Anda di halaman 1dari 23

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I

Kelompok XV

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1. Data
Dari praktikum yang telah praktikan lakukan yaitu praktikum proses
produksi I, praktikan memperoleh data dari masing-masing proses pengerjaan.
Berikut data yang di dapatkan dari praktikum yang telah di lakukan :
Pada Mesin Bubut
n = 180 rpm
a = 0,5 mm
f = 0,12 mm/r (proses Roughing)
f = 0,12 mm/r (proses Finishing)
Pada mesin Freis
n

= 283 rpm

Vf

= 213 mm/min

= 0,3 mm

=4

= 20 mm

lv

=0

lt

= lv + lw + ln

lw = 9,5 mm

ln = d/2 = 10 mm

= 0 + 9,5 + 10 = 19,5 mm
Untuk proses Sekerap
lt

4.2.

= 45 mm

= 5,5 mm

= 0,2 mm

np

= 45 langkah/min

Rs

= 0,5 langkah

= 0,3 mm/langkah

Perhitungan

Laboratorium Inti Teknologi Produksi

65

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I


Kelompok XV

4.2.1. Baut Khusus


Dalam pembuatan baut khusus, maka kami melakukan proses-proses:
1. Bubut muka (facing)
2. Bubut Silindrik (turning)
3. Membuat ulir (threading)
4. Membuat lubang (drilling)
5. Membuat kepala baut
4.2.1.1. Bubut muka (facing)
Parameter yang diketahui
1. Panjang awal

= 75 mm

2. Panjang akhir

= 70 mm

3. a max

= 1 mm

4. n

= 180 rpm

5. f

= 0,1 mm/rev

6. d

= 32 mm

Pengurangan sebesar 5 mm dilakukan dengan : a = 0,5 sebanyak

6 kali

a = 0,2 sebanyak 10 kali


Perhitungan Element dasar Pemesinan :
1. Kecepatan Potong
Vc1

.d .n 3,14 x32 x180

18,086 m/min
1000
1000

2. Kecepatan Makan
Vf = f . n
= 0,12 mm/rev . 180 rpm
= 21,6 mm/min
3. Waktu Potong
tc

lt
75 70

0,231 min = 13,889 detik


Vf
21,6

Jadi waktu total sebanyak 16 kali pengerjaan


Laboratorium Inti Teknologi Produksi

66

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I


Kelompok XV

= tc x 16 kali
= 13,889 detik x 24
= 333,33 detik
4. Kecepatan Penghasilan geram
Zn = f.a.Vc
Z1 = 0,12 mm/rev . 0,5 mm . 18,8086 m/min= 1,13 cm3/min
Z2 = 0,12 mm/rev . 0,2 mm . 18,8086 m/min= 0,451 cm3/min
4.2.1.2. Bubut Silindrik (turning)
Proses 1
Parameter yang diketahui
1. Panjang awal dan akhir

=70 mm

2. n

= 180 rpm

3. a

= 0,5 mm

4. f

= 0,12 mm/rev

5. d1

= 32 mm

6. d2

= 30 mm

untuk mendapatkan d = 30 mm maka akan dilakukan Roughing sebanyak 2 kali


dengan kedalaman (a) = 0,5 mm
d

do dm
2

32mm 30mm
2

= 31 mm
Perhitungan Element dasar Pemesinan :
1. Kecepatan Potong (Vc)
Vc =
=

dn
1000
3,14 31 180
= 17,5212 m/min
1000

2. Kecepatan makan (Vf)

Laboratorium Inti Teknologi Produksi

67

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I


Kelompok XV

Vf = f

= 0,12 mm/min

180 rp

= 21.6 mm/min
3. Waktu teoritis Pemotongan (tc)
tc

lt
Vf
70 mm

= 21,6 mm/min
= 3.24 min

= 194.4 detik

= tc banyak proses

tc tot

= 194.4 detik x 2
= 388.8 detik
4. Kecepatan Menghasilkan Geram (Z)
Z

=f

Vc

= 0,12 mm/min

0,5 mm

17.5212 m/min

= 1.051 cm 3 /min
Proses 2
Parameter yang diketahui
1. n

= 180 rpm

2. lt

= 40 mm

3. amax

= 0,5 mm

4. f

= 0,12 mm/rev

5. d1

= 30 mm

6. d2

= 20 mm

untuk mendapatkan d = 20 mm maka akan dilakukan proses sebanyak 14 kali


dimana dengan
1. kedalaman (a) = 0,5 mm sebanyak 9 kali
2. kedalaman (a) = 0,1 mm sebanyak 5 kali.
d

do dm
2

Laboratorium Inti Teknologi Produksi

68

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I


Kelompok XV

30mm 20mm
2

= 25 mm
Perhitungan Element dasar Pemesinan :
1. Kecepatan Potong (Vc)
Vc

=
=

dn
1000
3,14 25 180
1000

= 14,13 m/min
2. Kecepatan makan (Vf)
Vf = f

= 0,12 mm/min

180 rpm

= 21,6 mm/min
3. Waktu teoritis Pemotongan (tc)
tc

lt
Vf
40 mm

= 21,6 mm/min
= 1,852 min
tc tot

= 111,111 detik

= tc x banyak proses
= 111,111 detik x 14
= 1555,556 detik

= 25,926 menit

4. Kecepatan Menghasilkan Geram (Z)

=f

Vc

Z1

= 0,12 mm/min

0,5mm

14.13 m/min

14.13 m/min

= 0,8478 cm 3 /min
Z2

= 0,12 mm/min

0,1mm

= 0,17 cm 3 /min

Proses 3
Parameter yang diketahui

Laboratorium Inti Teknologi Produksi

69

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I


Kelompok XV

1. n

= 180 rpm

2. lt

= 20 mm

3. f

= 0,12 mm/rev

4. d1 = 30 mm
5. d2 = 20 mm
untuk mendapatkan d = 20 mm maka akan dilakukan proses sebanyak 14 kali
dimana dengan
1. kedalaman (a) = 0,5 mm sebanyak 9 kali
2. kedalaman (a) = 0,1 mm sebanyak 5 kali.
d

do dm
2

30mm 20mm
2

= 25 mm
Perhitungan Element dasar Pemesinan :
1. Kecepatan Potong (Vc)
Vc

=
=

dn
1000
3,14 25 180
1000

= 14,13 m/min
2. Kecepatan makan (Vf)
Vf

= f

= 0,12 mm/min

180 rpm

= 21,6 mm/min

3. Waktu teoritis Pemotongan (tc)


tc

lt
Vf

Laboratorium Inti Teknologi Produksi

70

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I


Kelompok XV

20 mm

= 21,6 mm/min
= 0,926 min
tc tot

= 55,556 detik

= tc x banyak proses
= 55,556 detik x 14
= 777,778 detik

= 12,963 menit

4. Kecepatan Menghasilkan Geram (Z)

=f

Vc

Z1

= 0,12 mm/min

0,5mm

14.13 m/min

14.13 m/min

= 0,8478 cm 3 /min
Z2

= 0,12 mm/min

0,1mm

= 0,17 cm 3 /min
4.2.1.3. Membuat ulir (threading)
Parameter yang diketahui
1. n = 85 rpm
2. lt = 40 mm
3. f = 0,3 mm/rev
4. p = 2 mm

jadi jumlah ulir = 10

Perhitungan mencari nilai kedalaman potong (a) :


5 / 8. p..Sin60
n
ai =

= 0,34 mm
a1 = ai 1 x 2
= 0,34 mm
a3 = ai

x2

= 0,59 mm
a5 = ai

x2

= 0,76 mm
a7 = ai

x2

= 0,89 mm

a2 = ai

2 x2

= 0,48 mm
a4 = ai 4 x 2
= 0,68 mm
a6 = ai

x2

= 0,83 mm
a8 = ai

x2

= 0,96 mm

Laboratorium Inti Teknologi Produksi

71

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I


Kelompok XV

a9 = ai

x2

a10 = ai

= 1,02 mm

10

x2

= 1,07 mm

Pada proses bubut ulir ini kedalaman potong atau a dikali dengan 2 karena
untuk mendapatkan diameter baut yang diinginkan maka a dikalikan dengan 2
sebab jika a hanya merupakan pengurangan jari-jari saja.
Perhitungan mencari nilai diameter rata-rata :
1.

do dm 20 19,66

19,83 mm
2
2

2.

do dm 19,66 19,18

19,42 mm
2
2

3.

do dm 19,18 18,59

18,88 mm
2
2

4.

do dm 18,59 17,91

18,25 mm
2
2

5.

do dm 17,91 17,15

17,53 mm
2
2

6.

do dm 17,15 16,32

16,74 mm
2
2

7.

do dm 16,32 15,43

15,86 mm
2
2

8.

do dm 15,43 14,47,

14,95 mm
2
2

9.

do dm 14,47 13,45

13,96 mm
2
2

10.

10

do dm 13,45 12,38

12,92 mm
2
2

Perhitungan Elemen dasar Pemesinan :


1. Kecepatan potong
a. Vc1
b. Vc 2

.n.d
1000

.n.d
1000

3,14 85 19,83
5,29 m/menit
1000

3,14 85 19,42
5,18 m/menit
1000

Laboratorium Inti Teknologi Produksi

72

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I


Kelompok XV

c. Vc3
d. Vc4
e. Vc5
f. Vc 6
g. Vc 7
h. Vc8
i. Vc9
j. Vc10

.n.d
1000

.n.d
1000

.n.d
1000

.n.d
1000

.n.d
1000

.n.d
1000

.n.d
1000

.n.d
1000

3,14 85 18,88
5,04 m/menit
1000

3,14 85 18,25
4.87 m/menit
1000

3,14 85 17,53
4,68 m/menit
1000

3,14 85 16,73
4,47 m/menit
1000

3,14 85 15,86
4,23 m/menit
1000

3,14 85 14,95
3,99 m/menit
1000

3,14 85 13,96
3,73 m/menit
1000

3,14 85 2,92
3,45 m/menit
1000

2. Kecapatan makan (Vf)


Vf = f . n
= 0,3 x 85
= 25,5 mm/menit
3. Waktu pemotongan
tc

lt
40

1,57
Vf
25,5

menit

4. Laju menghasilkan geram


Z1

= f . a1 . Vc1 = 0,3 x 0,34 x 5,29 = 0,54 cm3/menit

Z2

= f . a2 . Vc2 = 0,3 x 0,48 x 5,18 = 0,746 cm3/menit

Z3

= f . a3 . Vc3 = 0,3 x 0,59 x 5,04 = 0,892 cm3/menit

Z4

= f . a4 . Vc4 = 0,3 x 0,68 x 4,87 = 0,993 cm3/menit

Z5

= f . a5 . Vc5 = 0,3 x 0,76 x 4,68 = 1,067 cm3/menit

Z6

= f . a6 . Vc6 = 0,3 x 0,83 x 4,47 = 1,113 cm3/menit

Z7

= f . a7 . Vc7 = 0,3 x 0,89 x 4,23 = 1,129 cm3/menit

Laboratorium Inti Teknologi Produksi

73

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I


Kelompok XV

Z8

= f . a8 . Vc8 = 0,3 x 0,96 x 3,99 = 1,149 cm3/menit

Z9

= f . a9 . Vc9 = 0,3 x 1,02 x 3,73 = 1,141cm3/menit

Z10

= f . a10 . Vc10 = 0,3 x 1,07 x 3,45 = 1,107 cm3/menit

4.2.1.4. Membuat lubang (drilling)


Parameter yang diketahui
1. n

= 400 rpm

2. lt

= 20 mm

3. Vf = 200mm/min
4. lt

= lv + lw + ln

; lv = 0

; lw = 20 mm

5. diameter pahat = 12 mm dan 14 mm


a. Pahat dengan diameter 12 mm
ln

= (d/2)/tan kr
= (12 mm/2)/tan 60o
= 3,464 mm

lt

= lv + lw + ln
= 0 + 20 mm + 3,464 mm
= 23,464 mm

Perhitungan Elemen dasar Pemesinan :


1. Kecepatan Potong (Vc)
Vc

=
=

dn
1000
3,14 12 400
1000

= 15,072 m/min
2. Gerak makan pergigi (fz)

Laboratorium Inti Teknologi Produksi

74

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I


Kelompok XV

fz =
=

vf
zn
200mm / min
2 x 400rpm

= 0.25 mm/r

3. Waktu Pemotongan (tc)


tc =
=

lt
Vf
23,464 mm
200 mm/min

= 0.177 min = 7,039 detik


4. Kecepatan Menghasilkan Geram (Z)
Z =
=

d 2 v f
4 1000
3,14 x122 200
4
1000
3

= 22,608 cm /min
b. Pahat dengan diameter 14 mm
ln = (d/2)/tan kr
= (14 mm/2)/tan 60o
= 4,041 mm
lt = lv + lw + ln
= 0 + 20 mm + 4,041 mm = 24,041 mm
Perhitungan Elemen dasar Pemesinan :
1. Kecepatan Potong (Vc)
Vc

=
=

dn
1000
3,14 14 400
1000

= 17,584 m/min
2. Gerak makan pergigi (fz)

Laboratorium Inti Teknologi Produksi

75

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I


Kelompok XV

fz

=
=

vf
zn
200mm / min
2 x 400rpm

= 0,25 mm/r

3. Waktu Pemotongan (tc)


tc =
=

lt
Vf
24,041 mm
200 mm/min

= 0,12 min = 7,212 detik


4. Kecepatan Menghasilkan Geram (Z)
Z

d 2 v f
4 1000

3,14 x122 200


4
1000
3

= 22,608 cm /min

4.2.1.5. Membuat kepala baut


Untuk membuat kepala baut yang berbentuk segi enam kita menggunakan
mesin freis tegak. Proses ini memanfaatkan kepala bagi pada mesin freis. Adapun
sudut yang kita gunakan pada kepala bagi adalah 60o.

Laboratorium Inti Teknologi Produksi

76

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I


Kelompok XV

4.2.2. T-Slot
Dalam pembuatan T-Slot, maka kami melakukan proses-proses:
1. Sekrap muka (facing)
2. Sekrap alur
3. Membuat lubang
4. Mengetap
4.2.2.1. Sekrap muka (facing)
Dimensi spesimen
Panjang

= 47,2 mm

Lebar

= 30,4 mm

Tinggi

= 20,6 mm

Proses pengurangan panjang


Parameter yang diketahui
Panjang pemotongan (lt)

= 47,2 mm

Lebar pemotongan (w)

= 30,4 mm

Jumlah putaran (np)

= 45 langkah/min

Perbandingan kecepatan (Rs)

= 0,5 langkah

Gerak makan (f)

= 0,2 mm/langkah

Panjang yang diingkan adalah 45 mm, maka dilakukan proses pada kedua sisinya
dengan :
a. Kedalaman (a) 0,2 mm sebanyak 5 kali
b. Kedalaman (a) 0,1 mm sebanyak 2 kali
Perhitungan Element dasar Pemesinan :
1. Kecepatan Potong rata-rata (V)
V =
=

n p lt (1 R s )
2000

45 47,2 (1 0,5)
= 1,593 mm/min
2000

2. Kecepatan makan (Vf)

Laboratorium Inti Teknologi Produksi

77

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I


Kelompok XV

Vf = f

np

= 0,2 mm/langkah

45 langkah/min

= 9 mm/r
3. Waktu teoritis Pemotongan (tc)
tc

= v
f
=

tc tot

30,4 mm
9 mm/r

= 3,378 min

= tc x banyak proses
= 3,378 min x 7
= 23,646 menit = 23 menit 38,767 detik

Pada percobaan yang kami lakukan, kami mendapatkan waktu 23


menit 19,16 detik pada sisi pertama dan 23 menit 03,78 detik pada
sisi yang lainnya.
4. Kecepatan Menghasilkan Geram (Z)
Z

=Ax v
=axfxv

Za

= 0,2mm x 0, 2 mm/langkah x 1,593 mm/min


= 0,064 cm3/min

Zb

= 0,2mm x 0, 1 mm/langkah x 1,593 mm/min


= 0,032 cm3/min

Proses pengurangan lebar


Parameter yang diketahui
Panjang pemotongan (lt)

= 30,4 mm

Lebar pemotongan (w)

= 45 mm

Jumlah putaran (np)

= 45 langkah/min

Perbandingan kecepatan (Rs)

= 0,5 langkah

Gerak makan (f)

= 0,2 mm/langkah

Panjang yang diingkan adalah 26 mm, maka dilakukan proses pada kedua sisinya
dengan kedalaman (a) 0,2 mm sebanyak 11 kali pada sisi-sisinya

Laboratorium Inti Teknologi Produksi

78

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I


Kelompok XV

Perhitungan Element dasar Pemesinan :


1. Kecepatan Potong rata-rata (V)
V

=
=

n p lt (1 R s )
2000

45 30,4 (1 0,5)
2000

= 1,026 mm/min
2. Kecepatan makan (Vf)
Vf = f

np

= 0,2 mm/langkah

45 langkah/min

= 9 mm/r
3. Waktu teoritis Pemotongan (tc)
w

tc = v
f
=

45 mm
9 mm/r

= 5 min

tc tot = tc x banyak proses


= 5 min x 11
= 55 min
Pada percobaan yang kami lakukan, kami mendapatkan waktu 59
menit 21,22 detik pada sisi pertama dan 58 menit 28,54 detik pada
sisi yang lainnya.
4. Kecepatan Menghasilkan Geram (Z)
Z

= Ax v
=axfxv

= 0,2mm x 0, 2 mm/langkah x 1,593 mm/min


= 0,064 cm3/min

Laboratorium Inti Teknologi Produksi

79

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I


Kelompok XV

Proses pengurangan tinggi


Parameter yang diketahui
Panjang pemotongan (lt)

= 20,6 mm

Lebar pemotongan (w)

= 45 mm

Jumlah putaran (np)

= 45 langkah/min

Perbandingan kecepatan (Rs)

= 0,5 langkah

Gerak makan (f)

= 0,2 mm/langkah

Tinggi yang diingkan adalah 18 mm, maka dilakukan proses pada kedua sisinya
dengan
a. kedalaman (a) 0,2 mm sebanyak 6 kali pada sisi-sisinya
b. kedalaman (a) 0,1 mm sebanyak 1 kali pada sisi-sisinya
Perhitungan Element dasar Pemesinan :
1. Kecepatan Potong rata-rata (V)
V

=
=

n p lt (1 R s )
2000

45 26 (1 0,5)
2000

= 0,878 mm/min
2. Kecepatan makan (Vf)
Vf

= f

np

= 0,2 mm/langkah

45 langkah/min

= 9 mm/r
3. Waktu teoritis Pemotongan (tc)
w

tc = v
f
=
tc tot

45 mm
9 mm/r

= 5 min

= tc x banyak proses
= 5 min x 7
= 35 min

Laboratorium Inti Teknologi Produksi

80

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I


Kelompok XV

4. Kecepatan Menghasilkan Geram (Z)


Z

=Ax v = a x f x v

Za

= 0,2mm x 0, 2 mm/langkah x 0,878 mm/min


= 0,035cm3/min

Za

= 0,1mm x 0, 2 mm/langkah x 0,878 mm/min


= 0,018 cm3/min

4.2.2.2. Sekrap alur


Parameter yang diketahui
1. Panjang pemotongan (lt)

= 45 mm

2. Lebar pemotongan (w)

= 5,5 mm

3. Jumlah putaran (np)

= 45 langkah/min

4. Perbandingan kecepatan (Rs)

= 0,5 langkah

5. Gerak makan (f)

= 0,3 mm/langkah

Kedalaman alur yang diinginkan adalah 8 mm, untuk itu kita lakukan proses
dengan:
a. Kedalaman (a) sebesar 0,3 mm sebanyak 20 kali
b. Kedalaman (a) sebesar 0,2 mm sebanyak 10 kali
Perhitungan elemen dasar permesinan:
1. Kecepatan Potong Rata-rata

n p lt (1 Rs )
2000

45 45 (1 0,5)
1,5 m/min
2000

2. Kecepatan Makan
Vf

= f . np
= 0,2 mm/langkah

45 langkah/min

= 9 mm/r
3. Waktu Potong
tc

tc tot

w
5,5mm

0,611 min
Vf
9mm / r

= tc x banyak proses
= 0,611 menit x 30 = 18,33 menit

Laboratorium Inti Teknologi Produksi

81

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I


Kelompok XV

4. Kecepatan Penghasilan geram


Z

=A. v
=a.f.v

Za

= 0,3 mm x 0,3 mm/langkah x 1,5

m/min = 0,135 cm3/min

Za

= 0,2 mm x 0,3 mm/langkah x 1,5

m/min = 0,09 cm3/min

4.2.2.3. Membuat lubang


Parameter yang diketahui

a.

1. n

= 400 rpm

2. lt

= lv + lw + ln

3. vf

= 200 mm/min

4. diameter pahat

= 5 mm dan 8 mm

; lv = 0

; lw = 18 mm

Pahat dengan diameter 5 mm ( d = 5mm)


ln

= (d/2)/tan kr
= (5 mm/2)/tan 60o
= 1,443 mm

lt

= lv + lw + ln
= 0 + 18 mm + 1,443 mm
= 19,443 mm

Perhitungan Elemen dasar Pemesinan :


1. Kecepatan Potong (Vc)
Vc

=
=

dn
1000
3,14 5 400
1000

= 6,28 m/min

Laboratorium Inti Teknologi Produksi

82

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I


Kelompok XV

2. Gerak makan pergigi (fz)


fz

=
=

vf
zn
200 mm / min
2 x 400rpm

= 0.25 mm/r

3. Waktu Pemotongan (tc)


tc

lt
Vf

19,443 mm
200 mm/min

= 0,097 min = 5,833 detik


4. Kecepatan Menghasilkan Geram (Z)
Z

d2 vf
4 1000

3,14 x5 2 200
4
1000
3

= 3,925 cm /min
b.

Pahat dengan diameter 8 mm ( d = 8mm)


ln

= (d/2)/tan kr
= (8 mm/2)/tan 60o
= 2,309 mm

lt

= lv + lw + ln
= 0 + 18 mm + 2,309 mm
= 20,309 mm

Laboratorium Inti Teknologi Produksi

83

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I


Kelompok XV

Perhitungan Elemen dasar Pemesinan :


1. Kecepatan Potong (Vc)
Vc

=
=

dn
1000
3,14 8 400
1000

= 10,048 m/min
2. Gerak makan pergigi (fz)
fz

=
=

vf
zn
200 mm / min
2 x 400rpm

= 0.25 mm/r

3. Waktu Pemotongan (tc)


tc

lt
Vf

20,309 mm
200 mm/min

= 0,102 min = 6,093 detik


4. Kecepatan Menghasilkan Geram (Z)
Z

d2 vf
4 1000

3,14 x8 2 200
4
1000
3

= 10,048 cm /min

Laboratorium Inti Teknologi Produksi

84

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I


Kelompok XV

4.2.2.4. Mengetap
Cara mengetap dengan menekan ke bawah kedua ujung gagang sambil
diputar searah jarum jam, kemudian dibalik seperempat putaran. Pembalikkan
putaran ini digunakan untuk memutukan geram-geram yang jatuh ke bawah
melalui alur tap.
Berikut merupakan urutan proses pengetapan yang dilakukan :
1. Tap Konis
Tap konis ialah tap yang mata pahat potong awalnya diserong antara 8
hingga 10 ulir. Digunakan pada awal pembuatan ulir.
2. Tap Antara
Tap antara ialah tap yang mata pahat potong awalnya diserong antara 2
sampai 3 ulir. Tap ini dipakai setelah pengetapan dengan tap konis.
3. Tap Rata
Tap rata mempunyai ulir dengan ukuran penuh. Tap ini digunakan untuk
penyelesaian akhir pembuatan ulir.

Laboratorium Inti Teknologi Produksi

85

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I


Kelompok XV

4.3.
Analisa Dan Pembahasan
4.3.1. Proses Pembuatan T-Slot
4.3.1.1. Berdasarkan tc Pemotongan
Dalam pembuatan T-slot, kami dapat melakukan analisa terhadap
kesalahan yang terjadi selama praktikum. Hal ini dapat dilihat dari
perbedaan waktu pemotongan yang kami hitung sewaktu melakukan
proses pembuatan T-Slot (waktu aktual) dengan waktu yang kami dapatkan
secara teori (waktu teoritis).
Pada proses yang pertama kami mendapatkan waktu aktual yang
lebih cepat daripada waktu teoritis, sebesar 20 detik dan 35 detik. Pada
proses yang kedua kami mendapatkan nilai waktu aktual yang lebih lambat
dibandingkan dengan nilai waktu teoritis, sebesar 4 menit 21 detik dan 3
menit 28 detik. Kesalahan ini disebabkan kurang tepatnya praktikan dalam
menekan waktu awal sampai waktu akhir pemotongan. Selanjutnya dalam
pembuatan T-Slot, besarnya awalan dan akhiran dari proses yang kami
lakukan, berbeda dengan besarya awalan dan akhiran secara teoritik .
Dengan kata lain, waktu aktual yang di dapatkan otomatis akan lebih besar
dari waktu teoritiknya.
Akhirnya waktu yang digunakan pada pembuatan produk T-Slot
ini juga tidak produktif sehingga ongkos pembuatannya lebih mahal. Hal
ini juga disebabkan kurang proposionalnya benda kerja yang diberikan
kepada praktikan serta mesin perkakas yang digunakan tidak bekerja
dengan baik, sehingga banyaknya pengerjaan yang harus dilakukan secara
berulang-ulang.
4.3.1.2. Berdasarkan ketelitian produk
Ketelitian produk pada pembuatan T-Slot tidak sesuai dengan
geometri yang diinginkan. Hal ini dapat di lihat dari kurangnya ukuran
benda kerja dari perhitungan secara teoritis dengan aktualnya. Hal ini
disebabkan tidak telitinya praktikan dalam membaca alat ukur. Selain itu
tingkat ketelitian produk yang kami buat juga di pengaruhi oleh kinerja
dari mesin perkakas yang kami digunakan. Karena mesin perkakas yang di
gunakan sudah tidak presisi lagi.

Laboratorium Inti Teknologi Produksi

86

Laporan Akhir Praktikum Proses Produksi I


Kelompok XV

Hal lain yang berhubungan dengan ketelitian produk adalah


kekasaran permukaan, dimana permukaan dari benda kerja yang kami
dapatkan tidak rata. Hal ini disebabkan oleh kedalaman makan yang besar
serta pahat potong yang digunakan dalam penyekrapan tidak bekerja
dengan baik.
4.3.2. Proses Pembuatan Baut Khusus
Dalam pembuatan baut khusus ini,

kami hanya sampai pada

proses pemotongan benda kerja saja. Pada saat pemotongan benda kerja,
terlihat jelas bahwa proses pemotongan bekerja pada suhu tinggi, untuk itu
kami menggunakan coolant untuk menurunkan temperatur kerja sehingga
pahat potong tidak cepat aus.
Dalam proses selanjutnya kami tidak melakukan proses pada
benda kerja untuk pembuatan baut khusus. Kami hanya melakukan
perhitungan dari data yang telah diberikan.

Laboratorium Inti Teknologi Produksi

87