, calender, links, music,


video, recipes dan personal message)
b. Setiap postingan selalu bisa dipantau oleh user lain melalui inbox,
jadi peluang komentar/kunjungan antarsesama user Multiply lebih
besar.

50

c. Tersedia banyak theme yang cantik


d. Tersedia form guestbook dan kolom komentar.
e. Dapat mengetahui siapa saja user Multiply yang telah mengunjungi
situs kita.
f. Bisa terjalin hubungan yang baik antar-user dengan adanya kontak.
g. Komentar dan pengunjung bisa real time (keunggulan Multiply
yang belum bisa ditiru provider lain).

Kekurangan:

a. Pengunjung yang bukan user Multiply tidak bisa memberikan


komentar.
b. Tidak mendukung javascript.
c. Proses loading berat.

e. Penataan dan pemasangan widget lebih sulit dan memerlukan


keahlian khusus (http://caturhp.multiply.com/journal/item/155).

3.

WordPress adalah sebuah perangkat lunak blog yang ditulis dalam PHP
dan mendukung sistem basis data MySQL. WordPress adalah penerus
resmi dari b2\cafelog yang dikembangkan oleh Michel Valdrighi
(http://www.viniandra.com/index.php/website-tutor/49-blog-gratis).

Kelebihan:
a. Lebih cepat terindeks oleh search engine.
b. Banyak plugin.

51

c. Tersedia form komentar.


d. Tersedia dashboard, sehingga komunikasi antar-blogger menjadi
mudah.
e. Sudah tersedia statistik pengunjung, baik harian, mingguan maupun
bulanan.
f. Pemasangan dan pengaturan widget lebih mudah.
g. Tampilan lebih rapi dan terkesan profesional.
h. Mendukung bahasa Indonesia.

Kekurangan:
a. Tidak tersedia form guestbook.
b. Tidak mendukung javascript.
c. Terlalu banyak fitur sehingga membingungkan bagi para newbie
(http://caturhp.multiply.com/journal/item/155).

Blog bisa dibedakan menjadi dua yaitu : gratis dan berbayar. Untuk
blog gratis yaitu dimana kita bisa membuat blog tanpa membayar apapun,
sebagai contoh di wordpress.com dan blogger.com. Sedangkan untuk yang
berbayar maksudnya adalah blog yang menggunakan domain dan hosting
sendiri (menyewa dari penyedia jasa hosting). Blog ini umumnya dibuat
dengan menggunakan sebuah blog engine (mesin blog) yang berupa CMS
(Content

Management

System),

(http:imedewira.com/definisi-dan-manfaat-blog/).

contohnya

Wordpress

52

2.3.2. Sejarah Blog


Web blog pertama kali muncul sekitar tahun 1993. Sebelum blog
menjadi terkenal, komunitas digital telah mempunyai beberapa forum diskusi
seperti Usenet, Milis, dan BBS (Bulletin Board System). Pada tahun 1990,
sebuah software forum internet yaitu WebEx, dibuat dengan system
percakapan berdasarkan urutan pesan.
Tahun 1994-2001, blog modern berkembang dari sebuah diari online
dimana masyarakat lebih menampilkan kehidupan pribadi di internet. Justin
Hall adalah orang yang pertama kali membuat blog pribadi pada tahun 1994
ketika masih menjadi mahasiswa di Swarthmore College, dan dia menjadi
pelopor blog pertama kali.
Istilah web blog diciptakan oleh John Barger pada tanggal 17
Desember 1997. Bentuk pendeknya adalah blog yang dipopulerkan oleh
Peter Merholz (Bahtiar, 2007: 12-13).
Media blog pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com yang
dimiliki oleh PyraLab sebelum akhirnya diakui oleh Google.com pada akhir
tahun 2002. Semenjak itu banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat
sumber terbuka yang ditujukan bagi perkembangan para penulis blog
(Willsen, 2011: 3).
Menurut laporan We Are Social Singapore pada akhir 2011,
pengguna blog di Indonesia telah mencapai 5.270.658 blog. Jumlah ini

53

meninggalkan jumlah pengguna blog di negara lain. Indonesia adalah negara


dengan pengguna blog terbanyak di dunia. Praktis, dengan angka fantastis itu,
tak heran jika di negeri ini banyak bermunculan berbagai macam komunitas
blogger. Komunitas itu biasanya mengklasifikasikan mereka sesuai dengan
minat dan hobi masing-masing (http://www.mizan.com/index.php?).

Media blog dapat dinikmati atau digunakan oleh masyarakat tertentu


dengan ciri-ciri sebagai berikut :

a. Memiliki pengalaman dan berpendidikan yakni masyarakat yang rasionil.


b. Mengetahui perkembangan dalam bidang teknologi informasi terutama
internet.
c. Memiliki kemampuan atau kompetensi dalam menggunakan internet
khususnya blog.

2.3.3. Jenis-jenis Blog


1.

Blog politik, yakni blog yang memuat tema tentang berita politik, aktivis
politik atau politikus, dan semua persoalan politik yang ditujukan untuk
umum. Tak jarang para politisi memiliki blog pribadi yang biasanya
digunakan untuk menuliskan gagasan dan opini seputar politik.

2.

Blog pribadi, disebut juga buku harian online yang berisikan tentang
pengalaman keseharian seseorang, keluhan, puisi atau syair, gagasan
jahat, dan perbincangan teman.

54

3.

Blog bertopik, yakni blog yang membahas tentang sesuatu dan fokus
pada bahasan tertentu.

4.

Blog kesehatan, yakni lebih spesifik tentang kesehatan. Blog kesehatan


kebanyakan berisi tentang keluhan pasien, berita kesehatan terbaru,
keterangan-ketarangan tentang kesehatan, mengenai penyakit baru,
penemuan obat terbaru, cara mengatasi suatu penyakit, cara hidup sehat
dan masalah lain yang berkaitan dengan kesehatan.

5.

Blog sastra, yakni blog yang membahas seputar dunia sastra, misalnya
berisi tentang prosa, puisi, sajak dan lainnya. Blog sastra lebih dikenal
sebagai litblog (Literary blog).

6.

Blog perjalanan, yakni fokus pada bahasan cerita perjalanan yang


menceritakan keterangan-keterangan tentang perjalanan/traveling.

7.

Blog riset, yakni persoalan tentang akademis seperti berita riset terbaru,
misalnya kasus bakteri pada susu formula yang menghebohkan
Indonesia.

8.

Blog hukum, yakni blog yang membahas persoalan tentang hukum atau
urusan hukum, disebut juga dengan blawgs (Blog Laws).

9.

Blog

media,

yakni

berfokus

pada

bahasan

kebohongan

atau

ketidakkonsistensi media massa, biasanya hanya untuk Koran atau


jaringan televisi. Karena berisifat online biasa disebut cybernews.

55

10. Blog agama, yakni blog yang membahas mengenai suatu agama, seperti
membahas tentang agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, atau Budha.
Hal-hal yang dimuat bermaksud untuk mempermudah bagi para pemeluk
agama tersebut untuk memperdalam masalah ilmu agama.
11. Blog pendidikan, yakni blog yang membahas seputar dunia pendidikan,
biasanya ditulis oleh pelajar atau guru yang biasanya berisi tentang mata
pelajaran tertentu, berisi tentang soal dan pemecahannya.
12. Blog kebersamaan, yakni blog yang ditulis oleh kelompok tertentu untuk
kepentingan kelompok tersebut.
13. Blog petunjuk (directory), yakni blog yang berisi ratusan link halaman
website. Blog ini dapat membantu orang-orang yang mencari informasi
di internet dengan kata kunci yang merajuk ke blog petunjuk dan
kemudian menuju blog yang membahas tema yang dicari.
14. Blog bisnis, yakni blog yang dibuat untuk keperluan berbisnis, misal jual
beli online atau hanya untuk sekedar sarana promosi.
15. Blog pengejawantahan, yakni blog yang fokus tentang objek diluar
manusia seperti kucing, monyet, anjing dan lainya.
16. Blog pengganggu atau (spam), yakni blog yang digunakan untuk promosi
bisnis affiliate, juga dikenal sebagai splogs (Spam Blog), disebut
pengganggu karena keberadaan meraka bisa saja sebagai penipu.
(Willsen, 2011: 4-5).

56

2.3.4. Tujuan Blog


Sekarang ini banyak sekali para penyedia jasa pembuatan blog, dari
yang berbayar maupun gratis, seperti Blogspot, WordPress, Multiply, dan
sebagainya. Seseorang membuat blog sudah tentu mempunyai tujuan tertentu
yang sesuai dengan keinginan blogger sendiri. Secara umum tujuan membuat
blog adalah sebagai berikut:

1. Untuk media beriklan atau memperkenalkan sesuatu. Terkadang seorang


pengusaha, lembaga, atau organisasi juga memanfaatkan blog untuk
media beriklan seperti memperkenalkan produk dan membuat official site
organisasinya. Mengingat adanya penyedia blog gratis dapat menambah
efisiensi biaya iklan.
2. Untuk media mencari uang. Lain halnya dengan beriklan mencari uang
yang dimaksud adalah dengan menjual sesuatu melalui blog atau
mengikuti program seperti google adsense, dll.
3. Untuk berbagi pengetahuan. Seorang blogger yang juga memiliki
keahlian lain, misalnya komputer atau pertanian kadang membuat blog
untuk mendokumentasi ilmunya, atau agar dapat dipelajari oleh orang
lain.
4. Untuk catatan harian (pengalaman) atau hobi. Seorang blogger juga
sering memasukan pengalaman pribadi mereka untuk diposting di blog.
Pengalaman yang dimasukkan mengacu kepada pengalaman yang
berbeda dan terbilang aneh atau ekstrim.

57

5. Untuk suatu jasa atau informasi tertentu. Blog dirancang untuk


menyediakan suatu jasa atau informasi tertentu, misalnya memberikan
informasi seputar dunia komputer, menyediakan data prestasi yang
pernah

diraih

Indonesia,

jasa

download

film

gratis,

dll

(http://komputerdanalam.wordpress.com/komputer-2/tujuan-seorangblogger-membuat-sebuah-blog/).

2.3.5. Fungsi Blog


1. Fungsi blog sebagai diary
Sudah banyak orang yang menggunakan blog sebagai diary, tidak
hanya wanita, yang konon sering membuat diary. Dengan adanya blog
banyak juga laki-laki yang menjadikan blog sebagai tempat pencurahan
pikirannya.
Selain isinya tentang cerita kehidupan, blog juga digunakan untuk
saling berbagi ilmu, misalnya ilmu bisnis internet atau pun pelajaran
sekolah. Mereka biasanya memberikan tutorial setelah melakukan ilmu
tersebut.
2. Fungsi blog sebagai bisnis.
Zaman sekarang ini banyak yang menggunakan blog sebagai ladang
bisnis, misalnya membuat deskripsi sebuah produk yang ditawarkan, jadi
mereka tidak perlu presentasi kembali karena orang yang datang akan
membacanya sendiri. Pemilik blog hanya melakukan follow up kepada

58

orang yang benar-benar minat akan produk yang ditawarkan. Hebatnya lagi
pengunjung blog akan langsung bertanya kepada blogger. Oleh karena itu,
blog sangat penting juga untuk memaksimalkan bisnis.
3. Fungsi blog untuk branding
Selain untuk fungsi di atas blog juga digunakan untuk branding
seseorang atau sebuah produk, misalnya seorang internet marketer, dan blog
adalah branding yang memberikan gambaran kepada pembaca tentang siapa
dan seperti apa pemilik blog. Berikanlah yang terbaik untuk para pembaca
agar mereka merasa puas dengan blog dan merekomendasikannya kepada
orang lain. Di dunia online cepat terkenal baik/jelek tergantung kepada yang
menciptakannya, karena berita di internet akan menyebar dengan sangat
cepat (http://randasaputra.com/fungsi-blog-zaman-sekarang).
2.3.6. Langkah-langkah Membuat Blog
Langkah-langkah membuat blog di Blogger adalah sebagai berikut:
1) Buka situs www.blogger.com
2) Klik Daftar seperti gambar berikut.

59

3) Langkah pertama, diantarkan pada sebuah halaman berupa formulir


yang harus diisi, agar memiliki sebuah akun Google yang nantinya
akan dipergunakan untuk mengakases blog yang dimiliki.

4) Isikanlah negara tempat berada dan juga nomor ponsel pada halaman
verifikasi akun, klik Langkah berikutnya.

5) Kemudian pada halaman berikutnya klik Kirim kode verifikasi.


Perusahaan Google tidak akan menggunakan data untuk yang tidaktidak.

60

6) Dalam hitungan menit akan menerima kode tersebut berupa pesan di


ponsel. Jika tidak, klik coba lagi. Masukkan kode tersebut pada kolom
yang tersedia, kemudian klik Verifikasi.

7) Langkah kedua klik TAMBAHKAN FOTO PROFIL jika ingin


menampilkan foto profil pada blog. Namun jika tidak, dapat langsung
klik Langkah berikutnya.

61

8) Langkah ketiga, berhasil memiliki sebuah akun Google. Klik Kembali


ke Blogger.

9) Pada halaman berikutnya klik Blogger.

10) Pada halaman selanjutnya, Anda akan diantarkan pada halaman


konfirmasi profil. Pada halaman ini klik Lanjutkan ke Blogger.

62

11) Untuk memberi judul serta alamat blog, klik Blog Baru.

12) Isikan judul, alamat blog, dan pilih template yang diinginkan
kemudian klik Buat blog.

13) Anda dapat memposting sebuah artikel dengan mengklik gambar


pensil pada kotak berwarna orange.

63

14) Masukkan tulisan atau artikel kemudian klik Publikasikan.

15) Untuk pilihan membagikan tulisan atau artikel pada publik atau teman
saja, klik Tambahkan nama, lingkaran, atau alamat e-mail
kemudian klik Bagikan.

16) Untuk melihat tampilan blog yang telah dibuat, klik lihat blog.

64

17) Anda dapat melihat tampilan blog yang telah dibuat.

2.3.7. Tampilan-tampilan Blog


Sebuah blog yang terawat dan didesain dengan indah, tentu akan
memberikan sebuah perasaan nyaman terhadap pengunjung dan juga pemilik.
Selain itu, aktivitas menulis blog juga dapat dikatakan aktivitas yang
berkaitan erat dengan dunia kesenian. Oleh karena itu, menjadi seorang
blogger kreatif, mendesain blog merupakan suatu keharusan (Willsen, 2011:
31).
Terdapat lima menu utama untuk mendesain blog, masing masing
mempunyai fungsi yang berbeda.
1) Pilihan template

65

Terdapat beberapa pilihan template yang dapat dipilih agar blog


terlihat indah dan menarik para pengunjung. Banyak sedikitnya pengunjung
tergantung kepada kreativitas pemilik blog.
2) Menu background (Latar Belakang).

Berfungsi untuk mengganti warna atau gambar latar blog. pemilik


blog hanya dapat memilih salah satu dari menampilkan warna latar saja
atau gambar latar. Jika memilih gambar latar, maka warna latar yang
sebelumnya telah dipilih akan tertutup. Perbedaannya adalah bila hanya
menampilkan warna latar, maka blog akan lebih mudah diaksese karena
tidak terlalu berat. Sedangkan bila memilih untuk menampilkan gambar
latar, maka blog menjadi berat dan susah diakses.
3) Menu adjust widths (Sesuaikan Lebar).

66

Menu ini berfungsi untuk mengubah lebar kolom entri blog. Sedikit
lebih lebar akan membuat kegiatan membaca lebih nyaman. Kemungkinan
tampilan yang terlihat pada layar sedikit berbeda karena tergantung
template yang dipilih.
4) Menu layout (Tata Letak).

Seperti halnya halaman pada koran atau majalah yang sebelum terbit
dapat disusun kolom-kolomnya, blogspot juga memberikan fitur canggih
kepada pengguna. Body layout berfungsi untuk mengendalikan letak
kolom bagian atas blog.
5) Menu advanced (Tingkat Lanjut).

Menu ini berfungsi untuk menyetting jenis, warna, ukuran, tulisan,


serta link, bingkai, dan juga background widget blog. Dalam hal ini,

67

pemilik blog dapat memilih bagian mana yang ingin diganti warna atau
ukurannya. Misalkan entri, teks halama, teks judul blog atau entri, dan lain
sebagainya (Willsen, 2011: 32-37).
2.4. Blog Sebagai media Dakwah
Kehidupan manusia modern ditandai dengan adanya kemajuan di
bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi memberikan dampak positif dan negatif bagi kehidupan
masyarakat. Dampak positif dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
di antaranya adalah adanya kemudahan-kemudahan bagi manusia dalam
menyelesaikan pekerjaan, meningkatkan wawasan dan pola pikir manusia
dalam berbagai bidang kehidupan, dan meningkatnya kesejahteraan hidup
manusia.

Sementara

dampak

negatifnya

adalah

munculnya

sikap

materialisme, konsumerisme dan hedonisme di kalangan masyarakat,


munculnya berbagai macam patologi sosial dan terjadinya anomali atau
keterasingan manusia baik terhadap dirinya, lingkungan, dan Tuhannya
(Basit, 2006 : 61).
Dalam kaitannya dengan Islam dan pemikiran Islam, peradaban
modern menjadi sebuah tantangan sekaligus ancaman terhadap umat Islam.
Dalam banyak hal, umat Islam merasa terikat dengan tradisi yang
dikembangkan atas dasar ajaran universal dari agama yang dianutnya. Akan
tetapi, dalam kenyataan praktis, peradaban modern terasa begitu kuat

68

mendesakkan nilai-nilai baru bagi perubahan sikap dan perilaku umat (Siradj,
1999 : 28).
Ketika masyarakat memasuki era globalisasi dengan dukungan ilmu
pengetahuan dan teknologi, tantangan yang dihadapi semakin rumit.
Tantangan tersebut tidak mengenal ruang, batas, waktu dan lapisan
masyarakat, melainkan ke seluruh sektor kehidupan dan hajat hidup manusia,
termasuk agama. Artinya, kehidupan kegamaan umat manusia tidak
terkecuali Islam di mana pun ia berada akan menghadapi tantangan yang
sama.
Meskipun diakui bahwa di satu sisi kemajuan IPTEK menciptakan
fasilitas yang memberi peluang bagi pengembangan dakwah, namun antara
tantangan dan peluang dakwah dewasa ini, agaknya tidak berimbang.
Al-Quran memiliki nilai-nilai yang universal dan fleksibel dengan
perkembangan zaman. Nilai Al-Quran yang demikian ini membentuk sikap
Islam yang terbuka dan mudah beradaptasi atau akulturasi terhadap budaya
lain. Media teknologi merupakan perwujudan dari adaptasi dan akulturasi
antara dakwah Islam dengan teknologi informasi.

Hingga saat ini aktivitas dakwah dikalangan umat muslim masih


tetap berlangsung dan perhatian pada dakwah semakin besar. Dakwah tidak
lagi dilakukan sebatas pemberian khutbah di masjid/mushalla, kantor-kantor,
sekolah dan lembaga formal lainnya. Seiring dengan meningkatnya kemajuan
teknologi informasi penyebaran dakwah Islamiyah tersebar melalui media

69

teknologi, khususnya teknologi informasi seperti internet. Kegiatan dakwah


akan dapat berjalan secara efektif dan efisien harus menggunakan cara-cara
yang strategis dan tepat dalam menyampaikan ajaran-ajaran Allah SWT.
Salah satu aspek yang bisa ditinjau adalah dari segi sarana dan prasarana
dalam hal ini adalah media dakwah, karena dakwah merupakan kegiatan yang
bersifat universal yang menjangkau semua segi kehidupan manusia, maka
dalam penyampaiaannya pun harus dapat menyentuh semua lapisan atau
tingkatan baik dari sudut budaya, sosial, ekonomi, pendidikan dan kemajuan
teknologi

lainnya

(http://zamrishabib.wordpress.com/2011/02/15/dakwah-

melalui-dunia-maya/).

Dalam konteks media dakwah, teknologi informasi dan internet bisa


dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah. Salah satunya adalah memudahkan
transformasi data berupa tulisan, opini, artikel atau data dalam format apapun
yang berisi tema-tema Islam atau dakwah melalui media elektronik dan
internet. Akhirnya kemudian muncul istilah e-dakwah, yaitu aktivitas dakwah
yang didukung oleh teknologi elektronik atau teknologi informasi. Dengan
dukungan internet pengajian-pengajian yang selama ini konvensional (ulama
bertemu jamaahnya secara fisik) akan bisa di lengkapi dengan pengajian
maya (jamaah bisa berinteraksi dengan ulamanya melalui internet).

Blog adalah istilah baru yang telah banyak dikenal secara umum
oleh masyarakat pengguna internet seluruh dunia. Blog adalah kependekan
dari web log. Blog terdiri dari komentar dan berita dalam sebuah judul atau

70

tema, seperti makanan, politik, agama, atau berita lokal, yang beberapa
fungsinya cenderung untuk perseorangan sebagai on-line diary.
Populernya blog merupakan media yang tidak bisa dihindari karena
sudah menjadi peradaban baru dalam dunia informasi dan komunikasi tingkat
global. Dengan adanya akses internet, maka sangat banyak informasi yang
mudah didapat dan layak diakses oleh masyarakat dunia, baik untuk
kepentingan pribadi, pendidikan, bisnis dan lainnya. Dengan munculnya
jaringan internet dianggap sebagai sebuah revolusi dalam dunia komunikasi
dan informasi.
Dakwah melalui blog merupakan suatu inovasi terbaru dalam syiar
Islam, dan tentunya akan memudahkan para dai dalam melakukan aktivitas
dakwah. Penggunaan media blog sebagai media dakwah merupakan
kesempatan dan tantangan untuk mengembangkan dan memperluas cakrawala
dakwah Islamiyah. Dakwah melalui blog dilakukan dengan membuat tulisan
(posting) yang mengandung nilai-nilai dakwah. Agar blog menarik, maka
perlu dilakukan beberapa hal sebagai berikut:
1. Menggunakan kata-kata yang menarik pada judul posting.
Selain judul yang menarik perhatian, judul juga harus selaras dengan
isinya dan judul posting sebaiknya diatur sedemikian rupa agar bisa
menarik minat pengunjung blog.

71

2. Menggunakan gambar atau tampilan yang menarik


Gambar yang menarik akan membuat mata cepat menangkapnya. Ini
menjadi awal untuk menarik perhatian. Syaratnya, jangan gunakan gambar
dengan ukuran terlalu besar, baik ukuran fisik maupun besar file. Gambar
yang terlalu besar memperlambat akses blog. Ukuran gambar terlalu besar
juga merusak lay-out. Jika gambar terlalu besar, gunakan thumbnail yang
jika diklik akan membawa pengunjung ke gambar yang lebih besar.

3. Membuat format daftar


Penggunaan bentuk daftar ini tidak terlalu melelahkan mata
pengunjung. Format daftar disesuaikan dengan isi blog, jika isi blog
berupa cerita detail maka tidak perlu dibuat daftar.

72

4. Memisahkan paragraf panjang


Paragraf yang terlalu panjang akan membuat pengunjung blog
merasa jenuh dan tidak berminat membaca. Maka diperlukan penggunaan
kata yang tidak terlalu berlebihan.
5. Memberikan kata pengantar
Menceritakan prolog mengapa posting dibuat dan jika perlu
menambahkan tujuan yang ingin dicapai. Menyampaikan pula batasan
pembahasan jika tidak ingin terlampau jauh membahas suatu materi. Jika
pengunjung blog belum terlalu banyak, blog yang diatur dan dikelola
dengan baik akan membuat nyaman pemilik blog dan pengunjung
(http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/234-Tips-Membuat-IsiBlog.html&serendipity[entrypage]=all).

(http://sesukakita.wordpress.com/2012/04/16/terjebak-kebiasaan/).

73

Blog dakwah pada intinya sama dengan blog yang pada umumnya,
namun yang berbeda hanyalah pada tema yang diusung pada blog tersebut
dan isinya. Blog dakwah tidak hanya berisikan tafsir yang sukar dipahami dan
isinya bahasa Arab semua. Blog dapat berupa share kisah-kisah hikmah yang
membawa kebaikan jika telah membacanya, puisi yang menyeru kepada
shalat, puasa, zakat, tolong menolong, berdakwah, dan bahkan jihad, cerpen
Islami, tips dan trik bermuamalah, dan lain-lain sesuai dengan kapabilitas
ilmu.

Melalui teknologi blog, dakwah Islam bisa menyediakan berbagai


kemudahan. Pertama, blog menyediakan berbagai kemudahan seperti
penyampaian kajian-kajian Islam. Kedua, blog memberikan suatu ruang yang
menawarkan sebuah dialog atau komentar dari para pengunjung blog tersebut
sehingga pelaksanaan dakwah dapat dilakukan dengan baik. Dengan berbagai
komponen yang dimiliki, blog dapat dijadikan wahana pencarian berbagai
informasi dalam upaya peningkatan iman dan amal saleh setiap muslim yang
selanjutnya pada saat yang sama peningkatan iman dan amal yang dicapai
akan menjadikan/menempatkan dirinya sebagai sumber
dibutuhkan oleh muslim lainnya.

informasi yang

BAB III
GAMBARAN UMUM FAKULTAS DAKWAH
IAIN WALISONGO SEMARANG, KONDISI MAHASISWA,
INTERNET (BLOG) DI KAMPUS
3.1. Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang
3.1.1. Visi dan Misi
Fakultas Dakwah IAIN Walisongo sebagai bagian dari Lembaga
Pendidikan Tinggi Agama Islam memiliki visi, misi dan tujuan. Visi dan misi
Fakultas Dakwah sebagaimana visi dan misi IAIN Walisongo adalah:
1. Visi
Terwujudnya Fakultas Dakwah yang Unggul dan kompetitif dalam
pendidikan, pengembangan dan penerapan ilmu dakwah.
2. Misi
1) Menyelenggarakan

pendidikan

ilmu

dakwah

yang

dialogis,

partisipatoris, humanis, dan egaliter.


2) Mengembangkan ilmu dakwah melalui pendekatan interdisipliner dan
multi disipliner.
3) Menerapkan ilmu dakwah secara kritis, kreatif dan inovatif.

74

75

3.1.2. Profil
Fakultas Dakwah merupakan fakultas tertua di lingkungan IAIN
Walisongo Semarang yang berdiri

sejak tanggal 6 April 1970. Gagasan

pendiriannya diilhami oleh kenyataan, bahwa di Jawa Tengah belum terdapat


lembaga Pendidikan Tinggi Islam yang mampu melahirkan dai-dai
professional serta mampu membimbing dalam meningkatkan kualitas
keimanan di tengah-tengah masyarakat.
Pada perkembangannya, Fakultas Dakwah IAIN Walisongo selalu
berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan serta tuntutan zaman. Seiring
pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), Fakultas
Dakwah

IAIN

Walisongo

Semarang

berupaya

mencetak

dai-dai

professional serta kapabel di berbagai bidang.


Melalui arahan serta bimbingan dosen-dosen yang kompeten di
bidangnya. Saat ini Fakultas Dakwah telah membuka 3 (tiga) PRODI
(Program Studi) S-1:
1.

Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)

2.

Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI)

3.

Manajemen Dakwah (MD)

serta 1 (satu) Program Magister (S-2) Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam
yang dikelola Pascasarjana IAIN Walisongo Semarang.

76

3.1.3. Sejarah Singkat


Fakultas Dakwah IAIN Walisongo di Semarang didirikan pada tahun
1969 atas prakarsa Drs. H. Masdar Helmy (Kepala Jawatan Penerangan
Agama Provinsi Jawa Tengah) dan Drs. Soenarto Notowidagdo (anggota
BPH Provinsi Jawa Tengah).
Kuliah perdana dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 1969 dengan
menempati gedung Yayasan Pendidikan Diponegoro di Jln. Mugas No. 1
Semarang. Kedua beliau itulah sebagai perintis sekaligus sebagai Panitia
Pendiri Fakultas Dakwah dalam rangka mendapatkan pengesahan Penegerian
dari Menteri Agama.
Pada tanggal 6 April 1970 dengan Keputusan Menteri Agama R.I.
Nomor 30 Tahun 1970 maka secara sah dan resmi Fakultas Dakwah menjadi
salah satu fakultas yang berada di IAIN Walisongo Semarang. Sedangkan
berdirinya IAIN Walisongo ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri
Agama Nomor 31 Tahun 1970 pada tanggal yang sama yakni 6 April 1970
(Kemenag, 1990: 66).
3.1.4. Struktur Organisasi Tahun 2012
Dekan

: Dr. Muhammad Sulthon, M.Ag.

Pembantu Dekan I

: Drs. H. Anasom, M. Hum.

Pembantu Dekan II

: Drs. H. Nurbini, M.S.I.

77

Pembantu Dekan III

: Drs. H. Ahmad Anas, M.Ag.

Kajur KPI

: H. M. Alfandi, M.Ag.

Sekjur KPI

: Ahmad Faqih, S.Ag, M.S.I

Kajur BPI

: Hj. Mahmudah, S.Ag, M.Pd.

Sekjur BPI

: Safrodin, M.Ag.

Kajur MD

: Saerozi, S.Ag, M.Pd.

Sekjur MD

: Ariana Suryorini, SE, M.MSI

Kabag TU

: Drs. Ahmad Sholeh, M.Ag.

Kasubag Kepeg dan Keu

: Soimah, S.Ag.

Kasubag Kemahasiswaan

: Muhammad Royani, SH

Kasubag Akademik

: Jafar Baihaqi, S.Ag, MH

Kasubag Umum

: H. Masyhuri, S.Ag (data Fakultas Dakwah

IAIN Walisongo Semarang).


3.1.5. Sarana dan Prasarana
Untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan Fakultas Dakwah, maka
dibutuhkan muatan kurikulum, Sumber Daya Manusia (SDM) yang tersedia
dan memadai seperti tenaga pengajar (dosen), pelaksanaan Proses Belajar
Mengajar (PBM) dan evaluasi, serta yang tidak kalah pentingnya adalah
tersedianya sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan pendidikan. Dalam

78

kegiatan pekuliahan maupun diluar perkuliahan, Fakultas Dakwah IAIN


Walisongo Semarang memiliki berbagai sarana dan prasarana yang dapat
menunjang keberhasilan pendidikan.
Selain gedung serta sarana lain untuk kantor dan kelas, Fakultas
Dakwah memiliki LCD proyektor dan komputer pada setiap kelas untuk
menunjang

kegiatan

perkuliahan

serta

agar

mahasiswa

mengetahui

perkembangan media pembelajaran saat ini. Dengan metode tersebut


diharapkan mahasiswa mengetahui cara menggunakan sarana tersebut baik di
dalam maupun diluar kegiatan perkuliahan.
Laboratorium merupakan tempat pembinaan bagi mahasiswa agar
lebih berkualitas di dalam mengusai ilmu pengetahuan akademik dan
pendidikan keterampilan profesional. Laboratorium Fakultas Dakwah
memiliki ruangan-ruangan khusus serta kelengkapan peralatan seperti: (1)
Divisi Broadcasting, yang dilengkapi dengan ruang Studio Siaran Radio dan
ruang Studio Produksi Siaran Radio kedap suara lengkap dengan peralatan
siarnya. Selain itu juga dilengkapi dengan ruang Production House (Produksi
Siaran TV dan Film) kedap suara lengkap dengan peralatannya, (2) Divisi
Publishing, yang dilengkapi dengan ruang percetakan lengkap dengan
peralatan cetak, (3) Ruang Media Tradisional, yang dilengkapi dengan ruang
micro preaching, yang dilengkapi dengan peralatan modern, seperti video
shooting. Selain itu devisi ini memiliki peralatan tradisional, seperti gamelan
dan wayang kulit yang biasa digunakan para wali ketika melaksanakan

79

dakwahnya, (4) Divisi Konseling, yang dilengkapi dengan ruang kedap suara
untuk latihan dan praktek konseling. Selain itu, untuk melaksanakan fungsi
divisi ini telah dibentuk Lembaga Bimbingan Konseling Islami (LBKI), (5)
Divisi Penelitian dan Pengembangan, yang dilengkapi dengan operation room
lengkap dengan berbagai peralatan, seperti komputer, yang berfungsi sebagai
penyusunan data dan pusat informasi data. Selain itu tersedia ruangan seminar
dan diskusi dengan kapasitas 200 orang, (6) Divisi Kelembagaan Islam, yang
dilengkapi dengan ruang ekspose lengkap dengan peralatan-peralatan
presentasi, seperti Laptop, LCD, OHP, dan lain-lain. Selain itu juga terdapat
ruang praktikum manajemen kelembagaan Islam, seperti menejemen wisata
religious, haji dan umroh (http://fandyiain.blogspot.com/2011/04/fungsilaboratorium-dakwah.html).
Bagi para mahasiswa yang mengikuti organisasi baik intra maupun
ekstra, pihak Fakultas juga menyediakan ruang khusus bagi setiap organisasi.
Selain itu, seluruh mahasiswa juga dapat menikmati akses internet hampir di
setiap gedung di IAIN Walisongo Semarang dengan adanya fasilitas Wi-Fi.
Mahasiswa dapat menikmati fasilitas tersebut setiap saat dimanapun berada
selama masih dalam kawasan IAIN Walisongo Semarang. Mereka dapat
memanfaatkannya untuk mencari tugas atau hanya untuk mengakses
facebook dan jejaring sosial lainnya.
Sebagai

mahasiswa

Fakultas

Dakwah

sudah

seharusnya

memanfaatkan sarana tersebut untuk kegiatan positif terutama dakwah.


Melihat kelebihan yang dimiliki internet, sangat tepat jika dijadikan sebagai

80

media dakwah. Blog merupakan media baru juga dapat digunakan sebagai
salah satu media dakwah, tinggal bagaimana seorang dai mengemas
dakwahnya melalui blog dan dapat menarik minat pengunjung blog untuk
membacanya.
3.2. Mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang
Mahasiswa merupakan pelajar, atau seseorang yang menghadiri
sebuah institusi pendidikan. Fakultas Dakwah merupakan fakultas yang
mengedepankan materi ilmu dakwah dan ilmu lain yang menunjang kegiatan
dakwah. Mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih jurusan yang
diinginkan. Di lain pihak, mahasiswa juga dibebaskan untuk memilih UKM
(Unit Kegiatan Mahasiswa) yang diminati untuk mengembangkan potensi diri
mahasiswa masing-masing.
Seiring berkembangnya media teknologi informasi, IAIN Walisongo
Semarang memberikan fasilitas internet (area WiFi) pada setiap kampus.
Banyak mahasiswa, dosen, dan karyawan yang menggunakan fasilitas
internet untuk berbagai kepentingan. Mahasiswa Fakultas Dakwah banyak
yang menggunakan fasilitas internet hampir setiap hari. Banyak mahasiswa
yang menggunakan internet untuk mencari tugas, e-mail, website, facebook,
blog, dan lain sebagainya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah merupakan mahasiswa yang memiliki
kemampuan dalam bidang dakwah dan teknologi komunikasi. Mahasiswa
fakultas ini diberikan pengajaran mengenai berdakwah pada era modernisasi

81

seperti saat ini. Memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi sebagai


media dakwah sudah tentu menjadi tugas bagi seorang dai khususnya
mahasiswa Fakultas Dakwah sebagai calon dai. Salah satu produk
keberagamanan media internet adalah blog. Blog dapat dijadikan sebagai
salah satu media dakwah di tengah persaingan perkembangan teknologi
informasi.
Mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Walisongo berdasarkan hasil
registrasi tahun 2012 berjumlah 759 mahasiswa. Berdasarkan jumlah
mahasiswa tersebut laki-laki sebanyak 325 dan perempuan sebanyak 434
(data Fakultas Dakwah). Sedangkan jumlah mahasiswa menurut jumlah
masing-masing jurusan sebagai berikut.
TABEL
JUMLAH MAHASISWA FAKULTAS DAKWAH
MENURUT JURUSAN TAHUN 2012
No

Jurusan

Jumlah

KPI (Komunikasi Penyiaran Islam)

296

BPI (Bimbingan Penyuluhan Islam)

295

MD (Manajemen Dakwah)

168

Jumlah

759

82

Dari beberapa mahasiswa Fakultas Dakwah yang memiliki blog,


kebanyakan blog mereka berisi artikel dan cerpen. Masih jarang yang
memposting artikel atau cerpen yang berisi muatan dakwah atau ajaran Islam.
Fenomena seperti ini tidak seharusnya terjadi pada mahasiswa Fakultas
Dakwah yang memiliki ilmu dan kemampuan khususnya

dalam bidang

dakwah. Kaum akademisi atau mahasiswa yang peka terhadap perkembangan


media informasi sudah semestinya memanfaatkan dan menggunakannya
dengan hal-hal yang positif dan sebaik mungkin.
3.3. Internet di Kampus
Teknologi di era globalisasi telah mengalami kemajuan yang begitu
pesat, beragai macam media komunikasi bersaing dalam memberikan
informasi yang tanpa batas. Dunia kini bergulir dalam proses revolusi
informasi dan komunikasi yang melahirkan peradaban baru sehingga
mempermudah manusia untuk saling berhubungan serta meningkatkan
mobilitas sosial.
Kehadiran media massa, seperti surat kabar, radio, televisi dan
internet, sebagai komunikasi abad modern telah berpengaruh luas. Suatu
pesan atau berita dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat dalam waktu
yang relatif singkat. Fasilitas internet merupakan yang terlengkap dan
terefisien, dimana segala bentuk dan macam informasi dapat diakses dengan
mudah dan murah.

83

Internet berasal dari kata Interconnection Networking yang


mempunyai arti hubungan komputer dan berbagai tipe komputer

yang

membentuk sistem jaringan yang mencakup seluruh dunia (jaringan global)


dengan melalui jalur telekomunikasi seperti telepon, wireless, dan lainnya
(Sutarman, 2003: 4).
Perlu digarisbawahi bahwa internet tidak sama dengan web. Internet
adalah sebuah jaringan komputer global, yang terdiri dari jutaan komputer
yang saling terhubung dengan menggunakan protokol yang sama untuk
berbagi informasi secara bersama. Jadi internet merupakan kumpulan atau
penggabungan jaringan komputer local atau LAN menjadi jaringan komputer
global atau WAN. Jaringan-jaringan tersebut saling berhubungan atau
berkomunikasi satu sama lain dengan berbasiskan protokol IP (Internet
Protocol) dan TCP (Transmission Control Protocol) atau UDP (User
Datagram Protocol), sehingga pengguna pada setiap jaringan dapat
mengakses semua layanan yang disediakan oleh setiap jaringan (Supriyanto,
2007: 336).
Internet dapat dianggap sebagai super jaringan, suatu jaringan dari
jaringan-jaringan komputer. Pemakai internet dapat saling berkomunikasi dan
berbagi informasi, di manapun meraka berada, di negeri atau bahkan di
benua yang berlainan (Husni, 2004 : 7).
Kampus IAIN Walisongo Semarang merupakan salah satu kampus
yang menggunakan teknologi internet, dimana setiap mahasiswa dapat

84

mengakses internet dengan tujuan masing-masing. Pihak institut semakin


meningkatkan fasilitas yang ada untuk para mahasiswa, agar semua
mendapatkan kemudahan untuk mengakses internet. Sesuai dengan tujuan
memaksimalkan kemampuan mahasiswa untuk menggunakan atau bahkan
membuat karya dalam bentuk aplikasi komputer dan informasi lebih cepat
berkembang.

Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi menuntut


mahasiswa dapat memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Mahasiswa
menggunakan fasilitas internet sebagai media untuk mencari tugas atau
sekedar online melalui dunia maya seperti facebook, blog, twitter, website,
dan sebagainya.

Akhir-akhir ini, keberadaan blog telah menjadi kebutuhan bahkan


gaya hidup sebagian masyarakat. Kegiatan blogging telah menjamur dari
berbagai kalangan dan setiap elemen masyarakat. Blog digunakan sebagai
buku harian, ungkapan opini, ide, kreatifitas hingga untuk mengambil
penghasilan lebih dari berbagai macam bisnis dunia maya, semua itu
tergantung pada pemilik blog masing-masing.

Blog adalah istilah dalam dunia maya yang sangat dikenal oleh para
penggiat IT. Kata Blog berasal dari kata weblog yang diperkenalkan pertama
kali sejak tahun 1998 oleh John Barger. Dia memberi nama Weblog untuk
menspesifikasikan istilah website yang bersifat pribadi dan sering di update
dari waktu ke waktu. Dengan kata lain blog itu adalah website yang bersifat

85

personal, yang memuat opini personal dan hal-hal lain yang merupakan
aktualisasi diri pembuatnya secara personal yang ingin dikabarkan pada
komunitas global. Meskipun personal, isinya dapat dinikmati siapa saja
darimana saja dan kapan saja. Blog sangat banyak diminanti oleh para
penggiat di dunia maya karena dapat menjadi rumah kedua untuk
menyalurkan hobi bahkan promosi.

3.4. Persepsi Mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang


tentang Blog sebagai Media Dakwah
Begitu menariknya blog di kalangan mahasiswa dan khususnya
mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang, maka penulis
mencoba menggali informasi dari kalangan mahasiswa di Fakultas Dakwah
mengenai blog sebagai media dakwah.

a. Blog sebagai suatu kebutuhan bahkan gaya hidup

Menurut Qudsiyatul Fitriyah (mahasiswa aktif organisasi), blog


merupakan kebutuhan tambahan yang perlu digunakan dalam berdakwah
karena zaman modern sekarang tidak bisa lepas dari penggunaan akses
internet (wawancara tanggal 14 Mei 2012). Tinwarotul Fatonah (mahasiswa
UKM), dia membenarkan jika blog memang menjadi suatu gaya hidup,
namun blog belum merambah kesemuanya seperti facebook dan twitter
(wawancara tanggal 15 Mei 2012).

86

Keterangan dari Baitin (mahasiswa aktif organisasi), blog memang


menjadi sebuah gaya hidup sesuai dengan era sekarang ini (wawancara
tanggal 15 Mei 2012). Achmad Hasyim (mahasiswa UKM) berpendapat
bahwa blog merupakan kebutuhan biasa akan tetapi perlu diberdayakan
(wawancara 07 Mei 2012). Begitu juga Lulu Fajriyatus Saadah (mahasiswa
UKM), blog menjadi salah satu wadah atau sarana untuk lebih eksis
(wawancara tanggal 25 Mei 2012).

Berdasarkan wawancara dengan Nur Istirohah (mahasiswa), dengan


berkembangnya IPTEK yang begitu cepat di era globalisasi seperti ini, blog
dirasa sebagai sarana yang paling diminati dan efektif dalam menyampaikan
informasi. Jadi sudah sewajarnya jika blog menjadi kebutuhan bahkan gaya
hidup (wawancara tanggal 25 Mei 2012). Achmad Khoirul Anam (mahasiswa
UKM) juga menyatakan blog merupakan kebutuhan sekaligus gaya hidup
(wawancara tanggal 9 Mei 2012).

Menurut Ahmad Rokhimin (mahasiswa), memang di zaman


sekarang ini blog menjadi kebutuhan bahkan sangat dibutuhkan oleh
kalangan-kalangan tertentu (wawancara tanggal 14 Mei 2012). Jadi Utomo
(mahasiswa) juga menyatakan jika blog sebagai sebuah kebutuhan atau gaya
hidup karena tuntutan perkembangan IT (wawancara tanggal 14 Mei 2012).
Sejalan dengan hal tersebut, Rizky Agustya Putri menyatakan di zaman
modern seperti ini tidak mengenal blog akan ketinggalan info dan teknologi,
blog memang menjadi sebuah kebutuhan (wawancara tanggal 27 Mei 2012).

87

Berbeda dengan Safitri Yulikhah (mahasiswa UKM), blog sebagai


kebutuhan atau gaya hidup hanya bagi mereka yang merasa kenal dengan
dunia maya (wawancara tanggal 14 Mei 2012). Iik Fitri Mayanti (mahasiswa
UKM) juga berpendapat jika blog merupakan suatu gaya hidup bagi orang
tertentu saja (wawancara tanggal 24 Mei 2012). Selain itu, Muhammad
Khoirudin (mahasiswa UKM) juga berpendapat bahwa blog menjadi
kebutuhan bahkan gaya hidup bagi yang sudah mengenal blog (wawancara
tanggal 11 Mei 2012).

Keterangan dari Nur Fatimah (mahasiswa UKM), blog tidak menjadi


sebuah kebutuhan bahkan gaya hidup karena hanya orang-orang tertentu saja
(wawancara tanggal 27 Mei 2012). Pendapat yang sama juga disampaikan
oleh Tri Winarni (mahasiswa UKM), blog bukan menjadi gaya hidup karena
hanya sebagian orang saja yang mengetahui blog (wawancara tanggal 15 Mei
2012).

Tabel 1
Blog Sebagai Kebutuhan Bahkan Gaya Hidup
Jawaban

Frekuensi

Terbesar

Kebutuhan bahkan gaya hidup sesuai

10

67%

67 %

20%

13%

15

100%

perkembangan IT
Kebutuhan atau gaya hidup bagi orangorang tertentu saja
Bukan kebutuhan atau gaya hidup
karena hanya orang-orang tertentu saja
JUMLAH

88

Dari tabel 1 tentang blog sebagai kebutuhan bahkan gaya hidup dari
mahasiswa yang menjadi informan dapat dibaca: 67% sebagian besar
mahasiswa menyatakan bahwa blog memang suatu kebutuhan bahkan gaya
hidup sesuai dengan perkembangan IT. Sebagian lagi menyatakan sebagai
kebutuhan atau gaya hidup bagi orang-orang tertentu saja sebesar 20%.
Sedangkan yang lain sebanyak 13% menyatakan bukan sebagai kebutuhan
bahkan gaya hidup karena hanya bagi orang-orang tertentu. ini dapat
dintepretasikan bahwa sebagian besar mahasiswa menganggap blog sebagai
kebutuhan bahkan gaya hidup.

b. Blog menjadi media dakwah

Menurut Tinwarotul Fatonah (mahasiswa UKM), blog sangat bagus


sekali digunakan sebagai media dakwah, namun di tengah perkembangan
teknologi yang dapat mengakses blog hanya orang-orang tertentu seperti
kaum intelektual (wawancara tanggal 15 Mei 2012). Achmad Hasyim juga
berpendapat sama, blog dijadikan media dakwah sangat bagus asalkan
referensi yang di tulis di blog valid (wawancara 7 Mei 2012). Menurut Baitin
Chusnul Khotimah (mahasiswa aktif organisasi), memang blog menjadi
sebuah peluang untuk kegiatan dakwah di era IT sekarang (wawancara
tanggal 15 Mei 2012).
Lulu Fajriyatus Saadah (mahasiswa UKM), berpendapat bahwa jika
blog menjadi media dakwah tidak masalah karena berdakwah memerlukan
sarana dan blog salah satunya (wawancara 25 Mei 2012). Nur Istirohah

89

(mahasiswa) juga menanggapi positif dan akan lebih memberikan suatu


nuansa yang berbeda (wawancara tanggal 25 mei 2012). Menurut Safitri
Yulikhah (mahasiswa UKM), blog sebagai media dakwah mungkin dapat
menjadi alternatif dakwah tersendiri (wawancara tanggal 14 Mei 2012).

Keterangan dari Achmad Khoirul Anam (mahasiswa UKM), blog


sebagai media dakwah sangat apresiasif karena memanfaatkan media yang
sedang berkembang (wawancara tanggal 9 Mei 2012). Qudsiyatul Fitriyah
(mahasiswa aktif organisasi), blog memang perlu digunakan dalam
berdakwah karena sekarang ini merupakan zaman modern yang tidak bisa
lepas dari penggunaan internet (wawancara tanggal 14 Mei 2012). Iik fitri
Mayanti (mahasiswa UKM) juga menyatakan bahwa blog saat ini membawa
perubahan dan untuk menambah pengetahuan terutama kepada mahasiswa
untuk mencari tambahan data-data (wawancara tanggal 24 Mei 2012).

Menurut Muhammad Khoirudin (mahasiswa UKM), blog sebagai


media dakwah sangat efektif, sesuai dengan perkembangan zaman seperti ini
(wawancara tanggal 11 Mei 2012). Ahmad Rokhimin (mahasiswa), blog
sebagai media dakwah justru sangat baik bahkan menarik sekali (wawancara
tanggal 14 Mei 2012). Jadi Utomo (mahasiswa) juga menyatakan hal yang
sama, blog sebagai media dakwah bagus dan menarik (wawancara tanggal 14
Mei 2012).

Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Nur Fatimah (mahasiswa


UKM), blog sebagai media dakwah dianggap bagus karena memanfaatkan

90

media yang sedang berkembang saat ini (wawancara tanggal 27 Mei 2012).
Tri Winarni (mahasiswa UKM), blog menjadi media dakwah memang bagus
sekali, selain menggunakan lisan dan tulisan kita dapat menggunakan media
yang berkembang seperti blog (wawancara tanggal 15 Mei 2012). Sedangkan
Rizky agustya Putri berpendapat kurang efektif karena tidak setiap orang
selalu mengakses blog (wawancara tanggal 27 Mei 2012).

Tabel 2
Blog Menjadi Media Dakwah
Jawaban

Frekuensi

Terbesar

Sangat bagus

12

80%

80%

Peluang kegiatan dakwah

6,7%

Alternatif dakwah

6,7%

Kurang efektif

6,7%

JUMLAH

15

100%

Dari tabel 2 diatas, yaitu tentang blog menjadi media dakwah dapat
dibaca: 80% sebagian besar informan menyatakan bahwa blog menjadi media
dakwah sangat bagus. Sebagian kecil (6,7%) menyatakan blog menjadi media
dakwah merupakan peluang bagi kegiatan dakwah. Sebagian kecil (6,7%) lagi
menyatakan alternatif dakwah. Sedangkan sebagian kecil (6,7%) lagi
menyatakan kurang efektif. Dari sini dapat dintepretasikan bahwa sebagian
besar mahasiswa menanggapi blog menjadi media dakwah sangat bagus.

91

c. Kelebihan dan kekurangan berdakwah melalui blog

Berdasarkan wawancara dengan Tinwarotul Fatonah (mahasiswa


UKM), kelebihannya dakwah lebih bisa di update tiap hari, dokumen tidak
hilang atau tahan lama. Kekurangannya (1) tidak semua orang bisa
mengakses blog, (2) blog kalah populer dengan jejaring sosial lain seperti
facebook dan twitter (wawancara tanggal 15 Mei 2012). Achmad Hasyim
(mahasiswa UKM), kelebihan: berdakwah melalui blog membuktikan bahwa
berdakwah di era modern seperti ini masih dapat dilakukan, kekurangan:
masyarakat yang menggunakan blog sebagai media dakwah terbilang masih
sedikit (wawancara tanggal 7 Mei 2012). Baitin Chusnul Khotimah
(mahasiswa aktif organisasi), kelebihannya adalah dakwah di era modern juga
bisa dilakukan melalui alat informatika, sedangkan untuk kekurangan sifatnya
tidak bisa menyeluruh ke semua kalangan masyarakat (wawancara tanggal 15
Mei 2012).
Menurut Lulu Fajriyatus Saadah (mahasiswa UKM), kelebihan:
tertulis, jadi dapat dibaca kapan saja. Kekurangan: bagi yang tidak paham
dunia online, dakwah lewat blog sama sekali tidak berpengaruh (wawancara
tanggal 25 Mei 2012). Nur Istirohah (mahasiswa) menyatakan, kelebihannya:
1) mudah diakses, 2) menjadikan kita lebih mudah mencari materi dakwah
yang kita butuhkan, 3) lebih efisien dan mempersingkat waktu, 4) kita tidak
perlu pergi jauh-jauh. Kekurangannya:(1) kurang disosialisasikan, (2) bagi
orang yang tidak mengerti teknologi lebih tidak mengerti

(wawancara

92

tanggal 25 Mei 2012). Safitri Yulikhah (mahasiswa UKM), untuk


kelebihannya yaitu dapat menjangkau masyarakat luas tanpa mengenal batas,
jarak, dan waktu. Kalau dari segi kekurangannya mungkin madunya dari
kalangan mahasiswa atau akademisi dan orang-orang yang awam tidak bisa
menikmati dakwah melalui blog (wawancara tanggal 14 Mei 2012).

Keterangan dari Achmad Khoirul Anam (mahasiswa UKM), seperti


kelebihan dan kekurangan teknologi (mendekatkan yang jauh dan
menjauhkan yang dekat) (wawancara tanggal 9 Mei 2012). Qudsiyatul
Fitriyah (mahasiswa aktif organisasi), kelebihannya adalah dapat diaksese
dimana saja, kapan saja, dan dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan
(wawancara tanggal 14 Mei 2012). Menurut Iik Fitri Mayanti (mahasiswa
UKM), kelebihannya kapan saja bisa, dimana saja bisa, dan ketika ingin
mengakses blog tinggal mengetik apa yang diinginkan. Sedangkan
kekurangan untuk orang awam mengakses blog masih banyak bertanya-tanya
apa itu blog (wawancara tanggal 24 Mei 2012).

Menurut

Muhammad

Khoirudin

(mahasiswa

UKM),

untuk

kelebihannya dapat disampaikan serentak, sedangkan kekurangannya hanya


orang yang sering akses internet yang akan membacanya (wawancara tanggal
11 Mei 2012). Ahmad Rokhimin (mahasiswa), untuk kelebihan, dapat
menjangkau masyarakat secara luas tanpa mengenal jarak dan waktu,
sedangkan kekurangannya adalah dakwah melalui blog kurang berhasil
karena blog hanya dapat diakses bagi mereka yang mengerti atau biasanya

93

kaum intelek (wawancara tanggal 14 Mei 2012). Jadi Utomo (mahasiswa)


juga menyatakan, kelebihan: dapat menjangkau khalayak luas, kekurangan:
sedikitnya pemilik blog dakwah (wawancara tanggal 14 Mei 2012).

Masih mengenai kelebihan dan kekurangan blog, Nur Fatimah


(mahasiswa UKM) berpendapat, kelebihan: lebih efisien karena tidak perlu
pergi ke suatu majlis, cukup dengan adanya akses internet kita dapat
menerima materi dakwah. Kekurangan: masih sedikitnya pemilik blog
dakwah (wawancara tanggal 27 Mei 2012). Rizky Agustya Putri (mahasiswa
UKM), kelebihannya tidak membutuhkan waktu lama dan tidak terikat waktu,
sedangkan kekurangannya belum dapat dinikmati oleh seluruh lapisan
masyarakat (wawancara tanggal 27 Mei 2012). Tri Winarni (mahasiswa
UKM), kelebihannya adalah kemudahan dalam mengakses blog bagi orangorang tertentu, kekurangannya bagi orang yang awam akan sama sekali tidak
mengenal (wawancara tanggal 15 Mei 2012).

Tabel 3
Kelebihan Berdakwah Melalui Blog
Jawaban

Frekuensi

Terbesar

Dapat diupdate tiap hari

6,7%

Lebih efisien

13%

Tidak mengenal jarak dan waktu

47%

47%

Menjangkau masyarakat luas

13%

Dapat disampaikan serentak

6,7%

Di era modern masih dapat berdakwah

13%

JUMLAH

15

100%

94

Dari tabel 3 tentang kelebihan berdakwah melalui blog dapat dibaca:


47% sebagian besar mahasiswa menyatakan tidak mengenal jarak dan waktu.
Sebagian kecil (13%) menganggap lebih efisien, (13%) menjangkau
masyarakat luas,(13%) di era modern masih dapat berdakwah. Ada juga
mahasiswa yang menyatakan dapat diupdate tiap hari sebesar 6,7% dan 6,7
lagi menyatakan dapat disampaikan serentak. Ini dapat diintepretasikan
bahwa berdakwah melalui blog memilki kelebihan tidak mengenal jarak dan
waktu.

Tabel 4
Kekurangan Berdakwah Melalui Blog
Frekuensi

Terbesar

Tidak semua orang mengerti tentang blog

10

67%

67%

Sedikitnya orang yang memiliki blog

20%

Menjauhkan yang dekat

6,7%

Bersifat tidak menyeluruh

6,7%

JUMLAH

15

100%

Jawaban

dakwah

Dari tabel 4 tentang kekurangan berdakwah melalui blog dapat


dibaca: 67% sebagian besar mahasiswa menganggap tidak semua orang
mengerti tentang blog. Sebagian kecil menyatakan sedikitnya orang yang
memiliki blog sebesar 20%. Ada juga yang menganggap menjauhkan yang
dekat dan bersifat tidak menyeluruh sebesar masing-masing 6,7%. Ini dapat
diintepretasikan bahwa berdakwah melalui blog memiliki kekurangan tidak
semua orang mengerti tentang blog.

95

d. Dakwah melalui blog dianggap efektif

Menurut Tinwarotul Fatonah (mahasiswa UKM), dakwah melalui


blog belum terlalu efektif karena masih banyak kekurangan yang mesti
dibenahi (wawancara tanggal 15 Mei 2012). Achmad Hasyim (mahasiswa
UKM), dia menganggap kurang begitu efektif, tergantung pada individu
masing-masing (wawancara tanggal 7 Mei 2012). Baitin Chusnul Khotimah
(mahasiswa aktif organisasi), efektif atau tidak sebenarnya tergantung
bagaimana pengelolaannya sehingga materi yang disajikan dapat menarik
minat para pengunjung blog (wawancara tanggal 15 Mei 2012).
Keterangan dari Lulu Fajriyatus Saadah (mahasiswa UKM)
menganggap kurang efektif karena tidak semua orang dapat mengerti dunia
online jadi tidak dapat dikatakan efektif (wawancara tanggal 25 Mei 2012).
Nur Istirohah (mahasiswa) menyatakan dakwah melalui blog efektif bagi
yang kenal teknologi, bagi yang tidak kenal menjadi tidak efektif (wawancara
tanggal 25 Mei 2012). Safitri Yulikhah (mahasiswa UKM), tidak terlalu
efektif karena tidak semua sasaran/madu dapat melihat blog (wawancara
tanggal 14 Mei 2012).
Sejalan dengan hal di atas, Achmad Khoirul Anam (mahasiswa
UKM) menyatakan efektif atau tidak blog sebagai media dakwah, semua itu
tergantung pada penggunaannya (wawancara tanggal 9 Mei 2012). Qudsiyatul
Fitriyah (mahasiswa aktif organisasi), merasa kurang efektif dalam mencapai
sasaran dakwah (wawancara tanggal 14 Mei 2012). Iik Fitri Mayanti juga

96

menyatakan bahwa dakwah melalui blog belum efektif karena masih banyak
kendala (wawancara tanggal 24 Mei 2012).
Menurut Muhammad Khorudin (mahasiswa UKM), dakwah melalui
blog kurang efektif karena madunya hanya orang-orang tertentu yang
mengenal istilah blog (wawancara tanggal 11 Mei 2012). Ahmad Rokhimin
(mahasiswa), memang dapat dikatakan efektif hanya terhadap orang-orang
tertentu saja (wawancara tanggal 14 Mei 2012). Jadi Utomo (mahasiswa),
menurutnya tidak efektif karena sasarannya tidak jelas (wawancara tanggal 14
Mei 2012).
Nur Fatimah (mahasiswa UKM) berpendapat kurang efektif karena
masih sedikit masyarakat yang mengenal blog, hanya kelompok-kelompok
tertentu saja (wawancara tanggal 27 Mei 2012). Rizky Agustya Putri
(mahasiswa UKM), menurutnya kurang begitu efektif karena hanya para
madu tertentu saja yang dapat menikmati dakwah lewat blog (wawancara
tanggal 27 Mei 2012). Pendapat yang sama juga dinyatakan Tri Winarni
(mahasiswa UKM) bahwa kurang efektif karena dalam blog terdapat tatanantatanan yang kurang sesuai (wawancara tanggal 15 Mei 2012).

97

Tabel 5
Efektifitas Dakwah Melalui Blog
Jawaban

Frekuensi

Terbesar

Kurang efektif

13

87%

87%

Tergantung pengelolaannya

13%

JUMLAH

15

100%

Dari tabel 5 tentang efektifitas dakwah melalui blog dapat dibaca:


87% berpendapat bahwa dakwah melalui blog kurang efektif. Namun
selebihnya yaitu 13% mahasiswa berpendapat bahwa efektif atau tidak
tergantung pengelolaannya. Ini dapat diintepretasikan bahwa mahasiswa
sebagian besar menganggap dakwah melalui blog secara umun kurang efektif.
Hal ini dikarenakan hanya orang-orang tertentu yang dapat mengakses blog.

e. Blog dakwah yang ideal

Keterangan dari Tinwarotul Fatonah (mahasiswa UKM), blog


dakwah yang ideal lebih ke isinya dengan bahasa yang enak dibaca tapi tetap
kena. Kontennya dapat berupa cerita-cerita atau artikel-artikel. Namun antara
ideal atau tidaknya suatu blog kembali pada pembaca atau pengunjung blog
(wawancara tanggal 15 Mei 2012). Achmad Hasyim (mahasiswa UKM), blog
dakwah yang ideal yakni blog yang memiliki unsur dari pendidikan,
informasi, hiburan, dan kontrol sosial namun tidak saling bertentangan

98

(wawancara tanggal 7 Mei 2012). Baitin Chusnul Khotimah (mahasiswa aktif


organisasi) menyatakan bahwa blog dakwah yang ideal yaitu blog yang
memberikan sekat-sekat untuk para madu sehingga dalam mengakses, para
madu bisa menemukan apa yang dibutuhkannya (wawancara tanggal 15 Mei
2012).
Menurut Lulu Fajriyatus Saadah (mahasiswa UKM), Blog dakwah
yang ideal yakni blog yang sesuai dengan pemiliknya (cerpen, info, dan
pengetahuan) yang berdasar pada Al-Quran dan Hadist (wawancara tanggal
25 Mei 2012). Nur Istirohah (mahasiswa), blog yang isinya memiliki manfaat
bagi kita (wawancara tanggal 25 Mei 2012). Safitri Yulikhah (mahasiswa
UKM) berpendapat, blog yang memuat seluruh unsur-unsur dakwah, untuk
materi atau kontennya harus sering update sesuai dengan isu-isu terhangat
(wawancara tanggal 14 Mei 2012).

Berdasarkan wawancara dengan Achmad Khoirul Anam (mahasiswa


UKM), blog dakwah yang ideal adalah blog yang dapat memenuhi semua
kebutuhan pengguna blog/media pengguna blog (wawancara tanggal 9 Mei
2012). Qudsiyatul Fitriyah (mahasiswa aktif organisasi), blog dakwah yang
ideal adalah ketika blog tersebut memiliki unsur-unsur dakwah (wawancara
tanggal 14 Mei 2012). Sedangkan Iik Fitri Mayanti (mahasiswa UKM)
berpendapat blog yang ideal itu tampilannya menarik dan disukai banyak
orang misalnya seperti isi-isinya berbobot, bahasanya mudah dipahami, dan
isinya sesuai dengan fakta dan realita (wawancara tanggal 24 Mei 2012).

99

Menurut Muhammad Khoirudin (mahasiswa UKM), blog dakwah


yang ideal itu yang kontennya sesuai dengan ajaran Islam (wawancara
tanggal 11 Mei 2012). Ahmad Rokhimin (mahasiswa), blog dakwah yang
ideal itu blog yang mana isinya memiliki tema yang menarik sehingga banyak
orang yang suka membacanya. Kemudian, memiliki blog yang bagus dan
baik itu dapat meningkatkan reputasi seseorang karena orang lain dapat
menilai diri seseorang dari coretan tulisannya (wawancara tanggal 14 Mei
2012). Jadi Utomo (mahasiswa), blog dakwah yang ideal adalah blog yang
kontennya bersumber dari Al-Quran dan Hadits (wawancara tanggal 14 Mei
2012).

Keterangan dari Nur Fatimah (mahasiswa UKM), blog dakwah yang


ideal yakni blog yang mengandung unsur Islami dan masih tetap berlandas
pada Al-Quran dan Hadits (wawancara tanggal 27 Mei 2012). Rizky Agustya
Putri (mahasiswa UKM), blog ideal itu blog yang tidak terkontaminasi
dengan gaya radikal serta bersumber dari Al-Quran dan Hadits (wawancara
tanggal 27 Mei 2012). Menurut Tri Winarni (mahasiswa UKM), blog dakwah
yang ideal itu tampilannya menarik, konten yang mempertimbangkan
kebutuhan madu sesuai dengan masa kini, bahasa yang digunakan singkat,
padat, dan jelas (wawancara tanggal 15 Mei 2012).

100

Tabel 6
Blog Dakwah Yang Ideal
Jawaban

Frekuensi

Terbesar

Berdasar pada Al-Quran dan Hadits

40%

40%

Tampilan menarik

13%

Tema menarik

6,7%

Bahasa yang enak dibaca

6,7%

Memenuhi kebutuhan pengunjung blog

6,7%

Memiliki unsur pendidikan

6,7%

Mempunyai sekat-sekat untuk madu

6,7%

Memiliki manfaat

6,7%

Konten sesuai isu-isu terhangat

6,7%

JUMLAH

15

100%

Berdasarkan tabel 6 tentang blog dakwah yang ideal dapat dibaca:


40% mahasiswa berpendapat blog dakwah yang ideal adalah berdasar pada
Al-Quran dan Hadits. Sebagian kecil (13%) berpendapat yang memiliki
tampilan menarik. Sedangkan yang lain masing-masing sebesar 6,7% bahasa
yang enak dibaca, 6,7% memenuhi kebutuhan pengunjung blog, 6,7%
memiliki insur pendidikan, 6,7% mempunyai sekat-sekat untuk madu, 6,7%
memiliki manfaat, dan 6,7% konten sesuai isu-isu terhangat. Oleh Karena itu,
dapat diintepretasikan sebagian besar mahasiswa berpendapat bahwa blog
dakwah yang ideal yaitu blog yang tetap berdasar pada Al-Quran dan Hadits.

101

BAB IV
ANALISIS PERSEPSI MAHASISWA FAKULTAS DAKWAH
IAIN WALISONGO SEMARANG TENTANG BLOG
SEBAGAI MEDIA DAKWAH
Kehidupan manusia modern ditandai dengan adanya kemajuan di
bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi memberikan dampak positif dan negatif bagi kehidupan
masyarakat. Dampak positif dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
di antaranya adalah adanya kemudahan-kemudahan bagi manusia dalam
menyelesaikan pekerjaan, meningkatkan wawasan dan pola pikir manusia
dalam berbagai bidang kehidupan, dan meningkatnya kesejahteraan hidup
manusia.

Sementara

dampak

negatifnya

adalah

munculnya

sikap

materialisme, konsumerisme dan hedonisme di kalangan masyarakat,


munculnya berbagai macam patologi sosial dan terjadinya anomali atau
keterasingan manusia baik terhadap dirinya, lingkungan, dan Tuhannya
(Basit, 2006 : 61).
Dari beberapa persepsi 15 informan mahasiswa Fakultas Dakwah
IAIN Walisongo Semarang mengenai blog yang menjadi sebuah kebutuhan
atau bahkan gaya hidup, 67% mahasiswa menyatakan bahwa blog memang
menjadi suatu kebutuhan bahkan gaya hidup di tengah perkembangan
teknologi informasi seperti sekarang ini.

101

102

Kemajuan teknologi informasi memang telah membuka mata dunia


akan sebuah dunia baru, interaksi baru, dan sebuah jaringan mendunia yang
tanpa batas. Beribu bahkan berjuta informasi dan berita hampir selalu
dikonsumsi oleh masyarakat dunia setiap detiknya.
Disadari atau tidak perkembangan teknologi yang disebut internet,
telah mengubah pola interaksi masyarakat. Internet

telah memberikan

kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan/industri


maupun pemerintah. Salah satunya dengan hadirnya blog telah menunjang
efektifitas dan efisiensi sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk
mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan masyarakat. Dengan
munculnya media baru memaksa manusia untuk dapat menerima segala
perubahan yang terjadi. Selain itu, terkadang masyarakat benar-benar
membutuhkan sarana blog karena sebuah tuntutan untuk mengikuti
perkembangan IT agar tidak ketinggalan informasi.
Mengenai blog yang dijadikan sebagai media dakwah, 80%
mahasiswa menanggapi positif dan sangat bagus untuk digunakan sebagai
salah satu sarana dakwah di era modern sekarang ini. Blog perlu digunakan
dalam berdakwah karena sekarang ini merupakan zaman modern yang tidak
bisa lepas dari penggunaan internet Hal tersebut sangat menarik, dapat
menjadi alternatif dakwah tersendiri dan memberikan inovasi baru dalam
hal dakwah Islamiyah.

103

Peran media sangat penting terhadap terbentuknya perilaku


masyarakat skala besar dan luas sesuai rekayasa profesional media. Oleh
karena itu, para dai harus melatih para pengikutnya untuk mengembangkan
kemampuan menerima, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan
informasi. Para dai harus menguasai media komunikasi dengan baik agar
pesan-pesan dakwah dapat mudah menyebar dan diterima (Amin, 2009:
115).
Berdakwah pada zaman sekarang tidak hanya bisa dilakukan oleh
para mubaligh dimasjid, tetapi bisa dilakukan dengan banyak cara, tempat,
dan media yang bisa digunakan pada zaman sekarang sebagai media dakwah
seperti televisi, koran, majalah, buku, lagu, internet, dan sebagainya. Pada
saat sekarang blog telah banyak digunakan mulai dari menteri hingga para
guru. Blog digunakan untuk memposting tentang aktivitas serta keseharian
ataupun untuk mengisi kekosongan waktu. Apabila dai memanfaatkan
secara maksimal media blog tersebut hasilnya akan maksimal pula. Berhasil
atau tidaknya sebuah kegiatan dakwah, semua itu tergantung bagaimana
dai mengemas dakwahnya semenarik mungkin agar dakwahnya berhasil.
Beberapa ahli dakwah memasukkan internet sebagai sarana baru,
selain media cetak dan media elektronik, di dalam paradigma
komunikasi massa yang m u t a k h i r . B l o g s a n g a t b e r p e l u a n g
u n t u k d i j a d i k a n s e b a g a i r u a n g d a k w a h ya n g b a r u . Blog
beserta

media

baru

lainnya

merupakan

angin

segar

dalam

104

kehidupan masyarakat di Indonesia. Dapat dikatakan bahwa


berbagai media baru tersebut adalah ruang baru dimana masyarakat
dapat mengakses informasi sesuai kepentingan mereka kapanpun dan
dimanapun.
M a s ya r a k a t

urban

ya n g

sibuk

dengan

berbagai

a k t i v i t a s n ya s u d a h b a r a n g t e n t u memiliki waktu lebih sedikit


untuk mengahadiri acara dakwah konvensional seperti Tabligh Akbar,
pengajian umum, dll. Dengan adanya media sosial sebagai media
dakwah baru bisa dipertimbangkan s e b a g a i

wujud

dakwah

modern.
Mengenai kelebihan blog sebagai media dakwah, 47% mahasiswa
berpendapat bahwa kelebihan dakwah melalui blog yaitu tidak mengenal
jarak dan waktu. Sedangkan untuk kekurangannya, 67% mahasiawa
menyatakan tidak semua orang mengerti tentang blog.
Dalam kehidupan sehari-hari saat ini tidak dapat terlepas dari barang
elektronik bahkan akses internet. Berbagai kemudahan yang ditawarkan
internet (blog) terutama dapat diakses dimana saja dan kapan saja tanpa
mengenal jarak dan waktu selama masih ada akses jaringan internet. Namun
perlu diingat bahwa tidak semua orang mengerti tentang apa itu internet dan
bagaimana cara penggunaannya. Tidak dapat dipungkiri bahwa yang dapat
mengakses internet (blog) adalah orang-orang yang memiliki kemampuan
dalam bidang tersebut seperti pelajar, mahasiswa, serta kaum intelek

105

lainnya. Selain itu, secara umum blog memang kurang populer di mata
masyarakat luas. facebook dan twitter lebih diketahui bahkan populer di
kalangan masyarakat luas.

Dakwah melalui jaringan internet dinilai sangat efektif dan potensial


dengan berbagai alasan. Pertama, mampu menembus batas ruang dan
waktu dalam sekejap dengan biaya dan energi yang relatif terjangkau.
Kedua, pengguna jasa internet setiap tahunnya meningkat secara drastis,
dan ini berpengaruh pada jumlah penyerap misi dakwah / praktisi dakwah.
Ketiga para pakar dan ulama / ustadz yang berada dibalik media dakwah
melalui internet ini bisa lebih berkonsentrasi dalam menyikapi setiap
wacana dan peristiwa yang menuntut status hukum secara syari dan
lainnya. Keempat, dakwah melalui internet akhirnya kemudian menjadi
salah satu primadona pilihan masyarakat. Berbagai situs, bebas memilih
materi dakwah yang disenangi. Kelima, cara penyampaian menjadi lebih
variatif membuat dakwah melalui internet terjangkau di berbagai segmen
masyarakat

(http://blog.sunan-ampel.ac.id/yusuf/2011/04/28/sumbangsih-

teknologi-infromasi-sebagai-media-dakwah/)

Dilihat dari segi kemudahannya, memang banyak alasan yang dapat


menunjang keberhasilan kegiatan dakwah. Namun di lain pihak, masyarakat
yang tidak peka terhadap perkembangan IT tetap tidak akan bisa menikmati
dakwah melalui media internet terutama blog. Hal tersebut salah satu
kendala yang harus di cari jalan keluarnya oleh para dai penggiat internet.

106

87% mahasiswa menyatakan bahwa dakwah melalui blog kurang


efektif karena hanya orang-orang tertentu saja yang dapat menikmati blog
dakwah. Sampai saat ini blog dakwah tidak dapat dinikmati oleh seluruh
lapisan masyarakat. Hal tersebut terjadi karena kurangnya pengetahuan
masyarakat tentang aplikasi internet terutama blog.

Perkembangan IT yang begitu pesat sebagian besar hanya dapat


diikuti oleh masyarakat perkotaan. Sebagai contoh dakwah melalui blog,
kebanyakan yang dapat menikmati hanyalah kaum intelek atau kaum
terpelajar. Minat masyarakat di pedesaan masih cenderung kepada dakwah
konvensional (face to face) atau lewat media televisi. Hal ini dikarenakan
masyarakat yang masih minim pengetahuan tentang penggunaan internet,
waktu yang lebih banyak digunakan untuk bekerja, dan tidak adanya sarana
yang dapat digunakan untuk akses internet. Fenomena yang terjadi pada
masyarakat saat ini, masyarakat lebih banyak mengakses facebook dan
twitter daripada blog.

Tidak dapat dipungkiri bahwa blog sebagai media dakwah


merupakan warna baru dalam kegiatan dakwah Islamiah. Sebagai
mahasiswa, khususnya mahasiswa Fakultas Dakwah sudah seharusnya dapat
memanfaatkan segala media yang ada sebagai salah satu media untuk
berdakwah. Perkembangan segala bentuk teknologi dan informasi
seharusnya mampu menjadi peluang dan dapat dimanfaatkan bagi
mahasiswa khususnya Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang.

107

40% mahasiswa beranggapan bahwa blog dakwah yang ideal


adalah blog dakwah yang tetap berdasar pada Al-Quran dan Hadits. Dilihat
dari segi tampilan maupun konten blog dakwah yang tetap berlandas pada
ajaran Islam.
Pada dasarnya Al-Quran itu sendiri merupakan dakwah yang terkuat
bagi pengembangan Islam karena Al-Quran mencakup cerita orang-orang
terdahulu dan syari'at-syari'at serta hukum-hukumnya. Di dalamnya juga
mencakup antropologi dan membicarakan tentang seruan untuk mengkaji
alam semesta serta keimanan dan sisi kehidupan umat manusia. Sementara
itu, hadits Rasulullah SAW merupakan hikmah petunjuk kebenaran. Oleh
karenanya, materi dakwah Islam tidaklah dapat terlepas dari kedua sumber
tersebut, bahkan jika tidak berpedoman dari keduanya (Al-Quran dan
Hadits) seluruh aktivitas dakwah akan sia-sia dan dilarang oleh syari'at
Islam (Zahrah, 1994: 75-77).
Blog awalnya hanya berupa situs pribadi yang memuat kumpulan
link situs favorit pemiliknya dan cenderung hanya sebagai tempat diary
online saja. Namun seiring popularitas dan daya tariknya kini blog sudah
berkembang menjadi suatu sumber berita atau informasi alternatif. Konten
materi blog dakwah yang bagus, informatif, inspiratif dan kaya sumber
referensi serta bersifat tidak tertutup, tidak mustahil dapat diakses siapapun.
Oleh karena itu tampilan serta konten blog perlu dibuat semenarik mungkin
agar pengunjung blog berminat untuk membaca. Konten blog tidak hanya
berupa artikel, namun dapat berupa cerpen, opini, kisah nyata, dan lain-lain.

108

Apapun dan bagaimanapun konten blog dakwah harus tetap berlandas pada
Al-Quran dan Hadits. Tidak semata-mata hanya untuk mengejar agar
pengunjung blog banyak.
Kreatifitas dalam mengemas dakwah sangat penting
agar

s yi a r

Islam

dapat

d i t e r i m a publik dengan baik. Zaman

modern, teknologi informasi berkembang pesat, jika para ulama tidak


menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman akan ketinggalan.
Dari beberapa persepsi mahasiswa dari hasil wawancara perlu
ditegaskan bahwa pada zaman modern seperti sekarang ini dai harus dapat
memilih media yang tepat untuk dijadikan sebagai media dakwah. Di tengah
perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat internet menjadi
sebuah media yang tidak dapat terlepas dari kehidupan sehari-hari. Blog
merupakan salah satu produk internet yang dapat digunakan sebagai media
dakwah.
Ketika dakwah melalui media televisi sudah banyak , dakwah dapat
dilakukan dengan media online seperti blog bagi orang yang menghabiskan
waktunya di dunia maya. Media baru memang sangat diperlukan untuk
berdakwah sehingga dai harus peka terhadap perkembangan zaman.
Dengan adanya blog sebagai media dakwah, ada perkembangan bagi umat
Islam karena dakwah tidak hanya dilakukan secara konvensional namun
dapat melalui media lain. Hal tersebut dapat membangun kreatifitas dai
dalam menyampaikan dakwahnya yang mengikuti perkembangan zaman.

109

Blog sebagai media dakwah menjadi nuansa baru dan sangat


apresiasif bagi perkembangan dakwah Islamiah. Blog dapat menjadi sebuah
peluang sekaligus manfaat untuk kegiatan dakwah di era teknologi
informasi sekarang yang akan membawa perubahan serta menambah
pengetahuan bagi umat Islam meskipun hanya bagi kaum intelektual saja.
Blog sebenarnya memberikan peluang sangat baik kepada para dai
untuk ber-amar maruf nahi munkar. Sayangnya, karena berbagai sebab,
blog belum digunakan secara maksimal sebagai alat dakwah. Para dai dan
cendekiawan muslim belum maksimal memanfaatkan teknologi ini untuk
kepentingan dakwah. Agaknya, sosialisasi internet (blog) di kalangan
masyarakat perlu mendapatkan prioritas dalam menggalakkan dakwah
Islam.
Demikianlah keseluruhan analisis persepsi mahasiswa Fakultas
Dakwah IAIN Walisongo Semarang terhadap blog sebagai media dakwah.
Dari hasil penelitian tersebut, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa:
persepsi mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang menerima
blog sebagai media dakwah. Namun, banyak dari mereka yang menyatakan
dakwah melalui blog kurang efektif.

BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan permasalahan yang telah penulis angkat dalam skripsi
ini, dan analisa yang penulis lakukan mengenai Persepsi Mahasiswa
Fakultas IAIN Walisongo Semarang Tentang Blog Sebagai Media
Dakwah, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut:
Dari 15 informan memandang blog sebagai suatu kebutuhan bahkan
gaya hidup hanya bagi orang-orang mengerti tentang blog. Blog sebagai
media dakwah merupakan inovasi baru untuk kemajuan dakwah Islamiah.
Berdakwah dengan memanfaatkan media internet (blog) adalah
cukup efisien sebab dapat dinikmati seluruh manusia sebagai obyek dakwah
(madu). Persepsi mahasiswa yang mayoritas mengetahui blog dakwah
menganggap masih kurang menarik dari segi tampilan dan konten.
Terkadang konten dalam blog dakwah yang hanya berisi artikel-artikel dan
berisikan tulisan Arab saja sehingga membuat pengunjung jenuh bahkan
malas untuk membaca.
Sebagian besar mahasiswa menganggap blog sebagai media dakwah
kurang efektif digunakan karena hanya orang-orang tertentu saja yang dapat
menikmati media tersebut. Blog dakwah yang dianggap ideal adalah blog
yang di dalamnya tetap berdasar pada Al-Quran dan Hadits.

110

111

5.2. Saran-saran
Berdasarkan penelitian yang sederhana ini, ada beberapa saran yang
penulis anggap penting dalam rangka melaksanakan dakwah melalui media
internet khususnya blog adalah sebagai berikut:
a)

Sasaran pengunjung blog adalah seluruh lapisan masyarakat terutama


yang kesehariannya bergelut dengan internet (kaum intelektual) sebagai
madu atau obyek. Melihat mereka yang terdiri dari berbagai golongan
baik tua maupun muda dan banyak yang memanfaatkan blog sebagai
peluang bisnis. Oleh karena itu, dalam penyajian tampilan atau konten
blog perlu diselipi muatan pesan dakwah agar pembaca juga dapat
menerima pesan dakwah. Dengan begitu selain mendapat info bisnis,
pengunjung blog juga mendapatkan pengetahuan agama.

b) Dari segi tampilan dan konten, akan lebih baik apabila tampilan dibuat
lebih kreatif dan konten atau materinya tidak hanya berisikan artikel.
Konten blog dapat berupa share kisah-kisah hikmah yang membawa
kebaikan jika telah membacanya, puisi yang menyeru kepada shalat,
puasa, zakat, tolong menolong, berdakwah, dan bahkan jihad, cerpen
Islami, tips dan trik bermuamalah, dan lain-lain sesuai dengan
kapabilitas ilmu.

112

5.3. Penutup
Syukur Alhamdulillah atas segala kenikmatan serta limpahan
rahmat Allah SWT sehingga penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan.
Penulis menyadari dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan
dan masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun demi perbaikan di masa mendatang. Harapan penulis, semoga
skripsi ini membawa manfaat bagi kita semua, khususnya manfaat untuk
kemajuan dakwah Islam. Amiin yaa robbal aalamiin.

DAFTAR PUSTAKA

Achmad, Amrullah. 1983. Dakwah Islam dan Perubahan Sosial. Jakarta: Kencana.
Amin, Samsul Munir. 2008. Rekontruksi Pemikiran Dakwah Islam. Jakarta:
AMZAH.
Amin, Samsul Munir. 2009. Ilmu Dakwah. Jakarta : Amzah.
An-Nabiry, Fathul Bahri. 2008. Meniti Jalan Dakwah. Jakarta: Amzah.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi
Revisi V. Jakarta : Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta :
Rineka Cipta.
Asep Saeful Muhtadi, Maman Abd. Djaliel. 2003. Metode Penelitian Dakwah.
Bandung: CV Pustaka Setia.
Asmaya, Enung, 2004. Aa Gym Dai Sejuk Dalam Masyarakat Majemuk. Jakarta :
Hikmah.
Aziz, Muhammad Ali. 2004. Ilmu Dakwah. Jakarta: Kencana.
Bahtiar Rifai, Eko Priyo Utomo. 2007.Mengenal dan Mempercantik Blog. Bandung :
Nuansa Aulia.
Basit, Abdul. 2006. Wacana Dakwah Kontemporer. Purwokerto: STAIN Purwokerto
Press.
Cangara, Hafied. 2002. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. RajaGrafindo
Persada.
Data Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang tahun 2012.
Departemen Agama RI. 2006. Al Quran dan Terjemahannya. Kudus : Menara Kudus.
Hadi, Sutrisno. 1989. Metodologi Penelitian Research. Yogyakarta : Andi Offset.
Hafidhuddin, Didin. 1998. Dakwah Aktual. Jakarta: Gema Insani Press.
Husaini, M. Noor. 1978. Himpunan Istilah Psikologi. Jakarta: Mutiara.

Husni. 2004. Solusi Web Service Berbasis Linux. Yogyakarta: GRAHA ILMU.
Jamieson, Catherine. 2006. Create Your Own Photo Blog. Canada: Wiley Publishing
Kayo, Khatib Pahlawan. 2007. Manajemen Dakwah. Jakarta: AMZAH.
Moleong, Lexy J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi, Bandung :
Rosda Karya.
Mulyana, Deddy. 2002. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Musyafak, Najahan. 2004. Penggunaan Internet Bagi Pengembangan Sistem
Komunikasi dan Informasi di IAIN Walisongo Semarang. Jurnal Ilmu
Dakwah. Semarang.
Rahmat, Jalaluddin. 1999. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung : Remaja Rosda
Karya.
Rakhmat, Jalaluddin, 1996. Psikologi Komunikasi. Bandung: CV. Remaja
Rosdakarya.
Saleh, Abd. Rasyad. 1993. Manajemen Dakwah Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
Sarwono, Sarlito Wirawan. 1995. Teori-teori Psikologi Sosial. Jakarta: PT
RajaGrafindo Persada.
Sarwono, Sarlito Wirawan. 1996. Pengantar Umum Psikologi. Jakarta: Bulan
Bintang.
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif. Dan R & D. Bandung :
Alfabeta.
Supriyanto, Aji. 2007. Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta: Salemba Infotek
Sutarman. 2003. Membangun Aplikasi Web dengan PHP dan MySQL. Yogyakarta:
GRAHA ILMU
Syukir, Asmuni. 1982. Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam. Surabaya : Al-Ikhlas.
Tasmara, Toto. 1997. Komunikasi Dakwah. Jakarta : Gaya Media Pratama.
Wafiyah, Awaludin Pimay. 2005. Sejarah Dakwah. Semarang : RaSAIL.

Wahid, Fathul. 2004. E-Dakwah : Dakwah Melalui Internet. Yogyakarta : Gava


Media.
Walgito, Bimo. 2002. Psikologi Sosial (Suatu Pengantar). Yogyakarta: Andi Offset.
Willsen, Lea. 2011. Teknik Dasar Blogspot Untuk Blogger Kreatif. Jakarta :PT Elex
Media Komputindo.
Yaqub, Hamzah. 1992. Publisistik Islam Teknik Dakwah dan Leadership. Bandung:
CV Diponegoro.
Yunus Hanis Syam dan Muafi. 2007. Manajemen Dakwah. Yogyakarta: Panji
Pustaka.
Zahrah, Abu. 1994. Dakwah Islamiah. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
http://blog.sunan-ampel.ac.id/yusuf/2011/04/28/sumbangsih-teknologi-infromasisebagai-media-dakwah/
http://bostasurun.blogspot.com/2009/04/manfaat-blog.html
(http://caturhp.multiply.com/journal/item/155)
http://fandyiain.blogspot.com/2011/04/fungsi-laboratorium-dakwah.htmls
http://komputerdanalam.wordpress.com/komputer-2/tujuan-seorang-bloggermembuat-sebuah-blog/
http://randasaputra.com/fungsi-blog-zaman-sekarang
(http://sesukakita.wordpress.com/2012/04/16/terjebak-kebiasaan/)
http://www.mizan.com/index.php?
http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/234-Tips-Membuat-IsiBlog.html&serendipity[entrypage]=all
http://www.viniandra.com/index.php/website-tutor/49-blog-gratis
Wawancara dengan Achmad Hasyim tanggal 07 Mei 2012.
Wawancara dengan Achmad Khoirul Anam tanggal 09 Mei 2012.
Wawancara dengan Ahmad Rokhimin tanggal 14 Mei 2012.

Wawancara dengan Baitin Khusnul Chotimah tanggal 15 Mei 2012.


Wawancara dengan Iik Fitri Mayanti tanggal 24 Mei 2012.
Wawancara dengan Jadi Utomo tanggal 14 Mei 2012.
Wawancara dengan Lulu Fajriyatus Saadah tanggal 25 Mei 2012.
Wawancara dengan Muhammad Khoirudin tanggal 11 Mei 2012.
Wawancara dengan Nur Fatimah tanggal 27 Mei 2012.
Wawancara dengan Nur Istirohah tanggal 25 Mei 2012.
Wawancara dengan Qudsiyatul Fitriyah tanggal 14 Mei 2012.
Wawancara dengan Rizky Agustya Putri tanggal 27 Mei 2012.
Wawancara dengan Safitri Yulikhah tanggal 14 Mei 2012.
Wawancara dengan Tinwarotul Fatonah tanggal 15 Mei 2012.
Wawancara dengan Tri Winarni tanggal 15 Mei 2012.

BIODATA
Nama

: Hanik Malihatin

NIM

: 71211022

TTL

: Pati, 18 November 1989

Alamat Asli

: Tlogoayu RT 03 RW II Kecamatan Gabus Kabupaten Pati


59173

Alamat Kos

: Jl. Tanjungsari Utara II no. 18 Rt 7 Rw V


Tambakaji, Ngaliyan, Semarang 50185

E-mail

: hany9788@yahoo.co.id

No. HP

: 081 901 763 137

Pendidikan

1. SD Negeri Tlogoayu
2. MTs. Abadiyah Kuryokalangan
3. MA Negeri 1 Pati
4. IAIN Walisongo Semarang Fakultas Dakwah Jurusan KPI