Anda di halaman 1dari 15

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik

: Hipertensi

Hari/Tanggal

: Kamis / 17 Maret 2016

Waktu

: Jam 09.00 WIB (30 menit)

Penyaji

: Mahasiswa STIKES YARSI ( SUMBAR ) BUKITTINGGI

Tempat

: Puskesmas Pembantu Cempaka Di Jorong Sungai Jariang Nagari


Koto Panjang Kecamatan IV Koto

A. LATAR BELAKANG
Hipertensi adalah masalah kesehatan masyarakat. Hipertensi yang tidak
terkontrol dapat memicu timbulnya penyakit degeneratif, seperti gagal jantung
congestive, gagal ginjal, dan penyakit vaskuler. Hipertensi disebut silent killer
karena sifatnya asimptomatik dan setelah beberapa tahun menimbulkan stroke yang
fatal atau penyakit jantung. Meskipun tidak dapat diobati, pencegahan dan
penatalaksanaan dapat menurunkan kejadian hipertensi dan penyakit yang
menyertainya.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, diketahui hampir
seperempat (24,5%) penduduk Indonesia usia di atas 10 tahun mengkonsumsi
makanan asin setiap hari, satu kali atau lebih. Sementara prevalensi hipertensi di
Indonesia mencapai 31,7% dari populasi pada usia 18 tahun ke atas. Dari jumlah itu,
60% penderita hipertensi berakhir pada stroke. Sedangkan sisanya pada jantung,
gagal ginjal, dan kebutaan. Pada orang dewasa, peningkatan tekanan darah sistolik
sebesar 20 mmHg menyebabkan peningkatan 60% risiko kematian akibat penyakit
kardiovaskuler.
Berdasarkan American Heart Association (AHA, 2001), terjadi peningkatan
rata-rata kematian akibat hipertensi sebesar 21% dari tahun 1989 sampai tahun
1999. Secara keseluruhan kematian akibat hipertensi mengalami peningkatan

sebesar 46%. Data Riskesdas menyebutkan hipertensi sebagai penyebab kematian


nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis, jumlahnya mencapai 6,8% dari proporsi
penyebab kematian pada semua umur di Indonesia.
Berdasarkan data tersebut di atas, kami penulis mengambil materi hipertensi
sebagai materi penyuluhan di Puskesmas Pembantu Cempaka Sungai Jariang.
Faktor lain yang mendukung kami mengambil materi ini adalah pola kebiasan
masyarakat minang yang dominan mengkonsumsi makanan tinggi lemak yang
berbahan dasar santan kelapa, selain itu diiringi juga dengan kebiasaan kurang
berolahraga. Karena itulah penyuluhan ini nantinya kami harapkan dapat memberi
tambahan pengetahuan kepada masyarakat tentang hipertensi agar dapat menekan
angka kematian akibat hipertensi dan dapat membantu merubah pola hidup
masyarakat.
B. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah penyuluhan peserta mengetahui dan memahami tentang hipertensi.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan, diharapkan :
a) Peserta penyuluhan mengetahui pengertian hipertensi
b) Peserta penyuluhan mengetahui faktor penyebab terjadinya hipertensi
c) Peserta penyuluhan mengetahui tanda dan gejala hipertensi
d) Peserta penyuluhan mengetahui penatalaksanaan non farmakologis
hipertensi

3. MANFAAT PENYULUHAN
1. Bagi puskesmas pembantu cempaka sungai jariang
Mampu memberikan masukan dalam penanggulangan kasus penyakit
hipertensi pada lansia melalui pendidikan kesehatan langsung bagi lansia.
2. Bagi Lansia
Dapat menambah pengetahuan tentang penyakit hipertensi secara umum dan
nantinya mampu merawat anggota keluarga dengan penyakit hipertensi
3. Bagi Mahasiswa
2

Untuk menambah wawasan, mampu menjelaskan proses dan pengaplikasian


ilmu di lapangan. Serta untuk institusi dapat dijadikan sebagai literatur di
perpustakaan.
4. Pelaksanaan KEGIATAN
1. Materi/pokok bahasan
2. Sasaran
3. Target
4. Metode
5. Media
6. Waktu dan tempat

:Hipertensi
:Lansia Di Jorong Sungai Jariang Nagari Koto
Panjang Kecamatan IV Koto
:Lansia Di Jorong Sungai Jariang Nagari Koto
Panjang Kecamatan IV Koto
: Ceramah dan diskusi
: Print Out dan LCD
: Kamis, 17 Maret 2016 / Jam 09.00 Wib di
Puskesmas Pembantu Cempaka Di Jorong Sungai
Jariang Nagari Koto Panjang Kecamatan IV Koto

5. SETTING DAN TEMPAT

KETERANGAN :
: Penyaji

: media

: moderator

: peserta

: fasilitator

:observer

: pembimbing

6. URAIAN TUGAS
1. Penagguang Jawab
Tugas

: FADLY ILHAMI
YENGGI FERMADI
:Bertanggung

jawab

dalam

mengkoordinasikan kepada semua anggota


penyuluhan tentang persiapan penyuluhan.

2. Moderator
Tugas

: VINNY ARIESTA PISHESA


:Memimpin jalannya kegiatan

(membuka

penyuluhan, membuka sesi tanya jawab,


menutup

acara

menyimpulkan

penyuluhan

materi

yang

telah

serta
di

3. Penyaji
Tugas

sampaikan.
: MEGA YULIANTI
:Menggali
pengetahuan

4. Observer
Tugas

menjelaskan tentang materi penyuluhan


: SRI EMIL DARMIZA
:Mengamati jalannya penyuluhan (mencatat
pertanyaan

yang

diberikan

audiens

audiens

dan

dan

mencatat jawaban yang diberikan oleh penyaji


serta mencatat hasil evaluasi dari penyuluhan
yang diberikakan)
4

5. Fasilitator

: ANDAM DEWI
LIGA PURNAMA SARI
NELI ISBIANI
YOLANDA FITRIA WIRMAN
NORA PUTRI NOPITA
NOVITA
: Mendorong audien untuk bertanya dan

Tugas

mendorong

audien

untuk

menjawab

pertanyaan yang diberikan oleh penyaji.

7. KEGIATAN PENYULUHAN
Tahap

Kegiatan Penyaji
Kegiatan Peserta
Penyuluhan
Tahap
- Salam
- Menjawab salam
- Perkenalan
- Mendengarkan
pembukaan
- Kontrak waktu dengan - Menjawab
- Mendengarkan
peserta penyuluhan
- Menjelaskan
tujuan
Tahap
pelaksanaan

penyuluhan
- Menggali

5 menit

- Menjawab semampu 15 menit

pengetahuan peserta

peserta

tentang

pengertian

pengertian

hipertensi
- Memberi
reinforcement

Waktu

tentang

hipertensi
(+)

atas jawaban peserta


- Mendengarkan
- Menjelaskan
5

pengertian hipertensi - Mencatat


- Menggali
pengetahuan peserta
tentang

- Menjawab
pertanyaan

faktor

semampu

penyebab hipertensi
- Memberi
reinforcement

peserta

tentang

faktor

(+)

penyebab

atas jawaban peserta


- Menjelaskan
faktor

hipertensi

penyebab hipertensi
- Mendengarkan
- Mencatat

- Menggali
pengetahuan peserta
tentang tanda dan

- Menjawab

gejala hipertensi
- Memberi
reinforcement

pertanyaan
semampu

(+)

peserta

tentang tanda dan

atas jawaban peserta


- Mejelaskan tanda dan

gejala

gejala hipertensi
- Mendengarkan
- Mencatat

- Menggali
pengetahuan peserta
tentang
penatalaksanaan non

- Menjawab semampu
peserta

farmakologi

penatalaksanaan

hipertensi
- Memberi
reinforcement

tentang

non

farmakologi

hipertensi

(+)

atas jawaban peserta


- Menjelaskan
penatalaksanaan non - Mendengarkan

- Mencatat

farmakologi
hipertensi
- Bertanya

kepada

peserta penyuluhan
secara

keseluruhan

materi

penyuluhan

- Menjawab
pertanyaan penyaji

untuk mengevaluasi
tingkat pemahaman
peserta penyuluhan
terhadap
Tahap
penutup

materi

yang disampaikan.
- Memberi saran kepada - Mendengarkan
peserta

5 menit

untuk

mengenali

dan

menghindari faktor
faktor

yang dapat

menyebabkan
hipertensi
- Menyimpulkan
seluruh materi yang

- Ikut menyimpulkan
- Menjawab salam

telah disampaikan
- Salam penutup

8. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. Kesiapan penyuluh dari mahasiswa STIKES YARSI ( SUMBAR )
Bukitinggi
b. Kesepakatan pertemuan dengan peserta penyuluhan
c. Mahasiswa duduk berhadapan dengan audiens.
d. Suasana tenang dan tidak ada hilir mudik.

2. Evaluasi Proses
i. Peserta
a. Peserta penyuluhan mengikuti kegiatan sampai selesai.
b. Pertemuan berjalan dengan lancar.
c. Selama kegiatan diharapkan audien aktif.
ii. Penyuluh
a. Bisa memfasilitasi jalannya penyuluhan.
b. Bisa menjalankan perannya sesuai tugas dan tanggungjawab.
3. Evaluasi hasil
Tes lisan : di akhir ceramah
a. 4 dari 5 audience Klien dapat menyebutkan pengertian hipertensi
b. 3 dari 5 audience Klien dapat menjelaskan faktor penyebab terjadinya
hipertensi
c. 4 dari 5 audience Klien dapat menyebutkan tanda dan gejala hipertensi
d. 3 dari 5 audience Klien dapat menyebutkan penatalaksanaan non
farmakologis pada hipertensi

MATERI

1. PENGERTIAN
Menurut WHO, penyakit hipertensi merupakan peningkatan tekanan sistolik lebih
besar atau sama dengan 160 mmHg dan atau tekanan diastoliK sama atau lebih besar
95 mmHg ( Kodim Nasrin, 2003 ).
Hipertensi dikategorikan ringan apabila tekanan diastoliknya antara 95 104
mmHg, hipertensi sedang jika tekanan diastoliknya antara 105 dan 114 mmHg, dan
hipertensi berat bila tekanan diastoliknya 115 mmHg atau lebih. Pembagian ini
berdasarkan peningkatan tekanan diastoliK karena dianggap lebih serius dari
peningkatan sistolik ( Smith Tom, 1995 ).
Tingkatan Hipertensi
Menurut WHO

Tekanan Sistolik

Kategori

(mmHg)

Tekanan Diastolik
(mmHg)

Normotensi

<140

<90

Hipertensi ringan

140-180

90-105

Hipertensi perbatasan

140-160

90-95

Hipertensi sedang, berat

>180

>105

Hipertensi Sistolik terisolasi

>140

<90

Hipertensi

Diastolik 140-160

perbatasan

<90

Menurut Joint National Committee (JNC-7, 2003)


Kategori

Sistolik

Diastolik

< 120 mmHg

< 80 mmHg

Pre-hipertensi

120-139 mmHg

80-89 mmHg

Stadium 1

140-159 mmHg

90-99 mmHg

Stadium 2

160 mmHg

100 mmHg

Normal

2. PENYEBAB
Penyebab hipertensi secara garis besar dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
a) Faktor penyebab yang tidak bisa dikendalikan
1) Keturunan ( Faktor ini tidak bisa dikendalikan )
Jika seseorang memiliki orang tua atau saudara yang memiliki tekanan darah
tinggi , maka kemungkinan ia menderita tekanan darah tinggi lebih besar.
Statistik menunjukan bahwa masalah tekanan darah tinggi lebih tinggi pada
kembar identik ( monozigot atau satu sel telur ) daripada yang kembar tidak
identik. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada bukti gen yang diturunkan
untuk masalah tekanan darah tinggi. Hal ini menyokong bahwa faktor genetik
atau keturunan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi.
2) Ciri Perseorangan ( Faktor yang tidak bisa dikendalikan )
Ciri perseorangan yang mempengaruhi timbulnya hipertensi adalah umur ( jika
umur bertambah maka tekanan darah meningkat ). Penelitian menunjukkan
bahwa seraya usia seseorang bertambah , tekanan darah pun akan meningkat.
Anda mengharapkan bahwa tekanan darah Anda saat muda akan sama ketika
Anda bertambah tua. Jenis kelamin ( laki-laki lebih tinggi tekanan darahnya
dari perempuan ) dan ras (ras kulit hitam lebih banyak tinggi tekanan darahnya
dari kulit putih).
b) Faktor penyebab yang bisa dikendalikan
1) Garam ( Faktor ini bisa dikendalikan )

10

Garam dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat pada beberapa orang,
khususnya bagi penderita diabetes , penderita hipertensi ringan , dan orang
dengan usia tua.
2) Kolesterol ( Faktor ini bisa dikendalikan )
Kandungan lemak yang berlebihan dalam darah , dapat menyebabkan timbunan
kolesterol pada dinding pembuluh darah. Hal ini dapat membuat pembuluh darah
menyempit dan akibatnya tekanan darah akan meningkat.
3) Obesitas / kegemukan ( Faktor ini bisa dikendalikan )
Orang yang memiliki berat badan di atas 30 persen berat badan ideal , memiliki
kemungkinan lebih besar menderita tekanan darah tinggi. Walaupun belum dapat
dijelaskan hubungan antara obesitas dan hipertensi, tetapi penyelidikan
membuktikan bahwa daya pompa jantung dan sirkulasi volume darah penderita
obesitas dengan hipertensi lebih tinggi dibandingan dengan penderita yang
mempunyai berat badan normal.
4) Stress ( Faktor ini bisa dikendalikan )
Stress dan kondisi emosi yang tidak stabil juga dapat memicu tekanan darah
tinggi. Peningkatan aktivitas saraf simpatis dapat meningkatkan tekanan darah
secara intermitten (tidak menentu). Saraf simpatis adalah saraf yang bekerja pada
saat kita beraktivitas, saraf parasimpatis adalah saraf yang bekerja pada saat kita
tidak beraktivitas.
5) Rokok ( Faktor ini bisa dikendalikan )
Merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah. Kebiasaan merokok dapat
meningkat resiko diabetes , serangan jantung dan stroke. Karena itu , kebiasaan
merokok yang terus dilanjutkan ketika memiliki tekanan darah tinggi ,
merupakan kombinasi yang sangat berbahaya yang akan memicu penyakit
penyakit yang berkaitan dengan jantung dan darah.
6) Kafein ( Faktor ini bisa dikendalikan )
Kafein yang terdapat pada kopi , teh maupun minuman cola bisa menyebabkan
peningkatan tekanan darah.
7) Alkohol ( Faktor ini bisa dikendalikan )
Konsumsi alkohol secara berlebihan juga menyebabkan tekanan darah tinggi.
8) Kurang Olahraga ( Faktor ini bisa dikendalikan )
Kurang olaharaga dan bergerak bisa menyebabkan tekanan darah dalam tubuh
meningkat. Olahraga teratur mampu menurunkan tekanan darah tinggi. Namun
jangan melakukan olahraga yang berat.
11

3. TANDA DAN GEJALA


Hipertensi merupakan kelainan yang sulit diketahui oleh tubuh kita sendiri. Satusatunya cara untuk mengetahui hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah kita
secara teratur. Diketahui 9 dari 10 orang yang menderita hipertensi tidak dapat
diidentifikasi penyebab penyakitnya. Oleh sebab itulah hipertensi dijuluki pembunuh
diam-diam atau silent killer. Namun beberapa gejala yang biasa muncul yaitu :
1. Pandangan kabur
2. Sakit kepala
3. Kaku kuduk/tengkuk terasa berat
4. Mual
5. Muntah
6. Kelelahan
7. Gelisah
8. Muka merah

4. PENATALAKSANAAN NON FARMAKOLOGIS


Non Farmakologis
a. Diet
Diet yang dianjurkan untuk penderita hipertensi adalah :
a) Restriksi garam secara moderat dari 10 gr/hr menjadi 5 gr/hr
b) Diet rendah kolesterol dan rendah lemak jenuh
c) Penurunan berat badan
d) Penurunan asupan etanol/alkohol
e) Menghentikan merokok
f) Diet tinggi kalium
b. Latihan Fisik

12

Latihan fisik atau olah raga yang teratur dan terarah yang dianjurkan untuk
penderita hipertensi adalah olah raga yang mempunyai empat prinsip yaitu :
a) Macam olah raga yaitu isotonis dan dinamis seperti lari, jogging, bersepeda,
berenang dan lain-lain.
b) Intensitas olah raga yang baik antara 60-80 % dari kapasitas aerobik atau 72-87
% dari denyut nadi maksimal yang disebut zona latihan. Denyut nadi maksimal
dapat ditentukan dengan rumus 220 umur.
c) Lamanya latihan berkisar antara 20 25 menit berada dalam zona latihan.
d) Frekuensi latihan sebaiknya 3 x perminggu dan paling baik 5 x perminggu
c. Edukasi Psikologis
Pemberian edukasi psikologis untuk penderita hipertensi meliputi :
Teknik relaksasi
Relaksasi adalah suatu prosedur atau teknik yang bertujuan untuk mengurangi
ketegangan atau kecemasan, dengan cara melatih penderita untuk dapat belajar
membuat otot-otot dalam tubuh menjadi rileks.
d. Pendidikan Kesehatan ( Penyuluhan )
Tujuan pendidikan kesehatan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan pasien tentang
penyakit hipertensi dan pengelolaannya sehingga pasien dapat mempertahankan
hidupnya dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
PENUTUP
1.

KESIMPULAN
Penyakit hipertensi merupakan peningkatan tekanan sistolik lebih besar atau
sama dengan 160 mmHg dan atau tekanan diastoliK sama atau lebih besar 95
mmHg ( Kodim Nasrin, 2003 ).
Hipertensi dikategorikan ringan apabila tekanan diastoliknya antara 95 104
mmHg, hipertensi sedang jika tekanan diastoliknya antara 105 dan 114 mmHg,
dan hipertensi berat bila tekanan diastoliknya 115 mmHg atau lebih. Pembagian
ini berdasarkan peningkatan tekanan diastoliK karena dianggap lebih serius dari

peningkatan sistolik ( Smith Tom, 1995 ).


2.
SARAN
Tenaga Kesehatan diharapkan mampu memberikan pendidikan kesehatan
yang optimal kepada masyarakat umum khususnya lansia tentang hipertensi
pada lansia dan meminimalisir angka kejadian hipertensi pada lansia.

13

DAFTAR PUSTAKA
Brunner & Suddarth. 2002. Buku ajar Keperawatan Medikal Bedah Volume 2. Jakarta :
EGC
http://asuhankeperawatans.blogspot.com/2011/01/asuhan-keperawatan-klien-dengan.html
http://kosmo.vivanews.com/news/read/309239-9-cara-alami-menurunkan-tekanan-darah
http://pharos.co.id/news-a-media/53-beritakesehatan/328-hipertensi.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Tekanan_darah_tinggi
http://www.news-medical.net/health/Caffeine-Pharmacology-%28Indonesian%29.aspx
http://wir-nursing.blogspot.com/2011/04/pengaruh-rokok-dan-kopi-terhadap.html
http://hidupsehatoptimal.blogspot.com/2010/01/penyumbatan-pembuluh-darah-hipertensi
http://infohidupsehat.com/?
14

15