Anda di halaman 1dari 53

LAPORAN PRAKTEK KERJA PLUMBING

JURUSAN TEKNIK SIPIL SEMESTER 4


DISUSUN OLEH:
RYNO RABATIMAERLY
061430100976
4-SF
DOSEN PEMBIMBING: Akhmad Mirza, ST

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


PALEMBANG
2016
LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PRAKTEK
KERJA PLUMBING

JURUSAN TEKNIK SIPIL SEMESTER 4


Dibuat untuk memenuhi persyaratan mata kuliah Praktek Kerja
Plumbing
Semester IV Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Sriwijaya

Palembang,
April 2016
Instruktur

Akhmad Mirza, S.T.


NIP
197008151996031002

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena
atas rahmat dan karunia-Nya lah penulis dapat menyelesaikan
laporan ini dengan baik dan tepat waktu.
Laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah
Praktek Kerja Plumbing.
Atas selesainya laporan ini saya mengucapkan terimakasih
kepada dosen pembimbing mata kuliah Kerja Kayu kami, Bapak
Akhmad Mirza S.T, yang telah membimbing dan membantu
saya untuk menyelesaikan laporan ini.
Dalam laporan ini penulis menyadari bahwa masih banyak
terdapat kesalahan dan kekurangan baik dalam isi dan teknik
penyajiannya. Karena itu kritik dan saran

sangat penulis

harapkan untuk menyempurnakan laporan ini.


Akhir kata penulis harapkan tugas ini dapat bermanfat bagi
kita semua. Amin.

DAFTAR ISI
Kata Pengantar.................................................................

Daftar Isi...........................................................................

ii

BAB I Pendahuluan............................................................

BAB II Landsasan Teori......................................................

2.1 Pengertian Praktek Kerja Pipa..................................

2.2 Macam-Macam Pipa.................................................

2.3 Penyambungan Pipa.................................................

2.4 Menyambung Uliran Dengan Alat Penyambung (Fitting)


..

10

BAB III Pembahasan..........................................................

26

3.1 Alat dan Bahan.........................................................

26

BAB IV Uraian Kerja...........................................................

34

Latihan Memotong & Mengulir Pipa Galvanis.................

27

Job I Memasang Intaslasi Air Bersih................................

38

Job II Memasang/Menyetel Alat-Alat Saniter...................

33

Penutup............................................................................

39

ii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Pendahuluan
Untuk membuat suatu instalasi pasti kita membutuhkan pipa. Pipa

yang biasa digunakan antara lain PVC, Gavanis, dsb. Kebutuhan akan pipa
itu sendiri cukup panjang, oleh karena keterbatasan panjang, maka
diperlukan berbagai sambungan seperti elbow, tee, socket, bend , dsb.
Dahulu orang membuat sendiri sambungan sambungan tersebut dengan
cara memasukkan oli atau air kedalam suatu wadah kemudian panaskan,
setelah panasnya mencapai 700 masukkan ujung pipa yang telah dibentuk
dan dipotong sesuai dengan ukuran lalu ujung pipa tersebut ditekan
dengan

cetakan

yang

sesuai

dengan

ukuran.

Tetapi

semakin

berkembangnya teknologi sambungan sambungan tersebut sekarang


sudah dijual di pasaran dengan bentuk yang bagus dan sesuai dengan
ukuran yang diperlukan. Bentuk pipa yang dijual di pasaran diproduksi
dari pabrik, maka dalam pekerjaan suatu instalasi kita tak terlepas dari
penyambungan-penyambungan pipa. Untuk laebih jelas penulis akan
bahas pada bab bab selanjutnya.

1.2

Masalah

Adapun masalah pada penulisan laporan ini yaitu :


1. alat alat dan bahan bahan apa saja yang diperlukan dalam
pekerjaan pipa ini ?
2. bagaimana cara menghitung kebutuhan bahan untuk membuat
suatu septictank?
1.3

Tujuan

Adapun tujuan :
1.

kita dapat merencanakan dan membuat instalasi pipa air bersih


yang pendek dan sederhana dengan menggunakan alat dan bahan
yang dibutuhkan untuk keperluan instalasi dengan baik dan benar.

2. kita

dapat

menentukan

kebutuhan

dan

ukuran

bahan

yang

dibutuhkan untuk dengan baik dan benar.


1.4

Metode

Metode yang digunakan dalam laporan ini yaitu


1. dengan cara metode literature atau tinjauan pustaka yaitu dengan
membaca beberapa buku pedoman .
2. metode yang dilakukan selama kegiatan praktek plambing.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1

Pengertian Praktek Kerja Pipa


Pengertian dari pekerjaan pipa itu sebenarnya sangat luas sekali,

tapi dalam garis besarnya dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu :
a. Jaringan pipa dalam
Jaringan pipa dalam adalah pemasangan atau penyambungan pipapipa untuk pemasukkan dan pipa pengeluaran khusus yang terdapat di
dalam bangunan untuk segala keperluan alat plambing, seperti :
kamar mandi, wc, tempat cuci piring (sink), tempat cuci tangan,
tempat buang air kecil (urinoir), jaringan pipa gas, jaringan pipa untuk
keperluan rumah, dan lain-lain.
b. Jaringan pipa luar
Jaringan pipa luar adalah pemasangan atau penyambungan pipapipa di luar bangunan. Batasan tanggung jawab perawatan dan
perbaikan kerusakan adalah sebagai berikut :
-

dari meteran ke dalam ( instalasi dalam rumah ) adalah


tanggungjawab yang punya rumah ( gedung ).

dari meteran ke luar adalah tanggungjawab PDAM atau pihak


penjual jasa.

2.2

Macam Macam Pipa


Pipa ada beberapa macam, yaitu :

1. Pipa penghantar, adalah pipa yang mengantarkan air dari sumber


air digunung, sungai atau sumber air lannya ke reservoir/bak/kolam
penampung.
2. Pipa induk, adalah pipa yang mengalirkan air dari reservoir pada
jaringan pipa di dalam kota untuk sampai ke rumah-rumah.
3. Pipa bagi atau distribusi, adalah pipa yang mengalirkan air ke
rumah-rumah atau ke konsumen.
2.3

Penyambungan Pipa
Untuk membuat suatu instalasi pasti kita membutuhkan banyak

pipa, karena keterbatasan panjang, dan bentuk pipa yang dijual di


pasaran dan diproduksi dari pabrik, maka dalam pekerjaan suatu instalasi
kita tak terlepas dari penyambungan-penyambungan pipa. Adapun
macam-macam alat sambung tersebut adalah sebagai berikut :
1. Socket
- Digunakan untuk memperpanjang pipa (menyambung pipa lurus)
- Diameter pipa yang disambung sama dengan penyambungan
- Memakai ulir dalam

2. Elbow
-

Digunakan untuk membelokkan aliran

Menggunakan ulir dalam

3. Bend
-

Digunakan untuk membelokkan arah aliran beradius besar

Menggunakan ulir dalam F dan M

4. Tee Stuck
-

Digunakan untuk membagi aliran menjadi dua arah

5. Reducer Elbow
-

Digunakan untuk memperkecil aliran yang dibelokkan

6. Reducer Socket
-

Digunakan untuk memperkecil aliran

7. Cross
- Digunakan untuk membagi aliran menjadi 3 arah
8. Barrel Union
-

Digunakan untuk menyambung pipa permanent ( mati ) yang


terdiri dari 3 bagian

9. Dop ( F )

10.

Digunakan untuk menutup aliran pada ujung pipa

Plug
-

Digunakan untuk menutup pipa pada sambungan

11. Stop Kran ( Gate Valve )


-

Digunakan untuk mengatur aliran

Dipasang sebelum meteran

Dapat menutup / menghentikan aliran pada saat perbaikan

12. Kran
-

Digunakan untuk penutupan atau pengeluaran air

13. Bushis
- Digunakan untuk menyambung 2 buah pipa yang berlainan
ukuran diameternya
-

Mempunyai ulir luar pada sisi luar dan ulir

dalam pada sisi dalam

14. Hexakonal Nipple

Digunakan untuk mengencangkan sambungann pipa, bentuk


sambungan ini segi enam, ditengah alat ini digunakan untuk
mengencangkan sambungan dengan bantuan kunci pipa.

Macam-macam Penyambungan Pipa :


1. Dengan uliran
2. Dengan lem / perekat khusus
3. Dengan pengelasan
4. Dengan system flens
5. Dengan beel dan spigot ( ring karet )

Cara Menentukan Ukuran Panjang Pipa :


1. Dari pusat fitting ke pusat fitting termasuk fitting yang ada
diantaranya
2. Dari ujung luar fitting ke ujung luar fitting
3. Dari pusat fitting ke ujung uliran
4. Dari ujung uliran ke ujung uliran
5. Panjang efektif pipa

PANJANG ULIRAN PIPA


Jumlah ulir

Panjang ulir (mm)

14

19

1
1
1

14
11,5
11,5
11,5

19
22
25
25

Pipa ( inchi )

2
3
4

2.4

11.5
8
8

25
38
41

Menyambung Uliran Dengan Alat Penyambung ( Fitting )


Pipa-pipa yang telah diulir, disambungkan satu sama lain menurut
gambar rencana / bentuk jaringan pipa yang diperlukan dengan
bantuan alat-alat penyambung ( fitting ). Dalam penyambungan pipa
harus teliti dan hati-hati sekali supaya tidak terjadi kebocoran nantinya
apabila jaringan pipa telah dipergunakan.
Dalam penyambungan pipa kita membutuhkan bahan dan alat
Bantu dalam penyambungan tersebut. Adapun bahan dan alat Bantu
tersebut adalah sbb :
1. penjepit pipa
2. dua atau lebih kunci pipa
3. menie besi
4. sealtape, tali rami, plastik, dll

Langkah kerja penyambungan pipa adalah sebagai berikut :


1.

Jepit pipa

2.

Bagian pipa yang berulir diberi menie besi


3.

Bagian pipa yang akan disambung diberi atau dililit dengan


sealtape searah jarum jam, kemudian dilaburi lagi dengan menie
besi

10

4.

Masukkan atau pasangkan alat sambung yang diperlukan , mulamula putar dengan tangan kemudian kencangkan dengan kunci pipa
sampai semua ulir masuk pada alat sambung.

Langkah kerja penguliran adalah sebagai berikut :


1. Tentukan panjang ulir
2. Tiruskan ujung pipa
3. Stel T dies / mata ulir / snef yang cocok
4. Jepit pipa dengan kuat atau kaku
5. Lakukan penguliran secara bertahap sambil diberi atau ditetesi oli
sampai batas uliran.

Langkah kerja penyambungan pada pipa PVC adalah sebagai


berikut :
1.

Bersihkan kedua ujung pipa yang akan disambung.


2.

Labur dengan lem pipa PVC sepanjang sambungan pada bagian


pipa yang akan bersinggungan pada kedua ujung pipa.

3.

Lakukan

penyambungan

sambil

sambungan.
11

mengatur

letak

atau

posisi

4.

Hindari pipa dari gangguan sampai lemnya mengeras agar posisi


sambungan tidak berubah.
Dalam

melakukan

penguliran

pipa,

lapisan

galvanisnya

akan

terbuang dan dalam penyambungan dengan alat sambungnya sering


sebagian ulir ( yang bagian pangkalnya ) tidak tertutup, sehingga
sangat rentan terhadap serangan karat. Oleh sebab itu diperlukan
bahan

yang

dapat

mempermudah

memperkuat

dalam

pemasangan

sambungan
dan

sekaligus

untuk

pembongkaran

serta

mencegah terjadinya korosi.

Adapun macam-macam penguat sambungan adalah :


1. sealtape ( plester dari campuran plastik karet yang berwarna putih
)
2. tali plastik
3. tali goni atu tali rami
4. tali ravis
Pada setiap penyambungan, pipa selalu diberi seal tape pada
ulirannya kemudian dilabur atau dilapisi dengan menie besi, hal ini
dimaksudkan untuk :
1. Mencegah kebocoran
2. Mencegah karat
3. Memudahkan pembongkaran,
12

Cara pemasangan seal tape atau penguat sambungan yaitu dengan


cara seal tape dipasang atau dililitkan searah jarum jam pada uliran
sebanyak 2 4 lapis sampai semua uliran tertutup. Hal ini dimaksudkan
agar waktu penyambungan pipa tidak lepas.
Dalamnya Pemasangan Pipa
Pipa air minum (pipa baja maupun PVC) ditanam dalam tanah
dengan kedalaman yang harus sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan
oleh instansi yang berwenang, misalnya PAM. Kalau ketentuan yang
mengatur tersebut belum ada, dapat diikuti pedoman sebagai berikut :
a. 40 cm atau lebih untuk daerah dimana tidak ada lalu lintas
kendaraan.
b. 60 cm atau lebih untuk daerah dibawah jalan lalu lintas kendaraan
ringan.
c. 90 cm atau lebih untuk daerah dibawah jalan dengan lalu lintas
kendaraan umum atau kendaraan berat.
d. 20 cm atau lebih dibawah pondasi jalan yang diaspal.

2.5 Membuat Sambungan T


Dalam

pekerjaan

di

lapangan

kadang-kadang

dijumpai

penyambungan antara pipa baru dengan pipa yang telah terpasang.


Dalam keadaan seperti ini penyambungan antara pipa yan baru
dengan pipa yang lama dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu :
1. Dengan bantuan alat-alat penyambung
Alat-alat penyambung yang dipergunakan dalam pekerjaan ini
adalah :
13

a. Tee, bila ukuran sama besar, atau reducing tee bila ukuran
pipa tidak sama besar.
b. Union / kontra mur
c. Barrel union
2. Dengan cara pengelasan
Harus dibuat dulu gambar atau mal cowakan untuk kedua bagian
pipa yang akan disambung. Setelah sambungan rapat dan rapi baru
dilakukan pengelasan.
3. Dengan cara penguliran langsung atau tanpa alat penyambung
(Tap)
Cara ini biasanya dilakukan untuk penyambungan dua pipa hingga
merupakan bentuk T, dimana pipa lama yang sudah terpasang itu
berdiameter besar sehingga dinding pipanya tebal sedang pipa
satunya lagi berdiameter kecil.

2.6

Membengkok Pipa Galvanis


Dalam pekerjaan pemasangan jaringan pipa, kadang-kadang pipa

itu harus dibengkokkan, keadaan seperti ini terjadi apabila fitting ( alat
sambung ) tidak ada dijual di pasaran. Pembengkokkan pipa sedapat
14

mungkin hendaklah dihindari, karena pembengkokkan pipa itu akan


menimbulkan beberapa kerugian pada pipa itu, antara lain:
a. Memperbesar gesekan air ( friction )
b. Kemungkinan bagian luar bengkokkan akan retak-retak dan
lapisan galvanis akan terkelupas hingga pipa mudah berkarat.

Ada dua cara untuk membengkokkan pipa galvanis, yaitu :


1. Dengan jalan dipanaskan
2. Dengan cara mekanis
Alat dan bahan bantu yang diperlukan dalam pembengkokkan pipa
adalah sebagai berikut :

Alat pemanas, tungku, lampu semprot ( blowing )

Kawat atau seng untuk mal

Pasir atau per spiral

Landasan atau besi bulat

2.7

Kerusakan dan Perbaikan Instalasi

Kerusakan / kebocoran pipa dapat disebabkan oleh :


1. Kerusakan pada pipa / dari pabriknya
2. Kerusakan pada alat-alat sambungnya

15

3. Penguliran yang terlampau dalam atau terlalu tipis


4. Pemasangan klem yang tak sebanding ( jarak pasang terlalu jauh )
5. Pengkaratan
6. Pipa tidak kuat menerima tekanan air yang terlalu besar
Perbaikan instalasi, dapat dibagi menjadi beberapa macam, yaitu :
1. Perbaikan Sementara
Perbaikan sementara dengan menggunakan klem dan baut serta
dilapis karet penahan, hal ini bisa dilakukan untuk semua jenis pipa

2. Perbaikan Tetap / Permanent


a. Untuk pipa besi,
Langkah kerjanya :
Setelah ditemukan lokasi yang rusak, matikan aliran airnya.
Gali tanah disekitar lokasi pipa yang bocor
Ukur pipa yang akan dibuang
Buang / potong pipa yang rusak dan bersihkan bramnya
Ulir kedua ujung pipa
Sambung pipa dengan menggunakan barrel union atau yang
lain.
b.

Untuk pipa PVC,


Langkah kerjanya :
Setelah ditemukan tempat yang bocor, matikan aliran air dan
gali tanah disekitar lokasi
Ukur, lalu potong / buang pipa yang rusak
Bersihkan bekas potongan
16

Olesi kedua permukaan pipa yang akan disambung dengan


lem khusus
Sambung pipa dengan alat sambung yang sesuai.
Didalam penggambaran rencana dikenal symbol-simbol dalam
instalasi, adapun simbol-simbol itu adalah sebagai berikut :
a. Instalasi Air Kotor
b. Instalasi Air Bersih

( warna hitam )
:

( warna

( warna

biru )
c. Instalasi Air Panas
merah )
2.8

Memotong Pipa

Memotong pipa ada 3 cara :


1. Dengan menggunakan gergaji besi
Keuntungan penggunaannya :
Bisa dibawa kemana-mana
Dapat digunakan pada tempat yang sempit
Kerugian penggunaannya :
Pengerjaannya memerlukan waktu yang cukup lama
Hasilnya tidak begitu baik
2. Dengan menggunakan Pipa Cutter
Keuntungan penggunaannya :
Pekerjaan lebih cepat selesai
Hasilnya baik dan rata
Kerugian penggunaannya :
Memerlukan tempat yang cukup luas
17

Bila terlalu dalam menekan cutternya, diameter pipa akan


mengecil.
3. Gabungan keduanya.
2.9

Pekerjaan Yang Berhubungan Dengan Kerja Pipa


Ilmu-ilmu ( pekerjaan-pekerjaan ) yang berhubungan dan
mendukung kerja pipa antara lain :

1. Kerja Plat
Kerja plat biasanya dibutuhkan untuk pembuatan klem pipa yang
dan perbuatan klem penggantung pipa serta pekerjaan lainnya
yang berhubungan dengan plat.
2. Kerja las
Pekerjaan ini berhubungan dengan penyambungan pada pipa besi
dan untuk penyambungan pipa dengan system flens.
3. Kerja intalasi pipa
Kerja ini biasanya adalah untuk pekerjaan yang berhubungan
dengan proses pemasangan pipa atau pekerjaan perangkaian pipa.
4. Kerja Drainase
Kerja Drainase dalam pekerjaan instalasi pipa yaitu pada waktu
pemasangan pipa yang diletakan didalam tanah agar terhindar dari
keadaan luar yang akan mengganggu kekuatan pipa itu sendiri.
5. Kerja Sanitasi
Kerja sanitasi merupakan pekerjaan pemasangan alat-alat sanitasi
seperti bak air, Wastafel, Meja cuci, Bak mandi serta alat penerima
lainnya yang digunakan untuk menerima air bersih atau air kotor

18

yang

selanjutnya

dibuang

ketempat

pembuangan.

Alat-alat

tersebut dari bahan keramik yang bahannya mudah didapat.


2.10 Memasang Alat Saniter
Setiap bangunan dihuni oleh manusia, baik itu rumah tinggal,
pertokoan,

kantor-kantor,

sekolah-sekolah

ataupun

bangunan

industri dan perbengkelan, selalu harusnya dilengkapi dengan


peralatan plumbing ( Sanitary Fixtures ).
Alat saniter adalah suatu alat untuk keperluan manusia yang
ada hubungannya dengan kebutuhan air dann pembuangannya,
sehingga manusia dapat terjamin kesehatannya.
Adapun yang disebut peralatan plumbing / saniter, yaitu :
1. Tempat cuci tangan ( lavatory )
2. Tempat cuci piring ( sink )
3. Bak mandi
4. Tempat buang air kecil ( urinoir )
5. Tempat buang air besar ( wc )
Adapun bahan yang digunakan untuk peralatan saniter harus
memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. Tidak menyerap air
2. Tidak berkarat dan tidak mudah aus
3. Relatif mudah dibuat
4. Mudah dipasang

19

Macam-Macam Alat Saniter :


a. Wastafel ( Bak cuci tangan )
Wastafel biasanya dipasang didalam kamar mandi, ruang makan
atau kamar tidur dan ruang lain yang membutuhkannya. Wastafel
mempunyai bentuk seperti bak air dengan kran dan alat penahan bau (
leher angsa ). Tinggi pemasangan wastafel yaitu 80 cm.

b. Sink ( Bak Cuci Piring )


Yaitu digunakan untuk mencuci barang pecah belah. Biasanya
ditempatkan diruang dapur dan ketinggian meja cuci hendaknya antara
70 90 cm. Sedangkan untuk mulut dapat dipasang alat penahan bau
yang berfungsi sebagai alat saringan.
c. Kloset
Kloset dipakai untuk tempat pembuangan air besar dengan air
bilasan. Air yang dipakai tidak mengandung zat kimia yang dapat
mematikan binatang-binatang kecil yang hidup dalam bak yang dapat
menghancurkan safety tank. Kloset biasanya ada 2 macam yaitu :

20

Kloset Jongkok
Kloset ini bentuk yng paling sederhana yang mudah didapat
dipasaran juga dapat dibuat sendiri dari pasangan batu bata dan
diplester. Jenis kloset ini sering digunakan karena mudah dan
praktis.

Kloset Duduk
Dibuat dari bahan kwarsa pasir dan gips model yang dilengkapi
dengan tangki air pengontrol untuk menyiram kotoran kloset.
Konstruksi penahan bau dibuat sempurna hingga kotoran tidak
dapat keluar sedikitpun.

d. Bak mandi ( Bath tub )

21

e. Tempat buang air kecil ( urinoir )


Kelompok Alat Saniter
Karena

Alat-alat

saniter

banyak

macamnya

dan

tidak

sama

kegunaannya, Serta mengingat air kotor yang didapatkan dari alat saniter
itu tidak sama, Maka dapat dikelompokan menjadi :
1. Alat saniter badan (ablutionary fixtures )
Contohnya :
-

Bak mandi rendam

Bak mandi siram

Bak cuci tangan

Shower

2. Alat sanier cucian (waste water fixtures )


Contohnya :
-

Bak cuci pakaian

Mesin cuci pakaian

Bak tempat minum

3. Alat saniter lemak (Greasy water fixtures)


Contohnya :

22

Tempat cuci piring

Mesin cuci piring

4. Alat saniter Kotoran (soil fixtures)


Contohnya :
-

Kloset

Bidet

Peturasan (urinoir )

Alat pembersih kotoran dirumah sakit.

2.11 Ringan Pipa


Salah satu yang mendukung atau mempengaruhi pekerjaan
plumbing adalah kemiringanpipa. Kemiringan pipa adalah penting
agar air yang mengalir lancar tanpa ada gangguan pada aliran
maupun pada pipa itu sendiri. Artinya kalau kemiringannya terlalu
sedikit bisa mengakibatkan aliran air kurang lancar. Atau sebaliknya
kalau kemiringan terlalu besar dapat mengakibatkan desakan air
yang besar pula sehingga perlu diperhatikan batas kemampuan pipa
dalam hubungannya dengan tekanan air, Yaitu ;
-

kemiringan pipa tanah

1:4

Kemiringan pipa PVC

1 : 60

Kemiringan pipa besi lebih curam

Perubahan arah dari aliran tidak bisa ditiadakan seluruhnya,


Karena air yang dialirkan bukan hanya sumber satu group sanitasi,
Juga mengingat situasi pada lapangan dimana pipa akan dipasang,
Namun demikian usahakan sebisa mungkin untuk diperkecil jumlah

23

perubahan aliran. Semakin banyak perubahan aliran berakibat akan


memperlambat kecepatan aliran dan juga semakin banyak Alat-alat
penyambung yang dibutuhkan.
Perubahan aliran dibuat sedemikian rupa sehingga jangan sampai
terjadi pengurangan kecepatan yang besar. Dapat disimpulkan
banyaknya satu perubahan aliran akan membutuhkan perawatan
yang besar pula yaitu biaya pembersihan kalau ada terjadi
penyumbatan dan juga menambah biaya pembuatan.
2.13 Jaringan Pipa
Jaringan pipa menurut pemakaiannya ada 3 macam, Yaitu :
1.

Jaringan pipa induk,


Jaringan pipa yang digunakan untuk mengalirkan air
langsung dari sumber air.

2.

Jaringan pipa cabang/ distribusi,


Pipa yang digunakan untuk mengalirkan air dari pipa induk
ke pipa Plumbing.

3.

Jaringan pipa plumbing,


Jaringan pipa yang digunakan saat mengalirkan aliran air
dari pipa cabang ke rumah-rumah atau bangunan

ELEKTROLISASI adalah suatu proses gesekan tak langsung antara


bahan mentah dengan arus listrik, Pada pipa air minum proses ini akan
merusak pipa.
Dalam hal ini untuk menghindari sebaiknya dibungkus dengan
bahan fiber glass atau aspal.

24

Untuk keperluan instalansi jenis-jenis pipa PVC dan pipa GALVANIS,

Yaitu :

a. Ringan
b.

Berat

: Untuk instalasi listrik

Untuk instalasi air yang mempunyai tekanan besar

baik
tekanan air atau tekanan gas dan minyak bumi.
c.

Sedang

Untuk instalasi air yang tidak mempunyai tekanan

yang
besar.

2.14 Macam Macam Air


a. Air lunak
Air lunak adalah air hujan yang mengandung garam. Air ini
tidak boleh dilirkan melalui pipa yang tertutup dari timah hitam,
sebab akan bereaksi dan menimbulkan zat-zat beracun.
b. Air sadah
Air sadah adalah air yang banyak mengandung garam.
Contohnya : air laut.
2.15 Pemanas Air Listrik
Pemanas air terdiri dari dua jenis,Yaitu :
1. Pemanas air gas otomatis
Adalah suatu alat pemanas air yang menggunakan gas LPG atau
gas lainnya sebagai bahan bakunya.
Jenis pemanasan air gas otomatis ada 2 macam :
a. Pemanas air gas otomatis tunggal ( instantaneous automatic
gas water heater)
25

b. Pemanas air gas ganda (multi outlet instantaneous automatic


gas water heater)
2. Pemanas air listrik
Adalah suatu alat pemanas air yang menggunakan energi listrik
sebagai sumber panasnya.
Jenis pemanas air listrik ini dibagi 2 macam :
a. Pemanas air listrik sesaat
Pada pemanas air jenis ini daya listrik hanya akan mengalir
kedalam elemen pemanas listrik apabila

kran air panas

dibuka. Biasanya dilengkapi pula dengan alt yang akan


mengurangi arus listrik untuk mengatur suhu air bila laju
aliran listrik pada waktu suhunya telah mencapai batas
tertinggi yang diizinkan.
b. Pemanas Air Listrik bertangki
Pada pemanas air jenis ini mempunyai elemen listrik sebagai
pemanas yang dibenamkam dalam air didalam tangkinya.
Kapasitas pemanasnya mulai 1 kw dan ada yang sampai
sekitar 50 kw.

26

BAB III
PEMBAHASAN
3.1

Alat dan Bahan

3.1.1 Bahan Bahan


Untuk pembuatan pipa dibutuhkan bahan yang bermacam-macam,
yaitu :
a) Untuk pipa penghantar dan pipa induk
o Pipa besi tuang
Pipa ini sangat cocok digunakan untuk mengalirkan zat yang
bersifat pelumas seperti minyak.
o Pipa baja
o Pipa jenis ini biasanya digunakan untuk mengalirkan zat pelumas
seperti minyak. Pipa jenis ini mempunyai kekuatan yang lebih
baik daripada jenis pipa tuang.

27

o Pipa beton
o Pipa PVC ( Polyvinil Chloride )
o Pipa asbes semen.
b) Untuk pipa pembagi / distribusi
o Pipa galvanis
o Pipa PVC
o Pipa tembaga
o Pipa besi tuang
o Pipa kuningan
o Pipa timah hitam

Dari berbagai jenis bahan pipa diatas, untuk jaringan pipa


pembagi/distribusi yang paling banyak digunakan adalah pipa PVC dan
galvanis.
Sifat-sifat pipa galvanis :
1. permukaan licin
2. kuat
3. mudah dibentuk
4. tahan karat jika tidak terkelupas
Keuntungan pipa galvanis :
1. tahan pecah
2. tahan lama
3. sambungannya menggunakan ulir
4. permukaannya kuat

28

Pipa PVC mempunyai banyak kelebihan daripada pipa galvanis,


adapun keuntungan pipa PVC dibandingkan dengan pipa galvanis adalah :
-

Ringan, tahan karat, dan permukaan dalamnya licin

Elastisitasnya tinggi

Tidak mudah terbakar

Beratnya 1/5 kali berat pipa galvanis

Dapat dipakai sebagai isolasi yang baik

Kekuatannya cukup besar

Tahan terhadap zat kimia

Mudah dibentuk
Meskipun pipa PVC banyak kelebihan dibandingkan dengan pipa

galvanis, tetapi pipa

PVC juga mempunyai kekurangan, yaitu :


- Tidak tahan panas
- Mudah pecah karena dibuat dari plastik
- Pipa yang sudah dibentuk sulit diubah kembali.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengaliran air pada lintasan
instalasi pipa adalah:
1. Diameter Pipa
Semakin besar ukuran pipa atau semakin besar diameter pipa maka
semakin banyak air yang dapat dialirkan.
2. Panjang pipa

29

Semakin panjang pipa semakin panjang perjalanan air maka


semakin besar gesekan yang terjadi di permukaan dalam pipa oleh
air.
3. Keadaan Pipa
Air lunak yang kaya akan O2 dan air keras yang banyak
mengandung garam akan mempercepat terjadinya karat pada
permukaan dalam pipa, hal ini dapat menghambat aliran air.
4. Perubahan Arah Aliran
Belokan yang tajam akan memperlambat laju aliran air, oleh karena
itu dalam merencanakan jaringan pipa diusahakan seminimal
mungkin merubah arah aliran.

5. Mutu sambungan
Bram / serpih di ujung pipa, mutu uliran dan lilitan threat type akan
mempengaruhi aliran air.

6. Pemasangan Valves
Dalam jaringan pipa perlu direncanakan pemasangan valves (kran)
untuk menghentikan sementara aliran air apabila terjadi perbaikann
pipa.
7. Pembesaran Ukuran
Agar

pengaliran

air

akan

tetap

lancar,

perubahan

ukuran

(pemakaian Reducing Socket) dibuat secara bertahap / tidak terlalu


drastis.
30

Ukuran Nominal Pipa


(mm)
(inch)
6

10

15

20

25
1
32
1
40
1
50
2
65
2
90
3

(mm)
100
125
150
175
200
225
250
300
350
400
500

(inch)
4
5
6
7
8
9
10
12
14
16
20

3.1.2 Alat
Alat Pemberi Tanda
1. Penggores baja
Terbuat dari baja yang keras dengan ujung yang lancip, Berguna
untuk menggores sebagai penandaan pengukuran pada pipa.
2. Pensil
3. Crayon
4. Kapur tulis
5. Spido
6. Penitik
Alat Ukur
1. Mistar Baja

31

Terbuat dari lempengan baja atau stainless yang diberi dimensi


ukuran,

Yang

berguna

untuk

mengukur

panjang

pipa

yang

dibutuhkan.

2. Siku-siku Baja
Terbuat dari baja atau stainless, Mempunyai ukuran dan berguna
untuk memeriksa kesikuan dari alat kerja atau benda-benda kerja.

3. Roll meter

4. Jangka sorong.

Alat Pemotong
1. Gergaji Besi mata gergaji terbuat dari baja keras, Ada yang
mempunyai satu sisi dan ada yang mempunyai dua sisi
2. Pipa cutter ( pipa galvanis )
3. Pipa cutter ( pipa PVC )
Untuk memotong pipa PVC, Dimana mata cutternya bulat dan
bergerigi.
4. Boring Reamer
Berbentuk seperti bor tangan yang berguana untuk membersihkan
bran pada bagian dalam pipa dengan cara memasukkan reamer
kedalam pipa kemudian diputar.
5. Kikir
32

Kikir terbagi tiga bentuk :


a. Kikir besar, Berfungsi untuk meratakan batas-batas potomgan
pada bagian ujung pipa galvanis
b. Kikir halus, Terbuat dari baja yang berbentuk sedemikian rupa
sehingga untuk menghaluskan permukaan logam
c. Kikir bulat, Berfungsi untuk menghaluskan bagian ujung pipa
galvanis akibat pemotongan atau untuk membersihkan bram

Alat Ulir
Snay ( alat untuk mengulir )
Alat ini terbuat dari baja yang berbentuk sedemikian rupa sehingga
dapat dipakai untuk membuat ulir. Alat ini terdiri tangkai dan mata ulir.
Alat ulir ini terbagi menjadi dua jenis yaitu :
a. Alat ulir manual :

b. Mesin ulir :

33

Alat Penjepit
1. Three Stand
Atas alat ini terbuat dari besi campur baja yang dibuat
sedemikian rupa dan diberi ragum agar dapat menjepit pipa
selama pekerjaan berlangsung, Kakinya terbuat dari pipa besi
yang kuat untuk menopang bagian atasnya bila pipa terlalu
panjang, Maka alat ini disertai alat untuk penyanggaan yang
dapat dinaikkan dan diturunkan.

2. Ragum
Alat ini berguna untuk menjepit benda kerja, Terbuat dari baja,
Selain itu berguna menjepit benda kerja, Terbuat juga dari alat
lainnya yang perlu diketahui yaitu kunci pipa.
Adapun kunci tersebut :
a. Adjustable Pipe Wrench
b. Straight Pipe Wrench
c. Suay Pipe Wrench
d. Stilson
e. Chain Pipe Wrench

34

f. Monkey Wrench
Alat Penunjang
Sikat kawat
Tangkai terbuat dari kayu dengan pembersih yang terbuat dari kawat,
Berguna untuk membersihkan bram setelah diulir dan membersihkam
benda kerja.

BAB IV
URAIAN KERJA
JUDUL

: LATIHAN MEMOTONG DAN MENGULIR PIPA GALVANIS

TUJUAN :
1. Mahasiswa

akan

dapat

memotong

pipa

galvanis

dengan

menggunakan alat potong pipa ( cutter pipe ) dan gergaji besi,

35

serta

dapat

membersihkan

bekas

potongan

dengan

menggunakan borring reamer dengan baik dan benar.


2. Mahasiswa dapat mengulir pipa galvanis dengan menggunakan
bermacam-macam alat ulir, sehingga dapat disambung dengan
menggunakan fitting ( alat sambung ) sesuai standar yang ada
dengan baik dan benar.
INSTRUKSI UMUM :
1. Pelajari lembaran ini dengan cermat dan teliti
2. Ikuti petunjuk yang ada pada lembar ini
3. Bertanyalah apabila masih ada keraguan
4. Catatlah apabila ada pengertian yang sangat penting dalam
lembaran ini

KESELAMATAN KERJA :
1. Pusatkan perhatian pada pekerjaan dan bersihkan lingkungan
pekerjaan dari hal-hal yang mengganggu pekerjaan.
2. Bekerjalah sesuai dengan petunjuk instruktur.
3. Hindarkan jari anda dari serpihan ( bram ) dan penguliran pipa
dan taburkanlah serbuk gergaji pada percikan oli di lantai
tempat anda bekerja.
4. Pakailah alat keselamatan kerja bila diperlukan.
PERALATAN

Alat potong :
1. gergaji besi

36

2. cutter pipe
3. mesin ulir

alat pembersih / pembuang bram :


1. kikir O
2. burring reamer

alat penguliran (T. Dics / Sney ) :


1. manual : langsung & tak langsung
2. mesin / masinal : langsung & tak langsung

alat bantu :
1. alat ukur : mistar baja, rol meter
2. alat penanda : penggores baja
3. ragum pipa
4. ragum meja
5. penyangga pipa
6. kunci kunci : kunci inggris, rantai, tang penjepit
otomatis, sikat kawat,

siku siku.

7. alat alat galian tanah


8. alat alat pasangan batu
9. obeng obeng, dll.

a = Pemotongan dengan gergaji besi & pembersihan bram dengan kikir.


b = Pemotongan dengan cutter pipe & pembersihan bram dengan burring
reamer.
BAHAN :

37

1. Pipa galvanis ukuran dengan ukuran panjang 30 cm


2. Pipa galvanis ukuran dengan ukuran panjang 30 cm
3. pipa galvanis ukuran 1 dengan ukuran panjang 30cm
LANGKAH KERJA :
1. Siapkan peralatan dan bahan bahan yang akan digunakan
2. potong pipa glavanis sesuai dengan ukuran yang telah ditetapkan
dengan menggunakan cutter pipe manual atau mesin
3. cara menggunakan cutter pipe manual yaitu dengan cara memutar
alat itu kebalikan arah jarum jam.
4. kemudian bersihkan ujung ujung pipa dengan menggunakan
boring manual atau mesin

5. buat garis untuk diulir

6. apabila pipa sudah digaris buat uliran sesuai dengan garis dan
diameter pipa yang akan diulir
7. bersihkan uliran dengan boring
38

8. ratakan pipa agar rapi dengan kikir

JOB

: 1

JUDUL

: MEMASANG INSTALASI AIR BERSIH

TUJUAN :
- Agar mahasiswa dapat merencanakan dan membuat instalasi pipa air
bersih yang pendek dan sederhana dengan menggunakan alat dan bahan
yang dibutuhkan untuk keperluan instalasi dengan baik dan benar.
- Agar mahasiswa dapat mengetahui kebutuhan dan ukuran bahan yang
dibutuhkan untuk pemasangan instalasi pipa dengan baik dan benar.
INSTRUKSI UMUM :
o Pelajarilah lembaran ini dengan cermat dan telit

39

o Ikuti petunjuk yang ada pada lembar ini


o Bertanyalah apabila masih ada keraguan
o Catatlah apabila ada pengertian yang sangat penting dalam
lembaran ini.
KESELAMATAN KERJA :
Pusatkan perhatian pada pekerjaan dan bersihkan lingkungan dari
hal-hal yang mengganggu pekerjaan.
Bekerjalah sesuai petunjuk instruktur.
Hindarkan jari anda dari serpihan ( bram ) pemotong dan penguliran
pipa dan taburkanlah serbuk gergaji pada percikan oli di lantai
tempat anda bekerja.
Pakailah alat keselamatan kerja bila diperlukan.

PERALATAN :

Ragum pipa

Mistar baja

Penggores

Cutter Pipe

Boring Reamer

Kikir

Snay

Kunci pipa

40

BAHAN :

Pipa galvanis ukuran diameter ,

Elbow

Reducing

Tee stuck

Barrel union

Kran

Sealtape

LANGKAH KERJA :
1. Mintalah peralatan dan bahan yang diperlukan.
2. Pelajari gambar kerja dan buatlah daftar kebutuhan bahan :

DAFTAR KEBUTUHAN BAHAN

No

Jenis Fitting

Jumla

( Diameter

1.

Socket

2.
3.
4.

Socket
Tee
Tee

1
3
3

41

5.
6.
7.
8.

Elbow
Elbow
Kran
Reducing

7
1
7
4

elbow
3. Ukur dan potonglah pipa sesuai dengan kebutuhan.
4. Bersihkan bekas pemotongan bagian dalam dari ujung pipa dengan
borring reamer / kikir bundar.
5. Bersihkan bagian yang akan diulir dengan kikir halus.
6. Tentukan panjang ulir

sesuai dengan diameter pipa dan alat

sambung yang akan digunakan.


7. Ulirkan pipa tersebut sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.
8.

Bersihkan ulir tersebut dari serpihan bekas penguliran.

9. Lilitkan seal tape pada setiap ulir yang akan dipasang alat sambung.
10.

Rangkailah pipa tersebut dengan memasang alat sambung

sesuai dengan bentuk, fungsi dan penempatannya masing-masing


sesuai dengan gambar kerja yang ada.
11.

Kuncilah setiap sambungan dengan baik dan benar agar tidak

terjadi kebocoran.
12.

Tes kebocoran dengan memasukkan air pada instalasi yang

sudah dirangkai tersebut dengan menggunakan test pump.


13.

Bersihkan hasil pekerjaan dan serahkan pada instruktur.

42

Gambar Hasil Kerja :

JOB

: 2

JUDUL

MEMASANG
MENYETEL

/
ALAT

ALAT SANITER

TUJUAN :
1. Mahasiswa
dapat menjelaskan cara pemasangan dan fungsi alat alat saniter
dengan baik dan benar.
2. Mahasiswa dapat memasang alat alat saniter dengan tepat dan
benar.
3. Mahasiswa akan dapat mengatasi kesulitan yang timbul dalam
pemasangan alat alat saniter.
INSTRUKSI UMUM :
1. Pelajarilah lembaran ini dengan cermat dan teliti.

43

2. Ikuti petunjuk yang ada pada lembaran ini.


3. Bertanyalah apabila masih ada keraguan.
4. Catatlah apabila ada pengertian yang sangat penting dalam
lembaran ini.
KESELAMATAN KERJA :
1. Pusatkan perhatian pada pekerjaan dan bersihkann lingkungan
pekerjaan dari hal-hal yang mengganggu pekerjaan.
2. Bekerjalah sesuai petunjuk instruktur.
3. Hati-hati mengambil oli yang panas dan jangan tertumpah pada
tungku pemanas.
4. Pakailah alat keselamatan kerja bila diperlukan.

PERALATAN :
1. Meteran
2. Bor tembok
3. waterpass
4. Mistar siku
5. Ember
6. Sendok spesi
BAHAN :
Pipa PVC
Lem pipa PVC
44

Skrup
Fitting
Kunci kunci
Saniter adalah suatu alat untuk keperluan manusia yang ada
hubungannya dengan air dan pembuangannya.
Jenis dan fungsi :

WC (water closed )

Lavatory

Sink

Bath tube

Urinom / urinal / peturasan

: jongkok. Duduk
: tempat cuci tangan
: tempat cuci piring
: mandi rendam
: buang air kecil pria & wanita

Syarat syarat alat saniter :

Mudah dibersihkan

Mudah dalam pemasangan

Harga relatif murah

Tidak mudah aus

Tidak resap air

Kelompok alat saniter :


1. alat saniter badan : bak mandi, bak mandi siram, bak cuci
tangan, shower.
2. alat saniter cucian : mesin cuci pakaian, bak cuci pakaian, bak
tempat minum.
3. alat saniter lemak : tempat cuci piring.

45

4. alat saniter kotor : kloset, peturasan, bidet, alat pembersih


kotoran rumah sakit.

Job : Pemasangan Bak Cuci Piring (Sink )


Bak cuci piring adalah salah satu alat plambing yang termasuk
dalam kelompok alat saniter lemak (greasy water fixtures ). Kegunaannya
adalah untuk melayani air bekas yang mengandung lemak, seperti
mencuci piring, gelas, panci, dll yang berasal dari dapur. Bak cuci piring
biasanya dipasang didapur rumah tinggal, hotel, rumah sakit, rumah
makan, dll.
Pemasangan bak cuci piring dapat dilakukan dengan dua cara yaitu
pemasangan terbuka dan pemasangan tertutup. Pemasangan terbuka
46

adalah bak cuci piring dipasang rapat dengan dinding tembok tanpa
penutup dibawahnya. Pemasangan tertutup adalah bak cuci piring
dipasang rapat / tidak dengan dinding tembok dan tertutup dibawahnya.
Hal ini digunakan untuk menyimpan alat alat dapur.
Pemasangan bak cuci piring harus kuat dan permukaan atasnya harus
rata dengan air (waterpas ) sambungan lubang bak cuci piring dengan
perangkap bau (trap ) harus baik agar tidak bocor. Untuk pemasangan
tertutup, sebagai dudukan bak cuci piring dapat dibuat dari meja beton /
pasangan bata yang dipasang ubin keramik. Untuk pemasangan terbuka,
sebagai dudukan dipakai besi siku yang dipasang pada dinding tembok.
Langkah Kerja :
1. persiapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan untuk
pekerjaan ini.
2. pelajari gambar kerja dengan teliti.
3. ikuti langkah kerja berikut ini.
4. ukurlah tinggi pemasangan bak cuci piring pada dinding tembok,
dan ukur dari permukaan lantai, sesuai dengan ukuran yang ada
pada gambar kerja.
5. tandai dengan kapur / pensil pada dinding tembok batas atas dan
batas bawah bak cuci piring.
6. malkan besi siku yang akan digunakan sebagai duddukan pada
dinding tembok, sampai batas bawah yang ditandai.
7. tandai dengan kapur / pensil tembok yang akan dibor, pastikan
permukaan besi siku datar / waterpas dan tegak terhadap dinding
tembok.
47

8. buatlah lubang untuk pemasangan fisher dan pipa pembuang.


9. pasanglah besi siku (dudukan ) pada diding tembok dan perkuatlah
dengan skrup.
10.

pasangkan bak cuci piring diatas besi siku dan periksa

permukaannya dengan waterpas, kencangkan dengan skrup.11.

pasang perangkap bau / air ( trap ) tepat dibawah kedudukan

lubang pembuang, dan hubungkan trap pada pipa pembuang.


12.

hubungkan sumber air (air panas / air dingin ) pada kran air.

Gambar Hasil Kerja:

BAB V
PENUTUP
4.1. KESIMPULAN

48

Mengetahui macam-macam sambungan pipa yang digunakan dalam


pekerjaan plumbing serta mampu membuat instalasi pipa aliran air
dengan

baik

dengan

menggunakan

alat-alat

sesuai

dengan

fungsinya.
Mengetahui bagaimana dan sampai dimana kemampuan kita dalam
merancang

suatu

denah

rumah

tinggal

yang

akan

dibuat

instalasinya dan juga hal-hal yang mempengaruhi kita dalam


mengerjakan instalasi tersebut.
Mengetahui

bagaimana

pemasangan

alat-alat

saniter

berupa

wastafel, kloset duduk, kloset jongkok, tempat cuci piring, bath tub
dengan teknik pemasangan yang benar, tepat dan rapi serta
memberikan kenyaman bagi pemakai.
SARAN
Sebaiknya alat-alat yang dipergunakan haruslah dalam keadaan
yang baik dan utuh serta sesuai fungsinya.
Seluruh kegiatan supaya dilaksanakan tanpa membuang waktu dan
selalu tepat waktu.
Diharapkan kepada mahasiswa agar dalam pekerjaan plumbing ini
diperlukan ketelitian dan ketekunan agar menghasilkan pekerjaan
yang baik.
Utamakan keselamatan kerja.
Jagalah keutuhan alat yang kita gunakan dan kembalikan alat yang
telah kita gunakan.

49