Anda di halaman 1dari 6

HUBUNGANPERILAKUCUCITANGANTERHADAP

KEJADIANDIAREPADASISWADISEKOLAH
DASARZAINULHASAN1
KABUPATENPROBOLINGO

Oleh :
Siti Zahrotul Munawaroh

LATAR BELAKANG
introductio
n
Diare
merupakan
penyakit
yang masih
menjadi
masalah
kesehatan
masyarakat
Di negara di
negara berke
mbang
termasuk
di Indonesia

kronologi

justifikasi

solusi
Pendekatan
perilaku
dengan
menerapka
ncaracuci
tanganyang
benar

TUJUAN
tujuan umum

Mengetahui hubungan perilaku cuci tangan terhadap kejadian


diare pada anak pra sekolah(usia 5-6 tahun) di SD Zainul Hasan
01 Kecamatan pajarakan Kabupaten Probolinggo

tujuan khusus
Mengidentifikasi hubungan perilaku cuci tangan terhadap
kejadian diare pada anak pra sekolah(usia 5-6 tahun) di SD
Zainul Hasan 01 Kecamatan pajarakan Kabupaten Probolinggo
Mengidentifikasi kejadian diare pada anak pra sekolah(usia 5-6
tahun) di SD Zainul Hasan 01 Kecamatan pajarakan Kabupaten
Probolinggo
Menganalisis kejadian diare pada anak pra sekolah(usia 5-6
tahun) di SD Zainul Hasan 01 Kecamatan pajarakan Kabupaten
Probolinggo

MANFAAT
Diharapakan
Diharapakan
penelitianini
penelitianini
dapat
dapat
mengaplikasikan
mengaplikasikan
dalam
dalam
keperawatan
keperawatan
anak
anak

orang
tua
anak

H
I
P
O
T
E
S
I
S

H1;
H1; ada
ada
hubungan
hubungan perilaku
perilaku cuci
cuci tan
tan
gan
gan
terhadap
terhadap kejadian
kejadian diare
diare pada
pada
siswa
siswa di
di SDN
SDN Zainul
Zainul Hasan
Hasan

KONSEP DASAR

1. pengertian diare

Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan
konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan
frekuensinya lebih sering (biasanya tiga kali atau lebih) dalam satu hari(Depkes
RI, 2011). Sedangkan menurut Wong (2008), diare merupakan gejala yang
terjadi karena kelainan yang melibatkan fungsi pencernaan , penyerapan dan
sekresi. Diare disebabkan oleh transportasi air dan elektrolit yang
abnormal dalam usus. Diare merupakan suatu keadaan pengeluaran tinja
yang tidak normal atau tidak seperti biasanya, ditandai dengan peningkatan
volume, keenceran, serta frekuensi lebih dari tiga kali sehari (Hidayat, 2006 )